Anda di halaman 1dari 9

KELELAHAN DAN MEKANIKA KEPECAHAN

Tugas 1 - Kurva S-N dari Data Hasil Uji Spesimen

TEKNIK KELAUTAN
FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2018
1
Tugas 1 - Kurva S-N dari Data Hasil Uji Spesimen

Tugas 1
Buat S-N Curve (mean curve) untuk data hasil uji fatigue di bawah ini, buat laporan tugas
dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Diketik di kertas A4
2. Buat S-N Curve untuk masing-masing data

Solusi
 Dasar Teori
Uji Kelelahan
Parameter utama yang mempengaruhi kelelahan:
Rentang Tegangan (∆𝝈)
∆𝜎 = 𝜎 −𝜎
∆𝜎 = 2 ∙ 𝜎
Tegangan Mean (𝝈𝒎 )
𝜎 = (𝜎 −𝜎 )/2
Rasio Tegangan
𝑅=𝜎 /𝜎
dengan,
∆𝜎 = Rentang tegangan 𝜎 = Amplitudo tegangan
𝜎 = Tegangan maksimum 𝜎 = Tegangan mean
𝜎 = Tegangan minimum
Kurva S-N
𝑁 = 𝐾 (∆𝑆)
Kurva S-N Mean
log 𝑁 = log 𝐾 − 𝑚 log ∆𝑆
dengan,
𝑁 = Jumlah siklus ∆𝑆 = Rentang tegangan
𝐾 = Konstanta 𝑚 = Kemiringan/gradien kurva

2
 Langkah-Langkah Pembuatan Kurva S-N dengan Microsoft Excel:
1. Membuat grafik scatter dengan menginputkan data sumbu x dan y. Pada sumbu x
merupakan jumlah siklus (N) dan pada sumbu y merupakan rentang tegangan (Snom).

2. Klik data yang sudah tergambar pada kurva kemudian tambahkan garis trendline dengan
menggunakan, kemudian pada Format Trendline pilih Trendline Options “Power”, centang
“Display Equation on Chart”.

3. Kemudian format axis pada masing–masing sumbu agar skala yang ditampilkan menjadi
skala logaritmik dengan cara centang “logarithmic scale”. Lalu sesuaikan tampilan dengan
mengatur nilai max dan min.

1
4. Dari kurva dan persamaan kurva yang telah ditampilkan lalu dilakukan perhitungan
untuk mengetahui ketahui besarnya K1, dan m serta persamaan Kurva S-N Mean.

a. Data 1 dengan R = 0
Pada uji specimen dengan R=0 memiliki arti bahwa tegangan yang terjadi hanyalah
diakibatkan oleh gaya tarik saja dan min = 0.
Tabel 1 Data 1
No Specimen No. R DSnom N Failure Failure location
1 A-23 0 200 186.188 yes right
2 A-03 0 200 179.751 yes left
3 A-04 0 200 177.544 yes right
4 A-02 0 200 166.501 yes right
5 A-17 0 100 1.139.055 yes left
6 A-01 0 100 1.199.370 yes left
7 A-07 0 100 1.069.049 yes right
8 A-41 0 77 2.273.995 yes left

2
Kurva S-N untuk R=0
200
Rentang Tegangan []

100

y = 18188x-0,373
R² = 0,9985

50
100.000 1.000.000 10.000.000
Siklus [N]

Kurva S-N untuk R=0 Power (Kurva S-N untuk R=0)

Gambar 1 Kurva S-N untuk R=0


Persamaan Mean S-N Curve:
,
y = 18188 𝑥
,
∆𝑆 = 18188 𝑁

,
log ∆𝑆 = log 18188 + log 𝑁
log ∆𝑆 = log 18188 − 0,373 log 𝑁
log ∆𝑆 = log 18188 − 0,373 log 𝑁
0,373 log 𝑁 = log 18188 − log ∆𝑆

log 𝑁 = ,
− ,
log ∆𝑆

log 𝑁 = 2.69 log 18188 − 2.68 log ∆𝑆


.
log 𝑁 = log 18188 − 2.68 log ∆𝑆
log 𝑁 = log 2.61 × 10 − 2.68 log ∆𝑆

𝐥𝐨𝐠 𝑵 = 𝐥𝐨𝐠 𝑲𝟏 − 𝒎 𝐥𝐨𝐠 𝚫𝑺


Jadi dari perhitungan diatas maka didapatkan nilai
K1 = 2.61 × 1011
m = 2.68

3
b. Data 2 dengan R = -1
Pada uji specimen dengan R=-1 memiliki arti bahwa tegangan yang terjadi diakibatkan
oleh gaya tarik dan tekan, serta mean=0.
Tabel 2 Data 2
No Specimen No. R DSnom N Failure Failure location
1 A-05 -1 200 153.750 yes left
2 A-06 -1 200 185.567 yes right
3 A-11 -1 200 185.108 yes right
4 A-13 -1 200 168.610 yes right
5 A-08 -1 200 356.347 yes right
6 A-09 -1 100 1.297.310 yes left
7 A-10 -1 100 1.284.457 yes right
8 A-12 -1 100 1.248.776 yes right

Kurva S-N untuk R=-1


200
Rentang Tegangan []

100 y = 14008x-0,35
R² = 0,9356

50
100.000 1.000.000 10.000.000
Siklus [N]

Kurva S-N untuk R=-1 Power (Kurva S-N untuk R=-1)

Gambar 2 Kurva S-N untuk R=-1

4
Persamaan Mean S-N Curve:
,
y = 14008 𝑥
,
∆𝑆 = 14008 𝑁

,
log ∆𝑆 = log 14008 + log 𝑁
log ∆𝑆 = log 14008 − 0,35 log 𝑁
log ∆𝑆 = log 14008 − 0,35 log 𝑁
0,35 log 𝑁 = log 14008 − log ∆𝑆
log 14008 1
log 𝑁 = − log ∆𝑆
0,35 0,35
log 𝑁 = 2.86 log 14008 − 2.86 log ∆𝑆
.
log 𝑁 = log 14008 − 2.86 log ∆𝑆
log 𝑁 = log 7.22 × 10 − 2.86 log ∆𝑆

𝐥𝐨𝐠 𝑵 = 𝐥𝐨𝐠 𝑲𝟏 − 𝒎 𝐥𝐨𝐠 𝚫𝑺


Jadi dari perhitungan diatas maka didapatkan nilai
K1 = 7.22 × 1011
m = 2.86

c. Data Gabungan dengan R = 0 & R = -1


Pada uji specimen dengan R=-1 memiliki arti bahwa tegangan yang terjadi diakibatkan oleh
gaya tarik dan tekan, serta mean=0.
Tabel 3 Data Gabungan

No Specimen No. R DSnom N Failure Failure location


1 A-23 0 200 186.188 yes right
2 A-03 0 200 179.751 yes left
3 A-04 0 200 177.544 yes right
4 A-02 0 200 166.501 yes right
5 A-17 0 100 1.139.055 yes left
6 A-01 0 100 1.199.370 yes left
7 A-07 0 100 1.069.049 yes right

5
8 A-41 0 77 2.273.995 yes left
9 A-05 -1 200 153.750 yes left
10 A-06 -1 200 185.567 yes right
11 A-11 -1 200 185.108 yes right
12 A-13 -1 200 168.610 yes right
13 A-08 -1 200 356.347 yes right
14 A-09 -1 100 1.297.310 yes left
15 A-10 -1 100 1.284.457 yes right
16 A-12 -1 100 1.248.776 yes right

Kurva S-N untuk R=0 & R=-1


200
Rentang Tegangan [Ds]

100

y = 16727x-0,365
R² = 0,9673

50
100.000 1.000.000 10.000.000
Siklus [N]

Kurva S-N untuk R=0 & R=-1 Power (Kurva S-N untuk R=0 & R=-1)

Gambar 3 Kurva S-N untuk R=0

Persamaan Mean S-N Curve:


,
y = 16727 𝑥
,
∆𝑆 = 16727 𝑁

,
log ∆𝑆 = log 16727 + log 𝑁
log ∆𝑆 = log 16727 − 0,365 log 𝑁

6
log ∆ 𝑆 = log 16727 − 0,365 log 𝑁
0,365 log 𝑁 = log 16727 − log ∆𝑆
log 16727 1
log 𝑁 = − log ∆𝑆
0,365 0,365
log 𝑁 = 2.74 log 16727 − 2.74 log ∆𝑆
.
log 𝑁 = log 16727 − 2.74 log ∆𝑆
log 𝑁 = log 3.73 𝑥10 − 2.74 log ∆𝑆

𝐥𝐨𝐠 𝑵 = 𝐥𝐨𝐠 𝑲𝟏 − 𝒎 𝐥𝐨𝐠 𝚫𝑺


Jadi dari perhitungan diatas maka didapatkan nilai
K1 = 3.73 × 1011
m = 2.74

Kesimpulan
Berdasarkan data hasil uji specimen dapat dilihat bahwa semakin tinggi nom maka
semakin jumlah siklus (N) nya semakin kecil. Akan tetapi pada nom yang besarnya sama belum
tentu memiliki jumlah siklus (N) yang sama.
Setelah kurva S-N tiap data digambarkan maka berdasarkan persamaan garis regresi
(trendline) yang telah diperoleh. Dapat dihitung dan diketahui besarnya K1, dan m serta
persamaan Kurva S-N Mean dengan hasil sebagai berikut.
Tabel 4 Rekap Hasil Perhitungan
No. R Kurva S-N Mean m K1
1 0 log 𝑁 = log 2.61 × 10 − 2.69 log ∆𝑆 2.68 2.61 × 10
2 -1 log 𝑁 = log 7.22 × 10 − 2.86 log ∆𝑆 2.86 7.22 × 10
3 0 dan -1 log 𝑁 = log 3.73 × 10 − 2.74 log ∆𝑆 2.74 3.73 × 10