Anda di halaman 1dari 1

e.

Fungsi nilai dan norma ketika tidak berjalan di masyarakat

Nilai sosial pada hakekatnya untuk memberikan ketentraman kepada seluruh anggota
masyarakat sehingga dapat bertingkah laku sesuai dengan aturan yang diyakini oleh
masyarakat agar mencapai tujuan bersama di masyarakat. Norma sosial berfungsi mengatur
perilaku manusia dalam berinteraksi antara satu dengan lainnya serta memberi sanksi yang
menyimpang atau tidak patuh terhadap yang telah diatur. Misalnya, pemasangan lampu lintas
di perempatan jalan bertujuan agar lalu lintas dapat berjalan dengan lancar dan mengindari
kekacauan di jalan raya dan kecelakaan. Masyarakat pengguna jalan diharapkan mematuhi
peraturan tersebut karena bertujuan baik. Pemerintah/pihak kepolisian menyusun aturan yang
berisi ketentuan dan sanksi bagi masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas tersebut
yang termasuk norma hukum. Apabila nilai dan norma tersebut tidak dipatuhi atau dilanggar
oleh masyarakat yang berarti tidak berjalannya nilai dan norma di masyarakat, maka
masyarakat telah melanggar nilai dan norma hukum tersebut. Sanksinya adalah pelanggar
dapat dikenakan hukuman pelanggaran tilang berupa pembayaran denda atau hukuman fisik
lainnya (penjara).

g. Gejala sosial yang menunjukkan hubungan antara norma dengan keteraturan sosial

Gejala sosial seperti di kebiasaan tidak menebang pohon sembarangan di Kaleodi Pulau
Tidore, Maluku Utara yang masih diperlihara saat ini. Kebiasaan ini merupakan tradisi terun
temurun yang merupakan norma kebiasaan masyarakat sejak dahulu kala. Untuk memasikan
norma ini dipatuhi masyarakat, ada ketentuan bahwa apabila masyarakat hendak membuka
lahan maka harus memberitahukan terlebih dahulu kepada Sowohi (pemimpin adat). Apabila
masyarakat melanggar tradisi tersebut, maka akan berlaku bobeto yaitu sumpah adat yang
sudah berjalan turun menurun. Sumpah diucapkan bobato adat atau pemimpin adat (sowohi).
Dengan dipatuhinya norma tersebut, maka Pulau Tidore yang dulunya pernah terancam banjir
besar, maka sekarang sudah tidak pernah lagi mengalaminya. Keteraturan sosial terbentuk
karena interaksi masyarakat yang terjadi berjalan sesuai nilai dan norma yang belaku.

h. Peter L Berger-Society in Man