Anda di halaman 1dari 2

FORMAT JOURNAL READING

Nama Ners : Ns. Ratna Sari Dewi, Skep

UNIT / Level : ICU BEDAH Dewasa / Beginner

Tgl / Bln / Th :

JUDUL : PENEKANAN BANTAL PASIR EFEKTIF UNTUK KLIEN PASKA


KATETERISASI JANTUNG DENGAN KOMPLIKASI : RANDOMAZED CONTROL
TRIAL

NAMA PENELITI & SUMBER JOURNAL / THN :

JANNO SINAGA, ELLY NURACHMAH, DEWI GAYATRI


RINGKASAN MATERI

Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trial)
dengan desain paralel tanpa matching. Penelitian ini melakukan perbandingan insiden
perdarahan dan hematoma, serta rasa tidak nyaman klien dengan intervensi
penggunaan bantal pasir 2.3Kg sebagai penekanan mekanikalsetelah pencabutan
femoral sheathpaska tindakan angiografi koroner dan PCI/PTCA.

Berdasarkan data dari medikal record unit PJT RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta
2006 telah dilakukan tindakan kateteri jantung 650 tindakan, dan pada 2007 sebanyak
1125 tindakan. PA-PSRS patient safety advisory (2007)yang menyatakan bahwa insiden
komplikasi pembuluh darah pada tindakan kateterisasi jantungdimana di pengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain jenis prosedur, terapi antikoagulan, penggunaan alat
penutup pembuluh darah, umur, jenis kelamin. Tindakan mandiri keperawatan yang
dilakukan untuk mencegah / meminimalkan komplikasi pembuluh darah dengan
melakukan penekanan secara mekanikal dengan bantal pasir. Fenomena dilapangan
terdapat perbedaan waktu dan berat bantal pasir yang digunakan sebagai penekanan
mekanikal, misalnya disebuah rumah sakit di jakarta bantal pasir 2.3Kg digunakan
selama 6jam.

HASIL

Responden penelitian adalah klien paska angiografi koroner dan PTCA di sebuah rumah
sakit di jakarta . femoral sheath telah dicabut denga nilai APTT 1.5-2 kali nilai APPT
kontrol, dan penekanan manual dilakukan 30 menit. Semua responden menggunakan
pembalut tekan yang immobilisasi selama 6jamdan dilakukan observasi setiap 2,4, dan
6 jam pada semua kelompok resonden. rerata usia klien yg dilakukan tindakan
angiografi koroner dan PCI/PTCA berada pada rentang 55-70 thn, dan mayoritas
respondennya 61.8% adalah laki-laki. Yilmaz, et al (2007) menyimpulkan tidak ada
perbedaan bermakna pada insiden komplikasi pembuluh darah antara klien yang
menggunakan bantal pasir 4.5Kg selama 30 menit, dan bantal pasir 2.3Kg selama 2jam.
Leary,king, phipott (2008) membandingkan cold pack dengan bantal pasir dan
menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara penggunaaan cold pack
dengan bantal pasir dalam mencegah hematom paska PTCA yaitu penggunaan cold
pack lebih efektif untuk mencegah terjadinya hematom.

KESIMPULAN

Insiden perdarahan 0%, dan insiden hematom 8.9%. tidak ada perbedaan yang
bermakna pada insiden komplikasi pembuluh darah akses kateter setelaah femoral
sheath dicabut antara klien yang menggunakan bantal pasir 2.3Kg sebagai penekanan
mekanikal paska 2, 4, 6jam. Ada perbedaan yang bermakna pada tingkat rasa nyaman
klien yang menggunakanbantal pasir 2.3Kg sebagai penekanan mekanikanl setelah
pencabutan femoral sheath antara 2, 4, dan 6jam pada observasi 4 dan 6jam.
Penggunaaan bantal pasir 2.3Kg sebagai penekanan mekanikal cukup selama 2jam
setelah pencabutan femoral sheath, karena penggunanaan bantal pasir 2.3Kg tidak
meningkatkan insiden komplikasi pembulh daran, tetapi meningkatkan rasa nyaman
klien serta memungkinkan pasien untuk melakukan mobilisasi lebih dini.

SARAN

Perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap insiden komplikasi pembuluh darah akses
paska kateterisasi jantung.

Mengetahui Jakarta,

Ka. Sub instalasi BEDAH dewasa dan ICU

( Ns, Ety Herawaty, SKep ) (Ns, Ratna Sari Dewi, SKep)