Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH AKUNTANSI BIAYA

“KONSEP, KLASIFIKASI, & ARUS BIAYA

PADA PERUSAHAAN PABRIKASI”

Disusun Oleh:

1. Farika Yuandhitya D.P 13.0102.0037


2. Fajriatul Azizah 16.0102.0011
3. Kartika Tri Rahayu 16.0102.0031
4. Aprivan Said Abdulloh 16.0102.0053
5. Cinta Dewi Pradana 16.0102.0099
6. Lucky Apriliyana 16.0102.0187
7. Tri Wahyuni 16.0102.0203

FAKULTAS EKONOMI PRODI AKUNTANSI PARALEL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Akuntansi Biaya yang
berjudul “Konsep, Klasifikasi, & Arus Biaya Pada Perusahaan Pabrikasi”.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata
kuliah Akuntansi Biaya di Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam
Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk
itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu
dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah
memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas ini.

Magelang, 22 April 2018


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan
penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara
tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Obyek kegiatan akuntansi biaya adalah
biaya. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan
uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan
tertentu. Biaya diklasifikasikan berdasarkan hubungannya dengan produk,
waktu pengakuan, volume produksi, dan lain-lain.
Perusahaan manufaktur mempunyai kegiatan pokok mengolah bahan baku
menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Fungsi pokok dalam perusahaan
manufaktur dibagi menjadi tiga golongan, maka biaya dalam perusahaan
manufaktur dibagi menjadi biaya produksi, biaya pemasaran dan biaya
administrasi dan umum.
Pencatatan biaya yang terjadi dalam rangka proses produksi, dilakukan
mengikuti arus fisik produk.
Laporan Keuangan yang disusun oleh perusahaan pabrikasi, tidak berbeda
dengan laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan jenis lainnya. Laporan
keuangan yang ditujukan kepada pihak luar adalah Neraca, Laporan
Laba/Rugi, dan Laporan Arus Kas

B. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui dan memahami konsep biaya
2. Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi biaya
3. Untuk mengetahui dan memahami arus biaya pada perusahaan manufaktur
4. Untuk mengetahui dan memahami arus biaya produksi ke laporan keuangan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Konsep Biaya


Dalam laporan keuangan suatu perusahaan, konsep biaya dan istilah biaya yang
berbeda-beda sering terjadi. Dalam hal ini, seorang manajer harus memahami
konsep dan istilah biaya yang sesungguhnya agar terhindar dari kesalahan
penggunaan informasi tersebut. Meskipun dalam prakteknya, pengertian biaya
(cost) dan biaya sebagai beban (expand) sangat ditegaskan untuk dibedakan.
Biaya itu sendiri merupakan pengorbanan ekonomi yang diukur untuk
mendapatkan barang/jasa yang diperkirakan akan membawa manfaat saat ini
atau masa yang akan datang. Sedangkan pengertian biaya (cost) dan biaya
sebagai beban (expand) yaitu :
1) Biaya (cost), merupakan pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh
aktiva.
2) Biaya sebagai beban (expand), merupakan pengorbanan sumber ekonomi
yang ditujukan untuk memperoleh pendapatan pada periode dimana beban
itu terjadi.
Dari penjelasan tersebut berarti, biaya (cost) menjadi pengorbanan sumber
ekonomi yang diperuntukkan sebagai aktiva dan dicatat sebagai cost (Harga
Pokok Aktiva). Sedangkan untuk beban (expand) akan ditandingkan dengan
pendapatan pada saat periode terjadinya biaya, dan untuk menentukan laba.

 Objek Biaya
Penggunaan istilah biaya selalu diikuti dengan sesuatu yang menyatakan
keterkaitan pengukurannya, dimana pengukuran tersebut dikaitkan dengan
sesuatu. Sesuatu hal yang digunakan untuk menyebut suatu biaya bisa
diukur, dikenal dengan objek biaya. Objek biaya merupakan setiap item
seperti produk, pelanggan, proyek, aktifitas, dan sebagainya, yang mana
biaya tersebut dimaksudkan untuk diukur serta dikenakan pembebanan
biaya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan akan menentukan jumlah harga
pokok buku tulis. Maka objek biayanya adalah buku tulis tersebut.

B. Klasifikasi Biaya
Klasifikasi biaya merupakan pemisahan kegunaan biaya sesuai dengan tujuan
yang diinginkan. Biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungannya
dengan:
1) Produk
Dalam kaitannya dengan produk, klasifikasi biaya dibagi menjadi dua
bagian, yaitu:
a) Biaya produk
Merupakan biaya pembuatan produk, dimana biaya ini bersifat melekat
pada produk. Biaya ini terdiri dari :
 Biaya bahan
Bahan disini berarti bahan yang digunakan untuk membuat suatu
barang jadi. Sedangkan biaya bahan adalah nilai atau besarnya rupiah
yang terkandung dalam bahan yang digunakan untuk proses produksi.
Biaya bahan itu sendiri dibedakan menjadi :
 Biaya bahan baku
Bahan baku adalah bahan mentah yang digunakan untuk
memproduksi menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
 Biaya bahan penolong
Yang termasuk bahan penolong adalah bahan-bahan yang
digunakan untuk menyelesaikan suatu produk, tetapi pemakaiannya
relatif kecil atau sangat rumit untuk dikenali menjadi barang jadi.
 Biaya tenaga kerja
 Biaya tenaga kerja langsung
Merupakan gaji/upah tenaga kerja yang dipekerjakan untuk
memproses bahan menjadi barang jadi.
 Biaya tenaga kerja tidak langsung
Merupakan gaji/upah tenaga kerja bagian produksi yang tidak
terlibat secara langsung dalam proses pengerjaan barang menjadi
produk jadi.
 Biaya overhead pabrik (BOP)
Yaitu biaya yang timbul dalam proses produksi selain yang termasuk
dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Gabungan antara biaya bahan baku dengan biaya tenaga kerja disebut
biaya utama (prime cost). Sedangkan gabungan antara biaya tenaga
kerja dengan biaya overhead disebut biaya konversi (conversion cost).
Pengelompokkan ini apabila digambarkan dalam diagram akan
nampak seperti berikut ini:

b) Biaya komersial
 Biaya pemasaran
Merupakan biaya yang terjadi dengan tujuan untuk memasarkan
produk. Biaya ini dihitung dari produk selesai diproses sampai produk
berhasil terjual.
 Biaya administrasi dan umum
Merupakan beban yang dikeluarkan dalam rangka mengatur dan
mengendalikan organisasi.
2) Waktu Pengakuan
a) Product cost (biaya produk)
Adalah biaya yang terjadi dalam rangka membuat produk dan bersifat
melekat pada produk. Biaya produk akan dipertemukan dengan
pendapatan pada periode dimana produk tersebut terjual.
b) Period cost (biaya periode)
Adalah biaya yang terjadi dalam satu periode yang tidak ada kaitannya
dengan pembuatan produk. Biaya ini bersifat tidak melekat pada produk
dan akan dipertemukan dengan pendapatan untuk menghitung laba rugi
pada periode yang bersangkutan.

3) Volume Produksi
a) Biaya variabel
Adalah biaya yang bila dikaitkan dengan volume (pemicu timbulnya
biaya) secara per unit akan selalu tetap (jumlahnya tidak berubah),
meskipun volume produksi berubah-ubah. Tetapi secara total biaya
tersebut jumlahnya akan berubah sesuai dengan proporsi aktivitas
(volume produksi). Dengan kata lain, total biaya variabel akan bertambah
apabila volume produksi bertambah.

b) Biaya tetap
Adalah biaya yang secara total, biaya tersebut tidak berubah jumlahnya
meskipun aktivitas (jumlah produksi) berubah. Tetapi jumlah biaya tetap
per unit akan menurun jika aktivitasnya meningkat. Disini contohnya
adalah biaya sewa yang dibayarkan secara tetap setiap bulan.

c) Biaya semi variabel


Adalah biaya campuran antara biaya variabel dengan biaya tetap, dimana
sifat dari biaya ini akan tetap ada meskipun tidak ada aktivitas dan
totalnya akan berubah jika aktivitas juga berubah. Contoh dari biaya ini
adalah biaya telepon, listrik, dan air.

4) Biaya Yang Lain


a) Pengambilan keputusan
 Biaya relevan, adalah biaya yang dapat digunakan untuk mendukung
pengambilan keputusan tertentu. Misalnya untuk memutuskan
menerima atau menolak sebuah penawaran.
 Biaya tidak relevan, adalah biaya yang tidak dapat digunakan untuk
mendukung pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, biaya telepon
pada saat proses tawar menawar tersebut.
b) Dapat tidaknya dikendalikan
 Biaya terkendali, adalah biaya dimana manajer dapat mempengaruhi
mengenai ada tidaknya dan besar kecilnya biaya tersebut.
 Biaya tidak terkendali, adalah biaya dimana manajer tidak dapat
mempengaruhi melalui kebijakannya.

c) Data yang digunakan


 Biaya sesungguhnya, adalah biaya yang dicatat sebesar nilai yang
sesungguhnya pada saat terjadi.
 Biaya standar, adalah biaya yang dicatat sebesar standarnya.
 Biaya masa yang akan datang, adalah biaya yang dicatat dengan
taksiran biaya yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

d) Sunk Cost (Biaya Masa Lalu)


Merupakan biaya yang tidak relevan untuk dipertimbangkan dalam
pengambilan keputusan dimasa berikutnya. Contohnya adalah biaya
pembelian mesin setahun yang lalu.

e) Opportunity Cost
Merupakan biaya yang diukur dari manfaat yang hilang karena seseorang
atau perusahaan memilih satu alternatif, sehingga tidka dapat memilih
alternatif yang lain. Apabila dikaitkan dengan pengambilan keputusan,
opportunity cost adalah biaya yang relevan.

C. Arus Biaya Pada Perusahaan Manufaktur


Aktivitas perusahaan pabrikasi adalah mengolah bahan mentah menjadi barang
jadi. Dengan demikian biaya yang terjadi di perusahaan pabrikasi juga
mengalir seperti halnya pemrosesan produk tersebut. Pada mulanya biaya yang
terjadi adalah untuk membeli bahan baku, membayar tenaga kerja yang
mengerjakan produksi, dan biaya-biaya lain yang berkaitan dengan pemrosesan
produk. Pada saat proses produksi berlangsung, biaya tadi mengalir atau pindah
menjadi barang dalam proses (BDP). Dan ketika produk telah jadi, biaya tadi
berpindah melekat pada produk jadi (sebagai harga pokok produk). Ketika
produk jadi dijual, biaya yang melekat pada produk tersebut berubah menjadi
Harga Pokok Penjualan (HPP).

 Aliran Fisik Produk Dan Aliran Biaya Dalam Buku Besar


Pencatatan biaya yang terjadi dalam rangka proses produksi, dilakukan
mengikuti arus fisik produk. Ketika biaya masih melekat pada bahan baku,
dicatat di rekening (akun) Persediaan Bahan Baku. Ketika biaya tersebut
telah pindah melekat di Barang Dalam Proses (BDP), maka biaya tersebut
dicatat di rekening Barang Dalam Proses. Dan ketika telah menjadi produk
jadi, dicatat di rekening Persediaan Produk Jadi. Jumlah dan nama-nama
rekening yang dipakai oleh perusahaaan, menyesuaikan kebutuhannya.
D. Arus Biaya Produksi ke Laporan Keuangan
Laporan Keuangan yang disusun oleh perusahaan pabrikasi, tidak berbeda
dengan laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan jenis lainnya. Laporan
keuangan yang ditujukan kepada pihak luar adalah Neraca, Laporan
Laba/Rugi, dan Laporan Arus Kas.
1. Neraca
Perbedaan neraca perusahaan pabrikasi dengan perusahaan jenis lainnya
terletak pada jenis Persediaan. Pada perusahaan perdagangan, persediaan
hanya terdiri dari Persediaan Barang Dagangan. Sedangkan pada
perusahaan pabrikasi, persediaan terdiri dari:
 Persediaan Bahan
 Persediaaan Barang Dalam Proses
 Persediaan Barang Jadi

2. Laporan Laba/Rugi
Laporan Laba/Rugi yang disusun perusahaan pabrikasi, sedikit berbeda
dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Perbedaannya adalah pada
perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan). Pada perusahaan pabrikasi,
untuk mendapatkan HPP harus dicari Harga Pokok Produksi terlebih
dahulu. Susunan laporan Laba/Rugi untuk pabrikasi sedikit lebih panjang,
kecuali bila perhitungan HPP disusun sebagai laporan pendukung.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Akuntansi biaya, merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam
transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam
bentuk laporan biaya. Biaya (cost) merupakan pengorbanan sumber ekonomi
yang diperuntukkan sebagai aktiva dan dicatat sebagai cost (Harga Pokok
Aktiva). Sedangkan untuk beban (expand) akan ditandingkan dengan
pendapatan pada saat periode terjadinya biaya, dan untuk menentukan laba.
Aktivitas perusahaan pabrikasi adalah mengolah bahan mentah menjadi barang
jadi. Laporan Keuangan yang disusun oleh perusahaan pabrikasi, yaitu Neraca,
Laporan Laba/Rugi, dan Laporan Arus Kas.
DAFTAR PUSTAKA

Daljono. 2011. Akuntansi Biaya, Penentuan Harga Pokok & Pengendalian,


Edisi3. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.