Anda di halaman 1dari 3

Definisi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia didefinisikan oleh Boxall dan Purcell sebagai “Keseluruhan kegiatan yang
berhubungan dengan manejemen karyawan di dalam perusahaan”. Sedangkan menurut Boxal et al
meruooakan “kegiatan manajemen pada pekerjaan dan orang di dalam organisasi”. Kegiatan HRM
mencakup kegiatan human human capital management, pengetahuan manajemen, model dan
pengembangan organisasi, sumber daya (perencanaan kekuatan pekerja, rekrutmen dan seleksi, dan
talent management), pelaksanaan manajemen, pembelajaran dan pengembangan, upah, hubungan
karyawan dan well being.

Gagasan HRM yang dikembangkan terutama oleh akademisi memiliki basis konseptual yang kuat yang
diambil dari ilmu perilaku dan teori human capital dan industrial relations.

The philosophy of human resource management

Seperti yang dikandung oleh pelopor pada tahun 1980, negara manajemen sumber daya manusia
didasarkan pada filosofi yang secara fundamental berbeda dengan praktik manajemen personalia pada
saat itu. Beer et al (1984: 1) dimulai dengan proposisi itu, “HRM melibatkan seluruh keputusan dan aksi
manajemen yang mempengaruhi sifat dasar dari hubungan antara organisasi dan karyawan”. Beer dan
teman kerjanya mengusulkan adanya dua ciri-ciri karakteristik HRM yaitu manajer lini menerima lebih
banyak tanggung jawab untuk memastikan penyelarasan strategi kompetitif dan kebijakan SDM dan HR
memiliki misi menetapkan kebijakan yang mengatur bagaimana aktivitas SDM dikembangkan dan
diterapkan dengan cara yang membuatnya lebih saling menguatkan.

Berikut penjelasan lengkap filosofi HRM yang dibuat oleh Legge (1989: 25), yang menganalisis sejumlah
model HRM mengidentifikasi tema umum berikut ini, “Kebijakan SDM harus terintegrasi dengan strategi
perencanaan bisnis dan digunakan untuk memperkuat yang sesuai (atau mengubah yang tidak pantas)
dari budaya organisasi, sumber daya manusia berharga dan menjadi sumber keunggulan kompetitif,
mereka dapat diadopsi secara efektif oleh beberapa kebijakan konsisten yang konsisten yang
mendorong komitmen dan, sebagai konsekuensinya, mendorong kemewahan dalam mempekerjakan
untuk bertindak fleksibel demi kepentingan 'organisasi adaptif’ pencarian keunggulan.

Underpinning theories of HMR

Bagaimanapun, konsep asli dari Sumber Daya Manusia memiliki teori yang kuat dan tetap berhubungan
dengan praktik manajemen. Teori tersebut antara lain sebagai berikut:

Komitmen

Signifikansi dalam teori komitmen organisasi SDM (kekuatan identifikasi individu dengan, dan
keterlibatan dalam, organisasi tertentu) disorot dalam artikel Harvard Business Review oleh Richard
Walton. Menurut Walton (1985:77), pekerja merespons dengan baik dan paling kreatif, ]
tidak ketika mereka dikontrol dengan ketat oleh manajemen, ditempatkan dalam pekerjaan yang
didefinisikan secara sempit dan diperlakukan sebagai kebutuhan yang tidak diinginkan, namun
sebaliknya, bila diberi tanggung jawab yang lebih luas, didorong untuk berkontribusi dan membantu
untuk memuaskan kerja mereka. Tidak mengherankan jika menimbulkan komitmen dan menyediakan
lingkungan di mana ia dapat berkembang membayar dividen nyata bagi individu dan untuk perusahaan.

Teori perilaku organisasi

Teori perilaku organisasi menjelaskan bagaimana seseorang bertindak didalam organisasinya secara
individu maupun berkelompok dan bagaiman fungsi organisasi di dalam hubungan truktur, proses, dan
budayanya. Oleh karena itu, pengaruh SDM mendekati konsep organisasi, pengembangan dan
meningkatkan kapabilitas organisasi. Berikut ini karakteristik teori perilaku organisasi menururt
Ivancevich (2008:11),

- Tentang ciri berpikir individu, group, dan organisasi.


- Bersifat multidisiplin, menggunakan prinsip, konsep, teori, dan metode disiplin lainnya.
- Adanya orientasi humanistik yang jelas, mengenai orang dan perilaku mereka, perspektif,
kapasitas pembelajaran, perasaan, dan tujuan yang penting.
- Berorientasi pada kinerja
- Penggunaan metode ilmiah yang penting dalam mempelajari variabel dan hubungannya.

Motivasi

Teori motivasi menjelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi tujuan tercapainya perilaku dan oleh
karena itu mempengaruhi dalam pendekatan Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan waktu
pemakaian (situasi dimana seseorang melakukan pekerjaan dan organisasinya serta memotivasi dalam
mencapai hasil kinerja yang tinggi). Dua pengaruh penting dalam teori motivasi berhubungan dengan
hakikat motivasi sendiri dan teori harapan.

Hakikat motivasi mengarah ke faktor-faktor yang dihasilkan diri sendiri dapat mempengaruhi perilaku
orang, yang mungkin timbul dari pekerjaan itu sendiri. Deci dan Ryan (1985) mengusulkan bahwa
hakikat motivasi berasal dari kebutuhan untuk menjadi kompeten dan penentuan diri sendiri, hakikat
motivasi dapat ditingkatkan dengan desain dan peran pekerjaan. Sedangkan, teori harapan menjalaskan
bahwa motivasi akan tinggi ketika seseorang tahu apa yang ahrus mereka lakukan untuk mendapatkan
penghargaan (finansial atau non-finansial), mengaharapkan mereka dapat mendapatkan penghargaan,
dan mengharapkan penghargaan tersebut dapat bermanfaat.

Teori human capital

Teori human capital terkait dengan bagaimana seseorang di organisasi berkontribusi dalam
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk meningkatkan kapabilitas organisasi dan signifikansi
kontribusinya.
Teori ketergantungan sumber daya

teori ketergantungan sumber daya kelompok dan organisasi mendapatkan kekuasaan satu sama lain
dengan mengendalikan sumber daya yang berharga. Aktivitas SDM diasumsikan mencerminkan
distribusi kekuatan dalam sistem.

teori berbasis sumber daya

teori berbasis sumber daya, sering disebut sebagai pandangan berbasis sumber daya, memadukan
konsep-konsep dari ekonomi organisasi dan manajemen strategis.

Teori Institusional

organisasi mengkonfirmasi tekanan lingkungan internal dan eksternal untuk mendapatkan legitimasi dan
penerimaan

Teori Agensi

teori Agensi, juga dikenal sebagai teori principal-agent, menjelaskan bahwa di sebagian besar
perusahaan terdapat pemisahan antara pemilik dan agen. Pelaku mungkin tidak memiliki kendali penuh
atas agen mereka.

Teori Kontingensi

Teori kontingensi menyatakan bahwa praktik SDM bergantung pada lingkungan dan keadaan organisasi.
Teori kontingensi dikaitkan dengan konsep kebutuhan untuk mencapai kesesuaian antara strategi,
kebijakan, dan praktik HR organisasi, dan strategi bisnisnya dalam konteks lingkungan eksternal dan
internal.

TUJUAN SDM

Tujuan keseluruahn SDM untuk menjamin organisasi dapat mencapai kesuksesan melalui orang,