Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENDAHULUAN

MANAJEMEN KEPERAWATAN
ROLE PLAY
PERAN : KETUA TIM
DI RUANG KANTHIL RSUD BANYUMAS

Disusun Sebagai Syarat Menyelesaikan Praktek Stase Manajemen Keperawatan


di RSUD Banyumas Periode 19 Maret – 07 April 2018

Pembimbing Akademik : Kris Linggardini, S. Kp., M. Kep


Pembimbing Lahan : Nurul Hidayati, S. Kep. Ns

Disusun Oleh :
ALIFTINA RETNO WULANDARI
NIM: 1711040067

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PURWOKERTO

2017/ 2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Model tim merupakan suatu model pemberian asuhan keperawatan
dimana seorang perawat professional memimpin sekelompok tenaga
keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien melalui
upaya kooperatif dan kolaboratif (Douglas, 1992). Model tim didasarkan pada
keyakinan bahwa setiap staf mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan
memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa tanggung
jawab perawat yang tinggi, sehingga setiap anggota tim merasakan kepuasan
karena diakui kontribusinya dalam mencapai tujuan bersama yaitu mencapai
kualitas asuhan keperawatan yang bermutu.
Model tim menurut Kron & Gray (1987) terkandung dua konsep
utama yang harus ada, yaitu kepemimpinan dan komunikasi yang efektif.
Kemampuan kepemimpinan harus dikuasai oleh Ketua Tim, yaitu perawat
profesional (Registered Nurse). Registered Nurse ditunjuk oleh Kepala
Ruangan untuk bertanggung jawab terhadap sekelompok pasien dalam
merencanakan asuhan keperawatan, merencanakan penugasan kepada
anggota tim, melakukan supervisi dan evaluasi pelayanan keperawatan yang
diberikan. Prosese komunikasi harus dilakukan secara terbuka dan aktif
melalui laporan pre atau post conference atau pembahasan dalam penugasan,
pembahasan dalam merencanakan dan menuliskan asuhan keperawatan dan
mengevaluasi hasil yang telah dicapai.Pelaksanaan model tim tidak dibatasi
oleh suatu pedoman yang kaku. Model tim dapat diimplementasikan pada
tugas pagi, sore dan malam. Apakah terdapat 2 atau 3 tim tergantung pada
jumlah dan kebutuhan serta jumlah dan kualitas tenaga keperawatan.
Umumnya satu tim terdiri dari 3-5 orang tenaga keperawatan untuk 10-20
pasien.
Hasil penelitian Lambertson seperti dikutip oleh Douglas (1984),
menunjukkan bahwa model tim bila dilakukan dengan benar merupakan
model asuhan keperawatan yang tepat dalam meningkatkan pemanfaatan
tenaga keperawatan yang bervariasi kemampuannya dalam memberikan
asuhan keperawatan. Hal ini berarti bahwa model tim dilaksanakan dengan
tepat pada kondisi dimana kemampuan tenaga keperawatan bervariasi.
Kegagalan model ini, jika penerapan konsep tidak dilaksanakan secara
menyeluruh atau total dan tidak dilakukan pre dan post conference dalam
sistem pemberian asuhan keperawatan untuk pemecahan masalah yang
dihadapi pasien dalam penentuan strategi pemenuhan kebutuhan pasien.

B. Tujuan Menjadi KetuaTim Keperawatan


1. Membuat perencanaan.
2. Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi.
3. Mengenal/ mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan
pasien.
4. Mengembangkan kemampuan anggota.
5. Menyelenggarakan konferensi.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Metode Tim


Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan
dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga
keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui
upaya kooperatif dan kolaboratif ( Douglas, 1984). Model tim didasarkan
pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai kontribusi
dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul
motivasi dan rasa tanggung jawab perawat yang tinggi sehingga diharapkan
mutu asuhan keperawatan meningkat.Ketua tim merupakan seorang petugas
yang membawahi anggota tim untuk membuat pengkajian sampai perencaan
pada pasien.

B. Tujuan Metode Tim


Tujuan metode tim yaitu :
1. Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif.
2. Menerapkan penggunaan proses keperawatan sesuai standar
3. Menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda.
Menurut Kron & Gray (1987) pelaksanaan model tim harus berdasarkan
konsep berikut:
a. Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan
tehnik kepemimpinan.
b. Komunikasi yang efektif penting agar kontinuitas rencana
keperawatan terjamin.
c. Anggota tim menghargai kepemimpinan ketua tim.
d. Peran kepala ruang penting dalam model tim. Model tim akan
berhasil baik bila didukung oleh kepala ruang.
C. Persyaratan Ketua Tim :
Persyaratan Jabatan :
Pendidikan dan Pengalaman :
1. S1 Keparawatan/ DIV Keperawatan :
Dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 1 tahun
2. D3 Keperawatan :
Dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 3 tahun
3. Memiliki kemampuan kepemimpinan
4. Memiliki sertifikat BLS/PPGD/Resusitasi Anak
5. Memiliki SIP dan SIK
6. Berwibawa dan bertanggung jawab
7. Sehat jasmani dan rohani

D. Kelemahan dan Kelebihan Metode Tim


Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda- beda
dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien.
Perawat ruangan dibagi menjadi 2 – 3 tim/ group yang terdiri dari tenaga
professional, tehnikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling
membantu. Dalam penerapannya ada kelebihan dan kelemahannya yaitu
(Nursalam, 2002):
1. Kelebihan metode tim yaitu:
a. Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh.
b. Mendukung pelaksanakaan proses keperawatan.
c. Memungkinkan komunikasi antar tim sehingga konflik mudah diatasi
dan memberi kepuasan kepada anggota tim.
2. Kelemahan metode tim yaitu :
Komunikasi antar anggota tim terbentuk terutama dalam bentuk
konferensi tim, yang biasanya membutuhkan waktu dimana sulit untuk
melaksanakan pada waktu-waktu sibuk.
E. Tanggung Jawab
1. Tanggung Jawab Ketua Tim
a. Membuat perencanaan.
b. Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi.
c. Mengenal/ mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat
kebutuhan pasien.
d. Mengembangkan kemampuan anggota.
e. Menyelenggarakan konferensi.
BAB III
RENCANA IMPLEMENTASI

A. Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Tim


Pelaksanan tugas Kepala Tim di Ruang Kanthil RSUD Banyumas meliputi:
1. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan darurat
secara tepat dan benar sesuai dengan kebutuhannya, serta prosedur tetap
yang berlaku. Segera melaporkan tindakan yang telah dilakukan kepada
dokter penanggung jawab pasien (DPJP) / Dokter konsulen.
2. Mendokumentasikan dengan lengkap asuhan keperawatan yang diberikan
pada pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
3. Memberi pengarahan dan motivasi kepada anggota tim untuk
melaksanakan asuhan keperawatan sesuai ketentuan/ standar yang berlaku.
4. Mengatur, mengontrol dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan
yang dibutuhkan pasienya agar selalu dalam keadaan siap pake pada jam
dinasnya.
5. Melaksanakan program orientasi kepada pasien baru dan keluarganya
meliputi penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib dan fasilitas
yang ada.
6. Mendampingi dokter selama kunjungan keliling (visite dokter) dan
mencatat rencana medik dari dokter.
7. Menyiapkan perlengkapan untuk pasien yang akan keluar atau pulang
seperti obat – obatan, hasil pemeriksaan dan surat – surat yang diperlukan
(surat istirahat, resume keperawatan, surat keterangan kematian) dan
meretur obat sisa bila ada.
8. Mengontrol dan memeriksa ketepatan pemberian asuhan keperawatan dan
pemberian obat/ atau pemeriksaan penunjang pada pasien yang menjadi
tanggung jawabnya sesuai rencana medik dari dokter.
9. Mengisi daftar permintaan makanan, berdasarkan macam dan jenis
makanan pasien kemudian memeriksa ulang pada saat penyajiannya sesuai
dengan diitnya pada sift sore malam dan hari libur.
10. Melaksanakan serah terima tugas pada penanggung jawab (PJ) sift
berikutnya secara lisan maupun tertulis pada saat penggantian dinas.
11. Berkoordinasi dengan kepala ruang atau PJ sift atau dokter spesialis terkait
untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pasien atau
keluarga.
12. Melakukan tugas – tugas lain yang diberikan oleh kepala ruang apabila
diperlukan.
13. Melaporkan secara lisan dan tulisan kepada kepala ruang apabila terdapat
hal – hal yang harus segera dilaporkan.
14. Menjaga kerahasiaan pasien.
LAPORAN PELAKSANAAN KETUA TIM

Nama : Aliftina Retno Wulandari, S. Kep


Nim : 1711040067
Kelompok :3
Hari/ tanggal : Senin, 26 Maret 2018
Jabatan : Ketua Tim
Ruangan : Ruang Kanthil RSUD Banyumas

Kelompok kami yang berjumlah 7 orang dibagi dalam 3 Shift, 4 orang


pagi (1 KaRu, 1 KaTim, dan 2 PP), 3 orang jaga sore, dan untuk jaga malam
kosong, mengelola sebanyak 6 pasien. Dalam melakukan tugas peran sebagai
Ketua Tim dengan anggota yang berjaga di pagi hari:
1. Bayu Purnomo Aji, S. Kep
2. Akbar Dhika T. W., S. Kep
Pukul 07.15 – 07.30 WIB mengikuti apel di halaman depan RSUD
Banyumas, pukul 07.40 WIB mengikuti serah terima operan jaga dari dinas
malam kepada dinas pagi, dan keliling kamar pasien untuk memperkenalkan
operan jaga dinas dari dinas malam kepada dinas pagi. Pukul 08.15 WIB
melakukan pre conference, menyampaikan tujuan dari pre conference dan
menyampaikan rencana asuhan keperawatan/ program – program untuk pasien,
membagi tugas kepada anggota tim (PP/ perawat pelaksana). Pada pukul 09.30
WIB mengikuti visit dokter, mencatat program terapi obat atau terapi latihan
tambahan. Pukul 11.20 WIB membuat laporan dengan hasil visit dokter. Pukul
13.20 WIB melakukan post conference, menyampaikan tujuan post conference,
menerima dan mencatat laporan hasil implementasi dari anggota Tim/ PP,
mencatat masukan dan tambahan dari perawat (KaTim) ruangan, memberikan
apresiasi kepada anggota tim atas penyelesaian tugas dan laporan tugas. Pukul
13.40 WIB melengkapi buku laporan jaga, Pukul 14.10 WIB memimpin operan
jaga dari dinas pagi kepada dinas siang dan keliling ruangan pasien untuk
memperkenalkan operan jaga dari dinas pagi ke dinas siang/ sore.
PASIEN KELOLAAN KETUA TIM
NO. IDENTITAS PASIEN KAMAR KETERANGAN
1. Nama Pasien : An. Unas/ 1 tahun C.1 Dx. Medis : Colestatis, GDD susp CMV

2. Nama Pasien : An. El-Gaza 1 tahun C.2 Dx. Medis : Pneumonia VSD

3. Nama Pasien : An. Lukman C.3 Dx. Medis : DB


4. Nama Pasien : An. Nurin C.4 Dx. Medis : Pneumonia
5. Nama Pasien : An. Natasha C.5 Dx.Medis : KDS
6. Nama Pasien : An. Bisma/ 5 Bulan C.6 Dx.Medis : Bronkhiolitis
(dr. Har)
B. Struktur Organisasi

Kepala Ruang
Jamaludin , S.Kep

Erma Dwi K. S.Kep., Ns

Administrasi
Rustiyati

Kepala Tim
Aliftina Retno Wulandari,
S. Kep
Kusriyati, Amk
Djuwariyah, S. Kep. Ns

PP (Pagi) Perawat Pelaksana


Perawat Pelaksana Bayu PurnomoAji, S. Kep Lina Budiarti, AMK
Ria Kustiyati, AMK Akbar Dhika. P. W., S. Kep Septina Candra Dewi, AMK
Siti Rokhimah, Amk
Ita Ambarwati, AMK
Yuanis Kukuh, Amk
Ulfi PP (Sore) Citra
Yudi, S. Kep Zulinda Zharah Wati, S. Kep
Anggit Ninda Hikmaya Sari, S. Kep
C. Rencana Pelaksanaan Keperawatan
No Hari/Tanggal/Jam Kegiatan Keterangan
Selasa, 31 Maret 2018 Mengikuti jalannya operan jaga Malam Ke Pagi Di ikuti oleh semua perawat
07.35 – 08.10 WIB dan mahasiswa praktekan

08.15 – 08.30 WIB Keliling ke pasien untuk cek kondisi pasien dan menginformasikan Di ikuti oleh semua perawat
pertukaran jam tugas antara perawat jaga Malam dan Pagi. dan mahasiswa praktekan
08.35 – 08.50 WIB Memimpin pre conference Di ikuti oleh semua perawat
- Membuat perencanaan program tindakan. dan mahasiswa praktekan
- Pembagian beban kerja
09.10 WIB Melaksanan tindakan asuhan keperawatan yang sudah direncanakan. Dilakukan oleh semua
perawat ruangan dan
mahasiswa praktekan
13.20 – 13.35 WIB Memimpin post conference Di ikuti oleh semua perawat
dan mahasiswa praktekan
13.40 – 13.55 WIB Mengevaluasi tindakan keperawatan yang sudah dilakukan Di bantu oleh KaTim
- Mendokumentasikan tindakan dan perkembangan pasien Ruangan
14.05 – 14.40 WIB Memimpin jalannya operan jaga Pagi dengan jaga Sre Di ikuti oleh semua perawat
dan mahasiswa praktekan
D. Intervensi
1. Nama Pasien : An. Unas
Dx. Medis : Pneumonia
Kamar/Bed : C.1
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Kriterian Hasil Intervensi
(NOC) (NIC)
1. Bersihan jalan nafas tidak Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan NIC
efektif selama 3 x 24 jam diharapkan Bersihan jalan nafas Manajemen airway
efektif  Berikan O2
 Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Analisa Data: NOC  Lakukan fisioterapi dada jika perlu
DS : Ibu ps mengatakan Respiratory status : Airway patency  Auskultasi suara nafas, catat adanya suara
batuk grok-grok sudah tambahan
berkurang Kriteria Hasil:
 Berikan bronkodilator bila perlu
Indikator Awal Target
 Berikan antibiotik
DO : KU : baik  Frekuensi pernafasan dalam 3 4
rentang normal - Ampicilin 4 x 350 mg
N : 110 x/menit - Gentamicin 2 x 40 mg
R : 43 x/menit  Saturasi O2 dalam batas 3 4
normal  Atur intake untuk cairan mengoptimalkan
S jam 09.30: 367 °C
 Tidak ada suara nafas 3 4 keseimbangan.
Terpasang O2 1 lpm
abnormal  Monitor respirasi dan status O2

Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan
2. Nama Pasien : An. Yanuar/ 2 Bulan (Dr. Har)
Dx. Medis : Pneumonia
Kamar/Bed : C. 2
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Kriterian Hasil Intervensi
(NOC) (NIC)
1. Bersihan jalan nafas tidak Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan NIC
efektif selama 3 x 24 jam diharapkan Bersihan jalan nafas Manajemen airway
efektif  Berikan O2
 Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Analisa Data: NOC  Lakukan fisioterapi dada jika perlu
DS : Ibu ps mengatakan Respiratory status : Airway patency  Auskultasi suara nafas, catat adanya suara
batuk grok-grok sudah tambahan
berkurang Kriteria Hasil:
 Berikan bronkodilator bila perlu
Indikator Awal Target
 Berikan antibiotik
DO : KU : baik  Frekuensi pernafasan 3 4
- Ceftriaxone 1 x 350 mg
N : 132 x/menit dalam rentang normal - PCT (KD/ kalau demam)
R : 45 x/menit  Saturasi O2 dalam batas 3 4
 Atur intake untuk cairan mengoptimalkan
S jam 09.30: 367 °C normal keseimbangan.
Terpasang O2 1 lpm  Tidak ada suara nafas 3 4  Monitor respirasi dan status O2
abnormal
Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan
3. Nama pasien : An. Aura Kanza/ 1 Tahun (Dr. Desi)
DX medis : Epilepsi
Kamar/Bed : C. 3
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Kriterian Hasil(NOC) Intervensi(NIC)
3. Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan asuhan NIC
keperawatan selama Activity Therapy
Analisa Data: 3 x 24 jam diharapkan intoleransi aktiitas 1) Kolaborasikan dengan tenaga rehabilitasi
DS: teratasi medik dalam merencanakan program terapi
Ibu klien mengatakan anak A yang tepat
terlihat lemas, klien mudah lelah NOC 2) Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
saat melakukan aktivitas  Energy conservation yang mampu dilakukan
 Activity tolerance 3) Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yang
DO: Kriteria Hasil: sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan
An A lebih sering terlihat tiduran Indikator Awal target social
 Tanda-tanda vital normal
- 4 5 4) Bantu untuk mengidentifikasi dan
mendapatkan sumber yang diperlukan untuk
 Mampu mobilisasi: dari 3 4
aktivitas yang diinginkan
tidur ke duduk, berjalan
5) Bantu untuk mengidentifikasi aktivitas yang
disukai
Keterangan:
6) Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi
1 = Gangguan ekstrem
kekurangan dalam beraktivitas
2 = Gangguan berat 7) Sediakan penguatan positif bagi yang aktif
3 = Gangguan sedang beraktivitas
4 = Gangguan ringan 8) Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi
5 = Tidak ada gangguan diri dan penguatan
9) Berikan terapi obat:
- Diazepam 3 x 2,4 mg
- Asam Valproat 2 x 1,25 cc
- Ampicilin 4 x 200 mg
4. Nama pasien : An. Gibran Arji/ 9 Bulan (Dr. Har)
DX medis : ME (Meningo Enchepalitis)
Kamar/Bed : C. 5
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Kriterian Hasil(NOC) Intervensi(NIC)
4. Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan asuhan NIC
keperawatan selama Activity Therapy
Analisa Data: 3 x 24 jam diharapkan intoleransi aktiitas 1. Kolaborasikan dengan tenaga rehabilitasi
DS: teratasi medik dalam merencanakan program terapi
Ibu klien mengatakan anak A yang tepat
terlihat lemas, klien mudah lelah NOC 2. Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
saat melakukan aktivitas  Energy conservation yang mampu dilakukan
 Activity tolerance 3. Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yang
DO: Kriteria Hasil: sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi
An A lebih sering terlihat tiduran Indikator Awal target dan social
 Tanda-tanda vital normal
- 4 5 4. Bantu untuk mengidentifikasi dan
mendapatkan sumber yang diperlukan untuk
 Mampu mobilisasi: mika/ 3 4
aktivitas yang diinginkan
miki
5. Bantu untuk mengidentifikasi aktivitas yang
disukai
Keterangan:
6. Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi
1 = Gangguan ekstrem
kekurangan dalam beraktivitas
2 = Gangguan berat 7. Sediakan penguatan positif bagi yang aktif
3 = Gangguan sedang beraktivitas
4 = Gangguan ringan 8. Bantu pasien untuk mengembangkan
5 = Tidak ada gangguan motivasi diri dan penguatan
9. Berikan terapi obat:
- Ceftriaxone 2 x 400 mg
- Dexa 3 x 5 mg
- Sibital 2 x 20 cc
5. Nama Pasien : An. Bisma/ 9 Bulan (Dr. Har)
Dx. Medis : Bronkhiolitis
Kamar/Bed : C.6
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Kriterian Hasil Intervensi
(NOC) (NIC)
1. Bersihan jalan nafas tidak Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan NIC
efektif selama 3 x 24 jam diharapkan Bersihan jalan nafas Manajemen airway
efektif  Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
 Lakukan fisioterapi dada jika perlu
Analisa Data: NOC  Auskultasi suara nafas, catat adanya suara
DS : Ibu ps mengatakan Respiratory status : Airway patency tambahan
batuk, masih grok-  Berikan bronkodilator per 12 jam (ventolin)
grok Kriteria Hasil:
 Berikan antibiotik
Indikator Awal Target
- Salbutamol 3 x 0,3 mg (½ sendok)
DO : KU : baik  Frekuensi pernafasan dalam 3 4
rentang normal  Atur intake untuk cairan mengoptimalkan
N : 110 x/menit keseimbangan.
R : 40 x/menit  Saturasi O2 dalam batas 3 4
normal  Monitor respirasi dan status O2
S jam 10.00: 364 °C
 Tidak ada suara nafas 3 4
abnormal
Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
1. Nama Pasien : An. M. Fatih/ 13 Bulan
Dx. Medis : Pneumonia Dx. Keperawata : Bersihan jalan nafas tidak efektif
Kamar/Bed : C. 1
No Hari/Tanggal/Jam Implementasi Catatan Perkembangan Paraf
1. Sabtu, 31 Maret 2018 S : Ibu ps mengatakan batuk dan grok-grok berkurang Upy
07.35 WIB 1. Melakukan timbang terima O:
08.40 WIB 2. Melakukan pre conference - KU : baik
09.00 WIB 3. Monitor respirasi, nadi (TTV) - Kesadaran: CM
09.15 WIB 4. Menganjurkan untuk netek tidak - Netek mau
dengan tiduran - N : 115 x/menit
11.00 WIB 5. Auskultasi suara nafas, catat adanya - R : 41 x/menit, SPO2 : 99 %
suara nafas tambahan - S : 363 °C
11.15 WIB 6. Kolaborasi tim medis untuk - Inj. ampicilin 350 mg (jam 12.00 WIB)
pemberian terapi oksigenasi A : Masalah jalan nafas nafas belum teratasi, dengan
12.00 WIB 7. Memberikan terapi obat indikator sebagai berikut:
13.20 WIB 8. Melakukan post conference Indikator A T S
13.40 WIB 9. Membuat dokumentasi asuhan  Frekuensi pernafasan dalam 3 4 3
keperawatan rentang normal
14.05 WIB 10. Melakukan operan jaga
 Saturasi O2 dalam batas 3 4 4
normal
 Tidak ada suara nafas 3 4 3
abnormal
Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan
P : Lanjutkan intervensi
1. Monitor respirasi, nadi
2. Berikan posisi semi fowler untuk memaksimalkan
ventilasi
3. Kolaborasi tim medis untuk fisiotetapi dada
4. Kolaborasi untuk pemberian terapi obat
- Inj. ampicilin 4 x 350 mg (jam 06, 12, 18, 24)
- Inj. Gentamicin 2 x 40 mg (jam 06,18)

2. Nama Pasien : An. Yanuar/ 2 Bulan


Dx. Medis : Pneumonia Dx. Keperawatan : Bersihan jalan nafas tidak efektif
Kamar/Bed : C. 2
No Hari/Tanggal/Jam Implementasi Catatan Perkembangan Paraf
1. Sabtu, 31 Maret 2018 S : Ibu ps mengatakan batuk dan grok-grok berkurang Upy
07.35 WIB 1. Melakukan timbang terima O:
08.40 WIB 2. Melakukan pre conference - KU : baik
09.00 WIB 3. Monitor respirasi, nadi (TTV) - Kesadaran: CM
09.15 WIB 4. Menganjurkan untuk netek tidak - Netek mau
dengan tiduran - N : 115 x/menit
11.00 WIB 5. Auskultasi suara nafas, catat adanya - R : 41 x/menit, SPO2 : 97 %
suara nafas tambahan - S : 363 °C
11.15 WIB 6. Kolaborasi tim medis untuk - Inj. ceftriaxone 350 mg (jam 12.00 WIB)
pemberian terapi oksigenasi A : Masalah jalan nafas nafas belum teratasi, dengan
12.00 WIB 7. Memberikan terapi obat indikator sebagai berikut:
13.20 WIB 8. Melakukan post conference Indikator A T S
13.40 WIB 9. Membuat dokumentasi asuhan  Frekuensi pernafasan dalam 3 4 3
keperawatan rentang normal
14.05 WIB 10. Melakukan operan jaga  Saturasi O2 dalam batas 3 4 4
normal
 Tidak ada suara nafas 3 4 3
abnormal
Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan

P : Lanjutkan intervensi
1. Monitor respirasi, nadi
2. Berikan posisi semi fowler untuk memaksimalkan
ventilasi
3. Kolaborasi tim medis untuk fisiotetapi dada
4. Kolaborasi untuk pemberian terapi obat
- Inj. Ceftriaxone 1 x 350 mg (jam 12)
- PCT/ kd
- Nebulizer/ kp

3. Nama pasien : An. Aura Kanza/ 1 Tahun


DX medis : Epilepsi Dx. Keperawatan : Intoleransi aktivitas
Kamar/Bed : C. 3
No Hari/Tanggal/Jam Implementasi Catatan Perkembangan Paraf
1. Sabtu, 31 Maret 2018 S : Ibu pasien mengatakan anak A sudah tidak demam, Upy
07.35 WIB 1. Melakukan timbang terima kadang masih lemas
08.40 WIB 2. Melakukan pre conference O:
09.00 WIB 3. Mengobservasi KU dan kesadaran - SB: 368 °C
pasien, TTV - Nadi 128 x/ menit
11.00 WIB 4. Menyiapkan terapi injeksi - Injeksi Ampicilin 200 mg (jam 12)
11.15 WIB 5. Mengevaluasi kondisi pasien
12.00 WIB 6. Memberikan terapi injeksi A : Masalah Intoleransi aktivitas teratasi sebagian dengan
(ampicilin 200 mg) indikator sebagai berikut:
12.50 WIB 7. Mengevaluasi konsidi pasien,
13.20 WIB 8. Melakukan post conference Indikator A T S
13.40 WIB 9. Membuat dokumentasi asuhan  Tanda-tanda vital normal 4 5 5
keperawatan
 Mampu mobilisasi: dari 3 4 3
14.05 WIB 10. Melakukan operan jaga
tidur ke duduk, berjalan
Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan

P : Lanjutkan intervensi
 Monitor Vital sign
 Adm medikasi:
- Diazepam 3 x 25 mg (06, 14, 21)
- Asam Valproat 2 x 1.25 cc (06, 18)
- Ampicilin 4 x 200 mg (06, 12, 18, 24)

4. Nama pasien : An. Gibran Arji/ 9 Bulan


DX medis : ME (Meningo Enchepalitis) Dx. Keperawatan : Intoleransi aktivitas
Kamar/Bed : C. 5
No Hari/Tanggal/Jam Implementasi Catatan Perkembangan Paraf
1. Sabtu, 31 Maret 2018 S : Keluarga mengatakn saat ini an. G tidak demam Upy
07.35 WIB 1. Melakukan timbang terima O:
08.40 WIB 2. Melakukan pre conference  SB: 366 °C
08.55 WIB 3. Mengobservasi KU dan kesadaran  Nadi: 118 x/ menit
pasien  Obat masuk Manitol per syringe pump (Jam 12)
09.00 WIB 4. Memberikan sonde ASI + PASI 100 Obt sibital 20 cc
cc  Sonde ASI + PASI
11.00 WIB 5. Mengevaluasi kondisi pasien Jam 09.00 = 80 cc ASI + 20 cc PASI
11.15 WIB 6. Menyiapkan terapi obat
12.00 WIB 7. Memberikan sonde ASI + PASI 100 Jam 12.00 = 98 cc ASI
cc A : Masalah Intoleransi Aktivitas belum teratasi dengan
8. Memberika terapi obat indikator sebagai berikut:
12.50 WIB 9. Memberikan sonde ASI + PASI 100 Indikator A T S
cc  Tanda-tanda vital normal 4 5 5
10. Mengevaluasi kondisi pasien
 Mampu mobilisasi: mika/ 3 4 3
13.20 WIB 11. Melakukan post conference
miki
13.40 WIB 12. Membuat dokumentasi asuhan
Keterangan:
keperawatan
1 = Gangguan ekstrem
14.05 WIB 13. Melakukan operan jaga
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan

P : Lanjutkan intervensi
 Monitor vital sign dan KU
 Adm medikasi:
- Dexa 3 x 5 mg (06, 14, 21)
- Manitol (syringe pump) per 12 jam (06,12)
- Sibital 2 x 20 cc (06, 12)
 Sonde per 3 jam 100 cc ASI + PASI

5. Nama pasien : An. Bisma/ 9 Bulan


DX medis : Bronkhiolitis Dx. Keperawatan : Bersihan jalan nafas tidak efektif
Kamar/Bed : C. 6
No Hari/Tanggal/Jam Implementasi Catatan Perkembangan Paraf
1. Sabtu, 31 Maret 2018 S : Ibu ps mengatakan batuk dan grok-grok berkurang Upy
07.35 WIB 1. Melakukan timbang terima O:
08.40 WIB 2. Melakukan pre conference - KU : baik
09.00 WIB 3. Monitor respirasi, nadi (TTV), - Kesadaran: CM
SPO2 - Netek mau
4. Menganjurkan untuk netek tidak - N : 115 x/menit
dengan tiduran - R : 38 x/menit, SPO2 : 98 %
5. Auskultasi suara nafas, catat - S : 366 °C
11.00 WIB adanya suara nafas tambahan - Salbutamol 0,3 mg atau ½ sendok (jam 12.00
6. Kolaborasi tim medis untuk WIB)
11.15 WIB pemberian terapi oksigenasi A : Masalah jalan nafas nafas belum teratasi, dengan
13.15 WIB 7. Mengevaluasi konsidi pasien, indikator sebagai berikut:
13.20 WIB 8. Melakukan post conference Indikator A T S
13.40 WIB 9. Membuat dokumentasi asuhan  Frekuensi pernafasan dalam 3 4 3
keperawatan rentang normal
14.05 WIB 10. Melakukan operan jaga
 Saturasi O2 dalam batas 3 4 4
normal
 Tidak ada suara nafas 3 4 3
abnormal
Keterangan:
1 = Gangguan ekstrem
2 = Gangguan berat
3 = Gangguan sedang
4 = Gangguan ringan
5 = Tidak ada gangguan

P : Lanjutkan intervensi
1. Monitor respirasi, nadi, SPO2
2. Berikan posisi semi fowler untuk memaksimalkan
ventilasi
3. Kolaborasi tim medis untuk fisiotetapi dada
4. Kolaborasi untuk pemberian terapi obat
- Salbutamol 3 x 0,3 mg atau ½ sendok (jam 06,
14, 21)
- PCT/ kd
- Nebulizer (ventolin)/ 12 jam (Jam 06, 18)
DAFTAR PUSTAKA

Gillies. (1989). Managemen keperawatan suatu pendekatan sistem. Jakarta: EGC.

Kron, Thora., & Gray, Anne. (1987). The Management of Patient Care: Putting
Leadeship Skills Work. Sixth Edition: W.b. Saunders Company.

Nurarif, A. H., & Kusuma.H. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan


Diagnosa Medis Nanda NIC-NOC. Jilid 1. Yogyakarta: Mediaction
Publishing.

---------(2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis


Nanda NIC-NOC. Jilid 2. Yogyakarta: Mediaction Publishing.

Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Profesional. Jakarta: Salemba Medika.