Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pada suatu konstruksi bangunan, terdapat elemen-elemen seperti


Balok-Kolom.
struktur bangunan yang berada di atas permukaan tanah, yang
meliputi: struktur atap, pelat lantai, balok, kolom, dan dinding. Selanjutnya,
balok dan kolom ini menjadi satu kesatuan yang kokoh dan sering disebut
sebagai kerangka (portal) dari suatu gedung.
Balok adalah bagian dari structural sebuah bangunan yang kaku dan
dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-
elemen kolom penopang. Selain itu ring balok juga berfungsi sebagai
pengikat kolom-kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom
tersebut tetap bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya
semula.

Beton adalah suatu bahan yang mempunyai kekuatan yang tinggi


terhadap tekan, tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat
rendah terhadap tarik.Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam
penampang-penampang struktur beton bertulang, hanya bagian tertekan
saja yang efektif bekerja, sedangkan bagian beton yang retak dibagian
yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang
tidak bermanfaat. Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan
srtuktur-struktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara
ekonomis, karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Disampimg
itu, retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena
merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan

1|Page
sehingga terjadi karatan. Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal
akibatnya bagi struktur.

Dengan ini banyak terjadi kesalahan pada konstruksi yang


mengakibatkan terjadinya keruntuhan pada bangunan untuk itu Elemen-
elemen konstruksi di atas sangat berpengaruh pada kekuatan bangunan
jika terjadi kesalahan pada saat terjadinya pekerjaan maka akan
mengakibatkan konstruksi bangunan yang tidak, terjadi banyak keretakan,
bahkan sampai terjadinya keruntuhan yang dapat mengakibatkan banyak
masalah terutama dapat mengancam nyawa dari pengguna bangunan
tersebut, untuk itu dalam Makalah ini penulis akan membahas lebih
mendalam tentang beton, dan balok beton

1.2. RUMUSAN MASALAH

 Bagaimana definisi dan kegunaan balok bahan kayu sebagai


struktur
 Bagaimana definisi dan kegunaan balok bahan baja sebagai
struktur
 Bagaimana definisi dan kegunaan balok bahan beton sebagai
struktur

1.2. TUJUAN

Terlepas dari tugas mata kuliah Struktur Konstruksi Bangunan,


adapun tujuan lain dari penulisan makalah ini yaitu membantu penulis
mempelajari tentang Balok dengan bahan kayu, baja dan beton sebagai
struktur suatu bangunan

2|Page
1.3. MANFAAT

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :

sebagai referensi untuk pembaca dapat mengetahui

1. Pengertian balok kayu, baja dan beton

2. Jenis-jenis Balok kayu, baja dan beton

3. Cara pengerjaan Balok kayu, baja dan beton

4. Bahan bangunan yang digunakan pada Balok, kayu, baja dan beton

5. Cara mebuat penulangan pada Balok beton

3|Page
BAB II

PEMBAHASAN

BALOK

Balok adalah bagian dari structural sebuah bangunan yang kaku dan
dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-
elemen kolom penopang. Selain itu ring balok juga berfungsi sebag
pengikat kolom-kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom
tersebut tetap bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya
semula. Ring balok dibuat dari bahan yang sama dengan kolomnya
sehingga hubungan ring balok dengan kolom yang bersifat kaku tidak
mudah berubah bentuk. Pola gaya yang tidak seragam dapat
mengakibatkan balok melengkung atau defleksi yang harus ditahan oleh
kekuatan internal material.

2.1. BALOK KAYU

kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan


penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat
digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna
dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu
mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau
penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai
dengan yang kita inginkan. Selanjutnya akan dibahas mengenai sifat kayu,
keuntungan dan kelemahannya serta cara penggunaan atau
sambungannya.

4|Page
2.1.1. JENIS JENIS KAYU YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI
STRUKTUR BALOK

 Kayu Jati
Jenis kayu jati ini sering terkenal karena kekuatannya yang tinggi dibanding
dengan kayu lain pada ummnya. Selain itu, kayu ini mempunyai serat dan
tekstur yang indah, tahan terhadap rayap, jamur, dan serangga. Tipe kayu
ini lebih sering digunakan untuk pekerjaan furniture seperti pintu, jendela,
dan meja kursi. Kini masyarakat sudah yang banyak mengetahui dan
menggunakan untuk keperluan interior mebel. Adapun ciri-ciri kayu jati
adalah sebagai berikut.

1. Memiliki kekuatan dan keawetan yang sangat baik


2. Berwarna coklat muda hingga coklat tua
3. Mudah dipotong – potong dan mudah diolah menjadi banyak produk
4. tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
5. Memiliki bobot yang berat dan kokoh

Jenis-jenis kayu untuk konstruksi biasanya mempunyai harga yang


dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang
ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih.
Penentuan kualitas jenis kayu jati yang diinginkan seharusnya
mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi
kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat
memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan
kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.
Jenis Kayu jati berasal dari pohon jati yang memiliki ukuran yang besar,
yang bisa tumbuh hingga ketinggian 30-40 meter. Jati merupakan jenis
pohon yang memiliki daun yang lebar-lebar dan memiliki ciri khas, dengan
daunnya yang gugur ketika mengering. Pohon jati sendiri merupakan jenis
pohon yang tumbuh pada daerah hutan hujan tropis yang bersuhu antara
27-37 derajat. Penggunaan untuk konstruksi bangunan diantaranya untuk
bantalan kereta api dan kontruksi kuda-kuda atap serta struktur jembatan
pada jaman dahulu.

jenis kayu jati

5|Page
 Kayu Kelapa atau Glugu
jenis-jenis kayu untuk konstruksi memang banyak sekali karena Indonesia
sendiri kaya akan hutan tropis yang terdapat berbagai macam variasi. Di
jawa sendiri terdapat kayu glugu atau kelapa yang sudah biasa digunakan
untuk kontruksi bangunan seperti membat kanopi teras, bahkan untuk
rangka atap. Jenis kayu glugu ini sering digunakan pada proyek gedung
untuk membuat bekisting balok (gelagar, sekor, suri-suri).

Glugu memiliki serat dan tekstur yang berbeda dengan jenis-jenis kayu
lainnya karena memiliki serat yang jelas dan lurus. Jika anda berniat untuk
menggunakan kayu glugu sebagai rangka kanopi ekspos sebaiknya dilapisi
dengan cat akrilik agar seratnya tetap terlihat. Pilihlah kayu glugu dengan
kelas no.1 sehingga lebih awet.

kayu glugu
 Kayu Kamper
jenis-jenis kayu yang lain untuk konstruksi bangunan adalah kayu kamper.
kayu kamper sering disebut dengan kayu borneo. jenis material alam ini
mempunyai serat dan tekstur yang indah. Biasa digunakan untuk
pembuatan kusen pintu maupun jendela walaupun kekuatannya tidak
sebaik dengan kayu jati. Alasan sering digunakan untuk kusen adalah jenis
kayu ini tidak disukai rayap dan serangga lainnya sehingga sangat cocok
digunakan sebagai material furniture.

Secara umum kayu kamper dibagi dalam 3 kategori yang dijual dipasaran.
Pertama kayu kamper samarinda kedua kayu kamper surabaya dan ketiga
kayu kamper kruing dari sumatera. Hal ini disebabkan karena kayu kamper
menjadi komoditas penting penyangga perekonomian masyarakat di
Indonesia. Sehingga saat ini perkebunan Tanaman kamper hampir merata

6|Page
di seluruh Indonesia. Mengingat manfaat perekonomian yang dihasilkan
dari kayu kamper ini.

kayu kamper
 Kayu Bengkirai
Jenis-jenis kayu untuk kontruksi bangunan memiliki harga yang berbeda-
beda tergantung dari tingkat kelas kayu. Salah satu jenis kayu yang
lumayan kuat, awet, dan tahan cuaca adalah bengkirai. Kayu bengkirai
sering digunakan untuk material konstruksi bangunan seperti atap kayu.
karena kelebihannya yang kuat dan tahan lama sering dijadikan material
eksterior seperti listplank, decking dan sebagainya.

Pohon Bangkirai banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau


Kalimantan. Jenis kayu ini berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan,
oleh karena itulah disebut yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan
kayu teras cukup jelas, dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru
saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.

kayu bengkirai
 Kayu Merbau
Jenis-jenis kayu untuk konstruksi yang kuat dan tahan terhadap serangga
adalah kayu merbau. Kayu merbau berwarna coklat kemerahan yang
terkadang disertai dengan highlit kuning dan tekstur serat garisnya
terputus-putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Jenis
kayu ini termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu
merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua. Merbau
memiliki tekstur serat garis terputus putus. Jenis kayu ini tumbuh subur di
Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua.

7|Page
Kayu Merbau
 Kayu Ulin
kayu Ulin merupakan jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang terkenal
sangat kuat. Pohon ulin ini tumbuh subur di kalimantan. material alam ini
banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta
bangunan lain. Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya
dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada
dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan
tahan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang
pancang, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan
jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-
sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas
Awet I.

kayu ulin

8|Page
 Kayu Gelam
Jenis-jenis kayu untuk konstruksi bangunan lainnya adalah kayu gelam.
Material alam ini sering digunakan pada proyek-proyek rumah, kayu bakar,
pagar, dan tiang-tiang sementara. Selain itu juga sering digunakan sebagai
stager atau perancah saat pelaksanaan proyek. Pada beberapa daerah
jenis kayu ini digunakan untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan
jembaran.

kayu gelam
 Kayu Meranti
kayu meranti merah merupakan jenis kayu keras yang mempunyai warna
merah muda tua hingga merah muda pucat. Jenis kayu ini bertektur tidak
terlalu halus. bahan alam ini sering digunakan untuk membuat multiplek
yang sering digunakan untuk bekisting. Pohon meranti sangat mudah
ditemui di hutan di pulau Kalimantan.

Kayu Meranti
 Kayu Akasia
Kayu akasia adalah jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang mempunyai
nama lain acacia mangium dengan berat jenis 0,75 sehingga pori-pori dan

9|Page
seratnya cukup rapat. Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan
sampai 20 tahun keatas, bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang
berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi
kuat desak diatas 650 kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang
kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak
kasar serta berserat lurus berpadu, maka jenis kayu ini mempunyai sifat
pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai
bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur.

kayu akasia

Itulah jenis-jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang umum digunakan di


beberapa wilayah Indonesia. Mungkin di beberapa pulau bagian timur dan
barat ada beberapa jenis kayu konstruksi yang tidak tercantum diatas.
Untuk saat ini permintaan pasar mengenai kayu sangat tinggi walaupun
sekarang sudah bermunculan inovasi-inovasi baru pengganti kayu.
Demikian info tentang jenis-jenis kayu untuk konstruksi bangunan semoga
bermanfaat.

10 | P a g e
2.1.2. JENIS-JENIS BALOK

Beberapa jenis balok antara lain :

1. Balok sederhana bertumpu pada kolom diujung-ujungnya, dengan


satu ujung bebas berotasi dan tidak memiliki momen tahan. Seperti
struktur statis lainnya, nilai dari semua reaksi,pergeseran dan
momen untuk balok sederhana adalah tidak tergantung bentuk
penampang dan materialnya.
2. Kantilever adalah balok yang diproyeksikan atau struktur kaku
lainnya didukung hanya pada satu ujung tetap
3. Balok teritisan adalah balok sederhana yang memanjang melewati
salah satu kolom tumpuannya.
4. Balok dengan ujung-ujung tetap ( dikaitkan kuat ) menahan translasi
dan rotasi
5. Bentangan tersuspensi adalah balok sederhana yang ditopang oleh
teristisan dari dua bentang dengan konstruksi sambungan pin pada
momen nol.
6. Balok kontinu memanjang secara menerus melewati lebih dari dua
kolom tumpuan untuk menghasilkan kekakuan yang lebih besar dan
momen yang lebih kecil dari serangkaian balok tidak menerus
dengan panjang dan beban yang sama.

Balok terbagi dari beberapa macam, yaitu :

1. Balok kayu
Balok kayu menopang papan atau dek structural. Balok dapat ditopang oleh
balok induk, tiang, atau dinding penopang beban.
2. Balok baja
Balok baja menopang dek baja atau papan beton pracetak. Balok dapat
ditopang oleh balok induk ( girder ), kolom, atau dinding penopang beban.

11 | P a g e
3. Balok beton
Pelat beton yang dicor di tempat dikategorikan menurut bentangan dan
bentuk cetakannya.

2.1.3. KONTRUKSI BALOK KAYU


Dalam pemilihan balok kayu, factor berikut harus dipertimbangkan : jenis
kayu, kualitas structural, modulud elastisitas, nilai tegangan tekuk,nilai
tegangan geser yang diizinkan dan defleksi minimal yang diizinkan untuk
penggunaan tertentu. Sebagai tambahan , perhatikan kondisi pembebanan
yang akurat dan jenis koneksi yang digunakan.

1. Balok kayu laminasi lem


Kayu laminasi lem dibuat dengan melaminasi kayu kualitas tegang (
stress grade) dengan bahan adhesive di bawah kondisi yang terkontrol,
biasanya parallel terhadap urat kayu semua lembaran. Kelebihan kayu
laminasi lem dibandingkan kayu utuh secara umum yaitu batas tegangan
yang lebih besar, penampilan yang lebih menarik dan ketersediaan bentuk
penampang yang bera
gam. Kayu laminasi lem dapat disatukan ujung-ujungnya dengan
sambungan scarf dan finger sesuai panjang yang diinginkan, atau dilem
ujung-ujungnya untuk lebar atau kedalaman yang lebih besar.

Gambar 14. Balok kayu laminasi lem

12 | P a g e
2. Balok kayu berserat parallel
Kayu berserat parallel atau disebut Parallel Strand Lumber ( PSL )
adalah kayu structural yang dibuat dengan mengikat serat-serat panjang
kayu bersama dibawah panas dan tekanan dengan menggunakan adhesive
kedap air. PSL adalah produk hak milik di bawah merek dagang Parallam,
digunakan sebagai balok dan kolom pada konstruksi kolom-balok dan
balok, header, serta lintel pada konstruksi rangka ringan.

Gambar 15. Balok kayu berserat paralel

3. Balok kayu veneer berlaminasi


Kayu veneer berlaminasi atau Laminated Veneer Lumber ( LVL ) adalah
produk kayu yang dibuat dengan mengikat lapisan tripleks secara bersama
dibawah panas dan tekanan menggunakan bahan adhesive kedap air.
Mempunyai urat serat kayu arah longitudinal yang seragam menghasilkan
produk yang kuat ketika ujungnya dibebani sebagai balok atau
permukaannya dibebani sebagai papan.LVL digunakan sebagai header dan
balok
Kegunaan Balok KayuBalok kayu biasanya di gunakan pada kontruksi
banguna seperti pada balok bangunan dan pada atap.

13 | P a g e
2.2. BALOK BAJA

Balok induk, balok, kolom baja structural digunakan untuk


membangun rangka bermacam-macam struktur mencakup bangunan satu
lantai sampai gedung pencakar langit. Karena baja structural sulit
dikerjakan lokasi ( on-site ) maka biasanya dipotong, dibentuk, dan
dilubangi dalam pabrik sesuai spesifikasi disain. Hasilnya berupa konstruksi
rangka structural yang relative cepat dan akurat. Baja structural dapat
dibiarkan terekspos pada konstruksi tahan api yang tidak terlindungi, tapi
karena baja dapat kehilangan kekuatan secara drastic karena api, pelapis
anti api dibutuhkan untuk memenuhi kualifikasi sebagai konstruksi tahan
api.
Balok baja berbentuk wide-flange ( W ) yang lebih efisien secara structural
telah menggantikan bentuk klasik I-beam ( S ). Balok juga dapat berbentuk
channel ( C ), tube structural,

Gambar 16. Balok baja

14 | P a g e
2.2.1. JENIS DAN UKURAN BAJA

1. Wide Flange ( IWF )

WF biasa digunakan untuk : balok, kolom, tiang pancang, top & bottom
chord member pada truss, composite beam atau column, kantilever kanopi,
dll.

Istilah lain: IWF, WF, H-Beam, UB, UC, balok H, balok I, balok W.

2. UNP (kanal U)

15 | P a g e
Penggunaan UNP hampir sama dengan WF, kecuali untuk kolom jarang
digunakan karena relatif lebih mudah mengalami tekuk.
Istilah lain: Kanal U, U-channel, Profil U

3. Lipped Channel (CNP )

Biasa digunakan untuk : purlin (balok dudukan penutup atap), girts (elemen
yang memegang penutup dinding misalnya metal sheet, dll), member pada
truss, rangka komponen arsitektural.
Istilah lain : balok purlin, kanal C, C-channel, profil C

16 | P a g e
4. H - Beam

H Beam biasa digunakan untuk : balok, kolom, tiang pancang, top & bottom
chord member pada truss, composite beam atau column, kantilever kanopi,
dll.
Istilah lain: IWF, WF, H-Beam, UB, UC, balok H, balok I, balok W.

17 | P a g e
6. Besi Siku

Kami menyediakan besi siku lobang dan besi siku biasa. Besi siku
berbentuk siku sama kaki yang digunakan untuk penggunaan umum
dengan ukuran
mulai 50 mm sampai 250 mm.
Besi Siku Lobang dapat digunakan untuk Rak Lemari, Sandaran buku,dll.
Sedangkan untuk besi siku biasa dapat digunakan untuk baja struktural
atau kegunaan
lainnya dengan tipe yang tersedia adalah equal angle dan unequal angle.

18 | P a g e
8. T-Beam (Hot Rolled)

Sebuah T-beam, digunakan dalam konstruksi, adalah sebuah struktur load-


bearing logam, yang berbentuk penampang T. Bagian atas T penampang
berfungsi
sebagai flange melawan tegangan tekan. Sedangkan Web dari balok di
bawah flens berfungsi untuk melawan tegangan tarik dan untuk
menyediakan pemisahan tekanan dari kekuatan tekuk.
Pengunaan : balok lantai, balok kantilever (kanopi)
Istilah lain : balok T

19 | P a g e
2.2.2 SAMBUNAGAN BAJA MENGUNAKAN BAUT
Jenis-jenis sambungan struktur baja yang digunakan adalah pengelasan
serta sambungan yang menggunakan alat penyambung berupa paku keling
(rivet) dan baut. Baut kekuatan tinggi (high strength bolt) telah banyak
menggantikan paku keling sebagai alat utama dalam sambungan struktural
yang tidak dilas.

a) Baut kekuatan tinggi

Dua jenis utama baut kekuatan (mutu) tinggi ditunjukkan oleh ASTM
sebagai A325 dan A490. Baut ini memiliki kepala segienam yang tebal dan
digunakan dengan mur segienam yang setengah halus (semifinished) dan
tebal seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.10(b). Bagian berulirnya
lebih pendek dari pada baut non-struktural, dan dapat dipotong atau digiling
(rolled).
Baut A325 terbuat dari baja karbon sedang yang diberi perlakuan panas
dengan kekuatan leleh sekitar 81 sampai 92 ksi (558 sampai 634 MPa)
yang tergantung pada diameter. Baut A490 juga diberi perlakuan panas
tetapi terbuat dari baja paduan (alloy) dengan kekuatan leleh sekitar 115
sampai 130 ksi (793 sampai 896 MPa) yang tergantung pada diameter.
Baut A449 kadang-kadang digunakan bila diameter yang diperlukan
berkisar dari II sampai 3 inci, dan juga untuk baut angkur serta batang bulat
berulir. Diameter baut kekuatan tinggi berkisar antara ½ dan 1 ½ inci (3 inci
untuk A449). Diameter yang paling sering digunakan pada konstruksi
gedung adalah 3/4 inci dan 7/8 inci, sedang ukuran yang paling umum
dalam perencanaan jembatan adalah 7/8 inci dan 1 inci.
Baut kekuatan tinggi dikencangkan (tightened) untuk menimbulkan
tegangan tarik yang ditetapkan pada baut sehingga terjadi gaya jepit
(klem/clamping force) pada sambungan. Oleh karena itu, pemindahan
beban kerja yang sesungguhnya pada sambungan terjadi akibat adanya
gesekan (friksi) pada potongan yang disambung. Sambungan dengan baut
kekuatan tinggi dapat direncanakan sebagai tipe geser (friction type), bila

20 | P a g e
daya tahan gelincir (slip) yang tinggi dikehendaki; atau sebagai tipe tumpu
(bearing type), bila daya tahan gelincir yang tinggi tidak dibutuhkan.

b) Paku keeling

Sudah sejak lama paku keling diterima sebagai alat penyambung batang,
tetapi beberapa tahun terakhir ini sudah jarang digunakan di Amerika. Paku
keling dibuat dari baja batangan dan memiliki bentuk silinder dengan kepala
di salah satu ujungnya. Baja paku keling adalah baja karbon sedang
dengan identifikasi ASTM A502 Mutu I (Fv = 28 ksi) (1190 MPa) dan Mutu 2
(Fy = 38 ksi) (260 MPa), serta kekuatan leleh minimum yang ditetapkan
didasarkan pada bahan baja batangan. Pembuatan dan pemasangan paku
keling menimbulkan perubahan sifat mekanis. Proses pemasangannya
adalah pertama paku keling dipanasi hingga warnanya menjadi merah
muda kemudian paku keling dimasukkan ke dalam lubang, dan kepalanya
ditekan sambil mendesak ujung lainnya sehingga terbentuk kepala lain
yang bulat. Selama proses ini, tangkai (shank) paku keling mengisi lubang
(tempat paku dimasukkan) secara penuh atau hampir penuh, sehingga
menghasilkan gaya jepit (klem). Namun, besarnya jepitan akibat
pendinginan paku keling bervariasi dari satu paku keling ke lainnya,
sehingga tidak dapat diperhitungkan dalam perencanaan. Paku keling juga
dapat dipasang pada keadaan dingin tetapi akibatnya gaya jepit tidak
terjadi karena paku tidak menyusut setelah dipasang.

21 | P a g e
b) Baut Hitam

Baut ini dibuat dari baja karbon rendah yang diidentifikasi sebagai ASTM
A307, dan merupakan jenis baut yang paling murah. Namun, baut ini belum
tentu menghasilkan sambungan yang paling murah karena banyaknya
jumlah baut yang dibutuhkan pada suatu sambungan. Pemakaiannya
terutama pada struktur yang ringan, batang sekunder atau pengaku,
anjungan (platform), gording, rusuk dinding, rangka batang yang kecil dan
lain-lain yang bebannya kecil dan bersifat statis. Baut ini juga dipakai
sebagai alat penyambung sementara pada sambungan yang menggunakan
baut kekuatan tinggi, paku keling, atau las. Baut hitam (yang tidak
dihaluskan) kadangkadang disebut baut biasa, mesin, atau kasar, serta
kepala dan murnya dapat berbentuk bujur sangkar.

d) Baut Sekrup (Turned Bolt)

Baut yang secara praktis sudah ditinggalkan ini dibuat dengan mesin dari
bahan berbentuk segienam dengan toleransi yang lebih kecil (sekitar 5’0
inci.) bila dibandingkan baut hitam. Jenis baut ini terutama digunakan bila
sambungan memerlukan baut yang pas dengan lubang yang dibor, seperti
pada bagian konstruksi paku keling yang terletak sedemikian rupa hingga
penembakan paku keling yang baik sulit dilakukan. Kadang-kadang baut ini

22 | P a g e
bermanfaat dalam mensejajarkan peralatan mesin dan batang struktural
yang posisinya harus akurat. Saat itu baut sekrup jarang sekali digunakan
pada sambungan struktural, karena baut kekuatan tinggi lebih baik dan
lebih murah.

e) Baut Bersirip (Ribbed Bolt)

Baut ini terbuat dari baja paku keling biasa, dan berkepala bundar dengan
tonjolan sirip-sirip yang sejajar tangkainya. Baut bersirip telah lama dipakai
sebagai alternatif dari paku keling. Diameter yang sesungguhnya pada baut
bersirip dengan ukuran tertentu sedikit lebih besar dari lubang tempat baut
tersebut. Dalam pemasangan baut bersirip, baut memotong tepi keliling
lubang sehingga diperoleh cengkraman yang relatif erat. Jenis baut ini
terutama bermanfaat pada sambungan tumpu (bearing) dan pada
sambungan yang mengalami tegangan berganti (bolak-balik). Variasi dari
baut bersirip adalah baut dengan tangkai bergerigi (interference-body bolt.)
yang terbuat dari baja baut A325. Sebagai pengganti sirip longitudinal, baut
ini memiliki gerigi keliling dan sirip sejajar tangkainya. Karena gerigi
sekeliling tangkai memotong sirip sejajar, baut ini kadang-kadang disebut
baut bersirip terputus (interrupted-rib). Baut bersirip sukar dipasang pada
sambungan yang terdiri dari beberapa lapis pelat. Baut kekuatan tinggi
A325 dengan tangkai bergerigi yang sekarang juga sukar dimasukkan ke
lubang yang melalui sejumlah plat; namun, baut ini digunakan bila hendak
memperoleh baut yang harus mencengkram erat pada lubangnya. Selain
itu, pada saat pengencangan mur, kepala baut tidak perlu dipegang seperti
yang umumnya dilakukan pada baut A325 biasa yang polos.

23 | P a g e
2.2.3 Sambungan las

Proses pengelasan merupakan proses penyambungan dua potong logam


dengan pemanasan sampai keadaan plastis atau cair, dengan atau tanpa
tekanan. “Pengelasan” dalam bentuk paling sederhana telah dikenal dan
digunakan sejak beberapa ribu tahun yang lalu. Para ahli sejarah
memperkirakan bahwa orang Mesir kuno mulai menggunakan pengelasan
dengan tekanan pada tahun 5500 sebelum masehi (SM), untuk membuat
pipa tembaga dengan memalu lembaran yang tepinya saling menutup.
Disebutkan bahwa benda seni orang Mesir yang dibuat pada tahun 3000
SM terdiri dari bahan dasar tembaga dan emas hasil peleburan dan
pemukulan. Jenis pengelasan ini, yang disebut pengelasan tempa (forge
welding), merupakan usaha manusia yang pertama dalam menyambung
dua potong logam. Dewasa ini pengelasan tempa secara praktis telah
ditinggalkan dan terakhir dilakukan oleh pandai besi. Pengelasan yang kita
lihat sekarang ini jauh lebih kompleks dan sudah sangat berkembang.
Asal mula pengelasan tahanan listrik (resistance welding) dimulai sekitar
tahun 1877 ketika Profesor Elihu Thompson memulai percobaan
pembalikan polaritas pada gulungan transformator. Dia mendapat hak
paten pertamanya pada tahun 1885 dan mesin las tumpul tahanan listrik
(resistance butt welding) pertama diperagakan di American Institute Fair
pada tahun 1887. Pada tahun 1889, Coffin diberi hak paten untuk
pengelasan tumpul nyala partikel (flash-butt welding) yang menjadi salah
satu proses las tumpul yang penting. Zerner pada tahun 1885
memperkenalkan proses las busur nyala karbon (carbon arc welding)
dengan menggunakan dua elektroda karbon.
Pada tahun 1888, N.G. Slavinoff di Rusia merupakan orang pertama yang
menggunakan proses busur nyala logam dengan memakai elektroda
telanjang (tanpa lapisan). Coffin yang bekerja secara terpisah juga
menyelidiki proses busur nyala logam dan mendapat hak Paten Amerika
dalam 1892. Pada tahun 1889, A.P. Strohmeyer memperkenalkan konsep
elektroda logam yang dilapis untuk menghilangkan banyak masalah yang
timbul pada pemakaian elektroda telanjang.
Thomas Fletcher pada tahun 1887 memakai pipa tiup hidrogen dan oksigen
yang terbakar, serta menunjukkan bahwa ia dapat memotong atau
mencairkan logam. Pada tahun 1901-1903 Fouche dan Picard
mengembangkan tangkai las yang dapat digunakan dengan asetilen (gas
karbit), sehingga sejak itu dimulailah zaman pengelasan dan pemotongan
oksiasetilen (gas karbit oksigen).
Setelah 1919, pemakaian las sebagai teknik konstruksi dan fabrikasi mulai
berkembang dengan pertama menggunakan elektroda paduan (alloy)
tembaga-wolfram untuk pengelasan titik pada tahun 1920. Pada periode
1930-1950 terjadi banyak peningkatan dalam perkembangan mesin las.
Proses pengelasan busur nyala terbenam (submerged) yang busur

24 | P a g e
nyalanya tertutup di bawah bubuk fluks pertama dipakai secara komersial
pada tahun 1934 dan dipatenkan pada tahun 1935. Sekarang terdapat lebih
dari 50 macarn proses pengelasan yang dapat digunakan untuk
menyambung pelbagai logarn dan paduan

Jenis sambungan las

Jenis sambungan tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan profil


batang yang bertemu di sambungan, jenis pembebanan, besarnya luas
sambungan yang tersedia untuk pengelasan, dan biaya relatif dari berbagai
jenis las. Sambungan las terdiri dari lima jenis dasar dengan berbagai
macam variasi dan kombinasi yang banyak jumlahnya. Kelima jenis dasar
ini adalah sambungan sebidang (butt), lewatan (lap), tegak (T), sudut, dan
sisi, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 6.16.

Sambungan Sebidang

Sambungan sebidang dipakai terutama untuk menyambung ujungujung plat


datar dengan ketebalan yang sama atau hampir sarna. Keuntungan utama
jenis sambungan ini ialah menghilangkan eksentrisitas yang timbul pada
sambungan lewatan tunggal seperti dalam Gambar 6.16(b). Bila digunakan
bersama dengan las tumpul penetrasi sempurna (full penetration groove

25 | P a g e
weld), sambungan sebidang menghasilkan ukuran sambungan minimum
dan biasanya lebih estetis dari pada sambungan bersusun. Kerugian
utamanya ialah ujung yang akan disambung biasanya harus disiapkan
secara khusus (diratakan atau dimiringkan) dan dipertemukan secara hati-
hati sebelum dilas. Hanya sedikit penyesuaian dapat dilakukan, dan
potongan yang akan disambung harus diperinci dan dibuat secara teliti.
Akibatnya, kebanyakan sambungan sebidang dibuat di bengkel yang dapat
mengontrol proses pengelasan dengan akurat.

Sambungan Lewatan

Sambungan lewatan pada merupakan jenis yang paling umum.


Sambungan ini mempunyai dua keuntungan utama:
Mudah disesuaikan,
Potongan yang akan disambung tidak memerlukan ketepatan dalam
pembuatannya bila dibanding dengan jenis sambungan lain. Potongan
tersebut dapat digeser untuk mengakomodasi kesalahan kecil dalam
pembuatan atau untuk penyesuaian panjang.
Mudah disambung,
Tepi potongan yang akan disambung tidak memerlukan persiapan khusus
dan biasanya dipotong dengan nyala (api) atau geseran. Sambungan
lewatan menggunakan las sudut sehingga sesuai baik untuk pengelasan di
bengkel maupun di lapangan. Potongan yang akan disambung dalam
banyak hal hanya dijepit (diklem) tanpa menggunakan alat pemegang
khusus. Kadang-kadang potonganpotongan diletakkan ke posisinya dengan
beberapa baut pemasangan yang dapat ditinggalkan atau dibuka kembali
setelah dilas.

Sambungan Tegak

Jenis sambungan ini dipakai untuk membuat penampang bentukan (built-


up) seperti profil T, profil 1, gelagar plat (plat girder), pengaku tumpuan atau
penguat samping (bearing stiffener), penggantung, konsol (bracket).
Umumnya potongan yang disambung membentuk sudut tegak
lurus. Jenis sambungan ini terutama bermanfaat dalam pembuatan
penampang yang dibentuk dari plat datar yang disambung dengan las
sudut maupun las tumpul.

Sambungan Sudut

Sambungan sudut dipakai terutama untuk membuat penampang berbentuk


boks segi empat seperti yang digunakan untuk kolom dan balok yang
memikul momen puntir yang besar.

26 | P a g e
Sambungan Sisi

Sambungan sisi umumnya tidak struktural tetapi paling sering dipakai untuk
menjaga agar dua atau lebih plat tetap pada bidang tertentu atau untuk
mempertahankan kesejajaran (alignment) awal. Seperti yang dapat
disimpulkan dari pembahasan di muka, variasi dan kombinasi kelima jenis
sambungan las dasar sebenarriya sangat banyak. Karena biasanya
terdapat lebih dari satu cara untuk menyambung sebuah batang struktural
dengan lainnya, perencana harus dapat memilih sambungan (atau
kombinasi sambungan) terbaik dalam setiap persoalan.

Jenis las

Jenis las yang umum adalah las tumpul, sudut, baji (slot), dan pasak (plug)
Setiap jenis las memiliki keuntungan tersendiri yang menentukan
jangkauan penia-kaiannya. Secara kasar, persentase pemakaian keempat
jenis tersebut untuk konstruksi las adalah sebagai berikut: las tumpul, 15%;
las sudut, 80%; dan sisanya 5% terdiri dari las baji, las pasak dan las
khusus lainnya.

 Las Tumpul

Las tumpul (groove weld) terutama dipakai untuk menyambung batang


struktural yang bertemu dalam satu bidang. Karena las tumpul biasanya
ditujukan untuk menyalurkan semua beban batang yang disambungnya, las
ini harus memiliki kekuatan yang sama seperti potongan yang
disambungnya. Las tumpul seperti ini disebut las tumpul penetrasi
sempurna. Bila sambungan direncanakan sedemikian rupa hingga las

27 | P a g e
tumpul tidak diberikan sepanjang ketebalan potongan yang disambung,
maka las ini disebut las tumpul penetrasi parsial.
Banyak variasi las tumpul dapat dibuat dan masing-masing dibedakan
menurut bentuknya.

Las tumpul umumnya memerlukan penyiapan tepi tertentu dan disebut


menurut jenis penyiapan yang dilakukan. Gambar 6.19 memperlihatkan
jenis las tumpul yang umum dan menunjukan penyiapan alur yang
diperlukan. Pemilihan las tumpul yang sesuai tergantung pada proses
pengelasan yang digunakan, biaya penyiapan tepi, dan biaya pembuatan
las. Las tumpul juga dapat dipakai pada sambungan tegak.

 Las Sudut

Las ini umumnya memerlukan lebih sedikit presisi dalam pemasangan


karena potongannya saling bertumpang (overlap), sedang las tumpul
memerlukan kesejajaran yang tepat dan alur tertentu antara potongan. Las
sudut terutama menguntungkan untuk pengelasan di lapangan, dan untuk
menyesuaikan kembali batang atau sambungan yang difabrikasi dengan
toleransi tertentu tetapi tidak cocok dengan yang dikehendaki. Selain itu,

28 | P a g e
tepi potongan yang disambung jarang memerlukan penyiapan khusus,
seperti pemiringan (beveling). atau penegakan, karena kondisi tepi dari
proses pemotongan nyala (flame cutting) atau pemotongan geser
umumnya memadai.

 Las Baji dan Pasak

Las baji dan pasak dapat dipakai secara tersendiri pada sambungan seperti
yang diperlihatkan dalam Gambar 6.21(c) dan (d), atau dipakai bersama-
sama dengan las sudut seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9.34.
Manfaat utama las baji dan pasak ialah menyalurkan gaya geser pada
sambungan lewatan bila ukuran sambungan membatasi panjang yang
tersedia untuk as sudut atau las sisi lainnya. Las baji dan pasak juga
berguna untuk mencegah terjadinya tekuk pada bagian yang saling
bertumpang

29 | P a g e
2.3 BALOK BETON

Balok beton pada umumnya memiliki konstruksi yang sama


dengan kolom beton tapi yang membedakannya yaitu bentuk bentangan.
Bentuk bentangan kolom vertical dan bentuk bentangan balok horizontal.
Elemen atau Struktur yang menyusun balok juga sama seperti
kolom yaitu besi dan beton.

Gambar 17. Pekerjaan balok beton

2.3.1 ELEMEN PENYUSUN BALOK

1. beton

beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari


kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton

adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya
kerikil dan pasir), semen dan air.

Gambar 18. Struktur balok beton

30 | P a g e
2.3.2 JENIS JENIS BETON

Adapun jenis-jenis dari beton yaitu :

1. Beton siklop
Beton jenis ini sama dengan beton normal biasa , perbedaannya ialah
pada beton ini digunakan ukuran agregat yang relative besar2.beton ini
digunakan pada pembuatan bendungan, pangkal jembatan,dan
sebagainnya.ukuran agregat kasar dapat sampai 20 cm,namun proporsi
agregat yang lebih besar dari biasanya ini sebaiknya tidak lebih dari 20
persen dari agregat seluruhnya.

2. Beton Ringan
Beton jenis ini sama dengan beton biasa perbedaannya hanya agregat
kasarnya diganti dengan agregat ringan. Selain itu dapat pula dengan
beton biasa yang diberi bahan tambah yang mampu membentuk
gelembung udara waktu pengadukanbeton berlangsung.beton semacam
ini mempunyai banyk pori sehingga berat jenisnya lebih rendah daripada
beton biasa.

3. Beton non pasir


Beton jenis ini dibuat tanpa pasir , jadi hanya air,semen, dan kerikil
saja.karena tanpa pasir maka rongga rongga kerikil tidak terisi. Sehingga
beton berongga dan berat jenisnya lebih rendah daripada beton biasa.
Selain itu Karena tanpa pasir maka tidak dibutuhkan pasta2 untuk
menyelimuti butir2 pasir sehingga kebtuhan semen relative lebih sedikit.

4. Beton hampa
Seperti yang telah diketahui bahwa kira2 separuh air yag dicampurkan
saja yang bereaksi dengan semen,adapun separuh sisanya digunakan
untuk mengencerkan adukan.beton jenis ini diaduk dan dituang serta
dipadatkan sebagaimana beton biasa,namun setelah beton tercetak

31 | P a g e
padat kemudian air sisa reaksi disedot dengan cara khusus. Seperti cara
vakum. Dengan demikian air yang tertinggal hanya air yang digunakan
untuk reaksi dengan semen,sehingga beton yang diperoleh sangat kuat

5. Beton bertulang
Beton biasa sangat lemah dengan gaya tarik, namun sangat kuat dengan
gaya tekan, batang baja dapat dimasukkan pada bagian beton yang
tertarik untuk membantu beton. Beto yang dimasuki batang baja pada
bagian tariknya ini disebut beton bertulang.

6. Beton prategang
Jenis beton ini sama dengan beton bertulang, perbedaannya adalah
batangnya baja yang dimasukkan ke dalam beton ditegangkan dahulu .
batang baja ini tetap mempunyai tegangan sampai beton yang dituang
mengeras.bagian balok beton ini walaupun menahan lenturan tidak akan
terjadi retak.

7. Beton pracetak
Beton biasa dicetak /dituang di tempat.namun dapat pula dicetak di
tempat lain,fungsinya di cetak di tempat lain agar memperoleh mutu yang
lebih baik.selain itu dipakai jika tempat pembuatan beton sangat
terbatas.sehingga sulit menyediakan tempat percetakanperawatan
betonnya.

8. Beton massa
Beton yang dituang dalam volume besar yaitu perbandingan antara
volume dan permukaannya besar. Bila dimensinya lebih besar dari 60 sm.
Pondasi besar,pilar, bendungan. Harus diperhatikan perbedaan
temeratur.

9. Fero semen
Suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan ortar
semen suatu tulangan yang berupa suatu anyaman kawat baja.

32 | P a g e
10. Beton serat
Beton komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa
serat. Serat berupa batang2 5 sd 500mm,panjang 25-100mm.serat
asbatos,tumbuh2an , serat plastic, kawat baja.

11. Lain-Lain
Beton mutu tinggi,polimer beton,beton modifikasi blok,polimer
impregnated concrete,beton kinerja tinggi, dll.

Dalam penggunaan beton sebagai bahan bangunan, beton memiliki


kekurangan dan kelebihan yaitu :

Kelebihan dari beton adalah:

 Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar


dari bahan lokal, kecuali semen Portland.

 Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran, sehingga biaya


perawatan termasuk rendah

 Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi, serta


mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh
kondisi lingkungan.

 Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau
pasangan batu.

 Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam


bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan .

Kekurangan dari beton adalah:

 Beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga mudah retak.


Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan, atau tulangan kasa.

33 | P a g e
 Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras
mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu
diadakan pada beton yang panjang/lebar untuk memberi tempat bagi
susut pengerasan dan pengembangan beton.

 Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu


sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah
terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu.

3 Besi

Besi adalah sebuah struktur yang terbuat dari baja yang memiliki fungsi
sebagai salah satu struktur penyusun pada kolom.

Ukuran besi di pasaram:

8 mm, 10mm, 12 mm, 18mm, 24 mm, 32mm.

2.3.3. PENGKAITAN FONDASI, KOLOM DAN BALOK

Gambar 11. Pengkaitan Fondasi, Kolom dan balok

34 | P a g e
2.3.4. PEKERJAAN BALOK BETON

Prosesnya adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan lantai kerja dan beton decking.


2. Pekerjaan pembesian.
Fabrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah lantai kerja siap
maka besi tulangan yang telah terfabrikasi siap dipasang dan dirangkai di
lokasi. Pembesian pile cap dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti
dengan pembesian sloof. Panjang penjangkaran dipasang 30 x diameter
tulangan utama.

gambar 20. Penulangan balok

35 | P a g e
Syarat-Syarat Penulangan Balok

a.selimut beton minimal 2,5 cm untuk di dalam dan 3 cm untuk luar

b.lebar (b) minimal 15 cm

c.garis tengah tulangan bujur minimal 12 mm dan Ø begel minimal 6


mm

d.jarak bersih antara tulangan <4/3 Ø tulangan 3 cm

e.jarak begel <15 x Ø tulang pokok

3. Pekerjaan bekisting.
Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6
dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka
dipasang tie rod untuk menjaga kestabilan posisi bekisting saat
pengecoran.

Gambar 21. Pemasangan bekisting balok

4 Pekerjaan kontrol kualitas.

36 | P a g e
5 Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang
terdiri atas dua tahap yaitu :
1. Sebelum pengecoran.
Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap :
• Posisi dan kondisi bekisting.
• Posisi dan penempatan pembesian.
• Jarak antar tulangan.
• Panjang penjangkaran.
• Ketebalan beton decking.
• Ukuran baja tulangan yang digunakan.
• Posisi penempatan water stop
2. Pada saat pengecoran.
Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer
truck diambil sampelnya. Sampel diambil menurut ketentuan yang
tercantum dalam spesifikasi.
Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan
konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan
kontrol kualitas.

5. Pekerjaan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan
menggunakan Concrete Pump Truck. Pengecoran yang berhubungan
dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan Bonding
Agent.

37 | P a g e
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Bangunan adalah tempat dimana manusia dapat melakukan aktifitas


jadi bangunan harus memiliki kekuatan untuk menahan beban mati maupun
beban hidup.

Suatu bagunan dikatakan kuat apabila bangunan tersebut memiliki


konstruksi yang baik pula mulai dai pemasangan balok, semua struktur ini
harus memiliki konstruksi yang kuat sehingga tidak mudah roboh.

Dengan membuat konstruksi yang sesuai prosedur maka bangunan


tidak mudah roboh dan bertahan lama.

3.2. SARAN

Kita sebagai seorang mahasiswa jurusan arsitektur harus memiliki


wawasan yang luas tentang konstruksi bangunan sehingga pada saat kita
merancang bangunan kita jangan asal merancang tapi harus
memperhitungkan konstruksi tersebut.

38 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

Sumber internet

http://www.outsourcestructuraldesign.com/structural-design.php atau kirim


email kepada kami di: info@outsourcestructuraldesign.com

http://konstruksi kolom dan balok

http://konstruksi atap.com

http://www.pennridge.org/works/beamstruct.htm

http://struktur-rumah.blogspot.com/2008/07/kolom-beton-utama-praktis.html

http://probohindarto.wordpress.com

Sumber : PBI 1971, ACI, dan Konsensus Pedoman Beton 1998

http://illbeyourpaparazzi.blogspot.co.id/2011/04/kayu-sebagai-bahan-
bangunan.html

https://www.google.com/search?q=Besi+Siku&client=firefox-b-
ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiuhY7Zxr3WAhUQZlAKH
VDTAZ8Q_AUICigB&biw=1138&bih=639#imgrc=ojpPZdJvc_1NzM:

http://cv-yufakaryamandiri.blogspot.co.id/2011/02/konsep-sambungan-
struktur-baja.html

http://www.jasasipil.com/2015/10/jenis-jenis-kayu-untuk-kontruksi-
gedung.html

https://www.google.com/search?q=Sambungan+Sebidang+untuk+baja&clie
nt=firefox-b-
ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjokf_ww73WAhWSK1AK
HakEDG4Q_AUICigB&biw=1138&bih=583

https://www.google.com/search?q=Baut+kekuatan+tinggi&client=firefox-b-
ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjSwefUvr3WAhVQKVAK
HQBOA9kQ_AUICigB&biw=1138&bih=639#imgrc=PQPPOT4UKB_lMM:

39 | P a g e
https://www.google.com/search?client=firefox-b-
ab&biw=1138&bih=639&tbm=isch&sa=1&q=Sambungan+Sisi+untuk+baja+
&oq=Sambungan+Sisi+untuk+baja+&gs_l=psy-
ab.3...7380.12602.0.13666.14.13.0.0.0.0.0.0..0.0....0...1.1.64.psy-
ab..14.0.0....0.wQd6ApTTPNE#imgrc=eth1D7fRkVEoVM:

https://www.google.com/search?q=Sambungan+Sisi&client=firefox-b-
ab&tbm=isch&tbs=rimg:CcoxRqJP24HvIjh59qdZ2V8RkAFfQQBcCzBjO7JX
zvfwLpBQjvsCXns4FggvDXjBi2Npt9LPZS9aC6Xw3hpDH_1JSnioSCXn2p1
nZXxGQEVzdoybRHIbrKhIJAV9BAFwLMGMRTTQeqxSCKNUqEgk7slfO9
_1AukBFoUVYwJZJEGCoSCVCO-
wJeezgWEb3JOsJ0TMqzKhIJCC8NeMGLY2kRIQu_1mm7KFIoqEgm30s9l
L1oLpRH_141ISVUGjzCoSCfDeGkMf8lKeEb3JOsJ0TMqz&tbo=u&sa=X&v
ed=0ahUKEwjSwfm3w73WAhUIEVAKHWpSAfEQ9C8IHw&biw=1138&bih=
639&dpr=1.2

http://www.scribd.com/doc/79651990/KONSTRUKSI-RUMAH-KAYU

http://www.rudydewanto.com/2011/02/rumah-konstruksi-kayu.html

http://wooden-villa.blogspot.com/2009/03/konstruksi-rumah-kayu-luxury-
villa.html

http://therumahminimalis.com/konstruksi/konstruksi-rumah-kayu.html

https://probohindarto.wordpress.com/2009/07/16/mengenal-konstruksi-
struktur-atap-kayu-untuk-rumah-tinggal/

40 | P a g e