Anda di halaman 1dari 16

SOAL DAN PEMBAHASAN OSN 2018

KABUPATEN SUMBA TIMUR – NUSA TENGGARA TIMUR

Oleh : SUKAMTO, S.Pd.,Gr


Guru Matematika SMPN 1 Kambata Mapambuhang

1. Suku keempat, suku ketujuh, suku kesepuluh, dan suku ke-1010 suatu barisan aritmatika berturut-
turut adalah 𝑡, 𝑡 2 , 𝑡 + 𝑡 2 , dan 2018. Suku ke-100 dikurangi suku ke-10 barisan tersebut adalah ….
A. 102
B. 150
C. 175
D. 180

JAWAB

𝑈4 = 𝑡

𝑈7 = 𝑡 2

𝑈10 = 𝑡 + 𝑡 2
Dari bentuk di atas dapat dilihat bahwa

𝑈4 + 𝑈7 = 𝑈10
(𝑎 + 3𝑏) + (𝑎 + 6𝑏) = 𝑎 + 9𝑏

𝑎=0

𝑈1010 = 2018
𝑎 + 1009𝑏 = 2018
0 + 1009𝑏 = 2018
1009𝑏 = 2018
2018
𝑏 = 1009 = 2

𝑈100 − 𝑈10 = (𝑎 + 99𝑏) − (𝑎 + 9𝑏)


𝑈100 − 𝑈10 = 𝑎 + 99𝑏 − 𝑎 − 9𝑏
𝑈100 − 𝑈10 = 90𝑏
𝑈100 − 𝑈10 = 90 × 2 = 𝟏𝟖𝟎 Jawaban : D

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
1 1 𝑛 1 3
2. Jika 𝑛 − 3𝑛 + 3 − 2𝑛 = 2𝑛, maka jumlah nilai 𝑛 yang mungkin adalah ….
A. 2
B. 1
C. 0
D. -1

JAWAB
1 1 𝑛 1 3
− + − =
𝑛 3𝑛 3 2𝑛 2𝑛
6 2 2𝑛2 3 9
− + − =
6𝑛 6𝑛 6𝑛 6𝑛 6𝑛
2𝑛2 + 1 9
=
6𝑛 6𝑛
2𝑛2 + 1 = 9

2𝑛2 − 8 = 0

𝑛2 − 4 = 0
(𝑛 + 2)(𝑛 − 2) = 0
𝑛 = −2 atau 𝑛 = 2

Jumlah nilai 𝒏 = −𝟐 + 𝟐 = 𝟎 Jawaban : C

3. Dari gambar berikut ini diketahui 𝐴𝑃 = 11 cm, 𝑂𝐴 = 2 cm


A D

E
O
P

F
B
Pernyataan yang salah adalah ….
A. Keliling 𝐷𝐸𝐹𝑃𝐷 adalah 22 cm
B. 𝑂𝑃 = 5√5 cm
C. 𝐸𝑃 = 5√5 − 2 cm
D. 𝐴𝐷 = 𝐷𝐸
JAWAB

𝐴𝑃 merupakan garis singgung lingkaran, sehingga 𝐴𝑃 ⊥ 𝐴𝑂. Oleh karena itu,

𝑂𝑃 = √𝐴𝑃2 + 𝐴𝑂2

𝑂𝑃 = √112 + 22

𝑂𝑃 = √121 + 4

𝑂𝑃 = √125

𝑂𝑃 = 5√5 cm (jawaban B benar)

Diketahui 𝐴𝑃 = 𝐵𝑃 = 11 𝑐𝑚

𝐴𝑂 dan 𝑂𝐸 merupakan jari-jari lingkaran. 𝐴𝐷 dan 𝐷𝐸 merupakan garis singgung lingkaran. Oleh
karena itu, 𝑂𝐴𝐷𝐸 merupakan layang-layang. Akibatnya, 𝐴𝐷 = 𝐷𝐸. (jawaban D benar)

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
Keliling 𝐷𝐸𝐹𝑃𝐷 = 𝐷𝐸 + 𝐸𝐹 + 𝐹𝑃 + 𝐷𝑃 ~ karena 𝐷𝐸 = 𝐴𝐷 dan 𝐸𝐹 = 𝐵𝐹

Keliling 𝐷𝐸𝐹𝑃𝐷 = 𝐴𝐷 + 𝐵𝐹 + 𝐹𝑃 + 𝐷𝑃

Keliling 𝐷𝐸𝐹𝑃𝐷 = (𝐴𝐷 + 𝐷𝑃) + (𝐵𝐹 + 𝐹𝑃)

Keliling 𝐷𝐸𝐹𝑃𝐷 = 𝐴𝑃 + 𝐵𝑃

Keliling 𝐷𝐸𝐹𝑃𝐷 = 11 + 11 = 22 𝑐𝑚 (jawaban A benar)

Jawaban : C

4. Bilangan prima 𝑝 dan 𝑞 masing-masing dua digit. Hasil penjumlahan 𝑝 dan 𝑞 merupakan bilangan
dua digit yag digitnya sama. Jika bilangan tiga digit 𝑟 merupakan perkalian 𝑝 dan 𝑞, maka dua nilai
𝑟 yang mungkin adalah ….
A. 121 dan 143
B. 169 dan 689
C. 403 dan 989
D. 481 dan 121

JAWAB

Bilangan prima dua digit : 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 89,
dan 97.

Bilangan prima yang jika dijumlahkan menghasilkan bilangan dengan digit sama adalah 13 dan 31,
23 dan 43.

Sehingga,

 13 + 31 = 44 → 13 × 31 = 𝟒𝟎𝟑
 23 + 43 = 66 → 23 × 43 = 𝟗𝟖𝟗 Jawaban : C

5. Sebuah wajah memuat 5 bola merah dan 3 bola putih. Seseorang mengambil bola-bola tersebut
sebanyak 3 kali, masing-masing dua bola setiap pengambilan tanpa pengembalian. Peluang bahwa
pada setiap pengambilan, bola yang terambil berbeda warna adalah ….
1
A. 448
7
B. 280
1
C. 56
1
D. 7

JAWAB

Peluang terambilnya bola berbeda warna:

5𝐶1 . 3𝐶1 4𝐶1 . 2𝐶1 3𝐶1 . 1𝐶1


= × ×
8𝐶2 6𝐶2 4𝐶2

5×3 4×2 3×1


= × ×
8.7 6.5 4.3
1.2 1.2 1.2
5×3×4×2×3×1
=
4×7×3×5×2×3
1
=
7
Jawaban : D

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
6. Diketahui 𝐹 = {5, 6, 7, 8, … . ,44, 45} dan 𝐺 adalah himpunan yang anggota-anggotanya dapat
dinyatakan sebagai hasil penjumlahan tiga atau lebih bilangan-bilangan asli berurutan.
Anggota 𝐹 ∩ 𝐺 sebanyak ….
A. 14
B. 20
C. 25
D. 26

JAWAB

𝐹 = {5, 6, 7, 8, … . ,44, 45}


𝐹 ∩ 𝐺 adalah anggota 𝐹 yang merupakan anggota 𝐺

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 3 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 𝑎 + (𝑎 + 1) + (𝑎 + 2) = 3𝑎 + 3 ~ untuk 𝑎 = 1, 2, 3, ….
𝐹 ∩ 𝐺 = {𝟔, 𝟗, 𝟏𝟐, 𝟏𝟓, 𝟏𝟖, 𝟐𝟏, 𝟐𝟒, 𝟐𝟕, 𝟑𝟎, 𝟑𝟑, 𝟑𝟔, 𝟑𝟗, 𝟒𝟐, 𝟒𝟓 }

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 4 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 𝑎 + (𝑎 + 1) + (𝑎 + 2) + (𝑎 + 3) = 4𝑎 + 6 ~ untuk 𝑎 = 1, 2, 3, ….
𝐹 ∩ 𝐺 = {𝟏𝟎, 𝟏𝟒, 18, 𝟐𝟐, 𝟐𝟔, 30, 𝟑𝟒, 𝟑𝟖, 42 }

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 5 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 𝑎 + (𝑎 + 1) + (𝑎 + 2) + (𝑎 + 3) + (𝑎 + 4) = 5𝑎 + 10 ~ untuk 𝑎 = 1, 2, 3, ….
𝐹 ∩ 𝐺 = {15, 𝟐𝟎, 𝟐𝟓, 30, 𝟑𝟓, 𝟒𝟎, 45 }

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 6 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 6𝑎 + 15 ~ untuk 𝑎 = 1, 2, 3, ….
𝐹 ∩ 𝐺 = {21, 27, 33, 39, 45 }

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 7 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 7𝑎 + 21 ~ untuk 𝑎 = 1, 2, 3
𝐹 ∩ 𝐺 = {𝟐𝟖, 35, 42 }

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 8 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 8𝑎 + 28 ~ untuk 𝑎 = 1, 2
𝐹 ∩ 𝐺 = {36, 𝟒𝟒 }

 𝐹 ∩ 𝐺 hasil penjumlahan 9 bilangan berurutan


𝐹 ∩ 𝐺 = 9𝑎 + 36 ~ untuk 𝑎 = 1
𝐹 ∩ 𝐺 = {45}
Jadi 𝐹 ∩ 𝐺 =

{𝟔, 𝟗, 𝟏𝟎, 𝟏𝟐, 𝟏𝟒, 𝟏𝟓, 𝟏𝟖, 𝟐𝟎, 𝟐𝟏, 𝟐𝟐, 𝟐𝟒, 𝟐𝟓, 𝟐𝟔, 𝟐𝟕, 𝟐𝟖, 𝟑𝟎, 𝟑𝟑, 𝟑𝟒, 𝟑𝟓, 𝟑𝟔, 𝟑𝟖, 𝟑𝟗, 𝟒𝟎, 𝟒𝟐, 𝟒𝟒, 𝟒𝟓}

Ada sebanyak 26. Jawaban : D

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
7. Kubus ABCD.PQRS memiliki sisi-sisi yang panjangnya 4 cm. Jika E titik tengah 𝑃𝑄 dan 𝐹 titik tengah
𝑄𝑅, maka luas daerah 𝐴𝐶𝐹𝐸 adalah …. cm2
A. 16
B. 18
C. 32
D. 64

JAWAB T
 𝐴𝐶 diagonal sisi sehingga 𝐴𝐶 = 4√2 cm
 𝐿𝐾 = 𝑄𝐵 = 4 cm S
1 R
 𝑂𝐾 = × 4√2 = √2 cm
4 L F
 Segitiga 𝑂𝐿𝐾 siku-siku di 𝐾, sehingga P
E 2 Q2
𝑂𝐿 = √𝐿𝐾 2 + 𝑂𝐾 2
2
𝑂𝐿 = √42 + (√2)
D C
𝑂𝐿 = √16 + 2 4√2
O K 4
𝑂𝐿 = √18 = 3√2 cm A 4 B
 Segitiga 𝐸𝑄𝐹 siku-siku di 𝑄, sehingga
𝐸𝐹 = √𝐸𝑄 2 + 𝑄𝐹 2
𝐸𝐹 = √22 + 22

𝑂𝐿 = √4 + 4

𝑂𝐿 = √8 = 2√2 cm

 Luas trapezium 𝐴𝐶𝐹𝐸 √2


E L F
1
= × (𝐴𝐶 + 𝐸𝐹) × 𝑂𝐿
2
1
= × (4√2 + √2) × 3√2 3√2
2
1
= × (4√2 + 2√2) × 3√2
2
A O C
= 3√2 × 3√2 4√2
= 18 cm2

Jawaban : B

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
8. Grafik di bawah ini menggambarkan gerakan dua kendaraan bermotor.
Pernyataan yang salah adalah ….
A. Kecepatan terendah kedua untuk kendaraan
A yaitu pada detik ke-4 hingga detik ke-10
B. Kecepatan tertinggi kendaraan B dicapai pada
detik ke-18 hingga detik ke-23
C. Pada detik ke-10 hingga detik ke-15
kendaraan A dan B berhenti
D. Sampai dengan km 1 rata-rata kecepatan A
lebih besar daripada kecepatan kendaraan B

JAWAB

Perhatikan grafik.

 Pada detik ke-10 sampai ke-15 grafik kendaraan A horizontal, artinya tidak pertambahan jarak
sehingga bisa dikatakan berhenti. Jawaban C benar.
 Pada detik ke-10 sampai ke-15 grafik kendaraan A berhenti sehingga kecepatannya 0,
sedangkan pada detik ke-4 sampai ke-10, grafik tidak mengalami banyak kenaikan disbanding
dengan yang lain, sehingga dapat dikatakan pada detik ke-4 sampai ke-10 merupakan
kecepatan terendah kedua. Jawaban A benar.
 Untuk jarak 1 km, kendaan A memerlukan waktu 20 detik, sedangkan kendaraan B memerukan
waktu 23 detik, sehingga bias dikatakan kecepatan rata-rata A lebih besar dari B. Jawaban D
benar.
 Grafik kendaraan B pada detik ke-2 sampai ke-8 lebih tegak daripada pada detik ke-18 sampai
ke-23. Sehingga dapat dikatakan kecepatan tertinggi terjadi pada detik ke-2 sampai ke-8.
Jawaban B salah.
Jawaban : B

9. Perhatikan gambar berikut.

B
(4,4)

A
(0,2)

Persamaan garis hasil transformasi rotasi R[O,180] dilanjutkan dengan pencerminan 𝑦 = −𝑥


terhadap garis 𝐴𝐵 adalah ….

A. 𝑦 = 2𝑥 + 4
B. 𝑦 = 2𝑥 − 4
C. 𝑦 = −2𝑥 + 4
D. 𝑦 = −2𝑥 − 4
JAWAB
𝑹[𝑶,𝟏𝟖𝟎°] 𝑴𝒚=−𝒙
𝑨(𝒙, 𝒚) → 𝑨′(−𝒙, −𝒚) → 𝑨′′(𝒚, 𝒙)
𝑅[𝑂,180°] 𝑀𝑦=−𝑥
𝐴(0,2) → 𝐴′(0, −2) → 𝐴′′(2,0)
𝑅[𝑂,180°] 𝑀𝑦=−𝑥
𝐵(4,4) → 𝐴′(−4, −4) → 𝐴′′(4,4)

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
Persamaan gari yang melalui A” dan B” adalah
𝑦 − 𝑦1 𝑥 − 𝑥1
=
𝑦2 − 𝑦1 𝑥2 − 𝑥1
𝑦−0 𝑥−2
=
4−0 4−2
𝑦 𝑥−2
=
4 2
𝒚 = 𝟐𝒙 − 𝟒 Jawaban : B

10. Jika 0 < 𝑎 < 1 dan grafik fungsi kuadrat 𝑦 = 𝑎(𝑥 − 1)2 + 2𝑎 berada di bawah grafik fungsi
𝑦 = (𝑎2 + 2𝑎)(𝑥 + 1) − 2𝑎(2𝑎 + 1), maka nilai 𝑥 yang memenuhi adalah ….
A. 0 < 𝑥 < 3
B. 𝑎 < 𝑥 < 3
C. 𝑎 + 1 < 𝑥 < 3
D. 3 < 𝑥 < 3 + 𝑎
JAWAB

𝑎(𝑥 − 1)2 + 2𝑎 < (𝑎2 + 2𝑎)(𝑥 + 1) − 2𝑎(2𝑎 + 1)


𝑎(𝑥 2 − 2𝑥 + 1) + 2𝑎 < (𝑎2 + 2𝑎)𝑥 + (𝑎2 + 2𝑎) − 4𝑎2 − 2𝑎
𝑎𝑥 2 − 2𝑎𝑥 + 𝑎 + 2𝑎 < (𝑎2 + 2𝑎)𝑥 − 3𝑎2
𝑎𝑥 2 − 2𝑎𝑥 − (𝑎2 + 2𝑎)𝑥 + 3𝑎2 + 3𝑎 < 0
𝑎𝑥 2 − (𝑎2 + 4𝑎)𝑥 + 3(𝑎2 + 𝑎) < 0 dibagi 𝑎
2
𝑥 − (𝑎 + 4)𝑥 + 3(𝑎 + 1) < 0
(𝑥 − (𝑎 + 1))(𝑥 − 3) < 0
Pembuat nol 𝑥 = 𝑎 + 1 atau 𝑥 = 3
Karena 0 < 𝑎 < 1 maka 𝑎 + 1 < 3

𝑎+1 3
𝒂+𝟏<𝒙<𝟑 Jawaban : C

11. Nilai 𝑥 dan 𝑦 pada gambar berikut adalah ….


𝑦
A. 𝑥 = 74°; 𝑦 = 104° 135°
B. 𝑥 = 37°; 𝑦 = 104°
C. 𝑥 = 74°; 𝑦 = 114°
D. 𝑥 = 37°; 𝑦 = 106° 2𝑥
61°
JAWAB E
F
𝑦
D  ∠𝐴𝐶𝐷 = 180° − 61° = 119°
 ∠𝐴𝐶𝐷 + ∠𝐴𝐶𝐹 + ∠𝐹𝐶𝐷 = 360°
135° C
119° + 135° + 𝑦 = 360°
119° − 2𝑥 254° + 𝑦 = 360°
𝑦 = 360° − 254°
2𝑥
61° B 𝑦 = 106°
A  ∠𝐸𝐶𝐹 = 180° − 135° = 45°
 ∠𝐴𝐶𝐵 = ∠𝐸𝐶𝐹
119° − 2𝑥 = 45°
2𝑥 = 119° − 45°
2𝑥 = 74°
𝑥 = 37° Jawaban : D

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
12. Grafik berikut menunjukkan persentase peserta berdasarkan jenis kelamin pada suatu ujian masuk
sekolah tinggi dari tahun 2013 sampai 2017. Sedangkan tabel di bawahnya menunjukkan jumlah
peserta ujian dan jumlah lulusan, serta komposisi lulusan berdasarkan jenis kelamin.

Persentase
Jumlah Peserta Persentase
Tahun Jumlah lulusan lulusan
Ujian lulusan laki-laki
perempuan
2013 1400 800 60 40
2014 800 660 50 50
2015 1000 500 45 55
2016 500 400 48 52
2017 1100 800 64 36
Total peserta perempuan yang tidak lulus ujian selama lima tahuan adalah …. orang.

A. 454
B. 476
C. 494
D. 536

JAWAB

Jumlah Jumlah peserta Perempuan yang


Jumlah
Tahun Peserta perempuan lulusan perempuan tidak lulus
lulusan
Ujian
40 40 560 − 320 = 240
2013 1400 × 1400 = 560 800 × 800 = 320
100 100
50 50 400 − 330 = 70
2014 800 × 800 = 400 660 × 660 = 330
100 100
36 55 360 − 275 = 85
2015 1000 × 1000 = 360 500 × 500 = 275
100 100
45 52 225 − 208 = 17
2016 500 × 500 = 225 400 × 400 = 208
100 100
30 36 330 − 288 = 42
2017 1100 × 1100 = 330 800 × 800 = 288
100 100
JUMLAH 𝟒𝟓𝟒
Jawaban : A

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
13. Menjelang tahun baru, harga sejenis pakaian olahraga dipotong (didiskon) dua kali seperti
dinyatakan pada gambar di samping. Jika harga mula-mula suatu pakaian Rp 400.000,00, maka
seseorang yang membeli pakaian tersebut harus membayar sebesar ….
A. Rp 124.000,00
B. Rp 136.000,00
C. Rp 276.000,00
D. Rp 300.000,00

JAWAB

Harga setelah diskon pertama


100 − 60
= × 𝑅𝑝 400.000,00
100
40
= × 𝑅𝑝 400.000,00
100
= 𝑅𝑝 160.000,00
Harga setelah diskon kedua
100 − 15
= × 𝑅𝑝 160.000,00
100
85
= × 𝑅𝑝 160.000,00
100
= 𝑹𝒑 𝟏𝟑𝟔. 𝟎𝟎𝟎, 𝟎𝟎 Jawaban : B

14. Pada suatu data terdapat 21 bilangan bulat positif. Bilangan terbesar pada data tersebut adalah 16.
Median dari data adalah 10. Rata-rata terkecil yang mungkin dari data tersebut adalah ….
A. 5,0
B. 5,5
C. 6,0
D. 6,5

JAWAB

Kemungkinan bilangan : 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 10, 10, 10, 10, 10, 10, 10, 10, 10, 10, 16
10×1+10×10+16
Rata-rata = 21
10+100+16
Rata-rata =
21
126
Rata-rata = 21
=𝟔 Jawaban : C

15. Diberikan bilangan asli dua digit. Peluang bahwa bilangan tersebut memiliki digit penyusun prima
dan bersisa 5 jika dibagi 7 adalah ….
1
A. 45
1
B. 30
1
C.
8
1
D. 4

JAWAB

Bilangan dua digit dari 10 – 99 = 90 bilangan

Bilangan dua digit penyusun prima = 22, 23, 25, 27, 32, 33, 35, 37, 52, 53, 55, 57, 72, 73, 75, 77

Bilangan dua digit penyusun prima bersisa 5 jika dibagi 7 = 33 dan 75 (ada 2 bilangan)
2 𝟏
Peluang = 90 = 𝟒𝟓 Jawaban : A

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
2(𝑥+3)−5√𝑥+2
16. Semua bilangan real 𝑥 yang memenuhi pertidaksamaan ≥ 0 adalah ….
𝑥+2
7
A. 𝑥 ≤ −4 atau 𝑥 ≥ 2
7
B. −2 < 𝑥 ≤ − 4 atau 𝑥 ≥ 2
7
C. 0 ≤ 𝑥 ≤ − 4 atau 𝑥 ≥ 12
7
D. − 4 ≤ 𝑥 ≤ 2

JAWAB
2(𝑥+3)−5√𝑥+2
Agar ≥ 0 maka ada dua kemungkinan
𝑥+2

 𝑥 + 2 positif dan 2(𝑥 + 3) − 5√𝑥 + 2 non negatif


 𝑥 + 2 > 0 maka 𝑥 > −2 pertidaksamaan (i)
 Misal 𝑥 + 2 = 𝑦 maka 2(𝑥 + 3) − 5√𝑥 + 2 = 2(𝑦 + 1) − 5√𝑦
2(𝑦 + 1) − 5√𝑦 ≥ 0
2𝑦 + 2 ≥ 5√𝑦 kuadratkan kedua ruas
2
(2𝑦 + 2)2 ≥ (5√𝑦)
4𝑦 2 + 8𝑦 + 4 ≥ 25𝑦
4𝑦 2 + 8𝑦 − 25𝑦 + 4 ≥ 0
4𝑦 2 − 17𝑦 + 4 ≥ 0
(4𝑦 − 1)(𝑦 − 4) ≥ 0
4𝑦 − 1 = 0 atau 𝑦=4
1
𝑦= atau 𝑦=4
4

1ൗ 4
4

1
𝑦≤4 atau 𝑦≥4
1
𝑥+2 ≤ atau 𝑥+2≥4
4
1
𝑥 ≤4 −2 atau 𝑥 ≥4−2
7
𝑥≤ −4 atau 𝑥≥2 pertidaksamaan (ii)

Gabungan (i) dan (ii)

−2 7 2

4
7
−2 < 𝑥 ≤ − 4 atau 𝑥 ≥ 2

 𝑥 + 2 negatif dan 2(𝑥 + 3) − 5√𝑥 + 2 non positif


 Karena 𝑥 + 2 < 0 maka √𝑥 + 2 merupakan bilangan imajiner (tidak memenuhi)
Jawaban : B

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
17. Diketahui 𝑥, 𝑦 dan 𝑧 adalah tiga bilangan bulat positif. Tiga terurut (𝑥, 𝑦, 𝑧) yang memenuhi
(𝑥 + 2𝑦) 𝑧 = 64 ada sebanyak ….
A. 4
B. 32
C. 35
D. 36

JAWAB

(𝑥 + 2𝑦) 𝑧 = 64 = 641 = 82 = 43 = 26

 Untuk 𝑧 = 1 maka 𝑥 + 2𝑦 = 64
𝑥 = 64 − 2𝑦
Untuk 𝑦 = 1 maka 𝑥 = 62
Untuk 𝑦 = 2 maka 𝑥 = 60
Untuk 𝑦 = 3 maka 𝑥 = 58
.
.
.
Untuk 𝑦 = 31 maka 𝑥 = 2 (ada 31 triple)
 Untuk 𝑧 = 2 maka 𝑥 + 2𝑦 = 8
𝑥 = 8 − 2𝑦
Untuk 𝑦 = 1 maka 𝑥 = 6
Untuk 𝑦 = 2 maka 𝑥 = 4
Untuk 𝑦 = 3 maka 𝑥 = 2 (ada 3 triple)
 Untuk 𝑧 = 3 maka 𝑥 + 2𝑦 = 4
𝑥 = 4 − 2𝑦
Untuk 𝑦 = 1 maka 𝑥 = 2 (ada 1 triple)
 Untuk 𝑧 = 6 maka 𝑥 + 2𝑦 = 2
𝑥 = 2 − 2𝑦 ( tidak ada triple)
Jadi ada 35 triple Jawaban : C

18. Rata-rata usia sepasang suami istri pada saat mereka menikah adalah 25 tahun. Rata-rata usia
keluarga pada saat anak pertama mereka lahir adalah 18 tahun. Rata-rata usia keluarga pada saat
anak kedua lahir adalah 15 tahun. Rata-rata usia keluarga pada saat anak ketiga lahir (kembar)
adalah 12 tahun. Jika saat ini rata-rata usia enam orang ini adalah 16 tahun, maka usia anak pertama
adalah …. tahun.
A. 7
B. 8
C. 9
D. 10

JAWAB

 Misal usia suami saat menikah adalah 𝒔, dan usia istri saat menikah adalah 𝒊.
𝑠+𝑖
= 25 → 𝑠 + 𝑖 = 50
2

 Misal anak pertama lahir setelah usia pernikahan 𝑎 tahun, dan anak baru lahir dianggap berusia
0 tahun.
(𝑠 + 𝑎) + (𝑖 + 𝑎) + 0
= 18 → 𝑠 + 𝑖 + 2𝑎 = 54
3
→ 50 + 2𝑎 = 54
→ 2𝑎 = 4
→ 𝑎=2
Pada saat ini, jumlah usia suami dan istri = 50 + 2 × 2 = 54 tahun

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
 Misal anak kedua lahir setelah anak pertama berusia 𝑏 tahun, dan anak baru lahir dianggap
berusia 0 tahun.
(𝑠 + 𝑏) + (𝑖 + 𝑏) + 𝑏 + 0
= 15 → 𝑠 + 𝑖 + 3𝑏 = 60
4
→ 54 + 3𝑏 = 60
→ 3𝑏 = 6
→ 𝑏=2
Pada saat ini, jumlah usia suami dan istri = 54 + 2 × 2 = 58 tahun dan anak pertama berusia
2 tahun

 Misal anak ketiga kembar lahir setelah anak kedua berusia 𝑐 tahun, dan anak baru lahir
dianggap berusia 0 tahun.
(𝑠 + 𝑐) + (𝑖 + 𝑐) + (2 + 𝑐) + 𝑐 + 2.0
= 12 → 𝑠 + 𝑖 + 4𝑐 + 2 = 72
6
→ 58 + 4𝑐 + 2 = 72
→ 4𝑐 = 12
→ 𝑐=3
Pada saat ini, jumlah usia suami dan istri = 58 + 2 × 3 = 64 tahun dan anak pertama berusia
5 tahun dan anak kedua berusia 3 tahun.

 Misal pada saat ini, anak ketiga berusia 𝑥 tahun, maka anak kedua berusia 3 + 𝑥, anak pertama
berusia 5 + 𝑥, dan jumlah usia suami istri 64 + 2𝑥.
(64 + 2𝑥) + (5 + 𝑥) + (3 + 𝑥) + 2𝑥
= 16 → 72 + 6𝑥 = 96
6
→ 6𝑥 = 24
→ 𝑥=4
Pada saat ini, anak pertama berusia = 5 + 4 = 9 tahun.
Jawaban : C
19. Perhatikan ∆𝐴𝐵𝐶 dan lingkaran dalam pada gambar di bawah.
A

F E

B C
D
Jika ∆𝐴𝐵𝐶 samasisi dengan 𝐶𝐷 = 6 𝑐𝑚, maka luas daerah lingkaran dalam adalah …. cm2.

A. 16𝜋
B. 12𝜋
C. 9𝜋
D. 4𝜋
JAWAB
A
𝐴𝐷 = √122 − 62

2 𝐴𝐷 = √144 − 36
12 cm
F E 𝐴𝐷 = √108 = 6√3
O
Karena pusat O merupakan perpotongan garis tinggi maka
1
B C 1
D 6 cm Jari-jari 𝑂𝐷 = 3 × 6√3 = 2√3 cm
2
Luas lingkaran = 𝜋 × (2√3) = 𝟏𝟐𝝅 cm2 Jawaban : B

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
20. Diberikan ∆𝐴𝐵𝐶. Jika 𝐴𝐶 = 𝐴𝐵 = 1 𝑐𝑚 dan 𝐵𝐶 = √3 cm, maka luas ∆𝐴𝐵𝐶 adalah …. cm2.
1
A. 2
√2
1
B. √3
2
1
C. 4
√3
1
D. 4

JAWAB
A
2
1
𝐴𝐷 = √12 − ( √3)
2
1
3
𝐴𝐷 = √1 −
1 4
2
√3
B C
D
1 1
√3 𝐴𝐷 = √ =
4 2
1
Luas ∆𝐴𝐵𝐶 = 2 × 𝐴𝐷 × 𝐵𝐶
1 1 𝟏
Luas ∆𝐴𝐵𝐶 = 2 × 2 × √3 = 𝟒 √𝟑 Jawaban : C

21. Dealer sepeda motor menjual empat jenis sepeda motor yaitu 𝑃, 𝑄, 𝑅, 𝑆. Persentase pajak dan
ongkos kirim sepeda motor dihitung berdasarkan harga pokok. Persentase laba dihitung
berdasarkan hasil penjumlahan dari harga pokok, pajak, dan ongkos kirim sebagaimana tabel
berikut.
Jenis motor 𝑷 𝑸 𝑹 𝑺
Harga pokok 11.000.000 10.400.0000 10.700.000 11.300.000
Pajak 5% 6% 7% 5%
Ongkos kirim 7% 10% 9% 6%
Laba 12% 12% 12% 10%
Jika harga beli adalah penjumlahan dari harga pokok beserta pajak dan ongkos kirim, maka harga
jual sepeda motor paling mahal adalah jenis ….
A. 𝑃
B. 𝑄
C. 𝑅
D. 𝑆
JAWAB

Jenis
𝑷 𝑸 𝑹 𝑺
motor
Harga
11.000.000 10.400.0000 10.700.000 11.300.000
pokok
Pajak 5 6 7 5
× 11.000.000 × 10.400.000 × 10.700.000 × 11.300.000
100 100 100 100
= 550.000 = 624.000 = 749.000 = 565.000
Ongkos 7 10 9 6
× 11.000.000 × 10.400.000 × 10.700.000 × 11.300.000
kirim 100 100 100 100
= 770.000 = 1.040.000 = 963.000 = 678.000
Jumlah 12.320.000 12.064.000 12.412.000 12.543.000
Laba 12 12 12 10
× 12.320.000 × 12.064.000 × 12.412.000 × 12.543.000
100 100 100 100
= 1.478.400 = 1.447.680 = 1.489.440 = 1.254.300
Jumlah
13.798.400 13.511.680 13.901.440 13.797.300
+ laba
Jawaban : C

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
22. Diketahui 𝑥 4 𝑦 5 𝑧 2 < 0 dan 𝑥𝑧 < 0. Pernyataan berikut yang benar adalah ….
A. 𝑥𝑦𝑧 < 0, jika 𝑦𝑧 > 0
𝑦𝑧
B. < 0, jika 𝑥𝑦 < 0
𝑥
C. 𝑥𝑦 < 0, jika 𝑦𝑧 > 0
D. 𝑥𝑦 > 0, jika 𝑦𝑧 > 0

JAWAB

𝑥𝑧 < 0 berarti ada 2 kemungkinan.

 𝑥 positif dan 𝑧 negatif


Karena 𝑥 4 𝑦 5 𝑧 2 < 0 maka 𝑦 negative.

Cek jawaban satu persatu. Didapat jawaban C benar:


𝑥𝑦 < 0 → 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓 × 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓 = 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓
𝑦𝑧 > 0 → 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓 × 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓 = 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓
 𝑥 negatif dan 𝑧 positif
Karena 𝑥 4 𝑦 5 𝑧 2 < 0 maka 𝑦 negative.

Cek jawaban satu persatu. Tidak ada jawaban benar. Jawaban : C

23. Pada sebuah laci terdapat beberapa kaos kaki berwarna putih dan berwarna hitam. Jika dua kaos
1
kaki diambil secara acak, maka peluang terpilihnya kedua kaos kaki berwarna putih adalah . Jika
2
banyak kaos kaki berwarna hitam adalah genap, maka paling sedikit kaos kaki berwarna putih adalah
….
A. 12
B. 15
C. 18
D. 21

JAWAB

Misalkan ℎ = banyak kaos kaki hitam


𝑝 = banyak kaos kaki putih

𝑝𝐶2 1
=
ℎ+𝑝𝐶2
2

𝑝!
(𝑝 − 2)! .2! 1
=
(ℎ + 𝑝)! 2
(ℎ + 𝑝 − 2)! .2!
𝑝! (ℎ + 𝑝)!
2× =
(𝑝 − 2)! .2! (ℎ + 𝑝 − 2)! .2!
𝑝. (𝑝 − 1). (𝑝 − 2)! (ℎ + 𝑝). (ℎ + 𝑝 − 1)(ℎ + 𝑝 − 2)!
2× =
(𝑝 − 2)! .2! (ℎ + 𝑝 − 2)! .2!
2. 𝑝. (𝑝 − 1) = (ℎ + 𝑝). (ℎ + 𝑝 − 1)
2𝑝2 − 2𝑝 = ℎ2 + 2ℎ𝑝 + 𝑝2 − ℎ − 𝑝
𝑝2 − 𝑝 = ℎ2 + 2ℎ𝑝 − ℎ
𝑝2 − 𝑝 = ℎ2 + (2𝑝 − 1)ℎ
ℎ2 + (2𝑝 − 1)ℎ − (𝑝2 − 𝑝) = 0

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
 Untuk 𝑝 = 12 maka ℎ2 + 23ℎ − 132 = 0
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
Dengan menggunakan rumus ℎ = 2𝑎
didapat ℎ =4,7557… dan ℎ =-27,7558… (bukan
bilangan genap). Jawaban A salah.

 Untuk 𝑝 = 15 maka ℎ2 + 29ℎ − 210 = 0


−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
Dengan menggunakan rumus ℎ = didapat ℎ = −35 dan 𝒉 = 𝟔 (bilangan genap).
2𝑎
Jawaban B benar.

 Untuk 𝑝 = 18 maka ℎ2 + 35ℎ − 324 = 0


−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
Dengan menggunakan rumus ℎ = didapat ℎ = 7,6047… dan ℎ = - 42,6048…(bukan
2𝑎
bilangan genap). Jawaban C salah.

 Untuk 𝑝 = 21 maka ℎ2 + 41ℎ − 420 = 0


−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
Dengan menggunakan rumus ℎ = didapat ℎ = 8,4870… dan ℎ = -49.4871… (bukan
2𝑎
bilangan genap). Jawaban D salah.

Jawaban : B

24. Jika 𝑥 dan 𝑦 adalah bilangan bulat positif dengan 𝑦 > 1, sehingga 𝑥 𝑦 = 318 530 , maka nilai 𝑥 − 𝑦
yang mungkin adalah ….
A. 84375
B. 84369
C. 84363
D. 84357

JAWAB

𝑥 𝑦 = 318 . 530
𝑥 𝑦 = (33 )6 . (55 )6
𝑥 𝑦 = 276 . 31256
𝑥 𝑦 = 843756
Dari bentuk terakhir dapat dilihat bahwa
𝑥 = 84375 dan 𝑦 = 6, sehingga
𝑥 − 𝑦 = 84375 − 6 = 𝟖𝟒𝟑𝟔𝟗 Jawaban : B

25. Salah satu contoh situasi untuk system persamaan 𝑥 + 2𝑦 = 6000 dan 3𝑥 + 𝑦 = 6000 adalah ….
A. Dua orang siswa membeli pensil dan penghapus seharga Rp 6.000,00. Salah satu siswa tersebut
membeli pensil dan tiga penghapus seharga Rp 6.000,00. Berapakah harga masing-masing
sebuah pensil dan penghapus?
B. Dua orang siswa membeli pensil dan tiga buah penghapus seharga Rp 6.000,00. Selain itu, dia
juga membeli dua buah pensil dan sebuah penghapus untuk adiknya seharga Rp 6.000,00.
Berapakah harga masing-masing sebuah pensil dan penghapus?
C. Seorang siswa akan membeli dua buah pensil dan tiga buah penghapus. Siswa tersebut memiliki
uang Rp 12.000,00. Berapakah harga masing-masing sebuah pensil dan penghapus?
D. Seorang siswa membeli sebuah pensil dan tiga penghapus seharga Rp 6.000,00. Selain itu, dia
juga membeli dua buah pensil dan sebuah penghapus untuk adiknya seharga Rp 6.000,00.
Berapakah harga masing-masing sebuah pensil dan penghapus?

JAWAB

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur
Jelas jawaban D benar

misalkan banyak penghapus = 𝑥 dan banyak pensil = 𝑦

Seorang siswa membeli sebuah pensil dan tiga penghapus seharga Rp 6.000,00.

Bentuk matematika : 3𝑥 + 𝑦 = 6000

Dia juga membeli dua buah pensil dan sebuah penghapus untuk adiknya seharga Rp 6.000,00.

Bentuk matematika : 𝑥 + 2𝑦 = 6000

SEMOGA BERMANFAAT!!!
MOHON DIKOREKSI JIKA ADA KESALAHAN.
TRIMA KASIH

Sukamto, S.Pd.,Gr.
SMPN 1 Kambata Mapambuhang – Sumba Timur