Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN

PERSONAL HYGIENE

A. Konsep Kebutuhan Personal Hygiene


1. Definisi personal hygiene
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya
perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu
tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejahteraan fisik dan psikis (Tarwoto, 2016).

B. Mekanisme Fisiologi Sesuai Kebutuhan Dalam Bentuk Skematik


Pathway
ETIOLOGI

Gangguan Kognitif

Penurunan Motivasi

Kendala lingkungan (ketidaksediaan sarana dan prasarana)

Kelemahan

Karena sakit, sehingga tidak mampu melakukan sendiri

Kurangnya pengetahuan dan informasi

Keterbatasan biaya

Lingkungan yang tidak mendukung


Tidak adanya fasilitas yang memadai

PATOFISIOLOGI

Pengaturan kegiatan sehari-hari seseorang


meningkatkan kualitas seseorang sehingga permasalahan-permasalahan
yang tadinya terjadi dapat terangsur-angsur berkurang

TANDA DAN GEJALA

Fisik

Badan bau Rambut dan kulit kotor kuku panjang dan kotor gigi kotor
dan mulut bau

Psikologi

Malas, tidak ada inisiatif menarik diri merasa


rendah diri

Sosial

Interaksi kurang, cara makan berantakan dan BAB sembarangan

DEFICIT KEPERAWATAN DIRI


C. Asuhan Keperawatan Klien Kebutuhan Personal Hygiene
1. Riwayat keperawatan
a. Pola kebersihan tubuh.
b. Perlengkapan personal hygiene.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene.

D. Diagnosa Keperawatan yang Sering Muncul


Diagnosa 1: Defisit Perawatan Diri : Makan
a. Definisi
Hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas makan.

b. Batasan karakteristik
1) Ketidakmampuan mengambil makanan dan memasukan kemulut
2) Ketidakmampuan mengunyah makanan
3) Ketidakmampuan menghabiskan makanan
4) Ketidakmampuan menelan makanan
5) Memegang alat makan.
c. Faktor yang berhubungan
Kemungkinan berhubungan dengan:
1) Gangguan kognitif
2) Penurunan motivasi
3) Kendala lingkungan
4) Ketidaknyamanan.

Diagnosa 2: Defisit Perawatan Diri : Mandi


a. Definisi
Hambatan kemampuan untuk atau memenuhi aktivitas mandi/hygiene
b. Batasan karakteristik
1) Ketidakmampuan untuk mengakses ke kamar mandi
2) Ketidakmampuan mengambil perlengkapan mandi
3) Ketidakmampuan mengeringkan tubuh
4) Ketidakmampuan menjangkau sumber air.
c. Faktor yang berhubungan
1) Gangguan kognitif
2) Penurunan motivasi
3) Kendala lingkungan
4) Nyeri.

E. Perencanaan
Diagnosa 1: Defisit Perawatan Diri : Makan
a. Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria): berdasarkan NOC
1) Menerima suapan dari pemberi asuhan
2) Mampu makan secara mandiri (atau sebutkan tingkatannya)
3) Mengungkapkan Kepuasan makan dan terhadapan kemampuan untuk
makan sendiri
4) Menunjukkan asupan makanan dan cairan yang adekuat
5) Menggunakan alat bantu adaptif untuk makan.
6) Membuka wadah makanan dan menyiapkan makanan.
b. Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC
1) Makan : Memberi asupan nutrisi untuk pasien yang tidak mampu makan
sendiri
2) Manajemen Nutrisi : Membantu atau menyediakan asupan makanan dan
minuman diet seimbang
3) Konseling Nutrisi : Penggunaan proses bntuan interaktif yang berfokus
pada kebutuhan modifikasi diet
4) Pemantauan Nutrisi : Pengumpulan dan analisis data pasien untuk
mencegah atau meminimalkan masalah gizi
5) Perujukan : Pengaturan layanan oleh institusi atau penyedia layanan
kesehatan lain
6) Bantuan Perawatan Diri : Membantu individu untuk makan
7) Terapi Menelan : Memfasilitasi menelan dan mencegah komplikasi
gengguan menelan.

Diagnosa 2: Defisit Perawatan Diri : Mandi


a. Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria): berdasarkan NOC
1) Menerima bantuan atau perawatan total dari pemberi asuhan, jika
diperlukan
2) Mengungkapkan secara verbal kepuasan tentang kebersihan tubuh dan
hygiene oral
3) Mengungkapkan mobilitas yang diperlukan untuk ke kamar mandi dan
menyediakan perlengkapan mandi
4) Mampu menghidupkan dan mengatur pancaran dan suhu air
5) Membersihkan dan mengeringkan tubuh
6) Melakukan perawatan mulut
7) Menggunakan deodoran.
b. Intervensi keperawatan dan rasional: Berdasarkan NIC
1) Mandi : Membersihkan tubuh yang berguna untuk relaksasi, kebersiham,
dan penyembuhan
2) Pemeliharaan Kesehatan Mulut : Pemeliharaan dan promosi hygiene oral
dan kesehatan gigi utuk pasien yang berisiko mengalami lesi mulut atau
gigi
3) Bantuan perawatan Diri,Mandi/Hygiene : Membantu pasien untuk
memenuhi hygiene pribadi.

DAFTAR RUJUKAN
Alimul, A Azis. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba
Medika.

Amin, Handhi. 2013. Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan


NANDA. Jakarta : MediAction

Dwi Widiarti. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : Buku Kedokteran
EGC.

Perry & Potter. 2005. Fundamental keperawatan edisi 4, volume 1. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.

Tarwoto,Wartona. 2006. Kebutuhan Dasar Manusiadan Proses Keperawatan Edisi 3.


Jakarta : Salemba Medika.

Musrifatul Uliyah. 2012. Buku Ajar Kebutuhan Manusia edisi 1. Surabaya : Health-
Books Publishing.