Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Indonesia mengalami perubahan


yang cukup mendasar dan besar. Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya
keinginan akan akuntabilitas dan transparansi kinerja terhadap pengelolaan sektor
publik. Akibatnya, reformasi menjadi lebih menekankan pembangunan nilai yang
diungkap dalam good governance.
Karakteristik dari good governance, yaitu transparansi dan akuntabilitas kepada
publik. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. Informasi
yang berkaitan dengan kepentingan publik secara langsung dapat diperoleh oleh pihak-
pihak yang membutuhkan. Peran sektor publik dan swasta untuk bertanggung jawab
atas setiap kegiatan dilaksanakan. Peran audit menjadi sangat penting sebagai media
pemeriksaan akuntabilitas organisasi.
Pertanggungjawaban sektor publik maupun sektor swasta dalam laporan
keuangan yang disajikan harus dapat diuji apakah telah sesuai dan menerapkan prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku. Karakteristik dari good governance, yaitu transparansi
dalam menyajikan laporan keuangan harus dapat diuji kewajarannya dan kesesuaiannya
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku. Di dalam tahap pengujian ini,
dibutuhkan peran akuntansi pemeriksaan (audit). Pelaksanaan audit dapat membantu
meyakinkan pihak-pihak yang menggunakan laporan akuntansi bahwa laporan tersebut
telah disajikan secara wajar. Tujuan lain dari audit adalah memastikan ketaatan terhadap
kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan.
(Soemarso, 2004:10)
Konsep yang mendasari teori dan praktek pemeriksaan diantaranya adalah
objektivitas dan independensi dari pemeriksa, kerahasiaan, serta pengumpulan bukti-
bukti pemeriksaan yang cukup dan relevan. Pelaksanaan audit dilaksanakan oleh kantor
akuntan publik yang ditunjuk sebagai auditor. Perusahaan-perusahaan besar umumnya
memiliki auditor internal untuk melakukan pemeriksaan internal dari tiap bagiaan di
dalam perusahaan. Perusahaan yang berskala besar memiliki kegiatan bisnis yang luas
sehingga memiliki keterbatasan dalam pengawasan. Audit internal berperan dalam
membantu pihak manajemen untuk mengawasi kegiatan perusahaan agar menjalankan
sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan lain dari audit
internal adalah untuk menyiapkan sistem pengendalian internal yang baik untuk
pelaksanaan audit eksternal.
Pelaksanaan praktek audit internal dan eksternal, diharapkan akan mampu
menyajikan informasi yang akuntabel dan transparan untuk pihak-pihak yang
membutuhkan. Hasil akhir yang diharapkan dapat membantu mewujudkan pelaksanaan
good governance di Indonesia.

1
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Audit

Audit diadakan dalam organisasi bertujuan untuk memperbaiki kinerja


organisasi secara keseluruhan dan membantu manajemen dalam melaksanakan tugasnya
melalui pemberian saran yang berguna untuk memperbaiki kinerja di setiap tingkatan
manajemen.
Definisi audit menurut Arens dan Loebbecke adalah sebagai berikut:
“Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to
determine and report on the degree of correspondence between the information and
established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person.”
(2009:9)
Dari definisi di atas, Arens dan Loebbecke berpendapat bahwa audit merupakan
pengumpulan dan pengevaluasian bukti mengenai informasi untuk menentukan dan
melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Audit juga harus dilaksanakan oleh orang yang kompeten dan independen.
Audit diperlukan untuk menambah keyakinan berbagai pihak pemakai laporan
keuangan terhadap informasi yang disajikan, maka diperlukan suatu penilaian yang
dilakukan oleh pihak yang independen untuk menentukan tingkat kewajaran dari
informasi yang disajikan. Sehingga pelaksanaan audit tidak hanya dibutuhkan oleh
pihak manajemen perusahaan (auditee) tetapi juga dibutuhkan oleh pihak-pihak
pemakai laporan keuangan, yaitu pihak eksternal.
Pelaksanaan audit oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak yaitu
auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah
diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi dan praktik yang telah
disetujui dan diterima.
Tahapan Audit yang dilakukan oleh pihak auditor, yaitu:
1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit
2. Melakukan pengujian, pengendalian dan transaksi
3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo akun
4. Menyelesaikan audit dan dan menerbitan laporan audit.

2.2 Audit Internal

Audit internal merupakan bagian dari fungsi pengawasan pengendalian internal


yang menguji dan mengevaluasi keefektifan pengendalian lain.
Menurut Board of Director IIA yang dikutip oleh Akmal dalam buku
Pemeriksaan Intern (Internal Audit) adalah sebagai berikut:
“Internal audit is an independent, objective assurance and consulting activity
designed to add value and improve an organiation’s operations. Its help an

2
organization accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined
approach to evaluate and improve the effectiveness of risk management, control,
and governance processes.” (2007; 3)
Maksud dari pengertian di atas menjelaskan bahwa audit internal adalah
aktivitas pengujian yang memberikan keandalan/jaminan yang independen, dan objektif
serta aktivitas konsultasi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan
melakukan perbaikan terhadap operasi organisasi. Aktivitas tersebut membantu
organisasi dalam mencapai tujuannya dengan pendekatan yang sistematis, disiplin untuk
mengevaluasi dan melakukan perbaikan keefektifan manajemen risiko, pengendalian
dan proses yang jujur, bersih dan baik. Menurut IAI (2001:322) Audit internal adalah
suatu aktivitas penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan
mengevaluasi aktivitas-aktivitas organisasi sebagai pemberi bantuan bagi manajemen.
Setiap pimpinan organisasi, terutama Top Manajemen, tentu membutuhkan
informasi guna mengetahui dan mengendalikan kinerja organisasi. Informasi tersebut
umumnya disajikan oleh pihak yg melaksanakan aktivitas sebagai bentuk laporan
pertanggungjawaban. Karena laporan tersebut disajikan oleh orang atau pihak yang
melaksanakan pekerjaannya, maka laporan dapat direkayasa demi menjaga nama baik
pihak yg membuat laporan, yakni pelaksana pekerjaan itu sendiri. Jika pimpinan
mengambil keputusan hanya mendasarkan informasi dari pihak yang tidak independen,
maka keputusan menjadi tidak tepat atau salah. Hal ini berbeda jika laporan tersebut
dibuat oleh Internal Auditor.
Audit internal sebagai perantara untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
suatu organisasi dengan menyediakan wawasan dan rekomendasi berdasarkan analisis
dan dugaan yang bersumber dari data dan proses usaha. Para auditor internal dikenal
sebagai karyawan yang dibentuk untuk melakukan audit internal. Internal Auditor harus
independen, tidak di bawah pengaruh pihak operasional. Di samping itu, internal
auditor juga dituntut untuk profesional, dalam arti bertindak obyektif berdasarkan
data/fakta dan dia harus memahami proses/pekerjaan/operasi organisasi yang sedang di
audit. Auditor internal bertanggung jawab langsung kepada presiden direktur, atau
komite audit dari dewan komisaris.
Audit internal merupakan salah satu kegiatan yang penting di dalam perusahaan
karena dapat membantu manajemen menghindari pengelolaan yang mengakibatkan
kerugian. Dalam aktivitas manajemen, tidak hanya mengandalkan kebijakan dan
pengendalian internal saja, tetapi harus dibantu dengan auditor internal yang dapat
mengukur sejauh mana ketaatan pelaksanaan manajemen perusahaan, sehingga
manajemen dapat memperbaiki kelemahan atau kekurangan berdasarkan laporan hasil
pemeriksaan. Kegunaan lainnya adalah untuk membantu badan mencapai objektivitas
tujuan dengan sistematis, dengan pendekatan terperinci dalam menilai dan
meningkatkan efektifitas dari resiko manajemen, kontrol, dan proses badan organisasi.
Audit internal sangat penting dibutuhkan untuk perusahaan yang relatif besar dan
adanya keterbatasan dalam pengendalian manajemen untuk mengontrol pelaksanaan
aktivitasnya.

3
Berdasarkan Arens dan Loebbecke (2009:4), Audit internal terdiri dari 3 jenis,
yaitu:
- Financial statements audits
- Operational audits
- Compliance audits
Dalam pelaksanaan audit internal, auditor melaksanakan audit berdasarkan
standar yang berlaku. Standar dan pedomaan praktik audit internal terdiri dari; standar
atribut, standar kinerja, dan standar implementasi.
Proses audit internal secara umum, terdiri dari:
1. Perencanaan
a. Menetapkan ruang lingkup
b. Menetapkan tanggal, waktu dan lamanya audit
c. Menyiapkan dokumen kerja terkait audit internal
d. Memastikan pemahaman yang benar kepada tim auditor.
2. Persiapan audit internal
a. Menghubungi audit, mengkonfimasi tentang ruang lingkup dan tanggal audit
b. Mempelajari dokumen terkait
c. Persiapan daftar periksa
d. Persiapan perencanaan audit
3. Pelaksanaan audit internal
a. Pertemuan pembukaan
b. Pemeriksaan dokumentasi sistem manajemen mutu dan penerapannya
c. Pertemuan tim auditor
d. Pertemuan penutup

4
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Audit
3.1.1 Pengertian Audit
Definisi audit menurut Arens dan Loebbecke adalah sebagai berikut:
“Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to
determine and report on the degree of correspondence between the information and
established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person.”
(2009:9). Berdasarkan definisi di atas, Arens dan Loebbecke berpendapat bahwa audit
merupakan pengumpulan dan pengevaluasian bukti mengenai informasi untuk
menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang
telah ditetapkan. Audit juga harus dilaksanakan oleh orang yang kompeten dan
independen.
3.1.2 Siapa yang Memerlukan Audit
Audit diperlukan untuk menambah keyakinan berbagai pihak pemakai laporan
keuangan terhadap informasi yang disajikan, maka diperlukan suatu penilaian yang
dilakukan oleh pihak yang independen untuk menentukan tingkat kewajaran dari
informasi yang disajikan. Sehingga pelaksanaan audit tidak hanya dibutukan oleh pihak
manajemen perusahaan (auditee) tetapi juga dibutuhkan oleh pihak-pihak pemakai
laporan keuangan, yaitu pihak eksternal.
3.1.3 Siapa yang Melaksanakan Audit
Pelaksanaan audit oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak yaitu
auditor. Standar yang digunakan sesuai dengan prosedur audit. Tujuannya adalah untuk
melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai
dengan standar, regulasi dan praktik yang telah disetujui dan diterima.
3.1.4 Kapan dan Dimana diperlukan Audit
Di dalam pelaksanaan audit terbagi atas 4 bagian sesuai dengan kegunannya,
yaitu:
- Audit keuangan, audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang
akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan
laporan-laporan tersebut. Audit ini digunakan oleh perusahaan yang akan menilai
kewajaran dari laporan keuangan. Audit keuangan dilaksanakan oleh perusahaan atau
akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi.
- Audit operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur
operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk
mengevaluasi efisiensi, efektivitas dan ekonomis. Audit ini dilaksanakan pada
manajemen perusahaan.
- Audit ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang di audit telah
mengikuti prosedur, standar dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang
berwenang. Pemeriksaan terhadap manajemen perusahaan.

5
- Audit investigasi adalah serangkaian kegiatan mengenali, mengidentifikasi, dan
menguji secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkapkan
kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses
hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas.
Audit investigasi hanya dilaksanakan pada perusahaan-perusahaan tertentu yang
membutuhkan pemeriksaan investigasi mengenai suatu penyimpangan di dalam
perusahaan.
3.1.5 Bagaimana Cara Kerja Audit
Tahapan Audit yang dilakukan oleh pihak auditor, yaitu:
1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit
Dalam pelaksanaan audit terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan auditor untuk
mengumpulkan bahan bukti untuk mencapai tujuan audit. Dua perhitungan yang
mempengaruhi pendekatan yang akan dipilih, yaitu; bahan bukti kompeten yang
cukup harus dikumpulkan untuk memenuhi tanggung jawab profesional dari auditor,
dan biaya pengumpulan bahan bukti yang harus seminim mungkin.
2. Melakukan pengujian, pengendalian dan transaksi
Jika auditor telah menetapkan tingkat resiko pengendalian yang lebih rendah
berdasarkan identifikasi pengendalian, auditor kemudian dapat memperkecil luas
penilaiannya sampai suatu titik dimana ketepatan informasi keuangan yang berkaitan
langsung dengan pengendalian itu harus diperiksa keabsahannya melalui
pengumpulan bahan bukti.
3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo akun
Pada tahapan ini terdapat dua kategori, yaitu prosedur analitis dan pengujian
4. Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit.
Setelah auditor menyelesaikan semua prosedur, auditor perlu menggabungkan
seluruh informasi yang didapat untuk memperoleh kesimpulan menyeluruh mengenai
kewajaran penyajian laporan keuangan. Jika audit telah dilaksanakan, kantor akuntan
publik harus mengeluarkan laporan audit yang menyertai laporan keuangan klien
yang diterbitkan. Laporan ini haruslah memenuhi persyaratan teknis yang jelas yang
dipengaruhi oleh ruang lingkup audit dan sifat temuan audit.

3.2 Audit Internal


3.2.1 Pengertian Audit Intenal
Menurut Board of Director IIA, audit internal adalah sebagai berikut:
“Internal audit is an independent, objective assurance and consulting activity
designed to add value and improve an organiation’s operations. Its help an
organization accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined
approach to evaluate and improve the effectiveness of risk management, control,
and governance processes.”
Maksud dari pengertian di atas menjelaskan bahwa audit internal adalah aktivitas
pengujian yang memberikan keandalan/jaminan yang independen, dan objektif serta
aktivitas konsultasi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan melakukan

6
perbaikan terhadap operasi organisasi. Aktivitas tersebut membantu organisasi dalam
mencapai tujuannya dengan pendekatan yang sistematis, disiplin untuk mengevaluasi
dan melakukan perbaikan keefektifan manajemen risiko, pengendalian dan proses yang
jujur, bersih dan baik.
3.2.2 Siapa yang Memerlukan Audit Internal
Setiap pimpinan organisasi, terutama Top Manajemen, tentu membutuhkan
informasi guna mengetahui dan mengendalikan kinerja organisasi. Informasi yang
diperoleh dari audit internal dapat digunakan pihak manajemen untuk melakukan
perbaikan di tiap bagian di perusahaan.
3.2.3 Siapa yang Melaksanakan Audit Internal
Para auditor internal dikenal sebagai karyawan yang dibentuk untuk melakukan
audit internal. Internal auditor harus independen, tidak di bawah pengaruh pihak
operasional. Di samping itu, internal auditor juga dituntut untuk profesional, dalam arti
bertindak obyektif berdasarkan data/fakta dan dia harus memahami
proses/pekerjaan/operasi organisasi sedang di audit. Auditor internal bertanggung jawab
langsung kepada presiden direktur, atau komite audit dari dewan komisaris.
3.2.4 Kapan Diperlukan Audit Internal
Perusahaan membutuhkan audit internal untuk memperbaiki sistem internalnya.
Apabila sistem pengendalian perusahaan tidak berjalan, manajemen membutuhkan
informasi dalam aspek-aspek bisnis, dan perusahaan berorientasi pada peningkatan
ekonomis, efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan perusahaan. Peranan audit internal
sangat penting untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut di atas.
3.2.5 Dimana Diperlukan Audit Internal
Audit internal dibutuhkan perusahaan atau organisasi yang ingin meningkatkan
efektivitas dan efisiensi suatu organisasi dengan menyediakan wawasan dan
rekomendasi berdasarkan analisis dan dugaan yang bersumber dari data dan proses
usaha. Perusahaan besar yang memiliki lebih dari 1 lokasi perusahaan dan adanya
eksternal audit.
3.2.6 Bagaimana Cara Kerja Audit Internal
Audit internal di dalam perusahaan terdiri dari 3 jenis, yaitu:
- Financial statements audits
Bertujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan.
- Operational audits
Menganalisis bagian dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi untuk menilai
efisiensi, efektivitas dan ekonomis.
- Compliance audits
Bertujuan untuk mempertimbangkan apakah perusahaan telah mengikuti prosedur
yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan audit internal, auditor melaksanakan audit berdasarkan
standar yang berlaku. Standar dan pedomaan praktik audit internal terdiri dari:
- Standar Atribut

7
Tujuan, kewenangan dan tanggung jawab auditor
- Standar Kinerja
Pengelolaan fungsi audit internal dan cangkupan audit
- Standar Implementasi
Proses audit internal secara umum, terdiri dari:
1. Perencanaan
a. Menetapkan ruang lingkup
b. Menetapkan tanggal, waktu dan lamanya audit
c. Menyiapkan dokumen kerja terkait audit internal
d. Memastikan pemahaman yang benar kepada tim auditor.
2. Persiapan audit internal
a. Menghubungi audit, mengkonfimasi tentang ruang lingkup dan tanggal audit
b. Mempelajari dokumen terkait
c. Persiapan daftar periksa
d. Persiapan perencanaan audit
3. Pelaksanaan audit internal
a. Pertemuan pembukaan
b. Pemeriksaan dokumentasi sistem manajemen mutu dan penerapannya
c. Pertemuan tim auditor
d. Pertemuan penutup

8
BAB IV
SIMPULAN

Pemahaman mengenai audit dan audit internal meliputi pemahaman mengenai


5W+1H. Konsep 5W+1H terdiri dari, what, who, when, where, why dan how.
Pemahaman menggunakan metode ini dapat memudahkan mempelajari materi-materi
audit di atas.
Pemahaman mengenai audit adalah pemeriksaan dengan mengumpulkan bukti-
bukti mengenai informasi untuk menilai kewajaran dari laporan keuangan. Audit
diperlukan untuk menambah keyakinan berbagai pihak pemakai laporan keuangan
terhadap informasi yang disajikan, maka diperlukan suatu penilaian yang dilakukan oleh
pihak yang independen untuk menentukan tingkat kewajaran dari informasi yang
disajikan. Sehingga pelaksanaan audit tidak hanya dibutukan oleh pihak manajemen
perusahaan (auditee) tetapi juga dibutuhkan oleh pihak-pihak pemakai laporan
keuangan, yaitu pihak eksternal. Pengelompokkan audit berdasarkan penggunaannya,
yaitu audit keuangan, audit operasional, audit ketaatan, dan audit investigasi. Tahapan
audit yang dilakukan oleh pihak auditor, yaitu:
1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit
2. Melakukan pengujian, pendalian dan transaksi
3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo akun
4. Menyelesaikan audit dan dan menerbitan laporan audit.
Pemahaman mengenai jenis dari audit, yaitu audit internal adalah aktivitas
pengujian yang memberikan keandalan/jaminan yang independen, dan objektif serta
aktivitas konsultasi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan melakukan
perbaikan terhadap operasi organisasi. Informasi yang diperoleh dari audit internal
dapat digunakan pihak manajemen untuk melakukan perbaikan di tiap bagian di
perusahaan. Audit internal dilaksanakan oleh auditor internal dikenal sebagai karyawan
yang dibentuk untuk melakukan audit internal. Internal Auditor harus independen,
profesional, dan harus memahami proses/pekerjaan/operasi organisasi sedang di audit.
Auditor internal bertanggung jawab langsung kepada presiden direktur, atau komite
audit dari dewan komisaris. Perusahaan membutuhkan audit internal untuk
memperbaiki sistem internalnya, meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu organisasi
dengan menyediakan wawasan dan rekomendasi berdasarkan analisis dan dugaan yang
bersumber dari data dan proses usaha. Dalam pelaksanaan audit internal, auditor
melaksanakan audit berdasarkan standar yang berlaku. Standar dan pedomaan praktik
audit internal terdiri dari; standar atribut, standar kinerja dan standar implementasi.
Berdasarkan pemahaman pelaksanaan praktek audit internal dan eksternal,
diharapkan akan mampu menyajikan informasi yang akuntabel dan transparan untuk
pihak-pihak yang membutuhkan. Hasil akhir yang diharapkan dapat membantu
mewujudkan pelaksanaan good governance di Indonesia.

9
DAFTAR PUSTAKA

Akmal. 2007. Pemeriksaan Intern Internal Audit. Index: Jakarta.

Arens, Alvin A., dan James K. Loebbecke. 2009. Auditing an Integrated approach
bahasa Amir Abadi Jusuf. Prentice Hall International: New York.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2001. Standar Profesional Akuntan Publik. Salemba
Empat: Jakarta.

Soemarso. 2004. Akuntansi: suatu pengantar 1. Salemba Empat: Jakarta.

www.google.com
www.wikipedia.com

10