Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki

penduduk terbanyak di dunia. Jumlah penduduk Indonesia

diketahui berada diposisi 4 tertinggi di Dunia dan 3 tertinggi di

Asia. Pada tahun 2015 tercatat jumlah penduduk Indonesia

sejumlah 255.642 juta jiwa dengan laju pertumbuhan

penduduk di kisaran 1.2% atau 1.3% dengan demikian

diperkirakan penduduk Indonesia akan berjumlah 337 juta

jiwa di tahun 2050 (BPS, 2015). Laju pertumbuhan penduduk

yang demikian akan menyebabkan daya dukung lingkungan

yang tidak seimbang. Keadaan penduduk yang demikian telah

mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan

kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk

semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan

kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus

berupaya untuk menekan laju pertumbuhanpenduduk dengan

menggalakkan Program Keluarga Berencana (KB).


Program Keluarga Berencana ini dirintis sejak tahun 1951

dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan

kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan

kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat

melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian

penduduk.

Pendapat Malthus yang dikutip oleh Dhawie (2012)

mengemukakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan

mengembangkan sumber daya alam laksana deret hitung,

sedangkan pertumbuhan dan perkembangan manusia laksana

deret ukur, sehingga pada suatu titik sumber daya alam tidak

mampu menampung pertumbuhan manusia telah menjadi

kenyataan. Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan

penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya

pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara

penduduk dan kebutuhan hidup. Berdasarkan pendapat di

atas, diharapkan setiap keluarga memperhatikan dan

merencanakan jumlah keluarga yang diinginkan berkenaan

dengan hal tersebut. Paradigma baru Program KB Nasional

telah diubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi

“Keluarga berkualitas 2015” untuk mewujudkan keluarga yang

2
berkualitas adalah keluarga sejahtera, sehat, maju, mandiri,

memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan,

bertanggung jawab, Harmonis, dan bertaqwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa (Dinsyah, 2015).

Keluarga berencana (KB) merupakan upaya pelayanan

preventif yang paling dasar dan utama. Gerakan KB Nasional

selama ini telah berhasil mendorong peningkatan peran serta

masyarakat dalam membangun keluarga kecil yang makin

mandiri. Keberhasilan ini mutlak harus diperhatikan bahkan

terus ditingkatkan karena pencapaian tersebut belum merata.

Hasil analisa survey RISKESDAS tahun 2013 di Indonesia

jumlah proporsi pemakai alat kontrasepsi pada Wanita Usia

Subur (WUS) menikah atau hidup bersama berjumlah 59.7%.

dengan rincian pengguna kontrasepsi hormonal yaitu implant,

suntikan, pil, sebesar 51.8% dan sisanya sebesar 7.9% adalah

pengguna kontrasepsi non hormonal yaitu Metode Kontrasepsi

Jangka Panjang (MKJP) jenis spiral (IUD), Metode Operatif

Wanita (MOW), Metode Operatif Pria (MOP), Diafraghma dan

kondom. Data RISKESDAS propinsi Lampung tahun 2013

Jumlah pengguna Kontrasepsi yaitu 70.5% suntikan

mendominasi dari pemakaian kontrasepsi yang lain yaitu

sekitar 59 %, dan sisanya sekita 11.5% adalah pengguna

Metode kontrasepsi jangka Panjang sedangkan jumlah

3
pengguna kontrasepsi non Hormonal Metode Kontrasepsi

Jangka Panjang (IUD) adalah sekitar 5%. Sedangkan di

Kabuten Mesuji jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) pengguna

kontrasepsi adalah 34.935 PUS. 80% nya di dominasi oleh

pengguna kontrasepsi hormonal, dan sisanya sekitar 20%

adalah pengguna kontrasepsi non hormonal baik Intra Uterin

Device (IUD), MOW, MOP dan Kondom (BKKBN 2012).

Pada tahun yang sama di Kecamatan Mesuji Timur jumlah

Pasangan Usia Subur adalah sekitar 8.781 PUS dengan

jumlah peserta KB adalah sekitar 6.116 PUS (BKKBN,2012).

Jumlah pengguna IUD sampai dengan bulan untuk kecamatan

Mesuji Timur adalah 70 orang atau sekitar 1.15% dari jumlah

Pasangan Usia Subur peserta KB aktif.

Berdasarkan prasurvey yang dilakukan peneliti pada

tanggal 04 November 2016 di Desa Margojadi Kecamatan

Mesuji Timur Kabupaten Mesuji diketahui bahwa pengguna

alat kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP)

khususnya IUD masih sangat sedikit. Sampai pada bulan

November tahun 2016 didapatkan jumlah Pasangan Usia

Subur sebesar 430 PUS, Pasangan Usia Subur pengguna KB

aktif sebesar 384 PUS, jumlah pengguna Suntikan sebesar 245

(63.8%) PUS, pengguna Implant sebesar 83 (21.6%) PUS,

4
pengguna Pil sebesar 20 (5.2%) PUS, Kondom sebesar 24

(6.25%) PUS, MOW sebesar 1 (0.26%) PUS, dan pengguna IUD

sebesar 10 (2.60%) PUS.

Desa Margojadi Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten

Mesuji merupakan bagian dari 23 kelurahan yang berada di

Kecamatan Mesuji Timur. Daerah Ini dipilih sebagai tempat

penelitian karena daerah ini termasuk ke dalam wilayah

pedesaan dengan kriteria Desa Biasa. Dimana mayoritas

penduduk masih berpendidikan rendah sehingga pengetahuan

Pasangan Usia Subur mengenai Intra Uterine Device masih

rendah. Pengetahuan mempengaruhi seseorang untuk

melakukan sesuatu. Begitu pula dengan penggunaan alat

kontrasepsi. Oleh karena itu peneliti memperkirakan masih

banyaknya PUS yang tidak berkeinginan untuk menggunakan

alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) karena banyaknya

penduduk berpendidikan rendah dan kurangnya pengetahuan.

Selain tingkat pendidikan dan pengetahuan, dukungan suami

juga berpengaruh terhadap partisipasi suami dalam menjadi

akseptor Keluarga Berencana. Fishbein (Linnas, 2013)

menekankan bahwa dukungan mempengaruhi perilaku

melalui suatu proses pengambilan keputusan yang teliti dan

beralasan, sehingga dukungan diharapkan dapat memprediksi

perilaku. Dukungan suami terhadap pengambilan keputusan

5
ibu dalam menjadi akseptor KB diharapkan dapat mendukung

dan mengarahkan partisipasi ibu dalam ber KB. Faktor yang

lainnya yaitu rasa malu dan risih yang dirasakan ibu sehingga

ibu tidak berkeinginan memakai IUD.

Berdasarkan dari data diatas, Peneliti tertarik untuk

meneliti tentang “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan

Rendahnya Akseptor KB Intra Uterine Device (IUD) pada

Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Margojadi Kecamatan

Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji tahun 2017”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang

diangkat dalam penelitian ini adalah masih rendahnya

pengguna Intra Uterin Device (IUD) pada Pasangan Usia Subur

di Desa Margojadi kecamatan Mesuji Timur tahun 2017?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan

dengan rendahnya pengguna Intra Uterine Device (IUD)

pada Akseptor Keluarga Berencana (KB) di desa Margoadi

Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji tahun 2017.

2. Tujuan Khusus

6
a) Untuk Mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan,

pendidikan, dukungan suami dan rasa malu dan risih

dan pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang

jenis IUD di desa mergojadi Kecamatan Mesuji Timur

Kabupaten Mesuji Tahun 2017.

b) Untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan

pemakaian KB IUD di Desa Margojadi kec. Mesuji Timur

Kab. Mesuji tahun 2017.

c) Untuk mengidentifikasi hubungan pendidikan dengan

pemakaian KB IUD di Desa Margojadi kec. Mesuji Timur

Kab. Mesuji tahun 2017

d) Untuk mengidentifikasi hubungan dukungan suami

dengan pemakaian KB IUD di Desa Margojadi kec.

Mesuji Timur Kab. Mesuji tahun 2017.

e) Untuk mengidentifikasi hubungan rasa malu dan risih

dengan pemakaian KB IUD di Desa Margojadi kec.

Mesuji Timur Kab. Mesuji tahun 2017.

D.Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan khususnya

bagi ilmu kebidanan dan mengenai masalah penggunaan

alat kontrasepsi pada Ibu.

7
2. Manfaat Praktis

a. Bagi warga desa Margojadi kecamatan Mesuji Timur

kabupaten Mesuji Meningkatkan pengetahuan tentang

metode kontrasepsi jangka panjang jenis IUD.

b. Bagi petugas kesehatan khususnya Bidan Desa Margojadi

kecamatan mesuji Timur Kabupaten Mesuji.

Untuk dapat lebih banyak memberikan penyuluhan pada

Pasangan Usia Subur mengenai Metode Kontrasepsi

Jangka Panjang (MKJP) jenis Intra Uterine Device (IUD).

c. Bagi STIKes Aisyah

Menambah sumber bacaan dan referensi di perpustakaan

mengenai alat kontrasepsi.

d. Bagi Peneliti Selanjutnya

Sebagai informasi untuk penelitian selanjutnya.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor faktor yang

berhubungan dengan rendahnya Akseptor IUD, yang meliputi

pengetahuan, pendidikan, dukungan suami dan rasa malu dan

risih. Responden dari penelitian ini adalah Pasangan Usia

Subur (PUS) pengguna alat kontrasepsi di Desa Margojadi

Kecamatan Mesuji timur, Kabupaten Mesuji. Metode penelitian

8
yang digunakan Survey Analitik dengan pendekatan Cross

Sectional. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari penyusunan

proposal yaitu bulan november 2016 sampai dengan bulan

juni 2017.