Anda di halaman 1dari 2

Langkah – langkah dalam pengambilan data lapangan Geolistrik

A. Tahap pertama adalah persiapan meliputi teknis dan non-teknis.


Persiapan teknis adalah seperti persiapan peralatan, kemudian menentukan konfigurasi
yang akan digunakan yaitu konfigurasi wenner-schumberger, penentuan lokasi
pengukuran di rabat beton desa Sambeng, Kab. Kebumen, Jawa Tengah, menentukan
lintasan pengukuran, panjang lintasan, dan jarak spasi antar elektroda. Sedangkan
persiapan non-teknis lebih ke persiapan pembuatan base, mengantisipasi hal-hal yang
dapat mempengaruhi pengukuran serta pembagian kerja antar perorangan.

B. Tahap kedua adalah setting peralatan.


Semua peralatan dipasang sesuai konfigurasi yang telah ditentukan. Setelah semua
peralatan dipasang dengan baik kemudian lakukan pengukuran. Tahap-tahapan
pengukuran sebagai berikut :
1. Bentang meteran dengan sepanjang 186 meter dan letakkan semua perlengkapan
dan alat-alat di base.
2. Pasang elektroda sebanyak 32 buah sesuai dengan spasi 6m dan konfigurasi wenner
schlumberger dengan base terletak di tengah tengah bentangan elektroda yaitu
diantara elektroda ke - 16 dan elektroda ke - 17
3. Hindari kontak elektroda dengan batu dan air serta gangguan dari yang lainnya
karena akan mengganggu hasil pengukuran. Pemasangan elektroda harus pada satu
lintasan garis lurus antar elektroda.
4. pasang kabel dari elektroda ke main unit ( pastikan kabel terhubungan dengan
elektroda dengan merekatkan menggunakan karet ).
5. Pasang kabel dari accumulator ke main unit.

C. Tahap ketiga adalah pengukuran.


Pada tahap ini pengukuran telah mulai dilakukan. Langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut :

1. Mengaktifkan Source dengan memasang kabel ke aki mobil sebagi sumber ke alat
perekam ( MASAGI )
2. Mengaktifkan Main Unit dengan menyambungkan ke aki motor.
3. Selama pengukuran catat angkat-angka hasil pengukuran yang berupa resistansi
pada tabel yang telah dibuat di Excell.
4. Selama pengukuran, catat kondisi lapangan (lokasi, elektroda, kabel dan alat-alat
lainnya ) dan kondisi geologi serta dokumntasinya.
5. Dilarang memegang elektroda ketika injeksi arus.
6. Cek data hasil pengukuran, apabila data yang kurang bagus maka cek kembali
kondisi elektroda atau kabel apakah ada masalah, apabila bermasalah pindahkan
elektroda dan ukur kembali.
7. Setelah akuisisi selesai, rapikan dan bersihkan semua peralatan dengan baik.