Anda di halaman 1dari 11

CARCINOMA

MAMMAE
Disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah
patologi

Disusun oleh :
Clintian Esa Suciyanto
P17420410051

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG


DIII PRODI KEPERAWATAN BLORA
2010/2011

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas ridho
dan berkahnya yang telah diberikan kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “CARCINOMA MAMMAE” ini.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah patologi.
Atas selesainya makalah ini, saya mengucapkan terima kasih kepada
:
1. Bpk CH Edi purnama Yang telah membimbing sekaligus
pembimbing mata kuliah patologi.
2. Semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini.
Makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, maka dari
itu saya sangat mengharapkan kritik, saran, dan masukan demi perbaikan
makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan
pengetahuan pada saya khususnya dan kepada semua pembaca pada
umumnya.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Blora, 13 juni 2011

Penulis

2
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................... 1
Kata Pengantar ................................................................... 2
Daftar isi .............................................................................. 3
Carcinoma Mammae........................................................... 4
A. Definisi ..................................................................... 4
B. Etiologi ..................................................................... 4
C. Patofisiologi .............................................................. 5
D. Tanda dan gejala ..................................................... 6
E. Jenis ......................................................................... 7
F. Deteksi dini............................................................... 8
G. Diagnosa .................................................................. 8
H. Penatalaksanaan medis ........................................... 8
I. Pencegahan ............................................................. 9
Penutup .............................................................................. 10
Daftar pustaka..................................................................... 11

3
CARCINOMA MAMMAE

A. Definisi
Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan
pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami
pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendal
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini
adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum
pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun
kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang
paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan
dengan kemoterapi maupun radiasi.
B. Etiologi
Sebab keganasan pada mamae masih belum jelas, tetapi ada
beberapa faktor yang berkaitan erat dengan munculnya keganasan
payudara yaitu: virus, faktor lingkungan , faktor hormonal dan familiar;
1. Wanita resiko tinggi dari pada pria
2. Usia: resiko tertinggi pada usia diatas 30 tahun
3. Riwayat keluarga: ada riwayat keluarga Ca Mammae pada
ibu/saudara perempuan
4. Riwayat meanstrual:
 early menarche (sebelum 12 thun)
 Late menopouse (setelah 50 th)
5. Riwayat kesehatan: Pernah mengalami / sedang menderita
otipical hiperplasia atau benign proliverative yang lain pada
biopsy payudara, Ca. endometrial.
6. Menikah tapi tidak melahirkan anak
7. Riwayat reproduksi: melahirkan anak pertama diatas 35 tahun.
8. Tidak menyusui
9. Menggunakan obat kontrasepsi oral yang lama, penggunaan
therapy estrogen
10. Mengalami trauma berulang kali pada payudara

4
11. Terapi radiasi; terpapar dari lingkungan yang terpapar
karsinogen
12. Obesitas
13. Life style: diet tinggi lemak, mengkomsumsi alcohol (minum 2x
sehari), merokok.
14. Stres hebat.
C. Patofisiologi
Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah
dengan cirri-ciri: proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna
yang tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya.
Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang
menunjukkan proliferasi yang tidak terkendali yang mengganggu
fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya
dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Di
dalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama dalam
intinya. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana
telah terjadi transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok
sel-sel ganas di antar sel-sel normal.
Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase:

 Fase induksi: 15-30 tahun

Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi


factor lingkungan mungkin memegang peranan besar dalam
terjadinya kanker pada manusia. Kontak dengan karsinogen
membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai bisa merubah jaringan
displasi menjadi tumor ganas. Hal ini tergantung dari sifat, jumlah, dan
konsentrasi zat karsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen,
lamanya terkena, adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain,
kerentanan jaringan dan individu.

5
 fase in situ: 1-5 tahun

Pada fase ini perubahan jaringan muncul menjadi suatu lesi


pre-cancerous yang bisa ditemukan di serviks uteri, rongga mulut,
paru-paru, saluran cerna, kandung kemih, kulit dan akhirnya
ditemukan di payudara.

 fase invasi

Sel-sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi


meleui membrane sel ke jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta
limfe. Waktu antara fase ke 3 dan ke 4 berlangsung antara beberpa
minggu sampai beberapa tahun.

 fase diseminasi: 1-5 tahun

Bila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke


tempat-tempat lain bertambah.
D. Tanda Dan Gejala
1. Terdapat massa utuh kenyal, biasa di kwadran atas bagian dalam,
dibawah ketiak bentuknya tak beraturan dan terfiksasi
2. Nyeri di daerah massa
3. Perubahan bentuk dan besar payudara, Adanya lekukan ke dalam,
tarikan dan refraksi pada areola mammae
4. Edema dengan “peant d’ orange (keriput seperti kulit jeruk)
5. Pengelupasan papilla mammae
6. Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting,
7. Keluar cairan abnormal dari putting susu berupa nanah, darah,
cairan encer padahal ibu tidak sedang hamil / menyusui.
8. Ditemukan lessi pada pemeriksaan mamografi

6
E. Jenis
1. Duktal Karsinoma in situ (DCIS)
ini adalah tipe kanker payudara non-invasif paling umum. DCIS
berarti sel-sel kanker berada di dalam duktus dan belum menyebar
keluar dinding duktus ke jaringan payudara disekitarnya.
2. Lobular karsinoma in situ (LCIS)
Meskipun sebenarnya ini bukan kanker, tetapi LCIS kadang
digolongkan sebagai tipe kanker payudara non-invasif. Bermula dari
kelenjar yang memproduksi air susu, tetapi tidak berkembang
melewati dinding lobulus.
3. Invasif (atau infiltrating) Duktal Karsinoma (IDC)
Ini adalah kanker payudara paling umum dijumpai. Bermula dari
duktus, menerobos dinding duktus, dan berkembang ke dalam
jaringan lemak payudara. Pada titik ini, itu mungkin menyebar
(bermetastasis) ke organ tubuh lainnya melalui sistem getah bening
dan aliran darah. Sekitar 8 dari 10 kanker payudara invasive adalah
jenis ini.
4. Invasif (infiltrating) Lobular Karsinoma (ILC)
kanker ini dimulai dalam lobulus. Seperti IDC, ia dapat menyebar
(bermetastasis) ke bagian lain dari tubuh. Sekitar 1 dari 10 kanker
payudara invasif adalah dari jenis ini. ILC lebih sulit terdeteksi melalui
mammogram daripada IDC.

Stadium kanker
Disebut kanker payudara non invasif. Ada 2 tipe, yaitu DCIS (ductal
O
carcinoma in situ) dan LCIS(lobular carcinoma in situ)
Kanker invasif kecil (ukuran tumor < 2 cm dan tidak menyerang
I
kelenjar getah bening)
Kanker invasif (ukuran tumor 2-5 cm dan sudah menyerang kelenjar
II
getah bening)
III Kanker invasif besar (ukuran tumor > 5 cm dan benjolan sudah

7
menonjol ke permukaan kulit, pecah ataupun berdarah/bernanah)
Sel kanker sudah bermetastesis/menyebar ke organ lain seperti paru-
IV
paru, liver, tulang ataupun otak.

F. Deteksi Dini
Pendektesian kanker payudara sedini mungkin merupakan
faktor penting dalam menanggulangi kanker payudara. Oleh karena
kanker payudara merupakan jenis kanker yang mudah dideteksi.
Untuk menemukan kanker pada stadium awal dilakukan dengan
pemeriksaan medis antara lain :
1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
2. Pemeriksaan payudara secara klinis (SARARI).
3. Pemeriksaan mammografi – adalah foto payudara dengan alat
khusus.
4. Biopsi aspirasi.
5. True-cut (pengambilan jaringan dengan jarum ukuran besar).
6. Biopsi terbuka – adalah prosedur pengambilan jaringan dengan
operasi kecil, eksisi maupun insisi yang dilakukan sebagai
diagnosis pre operatif ataupun durante operationam.
7. Terapi – Untuk meningkatkan angka harapan hidup, pembedahan
biasanya diikuti dengan terapi. Misalnya terapi radiasi, terapi
hormon, kemoterapi, dan terapi imunologik.
G. Diagnosa
Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan
cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami
pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis
pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor
ganas (kanker).
H. Penatalaksanaan medis
Ada 2 macam yaitu kuratif (pembedahan) dan paliatif (non
pembedahan). Penanganan kuratif dengan pembedahan yang
dilakukan secara mastektomi parsial, mastektomi total, mastektomi

8
radikal, tergantung dari luas, besar dan penyebaran
kanker. Penanganan non pembedahan dengan penyinaran,
kemoterapi dan terapi hormonal.

I. Pencegahan

1. Kesadaran SADARI dilakukan setiap bulan.


2. Berikan ASI pada Bayi.

Memberikan ASI pada bayi secara berkala akan


mengurangi tingkat hormone tersebut. Sedangkan kanker
payudara berkaitan dengan hormone estrogen.

3. Jika menemukan gumpalan / benjolan pada payudara segera


kedokter.
4. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga.
Menurut penelitian 10 % dari semua kasus kanker payudara
adalah factor gen.
5. Perhatikan konsumsi alcohol. Dalam penelitian menyebutkan
alcohol meningkatkan estrogen.
6. Perhatikan BB, obesitas meningkatkan risiko kanker payudara.
7. Olah raga teratur. Penelitian menunjukkan bahwa semakin
kurang berolah raga, semakin tinggi tingkat estrogen dalam
tubuh.
8. Kurangi makanan berlemak. Gaya hidup barat tertentu
nampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit.
9. Usia > 50 th lakukan srening payudara teratur. 80% Kanker
payudara terjadi pada usia > 50 th
10. Rileks / hindari stress berat. Menurunkan tingkat stress akan
menguntungkan untuk semua kesehatan secara menyeluruh
termasuk risiko kanker payudara.

9
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan yang telah dibahas dalam makalah,


dapat dibuat sebuah kesimpulan bahwa Carcinoma mammae adalah
penyakit mematikan yang dapat menyerang siapapun terlebih pada
wanita.

Penyakit ini belum ditemukan obatnya, karena itu penyakit ini


masih menjadi momok yang menakutkan dimasyarakat.

B. Saran

Penulis berharap pembaca mampu mengerti isi dalam makalah


ini, sehingga disarankan pembaca bisa mendeteksi dini carcinoma
mammae baik untuk diri sendiri maupun keluarga dan orang terdekat.

10
DAFTAR PUSTAKA

Sources : www.infopenyakit.com

http://kankerpayudara.wordpress.com/2007/12/30/pengobata-kanker-
payudara/

http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI

11