Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI

PT. SIDO MUNCUL SEMARANG


Jl. Soekarno Hatta Km 28 Kec Bergas – Klepu, Semarang, Indonesia

Disusun oleh :

1. Alfian Nisa Rokhimah (020116A002)


2. Alman Putra (020116A003)
3. Muhammad Ilham Yusuf Bahctiar (020116A019)
4. Nandito Mapian Magai (020116A020)
5. Nur Fitriani (020116A022)
6. Oktavia Nurlaila (020116A024)

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2018
DAFTAR ISI

1
HALAMAN JUDUL
....................................................................................................................
1
DAFTAR ISI
....................................................................................................................
2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
...............................................................................................................
B. Tujuan Kunjungan Industri
...............................................................................................................
C. Tujuan Pembuatan Laporan Kunjungan Industri
...............................................................................................................
D. Sasaran dan Target
...............................................................................................................
E. Waktu dan Tempat
...............................................................................................................
F. Pengumpulan Data
...............................................................................................................
G. Pengelolaan Data
...............................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah PT.Sido Muncul
...............................................................................................................
B. Profil PT Sido Muncul
...............................................................................................................
C. Visi dan Misi
...............................................................................................................
D. Sumber Daya Manusia (SDM)
...............................................................................................................
E. Kerjasama Ilmiah
...............................................................................................................
F. Ramah Lingkungan
...............................................................................................................
G. Fasilitas Pabrik
...............................................................................................................
H. Proses Produksi
...............................................................................................................
I. Hasil Produksi
...............................................................................................................
J. Fungsi Manajemen
...............................................................................................................

2
K. CPOB dan CPOTB
...............................................................................................................
L. Lay Out Bangunan
...............................................................................................................
BAB III Kegiatan Kunjungan
A. Alur Perjalanan Kunjungan
...............................................................................................................
B. Pembahasan
...............................................................................................................
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
....................................................................................................................
B. Saran
....................................................................................................................
DAFTAR PUSAKA
....................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Indonesia adalah Negara yang kaya akan kekayaan rempah-
rempah yang banyak sekali jenisnya dan tumbuh subur ditanah
Indonesia. Tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang memamfaatkan
rempah-rempah untuk obat tradisional. Bukan tanpa alasan, rempah-
rempah dikenal sebagai obat tradisional yang mudah diperoleh dan tanpa
ada efek samping. Biasanya diolah kembali dan dinamakan sebagai
jamu. Tidak dipungkiri keadaan tersebut membuat banyak perusahaan
yang memproduksi berbagai jenis jamu yang praktis dan tentu saja
berkhasiat bagi kesehatan.
Kita semua tahu bahwa PT. SIDO MUNCUL adalah salah satu
perusahaan yang memproduksi berbagai jenis jamu. Dari jenis jamu
bubuk, cair, sampai minyak tolak angin. Perusahaan yang sudah
memproduksi produk lebih dari 200 jenis produk ini terkenal dengan

3
persuasive dengan kata-kata, “ORANG PINTAR MINUM TOLAK
ANGIN” dan “KALAU PEGEL LINU MINUM TOLAK LINU”.
Semoga kunjungan industri ini dapat menjadi sarana para
mahasiswa dan mahasiswi untuk lebih mengenal wawasan terhadap
dunia industri sejak dini. S`etelah mengikuti kunjungan industri ini
diharapkan dapat memahami pekerjaan yang mungkin akan digeluti
setelah lulus dari Amik Harapan Bangsa.

B. Tujuan Kunjungan Industri


̵̵ Mengetahui bagaimana sejarah berdirinya PT. SIDO MUNCUL.
̵̵ Metode produksi di PT. SIDO MUNCUL.
̵̵ Mengenalkan mahasiswa dan mahasiswi ke dunia kerja khususnya
di bidang industri.

C. Tujuan Pembuatan Laporan Kunjungan Industri


Sebagai Laporan setelah berlangsungnya kegiatan kunjungan industri.

D. Sasaran dan Target


Mahasiswa dan Mahasiswi semester 2, 4, 6, dan 8 Program Studi
Kesehatan Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo.

E. Waktu dan Tempat


Kunjungan industri ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2018 ke
PT. SIDO MUNCUL yang bertempat di Kab Semarang, Jawa Tengah,
Indonesia.

F. Pengumpulan Data
Data yang diperoleh adalah :
̵̵ Metode produksi
̵̵ Metode tanya jawab
̵̵ Metode dokumentasi

G. Pengelolaan Data

4
Data yang diolah dengan tahapan sebagai berikut :
1. Menggumpulkan data yang diperoleh.
2. Menyeleksi data yang diperoleh.
3. Membuat kerangka laporan kunjungan industri.
4. Mengembangkan kerangka laporan kunjungan industri.
5. Mengembangkan kerangka laporan kunjungan industri.
6. Menyusun laporan kunjungan industri.
7. Mulai membuat laporan kunjungan industri.
8. Mengevaluasi laporan kunjungan yang telah dibuat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sejarah PT.Sido Muncul


PT.SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun
1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio yang dibantu oleh tiga karyawannya
di Yogyakarta. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih
praktis, mendorong belia memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis
(serbuk), seiring dengan kepindahan belia ke Semarang, tahun 1951 didirikan
perusahaan sederhana dengan nama SidoMuncul yang berarti “Impian Yang
Terwujud” berlokasi di Jl. Mlaten Trenggulun. Dengan produk pertama dan
andalan utama yaitu Jamu Tolak Angin. Produk jamu yang diterima oleh
masyarakat dan dirasakan mamfaatnya sehingga produknya terus berkembang.
Selanjutnya PT. Sido Muncul dikelola oleh Bapak dan Ibu Yahya Hidayat,
yang kemudian dikembangkan secara professional oleh kelima putra-putri
beliau, yaitu Irwan Hidayat, Jonatha Sofjan Hidayat, Johan Hidayat, Sandra
Hidayat, dan David Hidayat. Dalam perkembangannya yang kemudian,
Pemerintah membuat peraturan bahwa semua perusahaan industri harus
menunjukkan distributor dalam memasarkan produknya. Disinilah awal
mulanya lahirnya PT. Muncul Mekar yaitu pada tahun 1972. PT. Muncul

5
Mekar, merupakan Distributor utama dan satu-satunya semua produk
SidoMuncul, yang dipimpin oleh Jonatha Sofjan Hidayat selaku Komisaris.
Perkembangan terkini PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
mulai go public, menjadi perusahaan terbuka sejak tahun 2013. Mulai tahun
2016, Jabatan Direktur Utama Sido Muncul dipegang oleh Jonatha Sofjan
Hidayat.
Perkembangan terkini, PT Sido Muncul mulai go public, menjadi
perusahaan terbuka sejak 2013.

Guna mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik


dilengkapi dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya
ditambah sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan (kini jumlahnya mencapai
lebih dari 3000). Untuk mengantisipasi kemajuan dimasa mendatang, dirasa
perlu untuk membangun unit pabrik yang lebih besar dan modern, maka tahun
1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu,
Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan disaksikan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs Wisnu Katim.

Secara pasti PT Sido Muncul bertekad untuk mengembangkan usaha di


bidang jamu yang benar dan baik, tekad ini membuat perusahaan menjadi
lebih berkonsentrasi dan inovatif. Disamping itu diikuti dengan pemilihan
serta penggunaan bahan baku yang benar, baik mengenai jenis, jumlah
maupun kualitasnya yang akan menghasilkan jamu yang baik. Untuk
mewujudkan tekad tersebut, semua rencana pengeluaran produk baru selalu
didahului oleh studi litelatur maupun penelitian yang intensif, menyangkut
keamanan, khasiat maupun sampling pasar. Untuk memberikan jaminan

6
kualitas, setiap langkah produksi mulai darti barang datang, hingga produk
sampai ke pasaran dilakukan dibawah pengawasan mutu yang ketat. Saat ini
PT Sido Muncul telah memiliki sertifikat ISO 17025 (Bidang Laboratorium),
ISO 9001 (Bidang Management Mutu), ISO 14000 (Bidang Lingkungan), ISO
22000 dan HACCP atau Hazard Analysis Critical Control Point (Bidang
Keamanan Pangan). Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan
perbaikan setiap saat, sehingga diharapkan semua yang dilakukan dapat lebih
baik dari sebelumnya.

B. Profil PT Sido Muncul


Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) (SIDO)
didirikan tanggal 18 Maret 1975. Kantor pusat SIDO beralamat di Gedung
Menara Suara Merdeka Lt. 16, Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134 –
Indonesia, dan pabrik berlokasi di Jl Soekarno Hatta Km 28, Kecamatan
Bergas, Klepu, Semarang. Telp : (62-24) 7692-8811 (Hunting), Fax : (62-24)
7692-8815.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Industri Jamu dan
Farmasi Sido Muncul Tbk, antara lain: Desy Sulistio Hidayat, dengan
kepemilikan sebesar (40,50%), Irwan Hidayat (8,10%), Sofyan Hidayat
(8,10%), Johan Hidayat (8,10%), Sandra Linata Hidajat (8,10%) dan David
Hidayat (8,10%). Semua pemegang saham ini merupakan pemegang saham
pengendali.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SIDO
antara lain menjalankan usaha dalam bidang industri jamu yang meliputi
industri obat-obatan (farmasi), jamu, kosmetika, minuman dan makanan yang
berkaitan dengan kesehatan, perdagangan, pengangkutan darat dan jasa.
Kegiatan utama Sido Muncul adalah produksi dan distribusi jamu herbal,
minuman energi, minuman dan permen serta minuman kesehatan (dengan
merek utama Sidomuncul, Tolak Angin dan Kuku Bima).
Pada tanggal 10 Desember 2013, SIDO memperoleh pernyataan efektif dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana

7
Saham SIDO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.500.000.000 dengan nilai
nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp580,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tanggal 18 Desember 2013.

C. Visi dan Misi


Visi :
Menjadi Perusahaan obat herbal, makanan minuman kesehatan
dan pengolahan bahan baku herbal yang dapat memberikan mamfaat
bagi masyarakat dan lingkungan.
Misi :
̵̵ Mengembangkan produk-produk berbahan baku herbal yang rasional,
aman dan jujur berdasarkan penelitian.
̵̵ Mengembangkan penelitian obat-obat herbal secara berkesinambungan.
̵̵ Membantu dan mendorong pemerintah, institusi pendidikan, dunia
kedokteran agar lebih berperan dalam penelitian dan pengembangan obat
dan pengobatan herbal.
̵̵ Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membina
kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan
pengobatan secara naturopathy.
̵̵ Melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) yang intensif.
̵̵ Mengelola perusahaan yang berorientasi ramah lingkungan.
̵̵ Menjadi perusahaan obat herbal yang mendunia.

D. Sumber Daya Manusia (SDM)


Saat ini PT. Sido Muncul didukung kurang lebih 3000 karyawan
dengan tingkat pendidikan bervariasi dan ditempatkan sesuai dengan
keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. Sebagai
pendukung, Sido Muncul juga memiliki tenaga ahli dari berbagai

8
disiplin ilmu, seperti biologi, ekonomi, farmasi, kedokteran, pertanian,
hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik elektro, dan lain-lain.

E. Kerjasama Ilmiah
Agar produk dapat senantiasa berkembang sesuai dengan tuntutan
masyarakat dan kemajuan tekhnologi,kerjasama dilakukan dengan
lembaga-lembaga ilmu pengetahuan, baik dimata masyarakat maupun
dunia “ke-ilmu-an”,seperti :
 Universitas Diponegoro, Semarang
 PPOT dan Fakultas Farmasi,Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta
 Fakultas Farmasi,Universitas Widya Mandala,Surabaya
 Fakultas Farmasi,Universitas Sanata Dharma,Jogjakarta
 Lembaga Penelitian dan Fakultas Farmasi,Institut Tekhnologi Bandung
 Balai Penelitian Tanaman Obat,Depkes,di Tawangmangu
 Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah,di Bogor
 Fakultas Kedokteran universitas Maranatha

F. Ramah Lingkungan
Sebagai perusahaan yang bahan bakunya tanaman,PT. SidoMuncul
tidak ingin kehadirannya menghasilkan limbah yang dapat merusak
alam,sehingga berupaya untuk melestarikan aneka tanaman obat yang ada di
Indonesia. Dalam Aktivitas produksinya PT.SidoMuncul menghasilkan 2 jenis
limbah yaitu:
1. Limbah cair yang merupakan hasil dari pencucian bahan baku jamu yang
kadang-kadang mengandung tanah atau sisa-sisa lumpur yang masih
melekat.
2. Limbah padat yang merupakan ampas ekstrasidan kertas bekas packaging.
PT.SidoMuncul telah mempersiapkan penangananlimbah-limbah yang
dihasilkan.
1. Limbah cair diproses dimana air hasil olahannya sudah memenuhi standar
air baku sesuai ketentaun Menteri Lingkungan Hidup.

9
2. Limbah padat terbagi menjadi 2(dua) bagian yaitu :
 Limbah padat organik,sebagian akan diolah menjadi pupuk organik
yang diproduksi oleh anak perusahaan,PT.SidoMuncul Pupuk
Nusantara,yang hasilnya dijual baik pasar lokal maupun internasional.
Selain itulimbah padat organik tersebut juga dibuat menjadi pellet atau
biomass untuk bahan bakar mesin boiler (sebagai sumber energi
terbarukan)
 Limbah padat an organik, untuk limbah padatyang tidak dapat
dimanfaatkan lebih lanjut, akan dimusnahkan menggunakan
incenerator. Sedangkan untuk limbah padat anorganik yang dapat
didaur ulang akan masuk ke pengepul
3. Limbah organik tertentu/ampas hasil proses pemerasan,seperti jahe dan
kunyit, tidak langsung diolahmenjadi pupuk tetapi dimanfaatkan lagi
melalui proses destilasi untuk diambil minyak atsirinya.
Dengan upaya penangan limbah tersebut,diharapkan PT. SidoMuncul
menjadi perusahaan yang ramah lingkungan,dan lokasi seputar pabrik
menjadi asri karena tanaman tumbuh subur.

G. Fasilitas Pabrik
Fasilitas yang ada di PT. Sido Muncul antara lain :
1. Laboratorium
- Laboratorium Analisa
- Laboratorium Farmakologi
- Laboratorium Klinik
- Laboratorium Formulasi
- Laboratorium Farmakognosi
- Laboratorium Stabilitas
2. Kebun percobaan dan budidaya tanaman obat.
3. Extraction Center.
Saat ini PT. Sido Muncul telah memiliki anak perusahaan
yaitu PT. Semarang Herbal Indoplant yang focus di bidang
ekstraksi, yang melayani kebutuhan sendiri maupun pihak luar.
4. Pengolahan air bersih.
5. Pengolahan air limbah.
6. Perpustakaan
7. Poliklinik

10
Selain sebagai tempat pelaksanaan produksi, di lokasi pabrik PT. Sido
Muncul juga terdapat Agrowisata. Lahan agrowisata tersebut berisikan
berbagai jenis tanaman obat yang ada di Indonesia dan digunakan
sebagai bahan baku produksi produk jamu Sido Muncul.

H. Proses Produksi
Proses produksi jamu PT. Sido Muncul ini yang pertama adalah
penerimaan bahan baku, bahan baku yang datang segera dicek QC
(Quality Control), setelah terbukti memenuhi standar penggunaan
kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan bahan
baku. Bahan baku yang akan dipakai diambil dari gudang penyimpanan
bahan baku kemudian disortasi, setelah disortasi kemudian bahan baku
dicuci, dikeringkan, digiling, baru kemudian dicampur (mixing).
Sesudah proses pencampuran selesai kemudian hasilnya dialirkan
melalui pipa-pipa untuk dilakukan proses pengemasan primer
(packaging primer) menggunakan mesin dua line dan delapan line.
Kemudian masuk ke proses pengemasan sekunder (packaging sekunder),
disinilah produk yang sudah jadi dicek kembali dengan cara uji sampel.
Setelah selesai proses pengemasan sekunder kemudian produk siap
untuk didistribusikan.

11
(bagan 1 : proses produksi)

I. Hasil Produksi
Lebih dari 200 produk yang telah diproduksi oleh PT. Sido Muncul,
dibawah ini adalah salah satu contoh prodaknya :
No Nama produk Khasiat Gambar
1 Kuku Bima Memberi kekuatan dan

semangat baru. Menguatkan

pinggang/ginjal terutama bagi

mereka yang lemah dan yang

bekerja berat.
2 Tolak Angin Untuk mengobati masuk angin

dan perut kembung.

3 Tolak Angin Untuk meredakan penyakit flu

Flu

4 Tolak Angin Tolak Angin Herbal

Permen Peppermint lozenges, terbuat

dari bahan-bahan alami dan

madu, bermanfaat untuk

menghangatkan badan,

melegakan pernafasan dan

12
tenggorokan. Baik di saat

melakukan perjalanan jauh.


5 Pegel Linu Mengobati lelah, pegel linu,

Komplit nyeri pada otot-otot dan

tulang-tulang di seluruh tubuh

setelah bekerja, berolah raga

atau melakukan perjalanan

jauh/bepergian.
6 Kuku Bima Sebagai suplemen yang

Ener-G bermanfaat untuk membantu

memulihkan stamina dan


`
menyegarkan tubuh
7 untuk menjaga kehalusan

Kunyit Asam kulit, menghilangkan bau

Fiber mulut dan bau badan serta

baik untuk pencernaan.

8 Jahe Wangi untuk menghilangkan rasa

sakit/nyeri dan gejala-gejala

yang berhubungan dengan

rematik.

13
9 ESTE-EMJE Rasanya enak dan

Ginseng menyegarkan. Sangat

dianjurkan diminum rutin

untuk menjaga stamina dan

kesehatan
10 Anak Sehat untuk membantu

meningkatkan nafsu makan,

dan daya tahan tubuh anak

agar menjadi kuat dan tumbuh

sehat.
11. Tolak Angin mengatasi masuk angin

Serbuk

12. Tolak Angin mengatasi gejala masuk angin

Anak pada anak, seperti mual, perut

kembung, badan meriang, dan

demam pada anak.

13. Tolak Angin Untuk mengobati masuk angin

Bebas Gula dan perut kembung pada

penderita DM atau yang tidak

suka manis.
14. Tolak Angin Dipakai untuk masuk angin

Tablet ringan yaitu diminum 3 - 4x

14
sehari, dan pencegahan 1x

sehari
15. Tolak Angin bermanfaat untuk menjaga

Care daya tahan tubuh serta

membantu mengatasi masuk

angin.

J. Fungsi Manajemen yang dilakukan PT Sido Muncul


1) Fungsi planning
Perencanaan jangka panjang
“fokus pada obat alam, ekspansi keluar pasar Indonesia, pengembangan
brand produk-produk sesuai kebutuhan pasar ,dengan memperkuat pasar
dalam negeri, meningkatkan kapasitas pabrik, Brand Product (Kuku Bima
Energi, Tolak Angin, Jamu Komplit) dan lain nya dan dapat terus
melakukan inovasi dalam berproduksi yang akan terus laris di pasar
nasional maupun internasional.
PT. Sido Muncul,juga memplanningkan pembuatan pabrik baru
yang ditarget kan pada akhir tahun 2014.
Dikarenakan untuk menunjang produksi yang semakin besar.
PT.Sido Muncul bekerja sama dengan Developer PT. Sakti
Berkembang untuk membangun pabrik baru di daerah Semarang, Jawa
Tengah, dengan melakukan pembelian tanah lalu akan dilakukan
pembangun Perusahaan oleh Developer PT. Sakti Berkembang
2) Fungsi organising
Fungsi yang digunakan adalah fungsi organisasi laba karena di
setiap produksi nya PT. Sido Muncul berusaha untuk memperoleh

15
keuntungan maksimum dengan biaya minimum untuk keberlangsungan
usaha PT. Sido Muncul
· Fungsi actuating
Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh PT. SidoMuncul untuk melakukan
transformasi dari perusahaan lokal menjadi nasional dan International
adalah :
a. PT. SidoMuncul melakukan scan perubahan lingkungan dengan baik
dan menyadari bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan obat-
obatan dan suplemen tradisional.
b. PT. SidoMuncul juga mampu melihat dan mengantisipasi
perkembangan pasar dengan melakukan perluasan kapasitas produksi
untuk mengantisipasi permintaan produk yang semakin meningkat.
c. PT. SidoMuncul selalu inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan
dalam dan luar negeri.
d. PT. SidoMuncul selalu melakukan kegiatan aktivasi komunikasi
produknya kepada masyarakat Indonesia dengan konsisten dan selalu
menggali keunikan-keunikan, potensi budaya serta keindahan alam
Indonesia untuk kegiatan promosi produk perusahaan.
e. PT. SidoMuncul memiliki sistem yang kuat untuk dapat
mengintegrasikan seluruh kegiatan perusahaan dengan baik dan tepat.
f. PT. Sidomuncul memiliki SDM yang berkualitas untuk menghasilkan
produk, strategy marketing yang berkualitas dan terbukti dengan
banyaknya penghargaan yang diterima oleh perusahaan, seperti : Best
Encouragement Product 2003, Solo Customer Satisfaction Index
2003, Best Brand 2003, Kehati Award 2001 dan masih banyak lagi
penghargaan yang diterima oleh perusahaan.
1) Fungsi controlling
Fungsi pengendalian kualitas bahan baku yang dilakukan ialah :
 Pemisahan kotoran (penyortiran)
 Pemotongan, guna mempermudah proses penghalusan
 Pencucian kembali untuk memastikan bahan benar-benar bersih
 Dikeringkan menggunakan oven
 Penyortiran bahan kering, bahan yang berkualitaslah yang dipilih

16
 Masuk dalam pengamatan tim pengendali mutu, guna memastikan
sudahkah bahan baku memenuhi standar.

K. CPOB dan CPOTB


PT. Sido Muncul pada saat peresmian pabrik
menerima dua sertifikat sekaligus yaitu Cara Pembuatan
Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan
Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan
sertifikat inilah yang menjadikan PT. Sido Muncul sebagai
satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi.
CPOB merupakan pedoman pembuatan obat bagi
industri farmasi untuk menjamin mutu obat yang
diproduksi. CPOB dimiliki oleh semua industri dalam
memproduksi obat. Pada produksi, peredaran dan
penggunaan obat tradisional, di sisi lain dicemari oleh
beredarnya obat tradisional yang tidak terdaftar, obat
tradisional yang mengandung bahan kimia obat atau
mengandung bahan-bahan berbahaya lainnya serta obat
tradisional yang tidak memenuhi persyaratan mutu,
sehingga perlu diadakan pengawasan mutu pada
pembuatan obat tradisional. Pengawasan mutu produk
dilaksanakan secara ketat oleh bagian Quality Control
(QC) dan juga dilakukan oleh In Process Control pada
setiap proses produksi.
Cara Pembuatan Obat yang baik (CPOB) adalah
pedoman pembuatan obat bagi industri farmasi di
Indonesia yang bertujuan untuk menjamin mutu obat
yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu
yang telah ditentukan dan sesuai dengan tujuan
penggunaannya. Mutu suatu obat tidak dapat ditentukan

17
berdasarkan pemeriksaan produk akhir saja, melainkan
harus dibentuk kedalam produk selama keseluruhan
proses pembuatan. CPOB mencakup seluruh aspek
produksi mulai dari personalia, dokumentasi, bangunan,
peralatan, manajemen mutu, produksi, sanitasi dan
higiene, pengawasan mutu, penanganan keluhan,
penarikan obat dan obat kembalian, analisis kontrak
serta validasi dan kualifikasi. Beberapa Istilah dalam CPOB :
a. Batch
adalah sejumlah produk obat yang dihasilkan dalam satu siklus
pembuatan. Berdasarkan suatu formulasi tertentu, yang
mempunyai sifat dan mutu yang seragam.
b. Tanggal Pembuatan
adalah tanggal yang menunjukan selesainya proses pembuatan suatu
batch tertentu.
CPOTB adalah bagian dari pemastian mutu yang
memastikan bahwa obat tradisional dibuat dan
dikendalikan secara konsisten untuk mencapai standar
mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dan
dipersyaratkan dalam izin edar dan spesifikasi produk.
Salah satu cakupan dari CPOTB adalah pengawasan
mutu.
Pengawasan Mutu adalah bagian dari CPOTB yang
berhubungan dengan pengambilan sampel, spesifikasi
dan pengujian, serta dengan organisasi, dokumentasi
dan prosedur pelulusan yang memastikan bahwa
pengujian yang diperlukan dan relevan telah dilakukan
dan bahwa bahan yang belum diluluskan tidak
digunakan serta produk yang belum diluluskan tidak
dijual atau dipasok sebelum mutunya dinilai dan
dinyatakan memenuhi syarat. Setiap industri obat
tradisional hendaklah mempunyai fungsi pengawasan

18
mutu. Fungsi ini hendaklah independen dari bagian lain.
Sumber daya yang memadai hendaklah tersedia untuk
memastikan bahwa semua fungsi Pengawasan Mutu
dapat dilaksanakan secara efektif dan dapat diandalkan.

L. Lay Out Bangunan Perusahaan


Bangunan yang sesuai dengan pengertian sanitasi
adalah bangunan yang memenuhi persyaratan teknis,
higienis sesuai dengan produk yang dihasilkan, mudah
dibersihkan dan mudah dilakukan tindakan sanitasi.
Berdasarkan fungsi tersebut, bangunan pada PT.
Sido Muncul Tbk sudah memberikan perlindungan baik
bagi karyawan maupun perlindungan terhadap sarana
dan prasarana dalam perusahaan karena terbuat dari
bahan yang kuat dan kokoh. Bangunan gedung tersebut
selalu terlihat lebih bersih seperti bangunan baru. Hal ini
disebabkan setiap tahun sekali, dinding-dindingnya
selalu dicat ulang agar terlihat lebih bersih.
Bangunan tersebut dibagi menjadi beberapa ruang
yang dibagi menurut fungsinya. Setiap orang
mempunyai luas yang disesuaikan dengan kebutuhan
serta kegiatan yang dialankan sehingga memberikan
suasana keluasan dan kenyamanan saat kerja.
Bagian-bagian dari bangunan perusahaan yang
berkaitan dengan sanitasi meliputi:
a. Dinding dan Atap
Dinding bangunan terbuat dari batako dengan
tinggi 10 m, keuntungan yanng diperoleh dari
penggunaan batako adalah sifatnya yang kuat dan
kokoh sehingga mampu memberikan perlindungan
yang maksimal. Selain itu juga mempunyai daya

19
tahan yang lebih lama jika dibandingkan dengan
kayu, triplek, dan sejenisnya.
Dinding bersifat rata dan halus sehingga mudah
dibersihkan. Selain itu dinding yang tidak rata
merupakan sarang tumbuhnya mikroorganisme
patogen, karena termpat tersebut umumnya
lembab. Disamping itu, dinding tempat produksi
juga dicat ulang secara rutin setiap 1 tahun sekali.
Sebab hal ini diharapkan dapat memberikan kesan
yang lebih bersih dan dapat meningkatkan
semangat kerja para karyawannya. Sedangkan
atap terbuat dari seng dengan susunan bertingkat,
yang juga berfungsi sebagai ventilasi. Keuntungan
dari penggunaan bahan tersebut adalah ringan dan
tahan lama. Namun penggunaan bahan tersebut
menimbulkan panas dalam ruangan, karena bahan
tersebut tidak menimbulkan panas dari udara luar
secara maksimal. Selain itu pada saat hujan
menimbulkan bunyi berisik sehingga mengganggu
suasana bekerja.
b. Lantai Bangunan
Lantai bangunan berbeda-beda ditiap ruangan.
Untuk ruang kantor terbuat dari keramik,
sedangkan pada pabrik/ produksi terbuat dari
teraso. Untuk bangunan lantai antar ruang
produksi pun juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu
lantai antar ruang produksi pada umumnya dibuat
miring seperti punggung sapi. Hal ini bertujuan
untuk mengurangi terjadinya kontaminasi,
sehingga kotoran–kotoran atau benda asing yang

20
terjadi selama proses produksi dapat terbuang
dengan sendirinya. Sedangkan Lantai produksi
pada umumnya di buat datar, sebab pembangunan
lantai di PT. Sido Muncul Tbk di sesuaikan dengan
bentuk topografi tanahnya. Lantai antar ruang
produksi dipisahkan dengan jalan setapak yang
tidak terlalu lebar dan cukup untuk lewatnya
traktor pengangkut barang dan jalan ini di tutup
dengan kanopi sehingga terasa lebih teduh. Lantai
di ruang produksi biasanya dibuat lebih tinggi dari
pada lantai antar ruang produksi. Hal ini bertujuan
untuk mengurangi kontaminasi.
c. Ventilasi
Ventilasi berguna untuk mengatasi sirkulasi udara,
uap air dan panas. Di PT. Sido Muncul Tbk ventilasi
berasal dari atap yang bertingakat sehingga
memudahkan hembusan udara dari luar. Ventilasi
berupa jendela terdapat pada gudang/ ruang
penyimpanan produk jadi siap pasar. Pada
umumnya jendela diberi jala dengan tujuan agar
serangga tidak masuk.
d. Penerangan
Penerangan merupakan faktor yang cukup penting
dalam pelaksanaan pekerjaan. Penerangan yang
kurang baik memungkinkan pekerjaan kurang
sempurna dalam melihat obyek yang sedang
dikerjakan, sehingga dapat mengganggu
pekerjaan. Bila pekerja kurang optimal dalam
melakukan pekerjaan, pekerja akan mudah
mengalami lelah fisik terutama organ mata. Hal ini

21
memungkinkan pekerja menjadi kurang hati-hati
dalam melaksanakan pekerjaan dan dapat
berakibat terjadinya kecelakaan. Pada siang hari
penerangan perusahaan berasal dari sinar
matahari yang masuk melalui penggunaan atap
yang bertingkat. Sedangkan penerangan dengan
menggunakan lampu listrik berwarna putih hanya
digunakan untuk penerangan di malam hari saja.
Penerangan juga dipengaruhi oleh warna cat yang
digunakan pada ruang produksi. Pada PT. Sido
Muncul Tbk cat pada dinding berwarna kuning,
sehingga memberikan kesan terang dan bersih.

(Gambar 2. Lay Out Bangunan tampak atas)


Area pabrik dibagi menjadi 4 zona dimana masing-masing zona
memiliki spesifikasi tertentu. Empat zona tersebut meliputi :
a. Unclassified Area
Area ini merupakan area yang tidak dikendalikan
(Unclassified area) tetapi untuk kepentingan tertentu ada
beberapa parameter yang dipantau. Termasuk didalamnya adalah
laboratorium kimia (suhu terkontrol), gudang (suhu terkontrol
untuk cold storage dan cool room), kantor, kantin, ruang ganti
dan ruang teknik.
b. Black Area

22
Area ini disebut juga area kelas E. Ruangan ataupun area
yang termasuk dalam kelas ini adalah koridor yang
menghubungkan ruang ganti dengan area produksi, area staging
bahan kemas dan ruang kemas sekunder. Setiap karyawan wajib
mengenakan sepatu dan pakaian black area (dengan penutup
kepala).
c. Grey Area
Area ini disebut juga area kelas D. Ruangan ataupun area
yang masuk dalam kelas ini adalah ruang produksi produk non
steril, ruang pengemasan primer, ruang timbang, laboratorium
mikrobiologi (ruang preparasi, ruang uji potensi dan inkubasi),
ruang sampling di gudang. Setiap karyawan yang masuk ke area
ini wajib mengenakan gowning (pakaian dan sepatu grey).
Antara black area dan grey area dibatasi ruang ganti pakaian
grey dan airlock.
d. White Area
Area ini disebut juga area kelas C, B dan A (dibawah LAF).
Ruangan yang masuk dalam area ini adalah ruangan yang
digunakan untuk penimbangan bahan baku produksi steril, ruang
mixing untuk produksi steril , background ruang filling ,
laboratorium mikrobiologi (ruang uji sterilitas). Setiap karyawan
yang akan memasuki area ini wajib mengenakan pakaian
antistatik (pakaian dan sepatu yang tidak melepas partikel).
Antara grey area dan white area dipisahkan oleh ruang ganti
pakaian white dan airlock.
Airlock berfungsi sebagai ruang penyangga antara 2 ruang
dengan kelas kebersihan yang berbeda untuk mencegah
terjadinya kontaminasi dari ruangan dengan kelas kebersihan
lebih rendah ke ruang dengan kelas kebersihan lebih tinggi.
Berdasarkan CPOB, ruang diklasifikasikan menjadi kelas A, B,
C, D dan E, dimana setiap kelas memiliki persyaratan jumlah

23
partikel, jumlah mikroba, tekanan, kelembaban udara dan air
change.

BAB III
KEGIATAN KUNJUNGAN
A. Alur Perjalanan Kunjungan
1. Kegiatan Pertama di Bagian Pembuatan Pupuk
Produk pupuk yang dibuat oleh PT Sido Muncul Pupuk Nusantara
a) Herba Farm

1) Herbafarm Pupuk Bio Organik Cair merupakan pupuk bio


organik yang berasal dari hasil samping produksi jamu
Sido Muncul yang berbahan baku tanaman obat dan
rempah-rempah yang diproduksi melalui Biological
Complex Process (BCP). Adapun kandungan Herbafarm
secara khusus diperkaya dengan: Unsur hara makro
mikro, Mikrobia-mikrobia yang menguntungkan, Hormon
pertumbuhan, Asam amino, Unique Growth Factor
(UGF). Produk ini didistribusikan oleh PT. Nutrend

24
International secara multi level marketing sejak tahun
2009.
SPESIFIKASI: Herbafarm Pupuk Bio Organik Cair
mengandung unsur hara makro : N= 3,28%, P= 3,41%, K=
3,33%, unsur hara mikro : Fe= 210,75 ppm, Mn= 318,79
ppm, Cu= 256,11 ppm, Zn= 255,87 ppm, B= 1180,22 ppm,
Co= 5, 44 ppm, Mo= 2,56 ppm.
Mikroba menguntungkan: Azotobacter sp. Azospirillum sp.
Lactobacillus sp. Pseudomonas sp. Selulolitik sp. Bakteri
pelarut fosfat.
2) Herbafarm Granul merupakan Produk Pupuk Bio Organik
berbentuk padatan granul yang terbuat dari bahan organik
dan mikroba penting untuk tanaman yang diformulasi
melalui tahapan fermentasi Biological Complex Process
(BCP). Produk ini didistribusikan oleh PT. Nutrend
International secara multi level marketing sejak tahun 2009.
SPESIFIKASI: Herbafarm Granul mengandung unsur hara
makro : C-Organik= 19,79%, C/N ratio= 16,05%, N= 1,23%,
P= 1,47%, K= 1,45%, unsur hara mikro : Fe= 2514,88 ppm,
Mn= 146,48 ppm, Cu= 251,76 ppm, Zn= 50,57 ppm, B=
150,57 ppm, Co= 2, 66 ppm, Mo= 5,40 ppm.
Mikroba menguntungkan: Azotobacter sp. Azospirillum sp.
Lactobacillus sp. Pseudomonas sp. Rhizobium sp.
Trichoderma sp. Streptomycess sp.
3) Herbafarm Ternak merupakan suatu formula yang
mengandung nutrisi/suplemen untuk pertumbuhan serta
meningkatkan sistem imun pada hewan ternak dengan
komposisi mengandung unsur-unsur bio organik, serta
essential material yang diperlukan bagi perkembangan
ternak. Herbafarm Ternak diformulasi khusus dari bahan-
bahan herbal yang dapat diaplikasikan untuk sebagian besar

25
jenis ternak, antara lain kerbau, sapi, kuda, kambing,
domba, babi, kelinci, dll. Herbafarm Ternak juga
mengandung zat adatif , yaitu zat yang mudah menyesuaikan
dengan kondisi ternak.
SPESIFIKASI: Herbafarm Ternak mengandung mikroba
probiotik : Azotobacter sp. Lactobacillus sp. Sacaromyces
ereviase. Aspergillus sp.
4) Herbafarm Ikan dan Udang merupakan nutrisi/suplemen
untuk pertumbuhan serta meningkatkan sistem imun ikan dan
udang dengan komposisi mengandung unsur-unsur bio
organik, material essential yang bermanfaat untuk
perkembangan ikan dan udang.
SPESIFIKASI : Herbafarm Ikan dan Udang mengandung
mikroba probiotik : Azotobacter sp. Lactobacillus sp.
Sacaromyces ereviase.

b) Bio Farm

1) Biofarm Pupuk Bio Organik Cair merupakan pupuk bio organik


berbentuk cair yang berasal bahan-bahan organik yang
diproses melalui Biological Complex Process (BCP) yang
mengandung Asam Amino, Asam Humat, Asam Fulfat,
Bioprotectan, Hormon pertumbuhan, Unique Growth Factor,

26
Unsur hara makro mikro dan mikrobia-mikrobia yang
menguntungkan. Biofarm didistribusikan secara langsung oleh
PT. Sidomuncul Pupuk Nusantara secara konvensional. Produk
ini berdasarkan fungsi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pupuk
pertumbuhan dan pembuahan.
SPESIFIKASI : Biofarm Pupuk Bio Organik mengandung
unsur hara makro : N= 3,20%, P= 3,63% K= 3,55%, unsur hara
mikro: Fe= 199,97 ppm, Mn= 317,13 ppm, Cu= 251,03 ppm ,
Zn= 254,67 ppm , B= 768,34 ppm, Co= 5,05 ppm, Mo= 2,20
ppm.
Mikroba menguntungkan: Azotobacter sp. Azospirillum sp.
Lactobacillus sp. Pseudomonas sp. Selulolitik sp. Bakteri pelarut
fosfat.
2) Biofarm Pupuk Organik Padat merupakan pupuk bio organic
berbentuk padat yang diproses dari bahan-bahan hasil samping
produksi jamu yang diperkaya dengan unsur hara makro mikro
dan mikrobia menguntungkan. Biofarm pupuk organik padat
dipasarkan secara konvensional oleh PT. Sidomuncul Pupuk
Nusantara.
SPESIFIKASI: Biofarm Pupuk Organik Padat mengandung unsur
hara makro : C-Organik= 19,80 %, C/N ratio= 16,06 %, N= 1,23%,
P= 1,44% K= 1,45%, unsur hara mikro: Fe= 2134,54 ppm, Mn=
141,45 ppm, Zn= 46,33 ppm. Cu= 256,57 ppm, B= 127,81 ppm,
Mo= 5,42 ppm, Co= 2,10 ppm.
Mikroba menguntungkan: Azotobacter sp. Azospirillum sp.
Lactobacillus sp. Pseudomonas sp. Rhizobium sp. Trichoderma sp.
Streptomycess sp.
2. Kegiatan Kedua Pada Bagian Ruang Penyimpanan
Ada 2 sistem penyimpanan :
- FIFO yaitu bahan baku yang kering dan boleh disimpan.
- Just In Time yaitu bahan baku harus diproses pada hari yang
sama saat kedatangan, contoh : kunyit dan jahe.

27
Kegiatan Pra-Proses :
- Sortasi yaitu kegiatan menyortir bahan baku, contohnya PT
Sido Muncul menggunakan jahe kecil apabila jahenya besar
maka dikembalikan
- Pencucian yaitu kegiatan mencuci bahan baku sampai bersih
sebelum disimpan untuk menghilangkan bahan kimia ataupun
biologi.
- Pengeringan : agar bahan baku tahan lama makan dilakukan
pengeringan dengan menggunakan oven.
Bahan Baku ada 2 :
- Bahan baku simplisia yaitu tanaman obat yang akan dibuat
menjadi jamu, contoh : kunyit, jahe, gingseng, dll.
- Bahan baku non-simplisia yaitu bahan olahan dan siap pakai,
contoh : madu, gula, creamer, dll.
Ada 5 jenis pipa :
- Pipa merah (hidran) untuk memadamkan api apabila terjadi
kebakaran.
- Pipa biru berisi air bersih untuk mencuci.
- Pipa biru tua yaitu septic tank
- Pipa oranye yaitu untuk mengalirkan bahan bakar (solar)
- Pipa cream untuk mengalirkan limbah

3. Kegiatan Ketiga Di Ruang Pengemasan Jamu


Pada bagian ini kita hanya melihat dari luar saja, pengemasan
terbagi jadi 3 :
a. Pengemasan Primer : dikemas kecil yaitu kemasan sachet.
b. Pengemasan sekunder : mengemas sachet dalam kemasan yang
lebih besar yaitu pada kardus kecil, kardus besar, renceng,
maupun toples.
c. Pengemasan tersier : pengemasan kedalam karton.
4. Kegiatan Keempat Di Ruang Laboratorium

5. Kegiatan Kelima Di Ruang Pembuatan Kukubima


Pada bagian ini kami hanya melihat saat produk kukubima
sudah dalam kemasan sachet yang dikemas dalam karton, serta
disimpan pada ruang penyimpanan disamping ruang pengemasan.

28
6. Kegiatan Keenam di Agrowisata
Pada bagian ini kami melihat berbagai flora dan fauna yang
terdapat di PT Sido Muncul, dan menikmati kafe jamu, serta
melakukan diskusi & tanya jawab mengenai PT Sido Muncul
7. Sesi Foto Bersama dan pulang
Pada bagian ini kami melakukan foto bersama di kolam ikan
PT Sido Muncul bersama para dosen Program Studi Kesehatan
Masyarakat Universitas Ngudi Waluyo.

B. Pembahasan
PT. Sido Muncul awalnya merupakan industri rumah tangga pada
tahun 1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu
oleh tiga orang karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan yang
lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang
praktis (serbuk), seiring dengan perpindahan beliau ke Semarang , maka pada
tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama Sido Muncul yang
berarti “Impian yang terwujud” dengan lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun.
Produk pertama yang dibuat oleh ibu Rahkmat Sulistio adalah kunyit asam,
beras kencur dan jahe wangi.
Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten
Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang
besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, maka di tahun 1984
pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang.
Akibat pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai dilengkapi dengan
mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya ditambah sesuai
dengan kapasitas yang dibutuhkan, saat ini jumlah karyawannya sekitar 2000
orang. Pada tahun 1997 lokasi pabrik berpindah di Klepu, Kecamatan.
Bergas, Ungaran, Semarang diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia waktu itu, dr. Achmad Sujudi pada
tanggal 11 November 2000.
Saat kunjungan di PT. Sido Muncul Semarang, dimulai dari gudang bahan baku
yang terdiri dari simplisia (kering) dan non simplisia. Pada simplisia kering
terdapat 160 macam simplisia ada akar, batang, daun, buah, biji simplisia-

29
simplisia tersebut datang dari Dieng, Wonosobo, Solo dan lain sebagainya.
Proses penyimpanan dilakukan digudang penyimpanan. Persediaan bahan
baku dengan sistem FIFO (First In First Out) , masuk pertama keluar
pertama. Hal ini dilakukan agar tidak ada bahan baku yang menumpuk atau
tersimpan terlalu lama yang berakibat pada rusaknya bahan baku. Sebelum
bahan baku diterima untuk proses selanjutnya, terlebih dahulu sampel dari
bahan baku tersebut di teliti oleh tim QC (Quality Control), mempunyai tiga
tugas utama adapun tugas utama dari tim QC (Quality Control) adalah:
a. Mengecek tentang kebenaran bahan baku
Dalam hal ini tim QC (Quality Control) mengecek, apakah bahan
baku yang datang sudah sesuai pesanan.
b. Mengecek tentang kebersihan bahan baku
Bersih disini bukan hanya bersih dari kotoran-kotaran yang terlihat
oleh mata (tanah, lumpur, kerikil, plastik), tetapi yang terpenting
adalah bersih dari bakteri-bakteri yang sifatnya merugikan.
c. Mengecek kadar air bahan baku
Bahan baku tersebut kadar airnya tidak boleh lebih dari 10%.
Apabila lebih dari 10%, maka kandungan zat aktif dalam bahan baku
akan sedikit. Misalnya kunyit, jika banyak kandungan air maka warna
kuning pada olahan sedikit berkurang.
Bahan baku disimpan dalam gudang penyimpanan. Persediaan bahan
baku dengan sistem FIFO (First In First Out) atau masuk pertama keluar
pertama, agar tidak ada bahan baku yang menumpuk atau tersimpan terlalu
lama dan mengakibatkan rusaknya bahan baku. Simplisia yang akan dipakai
disimpan dalam karung yang dialasi dengan ampal tujuannya agar bahan baku
dalam karung tidak terjadi kelembaban dan ada juga bahan baku yang
diletakkan pada rak bersusun.
Dalam ruang penyimpanan bahan baku harus memenuhi syarat :
a. Bahan masuk benar
b. Bahan baku harus bersih
c. Bahan baku harus disimpan dalam bentuk kering
Dalam pengendalian kualitas bahan baku yang dilakukan ialah :
a. Pemisahan kotoran (penyortiran)
b. Pemotongan, guna mempermudah proses penghalusan

30
c. Pencucian kembali untuk memastikan bahan benar-benar bersih
d. Dikeringkan menggunakan oven
e. Penyortiran bahan kering, bahan yang berkualitaslah yang dipilih
f. Masuk dalam pengamatan tim pengendali mutu, guna memastikan
sudahkah bahan baku memenuhi standar
Pada gudang ini menggunakan lantai biasa bukan keramik agar jika
dibersihkan akan lebih mudah karena lantai biasa tidak ada sekat seperti
keramik. Setiap dua jam sekali ruang gudang bahan baku di ukur
kelembabanya menggunakan alat pengatur suhu yang di cek secara berkala
guna mempertahankan suhu agar tetap konstan. Pada gudang bahan baku para
karyawan melakukan pencucian bahan dengan mesin, sortasi atau
memisahkan bahan dari kotoran, melakukan pengeringan dengan oven,
masuk pada QC (Quality Control) untuk menguji kadar air, lalu dikemas
dengan karung. Disana juga terdapat ruang administrasi untuk pencatatan
keluar masuknya bahan baku.
Bahan baku non simplisia atau bahan baku jadi diantaranya ada gula
pasir, susu, krim dan sebagainya. Bahan tersebut diambil sampel untuk diuji
kelayakannya, ketika lolos akan masuk ke gudang berikutnya untuk diproses
lebih lanjut. Pada proses pencampuran bahan penulis tidak diperkenankan
untuk melihatnya karena merupakan rahasia perusahaan.
Sesudah proses pencampuran selesai kemudian hasilnya dialirkan
melalui pipa-pipa untuk dilakukan proses pengemasan primer (packaging
primer) menggunakan mesin dua line dan delapan line, proses pengemasan
primer adalah mengemas jamu pertama kali per sachet, satu jam
menghasilkan 300 sachet sediaan contohnya Beras Kencur, ESTE-EMJE dan
sebagainya. Kemudian masuk ke proses pengemasan sekunder (packaging
sekunder), yaitu mengemas secara langsung secara manual dengan cara
memasukan kedalam toples atau dus dari sediaan masing-masing, isi dari satu
dus lima sachet kecuali sediaan anak sehat sebelas sachet, disini produk yang
sudah jadi dicek kembali dengan mengambil sampel secara random yaitu
meneliti dalam setiap pengemasan karyawan pada bagian ini meggunakan
topi berwarna putih untuk menandakan bahwa karyawan tersebut adalah

31
bagian pengecekan atau penelitian setiap kemasan dalam dus atau toples.
Setelah selesai proses pengemasan sekunder kemudian produk siap untuk
didistribusikan.
Ruang laboratorium dalam PT. Sido Muncul sangat banyak.
Laboratorium ISO17025 produk yang dihasilkan adalah produk yang aman,
berkhasiat, rasa dan aroma khas dan seterusnya. Pada laboratorium di lantai
dua terdapat:
a. Laboratorium Formulasi yaitu membuat formulasi dalam suatu produk
b. Laboratorium Produksi yaitu percobaan untuk resep baru dengan
sedikit produksi dalam skala kecil yang bertujuan untuk
mengantisipasi kerugian dalam skala yang besar
c. Laboratorium Mikrobiologi yaitu untuk menerima sampel dari sediaan
untuk menganalisis adanya bakteri
d. Laboratorium Instrumentasi yaitu untuk mengetahui adanya logam
berat, pestisida, dan mengetahui kandungan minyak atsiri
e. Laboratorium kimia yaitu untuk mengetahui zat yang terkandung
dalam bahan baku.Yang dilengkapi peralatan HPLC ( High Pressure
Liquid Chromatography ), GC ( Gas Chromatography ) dan TLC
Scanner ( Thin Layer Chromatography )
f. Laboratorium Uji Stabilitas yaitu dengan alat bernama Climatic
Chamber digunakan untuk mengetahui kestabilan produk, dianalisa
secara berkala, kemudian digunakan untuk menetapkan kadaluarsa
produk. Biasanya produk mampu bertahan dalam 14 – 18 bulan.
g. Laboratorium Farmakologi yaitu digunakan untuk menguji produk
apakah ada efek samping dan penentuan dosis yang sesuai pada hewan
percobaan seperti mencit.
Pada lantai dua selain ruang laboratorium juga terdapat perpustakaan
yang bertujuan untuk referensi para peneliti. Disana juga terdapat almari yang
didalamnya banyak kenang-kenangan atau hadiah dari pengunjung misal
plakat dan sebagainya.
Ruang contoh tertinggal atau arsip sebagai sampel. Ruang tersebut
digunakan untuk menyimpan sampel produksi yang akan di cek kesetabilanya
dengan selang waktu 3 bulan sekali. Sehingga jika ada saran atau kritik dari

32
konsumen pihak industri dapat meneliti kembali hasil produksinya tersebut
melalui sampel sesuai dengan kode produksinya. Sampel produk disimpan
dengan baik, sampel dapat disimpan sampai satu tahun setelah masa
kadaluarsa (ED) dan kemudian sampel dimusnahkan dan bibakar dengan
mesin.
Dalam pembuatan tolak angin cair dilantai dua, pengunjung tidak
diperkenankan masuk untuk melihat pengolahan dan pencampuran bahan
baku hal ini merupakan rahasia sebuah perusahaan. Kemudian produk tolak
angin dilakukan pengecekan oleh tim QC (Quality Control) dilantai bawah,
jika sudah sesuai standar yang ditentukan di lakukan pengemasan sekunder.
Dalam ruang produksi kuku bima energi juga dilakukan produksi
primer dan produki sekunder, satu paketnya terdapat 60 sachet, rasa anggur
80% dan ada 8 (delapan) varian rasa. Di ruang produksi kuku bima penulis
juga tidak diperkenankan masuk sama seperti ruang produksi tolak angin.
Pegawai yang masuk pada ruang produksi semuanya harus steril. Pada
tanggal 23 November 2007 di Semarang produk kuku bima energi diresmikan
oleh Mbah Maridjan.
Limbah cair dan padat dari produk yang dihasilkan PT. Sido Muncul,
jika dibuang aman, akan tetapi pabrik ini mengolah limbah sendiri agar
bermanfaat. Pada limbah cair yang berasal dari pencucian jahe, alang-alang
dan bahan baku lainnya, air tersebut akan dijernihkan digunakan sebagai
penyiraman tanaman atau air hidran dan dimanfaatkan sebagai pemadam
kebakaran. Sedangkan pada limbah padat, organik yang berasal dari ampas
jamu atau ekstrak yang mengandung mikroba untuk kesuburan tanaman yaitu
dibuat pupuk organik, herbavan satu liter, dan nutrisi ternak untuk ayam dan
ikan, limbah padat anorganik diantaranya sampah plastik misal untuk produk
kadaluarsa langsung dimusnahkan pada mesin insalator yang bersuhu 8000C
-10000C.
Komitmen dari produk Sido Muncul adalah aman, sedangkan
kekuatan dari Sido Muncul adalah produk yang berkualitas. Dalam distribusi
produk Sido Muncul dilakukan oleh PT. Muncul Mekar dan transportasi yang

33
digunakan dinamakan Muncul Armada. Pemasaran produk baru dipromosikan
melalui iklan atau juga bisa berkunjung langsung ke PT. Sido Muncul. Pada
waktu akhir kunjungan penulis menikmati jamu produk Sido Muncul dan
berdiskusi juga tanya jawab dengan Ketua Humas dari Pt. Sido Muncul di
aula yang asri di kawasan agrowisata. Sedangkan Cara untuk
mempertahankan produksi dari PT. Sido Muncul antara lain :
a. Ancaman (Threats)
Ancaman yang datang dari dalam, yaitu seperti: dari karyawan yang
biasanya melakukan hal-hal yang mengakibatkan terjadinya
kecelakaan yang dapat merugikan seperti, dari Perusahaan yang
memproduksi produk yang sama.
b. Kekuatan (Strengths)
PT. Sido Muncul Tbk menggunakan bahan yang berkualitas dan juga
dengan fasilitas produksi yang bagus.
c. Peluang (Opportunity)
Adanya peluang bagi PT. Sido Muncul Tbk untuk membuat produk yang
banyak peluangnya di pasaran.
d. Kelemahan (Weakness)
Produksi industri yang lain banyak yang meniru dari PT. Sido Muncul
Tbk yang akan menjadi ancaman dan pada saat pengolahan limbah
tidak di perlihatkan prosesnya.
Keberadaan agrowisata PT. Sido Muncul bertujuan untuk mengoleksi
tanaman obat, terutama diprioritaskan pada tanaman – tanaman langka atau
yang hampir punah. Sebagian besar koleksinya terdiri dari tanaman untuk
bahan jamu yang dipergunakan oleh para industri dan lainnya masih
dieksplorasi dari alam.
Pada tahun 1999 dirintis pembukaan kawasan khusus untuk lokasi
koleksi tanaman obat yang akhirnya didesain agar lebih menarik untuk dilihat
dan dikunjungi. Secara resmi tempat tersebut dijadikan obyek agrowisata
khusus koleksi tanaman obat yang dirancang terpadu, antara koleksi tanaman
obat dengan desain tanaman serta infrastruktur lainnya.
Lokasi agrowisata tanaman obat PT. Sido Muncul berlokasi dikawasan
pabrik jamu PT. Sido Muncul , Jl. Soekarno hatta, desa Diwak, kecamatan
Bergas, Kabupaten Semarang, jawa Tengah. Menempati lahan seluas 1,5

34
hektar, ketinggian tempat 440 meter dari permukaan laut. Sarana dan
prasarana :
a. Koleksi tanaman obat sejumlah kurang lebih 400 spesies , termasuk
tanaman introduksi yang di datangkan dari luar negeri, antara lain :
Echinacea Purpurea, Tribulus Terrestris, Mintha piperita, Sybilum
Marianum dan jamur Ganoderma Lucidum.
b. Jalan yang bisa dilalui mobil untuk berkeliling lokasi
c. Aula berupa gazebo
d. Kolam ikan danau buatan
e. Kebun bibit dan tempat penjualan bibit tanaman obat
Agrowisata PT. Sido Muncul Tbk memiliki tiga 3 buah misi, yaitu :
a. Misi Ilmiah
Merupakan tempat koleksi tanaman hidup yang diambil dari
berbagai tempat, yang bisa diindikasikan sebagai tanaman obat,
terutama tanaman langka sebagai tanaman stok/ plasma nutfah, yang
sewaktu-waktu dapat dipergunakan sebagai bahan penelitian lebih
lanjut, baik untuk penelitian budidaya/ pengembangan atau penelitian
khasiat sebagai bahan baku jamu baru. Penelitian selain dilakukan
oleh team R&D. PT. Sido Muncul Tbk juga melibatkan atau bisa
dilakukan oleh institusi lain terutama para pelajar dan mahasiswa.
b. Misi Sosial
Agrowisata dibuka untuk umum, siapa saja bisa datang
berkunjung, terutama yang peduli terhadap keanekaragaman hayati
alam Indonesia. Agrowisata bisa memberikan wawasan dan
pengetahuan baru kepada masyarakat, terutama tentang tanaman obat
baik mengenai cara budidaya maupun fungsi dan khasiatnya bagi
kesehatan manusia.
c. Misi Ekonomi
Agrowisata sebagai Plasma Nutfah/ Stok tanaman hidup yang bisa
dikembangkan untuk tanaman baru sebanyak-banyaknya di tempat
lain. Hasil perbanyakan tanaman yang berupa bibit atau benih
dikembangkan seluas-luasnya di tempat lain dan hasilnya digunakan
sebagai bahan baku industri jamu atau komoditas tanaman

35
perdagangan.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

B. Kesimpulan
1. Jamu adalah jati diri dari orang indonesia, yang harus selalu di
kembangkan.
2. PT. Sido Muncul merupakan pabrik jamu berstandar farmasi
karena memiliki sertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat
Tradisional yang baik) dan CPOB (Cara Pembuatan Obat
yang Baik)

36
3. Pemilihan bahan baku pada PT. Sido Muncul menggunakan
sistem FIFO (First In First Out)
4. Terdapat dua pengemasan produk, yaitu pengemasan
primer dan sekunder
5. Terdapat banyak laboratorium yang bertujuan untuk
menganalisa suatu sampel agar produk yang akan
dihasilkan memenuhi standar kualitas
6. PT. Sido Muncul memanfaatkan limbah cair yang sudah
dijernihkan sebagai bahan untuk penyiraman tanaman dan
pemadam kebakaran, limbah padat yang berasal dari
ekstrak jamu digunakan sebagai pupuk organik.
7. Dengan beraneka macam produk jamu yang lebih modern dan bervariasi
produknya, sehingga jamu PT. Sido Muncul dapat bersaing dipasaran yang
lebih luas.
8. Dengan adanya kunjungan industri ke PT. Sido Muncul Semarang akan
menumbuhkan dan memahami tentang dunia industri.

C. Saran
1. Waktu kunjungan industri terlalu singkat, sehingga
tidak semua tempat produksi dapat dilihat, dan
diharapkan waktunya lebih lama lagi.
2. Diharapkan dapat memberikan video penjelasan
untuk area yang tidak dapat terjangkau sehingga
kami dapat mengetahui lebih luas lagi.

37
DAFTAR PUSAKA

1. Kunjungan langsung ke PT. Sido Muncul Semarang


2. Brosur yang diberikan saat kunjungan industri ke PT. Sido Muncul
Semarang
3. http://sidomunculsim.blogspot.co.id/2016/06/proses-hasil-fungsi-
manajemen-fasilitas.html diakses 02 April 2018
4. http://www.sidomunculpupuknusantara.com diakses 02 April 2018

Lampiran foto :

38
8. Foto Agrowisata

9. Foto Bersama

39
40