Anda di halaman 1dari 5

PERTANYAAN BAB 1

1. Jelaskan perbedaan antara Studi Kelayakan Bisnis dan Rencana Bisnis!


2. Jelaskan apa tujuan dari dilakukannya studi kelayakan bisnis dalam suatu usaha!
3. Pihak-pihak mana sajakah yang berkepentingan yang memperoleh manfaat dari hasil
studi kelayakan bisnis, jelaskan!
4. Dalam melakukan penilaian terdapat beberapa aspek yang perlu dinilai. Jelaskanlah
aspek-aspek mana saja yang perlu dinilai untuk menentukan layak tidaknya suatu usaha
dengan skala prioritas berikut alasannya!
5. Jelaskan tahapan-tahapan dalam melakukan studi kelayakan bisnis!

JAWABAN :
1. Perbedaan antara Studi Kelayakan Bisnis atau Proyek dan Rencana Bisnis,Perbedaan ini
muncul karena adanya sifat sumber data dan Metodologinya, Investor biasanya akan
mementingkan Studi Kelayakan atau Feasibilty Study karena dinilai sangat objektive dan
memberikan gambaran yang valid.

No Faktor Pembeda Studi Kelayakan Bisnis Rencana Bisnis


1 Jenis data yang Menggunakan data estimasi Menggunakan data empiris
digunakan perusahaan
2 Sumber data Data eksternal Data internal
yang digunakan
3 Penyusun Pihak eksternal, dengan tujuan Pihak internal,yang lebih
agar lebih independen mengetahui kondisi perusahaan
4 Tujuan Menilai kelayakan sebuah ide Membuat rencana bisnis yang
bisnis akan datang
5 Waktu Memakan waktu relative lama, Memerlukan waktu yang
karena harus menggali data dari relative pendek, karena data
berbagai sumber hanya bersumber dari interen
perusahaan
6 Biaya Memerlukan biaya yang lebih Biaya tidak terlalu besar
dibandingkan biaya rencana
bisnis

Selain itu perbedannya adalah :


1 Studi Kelayakan memiliki fungsi investigasi, sedangkan business plan memiliki
fungsi planning/perencanaan yang beisikan langkah-langkah yang diperlukan untuk
mewujudkan suatu proposal dari suatu ide menjadi kenyataan.
2. Study Kelayakan Usaha / Feasibility Study mempertimbangkan dan mengkaji beberapa
alternatif, yang nantinya akan dikaji untuk mendapatkan alternatif terbaik, sedangkan
business plan berisi hanya satu alternatif.
3. Hasil dari study kelayakan usaha / Feasibility Study akan menjadi basis bagi business
plan yang mulai dipersiapkan jika sudah diketahui bahwa suatu alternatif itu layak
untuk dilanjutkan. Business plan berisikan blueprint dari project implementation.
2. Tujuan dilakukannya studi kelayakan bisnis dalam suatu usaha adalah :

1. Menghindari resiko kerugian

Untuk mengatasi resiko kerugian dimasa yang akan datang, karena dimasa yang akan
datang ada semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan
akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam
hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak kita
inginkan, baik resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat
dikendalikan.

2. Memudahkan perencanaan

Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang,
maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan hal-hal apa saja
yang perlu direncanakan. perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan,
kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa-
siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar
keuntungan yang akan diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi
penyimpangan. Yang jelas dalam perencanaan sudah terdapat jadwal pelaksanaan
usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai waktu yang ditentukan.

3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan


Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan
pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki
pedoman yang harus dikerjakan. Kemudian pengerjaan usaha dapat dilakukan secara
sistematik, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun.
Rencana yang sudah disusun dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang
sudah direncanakan.

4. Memudahkan pengawasan
Dengan telah dilaksanakannya suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang
sudah disusun, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan
terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar pelaksanaan usaha tidak
melenceng dari rencana yang telah disusun. Pelaksana pekerjaan bisa sungguh-
sungguh melakukan pekerjaannya karena merasa ada yang mengawasi, sehingga
pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak perlu.
5. Memudahkan pengendalian
Jika dalam pelaksanan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi
suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan bisa dilakukan
pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk
mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng ke rel yang sesungguhnya,
sehingga pada akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.

3. Pihak-pihak yang berkepentingan memperoleh manfaat dari hasil studi kelayakan bisnis
adalah :
1. Pihak Investor
Ketika sebuah laporan studi kelayakan bisnis (SKB) dinyatakan layak, maka langkah
selanjutnya adalah mencari investor atau penanam modal jika diperlukan. Sebelum
pihak investor menyetujui untuk menanamkan modalnya pada bisnis tersebut, pihak
investor akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis (SKB) yang diajukan. Hal
tersebut sebagai bahan pertimbangan investor atas keuntungan yang akan didapatkan
serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditanamnya.
2. Pihak Kreditor
Pilihan lain untuk mencari modal selain investor yakni kreditor. Kreditor yang
dimaksud disini adalah pihak yang akan dipinjami modal. Semisal yang akan
dipinjami modal adalah Bank, maka Bank tersebut juga berhak meninjau ulang studi
kelayakan bisnis (SKB) yang telah dibuat untuk mempertimbangkan keputusannya
agar memberi pinjaman atau tidak.
3. Pihak Manajeman Perusahaan
Pihak manajemen perusahaan memerlukan laporan studi kelayakan bisnis (SKB)
ketika studi kelayakan bisnis (SKB) dilakukan oleh pihak eksternal. Sebagai project
leader dan tempat dijadikan proyek, tentu pihak manajemen memerlukan studi
kelayakan bisnis (SKB) dari proyek bisnis tersebut.
4. Pihak pemerintah dan masyarakat
Pihak yang satu ini pasti memerlukan laporan studi kelayakan bisnis (SKB). Karena
bagaimanapun juga secara langsung atau tidak langsung, kebijakan pemerintah akan
mempengaruhi kebijakan perusahaan. Contoh kebijakan pemerintah pada sektor
ekonomi diantaranya: penghematan devisa negara, penggalakan ekspor non-migas dan
pemakaian tenaga kerja massal serta masih banyak lagi.
Melihat beberapa kebijakan pemerintah tersebut, proyek-proyek bisnis yang
membantu kebijakan pemerintah akan lebih diprioritaskan untuk berkembang.
5. Tujuan pembangunan ekonomi
Studi kelayakan bisnis (SKB) juga perlu menganalisis biaya dan manfaat yang akan
ditimbulkan perusahaan terhadap pembangunan perekonomian nasional. Aspek-aspek
yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat suatu perusahaan terhadap
perekonomian nasional diantaranya: Rencana Pembangunan Nasional, distribusi nilai
tambah pada seluruh masyarakat, nilai investasi per tenaga kerja, pengaruh sosial,
serta analisis beban dan manfaat sosial. Dengan begitu, jelaslah bahwa studi kelayakan
bisnis (SKB) yang dibuat perlu dikaji demi tujuan pembangunan ekonomi nasional.

4. Aspek-aspek yang perlu dinilai:

a. Aspek hukum, karena untuk meneliti kelengkapan, keaslian serta keabsahan dokumen
karena merupakan dasar hukum yang harus dipegang apabila dikemudian hari timbul
masalah
b. Aspek pasar dan pemasaran, karena untuk meneliti seberapa besar pasar yang akan
dimasuki dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menguasai pasar dengan
strategi yang akan dijalankan nantinya
c. Aspek teknis dan teknologi, karena untuk meneliti serta menentukan dimana lokasi,
bagai mana layout nya serta teknologi apa yang akan digunakan
d. Aspek manajemen, karena untuk meneliti bagaimana kesiapan SDM nya serta bentuk
organisasi seperti apa yang sesuai dengan usaha
e. Aspek keuangan, karena untuk meneliti kemampuan perusahaan dalam memperoleh
pendapatan serta besar nya biaya yang dikeluarkan dan seberapa lama uang tersebut
akan kembali
f. Aspek ekonomi sosial, karena untuk meneliti dampak ekonomi tersebut secara luas
serta dampak sosial terhadap masyarakat secara keseluruhan
g. Aspek dampak lingkungan, karena untuk meneliti bagaimana dampak suatu usaha
terhadap lingkungan yang mempengaruhi kehidupan manusia, tumbuhan dan binatang
yang ada disekitar nya.

5. Tahapan-tahapan studi kelayakan bisnis yang disajikan secara umum :

1. Penemuan Ide Proyek


Setiap produk yang dikerjakan harus berpotensi laku dijual dan menguntungkan.
Artinya, produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pasar/konsumen dengan
menerapkan ide-ide sebagai berikut :
a. Proyek cocok dengan intuisi.
b. Mampu melibatkan diri dengan hal-hal tehknis.
c. Keyakinan akan kemampuan proyek untuk menghasilkan laba.

2. Tahap Penelitian
Setelah ide-ide proyek dipilih, lakukan penelitian dengan cara ilmiah, untuk
memperoleh data-data yang optentik.

Metode-metode :
1) Observasi/Survey.(Peninjauan langsung)
2) Inteview.(Wawancara)
3) Quistioner.(Daftar Pertanyaan)
4) Documentation.(Arsip-arsip tentang Pegawai)
5) Library Riset.(Penelitian & Perpustakaan)

3. Tahap Evaluasi Proyek Bisnis


a. Evaluasi terhadap proyek yang akan didirikan. Contoh Status tanah/lokasi.
b. Evaluasi proyek yang selesai dibangun. Contoh Fisik gedung.
c. Evaluasi proyek yang telah dioperasikan. Contoh Fungsi manajemen.

4.Tahap Urutan Usulan Proyek yang Layak


Jika lebih dari satu proyek yang layak maka, manajer harus memilih satu proyek
yang dianggap penting.(Menguntungkan)

5. Tahap Perencanaan Pelaksanaan Bisnis


Setelah usulan dipilih untuk diaplikasikan maka perlu rencana kerja pembangunan
yang meliputi:
Waktu yang dibutuhkan, Jumlah & Kualifikasi Pelaksanaan Kerja, Ketersediaan
dana & Manajemen.
6. Tahap Pelaksanaan Proyek Bisnis
Bila persiapan telah selesai maka, seluruh pelaksanaan proyek, mulai dari pimpinan
sampai ke para bawahan harus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang
diinginkan.