Anda di halaman 1dari 8

2.

3 Instrumentasi Teknik Craniotomy

2.3.1 Definisi

Trepanasi/kraniotomi adalah suatu tindakan membuka tulang

kepala yang bertujuan mencapai otak untuk tindakan pembedahan

definitif.

Kraniotomi adalah metode pembukaan sebagian tulang kepala

untuk memudahkan operasi dalam otak. Kraniotomi memiliki banyak

prosedur yang berbeda-beda, namun sama ketika proses pemulihannya.

Pasca tindakan kraniotomi akan meninggalkan bekas di kulit luar seperti

garis berwarna coklat kehitaman (Brain Tumor Indonesia, 2017)

1.3.1 Tujuan Instrumentasi

1. Mengatur alat secara sistematis di meja instrumen


2. Memperlancar handling instrumen
3. Mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen selama operasi.

1.3.2 Instrumen Teknik Craniotomy

a. Persiapan Lingkungan

1. Menata ruangan dengan mengatur penempatan kursi, mesin


suction, mesin cauter, meja instrument, troli waskom dan meja
mayo sesuai dengan kebutuhan
2. Mengecek fungsi mesin suction, mesin cauter, meja operasi, meja
instrument, meja mayo dan lampu operasi
3. Memasang linen pada meja operasi
4. Mempersiapkan linen dan instrument steril, dan waskom yang
akan digunakan
5. Mempersiapkan dan menempatkan tempat sampah medis agar
mudah dijangkau
6. Mengatur suhu ruangan 18˚C - 22˚C

b. Persiapan Alat
1. Set Dasar
 Antisepsis klem :1
 Towel klem :5
 Gunting metzembaum :1
 Gunting mayo :1
 Pinset cirugis :2
 Penset anatomis :2
 Handle mess no 3 dan 4 : 2/ 1
 Klem pean :5
 Klem kocher :5
 Klem krom :5
 Needle holder :2
 Gunting kasar :1
 Langenback :2
2. Set Tambahan
 Hak gigi tajam :2
 Dendi klem :8
 Desector :1
 Knabel tang :1
 Raspatorium besar / kecil :1/1
 Elevator :1
 Galea / spring haak :1
 Brain spatula / maliable :1
 Dura haak / intande hak :1
 Dura sonde / krof sonde :1
 Pinset bayonet :1
 Pinset tumor :1
 Pinset dura cirrurgis manis :1
 Gigli saw / T – Handle :1/1
 Set bor :1

c. Persiapan Bahan Habis Pakai


1. Handscoon steril
2. Mess No 11, 15 dan 21
3. U – Pad
4. NS 0,9 %
5. Aquabides
6. Lidocain
7. Ephineprine
8. Spuit 10 cc
9. Spuit 20 cc
10. IV catether
11. Povidone Iodine
12. Alkohol
13. Paket Kassa
14. Wouces
15. Spongostan
16. Bone wax
17. Surgicel
18. Opsite
19. EMP / Cauter
20. Benang Sutra non absorbable 3.0
21. Benang Nilon non absorbable 2.0
22. Benang Sintetis absorbable 2.0
23. Sufratule
24. Plaster
25. Redon drain No 14

d. Persiapan Pasien
1. Pasien diberi preadmisi saat di Poli Bedah Syaraf
2. Pasien dipersiapkan pemeriksaan sebelum MRS
3. Pasien MRS satu hari sebelum tindakan operasi
4. Pasien MRS di Kamar Terima Paviliyun Merpati
5. Pengkajian assesment awal MRS
6. Persiapaan pre operasi
 Hasil visite dr. NHD pasien mendapat advice pemberian
terapi ;
- Ranitidine 3x1
- Manitol 4x100cc
- Dexamethason 3x1
 Melakukan Informed consent (prosedur pembedahan dan
anastesi) kepada pasien dan keluarga pasien
 Pasien dipuasakan 8 jam mulai 24.00 WIB
 Pasien dipersiapkan dalam kondisi bersih dan mengenakan
pakaian khusus masuk kamar operasi dengan menanggalkan
gigi palsu dan perhiasan
 Transfer pasien dari Kamar Terima Paviliyun Merpati ke OK
Merpati
 Melakukan timbang terima pasien

e. Pelaksanaan Cara Kerja


1. Pasien datang ke ruang premidikasi dan dilakukan serah terima
antara perawat ruangan dan petugas sirkuler dan tim anastesi.
2. Pasien di bawa masuk tim anastesi ke ruang operasi dan perawat
sirkuler mengecek kelengkapan data pasien dan melakukan sign
in
3. Bantu memindahkan pasien ke meja operasi yang sudah di alasi
linen bersih
4. Pemberian antibiotik profilaksis sebelum intraoperasi yaitu
Ceftriaxone 1 gram
5. Dokter Anastesi di bantu oleh penata anastesi melakukan intubasi
pada pasien dengan General Anastesi
6. Perawat sirkuler memposisikan pasien dengan posisi supine
dengan kepala di miringkan ke sisi kiri untuk mengekspose
lapangan operasi daerah Sphenoid dexstra
7. Perawat sirkuler melakukan pencukuran area insisi dan kemudian
mencuci area insisi dengan Chlorhexidine Glutamat 0,4% dan
dikeringkan
8. Memasang plat diatermi dibagian betis pasien.
9. Operator melakukan site marking area insisi
10. Perawat instrument melakukan scrubbing, gowning dan gloving
serta membantu operator dan asisten memakai gown dan gloving
11. Perawat instrumen menyiapkan alat-alat yang akan digunakan
operasi
12. Berikan kepada operator antisepsis klem dan cucing yang berisi
povidone iodine 10% dan deppers berjumlah 3 buah untuk
desinfeksi area operasi
13. Asisten operator membersihkan area insisi dengan kassa deppers
alkohol dan kemudian melakukan injeksi ephineprin : lidocain +
aquabides
14. Lakukan drapping dengan cara :
a. Berikan linen kecil dan u-pad steril untuk bagian bawah
kepala
b. Berikan linen besar untuk bagian bawah dan linen kecil 3
untuk bagian samping kiri, kanan dan bagian atas lalu fiksasi
dengan towel klem
c. Berikan linen besar lagi untuk melapisi bagian bawah
15. Memberikan opsite untuk ditempel di area insisi dan sebagai
tempat untuk mengalirkan perdarahan
16. Pasang cauter monopolar, bipolar dan selang suction kemudian
fiksasi dengan kassa dan towel klem serta cek fungsinya
17. Dekatkan meja mayo dan meja instrument pada area operasi
18. Perawat sirkuler membacakan time out
19. Berikan mess 1 (handle mess 4 dan mess 21) ke operator untuk
insisi kulit
20. Berikan cauter dan pinset cirugis ke operator untuk memperdalam
insisi sampai terlihat cranium dan asisten diberi pinset cirugis dan
kassa. Lalu rawat perdarahan dengan cauter bipolar dengan cara
di cess pada area yang perdarahan
21. Berikan mess 2 (handle mess 3 dan mess 15)
22. Berikan hak gigi tajam untuk memegang kulit
23. Berikan raspatorium untuk membersihkan tulang dari periostium
yang masih menempel pada cranium, lalu berikan kassa basah
untuk menutupi bagian dalam flap kemudian dberikan towel klem
untuk mengaitkan flap
24. Berikan kassa dan cauter bipolar untuk rawat perdarahan sambil
di spooling dengan NS dalam spuit 10 cc lalu di suction
25. Setelah dipastikan tidak ada perdarahan, berikan cauter
monopolar untuk menandai tulang yang akan di bor
26. Berikan bor dan mata bor pada operator untuk membuat 4 lubang
pada cranium, langen back ke asisten untuk menarik skin flap
sambil di spooling NS dan di suction
27. Berikan desector pada operator untuk mengambil / membersihkan
sepihan tulang pada lubang yang di bor
28. Setelah selesai di bersihkan, berikan penghantar gigli dan T-
Handle pada operator untuk melakukan pemotongan cranium
29. Berikan knabel tang pada operator untuk meratakan tulang yang
tersisa pada area yang di potong dan tempatkan tulang yang di
potong di kom berisi NaCl 0,9%
30. Berikan desector yang sudah di temple bone wax untuk di olesi di
cranium yang di potong
31. Berikan needle holder dan pinset anatomis beserta benang sintetis
3.0 untuk jahit dura dan periostium atau fasia
32. Berikan wouces basah untuk menghentikan perdarahan
33. Berikan spuit 10 cc berisi cairan NS ke asisten operator untuk
melakukan spooling dan sambil melakukan suction, lakukan
sampai perdarahan berhenti
34. Jika perdarahan di daerah temporal sudah mulai berkurang,
berikan mess 3 (handle mess nomer 3 mess nomer 11) ke operator
untuk insisi dura dengan memberikan dura sonde dan intande hak
dan setelah insisi dura berikan gunting dura utuk memperlebar
daerah insisi untuk mengevaluasi perdarahan di subdural
35. Asisten melakukan spooling di bawah dura agar sisa-sisa
perdarahan bisa keluar dan sambil melakukan suction
36. Berikan wouces basah untuk menghentikan perdarahan dan
spongostan yang di lapisi surgicel untuk menghentikan
perdarahan
37. Operator kemudian mengevaluasi tumor
38. Berikan cauter tumor dan suction kepada operator untuk eksisi
tumor sambil asisten melakukan spooling dan perawat instrumen
membantu mengambil eksisi tumor menggunakan pinset tumor
dan meletakkan eksisi tumor pada cucing berisi NaCl 0,9%
39. Wouces yang sudah di masukkan tadi di keluarkan dan pastikan
tidak ada yang tertinggal
40. Masukkan spongostan yang sudah di lapisi surgical untuk
memanipulasi perdarahan
41. Melakukan dura graft dan kemudian di jahit menggunakan
benang sutra non absorbable nomer 3.0
42. Lalu spooling menggunakan NaCl 0,9%
43. Berikan gunting metzembaum ke operator untuk membuka atau
memperdalam penyisihan periostium supaya bisa memasukkan
atau menyimpan kembali tulang yang di potong tadi di atas
cranium atau di bawah periostium
44. Sign out
45. Berikan ke operator redon drain no 14 kemudian berikan needle
holder beserta benang sutra non absorbable 3.00 untuk fiksasi
selang drain
46. Berikan needle holder, pinset cirugis dan benang sintetis
absorbable 2.0 untuk jahit fasia dan subcutis. Berikan ke asisten
klem dan gunting mayo.
47. Kemudian asisten melanjutkan menjahit kulit dengan memberikan
needle holder, pinset cirugis, benang nilon nonabsorbable 2.0
untuk jahit kulit
48. Bersihkan luka dengan kassa basah dan keringkan
49. Berikan sufratule untuk menutup luka, kassa kemudian fiksasi
dengan hipafix
50. Operasi selesai, rapikan pasien dan bereskan semua instrument
lalu kumpulkan jadi satu di dalam baskom
51. Pindahkan pasien ke brankart, dorong ke ruang recovery.
52. Semua instrument didekontaminasi menggunakan larutan
enzimatic detergen (Alkazym) 2.5 gr dalam 5 Liter. Rendam
selama 10 - 15 menit lalu cuci, bersihkan dan keringkan,
kemudian alat diinventaris dan diset kembali bungkus dengan
kain siap untuk disterilkan.
53. Bersihkan ruangan dan lingkungan kamar operasi, rapikan dan
kembalikan alat- alat yang dipakai pada tempatnya.
54. Inventaris bahan habis pakai pada depo farmasi