Anda di halaman 1dari 13

Satuan Acara Penyuluhan

(SAP)

Mata ajar : Keperawatan Komunitas

Pokok bahasan : Reumatik (Artritis Reumatoid dan Osteoartritis)

Sub Pokok Bahasan :

1. Definisi Reumatik
2. Jenis Reumatik
3. Penyebab Reumatik
4. Tanda dan gejala Reumatik
5. Pencegahan Reumatik
6. Pengobatan Reumatik
7. Penanggulangan Reumatik

Sasaran : Masyarakat RW 04

Lokasi : Masjid Jami’ Al-Mukkaromah


Waktu : 08 April 2018 (30 menit)

A. Tujuan Intriksional Umum (TIK)


Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat memahami tentang penyakit
Reumatik
B. Tujuan Intruksional Khusus (TUK)
Setelah diberikan penyuluhan selam 30 menit, diharapkan masyarakat dapat memahami
penyakit reumatik :
1. Definisi Reumatik
2. Jenis Reumatik
3. Penyebab Reumatik
4. Tanda dan gejala Reumatik
5. Pencegahan Reumatik
6. Pengobatan Reumatik
7. Penanggulangan Reumatik
C. Latar Belakang

Usia lanjut adalah proses alami yang tidak dapat dihindari. Salah satu dampak yang
perlu diperhatikan yaitu semakin bertambahnya usia seseorang dapat mempengaruhi
penurunan derajat kesehatan, yang mana organ-organ tubuh baik struktur maupun fungsinya
mengalami penurunan, sehingga lansia mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang
sering di alami oleh lansia adalah penyakit osteoarthritis atau sering disebut juga rematik.

Osteoarthritis merupakan kelainan sendi yang paling sering ditemukan. Osteoarthritis


disebut primer, bila tak diketahui penyebabnya; dan disebut sekunder bila diketahui
penyebabnya, misalnya akibat artritis rematoid, infeksi, gout, pseudogout dan sebagainya.
Penyakit ini bersifat progresif lambat, umumnya terjadi pada usia lanjut, walaupun usia
bukan satu-satunya faktor risiko. Osteoarthritis menyerang terutama sendi tangan atausendi
penyokong berat badan termasuk sendi lutut. Sendi lutut merupakan sendi penopang berat
badan yang sering terkena osteoarthritis. Osteoarthritis sendi lutut ditandai oleh nyeri pada
pergerakan yang hilang bila istirahat, kaku sendi terutama setelah istirahat latna atau bangun
tidur, krepitasi dan dapat disertai sinovitis dengan atau tanpa efusi cairan sendi. Bila pasien
hanya bersifat pasif, tidak melakukan latihan, dapat terjadi atrofi otot yang akan
memperburuk stabilitas dan fungsi sendi. Akibat lain ialah genu varum atau genu valgus dan
subluksasi, terutama bila telah terjadi kekenduran ligamen. Umumnya penderita
osteoarthritis lutut datang berobat karena rasa nyeri lutut yang mengganggu aktifitas sehari-
hari. Gangguan tersebut bertingkat-tingkat, dan mulai keluhan yang paling ringan yang tidak
mengganggu aktifitas sehari-hari, sampai yang paling berat sehingga pasien tidak bisa
berjalan.

Kelainan ini bersifat progresif lambat dan sampai saat ini masih tidak diketahui
penyebabnya secara pasti. Osteoartritis ini akan semakin memburuk seiring waktu dan
belum ada pengobatan yang dianggap mampu menangani penurunan fungsi tulang ini.
Pengobatan yang ada hanya untuk mengurangi nyeri yang terjadi dan menjaga aktifitas saja.
Osteoartritis dapat dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang dikaitkan dengan
geriatri. Penyakit lain yang termasuk dalam kategori ini adalah osteoporosis yang pravelensi
nya lebih tinggi pada wanita, terutama pascamenopouse. Hilangnya hormon estrogen
pascamenopouse meningkatkan resiko terkena osteoporosis.
D. Materi Penyuluhan
Terlampir
E. Kegiatan Penyuluhan
a. Persiapan penyuluhan
1) Menyiapkan materi, media, tempat.
2) Kontrak waktu

No. Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta


1. 7 menit Pembukaan : Menjawab salam
Mengucapkan salam Mendengarkan
Menjelaskan nama dan akademi
Menjelaskan tujuan penyuluhan
Apersepsi (Pre test) Tanya jawab
Menyebutkan materi yang diberikan
Menanyakan kesiapan peserta Memberikan persetujuan
2. 21 menit Isi/Pelaksanaan : Mendengarkan
Penyampaian materi penjelasan secara
1. Definisi Reumatik seksama
2. Jenis Reumatik
3. Penyebab Reumatik
4. Tanda dan gejala Reumatik
5. Pencegahan Reumatik
6. Pengobatan Reumatik
7. Penanggulangan Reumatik
Mengajukan pertanyaan
Tanya jawab (post test)
Memberikan kesempatan kepada
masyarakat untuk bertanya
Mendengarkan jawaban
Menjawab pertanyaan
3 2 menit Penutup :
Mengucapkan terima kasih Menjawab salam
Mengucapkan salam penutup
F. Media Penyuluhan
Media yang digunakan adalah brosur/leaflet, power point (in focus)
G. Evaluasi
Butir pertanyaan :
1. Definisi Reumatik
2. Jenis Reumatik
3. Penyebab Reumatik
4. Tanda dan gejala Reumatik
5. Pencegahan Reumatik
6. Pengobatan Reumatik
7. Penanggulangan Reumatik
H. Metode
Ceramah dan tanya jawab
I. Lampiran materi
a. Definisi
Reumatik adalah gangguan berupa kekakuan, pembengkakan, nyeri dan
kemerahan pada daerah persendian dan jaringan sekitarnya (Adellia, 2011).
Rematik dapat terjadi pada semua umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut, atau
sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut. Dan gangguan reumatik akan meningkat
dengan meningkatnya umur.
b. Jenis reumatik :
Menurut Adelia, (2011) ada beberapa jenis reumatik yaitu:
1. Reumatik Sendi ( Artikuler )
Reumatik yang menyerang sendi dikenal dengan nama reumatik sendi
(reumatik artikuler). Penyakit ini ada beberapa macam yang paling sering
ditemukan yaitu:
a) Artritis Reumatoid
Merupakan penyakit autoimun dengan proses peradangan menahun
yang tersebar diseluruh tubuh, mencakup keterlibatan sendi dan berbagai organ
di luar persendian.Peradangan kronis dipersendian menyebabkan kerusakan
struktur sendi yang terkena. Peradangan sendi biasanya mengenai beberapa
persendian sekaligus. Peradangan terjadi akibat proses sinovitis (radang selaput
sendi) serta pembentukan pannus yang mengakibatkan kerusakan pada rawan
sendi dan tulang di sekitarnya, terutama di persendian tangan dan kaki yang
sifatnya simetris (terjadi pada kedua sisi). Penyebab Artritis Rematoid belum
diketahui dengan pasti. Ada yang mengatakan karena mikoplasma, virus, dan
sebagainya. Namun semuanya belum terbukti. Berbagai faktor termasuk
kecenderungan genetik, bisa mempengaruhi reaksi autoimun. Bahkan beberapa
kasus Artritis Rematoid telah ditemukan berhubungan dengan keadaan stres
yang berat, seperti tiba-tiba kehilangan suami atau istri, kehilangan satu¬-
satunya anak yang disayangi, hancurnya perusahaan yang dimiliknya dan
sebagainya. Peradangan kronis membran sinovial mengalami pembesaran
(Hipertrofi) dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang
menyebabkan kematian (nekrosis) sel dan respon peradangan pun berlanjut.
Sinovial yang menebal kemudian dilapisi oleh jaringan granular yang disebut
panus. Panus dapat menyebar keseluruh sendi sehingga semakin merangsang
peradangan dan pembentukan jaringan parut. Proses ini secara perlahan akan
merusak sendi dan menimbulkan nyeri hebat serta deformitas (kelainan
bentuk).
b) Osteoatritis
Adalah sekelompok penyakit yang tumpang tindih dengan penyebab
yang belum diketahui, namun mengakibatkan kelainan biologis, morfologis,
dan keluaran klinis yang sama.Proses penyakitnya berawal dari masalah rawan
sendi (kartilago), dan akhirnya mengenai seluruh persendian termasuk tulang
subkondrial, ligamentum, kapsul dan jaringan sinovial, serta jaringan ikat
sekitar persendian (periartikular). Pada stadium lanjut, rawan sendi mengalami
kerusakan yang ditandai dengan adanya fibrilasi, fisur, dan ulserasi yang dalam
pada permukaan sendi. Etiologi penyakit ini tidak diketahui dengan pasti. Ada
beberapa faktor risiko yang diketahui berhubungan dengan penyakit ini, yaitu
: Usia lebih dari 40 tahun, Jenis kelamin wanita lebih sering, Suku bangsa,
genetik, kegemukan dan penyakit metabolik, cedera sendi, pekerjaan, dan olah
raga, kelainan pertumbuhan, kepadatan tulang, dan lain-lain.
c) Atritis Gout
Penyakit ini berhubungan dengan tingginya asam urat darah
(hiperurisemia) . Reumatik gout merupakan jenis penyakit yang
pengobatannya mudah dan efektif. Namun bila diabaikan, gout juga dapat
menyebabkan kerusakan sendi. Penyakit ini timbul akibat kristal monosodium
urat di persendian meningkat Timbunan kristal ini menimbulkan peradangan
jaringan yang memicu timbulnya reumatik gout akut. Pada penyakit gout
primer, 99% penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan
dengan kombinasi faktor genetic dan faktor hormonal yang menyebabkan
gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi
asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam
urat dari tubuh. Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena
meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengkonsumsi
makanan dengan kadar purin yang tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa
organic yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam
kelompok asam amino, unsur pembentuk protein. Produksi asam urat
meningkat juga bisa karena penyakit darah (penyakit sumsum tulang,
polisitemia), obat-obatan (alkohol, kanker, vitamin B12). Penyebab lainnya
adalah obesitas (kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigliserida yang
tinggi. Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik biasanya
terdapat kadar benda-benda keton (hasil buangan metabolisme lemak) yang
meninggi. Benda-benda keton yang meninggi akan menyebabkan asam urat
juga ikut meninggi.
2. Reumatik Jaringan Lunak (Non-Artikuler)
Merupakan golongan penyakit reumatik yang mengenai jaringan lunak di luar
sendi (soft tissue rheumatism) sehingga disebut juga reumatik luar sendi (ekstra
artikuler rheumatism). Jenis – jenis reumatik yang sering ditemukan yaitu:
1) Fibrosis
Merupakan peradangan di jaringan ikat terutama di batang tubuh dan
anggota gerak. Fibrosis lebih sering ditemukan oleh perempuan usia lanjut,
penyebabnya adalah faktor kejiwaan.
2) Tendonitis dan tenosivitis
Tendonitis adalah peradangan pada tendon yang menimbulkan nyeri
lokal di tempat perlekatannya. Tenosivitis adalah peradangan pada sarung
pembungkus tendon.
3) Entesopati
Adalah tempat di mana tendon dan ligamen melekat pada tulang. Entesis
ini dapat mengalami peradangan yang disebut entesopati. Kejadian ini bisa
timbul akibat menggunakan lengannya secara berlebihan, degenerasi, atau
radang sendi.
4) Bursitis
Adalah peradangan bursa yang terjadi di tempat perlekatan tendon atau
otot ke tulang. Peradangan bursa juga bisa disebabkan oleh reumatik gout dan
pseudogout.
5) Back Pain
Penyebabnya belum diketahui, tetapi berhubungan dengan proses
degenerarif diskus intervertebralis, bertambahnya usia dan pekerjaan fisik yang
berat, atau sikap postur tubuh yang salah sewaktu berjalan, berdiri maupun
duduk. Penyebab lainnya bisa akibat proses peradangan sendi, tumor, kelainan
metabolik dan fraktur.
6) Nyeri pinggang
Kelainan ini merupakan keluhan umum karena semua orang pernah
mengalaminya. Nyeri terdapat kedaerah pinggang kebawah (lumbosakral dan
sakroiliaka) Yng dapat menjalar ke tungkai dan kaki.
7) Frozen shoulder syndrome
Ditandai dengan nyeri dan ngilu pada daerah persendian di pangkal
lengan atas yang bisa menjalar ke lengan atas bagian depan, lengan bawah dan
belikat, terutama bila lengan diangkat keatas atau digerakkan kesamping. Akibat
pergerakan sendi bahu menjadi terbatas. Tendonitis dan tenosivitis Tendonitis
adalah peradangan pada tendon yang menimbulkan nyeri lokal di tempat
perlekatannya. Tenosivitis adalah peradangan pada sarung pembungkus tendon.
8) Tenosivitis de quervain
Mengenai otot abductor pollicis longus dan ekstensor pollicis brevis
pada pergelangan tangan yang searah dengan ibu jari. Tempat yang sakit bisa
tampak bengkak, terasa panas dan nyeri.
9) Jari pelatuk (stenosing tenosynovis)
Pada keadaan ini biasanya penderita mengeluh jari tanganyang ditekuk
sukar diluruskan kembali. Gerakan jari semakin lama semakin kaku terutama
pada malam hari sewaktu akan tidur. Suatu saat jari tidak bisa ditekuk atau
diluruskan kembali. Keadaan ini bisa timbul spontan akibat trauma berulang
pada telapak tangan ataupun terlalu banyak mengerjakan pekerjaan tangan. Bisa
terkait dengan osteoatritis atau reumatoid atritis pada sendi tersebut atau disloksi
tendon dapat menyebabkan gejala diatas.
10) Tendonitis Achilles
Tendon achilles merupakan tendon dari otot – otot betis yang melekat
pada tumit bagian belakang. Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri bila kaki
digerakkan. Dalam keadaan lanjut, menampakkan kakipun sukar dilakukan.
11) Carpal Tunnel Syndrome
Kelainan ini menyebabkan rasa baal (parestesia) pada telapak tangan
dan jari-jari, tanpa melibatkan jari kelima (ibu jari). Keadaan ini terjadi akibat
penekanan pada saraf medianus melalui terowongan karpal oseosa-fibrosa.
12) Sindrom fibromyalgia
Penyakit ini mungkin disebabkan oleh proses peradangan atau spasme
lokal otot. Namun faktor pencetus timbulnya fibromalgia adalah infeksi oleh
virus, kuman, atau parasit, trauma atau akibat beban kerja, postur tubuh yang
tidak normal, udara dingin dan lembab, serta ketegangan jiwa.

c. Penyebab Reumatik
Penyebab dari osteoartritis hingga saat ini masih belum terungkap, namun
beberapa faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis antara lain adalah :
1) Umur
Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor ketuaan adalah
yang terkuat. Prevalensi dan beratnya orteoartritis semakin meningkat dengan
bertambahnya umur. Osteoartritis hampir tak pernah pada anak-anak, jarang
pada umur dibawah 40 tahun dan sering pada umur diatas 60 tahun.
2) Jenis Kelamin
Wanita lebih sering terkena osteoartritis lutut dan sendi , dan lelaki lebih sering
terkena osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keeluruhan
dibawah 45 tahun frekuensi osteoartritis kurang lebih sama pada laki dan wanita
tetapi diatas 50 tahun frekuensi oeteoartritis lebih banyak pada wanita dari pada
pria hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.
3) Genetic
Faktor herediter juga berperan pada timbulnya osteoartritis missal, pada ibu dari
seorang wanita dengan osteoartritis pada sendi-sendi inter falang distal terdapat
dua kali lebih sering osteoartritis pada sendi-sendi tersebut, dan anak-anaknya
perempuan cenderung mempunyai tiga kali lebih sering dari pada ibu dananak
perempuan dari wanita tanpa osteoarthritis.
4) Suku
Prevalensi dan pola terkenanya sendi pada osteoartritis nampaknya terdapat
perbedaan diantara masing-masing suku bangsa, misalnya osteoartritis paha
lebih jarang diantara orang-orang kulit hitam dan usia dari pada kaukasia.
Osteoartritis lebih sering dijumpai pada orang-orang Amerika asli dari pada
orang kulit putih. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup
maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan.
5) Kegemukan
Berat badan yang berlebihan nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk
timbulnya osteoartritis baik pada wanita maupun pada pria. Kegemukan ternyata
tak hanya berkaitan dengan osteoartritis pada sendi yang menanggung beban,
tapi juga dengan osteoartritis sendi lain (tangan atau sternoklavikula).

d. Tanda dan Gejala Reumatik


1) Osteoartritis
 Nyeri pada persendian setelah beraktivitas
 Nyeri terasa saat terjadi perubahan cuaca dari panas ke dingin
 Terjadi peradangan dan hilangnya fleksibilitas sendi
 Sendi terlihat kemerahan dan berasa panas
2) Artritis Reumatoid
 sendi terasa kaku di pagi hari
 sendi bengkak tanpa sebab yang jelas
 gerak terbatas, misalnya sulit bangun dan memakai pakaian
 merasa nyeri di persendian terutama di pagi hari dan membaik di siang hari.
e. Pencegahan Reumatik
Selain mengobati, kita juga bisa mencegah datangnya penyakit ini, seperti tidak
melakukan olahraga secara berlebihan, menjaga berat badan tetap stabil, serta
menjaga agar asupan makanan selalu seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh,
terutama banyak memakan ikan dari laut dalam. Jika Anda merasa tidak cukup
mengkonsumsi ikan laut, mengkonsumsi suplemen bisa menjadi pilihan, terutama
yang mengandung omega 3. Dalam omega 3 terdapatzat yang sangat efektif untuk
memelihara persendian agar tetap lentur.Jangan anggap enteng gejala-gejala rematik
yang timbul. Begitu rasa nyeri mulai muncul, segeralah periksakan diri ke dokter
untuk mendeteksi mana yang sekedar pegal linu biasa atauyang merupakan gejala
rematik.
f. Pengobatan Reumatik
Golongan obat kortikosteroid , untuk mengatasi inflamasi (peradangan) dan
menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi radang pada rematik berkurang.
Bentuk obat ini bisa berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Sayangnya,
obat ini memiliki efek samping seperti pembengkakan, nafsu makan bertambah,
berat badan naik, serta emosi yang labil. Selain itu tanaman yang bernama Brotowali
juga dipercaya dapat mengobati rematik.Selain dengan obat-obatan, untuk
mengurangi rasa nyeri juga bisa dilakukan tanpa obat,misalnya dengan kompres es.
Kompres es bisa menurunkan ambang nyeri dan mengurangi fungsi enzim.
Kemudian, banyak jenis sayuran yang bisa dikonsumsi penderita rematik,misalnya
jus seledri, kubis atau wortel yang bisa mengurangi gejala rematik. Beberapa jenis
herbal juga bisa membantu melawan nyeri rematik, misalnya jahe dan kunyit, biji
seledri, daun lidah buaya, rosemary, aroma terapi, atau minyak juniper yang bisa
menghilangkan bengkak pada sendi.Menjaga berat badan ideal adalah salah satu
langkah bijaksana untuk mengurangi nyeri disendi lutut.
Setiap kelebihan berat badan membebani sendi lutut serta panggul, dan
menambahrasa nyeri karena rematik. Selain itu bobot tubuh berlebih memperbesar
risiko asam urat. Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita
rematik karena asam urat. Inikarena jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot
dan membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit. Untuk
melakukan olahraga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis, supaya
mengetahui gerakan-gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olahraga
yang terlalu membebani lutut. Bulutangkis, voli, tenis, joging, bela diri sebaiknya
tidak dilakukan. Apalagi ketika rematik jenis asam urat itu sedang kumat.Berdiri
terlalu lama akan menimbulkan sakit yang luar biasa.
g. Penanggulangan Reumatik
Upaya mengatasi masalah penyakit rematik merupakan kebutuhan mendesak
yang nyatadan harus dipikirkan mulai dari sekarang. Upaya ini mencakup upaya
pencegahan yang terus-menerus dikombinasi dengan penatalaksanaan medis rematik
yang sebaik-baiknya. Supaya usaha tersebut dapat berhasil perlu.Terapi medis di
masa depan diharapkan dapat membantu pasiendengan penyakit reumatik untuk
menjalani kualitas hidup yang lebih baik.Sebagian besar penyakit reumatik diterapi
dengan obat-obatan analgesik, seperti OAINS,steroid, DMARDs, namun
fisioterapi/rehabilitasi medis juga sangat penting dalam penatalaksanaan penyakit
reumatik.
Penanggulangan penyakit rematik dapat dilakukan dengan mengatur pola
makan, dengan diit rendah purin yang bertujuan mengurangi pembentukan asam urat
dan menurunkan berat badan, bila terlalu gemuk dan mempertahankannya dalam
batas normal.

Golongan bahan Makanan yang boleh diberikan Makanan yang tidak

Makanan boleh diberikan

Karbohidrat Semua -

Protein hewani Daging atau ayam , ikan Sarden, kerang

tongkol , bandeng 50 ,jantung

gr/hari,telur,susu,keju hati,usus,limpa,paru –

paru ,otak, ekstrak


daging/kaldu, bebek,

angsa burung.

Protein nabati Kacang – kacngan kering 25gr -

atau tahu, tempe, oncom.

Lemak Minyak dalam jumlah terbatas. -

Sayuran Semua sayuran sekehendak Asparagus, kacang

kecuali asparagus, kacang polong, kacang

polong, kacang buncis, buncis, kembang kol,

kembang kol, bayam, jamur bayam, jamur

maksimum 50gr/hari maksimum 50gr/hari


DAFTAR PUSTAKA

Brunner and Suddarth. (1996). Text book of Medical-Surgical Nursing. EGC Jakarta.

Doengoes Merillynn. (1999) (Rencana Asuhan Keperawatan). Nursing care plans.


Guidelines for planing and documenting patient care. Alih
bahasa : I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati. EGC. Jakarta.

Prince A Sylvia. (1995). (patofisiologi). Clinical Concept. Alih bahasa : Peter


Anugrah EGC. Jakarta.

Carpenito, Lynda Juall, (2000). Buku saku Diagnosa Keperawatan. Alih bahasa.
Edisi 8. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai