Anda di halaman 1dari 3
 

Ketoacidosis Diabeticum

 
No. Dokumen No. Revisi Halaman

No. Dokumen

No. Revisi

 

Halaman

0

1 / 3

RSU SEBENING KASIH

 
 

STANDAR

Tanggal Terbit

Ditetapkan Direktur RSU Sebening Kasih

PROSEDUR

OPERASIONAL

dr. INDAH RESTIYANTI

NIK. 20110300001

PENGERTIAN

Kondisi tubuh yang mengancam jiwa yang disebabkan penurunan kadar insulinefektif di dalam tubuh atau berkaitan dengan resistensi insulin dan disertai dengan peningkatan produksi hormon hormon kontra regulator yaitu glukagon, katekolamin, kortisol dan growth

hormon.

TUJUAN

  • 1. Untuk mendiagnosis kondisi KAD dan menentukan derajat dan komplikasinya

  • 2. Sebagai panduan tatalaksana KAD

 
  • 3. Langkah awal pengelolaan jangka panjang DM type I pada anak

KEBIJAKAN

  • 1. Sebagai panduan dalam diagnosis dan penatalaksanaan Ketoasidosis diabeticum

  • 2. Sebagai standarisasi penanganan kegawatdaruratan

PROSEDUR

  • 1. Anamnesis

  • a. Adanya Riwayat DM atau gejala gejala yang mengarah kepada DM type I, antara lain polydipsi, polyfagi, polyuri, penurunan berat badan

  • b. Mual muntah

  • c. Nyeri perut

  • d. Pada keadaan berat disertai dengan penurunan kesadaran.

  • 2. Pemeriksaan Fisik

  • a. Badan lemah

  • b. Nafas cepat dan dalam (kussmaul) disertai bau aseton pada nafasnya

  • c. Tanda tanda dehidrasi: mata cekung, turgor turun, kulit dan mukosa kering

  • d. Nyeri perut

  • e. Pada keadaan berat disertai penurunan kesadaran dan syok hypovelemik (nadi teraba lemah, takanan darah menurun, CRT > 3 detik), kejang

  • 3. Pemeriksaan Penunjang

 
  • a. Pemeriksaan darah (Gula darah, serum elektrolit, BGA,

ureum, creatinin, HbA1c, darah rutin)

 
  • b. Pemeriksaan urin (adakah ketonuria)

c. EKG bila curiga terjadi kelainan elektrolit (KU buruk

 

Ketoacidosis Diabeticum

 
No. Dokumen No. Revisi Halaman

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

0

2 / 3

RSU SEBENING KASIH

sementara pemeriksaan elektrolit masih belum ada hasil) 4. Tata Laksana Tujuan penatalaksanaan 1. Memperbaiki sirkulasi dan
sementara
pemeriksaan
elektrolit
masih
belum
ada
hasil)
4.
Tata Laksana
Tujuan penatalaksanaan
1.
Memperbaiki sirkulasi dan perfusi jaringan (resusitasi
dan rehidrasi)
2.
Menghentikan ketogenesis
3.
Koreksi gangguan elektrolit
4.
Mencegah komplikasi
5.
Mengenali dan menghilangkan faktor pencetus
Tahapan penatalaksanaan KAD:
1.
Resusitasi
a.
Pertahankan jalan nafas, bila perlu intubasi
b.
Pada syok berat berikan oksigen 100% dengan masker
c.
Jika syok berikan larutan isotonik (NaCl 0,9%) 20 cc/kg
bolus
d.
NGT bila terjadi penurunan kesadaran
e.
Pasang Dauer kateter
f.
Monitoring tanda tanda vital dan balance cairan
2.
Rehidrasi
a.
Tentukan derajat dehidrasi
b.
Gunakan cairan normal saline dan berikan dalam 48 jam
dengan program dimulai dari IGD dengan rumus sbb:
Perkiraan defisit: % dehidrasi x 10 x BB
Perkiraan cairan rumatan per hari 1500 ml/m 2
c.
50-60% cairan diberikan dalam 12 jam pertama
d.
Sisa kebutuhan diberikan dalam 36 jam
3.
Koreksi elektrolit
4.
Penggantian bikarbonat diberikan pada asidosis berat dan
syok yang persisten
5.
Pemberian insulin
a.
Berikan setelah syok teratasi
b.
Gunakan jenis Short acting atau rapid acting insulin
c.
Dosis yang digunakan adalah 0,1 unit/kgBB/jam atau
0,05 unit/kgBB/jam pada anak usia < 2 tahun
d.
Pemberian insulin dalam syringe pump dengan
pengenceran 0,1 unit/ml
e.
Dalam 60-90 menit awal hidrasi cek ulang kadar gula
darah karena dapat terjadi penurunan kadar gula darah
walaupun belum diberikan insulin.
 

Ketoacidosis Diabeticum

 
No. Dokumen No. Revisi Halaman

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

0

3 / 3

RSU SEBENING KASIH

 

UNIT TERKAIT

IGD

HND anak

PICU