Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK REVIEW

“METODOLOGI DAN PENDEKATAN


PEMBELAJARAN”

DISUSUN OLEH :

ADE TIA UTARI 516 333 1001

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIMED
2017

1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, makala yang berjudul “ Metode dan Pendekatan Pembelajaran” ini
telah selesai dengan tepat waktu. Semoga kehadiran makala Critical Book Review ini dapat
memperkaya ilmu pengetahuan para pembaca.

Pembuatan makala ini bertujuan sebagai tugas individu mata kuliah Psikologi
Pendidikan yang sebagai materi kuliah. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
mata kuliah Psikologi Pendidikan yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah
ini.

Penulis mengakui dalam penulisan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
diharapkan saran dan kritikan dari pembaca demi tercapainya kesempurnaan tugas ini . Atas
perhatiannya, penulis ucapkan terimakasih.

Medan , 30 Maret 2017

ADE TIA UTARI

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………… 2

Daftar isi …………………………………………………………………………… 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 4


1.2 Tujuan ...................................................................................................................... 5
1.3 Manfaat..................................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku………………………………………………………....................... 6


2.2 Ringkasan Isi Buku………………………………………………………............... 7
2.3 Kelebihan dan Kekurangan………………………………………………………...11

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 12


3.2 Saran......................................................................................................................... 12

Daftar Pustaka................................................................................................................. 13

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Secara khusus makala Critical Book Review yang berjudul “ Metode dan Pendekatan
Pembelajaran” ini dapat dijadikan sumber pengetahuan atau referensi bagi para mahasiswa
yang mengambil program studi calon tenaga pendidik, termasuk praktisi dan tenaga pendidik
mulai tingkat pendidikan tingkat dasar dan pendidikan tingkat menengah. Disamping itu,
sudah menjadi keharusan, bahwa calon tenaga pendidik, tenaga pendidik dan praktisi
pendidikan, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pembelajaran untuk
meningkatkan kapasitas pengetahuan dan praktisi dan praktik pembelajaran.

Permasalahan dalam dunia pendidikan Indonesia selalu aktual dan layak untuk dikaji
terus-menerus, karena bila disimak secara jujur, penyelenggaraan pendidikan nasional baik
berkenaan dengan sistem, organisasi, penyelenggaraan, anggaran, maupun muatan
kurikulumnya mutlak didiskusikan secara menyeluruh melalui berbagai perspektif. Manusia
yang oleh pada hakikatnya memang makhlukyang multidimensional dan berbeda antara satu
sama lain membutuhan kebutuhan-kebutuhan yang berbeda pula, khususnya dalam
pembelajaran.

Metode, metodologi serta teknik-teknik pembelajaran senantiasa harus diperbaharui


guna mencapai pendidikan Indonesia yang paripurna. Dalam buku ini dipaparkan berbagai
macam metode, metodologi, serta teknik pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
yang berbeda-beda, mulai dari aspek psikologis, filsafat, ilmu pendidikan dan Iain-Iain. Buku
ini diharapkan dapat menjadi referensi yang baik bagi pendidik dan calon pendidik,
khususnya dalam membina usaha guna mencapai pendidikan yang paripurna.

Menurut banyak penelitian, bahwa masih sedikit pendidik yang berupaya mencari
metode pembelajaran secara meyakinkan, yang dapat menarik dan memotivasi siswa untuk
mempelajari materi yang disampaikan oleh guru. Akibatnya, proses pembelajaran yang
dilaksanakan belum sepenuhnya mencapai tujuan. Dan sebahagian besar guru masih
menggunakan komunikasi searah/guru sebagai pusat pembelajaran.

Hadirnya buku "Metode dan Model-model Pembelajaran" ini merupakan suatu


masukan, dan bahan pertimbangan yang penting dalam upaya meningkatkan mutu
pembelajaran. Pokok-pokok pikiran yang tertulis dalam buku ini adalah sebagai ajakan
kepada pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung terlibat dalam proses pembelajaran,
guna untuk menjadikan proses pembelajaran lebih "Variatif, aktif, inovatif, efektif, dan
menyenangkan". Semoga buku ini dapat memberikan sumbangan untuk ikut serta membantu
meningkatkan mutu pendidikan yang dicita-citakan. Akhirnya, segala koreksi dan saran demi
kesempurnaan buku ini, penulis hargai.

4
1.2 TUJUAN
 Mencari dan mengetahui informasi yang terdapat di dalam buku tersebut.
 Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan buku
tersebut.
 Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku tersebut.
 Mengetahui dan memahani isi dari buku tersebut dan mengerti apa itu metodologi dan
pendekatan pembelajaran.

1.3 MANFAAT

 Untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan .


 Kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari buku tersebut.
 Kita dapat menambah ilmu pengetahuan tentang metode pembelajaran.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Metodologi dan Pendekatan Pmbelajaran

Penulis : Drs. Janawi, M.Ag.

Penerbit : Penerbit Ombak

Tempat Terbit : Yogyakarta

Tahun Terbit : 2003

Tebal Buku : 242 hal

Ukuran Buku : 14,5 cm x 21 cm

Warna Buku : Coklat

ISBN : 978 – 602 – 258 – 066 - 9

6
2.2 Ringkasan Isi Buku

1. Pengertian dan Prinsip-prinsip Umum Metodologi Pengajaran


Metodologi adalah pembahasan tentang metode (Ahmad Tafsir, 2004 : 12 ).
Metodologi bersifat netral dan umum, tidak diwarnai oleh bidang apapun. Akan tetapi
metodologi mengandung unsur-unsur inovatif, karena metodologi memberi alternatif lain
yang dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Metode memiliki prinsip-prinsip, yaitu :

1. Metode yang digunakan memanfaatkan teori kegiatan mandiri.


2. Metode digunakan untuk memanfaatkan hukum pembelajaran.
3. Metode digunakan berawal dari apa yang sudah diketahui peserta didik.
4. Metode didasarkan pada atas teori dan praktik yang terpadu dengan baik bertujuan
menyatukan kegiatan pembelajaran.
5. Metode digunakan memeperhatikan perbedaan-perbedaan individual dan
menggunakan prosedur-prosedur yang sesuai dengan ciri-ciri pribadi, seperti
kebutuhan, minat, dan kematangan mental serta fisik peserta didik.
6. Metode yang digunakan harus mampu merangsang kemampuan berpikir dan nalar
peserta didik.
7. Metode disesuaikan dengan emajuan peserta didik dalam hal keterampilan, kebiasaan,
pengetahuan, gagasan, dan sikap peserta didik.
8. Metode harus menyediakan kepada peserta didik pengalaman-pengalaman belajar
melalui kegiatan belajar yang berfariasi.
9. Metode bersifat memotivasi peserta didik kearah kegiatan-kegiatan yang menyangkut
diferensiasi dan integrasi.
10. Metode memberi peluang kepada peserta didik untuk bertanya dan menjawab
pertanyaan.
11. Kelebihan suatu metode dapat menyempurnakn kelemahan metode lain.
12. Satu metode dapat dipergunakan untuk berbagai jenis materi dan sebaliknya satu
materi pelajaran diperlukan metode yang bersifat bervariasi.
13. Dalam konteks pendidikan islam, metode digunakan dengan prinsip fleksibel dan
dinamis.
14. Metode juga digunakan dengan memperhatikan kurikulum (curiculum and teacher
education are thus closely interlinked) ( Al –Afendi, 1980:v).

2. PENDEKATAN DAN METODE BELAJAR

Pendekatan pembelajaran dapat berarti titik tolak atau sudut pandang terhadap proses
pembelajaran atau merupakan gambaran pola umum perbuatan guru dan peserta didik di
dalam perwujudan kegiatan pembelajaran, yang berusaha meningkatkan kemampuan-
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga
tercapai sasaran belajar.

7
Menurut Suherman (1993:220) mengemukakan pendekatan dalam pembelajaran
adalah suatu jalan, cara atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam
pencapaian tujuan pembelajaran dilihat dari sudut bagaimana proses pembelajaran atau
materi pembelajaran itu, umum atau khusus.

Terdapat lima pendekatan pembelajaran yang perlu dipahami guru untuk dapat
mengajar dengan baik yaitu :
a. Pendekatan kompetensi, yaitu menunjuk kepada kemampuan melaksanakan sesuatu
yang diperoleh melalui pembelajaran dan latihan.
b. Pendekatan keterampilan proses, merupakan pendekatan pembelajaran yang
menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam
memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
c. Pendekatan lingkungan, merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha
untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan
sebagai sumber belajar.
d. Pendekatan kontekstual, merupakan salah satu model pembelajaran berbasis
kompetensi yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan menyukseskan
implementasi kurikulum 2004.
e. Pendekatan tematik (Thematic A pproach), merupakan pendekatan pembelajaran
untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang
mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.

3. METODE MENGAJAR DAN PRINSIP-PRINSIP BELAJAR


Mansyur (1991:45) mengatakan, bahwa metode mengajar berhubungan erat dengan
prinsip-prinsip belajar. Sebagai pendukung pendapatnya, ia melakukan elaborasi dan
sekaligus mengemukakakn rumusan sebagai berikut :

1. Metode mengajar dan motivasi. Jika bahan pelajaran disajikan secara menarik besar
kemungkinan motivasi belajar anak didik akan semakin meningkat.
2. Metode mengajar dan aktivitas anak didik. Apabila dalam kegiatan interaksi edukatif
terdapat keterlibatan intelek-emosianal anak didik, biasanya intensitas keaktifan dan
motivasi akan meningkat, sehingga tujuan pembelajaran tercapai denagn efektif.
3. Metode mengajar dan umpan balik. Dalam proses interaksi edukatif diperlukan
umpan balik, seperti : umpan balik tentang kemampuan perilaku peserta latihan.
4. Umpan balik tentang daya serap. Apa yang diserap sebagai pen\lajaran untuk
diterapkan secara aktif.
5. Metode mengajar dan pengalihan. Pendidikan dan latihan membantu anak didik
untuk mengalihkan (transfer) hasil belajarnyakedalam situasi-situasi yang nyata.
6. Metode mengajar dan penyusunan pemahaman yang logis dan psikologis. Dalam
mengajar diperlukan pemilihan metode yang tepat.

4. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

8
Model pembelajran selalu berkembang pesat dalam dunia pendidikan. Model-model
pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut :

1. Model Pembelajaran Glaser

Robert Glaser dalam Ramayulis (2008:163) telah mengembangkan suatu model


pengajaran yang membagi proses belajar-mengajar dalam empat komponen atau tahapan
sebagai berikut :

a. Instructional objectives ( tujuan pengajaran , tujuan harus dirancang dalam rumusan


yang spesifik dan operasional.
b. Entering behavior, menggambarkan bahwa tingkat kemampuan peserta didik sebelum
pengajaran dimulai.
c. Instructional procedure, merupakan perencanaan proses belajar-mengajar yang berisi
penjelasan tentang langkah-langkah interaksi yang akan dilakukan untuk mencapai
tujuan yang telah dirumuskan.
d. Permormance assesment, merupakan tahapan evaluasi.

2. Model Pembelajaran Unit

Model pembelajaran ini pertama kali dikemukakan oleh HC. Marison. Dalam metode
ini keaktifan guru dalam menyajikan bahan pelajaran dan keaktifan pesert didik dalm belajar
dapat diseimbangkan. Prinsip-prinsip umum pembelajaran unit adalah sebagai berikut :

- Prinsip kurikulum terpadu


- Prinsip psikologi perkembangan
- Prinsip team teaching

3. Model Pembelajaran Berprograma

Model pembelajaran berprograma ialah suatu bentuk pembelajaran dengan


mempergunakan alat-alat yang bekerja serba otomatis. Model pembelajaran berprograma ini
merupakan sebagai cara untuk menyajikan bahan pelajaran secara sistematis.

4. Model Pembelajaran Modul

Modul adalah satu unit program belajar mengajar terkecil yang secara terperinci
menggariskan tujuan-tujuan instruksional umum yang akan ditunjang pencapaiannya.

5. Model Pembelajaran PPSI

Prosedur pengembangan sistem instruksional atau disingkat PPSI merupakan salah


satu pola dasar megajar yang telah dipergunakan pemerintah sebagai pola dasar terpilih
(Enkoswara 1984:42).

6. Model Pembelajaran CBSA

9
Yanf dimaksud dengan “ Cara Belajar Siswa Aktif ” (CBSA) adalah aktivitas
pembelajaran siswa aktif. Walaupun demikian bukan berarti guru tidak berperan guru menjadi
fasilisator, motivator, dan ikut memberi arahan dalam menyelesaikan permasalahan.

7. Model Pembelajaran Tuntas

Belajar tuntas merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan didalam


kelas, dengan asumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua peserta didik akan mampu
belajar dengan baik dan memperoleh hasil belajar secatra maksimal terhadap seluruh bahan
yang dipelajari.

8. Model Pembelajaran Inquiry

Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang dialami (Mulyasa, 2003:235).
Strategi inquiry memberi peluang kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran. Tugas guru dalam konteks pembelajaran ini adalah menciptakan lingkunagn
yang memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran.

9. Model Pembelajaran Konstruktivisme

Model pembelajaran konstruktivisme memperlihatkan bahwa pembelajaran


merupakan proses aktif dalam membuat proses aktif daalm membuat sebuah pengalaman
menjadi masuk akal.

10. Model Pembelajaran Problem Solving

Problem Solving (pemecahan masalah) merupakan model pembelajaran dimana


peserta didik dihadapkan pada suatu kondisi bermasalah, untuk itu anak didik harus
menemukan sejumlah strategi untuk dapat memecahkan masalah tersebut.

11. Model Pembelajaran Quantum Teaching

Istilah quantum adalah interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya


karena semua kehidupan adalah energi.

12. Model Pembelajaran Pendekatan Aptitude – T reatment – Interaction (ATI)

Menurut Gronbach (dalam Ramayulis, 2008:237), ATI adalah sebuah pendekatan


dalam pembelajaran yang berusaha mencari dan menemukan perlakuan-perlakuan (treatment)
yang cocok dengan perbedaan kemampuan (aptitude) siswa.

13. Model Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum


Satuan Pendidikan (KTSP)

KBK merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil
belajar, serta pemberdayaan sumber daya pendidikan (Muslich:2007:17).

10
KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK). Berdasarkan
pengertian diatas terdapat persamaan dan perbedaan antara KBK dan KTSP persamaannya,
keduanya sama-sama seperangkat rencana pendidikan yang berorientasi pada kompetensi dan
hasil belajar peserta didik. Perbedaannya tampak pada teknis pelaksanaan, KBK disusun oleh
pemerintah pusat sedangkan KTSP disusun oleh tingkat satuan masing-masing.

2.3 KELEMAHAN dan KELEBIHAN BUKU

1. KELEMAHAN

 Buku ini tidak dapat dijadikan buku utama hanya dapat dijadikan sebagai buku
referensi atau buku kedua karena buku ini tidak cukup lengkap pembahasannya.

2. KELEBIHAN
 Buku ini dapat dijadikan referensi untuk para mahasiswa yang mengambil program
studi calon tenaga pendidik.
 Buku ini disusun dengan kalimat yang mudah dipahami bagi para pembaca dan
dilengkapi dengan pengertian-pengertian dari setiap sub bab nya.
 Buku ini juga memberikan macam-macam model pembelajaran dan metode-metode
pembelajaran.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Metodologi adalah pembahasan tentang metode (Ahmad Tafsir, 2004 : 12 ).
Metodologi bersifat netral dan umum, tidak diwarnai oleh bidang apapun. Akan tetapi
metodologi mengandung unsur-unsur inovatif, karena metodologi memberi alternatif lain
yang dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Menurut Suherman (1993:220) mengemukakan pendekatan dalam pembelajaran


adalah suatu jalan, cara atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam
pencapaian tujuan pembelajaran dilihat dari sudut bagaimana proses pembelajaran atau
materi pembelajaran itu, umum atau khusus.

Mansyur (1991:45) mengatakan, bahwa metode mengajar berhubungan erat dengan


prinsip-prinsip belajar.

3.2 SARAN
Dari bermacam-macamnya pendekatan dan metode dalam proses belajar mengajar,
diharapkan pendidik mampu memaksimalkan dan mempraktekkan pendekatan itu untuk
mengatasi semua permasalahan yang muncul dalam upayanya membentuk kepribadian anak
didik sehingga nantinya memperoleh hasil yang memuaskan dan mampu menciptakan
generasi bangsa yang berkualitas. Dengan adanya berbagai teori yang telah diuraikan
diharapkan juga dapat lebih meningkatkan model-model pembelajaran yang lebih baik dari
waktu ke waktu.

12
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Janawi, M.Ag. 2013. Metodologi dan Pendekatan Pembelajaran. Yogyakarta : Penerbit
Ombak

13

Anda mungkin juga menyukai