Anda di halaman 1dari 4

FORMAT JOURNAL READING

Nama Ners : Ns. Ratna Sari Dewi, Skep

UNIT / Level : ICU BEDAH Dewasa / Beginner

Tgl / Bln / Th :

JUDUL : KESIAPAN PULANG PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER MELALUI


PENERAPAN DISCHARGE PLANNING

NAMA PENELITI & SUMBER JOURNAL / THN : Aria wahyuni, elly nurrachmah,
dewi gayatri

RINGKASAN MATERI

Penyakit jantung koroner merupakan gangguan pada pembuluh darah berupa


penyempitan atau penyumbatan yang dapat mengganggu proses transportasi bahan-
bahan energi tubuh, sehingga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara suplai
dan kebutuhan oksigen. Program discharge planning merupakan suatu
prosesmempersiapkan pasien untuk mendapatkan kontinuitas dalam perawatan dan
mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien merasa siap untuk kembali
kelingkungan keluarganya, proses tersebut dimulai sejak awal pasien datang ke sebuah
pelayanan kesehatan (Cawthorn, 2005). Mengingat penerapan program discharge
planning merupakan hal penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sebelum
pulang dan untuk mempersiapkan pasien pulang serta meningkatkan keselamatan
pasien. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan program
discharge planning terhadap kesiapan pulang pasienpenyakit jantung koroner yang
terdiri status personal, pengetahuan, kemampuan koping, dan dukungan. Penelitian
dilakukan dengan memegang lima prinsip etik yaitu self determination, privacy dan
annonymity, beneficience, maleficience and justice.

HASIL

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh penerapan discharge


planning terhadap kesiapan pulang pasien PJK di rumah sakit kota bukit tinggi. Sistem
pendukung diberikan dalam bentuk arahan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan
diridengan cara memberikan dorongan secara fisik dan psikologis pada pasien, serta
mengajarkan pasien mengenai prosedur dan aspek tindakan agar pasien dapat
melakukan perawatan diri sendiri secara mandiri setelah kembali kerumah. Pasien
pasca serangan jantung yang disiapkan kepulangannya dengan diberikan konseling dan
pendidikan kesehatan serta berbagai pengalaman penyakit yang diatur dalam bentuk
group konseling saat awal dirumah sakit sampai pulang ternyata efektif meningkatkan
kesiapan pulang pasien secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Kesiapan tersebut
secara langsung meningkatkan kualitas hidup pasien PJK karena pasien paska
serangan jantung sering mengalami penurunan kualitas hidup dapat berdampak
terhadap peburunan kesehatan jantung.

STATUS PERSONAL,status personal yang dirasakan oleh pasien diukur meliputi


keyakinan pasien untuk pulang kesiapan fisik, nyeri, kekuatan, energi, kesiapan
emosional, dan stres. Program discharge planning juga terdapat tentang rehabilitasi
jantung fase I yaitu adanya pemberian pendidikan kesehatan PJK termasuk konseling,
pengaturan diet, memodifikasi faktor resiko, dan managemen stress di tambah dengan
latihan fisik. Pengaruh dari rehabilitasi jantung tidak hanya mengurangi gejala
fisikmelainkan mempengaruhi pengurangan gejala secara psikososial seperti cemas dan
stressakibat serangan dari PJK. Latihan fisik dapat menigkatkan tonus otot, megurangi
ketegangan, meningkatkan relaksasi, mengurangi resiko penyakit kardiovascular.

PENGETAHUAN, Khan , et al.(2006) mengemukakan bahwa pasien yang mengalami


serangan jantung sebagian besar kurang pengetahuan tentang gejala akan terjadinya
seranga jantung, nyeri dada, palpitasi, diaforesis, dengan angka statistik sebesar 65%
dari 720 orang sehingga terlambat di bawa ke rumah sakit sampai menyebabkan
kematian mendadak. Discharge planning merupakan stimulus yang diberikan melalui
media yang melibatkan indra penglihatan dan pendengaran setelah itu stimulus di
transfer ke dalam otak untuk melakukan proses berfikir dan mempertimbangkan
terhadap stimulus.stimlus yang di terima kemudian di coba untuk dilakukan sehingga
timbul keyakinan terjadinya kemandirian dalam merawat diri dan kesiapan untuk
mencegah terjadinya kekambuhan.

KEMAMPUAN KOPING, kondisi psikologis pasien setelah mendapatkan serangan


jantung sering mengalami kecemasan, khawatir, takut akan timbul serangan jantung
lagi, kecemasan dan depresi adalah konfg yang mempengaruhi kualitas hidup. Strategi
koping yang seharusnyga di gunakan pasien paska serangan jantung adalah
konfrontasi, optimis, kemandirian. Akan tetapi, mekanisme koping yang paling sering
dilakukan oleh kebanyakan pasien paska serangan jantung adalah koping yang di
ekspresikan dengan cemas dan depresi (Daly, et al.2006). pemberian pengajaran dan
pembelajaran terkait masalah koping adalah cara perawatan dirumah, yakni seperti
obat-obatan, diet, aktifitas, rehabilitasi lanjutan, dan pencegahan komplikasi.

DUKUNGAN, adanya dukungan sosial terutama keluarga terhadapanggota keluarganya


yang menderita PJK sangat pentingperanannya dalam proses penyembuhan. Dalam
menjalankan peran keluarga maka keluarga harus memahami tentang cara merawat
pasien PJK.
KESIMPULAN

Rata-rata kesiapan pasien pulang yang dirasakan pasien PJK yang terdiri dari status
personal, pengetahuan, dan kemampuan koping, dan dukungan lebih tinggi pada
kelompok intervensi di bandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kesiapan pulang pasien
PJK yang terdiri dari status personal, pengetahuan, kemampuan koping, dan dukungan
antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.

SARAN

Mengingat penting dan bermanfaatnya penerapan discharge planning sebagai upaya


peningkatan kualitas asuhan keperawatan maka di harapkan para perawat mampu
utnuk mensosialisasikandan melaksanakan discharge planning, membantu dan
menyusun SOP mengenai discharge planning rumah sakit, membentuk discharge
planner yaitu dengan memberdayakan perawat berpendididkan tinggi (Ners),
menjadikan discharge planning sebagai intervensi keperawatan, serta membentuk peer
edukatif atau group conseling.

Mengetahui Jakarta,

Ka. Sub instalasi BEDAH dewasa dan ICU

( Ns, Ety Herawaty, SKep ) (Ns, Ratna Sari Dewi, SKep)


NAMA NERS :

UNIT/LEVEL :

TGL/BLN/THN :

JUDUL :

NAMA PENULIS DAN SUMBER JOURNAL :

RINGKASAN MATERI :

KESIMPULAN :

SARAN :

Menngetahui,

Jakarta, ..............................

Ka.Op UPF

(Ns. )