Anda di halaman 1dari 2

Aspek Harapan Kenyataan Kesimpulan

analisis MORBIDITAS
Hipertensi Presentasi pasien lansia Pada kenyataannya lansia dengan Sindrome
dengan hipertensi di desa hipertensi di daerah Mijen sangat lansia lemah
Mijen kurang atau sama tinggi yaitu sebesar 24 orang dari
dengan standart nasional total 30 lansia (sebanyak 80%) dan
yaitu sebesar 37% usia yang paling banyak mengalami
hipertensi yakni usia > 49 tahun, dan
tingginya angka obesitas 15 dari 24
penderita hipertensi (62,5%), dan hal
ini sangat jauh dari yang di harapkan
(data: posyandu Desa Mijen).
Tingginya angka hipertensi pada
daerah tersebut sangat bermasalah
dan berisiko tinggi terhadap payah
jantung yang pasti akan
mengakibatkan keletihan pada tubuh
lansia. (Mansjoer, dkk. 2001).
Timbulnya sindrom keletihan pada
tubuh lansia ini dapat dilihat dari
hambatan berjalan, intoleransi
aktivitas, keletihan, keputusasaan
dan deficit perawatan diri.
Hipertensi Hipertensi masuk dalam Lansia dengan hipertensi di daerah Resiko stroke
10 penyakit terbesar yang Mijen sangat tinggi yaitu sebesar 24
di alami lansia di Indonesi orang dari total 30 lansia (sebanyak
sebanyak 5,17% untuk 80%) dan usia yang paling banyak
usia di atas 65 thn dan mengalami hipertensi yakni usia >49
4,2% untuk usia 45-64 thn. tahun. Salah satu faktor yang sangat
Diharapkan hal tersebut mendukung adalah kebiasaan
tidak memunculkan merokok dengan presentasi 79, 1%
masalah baru seperti payah perokok saat ini/sewaktu untuk usia
jantung atau stroke (L. 55-64thn. Sedangkan pada usia >65
Gunawan, 2001) thn rata rata perokok sewaktu adalah
20,9%, selain itu obesitas juga
berdistribusikan terhadap tingginya
resiko kejadian stroke pada pasien
lansia dengan hipertensi yaitu 66,7%
untuk usia 55-64 thn dan pada usia
>65 thun berdistribusi sebesar 33,3%
( data Posyandu Desa Mijen) . Selain
beberapa faktor di atas ada beberapa
faktor yang memang sangat
berperan penting terhadap banyaknya
kejadian hipertensi pada lansia salah
satunya adalah usia, pola hidup dan
kurangnya aktifitas, dari berbagi
faktor penyebab di atas dapat
beresiko menimbulkan adanya
masalah baru seperti stroke.