Anda di halaman 1dari 40

Sekolah : SMAN 2 PADANG

Mata Pelajaran : Kimia


Kelas/Semester : XI/Genap
Materi Pokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 12 x 45 Menit ( 3 x Pertemuan )

A. KompetensiInti
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial : Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.Adapun rumusanKompetensi Sikap Sosial
yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melaluipembelajarantidaklangsung(indirect
teaching),yaituketeladanan, pembiasaan, dan budaya sekolahdengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

KI3: Memahami,menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan


faktual,konseptual, prosedural,dan metakognitif berdasarkan rasaingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan,kebangsaan, kenegaraan,dan peradaban terkait penyebabfenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural padabidang kajianyang
spesifik sesuai denganbakat dan minatnyauntuk memecahkan masalah

KI4: Mengolah,menalar,menyaji,dan menciptadalamranah konkret dan ranah abstrak


terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinyadi sekolah secara mandiri
sertabertindak secara efektifdan kreatif,danmampu menggunakan metodasesuai
kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Konmpetensi
KD pada KI 3 KD pada KI4
3.11 SiswaMamampu 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat
menganalisis kesetimbangan
asam basa berbagai larutan garam
ion dalam larutan garam dan
menentukanpH-nya IPK
IPK
4.11.1 Merancang dan melakukan
3.11.1 Menjelaskan pengertian percobaan untuk menunjukkan sifat
reaksi netralisasi asam dan asam basa berbagai larutan
basa
3.11.2 Menuliskan reaksi 4.11.2 Membuat laporan tentang pengujian
netralisasi asam basa sifat asam basa berbagai larutan
3.11.3 Menentukan jenis garam garam
yang dihasilkan dari reaksi
netralisasi
3.11.4 Menjelaskan pengertian
hidrolisis garam
3.11.5 Menentukan sifat garam yang
terhidrolisis
3.11.6 Menjelaskan jenis-jenis
garam yang terhidrolisis
dalam air
3.11.7 Menghitung tetapan hidrolisis
(Kh).
3.11.8 Menghitung pH larutan
garam menurut jenis garam
yang terhidrolisis

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali informasi dari
berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan
peserta didik terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki
sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta
menjelaskan pengertian hidrolisis garam, menentukan sifat garam yang terhidrolis,
menjelaskan jenis-jenis garam yang terhidrolisis dalam air, menghitung tetapan
hidrolisis (Kh),menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
D. Materi Pembelajaran
1. Fakta : garam merupakan senyawa ion.
2. Konsep :
a. Pengertian hidrolisis garam.
Hidrolisis garam adalah reaksi antara komponen garam yang berasal dari asam atau
basa lemah dengan air.
b. Sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya.
3. Prinsip :
a. Garam dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, larutannya
bersifat netral.
b. Garam dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial (hidrolisis
anion), larutannya bersifat basa.
[𝑂𝐻 − ] = √𝐾ℎ 𝑥 𝑀
c. Garam dari basa lemah dan asam kuat mengalami hidrolisis parsial (hidrolisis
kation), larutannya bersifat asam.
[𝐻 + ] = √ 𝐾ℎ 𝑥 𝑀
d. Garam dari asam lemah dengan basa lemah mengalami hidrolisis total, sifat
larutannya bergantung pada harga Ka asam dan Kb basa pembentuknya.

𝐾𝑤 𝑥𝐾𝑎
[𝐻 + ] = √
𝐾𝑏

E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : saintifik
Metode : diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan
Model : discovery learning

F. Media Belajar
 Media :
o Worksheet atau lembar kerja (siswa)
o lembar penilaian
o Laptop
 Alat/Bahan :
o Infocus
o Spidol
G. Sumber Pembelajaran
o Sudarmo,Unggul.2014.Kimia:Untuk SMA/MA Kelas XI,Kelompok Peminatan
Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta:Erlangga
o Hidayat,Riandi dkk.2014.Kimia 2A. SMA kelas XI. Jakarta: Yudhistira
o Utami, Budi dkk. 2009. Kimia 2: Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam.
o Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

H. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15
 Peserta didik menjawab ucapan salam, dan cek kehadiran serta diajak berdoá menit
oleh guru
 Peserat didik menerima penyampaian indikator pencapaian kompetensi (IPK)
 Peserta didik menerima penyampaian garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
 Peserta didik menerima penyampaian lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan
Kegiatan Inti 150
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation  Peserta didik dikelompokkan menjadi 10 kelompok secara
(stimullasi/ heterogen oleh guru berdasarkan kemampuan dan sosial
pemberian  Siswa memperhatikan dan mengamati penayangan beberapa
rangsangan) slide
 gambar/foto tentang materi hidrolisis garam
 lembar kerja materi hidrolisis garam
 pemberian contoh-contoh materi hidrolisis garam
untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media
interaktif, dsb
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung),
membaca materi hidrolisis garam dari buku paket atau
buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan lingkungan
 Mendengar
pemberian materi hidrolisis garam oleh guru
 Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai materi hidrolisis
garam, untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari
informasi.

Problem peserta didik diberi kesempatan untuk mengidentifikasi


1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu
statemen sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar
(pertanyaan/ yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,
identifikasi contohnya :
masalah)  Mengajukan pertanyaan tentang materi hidrolisis
garam yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan
faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat.

Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk


collection menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan  Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
data) merancang percobaan percobaan identifikasi pH garam
 Mengamati obyek/kejadian,
 mengamati dengan seksama jalannya percobaan
percobaan identifikasi pH garam
 mengamati dengan seksama materi hidrolisis garam
yang yang sedang dipelajari dalam bentuk
gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan
mencoba menginterprestasikannya
 Membaca sumber lain selain buku teks,
 membaca prosedur, petunjuk, dan langkah-langkah
kerja percobaan percobaan identifikasi pH garam
 mencari dan membaca berbagai referensi dari
berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan
pemahaman tentang materi hidrolisis garam yang
sedang dipelajari
 Aktivitas
 melakukan prosedur, petunjuk, dan langkah-langkah
kerja percobaan percobaan identifikasi pH garam
 menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang
belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan
membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan
dengan materi hidrolisis garam yang sedang
dipelajari
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
 mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan
percobaan percobaan identifikasi pH garam yang
tekah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru
 mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi
hidrolisis garam yang tekah disusun dalam daftar
pertanyaan kepada guru
 Mendiskusikan
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama
1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu
membahas hasil percobaan percobaan identifikasi
pH garam
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas contoh dalam buku paket mengenai
materi hidrolisis garam
 Mengumpulkan informasi
 mencatat semua informasi tentang hasil percobaan
identifikasi pH garam yang telah diperoleh pada
buku catatan dengan tulisan yang rapi dan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
 mencatat semua informasi tentang materi hidrolisis
garam yang telah diperoleh pada buku catatan
dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
 Mempresentasikan ulang
 Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresen-tasikan hasil percobaan identifikasi pH
garam sesuai dengan pemahamannya
 Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresen-tasikan materi hidrolisis garam sesuai
dengan pemahamannya
 Saling tukar informasi tentang materi hidrolisis
garam dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari
kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan
diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan
dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan
belajar sepanjang hayat.

Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data


processing hasil pengamatan dengan cara :
(pengolahan  Berdiskusi tentang data dari materi hidrolisis garam
Data) yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan
sebelumnya.
 Mengolah informasi dari materi hidrolisis garam yang
sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan
sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan
kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan
pada lembar kerja.
 Mengolah dan menganalisis data hasil pengamatan
 Menyimpulkan sifat garam yang terhidrolisis
1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai
materi hidrolisis garam

Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan


(pembuktian) memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori
pada buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda
sampai kepada yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
membuktikan tentang materi : hidrolisis garam, antara
lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-
sama membahas jawaban soal-soal yang telah
dikerjakan oleh peserta didik.

Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan


(menarik  Menyampaikan hasil diskusi tentang materi hidrolisis
kesimpulan) garam berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara
klasikal tentang mteri : hidrolisis garam
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan tentanag materi hidrolisis garam dan
ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi tentang materi hidrolisis garam
yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara
tertulis tentang hidrolisis garam
 Menjawab pertanyaan tentang hidrolisis garam yang
terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar
kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa
berkaitan dengan materi hidrolisis garam yang akan
selesai dipelajari
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi hidrolisis
garam yang terdapat pada buku pegangan peserta didik
atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap
1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu
materi pelajaran

Kegiatan Penutup 15
Peserta didik : menit
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran hidrolisis garam yang baru dilakukan.
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran hidrolisis garam
yang baru diselesaikan.
 Mengagendakan projek yang harus mempelajarai pada pertemuan
berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi
pelajaranhidrolisis garam.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf
serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian projek pada materi
pelajaran hidrolisis garam
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran hidrolisis garam kepada
kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik

2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15
 Peserta didik menjawab ucapan salam, dan cek kehadiran serta diajak berdoá menit
oleh guru
 Peserat didik menerima penyampaian indikator pencapaian kompetensi (IPK)
 Peserta didik menerima penyampaian garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
 Peserta didik menerima penyampaian lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan
Kegiatan Inti 150
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
(stimullasi/ perhatian pada topikmateri sifat garam yang terhidrolisis dan
pemberian rumus kimianya dengan cara :
rangsangan)  Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto tentang materi sifat garam
yang terhidrolisis dan rumus kimianya
“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar
tersebut?”
 Mengamati
 lembar kerja materi sifat garam yang terhidrolisis dan
rumus kimianya
 pemberian contoh-contoh materi sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianya untuk dapat
dikembangkan peserta didik, dari media interaktif,
2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu
dsb
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung),
membaca materi sifat garam yang terhidrolisis dan rumus
kimianya dari buku paket atau buku-buku penunjang
lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan
lingkungan
 Mendengar
pemberian materi sifat garam yang terhidrolisis dan
rumus kimianya oleh guru
 Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai materi sifat garam
yang terhidrolisis dan rumus kimianya, untuk melatih
kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk


statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan
(pertanyaan/ dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui
identifikasi kegiatan belajar, contohnya :
masalah)  Mengajukan pertanyaan tentang materi sifat garam
yang terhidrolisis dan rumus kimianya yang tidak
dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang
diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis
yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat. Misalnya :
 Apa yang dimaksud dengan sifat garam yang
terhidrolisis?

Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk


collection menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan  Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
data) merancang percobaan untuk identifikasi pH garam
dengan menggunakan kertas lakmus atau indikator
universal atau pH meter
 Mengamati obyek/kejadian,
 mengamati dengan seksama jalannya percobaan
untuk identifikasi pH garam dengan menggunakan
kertas lakmus atau indikator universal atau pH meter
 mengamati dengan seksama materi sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianya yang yang sedang
dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide
presentasi yang disajikan dan mencoba
menginterprestasikannya
2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu
 Membaca sumber lain selain buku teks,
 membaca prosedur, petunjuk, dan langkah-langkah
kerja percobaan untuk identifikasi pH garam dengan
menggunakan kertas lakmus atau indikator universal
atau pH meter
 mencari dan membaca berbagai referensi dari
berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan
pemahaman tentang materi sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianya yang sedang
dipelajari
 Aktivitas
 melakukan prosedur, petunjuk, dan langkah-langkah
kerja percobaan untuk identifikasi pH garam dengan
menggunakan kertas lakmus atau indikator universal
atau pH meter
 menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum
dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan
membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan
dengan materi sifat garam yang terhidrolisis dan
rumus kimianya yang sedang dipelajari
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
 mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan percobaan
untuk identifikasi pH garam dengan menggunakan
kertas lakmus atau indikator universal atau pH meter
yang tekah disusun dalam daftar pertanyaan kepada
guru
 mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi
sifat garam yang terhidrolisis dan rumus kimianya
yang tekah disusun dalam daftar pertanyaan kepada
guru
 Mendiskusikan
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas hasil percobaan untuk identifikasi pH
garam dengan menggunakan kertas lakmus atau
indikator universal atau pH meter
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas contoh dalam buku paket mengenai materi
sifat garam yang terhidrolisis dan rumus kimianya
 Mengumpulkan informasi
 mencatat semua informasi tentang hasil percobaan
untuk identifikasi pH garam dengan menggunakan
kertas lakmus atau indikator universal atau pH meter
yang telah diperoleh pada buku catatan dengan
tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar
 mencatat semua informasi tentang materi sifat garam
yang terhidrolisis dan rumus kimianya yang telah
diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi
dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu
benar
 Mempresentasikan ulang
 Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresen-tasikan hasil percobaan untuk identifikasi
pH garam dengan menggunakan kertas lakmus atau
indikator universal atau pH meter sesuai dengan
pemahamannya
 Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresen-tasikan materi sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianya sesuai dengan
pemahamannya
 Saling tukar informasi tentang materi sifat garam
yang terhidrolisis dan rumus kimianyadengan ditanggapi
aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga
diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap
teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.

Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data


processing hasil pengamatan dengan cara :
(pengolahan  Berdiskusi tentang data dari materi sifat garam yang
Data) terhidrolisis dan rumus kimianyayang sudah
dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi dari materi sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianyayang sudah
dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya
mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung
dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
 Menganalisis rumus kimia garam-garam dan
memprediksi sifatnya
 Menentukan grafik hubungan perubahan harga pH
pada titrasi asam basa untuk menjelaskan sifat garam
yang terhidrolisis
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai
materi sifat garam yang terhidrolisis dan rumus kimianya

Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan


(pembuktian) memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori
pada buku sumber melalui kegiatan :
2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda
sampai kepada yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
membuktikan tentang materi : sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianya, antara lain dengan :
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas
jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta
didik.

Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan


(menarik  Menyampaikan hasil diskusi tentang materi sifat garam
kesimpulan) yang terhidrolisis dan rumus kimianyaberupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau
media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara
klasikal tentang mteri : sifat garam yang terhidrolisis dan
rumus kimianya
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan tentanag materi sifat garam yang terhidrolisis
dan rumus kimianyadan ditanggapi oleh kelompok yang
mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi tentang materi sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianyayang dilakukan dan
peserta didik lain diberi kesempatan untuk
menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan
berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang
sifat garam yang terhidrolisis dan rumus kimianya
 Menjawab pertanyaan tentang sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianyayang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah
disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa
berkaitan dengan materi sifat garam yang terhidrolisis
dan rumus kimianyayang akan selesai dipelajari
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi sifat garam
yang terhidrolisis dan rumus kimianyayang terdapat pada
buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang
telah disediakan secara individu untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu

Kegiatan Penutup 15
Peserta didik : menit
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran sifat garam yang terhidrolisis dan
rumus kimianyayang baru dilakukan.
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianya yang baru diselesaikan.
 Mengagendakan projek yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya
di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi
pelajaransifat garam yang terhidrolisis dan rumus kimianya.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf
serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian projek pada materi
pelajaran sifat garam yang terhidrolisis dan rumus kimianya
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran sifat garam yang
terhidrolisis dan rumus kimianyakepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik

3. Pertemuan Ke-3 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15
 Peserta didik menjawab ucapan salam, dan cek kehadiran serta diajak berdoá menit
oleh guru
 Peserat didik menerima penyampaian indikator pencapaian kompetensi (IPK)
 Peserta didik menerima penyampaian garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti 150


Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation  Peserta didik dikelompokkan menjadi 10 kelompok secara
(stimullasi/ heterogen oleh guru berdasarkan kemampuan dan sosial
pemberian  Siswa memperhatikan dan mengamati penayangan beberapa
rangsangan) slide
 gambar/foto tentang materi tetapan hidrolisis (Kh) dan
pH larutan garam yang terhidrolisis
 lembar kerja materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH
larutan garam yang terhidrolisis
 pemberian contoh-contoh materi tetapan hidrolisis (Kh)
dan pH larutan garam yang terhidrolisis untuk dapat
dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung),
membaca materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan
3. Pertemuan Ke-3 ( 4 x 45 menit ) Waktu
garam yang terhidrolisis dari buku paket atau buku-
buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan lingkungan
 Mendengar
pemberian materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan
garam yang terhidrolisis oleh guru
 Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai materi tetapan
hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis ,
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari
informasi.

Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk


statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan
(pertanyaan/ dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui
identifikasi kegiatan belajar, contohnya :
masalah)  Mengajukan pertanyaan tentang materi tetapan
hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan
faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat. Misalnya :
 Apa yang dimaksud dengan tetapan hidrolisis (Kh)?
 Seperti apakah pH larutan garam yang terhidrolisis
tersebut?

Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk


collection menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan  Mengamati obyek/kejadian,
data) mengamati dengan seksama materi tetapan hidrolisis
(Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis yang
yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide
presentasi yang disajikan dan mencoba
menginterprestasikannya
 Membaca sumber lain selain buku teks,
mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai
sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman
tentang materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan
garam yang terhidrolisis yang sedang dipelajari
 Aktivitas
menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum
dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca
yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan
3. Pertemuan Ke-3 ( 4 x 45 menit ) Waktu
materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam
yang terhidrolisis yang sedang dipelajari
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi
tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang
terhidrolisis yang tekah disusun dalam daftar
pertanyaan kepada guru
 Mendiskusikan
 Menganalisis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa
lemah, asam lemah dan basa kuat untuk
menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis
melalui diskusi.
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas contoh dalam buku paket mengenai
materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam
yang terhidrolisis
 Mengumpulkan informasi
mencatat semua informasi tentang materi tetapan
hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan
yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar
 Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresen-tasikan materi tetapan hidrolisis (Kh) dan
pH larutan garam yang terhidrolisis sesuai dengan
pemahamannya
 Saling tukar informasi tentang materi tetapan
hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari
kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan
diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan
dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan
belajar sepanjang hayat.

Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data


processing hasil pengamatan dengan cara :
(pengolahan  Berdiskusi tentang data dari materi tetapan hidrolisis
Data) (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis yang
sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan
sebelumnya.
3. Pertemuan Ke-3 ( 4 x 45 menit ) Waktu
 Mengolah informasi dari materi tetapan hidrolisis (Kh)
dan pH larutan garam yang terhidrolisis yang sudah
dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya
mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung
dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kerja.
 Menentukan tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan
garam yang terhidrolisis melalui perhitungan
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai
materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam
yang terhidrolisis

Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan


(pembuktian) memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori
pada buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda
sampai kepada yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
membuktikan tentang materi : tetapan hidrolisis (Kh)
dan pH larutan garam yang terhidrolisis , antara lain
dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh
peserta didik.

Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan


(menarik  Menyampaikan hasil diskusi tentang materi tetapan
kesimpulan) hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara
lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara
klasikal tentang mteri : tetapan hidrolisis (Kh) dan pH
larutan garam yang terhidrolisis
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan tentanag materi tetapan hidrolisis (Kh) dan
pH larutan garam yang terhidrolisis dan ditanggapi oleh
kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi tentang materi tetapan
hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya.
3. Pertemuan Ke-3 ( 4 x 45 menit ) Waktu
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara
tertulis tentang tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan
garam yang terhidrolisis
 Menjawab pertanyaan tentang tetapan hidrolisis (Kh)
dan pH larutan garam yang terhidrolisis yang terdapat
pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja
yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa
berkaitan dengan materi tetapan hidrolisis (Kh) dan pH
larutan garam yang terhidrolisis yang akan selesai
dipelajari
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi tetapan
hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu
untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran

Kegiatan Penutup 15
Peserta didik : menit
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan
garam yang terhidrolisis yang baru dilakukan.
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran tetapan hidrolisis
(Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis yang baru diselesaikan.
 Mengagendakan projek yang harus mempelajarai pada pertemuan
berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi
pelajarantetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis .
 Peserta didik yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf
serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian projek pada materi
pelajaran tetapan hidrolisis (Kh) dan pH larutan garam yang terhidrolisis
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran tetapan hidrolisis (Kh) dan
pH larutan garam yang terhidrolisis kepada kelompok yang memiliki kinerja
dan kerjasama yang baik
I. Penilaian

1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : TesTertulis
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik, Portofolio

2. Bentuk Penilaian :
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraiandanlembarkerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir)

4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukanbagipesertadidik yang capaian KD
nyabelumtuntas
b. Tahapanpembelajaran remedial dilaksanakanmelaluiremidialteaching (klasikal),
atau tutor sebaya, atautugasdandiakhiridengantes.
c. Tes remedial, dilakukansebanyak 2 kali danapabilasetelah 2 kali tes remedial
belummencapaiketuntasan, maka remedial
dilakukandalambentuktugastanpatestertuliskembali.

5. Pengayaan
a. Bagipesertadidik yang
sudahmencapainilaiketuntasandiberikanpembelajaranpengayaansebagaiberikut:
- Siwa yang mencapainilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum)
diberikanmaterimasihdalamcakupan KD
denganpendalamansebagaipengetahuantambahan
- Siwa yang mencapainilai n  n(maksimum) diberikanmaterimelebihicakupan
KD denganpendalamansebagaipengetahuantambahan.

Padang, Januari 2018


Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Padang, Guru Mata Pelajaran,

Drs Syamsul Bahri, M.Pd.I Bustami, S.Pd


NIP. 19660320 199003 1 006 NIP. 196603051989031009
Lampiran 1

BAHAN AJAR

- Sifat garam yang terhidrolisis


Garam merupakan senyawa ion yang terdiri dari kation dan anion sisa asam. Setiap
garam mempunyai komponen basa (kation) dan komponen asam (anion).
Contoh:
Natrium Klorida (NaCl) terdiri dari kation Na+ yang dapat dianggap berasal dari
NaOH, dan anion Cl- yang berasal dari HCl. Di dalam air, NaCl terdapat sebagai
ion-ion yang terpisah.
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)

Sifat larutan garam tergantung pada kekuatan relatif asam-basa penyusunnya:

 Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral.


 Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam.
 Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa.
 Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisasi
asam dan ionisasi basanya (Ka dan Kb).
Ka > Kb : bersifat asam
Ka < Kb : bersifat basa
Ka = Kb : bersifat netral
a. Konsep Hidrolisis
Sifat larutan garam dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis. Hidrolisis merupakan
istilah yang umum digunakan untuk reaksi zat dengan air (hidrolisis berasal dari kata
hydro yang berarti air dan lysis yang berarti peruraian). Menurut konsep ini,
komponen garam (kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah
bereaksi dengan air (terhidrolisis). Hidrolisis kation menghasilkan ion H3O+ (=H+),
sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion OH-.
 Garam dari asam kuat dan basa kuat
Contoh: Garam yang terbentuk
dari asam kuat dan basa
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
kuat tidak terhidrolisis
Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

Jadi, NaCl tidak mengubah perbandingan konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air,
dengan kata lain, larutan NaCl bersifat netral.
 Garam dari basa kuat dan asam lemah
Contoh:
Garam yang
terbentuk dari
NaCH3COO(aq) Na+(aq) + CH3COO-(aq)
basa kuat dan
basa lemah
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-
terhidrolisis anion
Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

Hidrolisis menghasilkan ion OH-, maka larutan bersifat basa.

 Garam dari asam kuat dan basa lemah


Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisi
parsial, yaitu hidrolisis kation.

Contoh:
Garam yang terbentuk
+ -
NH4Cl (aq) NH4 (aq) + Cl (aq) dari asam kuat dan
basa lemah
NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq) terhidrolisis kation

Cl- (aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

Hidrolisis menghasilkan ion H3O+, maka larutan bersifat asam.

 Garam dari asam lemah dan basa lemah


Baik kation maupun anion Dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa
lemah terhidrolisis dengan air, sehingga disebut hidrolisis total.
Contoh:
Garam yang
NH4CH3COO (aq) +
NH4 (aq) + CH3COO (aq) - terbentuk dari
asam lemah dan
NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq) basa lemah
terhidrolisis total
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq
- pH garam yang terhidrolisis
- Tetapan hidrolisis (Kh)
Tetapan kesetimbangan dari reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan
dinyatakan dengan lambang Kh.
 Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis,
sehingga larutannya bersifat netral (pH = 7).
 Garam dari Basa Kuat dan Asam Lemah
Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis
parsial, yaitu hidrolisis anion. Contoh:
A-(aq) + H2O(aq) HA(aq) + OH-(aq) …………………….(1)

Tetapan hidrolisis untuk reaksi (1) di atas adalah


[HA][OH¯]
𝐾ℎ = …………………….. (2)
[A¯]

Persamaan (2) dapat dituliskan sebagai berikut.

[OH¯]²
𝐾ℎ =
M

[OH¯] = √𝐾h × M ……………….(3)


Menurut prinsip kesetimbangan, untuk reaksi-reaksi kesetimbangan di atas berlaku
persamaan berikut.

𝐾w
𝐾h = ……………… (4)
𝐾a

Penggabungan persamaan (3) dan (4) menghasilkan persamaan berikut.

𝐾𝑤
[𝑂𝐻¯] = √ ×M …………….. (5)
𝐾𝑎

Contoh Soal:

Tentukanlah pH larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M; Ka CH3COOH = 1,8 x 105

Jawab:

Ca(CH3COO)2(aq) Ca2+(aq) + 2CH3COO(aq)


0,1 M 0,1 M 0,2 M

𝐾𝑤
OH = √ 𝐾𝑎 × M

10−14
=√1,8 ×10−5 × 0,2

= √1,11 × 10−10

= 1,05 × 10−5

pOH = - log OH-

= log 1,05 10−5

= 5 – log 1,05

pH = 14 – pOH

= 9 + log 1,05

= 9,02

 Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah


Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis
kation. Jika kation yang terhidrolisis itu dimisalkan sebagai BH+, maka
reaksi hidrolisis serta persamaan tetapan hidrolisisnya sebagai berikut,
BH+(aq) + H2O(aq) B(aq) + H3O+(aq)
Untuk garam dari asam kuat dan basa lemah dapat diturunkan rumus –
rumus berikut.
𝐾𝑤
Kh = 𝐾𝑏

𝐾𝑤
H+ = √ 𝐾𝑏 𝑥 𝑀

Dengan Kb = tetapan ionisasi basa lemah pembentuk garam


M = molaritas kation (komponen garam yang mengalami hidrolisis)
Kw = tetapan kesetimbangan air
Contoh Soal :

Berapakah pH larutan 0,1 M NH4Cl? Kb NH3 = 1,8 x 10-5


Jawab:
NH4Cl(aq)  NH4+(aq) + H3O+(aq)
Ion NH4+ mengalami hidrolisis:
NH4+(aq) + H2O(l ) ⇌ NH3(aq) + H3O+(aq)
𝐾𝑤
H+ = √ 𝐾𝑏 𝑥 𝑀

10−14
= √1,8 𝑥 10−5 𝑥 0,1

= 7,45 𝑥10−6
pH= 5,1

 Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah


Garam dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total (kation
dan anion mengalami hidrolisis). pH larutan dapat diperkirakan dengan
rumus:
√𝐾w x 𝐾a 𝐾𝑤
H+ = ; Kh = Ka x Kb
𝐾b

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa yang
bersangkutan.
Jika asam lebih lemah daripada basa (Ka < Kb), maka anion akan
terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih
lemah daripada asam (Kb < Ka), maka kation akan terhidrolisis lebih banyak
dan larutan akan bersifat asam. Sedangkan jika asam sama lemahnya dengan
basa (Ka = Kb), maka larutan akan bersifat netral.

- Hidrolisis Garam
 Sifat larutan garam tergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya.
 Hidrolisis garam adalah reaksi antara komponen garam yang berasal dari asam atau
basa lemah dengan air.
 Hidrolisis parsial adalah hidrolisis yang terjadi pada garam yang terbentuk dari
asam kuat-basa lemah atau asam lemah-basa kuat.
 Garam dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, larutannya
bersifat asam
 Garam dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dan larutannya
bersifat basa.

 Hidrolisis total adalah hidrolisis yang terjadi pada garam yang terbentuk dari asam
lemah-basa lemah.
 Garam dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total, sifat larutannya
tergantung pada harga Ka asam dan Kb basa pembentuknya.
Lampiran 2

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMAN 2 padang


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : X / Semester I
Mata Pelajaran : Kimia

KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK


NO WAKTU NAMA
PERILAKU SIKAP NEG LANJUT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Lampiran 3
I. Instrumen Penilaian Hasil belajar

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN

1. Observasi pada saat diskusi kelas (Penilaian Sikap)


KELAS X1
Kelompok ............
No Aspek yang dinilai
A B C D E F G H I
1 Aktif mendengar
2 Aktif bertanya
3 Mengemukakan pendapat
4 Mengendalikan diri
5 Menghargai orang lain
6 Bekerja sama dengan orang lain
7 Berbagi pengetahuan yang dimiliki
8 Pengelolaan waktu

Petunjuk pengisian:Skor maksimum tiap aspek 4


Rentang jumlah skor: Kriteria Penilaian
28 – 32 Nilai: A (amat baik) 1: 1-2 aspek diberi skor 1
20 – 27 Nilai: B (baik) 2: 3-4 aspek diberi skor 2
12 – 19 Nilai: C (cukup) 3 : 5-6 aspek diberi skor 3
0 – 11 Nilai: K (kurang) 4 : 7-8 aspek diberi skor 4

.
Lampiran 4. Lembar kerja Siswa

KIMIA

HIDROLISIS GARAM (Pertemuan 1)

Diskusi (15 menit)

Jenis – jenis garam yang terhidrolisis

a. Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat

Contoh :

Natrium klorida (NaCl) terdiri dari kation Na+ dan anion Cl-. Baik ion Na+ maupun Cl-
berasal dari elektrolit kuat, sehingga keduanya tidak mengalami hidrolisis.

NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl- (aq)

Na+ (aq) + H2O(l)  tidak bereaksi

Cl- (aq) + H2O(l)  tidak bereaksi

Jadi, NaCl tidak mengubah perbandingan konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air, dengan kata
lain, larutan NaCl bersifat netral

b. Garam dari Basa Kuat dan Asam Lemah

Contoh :

Natrium asetat terdiri dari kation Na+ dan anion CH3COO-. Ion Na+ berasal dari basa kuat
(NaOH), sehingga tidak bereaksi dengan air. Ion CH3COO- berasal dari asam lemah
(CH3COOH), Sehingga bereaksi dengan air. Jadi, CH3COONa terhidrolisis sebagian
(parsial), yaitu hidrolisis anion CH3COO-.

CH3COONa(aq)  CH3COO-(aq) + Na+(aq)

CH3COO-(aq) + H2O(l)  CH3COOH(aq) + OH-(aq)

Na+(aq) + H2O(l)  tidak bereaksi

Hidrolisis menghasilkan OH-, maka larutan bersifat basa


c. Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu
hidrolisis kation

Contoh :

Amonium klorida (NH4Cl) terdiri dari kation NH4+ dan anion Cl-, ion NH4+, berasal dari
basa lemah NH3, mengalami hidrolisis, sedangkan ion Cl-, berasal dari asam kuat HCl,
tidak terhidrolisis.

NH4Cl(aq)  NH4+(aq) + Cl-(aq)

NH4+(aq) + H2O(l)  NH3(aq) + H3O+(aq)

Cl-(aq) + H2O(l)  tidak bereaksi

Hidrolisis menghasilkan ion H3O+, maka larutan bersifat asam

d. Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Baik kation maupun anion dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah
terhidrolisis dalam air, sehingga disebut hidrolisi total.

Contoh :

Amonium asetat (NH4CH3COO) terdiri dari kation NH4+ anion CH3COO-. Baik ion NH4+
maupun ion CH3COO- berasal dari elektrolit lemah, keduanya terhidrolisis.

NH4CH3COO(aq)  NH4+(aq) + CH3COO-(aq)

NH4+(aq) + H2O(l)  NH3(aq) + H3O+(aq)

CH3COO-(aq) + H2O(l)  CH3COOH(aq) + OH-(aq)

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa yang bersangkutan. Jika
asam lebih lemah daripada basa (Ka < Kb), maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan
larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih lemah dari asam (Kb < Ka), kation yang
terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat asam. Sedangkan jika asam sama
lemahnya dengan basa (Ka = Kb).
Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan teori di atas.
1. Apakah NaCl mengalami hidrolisis? Jelaskan!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
2. Apakah garam yang terbentuk dari CH3COOH dan NaOH akan mengalami
hidrolisis? Jelaskan!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
3. Apakah garam yang terbentuk dari NH4OH dan HCl akan mengalami hidrolisis?
Jelaskan!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
4. Apakah CH3COONH4 mengalami hidrolisis? Jelaskan!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……

5. tuliskan reaksi CN- dengan air dan mengapa ion CN- dapat bereaksi dengan air!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
6. tuliskan reaksi Na+dengan air dan mengapa ion Na+tidak dapat bereaksi dengan
air!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……
Sifat Garam yang Terhidrolisis

Tabel berbagai jenis asam dan basa:


Nama Asam Jenis Asam Nama Basa Jenis Basa
Asam Klorida (HCl) Asam Kuat Litium hidroksida (LiOH) Basa Kuat
Asam Nitrat (HNO3) Asam Kuat Natrium hidroksida (NaOH) Basa Kuat
Asam Sulfat (H2SO4) Asam Kuat Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) Basa Kuat
Asam Bromida (HBr) Asam Kuat Barium hidroksida (Ba(OH)2) Basa kuat
Asam Iodida (HI) Asam Kuat Kalium Hidroksida (KOH) Basa Kuat
Asam Asetat Asam Lemah Amoniak (NH3) Basa Lemah
(CH3COOH)
Asam Sianida (HCN) Asam Lemah Amonium Hidroksida Basa Lemah
(NH4OH)
Asam Fluorida (HF) Asam Lemah Besi (II) Hidroksida (Fe(OH)2) Basa Lemah
Asam Format Asam Lemah
(CHCOOH)
Asam Karbonat (H2CO3) Asam Lemah
1. Tentukanlah sifat larutan garam pada tabel di bawah ini berdasarkan
berdasarkan kekuatan relatif asam basa penyusunnya :

Larutan Basa Pembentuk Asam pembentuk Sifat larutan garam


Garam
Rumus Sifat Rumus Sifat
Kimia Kimia
CH3COON NaOH Basa kuat CH3COO ................. .................
a H

KCN .............. ............... HCN ................. .................


...

NH4Cl NH4OH ............... HCl Asam kuat .................

Na2SO4 .............. ............... ............... ................. .................

NH4CN NH4OH ............... ............... .................

Tergantung tetapan ionisasi

2. Lengkapilah reaksi hidrolisis di bawah ini dan tentukan sifat larutan garamnya
A.NH4Cl(aq) NH4+ (aq) + Cl-
Ion NH4+ mengalami hidrolisis:

…………. + ………….. ……….. + ……….


Larutan bersifat…………….

B.CH3COONa(aq) CH3COO- (aq) + Na+


Ion CH3COO- mengalami hidrolisis:

…………. + ………….. ……….. + ……….


Larutan bersifat………..

C.CH3COOK(aq) CH3COO- (aq) + K+


Ion CH3COO- mengalami hidrolisi:
…………. + ………….. ……….. + ……….
Larutan bersifat………..

Lampiran 5. Lembar kunci jawaban LKS

KIMIA

HIDROLISIS GARAM (Pertemuan 1)

Jenis – jenis garam yang terhidrolisis

1. Apakah NaCl mengalami hidrolisis? Jelaskan


Jawab : natrium klorida tidak terhidrolisis, hal ini karena kation Na+ dan anion
Cl- berasal dari basa kuat dan asam kuat, akibatnya larutan bersifat netral.

2. Apakah garam yang terbentuk dari CH3COOH dan NaOH akan mengalami
hidrolisis? Jelaskan
Jawab : garam yang terbentuk dari CH3COOH dan NaOH adalah CH3COONa,
yaitu garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis
sebagian. Hal ini karena anion CH3COO- berasal dari asam lemah dapat bereaksi
dengan air melepas ion OH- akibatnya larutan garam bersifat basa.

3. Apakah garam yang terbentuk dari NH4OH dan HCl akan mengalami hidrolisis?
Jelaskan
Jawab: garam yang terbentuk dari NH4OH dan HCl adalah NH4Cl, yaitu garam
yang berasal dari basa lemah dan asam kuat akan terhidrolisis sebagian. Hal ini
karena kation NH4+ berasal dari basa lemah dapat bereaksi dengan air melepas
ion H3O+ (H+) akibatnya larutan garam bersifat asam.

4. Apakah CH3COONH4 mengalami hidrolisis? Jelaskan!


Jawab: CH3COONH4 terhidrolisis total, hal ini karena kation NH4+ dan anion
CH3COO- berasal dari basa lemah dan asam lemah dapat berekasi dengan air.
Dimana kation NH4+ melepas ion H3O+ (H+) dan anion CH3COO- melepas ion
OH-, tetapi sifat garam ini ditentukan berdasarkan kekuatan relatif asam dan basa
yang bersangkutan
5. tuliskan reaksi CN- dengan air dan mengapa ion CN- dapat bereaksi dengan air!
jawab: CN-(aq) + H2O(l)  HCN(aq) + OH-(aq)

ion CN- dapat bereaksi dengan air karena ion CN- relatif kuat sehingga dapat
bereaksi dengan air dan melepaskan ion H+

6. tuliskan reaksi Na+dengan air dan mengapa ion Na+tidak dapat bereaksi dengan
air!
jawab:

Na+(aq) + H2O(l)  tidak bereaksi

ion Na+tidak dapat bereaksi dengan air karena ion Na+ bersifat relatif lemah
sehingga tidak dapat terhidrolisis

Sifat Garam yang Terhidrolisis

1. Tentukanlah sifat larutan garam pada tabel di bawah ini berdasarkan berdasarkan
kekuatan relatif asam basa penyusunnya:

Larutan Basa Pembentuk Asam pembentuk Sifat larutan garam


Garam
Rumus Sifat Rumus Sifat
Kimia kimia
CH3COON NaOH Basa kuat CH3COO Asam Basa
a H lemah

KCN KOH Basa kuat HCN Asam Basa


lemah

NH4Cl NH4OH Basa HCl Asam kuat Asam


lemah

Na2SO4 NaOH Basa kuat H2SO4 Asam kuat Netral

NH4CN NH4OH Basa HCN Asam


lemah lemah
Tergantung tetapan ionisasi
2. Lengkapilah reaksi hidrolisis di bawah ini dan tentukan sifat larutan garamnya

A.NH4Cl(aq) NH4+ (aq) + Cl-(aq)

Ion NH4+ mengalami hidrolisi:

NH4+ + H2O NH4OH + H+

Larutan bersifat asam

B.CH3COONa(aq) CH3COO- (aq) + Na+

Ion CH3COO- mengalami hidrolisi:

CH3COO- + H2O CH3COOH + OH-

Larutan bersifat basa

C.CH3COOK(aq) CH3COO- (aq) + K+

Ion CH3COO- mengalami hidrolisis:

CH3COO- + H2O CH3COOH + OH-

Larutan bersifat basa


Lampiran 6. Kisi-Kisi Soal

Mata Pelajaran : Kimia

Pertemuan-Ke : 1-2

Materi : Hidrolisis garam

Tujuan Pembelajaran C1 C2 C3 C4 C5 Jumlah


Soal
Siswa dapat menjelaskan  1
pengertian hidrolisis garam.

siswa dapat mengidentifikasi sifat  1


garam yang terhidrolisis dalam air
berdasarkan kekuatan asam dan
basa penyusunnya.

.Siswa dapat menentukan garam  1


yang terhidrolisis sempurna

Siswa dapat menentukan garam  1


yang mengalami hidrolisis
parsial.

Siswa dapat menentukan garam  1


yang tidak mengalami hidrolisis.

Siswa dapat menghitung tetapan  1


hidrolisis (Kh).
Siswa dapat menghitung pH  1
larutan garam dari asam kuat dan
basa kuat.
Siswa dapat menghitung pH  1
larutan garam dari asam kuat dan
basa lemah
siswa dapat menghitung pH
 1
larutan garam dari asam lemah
dan basa kuat.

Siswa dapat menghitung pH  1


larutan garam dari asam lemah
dan basa lemah.

Total soal 10

Lampiran 7. Soal

Nama siswa : Nilai :


Kelas : Tanda tangan guru :
Hari / tanggal : Tanda tangan orang tua :

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan lengkap !

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hidrolisis garam ?


2. Dari garam-garam di bawah ini, tentukanlah sifat garam tersebut !
a. KNO3
b. NH4Cl
3. Apakah garam CH3COONH4 dapat terhidrolisis dalam air ? Jelaskan
4. Apakah garam NH4Cl dapat terhidrolisis dalam air ? Jelaskan
5. Apakah garam NaCl dapat terhidrolisis dalam air ? Jelaskan
6. Tuliskan rumus menentukan Kh untuk garam yang terbentuk dari basa kuat dengan
asam lemah !
7. Berapakah pH dari NaCl ?
8. Berapakah pH larutan 0,1 M NH4Cl? Kb NH3 = 1,8 x 10-5
9. Tentukanlah pH larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M; Ka CH3COOH = 1,8 x 105
10. Bagaimana pH dari garam yang terhidrolisis sempurna dalam air ? jelaskan.
Lampiran 8. Kunci Jawaban Soal

No Soal Kunci Jawaban Skor maksimal

1 Hidrolisis merupakan istilah yang umum digunakan 10


untuk reaksi zat dengan air (hidrolisis berasal dari kata
hydro yang berarti air dan lysis yang berarti peruraian).
komponen garam (kation atau anion) yang berasal dari
asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air
(terhidrolisis). Hidrolisis kation menghasilkan ion H3O+
(=H+), sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion OH-
2 10
a. KNO3
Garam yang terbentuk dari asam kuat (HNO3)
dan basa kuat (KOH). Maka garam bersifat netral.
b. NH4Cl
Garam yang terbentuk dari asam kuat (HCl) dan
basa lemah (NH4OH). Maka garam bersifat asam.

3 CH3COONH4 terbentuk dari asam lemah CH3COOH


10
dan basa lemah NH4OH , CH3COOH dapat
terhidrolisis karena asam lemah dan NH4OH juga dapat
terhidrolisis karena basa lemah .sehingga garam dari
CH3COONH4 dapat terhidrolisis sempurna

10
4 NH4Cl tebentuk dari basa lemah NH4OH dan asam kuat
HCl, NH4OH dapat terhidrolisis karena basa lemah
sedangkan HCl tidak terhidrolisis . sehingga garam dari
NH4Cl dapat terhidrolisis sebagian

5
NaCl terbentuk dari basa kuat NaOH dan asam kuat 10

HCl, sehingga garam NaCl tidak terhidrolisis tetapi


terionisasi sempurna
6 𝐾w 10
𝐾h =
𝐾a

Kw= tetapan kesetimbangan air

Ka= tetapan ionisasi asam lemah

7
NaCl adalah garam yang berasal dari asam kuat dan 10
basa kuat dan tidak mengalami hidrolisis, sehingga
larutannya bersifat netral (pH = 7).

8 NH4Cl(aq)  NH4+(aq) + H3O+(aq) 10


Ion NH4+ mengalami hidrolisis:
NH4+(aq) + H2O(l ) ⇌ NH3(aq) +
H3O+(aq)
𝐾𝑤
H+ = √ 𝐾𝑏 𝑥 𝑀

10−14
= √1,8 𝑥 10−5 𝑥 0,1

= 7,45 𝑥10−6
pH= 5,1

9
Ca(CH3COO)2(aq) Ca2+(aq) + 2CH3COO(aq) 10

0,1 M 0,1 M 0,2 M

𝐾𝑤
OH = √ ×M
𝐾𝑎

10−14
=√1,8 ×10−5 × 0,2

= √1,11 × 10−10

= 1,05 × 10−5

pOH = - log OH-

= log 1,05 10−5


= 5 – log 1,05

pH = 14 – pOH

= 9 + log 1,05

= 9,02

Garam dari asam lemah dan basa lemah mengalami


10
10
hidrolisis total (kation dan anion mengalami hidrolisis).
pH larutan dapat diperkirakan dengan rumus:

√𝐾w x 𝐾a 𝐾𝑤
H+ = ; Kh = Ka x Kb
𝐾b

Skor Total
100