Anda di halaman 1dari 2

mikrobiologi dan tes resistensi dilakukan dengan mengambil secret dari meatus

medius/superior, untuk mendapat antibiotic yang tepat guna. Lebih baik lagi bila
diambil dari pungsi sinus maksila.1,2,4,7
3.6.1. Pemeriksaan Radiologi Kelainan Sinus Paranasal
Pada pasien-pasien dengan keluhan klinis khas yang mengarah pada dugaan
adanya sinusitis, antara lain pilek-pilek kronik, nyeri kepala kronik, nyeri kepala satu
sisi (kanan atau kiri), nafas berbau, atau kelainan-kelainan lain pada sinus paranasal
misalnya: mukokel, pembentukan cairan dalam sinus-sinus, atau tumor, trauma sekitar
sinus paranasalis, diperlukan informasi mengenai sinus tersebut. Pemeriksaan
radiologis untuk mendapatkan informasi dan mengevaluasi sinus paranasal adalah :

- Pemeriksaan foto kepala dengan berbagai posisi yang khas


- Pemeriksaan tomogram
- Pemeriksaan CT-scan

Dengan pemeriksaan radiologis tersebut para ahli radiologi dapat memberikan


gambaran anatomi atau variasi anatomi, kelainan-kelainan pada sinus paranasalis dan
struktur tulang sekitarnya, sehingga dapat memberikan diagnosis yang lebih dini.
Pemeriksaan foto kepala untuk mengevaluasi sinus paranasal terdiri atas
berbagai macam posisi, antara lain:

a. Foto kepala posisi AP (Antero-Posterior) atau Caldwell


Foto ini diambil dengan posisi kepala menghadap kaset, bidang
midsagital kepala tegak lurus pada film. Idealnya pada film tampak pyramid
tulang petrosum diproyeksi pada 1/3 bawah orbita atau pada dasar orbita. Hal
ini dapat tercapai apabila orbito-meatal line tegak lurus pada film dan sentrasi
membentuk sudut 15° kaudal. Baik untuk melihat sinus frontalis dan etmoid.