Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hanindia Dena Pramesti

NIM : 161710101058
Kelas : THP-B
Kelompok :1

PENGECILAN UKURAN DAN PENGAYAKAN


Pengecilan ukuran merupakan proses dimana bahan hasil pertanian
dikecilkan ukurannya untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai mutu dan
kualitas yang lebih tinggi. Pengecilan ini pada prinsipnya dikelompokkan
berdasarkan produk akhir yang dihasilkan (Supardi, 2007). Pengecilan ukuran
bertujuan untuk mempercepat proses sterilisasi, menambah luas permukaan, dan
mempermudah ekstraksi bahan. Selain itu, pengecilan ukuran juga bertujuan
untuk meningkatkan estetis bahan sehingga meningkatkan selera konsumen
terhadap bahan (Saptoningsih dan Jatnika, 2012).
Secara garis besar, pengecilan ukuran dibagi menjadi dua, yaitu
pengecilan ukuran bahan padat dan pengecilan ukuran bahan cair. Pengecilan
ukuran bahan cair dengan cara emulsifikasi dan homogenisasi (Choirunnisa,
2009). Sedangkan pengecilan ukuran bahan padat dibagi menjadi tiga yaitu
pemotongan, pemecahan/penghancuran, dan penggeseran. Pemotongan yaitu
pengecilan yang dilakukan dengan cara mendorong pisau tipis tajam ke bahan
yang ingin diperkecil. Pemecahan/penghancuran merupakan pengecilan ukuran
dengan memberikan gaya yang jauh lebih besar dari tegangan putus bahan.
Penggeseran merupakan kombinasi dari kedua cara tersebut (Supardi, 2007).
Menurut Taylor, faktor yang mempengaruhi pengecilan ukuran yaitu
varietas, kekerasan, struktur mekanis, bentuk, dan densitas bahan. Selain itu,
kinerja atau performansi suatu alat pengecilan ukuran, besarnya gaya yang
bekerja, modulus kehalusan, fraksi bahan tertinggal dan ukuran alat juga
mempengaruhi laju pengecilan ukuran (Taylor, 1977).
Sedangkan pengayakan merupakan cara pengelompokan butiran yang
akan dipisahkan menjadi satu atau beberapa kelompok. Dengan demikian, dapat
dipisahkan antara partikel lolos ayakan (butir halus) dan yang tertinggal diayakan
(butir kasar). Ukuran butiran tertentu yang masih bisa melintasi ayakan
dinyatakan sebagai butiran batas (Voigt, 1994). Teknik pemisahan dengan
menggunakan pengayakan, merupakan teknik yang tertua, teknik ini dapat
dilakukan untuk campuran heterogen khususnya campuran dalam fasa padat.
Proses pemisahan didasari atas perbedaan ukuran partikel didalam campuran
tersebut. Sehingga ayakan memiliki ukuran pori atau lubang tertentu, ukuran pori
dinyatakan dalam satuan mesh (Zulfikar, 2010).
Pada pengayakan manual, bahan dipaksa melewati lubang ayakan,
umumnya dengan bantuan bilah kayu atau bilah bahan sintetis atau dengan sikat.
Sekelompok partikel dinyatakan memiliki tingkat kehalusan tertentu jika seluruh
partikel dapat melintasi lebar lubang yang sesuai (artinya tanpa sisa diayakan).
Dengan demikian ada batasan maksimal dari ukuran partikel (Voigt, 1994).
Sedangkan, pada pengayakan secara mekanik (pengayak getaran, guncangan atau
kocokan) dilakukan dengan bantuan mesin, yang umumnya mempunyai satu set
ayakan dengan ukuran lebar lubang standar yang berlainan. Bahan yang dipak,
bergerak-gerak diatas ayakan, berdesakan melalui lubang kemudian terbagi
menjadi fraksi-fraksi yang berbeda (Voigt, 1994).
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengayakan antara lain waktu
atau lama pengayakan. Waktu atau lama pengayakan (waktu optimum), jika
pengayakan terlalu lama akan menyebabkan hancurnya serbuk sehingga serbuk
yang seharusnya tidak terayak akan menjadi terayak. Jika waktunya terlalu lama
maka tidak terayak sempurna. Kedua, massa sampel, jika sampel terlalu banyak
maka sampel sulit terayak, namun jika sampel sedikit maka akan lebih mudah
untuk turun dan terayak. Ketiga, intensitas getaran, semakin tinggi intensitas
getaran maka akan semakin banyak terjadi tumbukan antar partikel yang
menyebabkan terkikisnya partikel. Dengan demikian partikel tidak terayak dengan
ukuran tertentu. Keempat, pengambilan sampel yang mewakili populasi. Sampel
yang baik mewakili semua unsur yang ada dalam populasi, populasi yang
dimaksud adalah keanekaragaman ukuran partikel, mulai yang sangat halus
sampai ke yang paling kasar (Moechtar, 1990).
SKEMA KERJA

BAHAN

Penghancuran bahan
dengan penggiling

Penimbangan @250gr bahan


yang sudah hancur

Pengayakan bahan dengan 3


macam ukuran ayakan

Penimbangan berat bahan yang tertahan


pada ayakan

Perhitungan fraksi berat

Persiapan gelas ukur 250ml


dan pengisian dengan air

Pemasukan sejumlah berat bahan dalam gelas ukur yang diisi air

Pengukuran kenaikan volume air

Penentuan diameter rata-rata berat, densitas, dan luas permukaan

Perhitungan luas total permukaan


DAFTAR PUSTAKA

Choirunnisa. 2009. Dasar-dasar Keteknikan Pangan. Liberty. Yogyakarta.


Moechtar. 1990. Farmasi Fisika. UGM Press. Yogyakarta.
Saptoningsih dan Jatnika. 2012. Membuat Olahan Buah. AgroMedia Pustaka.
Jakarta
Supardi. 2007. Pengecilan Ukuran Produk Pertanian. Andi Offset.Yogyakarta.
Taylor. 1977. Introduction to Operations. University of New York. New York
City.
Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Penerjemah: Soendani
Noerono . Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Zulfikar. 2010. Pengayakan. Chem-is-try.org. Diakses pada 24 April 2017.