Anda di halaman 1dari 6

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Ilmu kimia adalah cabang dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang sifat-sifat materi,
struktur materi, komposisi materi, perubahan materi serta perubahan energi yang menyertai perubahan materi.
(Ilmu kimia merupakan ilmu tentang materi).

A. MATERI DAN WUJUDNYA


Perhatikan benda-benda yang ada di sekitarmu, sepertibuku, pensil, meja, kursi, Baju, paku, air, udara
dan sebagainya. Jika kita timbang pasti memiliki massa tertentu. Ruang yang ditempati benda-benda tersebut
juga berbeda-beda,bergantung pada jenisnya. Selain memiliki massa dan menempati ruangnya, benda-benda
tersebut juga memiliki sifat-sifat diantaranya dapat dilihat, dipegang, dan dirasakan atau dicium baunya.
Segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dapat diraba dan memiliki sifat-sifat
tertentu dinamakan zat atau materi. Massa suatu benda berbeda dengan berat benda itu.Massa
sebuah benda lebih menunjukkan jumlah materi yang menyusun benda tersebut. Oleh karenanya
massa benda sifatnya tetap di semua tempat.Massa dinyatakan dalam kilogram(Kg). Berat benda
adalah gaya yang menyatakan besarnya tarikan gravitasi terhadap benda yang yang bermassa. Oleh
karena itu, berat dari sebuah benda akan berbeda di tempat yang berbeda. Oleh karena berat
merupakan gaya, maka satuan berat adalah Newton (N). Dua benda dengan massa yang sama,bila
ditimbang di tempat yang memiliki gaya gravitasi sama maka akan memiliki berat yang sama
pula.Atas dasar inilah orang sering menganggap massa sama dengan berat.

1. Wujud materi dan sifat-sifatnya.


Padat Cair Gas
kayu minyak oksigen
besi sirup Udara
plastik susu Karbondioksida
es air Uap air

a. Zat padat dan sifat-sifatnya


Zat padat tidak memerlukan wadah tapi mempunyai bentuk dan volume yang tetap. Oleh karena itu,
jika kita memasukkannya ke dalam suatu wadah maka bentuk dan volumenya tak akan berubah (tetap).
Bentuk dan volume zat padat hanya akan berubah bila dipotong atau dihancurkan. Beberapa zat padat ada
yang dapat ditarik dan diregangkan, misalnya karet gelang dan senar( dawai gitar). Beberapa zat padat berupa
logam bahkan dapat ditempa untuk kemudian dibentuk menjadi lembaran tipis atau menyerupai benang.
b. Zat cair dan sifat-sifatnya
Jika kita masukkan zat cair ke dalam suatu wadah, akan kita dapati bentuk zat cair tadi mengikuti
wadah yang ditempatinya. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk zat cair tidaklah tetap atau selalu berubah-
ubah mengikuti wadah yang ditempatinya. Walaupun demikian, volume zat cair sifatnya selalu tetap tidak
bergantung pada wadah. Jika zat cair ditempatkan dalam wadah yang terbuka, maka bagian yang terbuka dari
zat cair tersebut dinamakan permukaan zat cair. Permukaan zat cair umumnya selalu mendatar, walaupun
bentuk wadahnya berbeda. Karena zat cair memiliki volume yang tetap, maka zat cair tidak dapat
dimampatkan dalam wadah yang lebih kecil. Selain sifat-sifat yang telah disebutkan di atas, zat cair masih
memiliki sifat lainnya, yaitu dapat menyebar(berdifusi). Cobalah kamu teteskan satu tetes tinta berwarna
hitam ke dalam segelas air, maka dengan perlahan-lahan warna hitam dari tinta akan menyebar ke seluruh
bagian air dalam gelas.

c. Gas dan sifat-sifatnya


Seperti halnya zat cair, gas tidak mempunyai bentuk yang tetap, tetapi selalu berubah-ubah
tergantung pada wadah yang ditempatinya. Di dalam wadahnya,gas tidak akan berada di satu tempat tertentu
saja,tetapi akan menyebar (berdifusi) dan mengisi seluruh ruangan. Sebagai contoh,bau minyak wangi atau
makanan yang sedang dimasak akan tercium dari tempat yang jauh. Gas juga dapat dimampatkan atau
dijejalkan ke dalam ruangan yang lebih kecil.Oleh karena itu volume gas juga akan mengikuti volume wadah
yang dimasukinya.
Perbandingan sifat zat padat,cair dan gas
Padat Cair Gas
Bentuk tetap Tidak tetap(berubah sesuai Tidak tetap(berubah sesuai
dengan bentuk wadah yang dengan bentuk wadah yang
ditempatinya) ditempatinya.
Volume tetap tetap Tidak tetap(bergantung pada
wadah yang ditempatinya)
Contoh Sekeping uang logam sama 250 ml air dapat berbentuk Udara dalam balon akan
bentuk dan volumenya di saku seperti gelas,botol, atau wadah tersebar ke seluruh ruangan,bila
baju atau dompet lain yang ditempatinya. balon itu pecah.

2. Sifat fisika dan sifat kimia


Sifat intensif adalah sifat zat yang tidak bergantung pada jumlah dan ukurannya. Misalnya: warna,
bau,rasa,titik didih, titik leleh,titik beku,kalor jenis dan lain-lain. Sifat ekstensif adalah sifat zat yang
bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya : massa, massa jenis, volume dan lain-lain.Sifat zat dapat
pula dibedakan menjadi sifat fisis dan sifat kimia.

Sifat kimia adalah sifat materi yang dapat diamati setelah materi tersebut mengalami perubahan.
Dengan demikian, yang tergolong sifat fisis yaitu warna, bentuk, bau, rasa, wujud, berat,berat
jenis,kekerasan, kelenturan,titik didih/titik leleh,titik beku/titik lebur,hantaran listrik dan sebagainya,
sedangkan yang tergolong sifat kimia yaitu kestabilan (mudah tidaknya zat tersebut berubah), mudah
tidaknya zat terbakar, berkarat, beracun, membusuk, dan sebagainya.

B. PERUBAHAN MATERI
1. Perubahan fisika dan perubahan kimia
Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak disertai terjadinya zat baru yang sifat dan jenisnya
berbeda dari zat semula.Misalnya selembar kertas yang berwarna putih diremas ternyata kertas tidak
mengalami perubahan sifat walaupun kertas tersebut diremas, warna kertas tetap putih dan zatnya tetap
berupa kertas. Perubahan yang terjadi pada kertas hanyalah perubahan bentuk.
Perubahan kimia adalah perubahan materi yang selalu disertai dengan terbentuknya zat baru.Misalnya
kertas yang berwarna putih tadi dibakar kemudian hasil pembakaran diremas, ternyata hasilnya berbeda dari
kertas semula, yaitu dihasilkan arang yang berwarna hitam dan akan hancur bila diremas. Jadi, pada proses
pembakaran kertas ini dihasilkan zat baru yang sifat dan jenisnya berbeda dari kertas semula.

2. Pemanfaatan perubahan materi


Perubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi pada setiap materi dimanfaatkan orang untuk berbagai
keperluan, misalnya dalam bidang industri. Pemanfaatan perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-
hari diantaranya sebagai berikut.
a. Pemanfaatan perubahan fisika
Proses pengolahan gula dari tebu dan garam dari air laut,proses pengolahan bahan bakar minyak dari minyak
mentahnya, merupakan proses fisika.
b. Pemanfaatan perubahan kimia
Proses-proses yang terjadi dalam industri,umumnya memanfaatkan proses-proses kimia.Beberapa di
antaranya yaitu proses peragian, pembuatan obat-obatan dari bahan- bahan tradisional, industri tekstil, cat,
pupuk dan pestisida, sabun dan detergen dan lain-lain.
3. Ciri terjadinya reaksi kimia
Reaksi kimia merupakan istilah lain dari perubahan kimia. Pada reaksi kimia,selalu terjadi perubahan
dari zat asal (pereaksi atau reaktan) menjadi zat yang baru (hasil reaksi atau produk). Dalam proses peragian
singkong menjadi tape,singkong dan ragi merupakan pereaksinya,sedangakan tape merupakan hasil reaksi.
Selain dari terjadinya zat baru, perubahan kimia masih dapat dibedakan dari perubahan fisika berdasarkan ciri
yang dapat menyertainya.
Ada empat hal yang menjadi ciri atau petunjuk telah berlangsungnya reaksi kimia, yaitu
1. Terjadinya perubahan warna
2. Terjadinya perubahan suhu
3. Terbentuknya endapan
4. Terbentuknya gas

C. KLASIFIKASI MATERI
Telah diketahui bahwa alam ini pada hakikatnya terdiri atas berbagai materi. Banyaknya materi yang
terdapat di alam dapat diklasifikasikan berdasarkan wujudnya, yaitu materi padat, cair, dan gas. Selain
berdasarkan wujudnya, materi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan penyusunnya, menjadi zat tunggal dan
campuran.
a. Zat tunggal
Zat tunggal adalah zat yang mempunyai sifat dan susunan yang sama pada setiap bagiannya (homogen). Zat
tunggal disebut juga zat murni. Zat tunggal dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : unsur dan senyawa.
b. Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana secara
kimia. Sampai saat ini telah dikenal 118 unsur dimana 92 unsur merupakan unsur yang terdapat di alam,
sedangkan lainnya merupakan unsur-unsur buatan. Di antara ke-92 unsur yang terdapat di alam.Oksigen
merupakan unsur yang paling banyak, yaitu sekitar 21% di udara, 90% dalam air laut, 50% dalam kulit bumi,
dan dalam tubuh manusia sendiri terdapat 60%.
Sejumlah unsur memiliki sifat yang berbeda dari unsur lainnya.Berdasarkan sifat logamnya, unsur- unsur
tersebut dapat dibedakan menjadi unsur-unsur logam, non logam, dan semi logam.
- Unsur-unsur logam
Adalah unsur- unsur yang memiliki sifat-sifat logam.Contoh unsur logam antara lain emas, perak, tembaga,
besi, aluminium, raksa dan banyak lagi.
- Unsur-unsur non logam
Adalah unsur-unsur yang tak memiliki sifat logam.
c. Senyawa
Air, garam, gula, kapur tohor, karbondioksida,urea, dan alkohol merupakan beberapa zat yang tergolong
ke dalam senyawa. Gula akan terurai menghasilkan arang(karbon) dan uap air bila dibakar.Air akan terurai
menjadi gas hidrogen dan gas oksigen bila ke dalamnya ditambahkan sedikit asam kemudian dialirkan arus
listrik. Gula, air, karbon, oksigen, dan hidrogen merupakan lima zat yang memiliki sifat yang berbeda satu
sama lain. Gula berwarna putih dan rasanya manis,Air berwujud cair, tak berwarna dan dapat memadamkan
api. Gas hidrogen merupakan gas yang mudah terbakar, sedangkan gas oksigen diperlukan dalam
pembakaran. Senyawa adalah zat tunggal yang masih dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih
sederhana secara kimia. Senyawa dapat terbentuk dari unsur-unsur melalui reaksi kimia dengan
perbandingan tertentu. Dalam senyawa, sifat-sifat unsur pembentuknya sudah tidak tampak lagi.

Perbandingan sifat unsur dan senyawa


Unsur Senyawa
Zat tunggal Zat tunggal
Satu komponen Terdiri atas dua komponen atau lebih
Tidak dapat diuraikan lagi uraikan

2. Campuran
Materi-materi yang terdapat di alam ini umumnya berbentuk campuran, Sebagai contoh, udara,air laut,
sirop, tanah, lem, makanan, kuningan, perunggu dan masih banyak lagi yang lainnya.Istilah campuran ini
merujuk pada sesuatu yang dicampurkan. Dalam suatu campuran, terdapat lebih dari satu zat. Dua zat atau
lebih yang saling dicampurkan satu sama lain tanpa mereaksikannya akan membentuk suatu campuran. Jadi
campuran terbentuk dari gabungan berbagai macam zat dengan komosisi yang tidak tetap (sembarang).
Berdasarkan sifatnya,campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
Campuran homogen atau disebut juga larutan adalah campuran yang tiap bagiannya atau komposisinya serba
sama.Walaupun sifat-sifat zat yang dicampurkan tidak hilang,tetapi kita tidak dapat membedakan lagi
komponen-komponen larutan tersebut dengan jelas.Beberapa contoh campuran homogen yaitu udara
(campuran gas-gas), larutan cuka (air dan cuka murni), larutan alkohol (air dan alkohol murni),
baja( campuran besi dan logam lain), perunggu( tembaga dan timah), kuningan(tembaga dan seng) dan lain-
lain
Campuran heterogen adalah campuran yang tiap bagian atau komposisinya serba aneka (berbeda).Pada
campuran ini, komponen-komponen zat yang saling dicampurkan masih dapat dibedakan dengan
jelas.Beberapa contoh campuran heterogen yaitu campuran air dengan pasir, air dengan minyak,campuran
serbuk besi dengan serbuk belerang dan lain-lain.
Perbedaan senyawa dan campuran

Senyawa campuran
1. Terbentuk melalui reaksi kimia 1. Terbentuk bukan melalui reaksi kimia
Perbandingan komponen penyusunnya bersifat Perbandingan komponen penyusunnya tidak tetap
tetap dan tertentu. dan dapat bervariasi
Sifat komponen pembentuknya sudah tidak Sifat komponen pembentuknya masih ada
tampak lagi.
Dapat dipisahkan kembali menjadi komponen Dapat dipisahkan kembali menjadi komponen
pembentuknya melalui cara kimia pembentuknya melalui cara fisis