Anda di halaman 1dari 3

KURETASE

Definisi

Kuretase, dalam periodonsia, adalah sebuah prosedur bedah berupa pengikisan dinding gingival poket
periodontal untuk mengangkat jaringan lunak yang tidak sehat. Terdapat 2 macam kuretase, yaitu
kuretase gingival dan kuretase sub-gingival. Kuretase gingival merupakan pengikisan jaringan lunak yang
terletak lateral dari dinding poket. 1,2 Kuretase sub-gingival merupakan pengikisan bagian apical dari
junctional epithelium dan merusak jaringan perlekatan hingga ke osseus crest. Pada saat scaling dan root
planning, terkadang sebagian dari kuretase terlaksanakan secara tidak sengaja, dan di sebut sebagai
kuretase inadvertent. Kuretase dilakukan dengan tujuan mengurangi loss of attachment (LOA) dengan
cara menghasilkan perlekatan jaringan yang baru. Hal ini dapat tercapai dengan cara menghilangkan
lapisan poket, junctional epithelium dan jaringan granulasi disekitarnya.1,2 Kuretase akan menghasilkan
long junctional epithelium. Walaupun dikategorikan perawatan bedah, kuretase dikategorikan sebagai
closed procedure, dan memiliki beberapa limitasi seperti sulitnya akses dan visibilitas ke permukaan akar
supaya dapat mengangkat plak, kalkulus dan biofilm secara sempurna. Hal ini menyebabkan kuretase
inferior dibandingkan bedah flap.1,2

Gambar 1: gambaran tindakan kuretase pada suatu poket, A; pembuangan lining epitel, B; pembuangan jaringan
granulasi dan junctional epithelium, C; poket setelah dilakukan kuretase. 3

Reddy, S. (2011). Essentials of periodontology and periodontics. St. Louis, Mo.: Jaypee Brothers Medical Publishers.

Indikasi

Indikasi dari kuretase sangat terbatas, dan biasanya dilakukan setelah perawatan scaling dan root
planning untuk tujuan berikut;1,3,4

1. Kuretase dilakukan dalam usaha pembuatan perlekatan baru pada poket infrabony moderate
pada area yang dapat di akses.
2. Kuretase dapat dilakukan sebagai prosedur non-definitif untuk mengurangi inflamasi apabila
Teknik bedah agresif lainnya menjadi kontra-indikasi karena beberapa factor, seperti usia,
kesehatan psikologis, kelainan sistemik atau factor lainnya. Adanya faktor-faktor tersebut
menyebabkan terganggunya eliminasi poket karena perawatan bedah yang di indikasikan tidak
dapat dilakukan, sehingga dapat dilakukan kuretase dengan mempertimbangkan limitasi dari
kuretase.
3. Kuretase juga sering dilakukan pada kunjungan kembali (recall visits) sebagai metode untuk
perawatan maintenance pada area-area yang terjadi rekurensi inflamasi dan pendalaman poket,
terutama pada area dimana bedah pendangkalan poket sudah di lakukan sebelumnya.
4. Pada poket suprabony yang dangkal dengan kedalaman <= 5mm
5. Sebagai bagian dari persiapan inisial sebelum prosedur open surgery, dalam usaha mencapai
kualitas jaringan yang dapat di tangani dengan mudah
6. Adanya kehilangan perlekatan

Kontra-indikasi 1,3,4

1. Adanya infeksi akut seperti Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG)


2. Fibrosis dinding jaringan lunak menjadi indikasi karena adanya shrinkage, seperti pada phenytoin
hyperplasia, terjadi Fibrous enlargement of gingiva
3. Adanya perluasan dasar poket kearah apical dari mucogingival junction, sehingga poket memiliki
kedalaman >5mm
4. Pada pasien dengan penyakit sistemik, risk vs benefit dari prosedur bedah harus di
pertimbangkan.
5. Adanya keterlibatan furkasi

Penyembuhan paska kuretase

Sesaat setelah kuretase, bekuan darah akan mengisi area poket yang telah kehilangan lining epithelial.
Perdarahan juga akan muncul pada jaringan permukaan luka dengan kapiler yang dilatasi dan kaya akan
polymorphonuclear leukocytes (PMNs). Hal ini diikuti dengan proliferasi cepat jaringan granulasi dan
berkurangnya jumlah pembuluh darah kecil seiring maturasinya jaringan. Penyembuhan dan epitelisasi
dari sulkus biasanya membutuhkan waktu 2-7 hari, dan penyembuhan junctional epithelium dapat terjadi
secepatnya 5 hari setelah perawatan.1 Setelah lag inisial selama 12-24 jam, migrasi epitel akan di mulai,
dimulai dari epitel attached gingiva yang ada. Migrasi sel terjadi sebanyak kurang lebih 0.5-1mm/hari di
atas permukaan luka. Epitel baru akan mulai menutupi jaringan ikat gingiva yang ter-ekspos dalam 2-3
hari dan diselesaikan dalam 7-10 hari.4 Pada hari ke-4 seiring berjalannya proses epitelisasi, kolagenasi
mulai terjadi pada area subepitel yang nantinya akan menjadi lamina propia.4 Pembentukan dan
reorganisasi dari serat jaringa ikat merupakan produk dari respon inflamasi. Fase pembentukan jaringan
ikat lebih lambat dibandingkan fase epitelisasi dan membutuhkan 21 hari untuk membentuk serat kolagen
muda. 1,4
Referensi:

1. Newman, M., Takei, H., Klokkevold, P. and Carranza, F. (2015). Carranza's clinical periodontology.
St. Louis: Elsevier Saunders.
2. The American Academy of Periodontology Statement Regarding Gingival Curettage. (2002).
Journal of Periodontology, 73(10), pp.1229-1230.
3. Reddy, S. (2011). Essentials of periodontology and periodontics. St. Louis, Mo.: Jaypee Brothers
Medical Publishers.
4. Bathla, S. and Damle, S. (2017). Textbook of periodontics / Shalu Bathla ; foreword SG Damle. New
Delhi: JP Medical Ltd.