Anda di halaman 1dari 7

Analisis Investasi Peralatan Radiologi

Di Rs Pku Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2


Diah Sukmawati Hidayah, Firman Pribadi
Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Program Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Yogyakarta, Indonesia
Email : sukma.wati25@gmail.com

ABSTRAK

Masalah: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II merupakan pengembangan dari RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta yang mulai beroperasi mulai tahun 2009. Rumah sakit ini memiliki beberapa fasilitas penunjang, salah
satunya yaitu instalasi radiologi berupa foto rontgen. Sebelum melakukan investasi, setiap proyek investasi harus di
analisis kelayakan untuk dilanjutkan atau tidak. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisis investasi pengadaan
peralatan radiologi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2. Tujuan : Melakukan analisis aliran keuangan (cash
flow) pada investasi peralatan radiologi foto rontgen di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II dan melakukan
analisis terhadap investasi peralatan radiologi foto rontgen di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II dengan
menggunakan metode investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP).
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa dokumentasi dan data
keuangan RS. Metode analisis investasinya adalah payback period (PP) tanpa & dengan diskonto, Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR), dan analisis sensitifitas. Hasil dan pembahasan: Investasi pengadaan peralatan radiologi
di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 memiliki PP tanpa diskonto = 5 tahun 2 bulan artinya investasi layak, PP
dengan diskonto = 6 tahun 2 bulan artinya investasi layak, hasil NPV = Rp 1.151.305.023,- artinya investasi layak, dan
IRR = 19 % artinya investasi layak dan dari analisis sensitifitas, investasi masih layak untuk dilakukan.

Kata kunci : Analisis Investasi, IRR, NPV, PP, Rumah Sakit.

Dalam perkembangannya, kebutuhan akan


PENDAHULUAN pelayanan radiologi di sarana pelayanan
Latar Belakang Masalah kesehatan semakin meningkat sehingga
Perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan akan pembelian alat radiologi juga
teknologi dalam bidang kedokteran yang semakin meningkat, salah satunya yaitu
semakin maju sekarang ini telah banyak melakukan investasi. Salah satu perhitungan
memberikan manfaat dalam melakukan yang harus dipersiapkan adalah tentang
pengobatan, salah satunya yaitu penggunaan investasi peralatan rumah sakit yang biasanya
pelayanan radiologi di rumah sakit. Pentingnya terbagi dalam tiga kelompok, antara lain (1)
pelayanan radiologi di rumah sakit sebagai peralatan medis seperti alat operasi,
bagian yang terintegrasi dari pelayanan laboratorium, dan alat radiologi, (2) peralatan
kesehatan secara menyeluruh sesuai dengan non medis seperti alat kantor, (3) peralatan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tertentu seperti incenerator untuk sampah dan
tentang hak fundamental setiap rakyat ambulans terapi2.
Indonesia terhadap kesehatan merupakan Rumah sakit harus dapat melakukan
salah satu bentuk sarana pemeriksaan investasi yang tepat sasaran untuk dapat
penunjang untuk menegakkan diagnosis meningkatkan pelayanan dari sisi internal
penyakit dan pemberian terapi yang cepat dan maupun eksternal. Rumah sakit melakukan
tepat bagi pasien yang menjadikan pelayanan investasi sebagai penanaman modal yang
radiologi telah diselenggarakan di berbagai akan berpengaruh pada jangka panjang maka
sarana pelayanan kesehatan seperti perlu dilakukan pertimbangan yang rasional.
puskesmas, klinik-klinik swasta, dan rumah Selain itu perkembangan teknologi di bidang
sakit di seluruh Indonesia1. kedokteran telah mengalami kemajuan pesat
yang selalu berubah setiap tahunnya3.

1 Prosiding Konferensi Nasional


Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x
Penelitian ini berfokus pada instalasi 2. Melakukan analisis terhadap investasi
radiologi salah satu rumah sakit di Yogyakarta peralatan radiologi foto rontgen di RS
yaitu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II
II. Pada awalnya RS PKU Muhammadiyah dengan menggunakan metode investasi
Yogyakarta didirikan berupa klinik sederhana Net Present Value (NPV), Internal Rate
pada tanggal 15 Februari 1923 di Kampung of Return (IRR), dan Payback Period
Jagang Notoprajan Yogyakarta. Seiring dengan (PBP).
berkembangnya jaman, pada tahun 1970-an
klinik tersebut berubah status menjadi RS PKU Manfaat Penelitian
Muhammadiyah Yogyakarta yang bertempat di 1. Bagi Penulis
Jalan K. H. Ahmad Dahlan No.20 Yogyakarta Hasil penelitian ini dapat menambah
hingga saat ini. pengetahuan dan wawasan tentang
Rumah sakit ini baru dikelola secara kelayakan suatu investasi.
profesional baik dari segi manajemen maupun 2. Bagi RS PKU Muhammadiyah
sumber daya manusia pada awal tahun 1995 Yogyakarta Unit II
yang ditingkatkan secara bertahap dan Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit menjadi bahan informasi bagi pihak
tipe B pada tahun 2011. Hingga pada tahun manajemen rumah sakit dan
2008, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta memberikan feedback positif terhadap
membangun rumah sakit unit II yang baru di analisis investasi peralatan radiologi CT
Jalan Wates Km 5.5 Gamping, Sleman. Scan di rumah sakit bersangkutan.
Pembangunan gedung unit II ini bertujuan Selain itu diharapkan dapat
sebagai sarana pengembangan rumah sakit memberikan masukan untuk
pendidikan dan pelayanan lanjutan yang pengambilan keputusan selanjutnya
mampu memberikan pelayanan secara dalam berinvestasi pada peralatan
menyeluruh baik dari segi fisik, sosial, maupun radiologi CT Scan di rumah sakit
psikis dan spiritual pada diri pasien. tersebut.
Dikarenakan pembangunan RS PKU 3. Bagi pihak lain
Muhammadiyah Yogyakarta Unit II masih relatif Pihak lain yang terkait yaitu akademis
baru termasuk peralatan radiologinya, dan rekan-rekan peneliti lainnya, hasil
sehingga dikira perlu untuk melakukan evaluasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi
terhadap investasi peralatan radiologi foto bahan masukan dan informasi untuk
rontgen yang telah dilakukan oleh rumah sakit mengkaji lebih lanjut tentang analisis
tersebut yang digunakan sebagai alat investasi peralatan medis maupun hal-hal
penunjang diagnostik. lain yang terkait dengan rumah sakit.

Rumusan Masalah Kerangka Teoritik


Berdasarkan uraian latar belakang masalah
diatas, maka rumusan masalah dari penelitian
ini adalah apakah investasi peralatan radiologi
foto rontgen di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta Unit II secara ekonomis
menguntungkan dengan melakukan analisis
investasi peralatan radiologi dengan metode
Net Present Value (NPV), Internal Rate of Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian
Return (IRR), dan Payback Period (PBP).
METODE PENELITIAN
Tujuan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
sebagai berikut : pendekatan studi kasus dan data yang
1. Melakukan analisis aliran keuangan digunakan menggunakan kuantitatif berupa
(cash flow) pada investasi peralatan data angka. Pengumpulan data dilakukan
radiologi foto rontgen di RS PKU menggunakan data primer yang didapat
Muhammadiyah Yogyakarta Unit II. dengan mengumpulkan data yang diperlukan
secara langsung pada lokasi penelitian di RS
2 Prosiding Konferensi Nasional
Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x
PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2, data aset memiliki “Umur Ekonomis” yang berbeda-
sekunder yang didapatkan dari sumber-sumber beda (misal : 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun).
ilmiah, buku-buku, maupun laporan-laporan Depresiasi jenis aset memiliki umur
dari rumah sakit. ekonomis 10 tahun maka aset tersebut
Analisis data dilakukan dengan cara depresiasinya dihitung untuk seluruh tahun di
melakukan forecast estimasi proyeksi laporan sepanjang periode perkiraan lamanya
keuangan laba rugi, cash flow perusahaan, investasi yaitu 10 tahun (2012 – 2021) sebesar
melakukan estimasi cost of capital yang Rp 99.650.000,-
digunakan sebagai discount rate, melakukan
perhitungan analisis investasi menggunakan 3. Laporan Arus Kas dari Instalasi Radiologi
metode Net Present Value (NPV), Internal Rate (Foto Rontgen)
of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Berdasarkan dari laporan laba rugi,
Penelitian ini dilakukan di lingkungan RS PKU modal investasi awal dan daftar biaya
Muhammadiyah Yogyakarta Unit II, Jalan depresiasi yang dijelaskan sebelumnya maka
Wates Km. 5.5 Gamping, Sleman. dapat disusunlah sebuah laporan arus kas
(Cash Flow). Penyusunan laporan arus kas ini
HASIL DAN PEMBAHASAN bertujuan memberikan gambaran tentang
1. Modal Investasi Awal Peralatan Radiologi kondisi keuangan yang dilihat dari perputaran
(Foto Rontgen). uang/aktiva yang bersifat tunai. Laporan arus
Dalam proses bisnis RS PKU kas ini akan menjadi dasar pijakan untuk
Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 pada saat menghitung analisis investasi dengan metode
awal melakukan pengadaan peralatan radiologi PP, NPV dan IRR.
foto rontgen, RS PKU Muhammadiyah Pada penelitian ini, pembuatan laporan
Yogyakarta Unit 2 perlu mengeluarkan arus kas pada tahun 2012 menggunakan data
sejumlah dana untuk membeli peralatan asumsi yang didapat dari banyaknya jumlah
radiologi foto rontgen ini, sejumlah dana yang kunjungan instalasi radiologi dalam hal ini foto
dikeluarkan tersebut disebut “Modal Investasi rontgen dan dikalikan dengan tarif rata-rata foto
Awal”. Modal investasi awal yang dikeluarkan rontgen dan untuk tahun berikutnya dibuatlah
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 sebuah taksiran atau prediksi tentang laporan
dalam pembelian peralatan radiologi dalam hal arus kas tahun 2012-2021.
ini adalah foto rontgen sebesar Rp Dalam pembuatan taksiran atau
996.500.000,-. Lalu setelah diketahui nilai prediksi laporan arus kas tersebut terdapat
modal pembelian aset awal selanjutnya asumsi kenaikan pendapatan 15% per tahun.
dihitung besarnya Modal Investasi Awal (Initial Asumsi kenaikan pendapatan sejumlah 15%
Investment) dengan menambahkan Working pertahun ini adalah berdasarkan nilai tingkat
Capital, yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan Suku Bunga Bank Indonesia (SBI rate) yang
agar instalasi radiologi foto rontgen di RS PKU berlaku saat ini adalah 12% dan Nilai Tingkat
Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 dapat Inflasi saat ini yaitu 10%, maka dipilihlah
beroperasi pada tahun 2012. Working Capital asumsi kenaikan dengan nilai persentase
tersebut adalah Biaya Instalasi ditambah Biaya diatas keduanya yaitu nilai 15%. Sedangkan
Non Instalasi penggunaan instalasi radiologi untuk asumsi kenaikan biaya adalah Biaya
foto rontgen sebanyak Rp 1.385.131.779,- Instalasi sebesar (70% x pendapatan tahun
tersebut). Asumsi perhitungan tersebut dihitung
2. Depresiasi Seluruh Aset di Instalasi dengan formula rata-rata (mean) dan dengan
Radiologi (Foto Rontgen) bantuan software pengolah data yaitu Microsoft
Dari seluruh aset/aktiva dari hasil Excel version 2003.
pembelanjaan modal investasi awal akan Setelah diketahui taksiran pendapatan
mempunyai konsekuensi yaitu munculnya dan biaya untuk tahun 2012–2021 maka bisa
Biaya Depresiasi (penyusutan). Perhitungan dilakukan perhitungan untuk mencari Arus Kas
depresiasi ini di akuntasi RS PKU Bersih selama 10 tahun kedepan (2012-2021)
Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 yang didasarkan pada hasil studi kelayakan
diasumsikan menggunakan “Metode Linear” awal yang menurut keterangan Manajer
(metode garis lurus). Dimana pada semua aset Litbang dan Manajer Operasional RS PKU
mempunyai jumlah biaya depresiasi yang tetap Muhammadiyah mempunyai payback period
setiap tahunnya dan diasumsikan setiap jenis yaitu 10 tahun.

3 Prosiding Konferensi Nasional


Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x
Dalam perhitungan arus kas bersih Setelah laporan arus kas diketahui
setiap tahunnya terdapat juga asumsi lain yaitu maka bisa dilakukan analisis investasi
besarnya pajak diasumsikan senilai 20% dari menggunakan metode Internal Rate of Return
EBT (Laba kena pajak). Nilai asumsi 20% ini (IRR). Dalam metode IRR ini digunakan asumsi
berdasarkan tingkat persentase pajak sesuai bahwa suku bunga (i) yang dipakai sebagai
Undang-undang Pajak saat itu yang berlaku diskonto (discount factor) adalah suku bunga
tahun 2009. Net Cash Inflow (Proceeds) tahun bank yang berlaku tahun 2012 pada awal
2012 sebesar Rp 309,024,577 dan sebesar Rp investasi, yaitu 7 %. Sehingga nilai MARR yang
653,147,733,- pada tahun 2021. dijadikan patokan investasi pun adalah 7 %.
Hasil analisis investasi metode IRR selama
4. Analisis Investasi Metode Payback Period periode investasi 10 tahun sebesar 19%.
(PP)
Setelah laporan arus kas diketahui PEMBAHASAN
maka dapat dilakukan analisis investasi 1. Analisis Investasi Metode Payback Period
dengan menggunakan metode Payback Period (PP)
(PP). Dengan dua pendekatan yaitu metode Hasil perhitungan analisis investasi
Payback Period (PP) tanpa diskonto yang dengan menggunakan metode Payback Period
artinya bahwa dalam perhitungan mengabaikan (PP) tanpa diskonto adalah 5 tahun 2 bulan.
nilai suku bunga sehingga dengan kata lain ini Sedangkan dengan menggunakan metode
mengabaikan perubahan nilai waktu uang di Payback Period (PP) dengan diskonto adalah 6
masa depan dan metode Payback Period (PP) tahun 2 bulan. Dari hasil analisis terlihat bahwa
dengan diskonto. Pendekatan ini berkebalikan investasi yang dihitung dengan
dengan yang pertama, yaitu dalam memperhitungkan nilai diskonto (suku bunga
perhitungannya menggunakan nilai suku bunga bank) mempunyai waktu pengembalian modal
sebagai diskonto (discount factor), sehingga ini lebih lama dibandingkan jika tanpa diskonto
mempertimbangkan perubahan nilai waktu (suku bunga bank).
uang (time value) di masa depan. Lalu asumsi Tetapi secara umum berdasarkan
suku bunga yang dipakai sebagai diskonto metode Payback Period (PP) memperlihatkan
(discount factor) adalah nilai suku bunga bank bahwa proyek investasi pengadaan peralatan
yang berlaku pada tahun 2012 saat awal radiologi foto rontgen di RS PKU
investasi, yaitu i sebesar 7 %. Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 ini memiliki
Hasil analisis investasi metode Payback waktu pengembalian modal lebih cepat
Period (PP) tanpa diskonto selama periode dibandingkan waktu perkiraan investasi pada
investasi 10 tahun selama 5 tahun 2 bulan, studi kelayakan awal yaitu 10 tahun. Lebih
Sedangkan hasil analisis investasi metode cepatnya waktu pengembalian (payback
Payback Period (PP) dengan diskonto selama period) hasil analisis investasi saat ini 5 tahun
6 tahun 2 bulan. 2 bulan (tanpa diskonto) dan 6 tahun 2 bulan
(dengan diskonto) dibandingkan payback
5. Analisis Investasi Metode Net Present Value period pada studi kelayakan awal terdahulu
(NPV) yaitu 10 tahun, menjadikan kesimpulan
Setelah laporan arus kas diketahui analisisnya adalah investasi ini bisa dikatakan
maka bisa analisis investasi dapat dilakukan “layak” untuk dilanjutkan.
dengan menggunakan metode Net Present
Value (NPV). Analisis investasi metode Net 2. Analisis Investasi Metode Net Present Value
Present Value (NPV) ini menggunakan asumsi (NPV)
bahwa suku bunga yang dipakai sebagai Tolak ukur nilai keuntungan investasi
diskonto (discount factor) adalah nilai suku pada suatu proyek pengembangan dapat
bunga bank yang berlaku pada tahun 2012 dilihat dari hasil perhitungan Net Present Value
saat awal investasi, yaitu i sebesar 7 %. Hasil (NPV). Suatu investasi dikatakan layak jika
analisis investasi metode Net Present Value suatu investasi memiliki hasil NPV yang positif
(NPV) selama periode investasi 10 tahun (NPV > 0), artinya jika dilakukan investasi pada
sebesar Rp 1,151,305,023,- proyek tersebut selama periode 10 tahun
menghasilkan nilai uang lebih besar
6. Analisis Investasi Metode Internal Rate of dibandingkan nilai uang tersebut saat ini ketika
Return (IRR) menjadi modal awal.
4 Prosiding Konferensi Nasional
Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x
Hasil perhitungan analisis investasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2
dengan menggunakan metode Net Present adalah “layak” untuk dilanjutkan.
Value (NPV) adalah Rp 1.151.305.023,-. Penjelasan rasional untuk
Karena nilai NPV ini positif (NPV > 0), meningkatnya kunjungan radiologi tersebut
sehingga dengan kata lain investasi ini bisa adalah karena adanya perubahan regulasi
dikatakan “layak” untuk dilanjutkan. pemerintah tentang penambahan jumlah
cakupan rujukan pasien BPJS yang
3. Analisis Investasi Metode Internal Rate of menjadikan RS PKU Muhammadiyah Unit 2
Return (IRR) mempunyai segmen pasar yang tidak pernah
Selain itu tolak ukur lain untuk menilai habis dan selalu meningkat.
keuntungan investasi pada suatu proyek Selain itu terdapat faktor lain juga yaitu,
pengembangan dapat dilihat dari hasil lambat laun masyarakat sekitar Yogyakarta
perhitungan Internal Rate of Return (IRR). mengetahui informasi keberadaan RS PKU
Suatu investasi dikatakan layak jika suatu Muhammadiyah Unit 2 yang mempunyai
investasi memiliki hasil IRR > MARR (Minimum peralatan radiologi yang cukup lengkap. Hal
Attractive Rate of Return), yang besarnya inilah yang menyebabkan orang-orang atau
mengacu pada suku bunga bank atau deposito pasien umum lebih memilih melakukan
yang berlaku saat dilakukan investasi. Pada tindakan radiologi foto rontgrn di RS PKU
Investasi pengadaan peralatan radiologi foto Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2.
rontgen di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta Unit 2 ini diasumsikan nilai MARR KESIMPULAN
adalah 7%. Sesuai dengan hasil penelitian analisis
Sedangkan hasil perhitungan analisis tentang investasi pengadaan peralatan
investasi ini dengan menggunakan metode radiologi foto rontgen di Rumah Sakit PKU
Internal Rate of Return (IRR) adalah 19 %. Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2, dapat
Karena nilai IRR > MARR, sehingga dengan disimpulkan bahwa :
kata lain investasi ini bisa dikatakan “layak” 1. Berdasarkan metode Payback Period
untuk dilanjutkan. Makna dari IRR > MARR (PP), investasi ini layak dilanjutkan
artinya dilakukannya investasi pada proyek karena mempunyai waktu
tersebut selama periode 10 tahun pengembalian modal (Payback Period),
menghasilkan tingkat bunga pengembalian yaitu 5 tahun 2 bulan (tanpa diskonto)
(Internal Rate of Return) yang lebih besar atau 6 tahun 2 bulan (dengan diskonto)
dibandingkan tingkat bunga pengembalian jika yang semuanya lebih cepat dari waktu
dana investasi tersebut hanya ditanamkan di target perkiraan investasi di studi
deposito bank. kelayakan awal, yaitu 10 tahun.
2. Berdasarkan metode Net Present Value
4. Analisis Investasi Pembangunan Pengadaan (NPV), investasi ini layak dilanjutkan
Peralatan Radiologi Foto Rontgen di RS PKU karena mempunyai nilai uang
Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 Secara pengembalian (Net Present Value) yang
Keseluruhan positif (NPV > 0), yaitu sebesar Rp
Berdasarkan pada hasil analisis, 1.151.305.023,-.
investasi pengadaan peralatan radiologi foto 3. Berdasarkan metode Internal Rate of
rontgen di RS PKU Muhammadiyah Return (IRR), investasi ini layak
Yogyakarta Unit 2 mempunyai waktu dilanjutkan karena mempunyai tingkat
pengembalian modal (Payback Period) yaitu 5 bunga pengembalian (Internal Rate of
tahun 2 bulan (tanpa diskonto) atau 6 tahun 2 Return) yaitu 19% yang lebih besar dari
bulan (dengan diskonto) yang lebih cepat dari bunga bank (MARR) yaitu 7%.
perkiraan di studi kelayakan awal yaitu 10 4. Penyebab-penyebab perbedaan antara
tahun, serta memiliki nilai uang pengembalian analisis investasi di penelititan ini dan
(Net Present Value) yang positif sebesar Rp studi kelayakan awal adalah asumsi
1.151.305.023,-. dan memiliki tingkat bunga yang dipakai manajemen pada awal
pengembalian (Internal Rate of Return) yaitu terdahulu sangat minimal/rendah, faktor
19% yang lebih besar dari bunga bank (MARR) perubahan regulasi pemerintah tentang
= 7%. Jadi secara keseluruhan investasi BPJS dan faktor pengetahuan
pengadaan peralatan radiologi (foto rontgen) di masyarakat yang sekarang sudah

5 Prosiding Konferensi Nasional


Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x
mengetahui informasi keberadaan RS [3] Depkes RI. (2008). Profil Kesehatan Indonesia.
PKU Muhammadiyah Unit 2 yang Jakarta.
fasilitasnya lebih bagus. [4] Fathurrohman, D. M. (2008). Analisis
5. Secara keseluruhan investasi Kelayakan Investasi Untuk Rencana Perluasan
pengadaan peralatan radiologi foto Jaringan Pada PT. Telkom (Persero) Cabang
rontgen di RS PKU Muhammadiyah Malang. Universitas Islam Malang, Malang.
Yogyakarta Unit 2 ini adalah “layak” [5] Fuah, R.M. (2007). Analisis Break Even Point
untuk dilanjutkan. Badan Usaha Milik Daerah kabupaten Kupang
(Studi pada PD. Percetakan dan Pembuatan
Kantong Semen 2004-2005). Tesis. Program
SARAN Pasca Sarjana Universitas Gajah mada,
1. Bagi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Yogyakarta Unit 2 [6] Gapenski, L. C. (1997). Financial Analysis and
a. Mengetahui bahwa investasi Decision Making for Health Care Organization,
pengadaan peralatan foto rontgen Chicago: Irwin Profesional.
adalah menguntungkan secara [7] Hanafi, M. (2008). Manajemen Keuangan Edisi
finansial dikarenakan waktu 1. Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada,
pengembalian modal yang lebih Yogyakarta.
cepat, nilai uang pengembalian [8] Hidayati, N. (2004). Evaluasi Kelayakan
modal yang besar dan tingkat bunga Investasi Alat Medis Bone Densitometer
pengembalian modal yang lebih Rumah Sakit Daerah Panembahan Senopati
tinggi. Ini bisa dijadikan dasar Bantul. Tesis. Program Pasca Sarjana Gajah
pijakan pimpinan manajemen RS Mada, Yogyakarta.
PKU Muhammadiyah Yogyakarta [9] Lalita, I. K. (2007).Evaluasi Investasi
Unit 2 untuk tetap melanjutkan Laparoscopy Surgery (Minimal Invasive
proyek investasi di instalasi radiologi Surgery) di RS Bethesda. Tesis. Program
tersebut. Pasca Sarjana Gajah Mada, Yogyakarta.
b. Manajemen RS PKU [10] Mardiyanto, H. (2009). Intisari Manajemen
Muhammadiyah Yogyakarta Unit 2 Keuangan Teori, Soal, dan Jawaban. PT.
bisa juga mempertimbangkan untuk Grasindo, Jakarta.
mengembangkan investasi lagi [11] Marhaeni, A. P. (2011). Analisis Break Even
dengan penambahan peralatan Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada
Industri Kecil Tegel Di Kecamatan Pedurungan
radiologi di instalasi radiologi.
Periode 2004-2008 (Studi Kasus Usaha
Dengan menjadikan penelitian ini Manufaktur). Fakultas Ekonomi Universitas
sebagai salah satu acuan data studi Diponegoro, Semarang.
kelayakannya. [12] Peraturan Menteri Kesehatan Republik
2. Bagi Peneliti Lain IndonesiaNomo780/MENKES/PER/VIII/2008.(2
Peneliti lain dapat melakukan 008) Penyelenggaraan Pelayanan
penelitian lebih lanjut tentang analisis Radiologi.Kementerian Kesehatan Republik
investasi pembangunan di unit-unit lain Indonesia, Jakarta.
di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah [13] Prawoto. (2005). Analisis Titik Impas
Yogyakarta Unit 2, misalnya unit klinik KUPEDES BRI Unit Di Wilayah Kantor Cabang
rawat jalan, UGD, hemodialisa, farmasi, Jeneponto. Tesis. Program Pasca Sarjana
laboratorium, dan sebagainya. Hal ini Universitas Gajah mada, Yogyakarta.
dikarenakan rumah sakit tersebut masih [14] Profil RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
baru dan masih banyak yang belum (2011). rs pkujogja.com.
diteliti. [15] Rosyidah, N. (2003).Hukum Penanaman Modal
di Indonesia Dalam Menghadapi Era Global.
DAFTAR PUSTAKA Bayu Publishing, Malang.
[1] Brigham, E., Houston, J. (2001). Manajemen [16] Sabarguna, B. (2011). Business Plan Rumah
Keuangan Buku 1 Edisi Kedelapan. Penerbit Sakit. Salemba Medika, Jakarta.
Erlangga, Jakarta. [17] Sambiono, A. (2002). Evaluasi Investasi
[2] Budhivaya, I. A. (2005). Bahan Kuliah Hukum Peralatan MRI RS Pertamina Jakarta. Tesis.
Investasi Pokok-Pokok Pemahaman Program Pasca Sarjana Universitas Gajah
Penanaman Modal Langsung serta Lingkup mada, Yogyakarta.
Hukum Investasi di Indonesia. Fakultas Hukum
Universitas Narotama, Surabaya.
6 Prosiding Konferensi Nasional
Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x
[18] Sartono, A. (2001). Manajemen Keuangan
Teori dan Aplikasi.BPEF-Yogyakarta,
Yogyakarta.
[19] Sumastuti. (2006). Keunggulan NPV Sebagai
Alat Analisis Uji Kelayakan Investasi dan
Penerapannya.
http://jurnal.bl.ac.id/wpcontent/uploads/2007/01
/BEJ-v3-n1-artikel7agustus2006.pdf.
[20] Sunariyah. (2004). Pengantar Pengetahuan
Pasar Modal.Penerbit UPP AMP YKPN,
Yogyakarta.
[21] Tjahja, A. F. (2000). Analisis Investasi Alat
Hemodialisis di RS Krakatau Steel Periode
2000-2001. Tesis. Program Pasca Sarjana
Universitas Indonesia, Jakarta.

7 Prosiding Konferensi Nasional


Seminar Nasional Manajemen Rumah Sakit (SNMMR)
ISBN: xxx-xxx-xxxxx-x-x