Anda di halaman 1dari 10

Tugas Makalah

MEKANIKA FLUIDA I

1
Kata Pengantar
Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat
menyelesaikan makalah Kinematika Zat Cair ini dengan baik. Makalah ini dibuat agar
menambah sedikit pengetahuan tentang mekanika fluida khususnya zat cair.

Penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat sumber-sumber referensi mengenai


kinematika zat cair dan untuk itu penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan materi-
materinya yang sangat bermanfaat.

Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada ada benteng yang runtuh, tak ada lasykar
yang tak terkalahkan, penulispun menyadari berbagai kekurangan dalam munyusun makalah
ini, sehingga koreksi dan saran untuk penyempurnaanya sangat di harapkan.

Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca secara
umum dan dapat memperkaya hasana pengetahuan berdasarkan konsep Mekanika Fulida,
Terima kasih.

Gowa, 16 Desember 2016

Kelompok 5

DAFTAR ISI

2
Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1


1.2 Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
1.3 Tujuan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kinematika Zat Cair. .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2


2.2 Klasifikasi Zat Cair . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
2.3 Percepatan Partikel Cair, Debit & Persamaan Kontinuitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6

DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semua fluida nyata (gas dan zat cair) memiliki sifat-sifat khusus yang dapat diketahui,
antara lain: rapat massa (density), kekentalan (viscosity), kemampatan (compilarity).
Beberapa sifat fluida pada kenyataannya merupakan kombinasi dari sifat-sifat fluida lainnya.
Sebagai contoh kekentalan kinematika melibatkan kekentalan dinamik dan rapat massa.
Sejauh yang kita ketahui, Fluida merupakan zat cair, yaitu zat dalam keadaan bisa
mengalir. Yang termasuk fluida adalah zat cair dan gas. Fluida dalam fisika dikelompokkan
menjadi dua, yaitu fluida statis dan dinamis. Yang kita maksud dengan fluida disini adalah
suatu bentuk materi yang mudah mengalir misalnya zat cair dan gas. Sifat kemudahan
mengalir dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan tempatnya berada merupakan aspek
yang membedakan fluida dengan zat benda tegar. Meskipun demikian hukum-hukum yang
berlaku pada dua system ini tidak berbeda.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dimunculkan ialah sebagai
berikut :
1. Apa pengertian dari kinematika zat cair ?
2. Apa saja klasifikasi pembagian dari kinematika zat cair ?
3. Bagaimana cara menyelesaikan sebuah permasalahan yang menyangkut zat cair ?

1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin
dicapai ialah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian dari kinematika zat cair.
2. Untuk mengetahui bentuk klasifikasi dari kinematika zat cair.
3. Memberikan cara penyelesain yang menyangkut debit dan kontiunitas suatu zat cair.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kinematika Zat Cair


Kinematika zat cair mempelajari gerak partikel zat cair tanpa meninjau gaya-gaya
yang menyebabkan gerak tersebut. Dalam hal ini dipelajari kecepatan di setiap titik
dalam medan aliran pada setiap saat.

2.2 Klasifikasi Zat Cair


Klasifikasi zat cair di bedakan menjadi 5 yaitu :

2.2.1 Aliran Invisid dan Viskos


Aliran invisid adalah aliran dimana kekentalan zat cair, µ, dianggap nol(zat cair
ideal). Sebenarnya zat cair dengan kekentalan nol tidak ada di alam, tetapi dengan
anggapan tersebut akan sangat menyederhanakan permasalahan yang sangatkompleks
dalam hidraulika. Karena zat cair tidak mempunyai kekentalan maka tidak terjadi
tegangan geser antara partikel zat cair dan antara zat cair dan bidang batas.Pada
kondisi tertentu, anggapan µ=0 dapat diterima untuk zat cair dengan kekentalan kecil
seperti air. Aliran Invisid suatu fluida diasumsikan mempunyai viskositas nol. Jika
viskositas nol maka kondiuktivitas thermal fluida tersebut juga nol dan tidak akan
terjadi perpindahan kalor kecuali dengan cara radiasi. Dalam prakteknya, fluida
inviscid tidak ada, karena pada setiap fluida timbul tegangan geser apabila padanya
dikenakan juga suatu laju perpindahan regangan.

Aliran viskos adalah aliran di mana kekentalan diperhitungkan (zat cair riil).
Keadaan ini menyebabkan timbulnya tegangan geser antara patikel zat cair
yang bergerak dengan kecepatan berbeda. Apabila zat cair riil mengalir melalui
bidang batas yang diam, zat cair yang berhubungan langsung dengan bidang batas
tersebutakan mempunyai kecepatan nol (diam). Kecepatan zat cair akan bertambah
sesuaidengan jarak dari bidang tersebut. Apabila medan aliran sangat dalam/lebar, di
luar suatu jarak tertentu dari bidang batas, aliran tidak lagi dipengaruhi oleh
hambatan bidang batas. Pada daerah tersebut kecepatan aliran hampir seragam.
Bagian aliranyang berada dekat dengan bidang batas, di mana terjadi perubahan
kecepatan yang besar dikenal dengan lapis batas (boundary layer ). Di daerah lapis
batas ini tegangangeser terbentuk di antara lapis-lapis zat cair yang bergerak denga
kecepatan berbedakarena adanya kekentalan zat cair dan turbulensi yang
menyebabkan partikel zat cair bergerak dari lapis yang satu ke lapis lainnya. Di luar
lapis batas tersebut pengaruhtegangan geser yang terjadi karena adanya bidang batas
dapat diabaikan dan zat cair dapat dianggap sebagai zat cair ideal.

2.2.2 AliranKompresibel dan Tak Kompresibel


Aliran kompresibel adalah aliran yang rapat massanya berubah dengan perubahan
tekanannya.

5
Aliran tak kompresibel adalah aliran yang rapat massanya tidak berubah dengan
perubahan tekanannya dan rapat massa dianggap konstan.

Semua fluida (termasuk zat cair) adalah kompresibel sehingga rapat massanya
berubah dengan perubahan tekanan. Pada aliran mantap dengan perbuhan rapat massa
kecil, sering dilakukan penyederhanaan dengan menganggap bahwa zat cair adalah
tak kompresibel dan rapat massa adalah konstan. Oleh karena zat cair mempunyai
kemampatan yang sangat kecil, maka dalam analisis mantap sering dilakukan
anggapan zat cair tak kompresibel. Tetapi pada aliran tak mantap sering dilakukan
melalui pipa di mana bisa terjadi perubahan tekanan yang sangat besar, maka
kompresibilitas zat cair harus diperhitungkan.

Bila kerapatan massa fluida berubah terhadap perubahan tekanan fluida maka
dikatakan aliran bersifat kompresibel. Sedang bila praktis tak berubah terhadap
perubahan tekanan yang ada dalam sistem, maka aliran itu dikatakan bersifat tak
kompresibel. Zat cair umumnya dapat dianggap mengalir secara tak kompresibel
sedang gas secara umum dipandang mengalir secara kompresibel.Walaupu kasus-
kasus tertentu mungkin aliran gas dapat pula dipandang sebagai tak kompresibel,
yaitu bila perubahan kerapatan massa dalam sistem yang ditinjau praktis dapat
diabaikan.

2.2.3 Aliran Laminer dan Turbulen


Aliran Laminer adalah partikel pertikel zat cair bergerak teratur dengan
membentuk garis lintasan kontinyu dan tidak saling berpotongan. Apabila zat
membentuk garis lintasan kontinyu dan tidak saling berpotongan. Apabila zat warna
diinjeksikan pada suatu titik dalam aliran, maka zat warna tesebut akan mengalir
menurut garis aliran yang teratur seperti benang tanpa terjadi difusi atau penyebaran.
Pada aliran di saluran/pipa yang mempunyai bidang batas sejajar, garis-garis lintasan
akan sejajar. Sedang di dalam saluran yang mempunyai sisi tidak sejajar, garis aliran
akan menguncup atau mengembang sesuai dengan bentuk saluran. Kecepatan partikel
zat cair pada masing-masing garis lintasan tidak sama tetapi bertambah dengan jarak
dari dinding saluran. Aliran laminar dapat terjadi apabila kecepatan aliran rendah,
ukuran saluran sangat kecil dan zat cair mempunyai kekentalan besar.

Aliran Turbulen adalah aliran fluida yang tidak membentuk suatu garis lurus.
Aliran ini terbentuk ketika menemui hambatan. Aliran dimana pergerakan dari
partikel – partikel fluida sangat tidak menentu karena mengalami percampuran serta
putaran partikel antar lapisan, yang mengakibatkan saling tukar momentum dari satu
bagian fluida kebagian fluida yang lain dalam skala yang besar. Dalam keadaan aliran
turbulen maka turbulensi yang terjadi membangkitkan tegangan geser yang merata
diseluruh fluida sehingga menghasilkan kerugian – kerugian aliran. Pada aliran
turbulen , partikel-partikel zat cair bergerak tidak teratur dan garis lintasannya saling
berpotongan. Aliran turbulen terjadi apabila kecepatan aliran besar, saluran besar dan
zat cair mempunyai kekentalan kecil. Aliran di sungai, saluran irigasi/drainasi, dan di
laut adalah contor dari aliran turbulen.

Dalam bidang keteknikan definisi dari kedua jenis aliran fluida tersebut dapat
dilihat pada jet dua dimensi, kincir angin, aliran dalam pipa, dan aliran dalam dua plat
sejajar atau aliran tiga dimensi yang lain mempunyai perubahan bilangan Reynolds
yang tidak stabil. Aliran yang laminar memiliki bilangan Reynolds yang kecil dan

6
relatif stabil, tetapi pada aliran turbulen bilangan Reynoldnya besar dan relatif
berubah pada setiap titiknya. Untuk menjelaskan fenomena aliran turbulen kita dapat
melakukan simulasi sehingga dapat dljelaskan karakterisrik aliran turbulen tersebut.

2.2.4 Aliran Mantap dan Tak Mantap


Aliran mantap (steady flow) terjadi jika variabel aliran di sebarang titik pada zat
cair tidak berubah dengan waktu.
Yang termasuk variabel aliran misalnya : kecepatan aliran V, tekanan p, rapat
massa ρ, tampang aliran A, debit Q, dsb)

Aliran tak mantap (unsteady flow) terjadi jika variabel aliran pada setiap titik
berubah dengan waktu. Contoh aliran tak mantap adalah perubahan debit di dalam
pipa atausaluran, aliran banjir di sungai, aliran di estuari (muara sungai) yang
dipengaruhi pasang surut. Analisis dari aliran ini adalah sangat kompleks,
biasanya penyelesainnya dilakukan secara numerik dengan menggunakan komputer.

2.2.5 Aliran Seragam dan Tak Seragam


Aliran disebut seragam (uniform flow) apabila tidak ada perubahan besar dan
arah dari kecepatan dari satu titik ke titik yang lain di sepanjang aliran. Demikian juga
dengan variabel-variabel lainnya seperti tekanan, rapat massa, kedalaman, debit, dsb.
Aliran di saluran panjang dengan debit dan penampang tetap adalah contoh dari aliran
seragam. Aliran seragam merupakan aliran yang tidak berubah berubah menurut
menurut tempat tempat. Konsep Konsep aliran seragam dan aliran kritis sangat
diperlukan dalam peninjauan aliran berubah dengan cepat atau berubah lambat laun.
Perhitungan kedalaman kritis dan kedalaman normal sangat penting untuk
menentukan perubahan permukaan aliran akibat gangguan pada aliran.

Aliran tak seragam (non uniform flow) terjadi jika semua variabel aliran berubah
dengan jarak. Contoh dari aliran tak seragam adalah aliran di sungai atau di saluran di
daerah dekat terjunan atau bendung.

2.3 Percepatan Partikel Zat Cair, Debit & Persamaan Kontinuitas


2.3.1 Pengertian Percepatan Zat Cair
Percepatan partikel zat cair yang bergerak didefinisikan sebagai laju perubahan
kecepatan.
Laju perubahan kecepatan bisa disebabkan oleh perubahan geometri medan aliran
atau karena perubahan waktu.
2.3.2 Debit
Debit aliran adalah jumlah zat cair yang mengalir melalui tampang lintang aliran tiap
satu satuan waktu.
Jumlah zat cair = volume zat cair
Satuan volume : meter kubik, liter, galon, dsb)
Satuan waktu : detik, menit, jam, hari, dsb)

7
2.3.3 Persamaan Kontinuitas
Apabila zat cair kompresibel secara kontinu melalui pipa atau saluran, dengan
tampang aliran konstan ataupun tidak konstan, maka volume zat cair yang lewat tiap
satuan waktu adalah sama di semua tampang.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Kinematika zat cair mempelajari gerak partikel zat cair tanpa meninjau gaya-gaya
yang menyebabkan gerak tersebut. Dalam hal ini dipelajari kecepatan di setiap titik
dalam medan aliran pada setiap saat.
 Klasifikasi zat cair, yaitu :
1. Aliran Invisid dan Viskos
2. AliranKompresibel dan Tak Kompresibel
3. Aliran Laminer dan Turbulen
4. Aliran Mantap dan Tak Mantap
5. Aliran Seragam dan Tak Seragam
 Permasalahan pada zat cair dapat diselesaikan dengan cara perhitungan yakni
menggunakan rumus debit maupun persamaan kontinuitas.

9
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. “Kinematika Zat Cair”.(http://my life is simple kinematika zat cair.html. diakses 16
November 2016)

10