Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah bank dan lembaga
keunagan lainnya tentang devisa .

Makalah pengantar ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah bank dan lembaga keuangan lainnya tentang
devisa ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Pamulang,15 Maret 2018

Penyusun

i
Daftar Isi

Halaman

KATA PENGANTAR ……………………………………………. i

DAFTAR ISI ……………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………… 1

1.1 Latar Bekakang ……………………………………………….. 1

1.2 Rumusan masalah ……………………………………………. 1

1.3 Tujuan ………………………………………………………… 1

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………… 2

2.1 Pengertian Valas………………………………………………. 2

2.2 Tujuan dan Fungsi Valas…………………................................. 4

2.3 Jenis dan Para Pelaku Valas …….. …………………………… 6

2.4 Traveller’s Check………………………………………………. 7

2.5 Letter Of Credit ………………………….. ……………………. 9

BAB III PENUTUP……………………………………………… . 17

Kesimpulan……………………………………………………….. 17

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………... 18

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Saat ini tidak hanya perbankan dan perusahaan besar yang menggeluti pasar uang dan
valas, tetapi juga masyarakat awam yang haus akan kegiatan investasi. Mereka dapat menjadi
investor di pasar uang dengan membeli berbagai instrumen, seperti sertifikat deposito (certificate
of deposit), surat sanggup/promes (promissory notes), surat perbendaharaan negara (treasury
bill), surat berharga komersial (commercial paper), dan lain-lain. Sementara dalam pasar valas,
mereka dapat melakukan jual beli valas melalui internet atau Forex Online Trading (FOT) yang
saat ini digandrungi para investor karena menawarkan banyak kemudahan.

Banyak pihak yang memperoleh keuntungan dari pasar uang dan pasar valas, namun tak
sedikit pula yang merugi, bahkan bangkrut. Sebagaimana kegiatan investasi pada umumnya,
investasi di pasar uang maupun valas memiliki sisi positif dan negatif.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud dengan valas?

2. Apa tujuan dan fungsi valas?

3. Apa saja jenis dan para pelaku valas?

4. Apa yang dimaksud dengan traveller’s check?

5. Apa yang dimaksud dengan letter of credit?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui tentang valas

2. Untuk mengetahui apa saja tujuan dan fungsi valas

3. Untuk mengetahui jenis dan para pelaku valas

4. Untuk mengetahui traveller’s check

5. Untuk mengetahui letter of credit

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Valas

Pengertian valuta asing (valas) ialah mata uang yang dapat digunakan dan mudah diterima
oleh banyak negara di dalam perdagangan internasional. Contohnya, apakah Anda pernah
melihat turis yang berasal dari manca negara yang sedang berada di tempat pariwisata di
Indonesia? Tentu saja para turis asing tersebut membutuhkan berbagai barang dan jasa selama ia
tinggal di Indonesia, seperti jasa transportasi dan hotel, pemandu wisata, dan lain sebagainya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka para turis asing pasti akan membutuhkan uang
guna membayar semua itu dan uang tersebut haruslah uang Indonesia, serta sebaliknya juga di
luar negeri. Apabila kita melakukan kunjungan keluar negeri, kita harus membayar kebutuhan
kita pada saat disana dengan menggunakan mata uang yang berlaku di negara tersebut. Namun,
dengan valuta asing (valas) kita dapat membeli barang atau kebutuhan pada saat kita di negara
lain dengan memakai mata uang yang dapat diterima dalam perdagangan antarnegara. Uang yang
banyak diterima adalah Dollar.

Valuta asing adalah bagian dari devisa dan devisa merupakan segala kekayaan yang
berasal dari suatu negara di luar negeri yang berwujud barang atau jasa atau mata uang asing
yang dapat untuk dipakai sebagai alat pembayaran luar negeri serta diterima di dunia
internasional. Devisa yang berwujud mata uang asing yang disebut dengan valuta asing. Untuk
lebih lengkapnya, Anda dapat membaca pengertian devisa. Valuta asing dapat ditukar dan dibeli
di berbagai perusahaan atau bank yang mempunyai izin jual beli valuta asing.

Dalam pandangan pasar valas internasional hanya mata uang yangtergolong “convertible
currencies” yang sering diperdagangkan, sedangkan yang tidak termasuk golongan tersebut
jarang diperdagangkan.yang menentukan golongan convertible currencies adalah salah satunya
volume perdagangan suatu negara baik secarakualitas maupun kuantitas di samping factor
lainnya.

2
Yang termasuk kedalam golongan mata uang yang kuat convertible currencies antara lain:

US Dolar = Dolar Amerika serikat

FRF = France Perancis

JPN = Yen Jepang

SFR = France Swiss

AUD = Dolar Australia

CAD = Dolar Canada

D M = Deutch Mark Jerman

SGD = Dolar Singapura

HKD = Dolar Hongkong

GBP = Poundsterling Inggris dan mata uang lainnya.

Golongan yang kedua adalah jenis mata uang yang tergolong lemah (soft currencies). Mata
uang yang tergolong lemah ini jarang diperjualbelikan. Biasanya mata uang yang tergolong
lemah berasal dari negara-negara berkembang seperti Rupe India atau Peso Filipina, termasuk
mata uang kita Rupiah bagi negara lain.

Disamping dapat dilakukan antar negara transaksi valas juga dapat dilakukan antar bank
dengan nasabahnya seperti transaksi uang kertas asing (bank notes), travellers cheque, giro valas,
transfer ke luar negeri atau kegiatan mata uang asing lainnya. Dalam transaksi ini bank
menggunakan kurs jual dan kurs beli dimana pengguna kurs dapat dilakuakan sebagai berikut:

a. Kurs jual pada saat bank menjual dan nasabah membeli;

b. Kurs beli pada saat bank membeli dan nasabah menjual.

Khusus untuk uang kertas asing (bank notes) bank menggunakan kurs bank notes,
sedangkan untuk valas lainnya bank menggunakan kurs devisa umum.

3
Selisih antara kurs jual dan kurs beli yang disebut spread yang merupakan keuntungan
bank dan dalam praktiknya selalu kurs jual lebih tinggi dari kurs beli. Penentuan kurs, pihak
perbankan mengacu kepada kurs konversi yang dikeluarkan oleh perbankan setiap hari,
kemudian ditambahkan dengan keuntungan yang diinginkan. Penentuan kurs dapat dilakukan
secara direct rate dan indirect rate. Direct rate maksudnya adalah penentuan yang menempatkan
mata uang domestic didepan mata uang asing. Sebagai contoh penentuan kurs dengan direct rate
adalah sebagai berikut:

Rp9.000= US $ 1

RP78 = JPN 1

Artinya setiap Rp9.000 ditukarkan dengan 1 US $ dan Rp78 ditukar

dengan 1 JPN

Sedangkan perhitungan dengan indirect rate adalah sebaliknya yaitu menempatkan mata
uang asing di depan mata uang domestic. Sebagai contoh seperti dibawah ini:

US $ 0,000111= Rp 1 (1:9000)

JPY 0,012820 = RP 1 (1:78)

Artinya setiap 0,000111 US $ ditukar dengan 1 Rupiah dan setiap

0,012820 Yen Jepang ditukar dengan 1 Rupiah.

2.2 Tujuan dan Fungsi Valas

Valuta asing bagi setiap negara saat ini memiliki peran yang cukup besar dalam melakukan
hubungan dengan luar negeri, terutama hubungan dagang atau perdagangan internasional.
Tujuan Valas
 Untuk transaksi pembayaran
 Untuk mempertahankan daya beli
 Pengiriman uang ke luar negeri
 Mencari keuntungan
 Pemagang risiko

4
 Kemudahan berbelanja

Adapun fungsi dari valuta asing antara lain dapat dipergunakan sebagai :

 Alat Tukar Internasional : Valuta asing dapat dipergunakan sebagai alat perantara untuk
mengadakan tukar-menukar barang atau jasa dengan negara lain. Contohnya, jika
Indonesia mengimpor biji gandum dari Amerika Serikat maka pembayarannya tidak
dilakukan dengan mata uang rupiah, tetapi menggunakan valuta asing (misalnya dengan
Valas Dollar Amerika Serikat).
 Alat Pembayaran Internasional : Jika pemerintah mempunyai utang dari negara lain maka
pembayaran cicilan utang dan bunganya harus dilakukan dengan valuta asing. Dalam hal
ini valuta asing dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengadapakan pembayaran
dengan negara lain.
 Alat Pengendali Kurs : Kurs sendiri dapat diartikan sebagai perbandingan nilai mata uang
suatu negara terhadap mata uang negara lain, dimana kurs mata uang suatu negara bisa
menguat ataupun melemah.Valuta asing dapat digunakan sebagai dapat alat untuk
mengendalikan kurs/nilai rupiah terhadap mata uang asing.
 Alat Memperlancar Perdagangan Internasional : Adanya valuta asing akan
mempermudah dan memperlancar suatu negara dalam mengadakan perdagangan dengan
negara lain. Valuta asing berfungsi sebagai alat tukar atau mempermudah perdagangan
internasional. Tentunya jika tidak ada valuta asing maka perdagangan antarnegara akan
mengalami kesulitan, karena perdagangan hanya dapat dilakukan dengan cara tukar-
menukar barang dengan barang atau barter.

5
2.3 Jenis dan Para Pelaku Valas

Jenis-Jenis Valuta Asing

Valuta asing dapat dibedakan jika ditinjau dari jenisnya yakni terbagi atas dua kelompok,
antara lain..

 Valuta Asing Fisik : Valuta asing fisik adalah uang asing dalam pengertian uang asing
yang sebenarnya artinya, uang asing dalam pengertian ini berbentuk uang kartal baik
dalam bentuk coin (uang logam), uang kertas negara maupun uang kertas bank. Dalam
jenis valuta asing fisik ini sama dengan pengertian uang kartal, valuta asing ini dapat
dipakai dalam perdagangan internasional.
 Valuta Asing Non-Fisik : Valuta asing dalam bentuk surat-surat berharga/uang giral
seperti dalam bentuk wesel, cek, travelers, cheque, internasional money order dan lain-
lain.

Para Pelaku Pasar Valas


 Dealer (Market maker)
Berfungsi sebagai pihak yang membuat pasar bergairah di pasa uang. Pada umumnya
dealer mengkhususkan pada mata uang tertentu dan menetapkan tingkat persediaan
tertentu pada mata uang tersebut.

 Perusahaan atau Perorangan


Perusahaan ataupun individu juga dapat melakukan transaksi perdagangan valuta asing
(valas). Pasar valuta asing pada umumnya dimanfaatkan untuk memperlancar transaksi
bisnis. Contoh kasus dalam hal ini adalah eksportir, importir, investor internasional,
perusahaan multinasional dan lain sebagainya.

 Spekulan dan Arbitrator


Orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran spekulan dan arbitrator
semata - mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereke justru menuai laba dari
fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas.

6
 Bank Sentral
Pada dasarnya Bank Sentral melakukan jual beli valuta asing untuk menstabilkan nilai
tukar mata uangnya atau juga biasa disebut dengan istilah kegiatan intervensi.

 Pialang
Bertindak sebagai perantara yang mempertemukan penawaran dan permintaan terhadap
mata uang tertentu. Secara tidak langsung Pialang memiliki akses langsung dengan dealer
dan bank di seluruh dunia.

 Pemerintah
Adapun tujuan pemerintah melakukan transaksi valuta asing antara lain untuk membayar
hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar neger yang harus ditukarkan lagi
kedalam mata uang lokal.

2.4 Traveller’s Check

Pengertian Travellers Cheque (TC) atau yang dikenal juga dengan cek wisata adalah cek
yang digunakan oleh orang yang hendak berpergian atau sering dibawa oleh turis atau
wisatawan. Travellers cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan tertentu, seperti halnya dengan
uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang rupiah dan mata uang asing. Pecahan travellers
cheque dimulai dari Rp50.000,- sampai dengan Rp25.000.000,- tergantung dari bank yang
menerbitkannya.

Penggunaan travellers cheque dapat dibelanjakan di berbagai tempat terutama cabang bank
yang mengeluarkan travellers cheque tersebut. Di samping itu, travellers cheque juga dapat
diuangkan di berbagai bank lain atau tempat perbelanjaan tertentu.

Travellers cheque yang diterbitkan dalam mata uang asing dalam setiap transaksinya baik
transaksi penjualan maupun transaksi pembelian menggunakan kurs. Kurs yang digunakan baik
dalam pembelian maupun dalam penjualan travellers cheque valas adalah kurs devisa umum.

7
Travellers cheque juga sering digunakan sebagai hadiah atau cendera mata kepada rekan-
rekan nasabah. Hal ini disebabkan kurang etis jika memberikan hadiah dalam bentuk tunai.
Namun dewasa ini penggunaan travellers cheque sudah mulai berkurang karena adanya alat
pembayaran lain yang lebih mudah dan praktis seperti kartu kredit.

Keuntungan travellers cheque

Keuntungan atau manfaat penggunaan travellers cheque terutama bagi mereka yang suka
berpergian atau berwisata antara lain :

 Memberikan kemudahan berbelanja, karena travellers cheque dapat dibelanjakan atau


diuangkan di berbagai tempat.
 Mengurangi resiko kehilangan uang karena setiap travellers cheque yang hilang dapat
diganti.
 Memberikan rasa percaya diri, karena si pemakai travellers cheque dilayani secara
prima.
 Dapat dijadikan cendera mata atau hadiah untuk teman, kolega, atau nasabah
 Biasanya untuk pembelian travellers cheque, tidak dikenakan biaya, begitu pula pada
saat pencairannya, namun hal ini sangat tergantung dari bank yang menerbitkannya.

Jenis-jenis travellers cheque yang beredar dapat dilihat dari segi mata uang, antara
lain :

 Travellers cheque mata uang rupiah.


 Travellers cheque dalam valuta asing, untuk travellers cheque dalam valuta asing
diterbitkan oleh bank yang berstatus bank devisa.

Antara travellers cheque dengan cek biasa terdapat beberapa perbedaan. Travellers cheque
merupakan cek wisata sedangkan cek merupakan cek yang diperoleh seseorang dengan
membuka rekening giro di suatu bank. Meskipun dalam banyak hal terdapat perbedaan, namun
memiliki fungsi yang relatif sama, yaitu sebagai alat pembayaran.

8
Perbedaan antara cek dan travellers cheque dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Cek/ cheque Travellers cheque


Umurnya maksimal 70 hari Umurnya tidak dibatasi, tergantung
bank yang menerbitkannya
Hanya dapat diuangkan pada bank Dapat dibelanjakan dan diuangkan di
di mana dibuka rekening berbagai tempat yang punya hubungan
dengan bank yang mengeluarkannya
Besarnya nilai cek ditulis pada saat Besarnya nilai travellers cheque sudah
penerbitan cek tertulis bentuk pecahan tertentu
Dikenakan bea materai Tidak dikenakan bea materai
Tanda tangan dibubuhkan ooada Tanda tangan dibubuhkan dua kali,
saat penerbitan cek yaitu pada saat pembelian dan
pencairan
Dapat ditandatangani lebih dari dua Hanya ditandatangani oleh satu orang
orang yang berhak
Cek biasa pada hakikatnya adalah Travellers cheque pada hakikatnya
pencairan simpanan di bank bukan berasal dari simpanan di bank
Cek biasa jika hilang, maka tidak Travellers cheque jika hilang dapat
dapat digantikan diganti sesuai dengan nominal yang
hilang tersebut

2.5 Letter Of Credit

Pengertian Denisi Letter of Credit

Letter of credit adalah suatu surat pernyataan yang dikeluarkan oleh issuing bank atas
permintaan pembeli/importer yang ditunjukkan kepada penjual/eksportir/beneciary melalui
advising/conforming bank dengan menyatakan bahwa issuing bank akan membayar sejumlah
uang tertentu apabila syarat-syarat yang ditetapkan dalam L/C tersebut dipenuhi.
9
Letter of credit merupakan jasa bank yang diberikan kepada masyarakat untuk
memperlancar atau mempermudah pelayanan arus barang. Baik arus barang dalam negeri
(antarpulau) maupun arus barang antarnegara (eskpor-impor).

Pada prinsipnya, Letter of credit merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan
nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk
kepentingan pihak ketiga yaitu penerima L/C atau eksportir. Letter of credit biasa juga disebut
dengan kredit berdokumen atau documentary credit

Dasar Hukum L/C

Sebagai suatu instrumen perdagangan, terlebih lagi perdagangan internasional dapat dipastikan
bahwa Letter of Credit memiliki dasar hukum baik sebagai peraturan atau pedomana dalam
pelaksanaan Letter of Credit.

a. Dasar Hukum L/C di Indonesia


 Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1982 tentang pelaksanaan ekspor, impor, dan lalu
lintas devisa.
 Surat Edaran No. 26/34/ULN tanggal 17 Desember 1993 mengatur, L/C yang diterbitkan
bank devisa boleh tunduk atau tidak pada UCP
 Dan undang-undang, peraturan, intuksi maupun ketetapan lainnya yang sudah diterbitkan.

b. UCP 600

UCP 600 (Uniform Customs & Practice for Documentary Credits) adalah versi terakhir untuk
pedoman umum internasional (best practice) transaksi LC yang diterbitkan oleh
#ALIHICC (International Chamber of Commerce). UCP 600 berlaku efektif sejak 1 Juli 2007
menggantikan pedoman sebelumnya (UCP 500). Sejak tanggal tersebut diharapkan semua bank
yang menerbitkan LC baru mengacu pada UCP 600.

Peranan L/C

Dalam perdagangan internasional L/C memiliki beberapa peranan yaitu:

a. Memudahkan pelunasan pembayaran transaksi ekspor.

10
b. Mengamankan dana yang disediakan importir untuk membayar barang impor.

c. Menjamin kelengkapan dokumen pengapalan

Eksor dan impor terpisah baik secara geografis maupun geo-politik. Bahkan secara pribadi antara
eksportir dan importir saling tidak mengenal. L/C dibuka oleh importir untuk memberikan
jaminan kepada eksportir, begitu juga sebaliknya, importir membuka L/C juga sebagai jaminan
untuk memperoleh pengapalan barang secara utuh sesuai dengan yang diinginkannya. Sedangkan
dan L/C tersebut tidak akan dicairkan tanpa penyerahan dokumen pengapalan.

Fungsi Dan Tujuan Letter of credit

 Letter of credit dapat menampung dan menyelesaikan kesulitan atau kendala dari pihak
importir sebagai pembeli maupun pihak eksportir sebagai penjual. Dengan demikian,
Letter of credit menjadi jaminan atau kepastian atas kelancaran pembayaran dan
pengriman barang yang sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh eksportir dan
importir.
 Letter of credit memberikan keuntungan, baik kepada eksportir maupun importir.
Eksportir dijamin akan menerima pembayaran, jika mampu menunjukkan dokumen
pengiriman barang yang sesuai dengan tertera dalam L/C. Bank berkewajiban memeriksa
kelengkapan dokumen yang tercatat dalam L/C, tetapitidak bertanggung jawab terhadap
kondisi fisik barang.
 Letter of credit memiliki fasilitas kredit eksportir atau importir melalui perbankan. Hal ini
terjadi karena L/C dapat memberikan fasilitas pembayaran di muka atau pembayaran
dengan tenggang waktu tertentu.
 L/C menjadi jaminan pembayaran atas kontraktor dengan beneciary. L/C yang diberikan
issuing bank atas permintaan kontraktor/peminjam/applicant digunakan sebagai jaminan
khusus kepada pihak beneciary apabila gagal mematuhi atau melaksanakan kontraknya.
Dokumen L/C tidak menjamin importir menerima barang sesuai dengan yang dipesan.
Bank hanya bertanggung jawab dalam pemrosesan dan penelitian dokumen barang. Jika

11
eksportir telah menyerahkan dokumen kepada bank dan cocok dengan isi dokumen L/C,
maka bank akan membayar eksportir sebesar nilai faktur atau invoicenya

Keuntungan L/C
a. Keuntungan Bagi Eksportir
 Kepastian pembayaran dan menghindari resiko
Walaupun eksportir dan importir tidak saling mengenal, dengan adanya L/C sudah
merupakan jamina bagi eksportir bahwa tagihannya pasti dilunasi bank sesnuai
ketentuan. Reputasi atau nama baik Bank yang mebuka L/C merupakan jaminan pokok,
dan jaminan pembayaran itu akan menjadi jaminan ganda bila bank devisa yang
bertindak sebagai Advising Bank juga memberikan konfirmasinya. Jadi resiko untuk
tidak dibayar menjadi sangan minim. Disini terlihatlah peranan bank dalam
memperlancar perdagangan internsional.
 Penguatan dokumen dapat langsung dilakukan
Bila banrang sudah dikaplan, maka dengan adanya L.C shipping document dapat
langsung diuangkan atau dinegosiasikan dengan Advising Bank dan tidak perlu lagi
menunggu pembayaran atau kiriman uang dari importir.
 Biaya yang dipungut bank untuk negosiasi dokumen relatif kecil bila ada
L/C
 Eksportir/penjual akan menerima pembayaran atas penyerahan barang dengan pasti
sesuai dengan syarat-syarat dalam L/C.
 Terhindar dari resiko pembatasan transfer valuta
Pada setiapn pembukaan L/C Opening Bank sudah menyediakan valuta asing untuk
setiap tagihan yang didasarkan pada L/C, dengan demikian eksportir terhindar dari resiko
no-payment yang mungkin terjadi bila transaksi dilkukan tanpa L/C.
 Kemungkinan memperoleh uang muka atau kredit tanpa bunga
Bila importir besedia membuka L/C dengan syarat “red clause” maka eksportir dapat
memperoleh uang muka dari L/C yang tersedia. Ini berarti eksportir mendapat kredit

12
tanpa bunga atau semacam uang panjar yang biasanya diperlukan untuk memulai
produksi barang yang akan di ekspor itu.

Bahkan di Indonesia, penguasaan terhadap sebuah Letter of Credit (L/C), bisa dijadikan
dasar permohonan "Kredit Export (KE)" guna memperoleh dana lebih awal dari bank devisa,
untuk dipergunakan sebagai modal kerja dalam memproduksi barang yang difasilitasi oleh Letter
of Credit tersebut. Tentu saja pihak bank akan mengenakan bunga tertentu atas kredit tersebut,
yang biasa disebut dengan bunga diskonto.

a. Keuntungan bagi importir


 Eksportir menjadi percaya bahwa barang yang dikirim pasti akan dibayar
 Importir/pembeli akan menerima barang dan membayar dengan harga pasti sesuai dengan
syarat-syarat didalam L/C.
 L/C merupakan jaminan bagi Importir bahwa dokumen atas barang yang dipesan akan
diterimanya dalam keadaan lengkap dan utuh karena diteliti oleh bank yang sudah
mempunyai keahlian dalam hal itu.
 Importir dapan mencantumkan syarat-syarat untuk pengamana yang pasti akan dipatuhi
eksportir agar dapat menarik uang dari L.C yang tersedia.

Jenis-jenis Letter of Credit

Pada dasarnya jenis-jenis Letter Credit hanyalah merupakan keistimewaan yang melekat
pada jenis L/C tersebut,tidak berarti jenis yang satu bukanlah jenis L/C yang lain.Suatu Letter of
Credit yang diterbitkan dapat merupakan kombinasi dari beberapa Jenis L/C yang berarti juga
memiliki beberapa keistimewaan pula,meskipun perlu juga kita perhatikan arti keistimewaan
yang diikuti dengan berbagai persyaratan lainya yang juga harus dipenuhi.

 Irrevocable L/C

L/C yang tidak dapat dirubah ataupun dibatalkan secara sepihak.Artinya baik seller
maupun buyer tidak bisa secara sepihak merubah sebagian atau seluruh persyaratan

13
yang didalam L/C tersebut.perubahan atau pembatalan atas L/C tersebut hanya dapat
dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak dan diketahui / disetujui oleh bank
pembuka.perubahan atau pembatalan ini harus dilakukan secara tertulis melalui suatu
surat pemohon yang diajukan oleh importer kepada bank pembuka untuk selanjutnya
diteruskan kepada importir.

 Revocable L/C
Kebalikan dari Irrevocable L/C, L/C jenis ini dapat dirubah sebagian syarat atau
bahkan dibatalkan cukup oleh sala satu pihak saja.mengingat resikonya yang sangat
tinggi bagi eksportir,berdasarkan peraturan bank Indonesia tidak diijinkan menegosiasi
L/C jenis ini.

 Transferable L/C
Jenis L/C ini memiliki keistimewaan untuk dipindah tangankan atau dialihkan kepada
pihak lai sesuai sebutanya (Transferable).dengan demikian Benefciary (penerimaL/C)
tidaklah mesti pihak yang melakukan ekspor barang (Eksportir),mengingat ada
kemunkinan L/C merupakan surat jaminan itu sudah dialihkan kepada pihak
lain.pengalihan ini hanya dapat dilakukan satu kali dengan sepengatuan pihak bank.

 Not Transferable L/C


Jika dilihat dari namanya,maka jenis L/C tidak dapat dialihkan dan dipindahkan
kepada pihak lain.dengan kata lain pihak penerima L/C (Benefciary) haruslah juga
bertindak sebagai eksportir.

 Confrmed L/C
L/C jenis merupakan jenis L/C yang selain mendapatkan jaminan pembayaran dari
bank pembuka,juga mendapatkan jaminan tambahan dari bank lain yang bentindak
sebagai Confrming Bank Yang berada di Negara Eksportir.pihak yang paling
diuntungkan dalam penggunaan L/C jenis ini adalah Eksportir.Lazimnya hal ini
dilakukan karena alasan ketidakpercayaan eksportir akan kredibilitas bank-bank

14
dinegara pembeli / importer.pada penggunaan jenis L/C ini,pihak importer menjadi
pihak paling dirugikan karena harus menyiapkan sertoran jaminan ( Marginal deposits)
lebih dari 100% yakni untuk bank pembuka dan Confrming Bank.

 Restricted L/C
Jenis L/C ini membatasi pengambilalihan dokumen ekspor (Export Dokuments
Negotiation) hanya kepada bank yang ditujukan dalam L/C.hal ini berarti Pihak
esportir hanya dapat menegosiasi atau menjual dokumen Ekspor hanya kepada bank
yang tertera dalam L/C tersebut dan menutup kemungkinan untuk menegosiasi kepada
bank lain untuk mendapatkan keuntungan berupa selisih bunga harga provisi dan
komisi atau tingkat suku bunga.hal ini lazim terjadi karena adanya fasilitas kredit
ekspor yang diterima oleh eksportir,dimana bank pemberi kredit mensyaratkan bahwa
seluruh aktivitas perbankan untuk kegiatan eksportnya harus disalurkan melalui bank
pemberi kredit.

 7. Revolving L/C
L/C yang dapat digunakan berulang-ulang (revolving).lazimnya jenis digunakan untuk
pengiriman sebagian –sebagian (partial Shipment) untuk suatu kontrak transaksi dalam
jumlah besar.contohnya : mengingat keterbatasan produksi atau ruang kapal yang
tersedia,maka disepakati pengiriman sejumlah barang dilakukan dalam beberapa kali
pengapalan.maka diperlukan suatu L/C yang berulang-ulang untuk menghindari
kerepotan dan tambahan biaya yang timbul jika setiap pengapalan harus diajukan
permohonan penerbitan L/C baru.syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan L/C
ini adalah jenis barang.spesifikasi barang,jumlah barang dan nilai barang harus tetap
sama.perbedaan yang diijinkan hanyalah tanggal pengapalan dan masa berlakunya
L/C.L/C ini berakhir jika pengiriman barang sesuai dengan jumlah yang tertera dalam
kontrak sudah selesai atau masa berlakunya L/C tersebut berakhir.

 8. Back to Back L/C


Back to back sebenarnya bukanlah sala satu dari L/C.Back to back tepatnya
merupakan suatu skema penerbitan L/C baru atas dasar L/C sebelumnya.pada skema

15
ini,negotiating Bank bertindak sebagai opening Bank untuk menerbitkan sebuah L/C
baru (Baby L/C) yang berkaitan dengan L/C sebelumnya (master L/C).adapun syarat
yang dipenuhi adalah jangka waktu dari L/C (Baby L/C) harus lebih pendek dari
Master L/C nya nilainya pun harus lebih kecil dari Master L/C nya. hal ini terjadi
karena lazimnya penerbitan baby L/C justru digunakan untuk memenuhi persyaratn
dari master L/C.sebagai ilustrasi : Untuk dapat memenuhi pesanan 5.000 unit Honda
bebek dari malasyia senilai US$ 5.000.000,- yang harus segera dikapalkan pada bulan
Desember 2003,maka PT Astra Honda Perlu memesan Suku cadang atau spare parts
dari jepang untuk memenuhi pesanan tadi.logikannya pesanan itu pasti bernilai lebih
kecil dari US$ 5.000.000,- dan Waktu pengapalanya kepada PT Astra Honda pasti
diminta sebelum bulan desember 2003.

 9. Sight L/C
Sight L/C berkaitan dengan tenor atau waktu pencairan L/C.pada jenis sight L/C
mengandung pengertian bahwa L/C akan segera dicairkan seketika begitu bank
memperoleh dokumen-dokumen yang disyaratkan dalam L/C dan dinyatakan sah
tanpa kesalahan.

 10. Usance L/C


Usance L/C adalah suatu jenis L/C yang mensyaratkan pembayaran berjangka sesuai
kesepakatan setelah dokumen eksportir diterima oleh bank dan ditanyakan bersih
tanpa kesalahan.Usance L/C dapat berjangka 30,60,90 hari bahkan 180 hari,baik
dihitung sejak tanggal pengapalan atau tanggal presentasi dokumen ke bank.

 11. Red Clause L/C


Red clause merupakan suatu jenis L/C yang dimiliki keistimewaan dimana Benefciary
(Penerima L.C) dapat mencairkan sebagian bahkan seluruh nilai L/C (sesuai
kesepakatan) sebelim adanya pengapalan baran.dengan kata lain importer memberikan
kepada eksportir sebelum adanya pengapalan barang.

16
BAB III

PENUTUP

3. KESIMPULAN

Devisa adalah sesuatu yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran luar
negeri dengan syarat dapat diterima dan diakui oleh negara-negara di dunia. Sumber devisa
berasal dari pinjaman atau utang luar negeri, hibah, penerimaan dividen beserta bunga dari luar
negeri, hasil ekspor barang dan jasa, kiriman valuta asing dari luar negeri, serta wisatawan yang
belanja di dalam negeri.

Valuta asing merupakan suatu mekanisme di mana orang dapat mentransfer daya beli
antarnegara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasioanal,
dan meminimalkan kemungkinan resiko kerugian (exposure of risk) akibat terjadinya fluktuasi
kurs suatu mata uang. Pasar Valuta Asing menyediakan pasar sarana fisik maupun dalam pasar
kelembagaan untuk melakukan perdagangan mata uang asing, menentukan nilai tukar mata uang
asing, dan menerapkan managemen mata uang asing.

Traveller Cheque :

 Diterbitkan oleh bank-bank terkemuka di dunia


 Bank Devisa selaku Selling Agent dan’atau Paying Agent)
 Dalam mata uang yang kuat (hard Currency) seperti : US Dollar, Poundsterling, Yen,
Euro
 Membayar biaya penginapan, restoran, belanja, tiket pesawat
 Dapat ditukar dengan uang tunai, disimpan dalam rekening giro, dapat diwariskan.

Pengertian L/C

Pada umumnya L/C digunakan untuk membiayai kontrak penjualan barang jarak jauh antara
pembeli dan penjual yang belum saling mengenal dengan baik. Dengan kata lain L/C digunakan
untuk membiayai transaksi perdagangan internasional. Tetapi, L/C bukan merupakan garansi
atau surat berharga yang dapat dipindah tangankan.

17
DAFTAR PUSTAKA

Ensikloblogia.2016.pengertian traveller cheque dan keuntunganya.


http://www.ensikloblogia.com/2016/03/pengertian-travellers-cheque-atau-cek.html. Di akses 15
Maret 2018.

Kasmir, 2012, Dasar Dasar Perbankan, Edisi Revisi, Cetakan ke 10, Jakarta : PT RajaGrando

Persada.

Serfianto R. D. Purnomo, Cita Yustisia Serfiyani, dan Iswi Hariyani. 2013. Buku Pintar Pasar
Uang & Pasar Valas . Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

18