Anda di halaman 1dari 4

Lingkungan Bisnis

Semua bisnis beroperasi dalam satu lingkungan eksternal yang terdiri dari segala sesuatu
diluar batas-batas organisasi yang memengaruhinya.

A. Lingkungan Organisasi
Batas organisasi adalah batas yang memisahkan organisasi dari lingkungannya.
Unsur yang mempengaruhi lingkungan organisasi adalah kondisi ekonomi, teknologi,
politik-hukum, isu sosial, lingkungan global, isu tanggung jawab etis dan sosial,
lingkungan bisnis itu sendiri, tantangan dan peluang yang muncul.
B. Lingkungan Ekonomi
Produk domestik bruto GDP : nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam
periode tertentu oleh ekonomi nasional dengan seluruh faktor produk dalam negri. Jika
GDP naik, jumlah output juga naik, jika jumlah output naik, maka ada pertumbuhan
ekonomi. Produktivitas membandingkan berapa banyak yang diproduksi oleh sistem
dengan berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Standar
hidup meningkat hanya melalui kenaikan dalam produktivitas, dan pertumbuhan riil
dalam GDP mencerminkan pertumbuhan dalam produktivitas.
Hal yang dapat menghambat pertumbuhan yaitu: neraca perdagangan dan hutang
nasional. Neraca perdagangan positif bila ekspor lebih besar daripada impor dan negatif
bila impor lebih besar daripada ekspor. Neraca negatif merupakan defisit perdagangan.
Dalam lingkungan ekonomi dipengaruhi dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi,
inflasi, pengangguran, kebijakan fiskal:
1. Sabilitas ekonomi, berarti bahwa jumlah uang yang tersedia dalam sistem ekonomi
dan jumlah barang serta jasa yang diproduksi dalam sistem tersebut tumbuh kira-
kira pada tingkat yang sama. Ancaman utama pada stabilitas ekonomi yaitu inflasi
dan pengangguran.
2. Inflasi terjadi bila kenaikan harga di seluruh sistem ekonomi. Untuk mengukur
inflasi, dapat berpaling melihat ke CPI/ Consumer Price Index: Ukuran harga
produk-produk tertentu yang dibeli konsumen yang tinggal di daerah perkotaan.
3. Pengangguran, adalah tidak adanya pekerjaan bagi mereka yang aktif mencari kerja.
Pemerintah mengelola ekonomi melalui 2 perangkat kebijakan.
a. Pemerintah mengelola penagihan dan pengeluaran pendapatannya
melalui kebijakan fiskal (seperti kenaikan pajak).
b. Kebijakan moneter berfokus pada pengendalian ukuran pasokan uang
negara.
C. Lingkungan Tekhnologi
Teknologi adalah semua cara yang digunakan perusahaan untuk menciptakan
nilai bagi konsumen mereka, termasuk pengetahuan manusia, metode kerja, peralatan
fisik, elektronik dan telekomunikasi, serta berbagai sistem pengelolaan. 2 Kategori
umum dari teknologi yang berhubungan dengan bisnis yaitu teknologi produk dan jasa
serta teknologi pengelolaan bisnis.
Teknologi pengelolaan bisnis digunakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan
pada operasial internal (seperti akuntansi) dan membantu menciptakan hubungan yang
lebih baik dengan lingkungan eksternal, seperti pemasok dan pelanggan.
D. Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) adalah sistem informasi skala besar
untuk mengorganisasi dan mengelola proses perusahaan sepanjang lini produk,
departemen, dan lokasi geografis. ERP menyimpan informasi tentang kegiatan,
mengoordinasi operasi internal dengan aktivitas-aktivitas oleh pemasok luar dan
pelanggan, dan menghasilkan laporan keuangan dari menit ke menit.
E. Lingkungan Politik-Hukum
Lingkungan politik-hukum mencerminkan hubungan antara bisnis dan
pemerintah, biasanya dalam bentuk regulasi pemerintah. Berbagai perwakilan
pemerintah mengatur bidang-bidang penting seperti praktek periklanan, pertimbangan
keamanan dan kesehatan, serta standar perilaku bisnis yang dapat diterima.
F. Stabilitas Politik
Stabilitas politik adalah satu pertimbangan penting untuk perusahaan
internasional. Tidak ada bisnis yang ingin membuka perusahaan di negara lain kalau
hubungan dagang negara itu tidak stabil.
G. Lingkungan Sosial-Budaya
Lingkungan sosial mencakup kebiasaan, adat istiadat, nilai dan karakteristik
demografis dari masyarakat di mana sebuah organisasi beroperasi. Proses sosial-budaya
menentukan barang dan jasa serta juga standar perilaku bisnis yang dihargai dan
diterima masyarakat.
H. Tantangan dan Peluang
Bisnis dewasa ini lebih rumit dan menuntut dibandingkan sebelumnya.
Perusahaan yang lebih berhasil telah menggunakan cara-cara baru dalam menanggapi
tantangan-tantangan ini. Mereka mendefinisi ulang batasan-batasan tradisional,
menggabungkan semuanya untuk mengembangkan barang dan jasa.
I. Strategi menghadapi Peluang.
1. Outsourcing: Strategi membayar pemasok dan ditributor untuk melaksanakan
proses bisnis tertentu atau menyediakan barang atau sumber daya yang dibutuhkan.
Kelemahannya, Hilangnya kontrol perusahaan atas operasi dan informasi.
2. Pemasaran gaya virus (viral marketing): strategi penggunaan pemasaran internet
dan omongan dari mulut ke mulut untuk menyebarkan informasi produk.
Kelebihannya, Orang mengandalkan internet untuk informasi yang seharusnya
didapat dari surat kabar, majalah dan televisi, kemudian yang kedua Unsur
interaktif: pelanggan menjadi peserta dalam proses penyebaran omongan dengan
melanjutkan informasi ke pengguna internet lainnya.
3. Manajemen proses bisnis: pendekatan yang ditempuh perusahaan untuk beralih dari
organisasi berorientasi-departemen ke struktur tim berorientasi proses yang
melintasi batas-batas departemen, Kelebihannya, Pengambilan keputusan yang jauh
lebih cepat dan lebih berorientasi pada pelanggan, bahan baku, dan kegiatan opera-
sional lebih terkoordinasi, dan produk lebih cepat menjangkau pelanggan.
Tugas Rangkuman Mata Kuliah Bisnis Perkebunan

Materi Lingkungan Bisnis

Dosen Pembimbing:
Fitri Kurniawati, SP., MP.
Disusun Oleh:
1. Clobert Frandi Tp (17733)
2. Erwinsyah Dalimunthe (17734)
3. Somi Keppy Hanan (17735)
4. Fahrizal (17736)

FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2018