Anda di halaman 1dari 1

Gangguan kontrol respirasi sentral mungkin memiliki peranan langsung pada gangguan respirasi

akibat penyakit saraf pusat, misalnya pada stroke, sklerosis multipel, atau penyakit Parkinson
(Setiawan, 2013).
Central periodic breathing (CPB), termasuk pernapasan Cheyne-Stokes dan central sleep apnea
(CSA) ditemukan pada penderita stroke.5-7 Pernapasan Cheyne-Stokes adalah suatu pola
pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian turun bergantian dengan periode apnea.
Pola pernapasan ini sering dijumpai pada pasien stroke, akan tetapi tidak memiliki korelasi
anatomis yang spesifik. Salah satu penelitian melaporkan CPB terjadi pada kurang lebih 53%
pasien penderita stroke.
Selain menimbulkan gangguan control respirasi sentral, hemiplegi akut pada stroke berhubungan
dengan risiko kematian akibat infeksi paru. Kemungkinan infeksi paru cukup besar pada pasien
dengan aspirasi dan hipoventilasi. Kontraksi otot diafragma pada sisi yang lumpuh akibat stroke
akan berkurang pada pernapasan volunter, tidak berpengaruh pada pernapasan involunter. Emboli
paru juga pernah dilaporkan terjadi pada 9% kasus stroke.
Central neurogenic hyperventilation pertama kali digambarkan oleh Plum dan Swanson
tahun 1959, merupakan hiperpnea yang terjadi saat bangun dan tidur akibat gangguan di pons.
Pernapasan klaster adalah hiperventilasi bergantian dengan apnea secara cepat yang disebabkan
gangguan di mesensefalon. Pernapasan ataksik merupakan pernapasan yang memiliki irama dan
amplitudo ireguler disebabkan gangguan pada medulla oblongata. Gangguan medula oblongata
bagian bawah membuat pernapasan tidak dipengaruhi oleh respon kimiawi, akan tetapi kontrol
volunteer masih intak (Ondine’s curse). Bila tidak diatasi dengan support ventilator malam hari,
dapat menyebabkan kematian mendadak. Lesi herniasi transtentorial akan memberikan gambaran
respirasi progresif mulai dari pernapasan Cheyne-Stokes, kemudian mengalami central
neurogenic hyperventilation, dan akhirnya irregular gasping yang merupakan keadaan
preterminal. Pasien dengan lesi batang otak atau medulla spinalis servikal atas akan mengalami
gangguan pernapasan volunter dan involunter. Pada kondisi ini diperlukan bantuan ventilator, dan
tindakan trakeostomi untuk pembersihan trakea (tracheal suction). Gangguan kontrol respirasi
dijumpai