Anda di halaman 1dari 5

TANDA BACA

Tanda baca atau pungtuasi didalam EYD membicarakan beberapa hal,yaitu


tentang pemakaian: tanda titik,tanda koma,tanda titik koma,tanda titik dua,tanda
hubung,tanda elipsis,tanda tanya,tanda seru,tanda kurung,tanda kurung
siku,tanda pisah,tanda petik ganda,tanda petik tunggal,tanda garis miring,tanda
apostrof.

1) Pemakaian tanda titik (.)


Tentang pemakaian tanda titik ini yang masih perlu disoroti adalah
pemakai-an tanda titik pada singkatan
kata/ungkapan,nama,sapaan,pangkat/gelar/jabatan,dan jumlah.

Misalnya:

 Atas nama disingkat a.n


 Untuk beliau disingkat u.b
 Dan sebagainya disingkat dsb
 Tanggal disingkat tgl.
Yang perlu diperhatikan sehubungan dengan singkatan kata ini adalah
i.Apabila singkatan ini terdiri atas dua huruf,maka tanda titik
diletakan pada setiap akhir huruf`
ii.Apabila singkatan itu terdiri atas tiga hiruf atau lebih ,tanda titik
hanya dipakai pada akhir deretan huruf itu.
Tentang singkatan nama orang,sapaan,dan pangkat,/gelar/jabatan diatur
sebagai berikut
o Apabila singkatan itu berupa pengambilan huruf awal
kata,tanda titik dipakai pada setiap akhir huruf itu.
Contoh:G.Pantjo P.
o Apabila singkatan itu berupa pengambilan suku kata pada
suatu kata,huruf awal suku kata pada suatu kata,atau campuran
keduanya.tanda titik dipakai pada akhir deretan huruf itu`
Contoh:Yth(Yang terhormat)
2) Tanda Koma(,)
Didalam EYD dijelaskan bahwa tanda koma dipakai diantara unsur-unsur
dalam suatu perinciaan atau pembilangan.Sehubungan pemakaian tanda
koma dalam kalimat majemuk diatur sebagai berikut:
 Tanda koma dipakai untuk memisahkan klausa setara yang satu
dari klausa setara lainnya yang didahului kata seperti tetapi,dan
melainkan.
Contoh:Ia pergi,tetapi sayatidak
 Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang
mendahului induk kalimat
Contoh:Kalau kamu sudah kerumahku,aku akankerumahmu
3) Pemakaian Tanda Titik Koma(;)
Secara terurai,didalam EYD dicantumkan dua jenis pemakaian tanda titik
koma.Tetapi,kedua jenis pemakaian itu sebenarnya dapat dirangkm
menjadi satu,yaitu tanda koma dipakai untuk klausa-klausa yang terdapat
pada kalimat majemuk setara yang tidak memakai kata sambung
diantaranya.
Misalnya:Adik membersikan rumah;ibu menjahit dan ayah mencangkul
dikebun`
Akan tetapi,apabila terdapat kata sambung diantara klausa-klausa pada
kalimat majemuk setara,cukup memakai tanda koma diantaranya.
Misalnya:Ketika adik membersihkan rumah,ibu menjahit,dan ayah
mencangkul dikebun.
4) Pemakaian Tanda Titik Dua(: )
 Tanda titik dua dipakai sesudah kata yang memerlukan pemeriaan
Contoh:
Hari:Selas
Tanggal:21 Agustus 2015
Tempat:Hotel Cendana
Acara:Sosialisasi
 Tanda titik dia dipakai dalam teks drama sesudah kata yang
menunjukan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Ibu:Bawa kopor ini,Mir!
Amir:Ya,Bu
Ibu:Hati-hati membawanya
5) Pemakaian Tanda Hubung(-)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian tanda hubung adalah
sebgai berikut:
a. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah
dalam pergatian baris.Akan tetapi,apabila suku kata itu terdiri atas
satu huruf,jangan dipisahkan dengan suku kata lainnya agar tidak
terdapat satu huruf saja pada awal atau akhir baris.
Contoh:
... ada cara ba-
Ru juga
b. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata
dibelakangnya, atau akhiran dengan bagian kata didepannya
pergantian baris.
Contoh:
... ada cara baru meng-
Ukur panas
c. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh:
Anak-anak
Murid-murid
d. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan
bagian tunggal.
Contoh:
e-k-s-a-k-t-a
e. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan
bagian0bagian ungkapan`
Conto:
Ber-evolusi
f. Kata hubung dipakai untuk merangkai : (i)se-dengan kata
berikutnya yang dimulai dengan huruf kapitak;(ii)ke-dengan
angka;(iii)angka dengan –an;dan (iv)singkatan huruf kapital
imbuhan atau kata
Contoh:se-indonesia
g. Kata hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa indonesia
dengan unsur bahasa asing`
Contoh:di-booming-kan
6) Pemakaian Tanda Pisah
Pemakaian tanda pisah tergolong langkah.Hal ini mungkin disebabkan
ketidaktauan penulis akan fungsi tanda pisah.
Dalam EYD tanda pisah dipakai:
 Untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan
penjelasan khusus diluar baguan kalimat
 Untuk menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain
sehingga kalimat menjadi lebih jelas
 Diantara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’
Contoh:Kemandirian suatu bangsa-saya yakin akan tercapai- apabila
semua elemen bangsa bertekad untuk memberantas KKN.
7) Pemakaian Tanda Elipsis(...)
Tanda elipsis berupa tiga tanda titik yang diapiti spasi.Ada dua fungsi
pemakaian tanda elipsis antara lain:
Menggambarkan kalimat yang terputus-putus
Menunjukan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang
dihilangkan
Contoh:Kalau begitu...ya... terserahlah
8) Pemakaian Tanda Tanya(?)
Contoh:Apa yang harus saya lakukan?
9) Pemakaian Tanda Seru(!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan yang berupa seruan atau
perintah,yang menggambarkan kesungguhan atau ketidakpercayaan,atau
rasa emosi yang kuat`
Contoh:
Merdeka!
Keluar!
10) ssPemakaian Tanda Kurung
Ada tiga fungsi tanda kurung dalam EYD
 Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
 Tanda kurung mengapit keterangan yang bukan integral pokok
pembicaraaan.
 Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri
keterangan.
Contoh:
DAU(Dana Alokasi Umum)untuk tahun anggaran 2014 masih
diusulkan lagi
11) Pemakaian Tanda Kurung Siku
Tanda kurung siku jarang digunakan dalam tuli0menulis `tanda kurung
siku ini mempunyai dua fungsi
 Mengapit huruf,kata,atau kelompok kata atau kelompok kata
sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat
yang ditulis orang lain
 Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda
kurung
Contoh: (perbedaan kedua macam proses ini [lihat bab v]tidak
dibicarakan)
12) Pemakaian Tanda Petik Ganda
Ada tiga pokok pemakaian tanda petik ganda ,yaitu:
1. Mengapit petikan langsung
2. Mengapit judul syair,artikel,bab yang terdapat dalam kalimat
3. Mengapit kata atau istilah khusus atau yang belum dikenal secara
umum.
Contoh:
”apa yang kamu bawa itu,Rin?”tanya Mira
13) Pemakaian Tnda Petik Tunggal
Ada dua fungsi pemakaian tanda petik tunggal yaitu:
 Mengapit petikan yang tersusun di dilam petikan lain
 Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkap asing.
Contoh:rate of inflation’laju inflasi’
14) Pemakaian Tanda Ulang
Tanda ulang hanya dapat dipakai dalam tulisan cepat untuk menyatakan
pengulangan kata dasar.
Contoh:kata2
15) Pemakaian Tanda Garis Miring
Ada dua fungsi tanda garis miring,yaitu:
a) Dipakai dalam penomoran kode surat.
b) Dipakai sebagai pengganti kata dan,atau per, atau nomor alamat.
16) Pemakaian Tanda Penyingkat
Tanda penyingkat atau apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.
Contoh:
Malam’lah tiba.(‘lah=telah).
Dia’kan kuajak.(‘kan=akan).