Anda di halaman 1dari 117

AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN

Transaksi Mata Uang Asing dan


Kontrak Berjangka
Kelompok 4
I.B. Ngurah Indra Pramana NIM. 1506305098
P. Sigit Wahyudhi NIM. 1506305151
Perusahaan
Multinasional
melakukan
transaksi dalam
berbagai mata
uang sebagai
akibat dari
aktivitas ekspor
dan impor mereka
AKUNTAN HARUS
• Penjualan
DAPAT MENCATAT
• Pembelian; dan
DAN MELAPORKAN
• Transaksi lain yang menimbulkan transfer
TRANSAKSI YANG
mata uang assing atau pencatatan
MELIBATKAN
piutang atau utang yang didenominasi
PERTUKARAN
(yang akan dilunasi) dalam satu mata
RUPIAH INDONESIA
uang asing.
DENGAN MATA
UANG ASING.

Semua transaksi yang


melibatkan mata uang asing
harus diubah menjadi rupiah
sebelum dilaporkan dalam
laporan keuangan
• Ditentukan oleh permintaan dan
KURS MATA UANG ASING
penawaran terhadap mata uang
tersebut. (Nilai mata uang
mengambang)
• Tingkat Inflasi
Faktor-faktor yang • Laporan Posisi Keuangan
mempengaruhi • Perubahan Suku Bunga
• Tingkat Investasi di Negara yang Bersangkutan
• Stabilitas dan Proses Tata Kelola

Kurs Langsung Kurs Tidak Langsung


Banyaknya unit mata uang lokal yang Banyaknya unit mata uang asing yang
diperlukan untuk memperoleh satu unit diperlukan untuk memperoleh satu unit
mata uang asing. mata uang lokal.
DER = Nilai Setara Rupiah
Kurs Langsung 1 FCU
(Direct Exchange Rate/DER)

Kurs Tidak Langsung IER = 1 FCU


(Indirect Exchange Rate/IER) Nilai Setara Rupiah

FCU = Foreign Currency Unit (unit mata uang asing)

Kurs Langsung berbanding terbalik


dengan Kurs Tidak langsung dan bahwa
keduanya menyatakan hubungan
ekonomis yang sama antara kedua mata
uang
Perubahan Kurs
Mengacu pada semakin menguat atau
melemahnya suatu mata uang
dibandingkan dengan mata uang yang lain

Contoh

April Mei Januari Maret


2010 2010 2011 2011
Kurs Langsung (Rupiah-setara dengan $1) Rp9.027 Rp9.167 Rp.9.032 Rp.8.760

Kurs Tidak Langsung (Dolar per Rp1) $0,0001109 $0,0001091 $0,0001107 $0,0001141
Menguatnya Rupiah
(Penurunan Kurs Langsung)

April Mei Januari Maret


2010 2010 2011 2011
Kurs Langsung (Rupiah-setara dengan $1) Rp9.027 Rp9.167 Rp.9.032 Rp.8.760

Kurs Tidak Langsung (Dolar per Rp1) $0,0001109 $0,0001091 $0,0001107 $0,0001141

Antara Januari 2011 sampai Maret 2011, Rp1 pada Maret 2011 bisa mendapat
kurs langsung turun dari Rp9.032 = $1 lebih banyak dolar dibandingkan Rp1
menjadi Rp8.760 = $1. pada Januari 2011

Lebih sedikit mata uang rupiah yang


diperlukan untuk memperoleh $1
Menguatnya rupiah akan menguntungkan Menguatnya Rupiah
konsumen Indonesia & Importir Indonesia (Penurunan Kurs Langsung)

April Mei Januari Maret


2010 2010 2011 2011
Kurs Langsung (Rupiah-setara dengan $1) Rp9.027 Rp9.167 Rp.9.032 Rp.8.760

Kurs Tidak Langsung (Dolar per Rp1) $0,0001109 $0,0001091 $0,0001107 $0,0001141

Impor dari Amerika akan lebih murah untuk Januari 2011


konsumen Indonesia pada maret 2011 Nilai Setara Rupiah = Unit Mata Uang Asing
dibandingkan Januari 2011 karena rupiah x Kurs Langsung
menguat. Rp225.800.000 = $25.000 x Rp9.032

Misalnya, suatu perusahaan Amerika menjual Maret 2011


mobil buatan Amerika seharga $25.000 pada Nilai Setara Rupiah = Unit Mata Uang Asing
Januari 2011 & Maret 2011, maka nilai x Kurs Langsung
rupiahnya adalah: Rp225.800.000 = $25.000 x Rp9.032
Menguatnya rupiah akan merugikan Menguatnya Rupiah
perusahaan Eskportir Indonesia (Penurunan Kurs Langsung)

April Mei Januari Maret


2010 2010 2011 2011
Kurs Langsung (Rupiah-setara dengan $1) Rp9.027 Rp9.167 Rp.9.032 Rp.8.760
Kurs Tidak Langsung (Dolar per Rp1) $0,0001109 $0,0001091 $0,0001107 $0,0001141

Januari 2011
Misalnya perusahaan Indonesia menjual
Nilai Setara Dolar = Unit Rupiah x Kurs Tidak
mesin buatan Indonesia seharga
Langsung
Rp100.000,00. Untuk menentukan nilai
$11.070 = Rp100.000 x $0,0001107
setara dolar pada Januari 2011 dan Maret
2011 adalah: Maret 2011
Nilai Setara Dolar = Unit Rupiah x Kurs Tidak
Langsung
$11.410 = Rp100.000 x $0,0001141
Melemahnya Rupiah
(Peningkatan Kurs Langsung)

April Mei Januari Maret


2010 2010 2011 2011
Kurs Langsung (Rupiah-setara dengan $1) Rp9.027 Rp9.167 Rp.9.032 Rp.8.760

Kurs Tidak Langsung (Dolar per Rp1) $0,0001109 $0,0001091 $0,0001107 $0,0001141

Antara April 2010 sampai Mei 2010, kurs Rp1 pada Mei 2010 mendapat lebih
langsung meningkat dari Rp9.027 = $1 sedikit dolar dibandingkan Rp1 pada April
menjadi Rp9.167 = $1. 2010

Lebih banyak mata uang rupiah yang • Barang impor menjadi lebih mahal dalam
diperlukan untuk memperoleh $1 rupiah
• Barang ekspor Indonesia menjadi lebih
murah dalam dolar (kuantitas ekspor
meningkat)
Kurs Spot, Kurs Kini, dan
Kurs Forward
PSAK 10

• Kurs Spot Kurs yang digunakan dalam penyerahan segera


suatu mata uang

Kurs spot ada tanggal laporan posisi keuangan


• Kurs Kini suatu entitas

• Kurs Kurs untuk pertukaran mata uang di masa


Forward mendatang
• Terdapat pasar pedagang kontrak nilai tukar/kurs
forward yang aktif untuk perusahaan yang
menerima atau mengeluarkan mata uang utama
• Kurs Forward internasional

• Kurs forward pada tanggal tertentu tidak sama


dengan kurs spot pada tanggal yang sama

• Selisih antara kurs forward dan kurs spot pada


Spread suatu tanggal tertentu

• Memberikan Informasi tentang kemungkinan


penguatan atau pelemahan dari suatu mata uang
Spread
Spread atau selisih kedua nilai
Contoh: tersebut adalah Rp220.
Misalkan kurs spot dari euro adalah
Rp12.490 dan kurs forward yang jatuh Kurs forward < kurs spot,
tempo 30 hari adalah Rp12.270. Maka diekspektasikan rupiah akan
menguat terhadap euro dalam 30
hari kedepan.
Dengan melakukan kontrak
forward atau kontrak searah,
perusahaan Indonesia tidak
hanya memperoleh kesempatan Kurs spot pada 30 hari kemudian bisa
untuk menerima nilai tukar yang lebih besar atau lebih kecil dibanding
lebih baik, tetapi juga kurs forward
menghindari kemungkinan
terjadinya rugi akibat nilai tukar
Transaksi Mata Uang Asing

• Aktivitas ekonomi Pada tanggal laporan posisi keuangan, saldo akun yang
yang dinyatakan dinyatakan dalam mata uang selain mata uang
dalam mata uang pelaporan dari suatu entitas harus disesuaikan untuk
selain dari mata mencerminkan perubahan kurs selama periode
uang pencatatan tersebut sejak tanggal laporan posisi keuangan terkahir
suatu entitas atau sejak tanggal transaksi mata uang asing jika
meliputi transaksi tersebut terjadi pada periode yang
bersangkutan.
• Pembelian atau penjualan barang/jasa (impor/ekspor) dimana harganya dinyatakan
dalam mata uang asing.
• Utang atau piutang pinjaman dalam mata uang asing.
• Pembelian atau penjualan forward exchange contract.
• Pembelian atau penjualan unit mata uang asing.
Penyesuaian mata uang
Penyesuaian dalam nilai setara
ini menyatakan kembali
dolar AS ini merupakan keuntungan
akun mata uang asing
atau kerugian transaksi mata uang
dalam nilai setara dolar
asing untuk entitas tersebut pada
AS ada tanggal laporan
saat kurs berubah
posisi keuangan

CONTOH
Perusahaan Indonesia memperoleh €5.000 dari bank pada tanggal 1 Januari 20X1, untuk
digunakan dalam pembelian barang dimasa depan suatu perusahaan Jerman. Kurs langsung
sebesar Rp14.200= €1; sehingga perusahaan membayar bank sebesar Rp71.000.000 untuk
€5.000 dengan penghitungan sebagai berikut:
Nilai setara rupiah = unit mata uang asing x Jurnal untuk mencatat pertukaran mata uang tersebut.
kurs langsung 1 Januari 20X1
Rp71.000.000 = €5.000 x Rp14.200 Unit Mata Uang Asing (€) 71.000.000
Kas 71.000.000
Pada tanggal 1 Juli 20X1, kurs sebesar Rp14.100 menjadi setara dengan €1.
• Kurs langsung mengalami penurunan, yang mencerminkan bahwa rupiah
menguat. Pada tanggal 1 Juli, semakin sedikit mata uang rupiah yang
diperlukan untuk memperoleh 1 euro dibandingkan pada tanggal 1
Januari. Jika rupiah menguat, maka euro melemah, maka selama euro
melemah terhadap rupiah tersebut perusahaan mengalami kerugian
transaksi mata uang asing sebagai berikut:
Nilai rupiah setara dengan €5.000 pada tanggal 1
Januari:
€5.000 x Rp14.200 71.000.000
Nilai rupiah setara dengan €5.000 pada tanggal 1 Juli:
€5.000 x Rp14.100 70.500.000
Kerugian transaksi mata uang asing 500.000
1 Juli 20X1
JURNAL Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 500.000
Unit Mata Uang Asing 500.000
Akuntansi yang Tanggal transaksi
diharuskan untuk
transaksi impor Tanggal laporan posisi keuangan
atau ekspor dalam
amta uang asing
secara kredit Tanggal penyelesaian

PSAK menetapkan suatu aturan umum bahwa


keuntungan atau kerugian dari revaluasi aset
atau liabilitas dalam mata uang asing harus
diakui pada saat periode berjalan dalam
laporan laba rugi, pada periode dimana kurs
tersebut berubah.
Ilustrasi Transaksi Pembelian dari Luar Negeri
• Contoh berikut ini mengilustrasikan ayat jurnal yang digunakan
untuk mengukur dan mencatat pembelian barang dari pemasok
luar negeri, baik dalam mata uang lokal maupun dalam mata uang
asing. Sisi kiri menunjukkan transaksi dilakukan dalam rupiah (mata
uang yang digunakan dalam pencatatan dan pelaporan perusahaan.
Sisi kanan adalah transaksi yang dinyatakan dalam Yen Jepang (¥)

• Perusahaan Indonesia akan mengalami keuntungan atau kerugian


mata uang asing hanya jika transaksi tersebut dinyatakan dalam
mata uang asing. Jika transaksi dinyatakan dalam rupiah, maka tidak
ada perlakuan akuntansi khusus ataupun penyesuaian kurs yang
diperlukan.
Informasi untuk kasus tersebut:
• Pada tanggal 1 Oktober 20X1, PT Induk, perusahaan Indonesia,
memperoleh barang secara kredit dari Tokyo Industries, perusahaan
Jepang, sebesar Rp160.000.000 atau ¥ 2.000.000.
• PT Induk menyusun laporan keuangan pada akhir tahun per 31 Desember
20X1/
• Penyelesaian utang dilakukan pada tanggal 1 April 20X2
Tanggal Kurs Langsung

1 Oktober 20X1 (tanggal transaksi) Rp80


31 Desember 20X1 (tanggal laporan posisi keuangan) Rp90
1 April 20X2 (tanggal penyelesaian) Rp86
Perbandingan Ayat Jurnal Pada Perusahaan Indonesia untuk Transaksi
Pembelian dari Luar Negeri dalam Rupiah dengan Unit Mata Uang Asing
Perbandingan Ayat Jurnal Pada Perusahaan Indonesia untuk Transaksi
Pembelian dari Luar Negeri dalam Rupiah dengan Unit Mata Uang Asing
Mengelola Risiko Mata Uang Internasional dengan Instrumen
Keuangan Kurs Forward Mata Uang Asing
Perusahaan memiliki risiko dalam bisnis yang
melibatkan mata uang asing

Perusahaan menggunakan instrumen PSAK 50


derivatif dalam mengelola risiko tersebut PSAK 55

Kontrak nilai
tukar/kurs forward
Futures mata uang
yang dodenominasi Opsi mata uang asing
asing
dalam mata
uang/valuta asing
Membebankan pada satu entitas atas kewajiban
kontraktual untuk menyerahkan uang tunai atau
instrumen lain
Instrumen
Keuangan Menyampaikan kepada entitas kedua atas hak
kontraktual untuk menerima uang tunai atau
instrumen keuangan lain

Instrumen keuangan atau kontrak lainnya yang


nilainya berasal dari beberapa item lain yang
memiliki nilai variabel dari waktu ke waktu
Derivatif
Contoh derivatif adalah forward exchange contract
mata uang/valas yang nilainya diturunkan dari
perubahan kurs mata uang asing selama masa
kontrak
• Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel
yang telah ditentukan, antara lain: suku bunga, harga
instrumen keuangan, harga komoditas, kurs, indeks harga
atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks
kredit, atau variabel lain. Untuk variabel nonkeuangan,
Derivatif variabel tersebut tidak spesifik dengan pihak-pihak dalam
kontrak;
• Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan
investasi awal neto dalam jumlah yang lebih kecil
dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan untuk
kontrak serupa lain yang diperkirakan akan menghasilkan
dampak yang serupa sebagai akibat perubahan faktor
pasar; dan
• Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.
Karakteristik Derivatif
• Instrumen yang mengandung satu atau lebih variabel pokok yang mendasari
(variabel keuangan atau variabel fisik yang mempunyai erubahan yang dapat
dipantau atau yang dapat diverifikasi secara objektif) dan satu atau lebih jumlah
nosional (banyaknya unit mata uang, saham, ukuran kapasitas, berat, atau unit lain
yang ditetapkan dalam instrumen keuangan.
• Instrumen keuangan atau kontrak lain tidak memerlukan investasi neto awal atau
jika pun ada, maka investasi neto awal tersebut lebih kecil daripada yang
diperlukan untuk jenis kontrak yang diharapkan mempunyai tanggapan yang
serupa pada perubahan faktor pasar.
• Persyaratan kontrak: (a) memerlukan atau mengizinkan penyelesaian neto (b)
menyediakan penyerahan aset yang menempatkan penerima dalam posisi
ekonomi yang secara substansial tidak berbeda dengan penyelesaian neto, atau (c)
memungkinkan untuk kontrak yang akan siap untuk diselesaikan neto oleh pasar
atau mekanisme lain di luar kontrak.
Derivatif yang Ditetapkan sebagai Tujuan Lindung Nilai
Lindung Nilai atas Lindung Nilai Lindung Nilai dari Investasi
Nilai Wajar Arus Kas neto dalam operasi luar
PSAK 55
negeri
• Memberikan persyaratan khusus untuk mengklasifikasikan
derivatif untuk tujuan lindung nilai
• Akuntansi lindung nilai dapat saling hapus laba (rugi) dari item
yang dilindung nilai dengan kerugian atau keuntungan pada
instrumen lindung nilai

• Risiko kurs mata uang asing dimana kurs mata uang berubah
dari waktu ke waktu
Tujuan
• Risiko tingkat bunga, khususnya bagi perusahaan yang
mempunyai instrumen utang kurs variabel, dan
• Risiko komoditas yang mempunyai harga komoditas berjangka
yang mungkin dapat berbeda dari harga spot
Forward Exchange
Contract

Digunakan dengan pedagang


Diperoleh dari broker mata uang
perantara/broker mata uang asing
asing. Biasanya kontrak ini ditulis
untuk menukarkan berbagai mata
untuk salah satu mata uang
uang pada kurs dan tanggal
internasional utama.
tertentu di masa akan datang.

Kontrak ini tersedia untuk hampir Dapat berupa perolehan mata uang
setiap periode waktu sampai asing atau penyerahan mata uang
dengan 12 bulan kedepan, tetapi asing pada tanggal tertentu dimasa
kebanyakan untuk periode waktu akan datang atau yang disebut
yang relatif singkat (30-180 hari) sebagai tanggal kadaluwarsa/
Forward Exchange
Jika kurs forward > kurs spot, maka selisih antara
Contract keduakurs ini disebut premi atas forward exchange
contract (mata uang asing dijual pada harga yang lebih
tinggi dibandingkan dengan pasar forward
Untuk transaksi lindung nilai:
Jika kurs forward < kurs spot, maka selisih antara
kedua kurs ini disebut diskon atas forward exchange
contract (mata uang asing dijual pada harga yang lebih
rendah dibandingkan dengan pasar forward

Menetapkan aturan dasar untuk akuntansi atas forward


exchange contract.
Perubahan nilai wajar harus diakui tetapi akuntansi khusus
PSAK 55
untuk perubahan tersebut bergantung pada tujuan dari
lindung nilai.
Untuk forward contract aturan dasarnya adalah
menggunakan kurs forward untuk menilai kontrak forward
Ilustrasi akuntansi untuk 4 penggunaan utama
forward exchange contract
1. Mengelola Posisi Aset atau Liabilitas Neto yang Terkena
Eksposur Mata Uang Asing: Bukan Instrumen Lindung Nilai
yang Ditetapkan.
2. Lindung Nilai Komitmen Pasti Mata Uang Asing yang
Belum Diakui: Lindung Nilai atas Nilai Wajar Mata Uang
Asing.
3. Lindung Nilai Transaksi Mata Uang Asing yang
Diperkirakan: Lindung Nilai Atas Arus Kas Mata Uang
Asing.
4. Spekulasi di Pasar Mata Uang Asing
Kasus 1: Mengelola Posisi Aset atau Liabilitas Neto yang Terkena Eksposur
Mata Uang Asing: Bukan Instrumen Lindung Nilai yang Ditetapkan

• Kasus ini menyajikan penggunaan paling umum dari kontrak forward mata
uang asing yang digunakan untuk mengelola bagian dari eksposur mata
uang asing dari utang usaha atau piutang usaha yang didenominasi dalam
mata uang asing. Perhatikan bahwa perusahaan telah menandatangani
kontrak forward mata uang asing, tetapi kontrak tersebut tidak memenuhi
syarat atau perusahaan tidak menetapkan kontrak forward sebagai
instrumen lindung nilai. Oleh karenanya, kontrak forward tersebut bukan
ditujukan sebagai lindung nilai, tetapi dapat saling hapus sebagian besar.
Nilai Waktu (Time Value) dari Arus Kas Masa
Mendatang dari Kontrak Forward
• PSAK 55 membutuhkan pengakuan faktor bunga jika
bunga yang dikenakan signifikan. Oleh karena itu,
ketiga bunga signifikan, perusahaan harus
menggunakan nilai sekarang dari arus kas masa
mendatang yang diperkirakan untuk menilai kontrak
forward.
• Dengan menggunakan nilai sekarang, maka perusahaan
secara eksplisit mengakui nilai waktu dari uang.
Ilustrasi Mengelola Posisi Liabilitas Neto yang Terkena Eksposur
1. Pada tanggal 1 Oktober 20X1, PT Induk membeli barang secara kredit
dari Tokyo Industries dengan nilai 2.000.000 yen.
2. Transaksi tersebut didenominasi dalam yen, dan PT Induk saling
menghapuskan liabilitas dalam mata uang asing yang terkena eksposur
dengan forward exchange contract untuk menerima sebesar 2.000.000
yen dari broker valuta asing.
3. Jangka waktu forward exchange contract sama dengan periode kredit
selama 6 bulan yang diberikan oleh Tokyo Industries.
4. Tanggal akhir tahun PT Induk adalah 31 Desember, sementara utang
akan diselesaikan pada tanggal 1 April 20X2.
Nilai Setara Rupiah dari 1 Yen
Tanggal
Kurs Spot Kurs Forward
1 Okt 20X1 (tgl. Transaksi) Rp80 Rp86 (180 hari)
31 Des 20X1 (tgl. LPK) Rp90 Rp87 (90 hari)
1 April 20X2 (tgl. Penyelesaian) Rp86
• Ayat jurnal berikut adalah ayat jurnal untuk mencatat kejadian-kejadian pada
ilustrasi tersebut.
1 Oktober 20X1
(5) Persediaan 160.000.000
Utang Usaha 160.000.000
Membeli persedian secara kredit: Rp160.000.000= ¥2.000.000 x Rp80 kurs spot 1
Okt 20X1

(6) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 170.000.000


Utang Rupiah ke Broker (Rp) 170.000.000
• Ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 20X1, akhir tahun fiskal PT
Induk:
(7) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 4.000.000
Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing 4.000.000
Menyesuaikan piutang yang didenominasi dalam yen menjad nilai setara rupiah kini dengan
menggunakan kurs forward sesusai psak 55
Rp174.000.000 = ¥2.000.000 x Rp87 kurs forward 90 hari pada tanggal 31 Des.
-Rp170.000.000 = ¥2.000.000 x Rp85 kurs forward 180 hari pada tanggal 1 Okt.
Rp 4.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp87-Rp85)

(8) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 20.000.000


Utang Usaha (¥) 20.000.000
Menyesuaikan mata uang yang didenominasi dalam yen menjadi nilai setara rupiah kini dengan
menggunakan kurs spot, sesuai dengan PSAK 10:
Rp180.000.000 = ¥2.000.000 x Rp90 kurs spot pada tanggal 31 Des
-Rp160.000.000 = ¥2.000.000 x Rp80 kurs spot pada tangga 1 Okt
Rp 20.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp90-Rp80)
Nilai Setara Rupiah dari akun yang didenominasi dalam mata uang asing pada
tanggal 1 Oktober 20X1 dan 31 Desember 20X1 adalah sebagai berikut.
Nilai Setara Rupiah dari Akun yang Didenominasi
dalam Mata Uang Asing
Keuntungan
1 Okt 20X1
31 Des 20X1 (Kerugian)
Akun (Tanggal
(Tanggal LPK) Transaksi Mata
Transaksi)
Uang asing
Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 170.000.000 (a) 174.000.000 (b) 4.000.000
Utang Usaha (¥) 160.000.000 (c) 180.000.000 (d) (20.000.000)

(a) ¥2.000.000 x Rp85 kurs forward 180 hari pada tanggal 1 Okt
(b) ¥2.000.000 x Rp87 kurs forward 90 hari pada tanggal 31 Des
(c) ¥2.000.000 x Rp80 kurs spot pada tanggal 1 Okt
(d) ¥2.000.000 x Rp90 kurs spot pada tanggal 31 Des
Ayat Jurnal yang diperlukan pada tangga 1 April 20X2 tanggal
penyelesaian, adalah sebagai berikut.
(9) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 2.000.000
Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 2.000.000
Menyesuaikan piutang ke kurs spot pada tanggal penyelesaian:
Rp172.000.000 = ¥2.000.000 x Rp86 kurs spot pada tanggal 1 Apr 20X2
-Rp174.000.000 = ¥2.000.000 x Rp87 kurs forward 90 hari pada tanggal 31 Des 20X1
Rp 2.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp87-Rp86)

(10)Utang Usaha (¥) 8.000.000


Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing 8.000.000
Menyesuaikan utang yang didenominasi dalam yen ke kurs spot pada tanggal penyelesaian:
¥2.000.000 x (Rp86-Rp90)
• Ayat Jurnal yang diperlukan pada tangga 1 April 20X2 tanggal penyelesaian, adalah
sebagai berikut.
(11) Utang Rupiah ke Broker 170.000.000
Kas 170.000.000
Menyerahkan rupiah ke broker sebagaimana ditentukan dalam kontrak forward

(12) Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000


Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 172.000.000
Menerima ¥2.000.000 dari broker; dinilai pada kurs spot tanggal 1 April;
Rp172.000.000 = ¥2.000.000 x Rp86

(13) Utang Usaha (¥) 172.000.000


Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Membayar ¥2.000.000 ke Tokyo Industries. Inc. untuk penyelesian liabilitas yang
didenominasi.
Akun T untuk Ilustrasi Manajemen Liabilitas Neto yang Terkena Eksposur
Nilai Setara Rupiah dari Akun yang Didenominasi dalam Mata
Uang Asing Pada Tanggal 31 Desember 20X1 dan 1 April 20X2
Pelaporan Formal Laporan Posisi Keuangan atas Jumlah Neto
Forward Exchange Contract
• Laporan Posisi Keuangan per 1 Okt 20X1, setelah pencatatan ayat jurnal (5) dan (6)

Aset Liabilitas
Persediaan 160.000.000 Utang Usaha (¥) 160.000.000
• Laporan Posisi Keuangan per 31 Des 20X1, setelah pencatatan ayat jurnal (7) dan
(8)

Aset Liabilitas
Forward Exchange Contract Utang Usaha (¥) 180.000.000
(pada nilai wajar neto) 4.000.000 Saldo Laba (16.000.000)
(untuk kerugian selisih kurs neto)
Pelaporan Formal Laporan Posisi Keuangan atas Jumlah Neto
Forward Exchange Contract
• Laporan Posisi Keuangan per 1 Apr 20X2, setelah pencatatan ayat jurnal (10),
sebelum penyelesiaian Forward Exchange Contract dan utang usaha adalah
sebagai berikut.
Aset Liabilitas
Forward Exchange Contract Utang Usaha (¥) 172.000.000
(pada nilai wajar neto) 2.000.000 Saldo Laba (10.000.000)
(untuk kerugian selisih kurs neto)
• Forward Exchange Contract kemudian diselesaikan dengan membayar kepada
broker sebesar Rp170.000.000 dalam rupiah sebagaimana yang tercantum dalam
Forward Exchange Contract, dan menerima ¥2.000.000 yang saat ini dinilai
Rp172.000.000 dan menutup Forward Exchange Contract neto dengan perbedaan
sebesar 2.000.0000
Kasus 2: Lindung Nilai Komitmen Pasti Mata Uang Asing yang Belum Diakui:
Lindung Nilai atas Nilai Wajar Mata Uang Asing.

• PSAK 55 menetapkan persyaratan akuntansi untuk penggunaan forward exchange


contract atas lindung nilai komitmen pasti mata uang asing yang belum diakui.
• PSAK 55 menjelaskan bahwa lindung nilai dari risiko mata uang asing atas komitmen
dapat diperlakukan sebagai lindung nilai atas arus kas maupun lindung nilai atas nilai
wajar
• PSAK 55 memberikan panduan untuk manajemen perusahaan untuk memilih dasar
yang digunakan untuk pengukuran efektivitas lindung nilai. Manajemen dapat meilih
kurs forward, kurs spot, atau nilai intrinsik untuk mengukur efektivitas.
Kasus 2: Lindung Nilai Komitmen Pasti Mata Uang Asing yang Belum Diakui:
Lindung Nilai atas Nilai Wajar Mata Uang Asing.
Untuk tujuan ilustrasi, transaksi impor antara PT Induk dan Tokyo Industries akan ditambah dengan
informasi berikut
1. Pada tanggal 1 Agustus 20X1, PT Induk menandatangani kontrak dengan Tokyo Industries untuk
membeli barang pesanan khusus. Pembuatan dan pengiriman barang tersebut akan memerlukan
waktu 60 hari (tanggal 1 Oktober 20X1). Harga kontrak adalah 2.000.000 yen,
2. yang akan dibayar pada tanggal 1April 20X2, yaitu 180 hari setelah pengiriman barang.
3. Pada tanggal 1 AgusNs 20X1, PT Induk melakukan lindung nilai atas komitmen utang mata uang
asing dengan forward exchange contract untuk menerima 2.000.000 yen dalam waktu 240 hari
(60 hari sampai pengiriman ditambah 180 hari periode kredit). Kurs di masa mendatang untuk
kontrakJorwa rd 240 hari adalah Rp81 untuk 1yen. Tujuan forward exchange contract 240 hari ini
ada dua. Pertama, untuk 60 hari dari tanggal 1 Agustus 20X1 sampai 1 Oktober 20X1, forward
exchange contract adalah untuk lindung nilai komitmen mata uang asing yang dapat
diidentifikasi. Untuk periode 180 hari dari tanggal 1 Oktober 20X1 sampai 1 Apr8 20X2, forward
exchange contract adalah untuk lindung nilai posisi liabilitas neto yang terkena eksposur dalam
mata uang asing.
• Kurs yang relevan untuk contoh ini adalah sebagai berikut.
Nilai Setara Rupiah dari 1 Yen
Tanggal
Kurs Spot Kurs Forward
1 Agustus 20X1 Rp75 Rp83 (240 hari)
1 Oktober 20X1 Rp80 Rp85 (180 hari)
• Pada saat perusahaan masuk dalam forward exchange contract, kontrak tersebut
belum mempunyai nilai wajar neto karena piutang mata uang asing sebesar
Rp166.000.000 sama dengan utang rupiah berdasarkan kontrak.
• Diasumsikan bahwa bunga tidak signifikan dan efektivitas lindung nilai diukur
dengan menggunakan refrensi perubahan kurs forward
1 Agustus 20X1
(14) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 166.000.000
Utang Rupiah ke Broker (Rp) 166.000.000
Menandatangani forward exchange contract untuk menerima ¥2.000.000 dalam 240
hari
Pada tanggal 1 Oktober 20X1, forward exchange contract dinilai kembali dengan nilai
wajarnya berdasarkan PSAK 55. Utang usaha dalam yen dicatat pada saaat persediaan
diterima.
1 Oktober 20X1
(15) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 4.000.000
Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing 4.000.000
Menyesuaikan kontrak forward ke nilai wajarnya, menggunakan kurs forward pada
tanggal tersebut dan mengakui keuntungan
(16) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 4.000.000
Komitmen Pasti 4.000.000

Ayat jurnal berikut ini mencatat penerimaan persediaan dan pengakuan utang usaha dalam yen.
(17) Persediaan 156.000.000
Komitmen Pasti 4.000.000
Utang Usaha (¥) 160.000.000
Mencatat utang usaha dengan kurs spot dan mencatat pembelian persediaan
Kasus 3. Lindung Nilai Transaksi Mata Uang Asing yang
Diperkirakan: Lindung Nilai Atas Arus Kas Mata Uang Asing.
• Transaksi yang diperkirakan adalah transaksi yang diantisipasi, tetapi tidak dijamin.
• Transaksi yang diperkirakan sebenarnya dapat terjadi seperti transaksi yang
diantisipasi tetapi lindung nilai transaksi yang diperkirakan diperlakukan sebagai
lindung nilai arus kas dengan bagian efektif erubahan nilai wajar pada instrumen
lindung nilai yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
• Kasus:
Pembelian persediaan diperkirakan bulan Agustus, tetapi tidak ada perjanjian yang
mengikat untuk pembelian tersebut. PT Induk memasuki forward exchange
contract 240 hari sebagai lindung nilai yang ditetapkan terhadap arus kas masa
depan dari transaksi yang diperkirakan termasuk utang usaha yang didenominasi
dalam mata uang asing hasil dari pembelian.
Ayat jurnal kasus 3, dengan asumsi lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung atas
nilai wajar pada saat transaksi terjadi dan perseiaan tersebut dibeli.
Ayat jurnal kasus 3, dengan asumsi lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung atas
nilai wajar pada saat transaksi terjadi dan perseiaan tersebut dibeli.
Ayat jurnal kasus 3, dengan asumsi lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung nilai
arus kas dan tetap menjadi seperti itu antara awal bulan Agustus dan penyelesaian
akhir di bulan April.
Kasus 4: Spekulasi di Pasar Mata Uang Asing
Sebuah entitas dapat memutuskan untuk berspekulasi dalam mata uang asing sebagaimana
dapat dilakukan pada komoditas lain. Sebagai contoh, perusahaan Indonesia menduga
bahwa rupiah akan menguat terhadap euro, yaitu kurs langsung akan menurun. Dalam kasus
ini, perusahaan Indonesia dapat berspekulasi dengan kontrak masa depan dengan menjual
euro untuk penyerahan dimasa depan, dengan harapan dapat membeli euro dengan harga
lebih rendah pada saat penyerahaan.

Substansi ekonomi dari spekulasi mata uang asing adalah untuk memberikan risiko mata
uang asing kepada investor, dengan mana investor berharap dapat memperoleh laba. Kurs
untuk penilaian akun terkait dengan kontrak mata uang asing spekulatif adalah kurs masa
depan selama jangka waktu kontrak. Keuntungan atau kerugian dari kontrak masa depan
spekulatif dihitung dengan menentukan perbedaan antara kurs masa depan pada tanggal
kontrak (atau tanggal penilaian sebelumnya) dengan kurs masa depan yang tersedia selama
jangka waktu kontrak. Kurs masa depan digunakan untuk menilai kontrak masa depan.
Ilustrasi Spekulasi dengan Kontrak Masa Depan
Contoh berikut mengilustrasikan akuntansi untuk perusahaan Indonesia yang melakukan
kontrak masa depan spekulatif dalam Euro (€), suatu mata uang dimana perusahaan tidak
mempunyai piutang, utang, atau komitmen.
1. Pada tanggal 1 Oktober 20X1, PT Induk melakukan kontrak masa depan 180 hari untuk
menyerahkan €4.000 pada kurs masa depan Rp. 14.740 = €1, saat kurs tunai adalah Rp.
14.730 = € 1. Oleh karenanya, kontrak masa depan akan menyerahkan €4.000 dan
menerima Rp.58.960.000 (€4.000 x Rp. 14.740)
2. Pada tanggal 31 Desember 20X1 – Tanggal neraca- kurs masa depan untuk kontrak
masa depan 90 hari adalah Rp. 14.780 = €1, kurs tunai untuk franc adalah Rp. 14750 =
€1
3. Pada tanggal 1 April 20X2, perusahaan membeli €4.000 dipasar dan menyerahkan franc
ke broker, menerima harga kontrak masa depan yang disetujui Rp. 58.960.000. Pada
tanggal tersebut, kurs tunai Rp. 14.770 = €1.
Ikhtisar kurs langsung untuk ilustrasi ini adalah sebagai berikut.
Nilai Setara Rupiah dari 1 Franc
Tanggal Kurs Tunai Kurs Masa Depan
1 Oktober 20X1 Rp 14.730 Rp14.740 (180hari)
31 Desember 20X1 14.780 (90hari)
14.750
1 April 20X2
14.770

Garis waktu untuk transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

1/10/X1 31/12/X1 1/4/X2

Tanggal Neraca Menyerahkan franc Swiss


Menandatangani kontrak
dan menerima dolar untuk
pertukaran masa depan
penyelesaian kontrak masa
spekulatif 240 hari
depan
Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut.
1 Oktober 20X1
(18) Piutang rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000
Utang Mata Uang Asing ke Broker (€) 58.960.000
Melakukan Kontrak pertukaran mata uang asing spekulatif :
Rp58.960.000 = € 4.000 x Rp14.740 kurs masa depan 180 hari

31 Desember 20X1
(19) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 160.000
Utang Mata Uang Asing ke Broker (€) 160.000
Mengakui kerugian spekulatif atas kontrak masa depan untuk
Perbedaan antara kurs masa depan 180hari awal dan kurs
Masa depan selama jangka waktu kontrak 90 hari :
Rp160.000 = € 4.000 x (Rp14.780 – Rp14.740).
1 April 20X2
(20) Utang Mata Uang Asing ke Broker (€) 40.000
Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing 40.000
Menilai kembali utang mata uang asing ke kurs tunai pada
Akhir jangka waktu kontrak :
Rp40.000 = € 4.000 x (14.780 – 14.770).
(21) Unit Mata Uang Asing ke Broker (€) 59.080.000
Kas
59.080.000
Membeli unit mata uang asing (€) dari pasar pada saat kurs
Tunai adalah Rp14.770 = €1.
Rp59.080.000 = € 4.000 x Rp14.770 kurs tunai
(22) Utang Mata Uang Asing ke Broker (€) 59.080.000
Unit Mata Uang Asing (€)
59.080.000
Menyerahkan unit mata uang asing ke broker dalam pelunasaan
Kontrak masa depan :
Rp59.080.000 = €4.000 x Rp14.770 kurs tunai.
(23) Kas 58.960.000
Piutang Rupiah dari Broker (Rp)
58.960.000
Menerima rupiah dari broker sesuai kontrak.
Pembahasan Penting dari Ilustrasi
Ayat jurnal 1 Oktober mencatat utang kontrak masa depan ke broker sebesar 4.000 euro.
Utang tersebut didenominasi dalam mata uang asing tetapi harus ditranslasi ke rupiah yang
merupakan mata uang pelaporan PT induk. Untuk kontrak spekulatif, akun kontrak masa
depan dinilai sebesar nilai wajarnya menggunakan kurs masa depan selama sisa jangka waktu
kontrak.
Ayat jurnal 31 Desember menyesuaikan utang yang didenominasi dalam mata uang asing ke
saldo yang seharusnya pada tanggal neraca. Utang, Utang Mata Uang Asing ke Broker,
disesuaikan untuk mencerminkan peningkatan kurs masa depan dari tanggal 1 Oktober.
Kerugian transaksi mata uang asing dilaporkan dalam laporan laba rugi, umumnya
dimasukkan dalam bagian “Pendapatan (Kerugian) Lain-lain”
Ayat jurnal (20), ayat jurnal pertama pada tanggal 1 April, menilai kembali utang mata uang
asing menjadi nilai setara rupiah menggunakan kurs tunai dan mengakui keuntungan
spekulatif. Ayat jurnal (21) menunjukkan perolehan 4.000 euro dari pasar pada kurs tunai Rp.
14.770 = €1. Euro ini akan digunakan untuk menyelesaikan utang mata uang asing ke pasar
broker. Dua ayat jurnal berikutnya pada tanggal tersebut . (22) dan (23), mengakui
penyelesaian kontrak masa depan dengan penyerahan 4.000 euro ke broker dan menerima Rp.
58.960.000 yang sesuai dengan perjanjian pada saat kontrak ditandatangani pada tanggal 1
Oktober 20X1. Keuntungan traksasi mata uang asing sebesar Rp. 40.000 adalah perbedaan
antara nilai kontrak pertukaran mata uang asing pada tanggal 31 Desember menggunakan kurs
masa depan dan nilai mata uang asing pada tanggal 1 April menggunakan kurs tunai.
Ingat bahwa perusahaan telah melakukan spekulasi dan mengalami kerugian karena rupiah
melemah terhadap euro. Kerugian neto dari kontrak masa depan spekulatif adalah Rp
120.000, yang merupakan perbedaan antara kerugian sebesar Rp. 160.000 yang diakui di
tahun 20X1 dan keuntungan sebesar Rp. 40.000 yang diakui ditahun 20X2.
Walaupun contoh ini menunjukkan penyerahan unit mata uang asing dengan menggunakan
kontrak masa depan, sebuah perusahaan juga dapat melakukan perjanjian untuk menerima
unit mata uang asing. Dalam kasus ini, ayat jurnal 1 Oktober menjadi sebagai berikut.
1 Oktober
20X1
Piutang Rupiah dari Broker (Rp) Rp. 58.960.000
Utang Mata Rupiah ke Broker (Rp) Rp. 58.960.000
Melakukan kontrak pertukaran mata uang asing spekulatif: Rp. 58.960.000 = €4.000 x Rp.
14.740
Matriks Mata Uang Asing Perubahan Kurs Langsung
Peningkatan Kurs (Rupiah Penurunan Kurs (Rupiah
Hubungan antara perubahan dalam kurs melemah) menguat)
dan keuntungan dan kerugian yang Transaksi atau Akun Didenominasi
timbul diikhtisarkan dalam tampilan 11- dalam Unit Mata Uang Asing
8. Sebagai contoh, jika perusahaan Posisi aset moneter neto,
mempunyai piutang usaha yang sebagai contoh:

didenominasi dalam mata uang asing,


(1) Unit Mata Uang Asing
maka posisi aset moneter neto (2) Piutang Usaha Keuntungan Kerugian
mengakibatkan pengakuan keuntungan (3) Piutang Mata Uang
jika kurs langsung meningkat, dan Asing dari Broker Selisih Kurs Selisih Kurs
pengakuan kerugian jika kurs langsung
menurun. Jika perusahaan Posisi kewajiban moneter neto,
sebagai contoh:
menghapuskan aset yang didenominasi
(1) Utang Usaha Kerugian Keuntungan
dalam mata uang asing dengan
(2) Utang Obligasi Selisih Kurs Selisih Kurs
kewajiban yang juga didenominasi (3) Utang Mata Uang Asing
dalam mata uang asing, maka dari Broker
perusahaan telah melindungi dirinya
dari setiap perubahan dalam kurs karena
setiap keuntungan dihapuskan dengan
jumlah kerugian yang sama.
PEMBAHASAN TAMBAHAN
Catatan untuk Pengukuran Efektivitas Lindung Nilai
PSAK 55 menyatakan bahwa, pada setiap awal transaksi lindung nilai, perusahaan harus mendefinisikan
metode yang akan digunakan untuk mengukur efektivitas lindung nilai. Efekivitas berarti akan terdapat
penghapusan. Dalam kisaran 80% sampai 125% dari perubahan nilai wajar arus kas dan perubahan nilai
wajar risiko dilindung nilai. Efektivitas harus dinilai paling tidak setiap tiga bulan dan pada saat
perusahaan melaporkan keuangan atau laba. Perusahaan dapat memutuskan untuk memilih dari beberapa
pengukuran yang berbeda untuk menilai efektivitas lindung nilai. Contoh sampai saat ini dalam bab ini
menggunakan perubahan dalam kurs masa depan, tetapi perusahaan dapat menggunakan perubahan
dalam kurs tunai atau perubahan dalam nilai intrinsik. Nilai Intrinsik dari derivative adalah nilai yang
terkait dengan nilai yang dialokasikan ke kesempatan untuk memilih derivatif terbuka bagi periode
tertentu. Nilai waktu akan berkurang selama jangka waktu derivatif dan menjadi nol pada tanggal jatuh
tempo derivatif. Jika perusahaan menggunakan kurs tunai untuk mengukur efektivitas lindung nilai,
maka setiap perbedaan antara kurs tunai dan kurs masa depan tidak dimasukkan dalam penilaian
efektivitas lindung nilai, melainkan dimasukkan dalam laba.
Alokasi Pajak Antarperiode atas
Keuntungan (Kerugian) Mata Uang Asing
Perbedaan temporer dalam pengakuan
keuntungan atau kerugian mata uang asing
antara akuntansi pajak dan akuntansi GAAP
mengharuskan alokasi pajak antarperiode.
Umumnya, metode akuntansi untuk pengakuan
pengaruh perubahan kurs dalam periode
terjadinya perubahan berbeda dengan
pengakuan keuntungan untuk tujuan pajak pada
periode terjadinya konversi dari akun yang
didenominasi dalam mata uang asing.
Perbedaan temporer diakui sesuai PSAK 46
“Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan.”
Lindung Nilai Investasi Neto di Entitas Asing
Dalam pembahasan awal penggunaan kontrak masa depan sebagai instrument lindung nilai,
risiko mata uang asing dari transaksi yang didenominasi dalam mata uang asing dapat
dihapuskan. Konsep yang sama berlaku untuk perusahaan Indonesia yang menganggap
investasi neto di entitas asing sebagai komitmen jangka panjang yang menyebabkan
perusahaan terkena eksposur risiko mata uang asing. Sejumlah alat bantu manajemen neraca
tersedia bagi perusahaan Indonesia untuk melindungi nilai investasi neto pada entitas asing.
Manajemen dapat menggunakan kontrak pertukaran mata uang asing, komitmen mata uang
asing lainnya, atau beberapa perjanjian pendanaan antarperusahaan tertentu, termasuk
transaksi antar perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan induk Indonesia dapat meminjam
10.000 poundsterling untuk melindungi nilai terhadap posisi aset neto yang terkena eksposur
setara dari anak perusahaan Inggris. Setiap fluktuasi kurs antara poundsterling dan rupiah
akan dihapuskan oleh investasi pada anak perusahaan Inggris dan juga utang pinjaman.
PSAK 55 menyatakan bahwa instrumen
keuangan derivatif yang ditunjukan sebagai
lindung nilai atas investasi neto dalam operasi
asing yang terkena eksposur risiko mata uang
asing. Maka setiap bagian dari perubahan nilai
wajar yang setara dengan keuntungan atau
kerugian transaksi mata uang asing akan
dilaporkan dalam pendapatan komprehensif
lainnya. Bagian dari pendapatan komprehensif
lainnya tersebut yang ditimbulkan dari lindung
nilai investasi neto dioperasi asing akan
menjadi bagian dari penyesuaian translasi
kumulatif dalam pendapatan komprehensif
kumulatif lainnya.
11A Ilustrasi Penilaian Kontrak Masa Depan Dengan Pengakuan Nilai
Waktu dari Uang
Ilustrasi ini menggunakan contoh lindung nilai dari komitmen mata uang asing yang dapat
diidentifikasikan dan belum diakui yang digunakan sebelumnya untuk mengiustrasikan nilai
sekarang dari kontrak masa depan dan lindung nilai.
1. Pada Tanggal 1 Agustus 20X1, PT Induk membuat kontrak dengan Tokyo Industries untuk
membeli barang yang dipesan khusus. Pembuatan dan pengiriman barang tersebut
akan memerlukan waktu 60 hari (tanggal 1 Oktober 20X1). Harga kontrak adalah
2.000.000 yen, yang akan dibayar pada tanggal 1 april 20X2, yaitu 180 hari setelah
pengiriman barang.
2. Pada tanggal 1 Agustus 20X1, PT Induk melakukan lindung nilai atas komitmen mata
uang asing dengan kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam 240
hari (60 hari sampai pengiriman ditambah 180 hari periode kredit). Kurs masa depan
untuk kontrak masa depan 240 hari adalah Rp83 untuk 1 yen. Tujuan kontrak masa
depan 240 hari ini ada dua; pertama, untuk 60 hari dari tanggal 1 agustus 20X1 sampai
1 Oktober 20X1, kontrak masa depan adalah untuk lindung nilai komitmen mata uang
asing yang dapat diidentifikasi. Untuk periode 180 hari dari tanggal 1 Oktober 20X1
sampai 1 April 20X2 kontrak masa depan adalah untuk lindung niai atas posisi
kewajiban neto yang terkena eksposur dalam mata uang asing.
3. PT Induk menggunakan tingkat bunga diskonto 10% untuk menghitung nilai sekarang
dari arus kas masa depan yang diharapkan dari kontrak masa depan.
4. PT Induk mengukur efektivitas dari lindung nilai komitmen yang dapat diidentifikasi
dan belum diakui berdasarkan perubahan dalam kurs masa depan.
Nilai Setara Rupiah dari 1 Yen
Tanggal Kurs Tunai Kurs Masa Depan
1 Agustus 20X1 75 83 (240 hari)
1 Oktober 20X1 80 85 (180 hari)
31 Desember 20X1 (tanggal neraca) 90 87 (90 hari)
1 April 20X2 (tanggal pelunasan) 86

1/8/X1 1/10/X1 31/12/X1 1/4/X2

Menandatangani kontrak Menerima Barang Tanggal Neraca Membayar utang usaha


pembelian barang dan (yen) dengan unit
melakukan kontrak masa valuta asing yang
depan 240 hari untuk diterima dari
lindung nilai komitmen penyelesaian kontrak
utang valuta asing. masa depan.
(a) Rp3.809.524 = [(Rp85- Rp83) x ¥2.000.000] untuk keuntungan kumulatif yang belum
didiskontokan sebesar Rp4.000.000 dari perubahan kurs forward dan kemudian
didiskontokan pada tingkat bunga tahunan 10% untuk periode 6 bulan dari tanggal 1
Oktober 20X1 sampai 1 April 20X2, tanggal kontrak penyelesaian forward, NPV (0.05,
4.000.000) = Rp3.809.524,95, dibulatkan
(b) Rp3.995.354 = [(Rp87-Rp83) x ¥2.000.000] untuk keuntungan kumulatif yang belum
didiskontokan sebesar Rp8.000.000 dari perubahan kurs forward sejak melakukan
kontrak forward dan kemudian (1) didiskontokan pada tingkat bunga tahunan 10% untuk
periode 3 bulan dari tanggal 31 Desember 20X1 sampai 1 april 20X2 , tanggal
penyelesaian kontrak forward; NPV (0,025, 8.000.000) = Rp7.804.878, dibulatkan; dan
kemudian (2) dikurangi dengan pengakuan sebelumnya Rp3.809.524 yang dilaporkan
pada tanggal 1 Oktober 20X1, (a).
(a) (Rp1.804.878) = [(Rp86-Rp83) x
¥2.000.000] untuk keuntungan kumulatif
sebesar Rp6.000.000 dari perubahan kurs
forward sejak melakukan kontrak forward
pada tanggal 1 Agustus 20X1, menjadi kurs
spot pada tanggal 1 April 20X2, tanggal
penyelesaian kontrak forward; dan kemudian
dikurangi dengan pengakuan keuntungan
sebelumnya, Rp7.804.878 yang diakui di (a)
dan (b). hasil ini mengakibatkan kerugian
sebesar (Rp1.804.878) di periode saat ini.
Jumlah dalam ayat jurnal berikut pada tanggal 1 Agustus 20X1 tidak dinilai sekarang karena
ayat jurnal tersebut adalah ayat jurnal memorandum dan karena faktor bunga akan dimasukkan
dalam laba melalui perubahan nilai wajar dari kontrak forward. Ingat bahwa pada tanggal
penandatanganan kontrak forward, nilai wajar neto dari kontrak forward adalah nol karena nilai
piutang dan utang adalah sama.

1 Agustus 20X1

(25) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 166.000.000

Utang Rupiah ke Broker


166.000.000
(Menandatangani forward exchange contract untuk menerima 2.000.000 yen dalam
240 hari: Rp166.000.000 = ¥2.000.000 x Rp83 kurs forward 240 hari pada tanggal
1 Agustus 20X1)
Pada tanggal 1 Oktober 20X1, forward exchange contract akan dinilai kembali dengan nilai
wajar netonya, mengakui nilai waktu dari uang dengan menggunakan nilai sekarang dari arus
kas masa mendatang yang diperkirakan dari kontrak forward. Akun liabilitas sementara,
komitmen pasti, juga dicatat pada saat ini. Nilai sekarang neto dapat dengan mudah dihitung
dengan menggunakan kertas kerja elektronik seperti excel dan fungsi Net Present Value
(NPV).

1 Oktober 20X1

(26) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) 3.809.524

Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing 3.809.524

(Menyesuaikan kontrak forward ke nilai wajar neto, menggunakan nilai sekarangdari perubahan kurs
forward. [Item (a) dalam ilustrasi efektivitas lindung nilai.])
(27) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 3.809.524

Komitmen Pasti 3.809.524

(Untuk mencatat kerugian atas aspek instrument keuangan dari komitmen pasti,
menggunakan nilai sekarang dari perubahan kurs forward)

Pada tanggal 1 Oktober 20X1, nilai wajar neto yang didiskontokan dari kontrak forward
adalah Rp3.809.524

Ayat jurnal berikut mencatat penerimaan persediaan dan pengakuan utang usaha dalam yen.
Ingat bahwa akun temporer, komitmen pasti, ditutup dengan harga pembelian persediaan.
(28) Persediaan 156.190.476

Komitmen Pasti 3.809.524

Utang Usaha(¥) 160.000.000

(mencatat utang usaha dengan kurs spot dan pembelian persediaan, menutup akun
liabilitas temporer : Rp 160.000.000 = ¥2.000.000 x Rp80 kurs spot tanggal 1 Oktober)

Ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 20X1, akhir tahun fiscal
PT Induk adalah sebagai berikut :
(29) Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥) Rp3.995.354

Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing


Rp3.995.354

(Menyesuaikan kontrak forward dengan nilai wajar neto, menggunakan nilai


sekarang dari perubahan kurs forward)

(30) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 20.000.000

Utang Usaha (¥)


20.000.000
(Menyesuaikan utang yang didenominasi dalam yen menjadi nilai setara rupiah saat ini: Rp20.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp90-Rp80).
Tidak ada faktor bunga untuk penilaian kembali (revaluasi) ini ; sehingga tidak diperlukan penghitungan nilai sekarang.
Pada tanggal 31 Desember 20X1, nilai wajar neto yang didiskontokan dari kontrak forward
adalah Rp7.804.878

Ayat jurnal pertama yang diperlukan pada tanggal 1 April 20X2, tanggal
penyelesaian adalah sebagai berikut :

(31) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing 1.804.878

Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥)


1.804.878

(Menyesuaikan Kontrak forward untuk perubahan kurs forward ke kurs spot pada
tanggal penyelesaian )
Ingat bahwa pada titik ini, keuntungan transaksi mata uang asing neto dari kontrak forward
adalah Rp6.000.000. Ini merupakan perbedaan antara nilai waktu dari kontrak forward
(Rp16.000.000 premi kontrak forward – Rp83 kurs forward dikurangi Rp75 kurs spot – pada
saat kontrak forward ditandatangani pada tanggal 1 Agustus 20X1, yang dimasukkan ke dalam
laba selama jangka waktu kontrak forward) dan nilai intrinsik dari kontrak forward (sebesar
Rp22.000.000 perbedaan antara kurs spot Rp75 pada tanggal 1 Agustus 20X1 dan kurs spot
Rp86 pada tanggal penyelesaian kontrak forward tanggal 1 April 20X2). Cara lain untuk
menghitung keuntungan neto selama jangka waktu kontrak forward adalah dengan
membandingkan antara kurs forward pada tanggal penandatanganan kontrak (Rp83) dan kurs
spot pada tanggal penyelesaian kontrak (Rp86). Keuntungan neto adalah Rp6.000.000
[¥2.000.000 x (Rp83-Rp86)]
Berikut ayat jurnal pada tanggal 1 April 20X2 untuk menyelesaikan kontrak
forward dan pembayaran utang usaha yang didenominasi sebesar ¥2.000.000

(32) Utang Usaha (¥) 8.000.000

Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing


8.000.000

(Menyesuaikan utang yang didenominasi dalam yen sesuai kurs spot pada tanggal
penyelesaian. Tidak ada fakto bunga untuk item ini Rp8.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp86 –
Rp90)

(33) Utang Rupiah ke Broker 166.000.000

Kas 166.000.000

(Menyerahkan rupiah ke broker sebagaimana ditentukan dalam kontrak forward)


(34) Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000

Piutang Mata Uang Asing dari Broker (¥)


172.000.000

(Menerima ¥2.000.000 dari broker; dinilai pada kurs spot 1 April: Rp172.000.000
= ¥2.000.000 x Rp86)

(35) Utang Usaha (¥) 172.000.000

Unit Mata Uang Asing (¥)


172.000.000

(Membayar 2.000.000 yen ke Tokyo Industries, Inc., untuk penyelesaian liabilitas


yang didenominasi dalam yen)
Lampiran 11B Penggunaan Instrumen Keuangan Lain Oleh Perusahaan Multinasional

Bab ini menjelaskan mengenai akuntansi untuk forward exchange contract yang digunakan
untuk lindung nilai posisi aset atau liabilitas yang terkena eksposur, atau untuk lindung nilai komitmen
mata uang asing, atau digunakan untuk tujuan spekulatif. Banyak perusahaan multinasional yang biasanya
menggunakan instrumen keuangan selain kontrak forward untuk mengelola resiko yang berkaitan dengan
transaksi internasional. Definisi umum dari instrumen keuangan adalah kas, saham, atau kontrak yang
menimbulkan kewajiban kontraktual untuk menyerahkan atau menerima kas atau instrumen keuangan lain
ke entitas lain. Contoh dari instrumen keuangan adalah piutang/utang, obligasi, saham, kontrak forward
mata uang asing, kontrak berjangka (futures), opsi, dan swap keuangan (financial swaps). Instrumen
keuangan derivatif timbul jika nilai instrumen keuangan berasal dari beberapa item lain, seperti kontrak
yang nilainya berdasarkan indeks saham atau kontrak berjangka yang nilainya ditentukan oleh kejadian
ekonomi temporer dan dapat diprediksi. Instrument keuangan derivatif lainnya yang sering digunakan oleh
perusahaan multinasional adalah kontrak berjangka, opsi, dan swap.
Definisi dan Deskripsi

Instrumen keuangan derivatif (derivative financial instrument) adalah instrument yang


nilainya berdasarkan atau “diderivasi dari” nilai sesuatu yang lain (variable pokok yang
mendasari). Variable pokok yang mendasari dapat merupakan nilai dari instrumen keuangan
lainnya, komoditas, indeks , aset, atau instrument utang. Oleh karena instrumen keuangan
derivatif mempunyai nilai yang terkait dengan variable pokok yang mendasari, hal ini
membuat derivatif merupakan instrument lindung nilai yang berguna untuk saling hapus
perubahan nilai dari item yang dilindung nilai. Contoh dari instrument keuangan derivatif
meliputi kontrak berjangka, kontrak forward, swap, dan kontrak opsi; pagu suku bunga
(interest-rate caps); dan komitmen utang dengan tingkat bunga tetap
Kontrak Forward dan Kontrak Berjangka

Kontrak forward (forward contract) adalah perjanjian antara pembeli dan penjual yang
mensyaratkan penyerahan beberapa komoditas yang ditentukan di masa mendatang dengan harga yang
disepakati saat ini (harga pelaksanaan). Sebagaimana yang disajikan sebelumnya, kontrak forward mata
uang asing biasanya dibuat dengan dealer valuta asing, dan kontrak terpenuhi pada akhir masa kontrak
dengan pertukaran mata uang antara perusahaan dengan dealer. Perubahan dalam nilai pasar yang
mendasari mata uang asing diakui oleh perusahaan holding yang melakukan kontrak forward. Nilai wajar
neto dari kontrak forward ketika diterbitkan dari nol, karena tidak ada pihak yang membayar apa pun dan
tidak ada pihak yang menerima apa pun. Kontrak tersebut adalah executory pada tahap ini. Selama masa
kontrak forward, perubahan nilai wajar neto berdasarkan perbedaan antara kontrak forward yang
diterbitkan baru selama sisa masa kontrak dengan kontrak aslinya. Pada saat berakhirnya, nilai wajar
neto kontrak forward merupakan selisih antara harga spot dengan kurs forward aslinya.
Kontrak Opsi

Kontrak opsi antara dua pihak antara pembeli dan penjual memberikan pembeli (pemegang opsi)
hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli dari atau menjual sesuatu ke penjual opsi (penerbit opsi)pada
tanggal tertentu di masa mendatang pada harga yang disetujui pada saat kontrak opsi diperdagangkan.
Opsi dapat diterbitkan papada berbagai macam komoditas seperti biji-bijian, makanan dan serat, minyak,
hewan ternak, logam tingkat bunga, dan berbagai mata uang asing. Pembeli opsi membayar kepada
penjual dengan beberapa jumlah uang, yang biasa disebut premi untuk mendapatkan hak tersebut. Opsi
untuk membeli sesuatu disebut sebagai “beli” (call); sedangkan opsi untuk menjual sesuatu disebut
disebut “jual” (put). Opsi diperdagangkan di pasar yang terorganisasi seperti pasar saham. Bursa di mana
opsi diperdagangkan adalah Chicago Board Options Exchange (CBOE), Philadephia Stock Exchange
(PHLX), American Stock Exchange (AMEX), dan Pasific Stock Exchange (PSE).
Swap

Swap adalah perjanjian di mana kedua belah pihak dapat menukarkan arus kas selama periode tertentu.
Swap dapat ditunjukkan untuk swap mata uang, tingkat bunga, dan komuditas. Dua jenis swap keuangan
yang paling umum adalah (1) swap mata uang dan (2) swap tingkat bunga. Contoh dari swap mata uang
adalah PT Induk menjual produk ke Inggris, di mana dari transaksi tersebut ia menerima poundsterling.
Perusahaan lain yang berlokasi di London, Inggris, menjual produk ke Indonesia di mana ia menerima
rupiah. Swap matauang dapat timbul , sebagai contoh, jika PT Induk (perusahaan Indonesia) setuju bahwa
arus kas uang berkaa dalam poundsterling dari operasinya di Inggris akan diberikan ke pihak lain di
Inggris, dan penjualan dalam Rupiah di Indonesia oleh perusahaan London akan dberikan ke PT Induk.
Pada akhir tiap periode, kedua perusahaan setuju untuk menyelesaikan setiap perbedaan dalam jumlah
nasional swap pada akhir periode. Oleh karenanya, kedua pihak yang terlihat dalam swap mata uang
menhindar untuk berurusan dengan mata uang selain mata uang local dan mengindari biaya pertukaran
mata uang asing
Jenis Derivatif Fitur
Kontrak Masa Depan  Kontrak melalui dealer, umumnya bank
 Dapat disesuaikan untuk memenuhi jangka waktu dan
kebutuhan perusahaan yang melakukan kontrak
 Biasanya tidak memerlukan deposit margin
 Harus diselesaikan baik melalui penyerahan variable
pokok atau penyelesaian kas neto di masa depan
Kontrak Berjangka  Diperdagangkan di pasar modal melalui broker
 Tidak dapat disesuaikan untuk jumlah tertentu pada
tanggal tertentu
 Perusahaan sering diminta untuk membuka akun
margin dengan sejumlah kecil deposit sehingga
perubahan harian dari nilai masa depan dapat
dimasukkan ke dalam akun tersebut
 Umumnya diselesaikan dengan jumlah kas neto
sebelum tanggal jatuh tempo, tidak diharapkan akan
diselesaikan dengan penyerahan variable pokok di
masa depan
Opsi  Diperdagangkan di pasar modal
 Atas berbagai jenis komoditas dan mata uang utama
 Ada dua jenis, jual dan beli
 Premi opsi (harga) dibayarkan pemegang opsi ke
penulis opsi (pihak kedua) untuk mendapatkan hak
 Kerugian pemegang opsi dibatasi maksimum sebesar
premi yang dibayar namun terdapat potensi untung
yang hamper tidak terbatas jika variable pokok
bergerak sesuai dengan harapan pemegang opsi
 Penulis (pihak kedua) mendapatkan potensi untuk
mendapatkan maksimum sebesar premi opsi dan rugi
CONTOH PENGGUNAAN OPSI UNTUK LINDUNG NILAI PEMBELIAN
PERSEDIAAN DIANTISIPASI : LINDUNG NILAI ARUS KAS

Asumsikan bahwa PT Induk berencana untuk membeli 30.000 gatang gandum dalam jangka
waktu 90 hari yang pada saat ini nilainya Rp. 75.000.000 (30.000 gantang x Rp. 2.500 harga
tunai per gantang). Asumsikan juga bahwa PT Induk Ingin memastikan nilai dari pembelian
masa depan yang diperkirakan.

PT Induk membeli opsi jual berjangka atas gandum untuk lindung nilai terhadap perubahan
harga dari pemberian persediaan yang diantisipasi. Jika harga gandum meningkat, maka laba
dari opsi beli yang dibeli akan menghapuskan harga yang lebih tinggi yang harus dibayar Pt
Induk untuk gandum tersebut. Jika harga gandum menurun, maka PT Induk mengalami
kerugian sebesar premi yang dibayarkan opsi beli tetapi dapat membeli gandum dengan harga
lebih murah.
Pada tanggal 1 November 20X1 Pt Induk membeli opsi untuk tanggal 1 Februari 20X2 (90 hari di masa
depan), pada harga beli Rp. 2.500. PT Induk membayar premi sebesar Rp. 50 per gantang dengan total
biaya Rp. 1.500.000 (30.000 gantang x Rp. 50). Opsi jual tersebut mempunyai jumlah nosional 30.000
gantang gandum. PT Induk menyatakan bahwa derivative tersebut memenuhi syarat untuk akuntansi
lindung nilai arus kas. Hal ini merupakan lindung nilai arus kas karena opsi tersebut adalah lindung nilai
atas transaksi masa depan yang diantisipasi atau direncanakan yang melibatkan arus kas. Ingat bahwa
dalam contoh ini menunjukkan Rp. 1.500.000 sebagai nilai waktu dari uang atas opsi tersebut; dengan
kata lain, opsi tersebut menetapkan harga masa depan sama dengan harga pasar sekarang. Jenis kontrak
ini disebut “at the money”, yang berarti kontrak tersebut menetapkan nilai masa depan dari variable
pokok yang mendasari sama dengan harga pasar sekarang. Oleh karenanya nilai dari kontrak pada saat
ditandatangani hanya merupakan nilai waktu dari ekspektasi bahwa harga masa depan actual dari
komoditas berbeda dengan harga pasar sekarang.
Ulasan dari Lindung Nilainya

Instrumen lindung nilai Opsi beli dari kontrak berjangka gandum


Variabel yang dilindung nilai Pembelian gandum yang direncanakan
Jenis lindung nilai Lindung nilai arus kas
Variable pokok yang mendasari Harga dari satu gantang gandum
Jumlah nosional 30.000 gantang gandum
Nilai waktu dari lindung nilai awal Rp. 1.500.000, at the money
Penilaian opsi beli Nilai wajar
Jika nilai variable pokok yang mendasari meningkat Nilai opsi beli meningkat
Jika nilai variable pokok yang mendasari menurun Nilai opsi beli menurun
Keuntungan atau kerugian dari lindung nilai

Bagian efektif Dicatat dalam Pendapatan Komprehensif


Lainnya; terkait dengan perubahan nilai
intrinsik dari lindung nilai
Bagian yang tidak efektif Dicatat dalam laba berjalan; terkait dengan
perubahan nilai waktu dari lindung nilai

Ayat jurnal untuk mencatat pembelian opsi beli adalah sebagai berikut.

1 November 20X1

Opsi Beli 1.500.000

Kas
1.500.000

Untuk mencatat pembelian opsi beli untuk 30.000 gantang gandum pada harga Rp. 2.500 per gantang dalam 90 hari.
Opsi tersebut at the money; karena itu seluruh Rp. 1.500.000 adalah nilai waktu.
Informasi nilai wajar untuk contoh ini adalah sebagai berikut.

Penghitungan Nilai Wajar


1 November 31 Desember 1 Februari
20X1 20X1 20X2
Gantang gandum Rp 2.500 Rp. 2.600 Rp. 2.580
Total : 30.0000 gantang
Opsi beli :
Nilai pasar opsi Rp. 1.500.000 Rp. 3.700.000 Rp. 2.400.000
(dari informasi pasar)
Dikurangi : Nilai intrinsik :
(Jumlah gantang x [nilai pasar – harga
pelaksanaan])
(30.000 gantang x [Rp. 2.500 - Rp. 2.500]) 0
(30.000 gantang x [Rp. 2.600 - Rp. 2.500]) (3.000.000)
(30.000 gantang x [Rp. 2.850 - Rp. 2.500]) (2.400.000)
Sisa nilai waktu Rp. 1.500.000 Rp. 700.000 Rp. 0
Ingat bahwa untuk lindung nilai arus kas, perubahan nilai intrinsic (bagian efektif) diakui dalam
Pendapatan Komprehensif Lainnya, dan perubahan nilai waktu (bagian yang tidak efektif) diakui dalam
laba berjalan.

PSAK 55 mengharuskan instrumen lindung nilai dinilai kembali ke nilai wajarnya pada tanggal neraca.
Perubahan dalam nilai opsi disebabkan oleh dua factor, yaitu perubahan dalam nilai intrinsic dan
penurunan nilai waktu. Nilai waktu dari opsi menurun selama jangka waktu opsi dan menjadi nol pada
saat opsinya jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 20X1, nilai wajar dari opsi adalah Rp. 3.700.000
yang berarti pasar menilai sisa waktu opsi sebesar Rp. 700.000 (nilai wajar Rp. 3.700.000 – nilai intrinsic
Rp. 3.000.000) PSAK 55 menyatakan pengurangan dari bagian nilai waktu derivatif sebesar Rp. 800.000
(jumlah awal Rp. 1.500.000 – sisa Rp. 700.000 diakui sebagai bagian dari laba. Ayat jurnal berikut
mencatat perubahan nilai opsi sebesar nilai wajarnya pada tanggal neraca.
31 Desember 20X1

Opsi beli 2.200.000

Kerugian dari Aktivitas Lindung Nilai 800.000

Pendapatan Komprehensif Lainnya


3.000.000

Untuk menilai kembali opsi sebesar nilai wajarnya, mengakui penurunan nilai waktu dan kenaikan nilai
intrinsic.

Rp. 2.200.000 = nilai wajar sekarang opsi Rp. 3.700.000 dikurangi saldo 1 November Rp. 1.500.000

Rp. 800.000 = (Rp. 1.500.000 – Rp. 700.000) penurunan nilai waktu dari opsi

Rp. 3.000.000 = 30.000 gantang x Rp. 100 kenaikan nilai intrinsik.


Ingat bahwa kenaikan nilai intrinsic dicatat dalam Pendapatan Komprehensif lainnya,
sampai selesainya transaksi persediaan yang diperkirakan. Akun Pendapatan Komprehensif
Lainnya digunakan untuk “menyimpan” nilai intrinsic keuntungan atau kerugian dari
lindung nilai arus kas sampai direklasifikasi ke laba pada saat transaksi yang dilindungi
memengaruhi laba tersebut.

Pada tanggal 1 Februari 20X2, akhir periode 90 hari, harga gandum adalah Rp. 2.580 per
gantang. Penurunan nilai intrinsic opsi beli dicatat sebagai berikut

1 Februari 20X2

Pendapatan Komprehensif Lainnya 600.000

Opsi Beli 600.000


Untuk mencatat dalam pendapatan komprehensif lainnya, menunda pengakuan kerugian dari
opsi beli :

Rp. 600.000 = 30 gantang x (Rp. 2.580 – Rp. 2.600)

Ayat jurnal berikutnya mengakui habisnya nilai waktu yang tersisa (Rp. 700.000) dari opsi beli
karena opsi telah jatuh trmpo. PSAK 55 menyatakan bahwa perubahan dari bagian nilai waktu
derivative diakui dalam laba tahun berjalan.

1 Februari 20x2

Kerugian dari Aktivitas Lindung Nilai 700.000

Opsi Beli 700.000

Untuk mengakui kerugian dari sisa nilai waktu dari opsi beli sebesar Rp. 700.000 yang
sekarang telah jatuh tempo.
PT Induk sekarang memutuskan untuk menjual kontrak sebesar nilai intrinsiknya Rp. 2.400.000 [30.000 gantang x (Rp.
2580 – Rp. 2.500)]. Selain itu PT Induk membeli 30.000 gantang gandum pada nilai pasar sekarang sebesar Rp. 2.580 per
gantang. Ayat jurnal berikut mencatat penjualan dari opsi beli pada nilai pasar sekarang

1 Februari 20X2

Kas 2.400.000

Opsi Beli 2.400.000

Untuk mencatat penjualan opsi beli

PT Induk kemudian membeli 30.000 gantang gandum pada harga pasar sekarang sebesar Rp. 2.580 per gantang

1 Februari 20X2

Persediaan Gandum 77.400

Kas 77.400
Akhirnya, PT Induk kemudian menjual gandum pada harga Rp. 100.000.000 dan mencatat penjualan tersebut serta
jurnal reklasifikasinya dari pendapatan komprehensif lainnya yang timbul dari opsi beli. Ingat bahwa pendapatan
komprehensif lainnya dimasukan dalam pendapatan hanya jika variable pokok sudah memengaruhi pendapatan.

Kas 100.000.000

Penjualan 100.000.000

Untuk mencatat penjualan 30.000 gantang gandum

Harga Pokok Penjualan 77.400.000

Persediaan Gandum 77.400.000

Untuk mengakui harga pokok dari gandum yang dijual

Pendapatan Komprehensif Lainnya 2.400.000

Harga Pokok Penjualan 2.400.000


Untuk mereklasifikasi pendapatan komprehensif lainnya dari lindung
nilai arus kas ke pendapatan.

Penurunan harga pokok penjualan meningkatkan laba neto untuk


periode tersebut. Proses pendapatan untuk pendapatan komprehensif
lainnya adalah pada saat penjualan gandum. Lindung nilai berhasil. PT
Induk mendapat keuntungan sebesar Rp. 2.400.000 dikurangi premi
sebesar Rp. 1.500.000 yang dibayar untuk nilai waktu dari opsi beli.
CONTOH KONTRAK OPSI DARI LINDUNG NILAI EFEK TERSEDIA UNTUK DIJUAL :
LINDUNG NILAI ATAS NILAI WAJAR

Asumsikan bahwa pada tanggal 1 Januari 20X1, PT Induk membeli 100 lembar saham PT
Anak pada harga perolehan Rp25.000 per lembar. Perusahaan mengklasifikasikan saham tersebut
sebagai efek tersedia untuk dijual karena perusahaan tidak berniat untuk menjual saham tersebut
dalam waktu dekat. Untuk melindungi perusahaan dari penurunan nilai investasi, pada tanggal 31
Desember 20X1 perusahaan membeli, dengan premi sebesar Rp300.000, opsi jual at the money yaitu (
harga opsi sama dengan harga pasar sekarang ), yang memberikan perusahaan hak tetapi bukan
kewajiban untuk menjual 100 lembar saham PT Anak pada harga Rp30.000 per lembar. Opsi tersebut
jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 20X3. Nilai wajar dari investasi dan opsi adalah sebagai
berikut.
Penghitungan nilai wajar

Keterangan:

a) Nilai pasar diperoleh dari nilai pasar sekarang.

b) Nilai intrinsic adalah perbedaan antara nilai pasar sekarang dan harga opsi dikali jumlah lembar saham.

c) Nilai waktu dari opsi mencerminkan pengaruh dari mendiskontokan arus kas masa depan yang diekspetasi dan
bagian dari volatilitas harga aset pokok yang mendasari yang diekspetasi.

Ingat bahwa nilai waktu pada tanggal 31 Desember 20X1 adalah sebesar harga opsi karena opsi dibeli
pada harga pasar sekarang. Nilai waktu menurun menjadi nol pada akhir jangka waktu opsi karena tidak ada
elemen waktu yang tersisa pada saat opsi jatuh tempo dan nilai pasar dari opsi hanya didasarkan pada nilai
intrinsiknya. PT Induk melaksanakan opsinya sesaat sebelum jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 20X3
dan menyerahkan saham PT Anak kepada penulis opsi.
Ulasan dari lindung nilai ini tersebut adalah sebagai berikut.

Instrumen lindung nilai Opsi jual atas saham PT Anak


Variabel yang dilindung nilai 100 lembar saham PT Anak
Jenis lindung nilai Lindung nilai atas nilai wajar
Variabel pokok yang mendasari Harga dari satu lembar saham PT Anak
Jumlah nasional 100 lembar saham PT Anak
Nilai waktu dari lindung nilai awal Rp300.000, at the money
Penilaian opsi jual Nilai wajar
Jika nilai variabel pokok yang mendasari meningkat Nilai opsi jual menurun
Jika nilai variabel pokok yang mendasari menurun Nilai opsi jual meningkat
Keuntungan atau kerugian dari lindung nilai yaitu:

Bagian efektif Dicatat dalam laba tahun berjalan; terkait dengan perubahan nilai
intrinsik dari lindung nilai
Bagian yang tidak efektif Dicatat dalam laba tahun berjalan; terkait dengan perubahan nilai
waktu dari lindung nilai

Ayat jurnal untuk contoh ini adalah sebagai berikut.


1 Januari 20X1
(45) Efek Tersedia untuk Dijual 2.500.000
Kas
2.500.000
Membeli 100 lembar saham PT Anak pada harga Rp25.000 per lembar.
31 Desember 20X1
(46) Efek Tersedia untuk Dijual 500.000
Pendapatan Komprehensif Lainnya 500.000
Menyesuaikan ke nilai pasar saham PT Anak Rp30.000 dan
mengakui pendapatan komprehensif lainnya berdasarkan PSAK 55:
Rp500.000 = (Rp30.000 – Rp25.000) x 100 lembar

(47) Opsi Jual 300.000


Kas 300.000
Membeli opsi jual, at the money, untuk menjual 100 lembar
saham PT Anak pada harga Rp30.000. NIlai waktu dari opsi adalah sebesar
Rp300.000
Ingat bahwa PSAK 55 mengharuskan pengakuan keuntungan atau kerugian dari efek tersedia untuk
dijual yang ditunjukan sebagai pos yang dilindungi nilai untuk diakui dalam laba tahun berjalan. Ayat
jurnal (46), mencatat penyesuaian ke nilai wajar dari efek tersedia untuk dijual yang diakui dalam
pendapatan komprehensif, sesuai dengan PSAK 55. Sebagaimana terlihat pada ayat jurnal (48), setelah
efek tersedia untuk dijual dilindungi nilai dalam lindung nilai atas nilai wajar, maka keuntungan atau
kerugian dari penyesuaian ke nilai wajar harus diakui dalam laba periode berjalan.

(48) Kerugian dari Aktivitas Lindung Nilai 100.000


Efek Tersedia untuk Dijual 100.000
Mencatat penurunan nilai wajar dari saham PT Anak sesuai
dengan PSAK 55:
Rp100.000 = (Rp30.000 – Rp29.000) x 100 lembar
PSAK 55 menyatakan bahwa
perubahan dalam nilai intrinsic dari
lindung nilai atas nilai wajar diakui
dalam laba neto periode berjalan.
Perlakuan ini berbeda dengan lindung
nilai arus kas di mana perubahan dalam
nilai intrinsic dimasukkan dalam
pendapatan komprehensif lainnya. Oleh
karena itu, ayat jurnal (49) mengakui
kenaikan nilai intrinsic dari lindung nilai
atas nilai wajar yang akan ditutup ke
Saldo Laba.
31 Desember 20X2
(49) Opsi Jual 100.000
Kas
100.000
Mencatat kenaikan nilai intrinsik dari opsi jual.

(50) Kerugian dari Aktivitas Lindung Nilai 60.000


Opsi Jual 60.000
Untuk mencatat dalam laba bagian yang tidak efektif dari perubahan
nilai wajar dari opsi jual ( yaitu perubahan nilai waktu).
Rp60.000 = Rp300.000 nilai waktu awal – Rp240.000 sisa nilai waktu.
Ayat jurnal pada tanggal 31 Desember 20X3, melanjutkan proses penilaian.
31 Desember 20X3
(51) Kerugian dari Aktivitas Lindung Nilai 300.000
Efek Tersedia untuk Dijual 300.000
Menyesuaikan ke nilai pasar dari saham PT Anak pada harga
Rp26.000 dan mengakui kerugian dalam laba tahun berjalan:
Rp300.000 – (Rp26.000 – Rp29.000) x 100 lembar

(52) Opsi Jual 300.000


Keuntungan dari Aktivitas Lindung Nilai 300.000
Mencatat kenaikan nilai intrinsik dari opsi jual.

(53) Kerugian dari Aktivitas Lindung Nilai 240.000


Opsi Jual 240.000
Mencatat dalam laba bagian yang tidak efektif dari
perubahan nilai wajar opsi jual (yaitu perubahan dalam nilai wajar).
Ayat jurnal (53) mengeleminasi
sisa nilai waktu dari opsi yang
semula nilainya dari Rp300.000. Ayat
jurnal (50) membebankan Rp60.000
nilai waktu dari opsi terhadap laba
tahun 20X2. Ayat jurnal (53)
membebankan sisa nilai waktu ke
laba tahun 20X3 karena pada akhir
periode opsi tidak ada nilai waktu
yang tersisa. Satu-satunya nilai dari
opsi pada tanggal jatuh tempo
tersebut adalah nilai intrinsiknya.
(54) Kas 3.000.000
Opsi Jual 400.000
Efek Tersedia untuk Dijual 2.600.000
Melaksanakan opsi jual dan penyerahan efek pada harga
Rp30.000 per lembar.

(55) Pendapatan Komprehensif Lainnya 500.000


Keuntungan Direalisasi dari Penjualan Efek 500.000
Mereklasifikasi pendapatan komprehensif atas saham PT Anak
yang dicatat pada tanggal 31 Desember 20X1 ke laba, karena efek
tersebut sekarang telah dijual.
Rp100.000 = (Rp30.000 – Rp29.000) x 100 lembar.
CONTOH SWAP TINGKAT BUNGA UNTUK LINDUNG NILAI UTANG TINGKAT
BUNGA VARIABEL: LINDUNG NILAI ARUS KAS
Asumsikan bahwa pada tanggal 30 Juni 200X, PT Induk meminjam Rp5.000.000.000
dengan jangka waktu tiga tahun, tingkat bunga variabel dengan tingkat bunga sama dengan
tingkat bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate), jangka waktu 6 bulan pada
periode 6 bulan sebelumnya. Utang ini bukan merupakan utang di muka. Perusahaan
kemudian melakukan perjajian swap tingkat bunga selama tiga tahun dengan Bank Perdana
umtuk mengonversi tingkat bunga utang variabel menjadi tingkat bunga tetap. Perjanjian
swap menyatakan bahwa PT Induk akan membayar bunga dengan tingkat bunga 7,5% dan
menerima bunga sebesar tingkat bunga variabel yang sama dengan tingkat bunga LIBOR
berdasarkan jumlah nasional Rp5.000.000.000. Baik utang mauoun swap mengharuskan
pembayaran bunga semesteran setiap tanggal 30 juni dan 31 Desember. PT Induk
menetapkan swap tersebut sebagai lindung nilai arus kas.
PT Induk mengakui beban bunga berdasarkan pada dua faktor yaitu tingkat bunga variabel ditambah
pembayaran neto atau penerimaan neto dari perjanjian swap. Intinya, PT Induk mempunyai beban bunga sama
dengan 7,5% dari jumlah nosional Rp5.000.000.000
Ayat jurnal untuk mencatat swap tingkat bunga tahun pertama adalah sebagai berikut.
30 Juni 20X1
(56) Kas 5.000.000.000
Utang Pinjaman 5.000.000.000
Mengeluarkan utang tingkat bunga variabel

31 Desember 20X1
(57) Beban Bunga 150.000.000
Kas 150.000.000
Membayar bunga semesteran kepada pemberi utang dengan
tingkat bunga variabel 6% (dari (a) pada table diatas).
(58) Beban Bunga 37.500.000
Kas 37.500.000
Pembayaran ke Bank Perdana untuk pembayaran neto
semesteran untuk perjanjian swap ( dari (c ) pada table diatas).

(59) Perjanjian Swap 165.000.000


Pendapatan Komprehensif Lainnya 165.000.000
Mengakui perubahan nilai wajar perjanjian swap ke pendapatan
komprehensif lainnya karena swap tersebut adalah lindung nilai arus kas.

30 Juni 2002
(60) Beban Bunga 175.000.000
Kas 175.000.000
Membayar bunga semesteran kepada pemegang utang pada tingkat bunga
variabel 7% (dari (b) pada table diatas)
(61) Beban Bunga 12.500.000
Kas
12.500.000
Pembayaran ke Bank Perdana untuk penyelesaian neto semesteran
dari perjanjian swap.

(62) Pendapatan Komprehensif Lainnya 235.000.000


Perjanjian Swap 235.000.000
Mengakui penurunan nilai wajar perjanjian swap dari aset Rp165.000.000
ke kewajiban Rp70.000.000 ke Pendapatan Komprehensif Lainnya karena
swap tersebut adalah lindung nilai arus kas.

Perjanjian swap dilaporkan di neraca pada nilai wajarnya. Jumlah yang diakumulasikan di Pendapatan Komprehensif Lainnya
secara tidak langsung diakui dalam laba PT Induk sebagai penyelesaian berkala dari keharusan pembayaran dalam perjanjian swap,
dan nilai wajar dari perjanjian swap menjadi nol pada akhir jangka waktu perjanjian.
KETENTUAN PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN : PENGUNGKAPAN
TENTANG NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
PSAK No. 50, : “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” (PSAK 50),
mengharuskan pengungkapan informasi terkait dengan semua instrumen keuangan.
Standar ini adalah standar pertama yang mengharuskan pengungkapan informasi
sehubungan dengan nilai wajar sekarang dari instrumen keuangan. Estimasi nilai wajar
pada praktiknya sangat sulit karena banyak instrumen keuangan yang tidak mempunyai
pasar untuk diperdagangkan untuk menentukan nilai instrumen tersebut. Metode
estimasi diperbolehkan, tetapi jika tidak dibuat estimasi, alasan ketidakpraktisan dari hal
tersebut harus diungkapkan.
PSAK 55 tidak memperbolehkan nilai
wajar dari derivatif untuk dinetokan atau
diagrasikan dengan instrumen keuangan
nondeviratif. pengungkapan yang diharuskan
oleh PSAK 50 adalah sebagai berikut.
1. Nilai wajar untuk aset dan kewajiban.

2. Keadaan nyata yang berhubungan dengan


informasi kontrak, nilai terbawa kontrak, nilai
terbawakontrak, dan alasan mengapa nilai
wajar tidak praktis untuk dilakukan estimasi,
jika tidak dilakukan estimasi.
PSAK 50 menambahkan sejumlah pengungkapan terkait dengan derivatif dan
infrastruktur keuangan. perusahaan yang memiliki atau mengeluarkan derivatif harus
mengungkapkan tujuan dari memiliki atau mengeluarkan instrumen dan nilai nominal atau nilai
kontrak dari derivatif serta kebijakan untuk mengelola risiko keuangan. Perusahaan juga harus
membedakan antara derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas nilai wajar, sebagai
lindung nilai arus kas, sebagai lindung nilai atas eksposur mata uang asing atas investasi neto di
kegiatan usaha luar negeri: 1) penjelasan tentang lindung uang, 2) penjelasan tentang instrumen
keuangan yang didesain sebagai instrumen lindung nilai serta nilai wajarnya pada tanggal neraca,
3) risiko atas lindung nilai, 4) untuk lindung nilai atas arus kas, selama periode arus kas
diperkirakan terjadi, maka diakui pada periode dimana aurs kas tersebut menimbulkan
keuntungan dan kerugian, dan penjelasan atas semua transaksi yang sebelumnya dianggap
sebagai lindung nilai atas arus kas tetapi ternyata transaksi tersebut sudah tidak dapat dianggap
akan terjadi.