Anda di halaman 1dari 5

RESUME 7

Judul resume : permasalahan perubahan konseptual dalam pembelajaran biologi

Keperluan resume:Untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Problematika Pembelajaran


Biologi pada pokok atau sub pokok pembahasan permasalahan perubahan
konseptual dalam pembelajaran biologi

Nama penulis resume: Granitha Chandika Komsi / Offering C -170341864554


Tempat dan waktu penulisan resume: Malang, 13 Maret 2018

A. Perubahan Konseptual
Model Pembelajaran Perubahan Konseptual (MPPK) merupakan salah satu model
pembelajaran yang berlandaskan pada paham konstruktivisme. MPPK mampu merubah
miskonsepsi atau intuisi-intuisi yang dimiliki siswa menjadi konsep ilmiah, meningkatkan
pemahaman konsep siswa, dan meningkatkan hasil belajar siswa. MPPK mengacu pada empat
variabel kritis proses perubahan konseptual, antara lain:
1. Dissatisfied, pebelajar tidak puas dengan konsep yang telah dimilikinya (existing
conception) dalam menjelaskan informasi atau data yang diketahuinya,
2. Intelligible, konsep yang baru (new conceptions) yang diketahui pebelajar dapat dimengerti
dan membangun pemahaman,
3. Plausible, pembelajar harus merasa bahwa konsep-konsep yang baru tersebut adalah
masuk akal, artinya pengetahuan tersebut bukan hanya membangun pengertian dan dapat
dipahami, akan tetapi harus menjadi sebuah kepercayaan (be believable), dan
4. Fruitful, pembelajar harus menemukan bahwa konsep-konsep baru yang diperoleh adalah
bermanfaat dan berperan untuk membangun wawasan baru (new insight) dan hipotesis-
hipotesis lebih lanjut.
Konstruktivisme memandang penting faktor pengalaman siswa yang berupa pengetahuan
dan keyakinan yang dibawa siswa ke dalam pembelajaran yang cenderung membentuk
miskonsepsi/alternative conception. Oleh karena itu, melalui perubahan konseptual, guru berperan
dalam menghubungkan (linking), memonitor (monitoring) dan mengarahkan (directing) proses
membangun pengetahuan, sementara siswa mengenali (recognise), memadukan (integrate),
memperluas (extend), mengevaluasi (evaluate) dan merekonstruksi konsepsinya (Suratno, 2008).
Konstruktivisme memandang penting alternative conception yang dimiliki dan diyakini
siswa, dikarenakan konsepsinya berbeda dengan konsep ilmiah, sifatnya laten, terus dipergunakan
siswa dan cenderung sukar diubah dan sukar dideteksi oleh guru. Faktor lain yang mempengaruhi
proses perubahan konseptual adalah faktor kontekstual. Artinya, siswa bisa saja menerima dan
memahami konsep ilmiah pada konteks tertentu, tetapi bisa saja tetap menggunakan konsepsi
awalnya (bersifat miskonsepsi) pada konteks lain. Menurut Piaget (1984), bila mengacu pada
pandangan konstruktivisme psikologi personal, terdapat tiga proses kunci yang dilakukan individu
dalam membangun pengetahuan yaitu, asimilasi akomodasi, dan ekuilibrium.
B. Perkembangan Teori dari Perubahan Konseptual
1. Konsepsi Siswa: Menuju Beberapa Perubahan Konseptual
Penelitian telah jelas menunjukkan bahwa jika perubahan konseptual yaitu pertukaran ide
(sederhana) siswa konsepsi pra-instruksional ('alternatif') dan 'perubahan konseptual bukan
sebagai pengganti dari teori yang salah (tidak sesungguhnya) dengan teori yang benar melainkan,
sebagai pembukaan ruang konseptual melalui peningkatan kesadaran meta-konseptual dan
kecanggihan epistemologis, menciptakan kemungkinan mengubah perspektif yang berbeda dan
sudut pandang yang berbeda (Vosniadou, 2008 dalam Tan & Kim, 2012)..

2. Konsepsi Guru: Sebuah Kendala Utama untuk Efisien Pengajaran


Penelitian awal pada 1980-an telah menunjukkan bahwa banyak guru memegang konsepsi
konsep ilmu yang tidak sesuai dengan pandangan ilmu pengetahuan dan sering mirip dengan
konsepsi pra-instruksional siswa. Sehingga jelas bahwa banyak guru memegang batas dimana
dilihat dari proses belajar mengajar serta sifat proses sains dan ilmu pengetahuan (Duit 2009;. Duit
et al 2008 dalam Tan & Kim, 2012). Oleh karena itu, konsepsi guru perlu mengalami perubahan
konseptual dimana kerangka perubahan konseptual yang sama untuk mengatasi konsepsi siswa
yang berguna untuk mengembangkan konsepsi guru (Hewson et al. 1999 dalam Tan & Kim,
2012).

3. Gambaran Perubahan Konseptual Menuju Lebih Inklusif


Perkembangan pandangan perubahan konseptual dari awal 1980-an dicirikan sebagai
kemajuan dilihat dari arah yang lebih inklusif. Di satu sisi, pandangan ini lebih baru
memungkinkan menyikapi dinamika proses belajar mengajar yang lebih komprehensif daripada
pandangan awal (seperti pandangan 'klasik'). Namun, kerangka teoritis telah menjadi lebih rumit
dan dapat menyebabkan masalah serius bagi guru dalam melakukan proses pembelajaran (Kim &
Tan, 2012)
C. Efisiensi Perubahan Konseptual yang Berorientasi Desain Instruksional
Efisiens ini dilihat pada perubahan hasil belajar kognitif. Berkenaan dengan hasil kognitif,
dapat dilihat dalam berbagai penelitian sekarang bahwa pendekatan ini lebih efisien dibandingkan
pendekatan tradisional. Hal ini membuktikan jika pendekatan perubahan konseptual yang lebih
inklusif berdasarkan perspektif multi-dimensi (Duit et al. 2008 dalam Tan & Kim, 2012). strategi
konflik kognitif digunakan untuk memfasilitasi perubahan konseptual. Hal ini memerlukan kehati-
hatian dalam memastikan bahwa siswa mengalami konflik selain itu juga mempertimbangkan
peran spesifik yang biasanya dalam skala kecil, wawasan yang bertahan lama terhadap perubahan
konseptual (Vosniadou dan Ioannides, 1998 dalam Tan & Kim, 2012).
D. Penerapan Perubahan konseptual pada Model Perencanaan Instruksional
Pentingnya perubahan konseptual dari pengetahuan awal siswa pada proses pembelajaran
yang berlandaskan pada pandangan constructivist. Nussbaum dan Novick (1982) mengemukakan
bahwa perubahan konseptual terjadi melalui akomodasi kognitif yang berawal dari pengetahuan
awal siswa. Untuk menciptakan proses akomodasi kognitif tersebut, Novick mengusulkan tiga
tahap strategi kemudian tiga tahap terangkum dalam suatu model pembelajaran, yang dikenal
dengan model pembelajaran Novick.
Fase pertama, eksposing alternative framewok (mengukapkan konsepsi awal).
Fase kedua, creating conceptual conflict (menciptakan konflik konseptual).
Fase ketiga, encouraging cognitive accomaodation (mengupayakan terjadinya akomodasi
kogntitif).
Model Rekonstruksi Pendidikan sebagai bingkai teoritis. Tanpa bingkai kerja ini, tiga tugas
mengikuti diantaranya:
1. klarifikasi dan analisis subyek materi sains.
2. Mengarah pada perspektif siswa (kognitif dan afektif).
3. Desain lingkungan pembelajaran akan mendukung proses pembelajaran siswa.
E. Pentingnya Perkembangan Profesi Guru dalam Perubahan konseptual
Terdapat dua bahasan utama dalam proyek pengembangan profesi guru terkait perubahan
konseptual:
1. Pertama, guru dilatih agar akrab dengan penelitian mengenai pengetahuan pengajaran dan
pembelajaran juga diperkenalkan kepada pandangan perubahan konseptual dan
konstruktivis serta diperkenalkan dengan desain instruksional yang berorientasi pada kedua
pandangan tersebut.
2. Kedua, bagaimana guru menghubungkan isi pengetahuan mereka sendiri dengan
pengetahuan pedagogi yang merupakan aspek penting dari proses perubahan konseptual;
diharapkan guru secara efektif dapat menghubungkan dua dasar pengetahuan ini yakni
pandangan konstruktivis dan perubahan konseptual (van Driel et al 1998;. Barat dan Staub
2003 dalam Tan & Kim, 2012).
Akibatnya, proses pengembangan profesi guru dapat dilihat sebagai ketetapan sesungguhnya dari
perubahan konseptual yang harus guru jalani. Perspektif perubahan konseptual yang
dikembangkan untuk menganalisis dan meningkatkan belajar siswa juga telah terbukti menjadi
kerangka dasar pembelajaran yang berharga bagi guru (Hewson et al. 1999 dalam Tan & Kim,
2012).
F. Tantangan Penelitian Pendidikan di Masa Depan Terkait Perubahan Konseptual
Terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan penelitian tentang perubahan
konseptual dalam sains. Tantangan tersebut antara lain:
1. Konseptual: mempertimbangkan kegunaan perubahan konseptual yang dilakukan.
2. Teori: pengujian perubahan konseptual dari berbagai sudut pandang.
3. Metodologi: cara menentukan kebutuhan dan bukti yang cukup untuk mengidentifikasi
perubahan konseptual dilapangan.
4. Praktik secara luas: kesuksesan dalam menerapkan pendekatan perubahan konseptual
dalam pembelajaran di kelas.
KRITERIA PENILAIAN RESUME
MATAKULIAH PROBLEMATIKA
SEMESTER GENAP 2017-2018

Penilaian
No. Elemen Skor Maks
Teman Dosen
I. IdentitasResume
1 Judul resume 5 5
2 Keperluan ditulis nya resume 2 2
3 Nama penulis resume 2 2
4 Tempat dan waktu penulisan resume 1 1

II. Bagian Teks Utama Resume


5  Topik-topik relevan dengan materi yang dikaji 15 15
 Berisi pokok-pokok pikiran penting yang 20 20
berkaitan dengan materi yang dikaji
 Pokok-pokok pikiran dieksplor dari banyak 20 15
sumber (> 5 sumber buku atau artikel)
 Gambar/diagram/foto yang disertakan dilengkapi 15 15
dengan penjelasan yang sesuai dengan materi
yang dikaji
 Memunculkan pertanyaan-pertanyaan konvergen 20 20

Jumlah Skor Maksimal 100 95

Malang, 13 Maret 2018


Penilai

Allvanialista Ikalor