Anda di halaman 1dari 5

1.

1 Bagian Utama
Bagian-bagian utama dari Fuse Cut Out dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

4 4

2 2

1
1

Gambar 1.1 Fuse Cut Out

Bagian utama Fuse Cut Out:

 Fuse Holder [ 1 ] , terdiri dari:


a. Fuse Base [2]
b. Fuse Carrier [3]
 Bracket [4]

1.2 Fuse Base


Fuse base terdiri dari insulator, rakitan atas dan rakitan bawah.
1.2.1 Insulator
a. Insulator terdiri dari inti dan selungkup.
b. Material inti adalah epoksi resin dengan penguatan fiberglass. Inti harus bebas
dari retak dan rongga (void) yang dapat mempengaruhi sifat mekanis dan
elektris fuse cutout.

c. Inti harus dilengkapi dengan fasilitas pemegang yang terbuat dari baja
galvanis:
1) Pemegang tengah (mounting pin; strap) berfungsi untuk pemasangan
fuse cutout ke bracket. Pemegang dipasang di bagian tengah dari
panjang inti. Konstruksi pemegang adalah sedemikian sehingga fuse
cutout dapat terpasang dengan kemiringan 15° s/d 20° sumbu vertikal.
2) Pemegang atas untuk pemasangan rakitan atas
3) Pemegang bawah untuk pemasangan rakitan bawah
d. Selungkup harus menggunakan material karet silikon (silicone rubber) yang
diproses secara high temperature vulcanizing (HTV); dengan filler aluminium
tri hydrate (ATH). Material karet silikon harus memenuhi:
1) Flammability kelas V0;
2) Passing voltage level 4,5 kV, sesuai IEC 60587. 7
e. Selungkup diekstrusi langsung di atas inti dan harus menempel dengan ketat
komponen yang berada di bawahnya. Tebal selungkup yang berada di atas inti
harus tidak kurang dari 3 mm. Jarak rambat harus tidak kurang dari 480 mm.

f. Selungkup harus menutupi inti secara keseluruhan untuk melindungi


masuknya air dan lembab ke dalam inti.

1.2.2 Rakitan Atas

Contoh rakitan atas adalah seperti gambar dibawah ini:


Gambar 1.2 Rakitan Atas Fuse Base

CATATAN: Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan ilustrasi dan


tidak dimaksudkan untuk penyeragaman.

1.2.2.1 Terminal Atas


Terminal atas menggunakan konektor alur paralel (parallel groove; Gambar
1.5), yang terbuat dari tembaga paduan. Terminal atas harus dapat dipasangi konduktor
dengan ukuran:
a. Arus pengenal 100A : 16 mm2 – 95 mm2
b. Arus pengenal 200A : 70 mm2 – 150 mm2

Keping konektor yang terpasang di sebelah bawah harus menempel dengan


tetap dan kuat pada pijakannya, sehingga mur dapat dikencangkan dengan hanya satu
alat pengencang.
Sistem mur-baut pada konektor menggunakan ukuran M10.

Gambar 1.2 Terminal


1.2.2.2 Kontak Atas

Kontak atas dibuat dari pelat tembaga dan harus dilapis perak. Bidang kontak
harus dilengkapi dengan pegas yang dibuat dari stainless steel. Pegas harus
dikonstruksi sedemikian sehingga tidak mudah lepas dan selalu berada pada posisinya

1.2.2.3 Pengait
Pengait harus didesain sedemikian sehingga fungsi-fungsi tersebut pada 7.1.4
alinea ke-2 dapat dilakukan dengan baik. Pengait dibuat dari baja galvanis dengan
diameter minimum 8,0 mm.
1.2.2.4 Rakitan Bawah
Contoh rakitan bawah adalah seperti Gambar 1.3

Gambar 1.3 Rakitan Bawah


CATATAN:
Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan ilustrasi dan tidak dimaksudkan
untuk penyeragaman.

1.2.2.5 Engsel
Engsel (trunnion hinge) harus dibuat dari tembaga paduan.

1.2.2.6 Kontak bawah


Kontak bawah terdiri dari dua buah pelat yang dipasang sejajar pada engsel.
Pelat dibuat dari tembaga dilapis perak. Pemasangan kontak ke engsel menggunakan
paku keling tembaga. Kontak harus dilengkapi dengan penguat yang dibuat dari pelat
stainless steel untuk menjaga kestabilan daya pegas

1.2.2.7 Terminal Bawah


Persyaratan terminal bawah sama dengan terminal atas (7.2.2.1).