Anda di halaman 1dari 22

FORMAT PENGKAJIAN

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA

Nama Mahasiswa : Mawadah Setya Rahmawati


NIM : 16/408400/KU/19446
Waktu Praktek : 5 Maret – 5 Mei 2018
Ruangan : Instalasi Bedah Sentral RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten
Pembimbing : Pak Agung S.Kep., Ns

ASUHAN KEPERAWATAN
A. Identitas
Nama : Ny. Y
Umur : 49 tahun 9 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Jetis, Jatinom, Klaten
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Dx Medis : Kista ovari dextra
Tanggal MRS : 04 April 2018
Tanggal Operasi : 05 April 2018
No. RM : 18-08-xx
Tanggal Pengkajian : 05 April 2018
Jam Pengkajian : 10.00
Sumber informasi : Pasien, dan rekam medis

B. Pengkajian
Riwayat Kesehatan
Dx Medis : Kista ovarium dextra
Jenis Operasi : Kistektomi
Keluhan Utama : Nyeri pada perut sebelah kanan
Riwayat penyakit sekarang : ±1 bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluhkan
menstruasi tidak teratur dan keputihan keluar banyak. 3 hari sebelum masuk rumah
sakit, pasien mengeluhkan perut mules, nyeri, ketika duduk anus terasa sakit.
Riwayat penyakit dahulu: Hipertensi (-), DM (-), asma (-), jantung (-)

Pengkajian Keperawatan
1. Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan:
Ny.Y belum pernah menjalani operasi sebelumnya. Ny.Y dan keluarga sudah cukup
mengetahui tentang sakit yang sedang diderita dan sudah sedikit mengetahui cara
memelihara kesehatannya setelah dijelaskan oleh dokter beberapa waktu yang lalu.
Pasien tidak pernah menjalani pengobatan alternatif atas penyakitnya tersebut. Pasien
sudah mendapat penjelasan dari dokter bahwa salah satu cara untuk mengobati
sakinya adalah dengan operasi. Pasien siap untuk menjalani operasi.
2. Nutrisi/ metabolik:
Intake Makanan
Antropometri : BB: 72,5 kg, TB: 165 IMT: 26,6 kg/m2
Biokimia : Hemoglobin 9,4 g/dL, GDS 100,46 mg/dL, albumin 4,5 g/dL
Clinical sign : Pasien tampak agak gemuk, kulit dan membran mukosa lembab,
rongga mulut dan gigi bersih, sklera tidak ikterik, dan konjungtiva anemis.
Diet : Nafsu makan Ny.Y berkurang selama di rawat di rumah sakit. Klien makan 3x
sehari sebanyak setengah porsi. Pola kebiasaan makan di rumah sebanyak 3 kali
dalam satu hari. Pasien mulai puasa pukul 24.00
Intake Minuman
Klien biasa minum air putih 5-6 gelas perhari. Saat dirawat di RS pasien tidak
mengalami perubahan dalam hal minum
3. Pola eliminasi :
Buang Air Besar: Ny.Y mengaku BAB 1 hari sekali jumlahnya cukup, konsistensi
lembek, warna kuning kecoklatan, dan tidak ada perubahan khusus.
Buang Air Kecil: Sebelum masuk RS, pasien biasanya BAK 5-6 kali sehari. Setelah
masuk RS, pasien tidak mengalami perubahan dalam pola BAK. Pasien tidak ada
keluhan nyeri atau panas saat BAK. Warna urin biasanya kuning jernih bau urin khas,
tidak ada darah. Pasien bisa mengontrol BAK.
4. Pola aktivitas dan latihan:
Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan dan minum √
Mandi √
Toileting √
Berpakaian √
Mobilitas di tempat tidur √
Berpindah √
Ambulasi/ROM √
Keterangan: 0: mandiri, 1: alat bantu, 2; dibantu orang lain, 3: dibanu orang lain dan
alat, 4: tergantung total
Oksgenasi:
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan sistem
pernapasan dan tidak memiliki riwayat merokok. Saat ini pasien tidak ada keluhan
batuk dan sesak nafas. Frekuensi napas 20 x/menit, pola napas reguler.
5. Pola tidur dan istirahat
Ny.Y mengatakan bahwa tidak ada perubahan pada pola/ kebiasaan tidur dan istirahat
antara sebelum dan saat di rumah sakit. Kebiasaan tidur siang ±1 jam dan tidur malam
±7-8 jam. Ny.Y tidak mengkonsumsi obat tidur.
6. Pola Perceptual
Penglihatan : pasien mengatakan tidak ada keluhan kabur. Pasien tidak menggunakan
alat bantu kaca mata.
Pendengaran : pasien mengatakan tidak ada masalah pendengaran. Pasien tidak
menggunakan alat bantu dengar.
Pengecap : pasien dapat merasakan rasa manis, pahit, asam, asin dan rasa umami.
Sensasi : pasien dapat merasakan rangsangan sentuhan dan peka terhadap sensasi
panas, dingin, tajam, tumpul, dan nyeri.
Pembau : pasien mengaku dapat mencium bau dengan baik
7. Pola persepsi diri
Pasien telah memasrahkan semua kepada Allah dan pasien berharap bisa segera
sembuh
8. Pola seksualitas dan reproduksi
Pasien sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Pasien menstruasi pertama saat
kelas 1 SMP dengan siklus 28 hari dan tidak ada keluhan nyeri saat menstruasi. Saat
ini mengalami menstruasi yang tidak teratur dan keputihan keluar banyak.
9. Pola peran-hubungan
Pasien mampu berkomunikasi/berinteraksi dengan baik dan tidak memiliki masalah
dengan orang lain.
10. Pola managemen koping-stres
Ny.Y menerima kondisi penyakitnya saat ini. Keluarganya adalah orang-orang yang
paling semangat dalam mencarikan pengobatan bagi Ny.Y maka dari itu setiap
banyak pikiran Ny.Y mengaku sering cerita kepada suami dan juga dengan anaknya.
11. Sistem nilai dan keyakinan
Pasien beragama islam, rutin menjalankan sholat 5 waktu. Pasien juga mengatakan
bahwa dirinya sering mengikuti pengajian di dekat tempat tinggalnya. Pasien
mengatakan tidak ada budaya atau ritual agama khusus yang dilakukan untuk
memelihara atau meningkatkan derajat kesehatan pasien.

C. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan dan perkembangan pasien sesuai dengan usianya.

D. Pemeriksaan Fisik
1. Keluhan yang dirasakan saat ini: Pasien mengatakan mengalami nyeri pada perut
sebelah kanan, skala 3, hilang timbul, rasanya seperti ditusuk.
Kesadaran: Compos Mentis (GCS= E4V5M6)
Keadaan umum: Sedang
Tekanan Darah : 144/70 mmHg
Pernapasan : 20 x/menit
Nadi : 134 x/menit
Suhu : 36,5 OC
BB/ TB : 72,5 kg/165 cm
IMT : 26,6kg/m2
2. Kulit: warna sawo matang, akral hangat, tidak ada luka, terpasang infus di tangan kiri,
warna homogen
3. Kepala: bentuk mesochepal dan wajah simetris dengan panjang rambut bawah bahu
yang telah sedikit beruban, terdapat jejas/ luka.
4. Mata: Mata kanan dan kiri simetris, dapat melihat dan membedakan warna-warna
benda, pupil isokor dan reflek terhadap cahaya, sklera berwarna tidak ikterik,
konjungtiva anemis, tidak ada oedem palpebra, ada reflek berkedip. Ny.Y tidak
memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan mata.
5. Telinga: Ny.Y mempunyai telinga kanan dan kiri simetris, keduanya bersih dan tidak
mengeluarkan cairan/serumen. Ny.Y mempunyai kemampuan mendengar dengan
baik, mampu mendengar dan merespon bisikan.
6. Hidung: Lubang kanan dan kiri simetris, tidak mengeluarkan sekret, tidak memiliki
penyakit yang berhubungan dengan hidung. Ny.Y mengaku dapat membaui semua
benda dengan baik.
7. Mulut: Ny.Y memiliki mulut yang bersih, membran mukosa bibir lembab dan
berwarna merah, lidah berwarna merah--merah muda,
8. Leher:
Warna kulit sawo matang, homogen, tidak terdapat luka/bekas luka, tidak ada
pembesaran kelenjar getah bening, tidak ada pembesaran kelenjar gondok, tidak
nampak adanya distensi vena jugularis, arteri carotid kanan dan kiri teraba, dan tidak
terdapat benjolan abnormal pada area leher
9. Thorak:
- Inspeksi : bentuk dada kanan dan kiri simetris, warna kulit sawo matang, tidak
terlihat iktus kordis, tidak terdapat luka/jejas, tidak terdapat retraksi dinding dada.
- Perkusi : sonor kanan dan kiri
- Auskultasi : suara paru kanan dan kiri vesikuler, tidak terdengar suara nafas
tambahan, suara jantung tidak terdengar bising, irama reguler.
- Palpasi : vokal fremitus teraba.
10. Abdomen:
- Inspeksi: warna kulit sawo matang, homogen, perut cembung, tidak ada pelebaran
pembuluh darah, umbilikus masuk kedalam
- Auskultasi: suara bising usus 15 x/menit.
- Perkusi: suara timpani kanan dan kiri, tidak terdapat pembesaran hepar dan limpa.
- Palpasi: pasien merasakan nyeri tekan pada area perut dan organ hati, ginjal dan
lien tidak teraba (tidak ada pembesaran).
11. Inguinal:
Warna kulit sawo matang, homogen, tidak terdapat kemerahan, luka, atau bekas
luka, tidak nampak adanya kelainan bentuk pada alat kelamin. Pasien sudah
terpasang kateter.
12. Ekstremitas:
Warna kulit sawo matang, homogen, persebaran bulu merata, tidak terdapat bekas
luka, akral hangat, kering, dan tidak pucat, tidak ada kelainan pada sendi, dan tidak
ditemukan adanya edema. Saat dilakukan pemeriksaan, pasien terpasang infus pada
tangan kirinya.
Kekuatan otot Pergerakan Edema

+5 +5 B B - -

+5 +5 B B - -

13. Neurologi:
Reflek patologis Reflek fisiologis

- - + +

- - + +
E. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium terakhir dilakukan pada tanggal 4 April 2018
NILAI
JENIS HASIL HASIL
RUJUKAN
KIMIA KLINIK
• Albumin 4,5 g/dl 3,50-5,00 Normal
• Globulin 2,8 g/dL 2,90-3,30 Rendah
• Asam Urat 3,7 mg/dL 2,4-6 Normal
• Ureum 12,8 mg/dL 15,0-40,0 Rendah
• Creatinin 0,56 mg/dL 0,60-0,90 Rendah
• BUN 6 mg/dL 7,0-18,0 Rendah
• SGOT/ AST 18,6 U/L 7,0-31,0 Normal
• Glukosa sewaktu 100,46 mg/dL 70,00-140,00 Normal
• SGPT/ ALT 17,4 U/L 7,0-31,0 Normal
ELEKTROLIT
• Natrium 140,2 mmol/L 136-145 Normal
• Kalium 4,07 mmol/L 3,50-5,10 Normal
• Chlorida 106,9 mmol/L 98,0-107,0 Normal
HEMOSTASIS
• PPT 12,9 detik 10,8-14,4 Normal
• INR 1,03 0,90-1,10 Normal
• APTT 32,8 detik 23,5-36,2 Normal
HEPATITIS
• HbsAg Non Reaktif Non Reaktif
HEMATOLOGI
• Golongan Darah ABO O
DARAH LENGKAP
• Eritrosit 4,85 10^6/µL 4,20-5,50 Normal
• Hemoglobin 9,4 g/dL 12,0-16,0 Rendah
• Hematokrit 30,7% 37,0-52,0 Rendah
• MCH 19,3 fL 27,0-31,0 Rendah
• MCV 63,2 fL 80,0-99,0 Rendah
• MCHC 30,6 g/dL 33,0-37,0 Rendah
• RDW 30,6% 10,0-15,0 Tinggi
• Leukosit 6,9 10^3/µL 4,80-10,8 Normal
• Netrofil 70,9% 50,0-70,0 Tinggi
• Limfosit 21,65% 20,0-40,0 Normal
• Monosit 6,49% 2,0-8,0 Normal
• Eosinofil 0,53% 1,0-3,0 Rendah
• Basofil 0,37% 0,0-1,0 Normal
• Trombosit 484 x 10^3/µL 150-450 Tinggi
• MPV 9,0 fL 7,2-10,4 Normal

Pemeriksaan thorax pada tanggal 4 April 2018


Hasil : Pulmo dalam batas normal, pleura dan diafragma normal, mediastinum normal, besar
cor normal
Pre Operasi
Persiapan Operasi
- Persiapan psikologis pasien: edukasi prosedur operasi
- Gelang pasien telah terpasang sejak pasien di rawat
- Konsul anastesi spinal ASA I anestesi
- Puasa ± 8 jam sejak pukul 00.00 WIB
- Injeksi antibiotik preoperasi Ceftriaxone IV 1 gram (9.45 WIB)
Persiapan saat di ruang Penerimaan
- Pasien datang di ruang persiapan pukul 09.30 terpasang infus pada ekstremitas atas
bagian kiri dan sudah terpasang kateter. Pasien membawa hasil pemeriksaan EKG 1
lembar, rontgen thorak 1 lembar, laboratorium 1 lembar.
- Mengecek identitas pasien (gelang identitas, kesesuaian jadwal operasi, dan ruangan
operasi).
- Mempersilahkan pasien pindah ke brankard OK.
- Memasang selimut dan topi operasi.
- Memasang side rails brankard.
- Mengecek persiapan pasien (puasa, konfirmasi alergi obat/tidak).
- Memastikan kelengkapan hasil pemeriksaan penunjang (EKG, rontgen thorak dan
laboratorium).
- Memastikan kelengkapan dokumen (informed consent dan form pengantar pasien).
- Menyiapkan lembar bukti tindakan dan askep.
- Menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk tindakan operasi (laporan
operasi/tindakan, Assesment pra operasi, Catatan asuhan keperawatan peri operatif,
Assesment pasca operasi).
ANALISA DATA PRE OPERATIF
NO DATA DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN
1 Kamis, 5 April 2018 Nyeri Akut Tingkat Nyeri Manajemen Nyeri
DS: berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x30 Aktiivtas:
- Pasien mengatakan agen cedera biologis menit, diharapakan: - Mengendalikan faktor lingkungan
nyeri ditandai dengan Kriteria A T - Mengajarkan guided imagery
O: ± 1 minggu - Keluhan nyeri - Nyeri yang dilaporkan 4 5 - Mendukung istirahat pasien
P: ketika bergerak - Ekspresi nyeri
Q: seperti ditusuk - Melindungi area Keterangan:
R: perut nyeri 1 : Berat
S: skala 3 2 : Cukup berat
T: hilang timbul 3 : Sedang
DO: 4 : Ringan
- Tampak memegang 5 : Tidak ada
perut sebelah kanan

2 Kamis, 5 April 2018 Ansietas berhubungan Tingkat Kecemasan Persiapan Pembedahan


DS: dengan stresor ditandai Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x30 Aktivitas:
- Pasien mengatakan dengan menit, diharapakan: - Melengkapi ceklist preoperasi
cemas karena ini - Wajah tegang Kriteria A T - Periksa lembar persetujuan tindakan
operasi pertama - Peningkatan tekanan - Wajah tegang 4 5 yang telah ditandatangani
kalinya darah - Peningkatan tekanan darah 5 5 - Periksa hasil laboratorium dan hasil
DO: - Peningkatan nadi - Peningkatan nadi 5 5 tes diagnostik
- Pasien tampak gelisah - Periksa gelang identitas, tanda alergi
- Tekanan darah 144/70 Keterangan:
mmHg 1 : Berat Pengurangan Kecemasan
- Frekuensi napas 20 2 : Cukup berat Aktivitas:
x/menit 3 : Sedang - Menggunakan pendekatan yang
4 : Ringan
- Nadi 134 x/menit 5 : Tidak ada tenang, meyakinkan dan jalin
hubungan saling percaya.
- Mendengarkan keluhan pasien dengan
penuh perhatian.
- Mengajarkan pasien untuk
menggunakan tehnik relaksasi (nafas
dalam)

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PRE OPERATIF


DIAGNOSA HARI/TGL IMPLEMENTASI EVALUASI
Nyeri akut berhubungan Kamis, 09.50 S: Pasien paham cara guided imagery. Pasien lebih
dengan agen cedera 05 April - Mengendalikan faktor lingkungan nyaman, nyeri sedikit berkurang dari skala 3 ke skala 2
biologis ditandai 2018 - Mengajarkan guided imagery O: Tampak meringis berkurang
dengan keluhan nyeri, A: Masalah belum teratasi.
ekspresi nyeri, dan Kriteria A T C
melindungi area nyeri - Nyeri yang dilaporkan 4 5 4
P: Lakukan perawatan intraoperatif

Mawadah

Ansietas berhubungan Kamis, 09.50 S: Pasien menceritakan cemas yang dirasakan. Pasien
dengan stresor ditandai 05 April - Memeriksa kelengkapan dokumen lebih tenang seteah nafas dalam. Pasien mengatakan siap
dengan wajah tegang, 2018 - Periksa gelang identitas, tanda alergi operasi hari ini.
peningkatan tekanan - Menjalin hubungan saling percaya. O: Tampak wajah tegang berkurang
darah, dan peningkatan - Mendengarkan keluhan pasien - TD 135/70 mmHg
nadi - Mengajarkan pasien cara nafas dalam - N 100x/menit
A: Masalah keperawatan teratasi.
Kriteria A T C
- Wajah tegang 4 5 5
- Peningkatan tekanan darah 3 5 4
- Peningkatan nadi 4 5 4
P: Lakukan perawatan intraoperatif

Mawadah
Intra Operatif
Persiapan Perawat
Sign in 09.50
- Mengidentifikasi pasien, cek jadwal dan jenis operasi.
- Menyiapkan pasien dan rekam medis pasien.
- Checklist inform consent dan penggunaan antibiotik profilaksis,
- Mempersiapkan alat, bahan, dan ruang sesuai operasi yang akan dilakukan.
- Mengatur posisi dan colokkan ke penghubung listrik mesin couter dan suction,
hidupkan lampu operasi.
- Memberi alas pada tempat sampah dengan plastik kuning untuk limbah
medis/infeksius.
- Mencatat ama pasien, umur, alamat, diagnosa, tindakan, nama dokter operator, dokter
anestesi, perawat instrumen, serta perawat sirkuler ke buku register.
- Menyiapkan tempat operasi dan memasang perlak, kain, serta underpad di tempat tidur
operasi.
Time out 10.00
- Berperan menjadi perawat instrumen.
Sign out 10.30
- Perawat menghitung kelengkapan alat dan bahan medis habis pakai.
- Perawat ikut membantu stabilisasi pasien dan mobilisasi pasien ke recovery room.

Persiapan Alat dan Ruang


Alat steril
- Kain steril
- Gaun operasi
- Duk steril
- Selang suction
- Monopolar
- Bengkok
- Kom
- Selang suction
- Operasi memakai set laparatomi kebidanan yang terdiri dari antara lain:

o Mess 1 buah ukuran 23 o Klem jaringan/pean kecil 6 buah


o Scalple mess 1 buah o Ovarium klem 6 buah
o Pinset anatomis 2 buah o Duk klem 5 buah
o Pinset sirurgis 2 buah o Sponge holder/desinfektan 1 buah
o Gunting jaringan 1 buah o Hack doyen 1 buah
o Gunting benang 1 buah o Spatel abdomen 1 buah
o Needle holder 2 buah

Alat tidak steril


- Gunting verban, hipafix, tempat sampah medis non medis, mesin suction+bipolar,
mesin anestesi, tiang infus, lampu operasi, tempat gaun kotor, sarung tangan non steril.

BMHP
- Benang: plain no 0 (1 buah), chromic no 2 (1 buah), vicryl no 1 (1 buah)
- Sarung tangan steril
- Apron
- Betadin 1 buah, alkohol 1 buah, NaCl 0,9%, aquades
- Sufratul, kassa steril, underpad, histopot
- Ikamicin salep
Persiapan Pasien
- Pasien dipindah dari brankard ke meja operasi.
- Pasang monitor yang diperlukan ke tubuh pasien.
- Dilakukan spinal anastesi oleh dokter anestesi.
- Pasien diposisikan supine.
- Area operasi (Abdomen) dibersihkan dengan alkohol + povidon iodin.
- Dilakukan drapping pada tubuh pasien
- Area badan pasien yang akan dioperasi dipersempit menggunakan duk steril.
- Operasi siap dimulai.

Prosedur Operasi
1. Dalam stadium narkose dilakukan insisi linea mediana ... atas simfisis sampai dua jari di
bawah pusat
2. Insisi diperdalam lapis demi lapis sampai dengan peritoneum parietale
3. Dilakuka eksprolasi dan identifikasi
4. Tampak uterus dalam batas normal, ovarium kiri dalam batas normal, tuba kanan dan kiri
dalam batas normal
5. Ovarium kanan berubah menjadi massa kistik ukuran 7x7x6 cm, ditegakkan diagnosa
kistoma ovari dextra
6. Dilakukan kistektomi dextra
7. Reperitonealisasi parietal
8. Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis
9. Kulit dijahit intrakutan
10. Operasi selesai
ANALISA DATA INTRA OPERATIF
NO DATA DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. DS: Risiko cidera akibat Kontrol risiko Pengaturan posisi: intraoperatif
DO: posisi operasi dengan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama Aktivitas:
- Pasien dalam faktor resiko 1x30 menit, diharapakan: - Cek sirkulasi perifer dan status neurologis
tindakan - Imobilisasi Kriteria A T - Mengunci roda pada meja operasi
operasi - Gangguan - Mengembangkan strategi efektif 4 5 - Menggunakan alat bantu untuk menopang
- Pasien dalam - Sensorik/persepsi kontrol risiko ektremitas
kondisi akibat anestesia - Memberikan posisi operasi yang sesuai
tersedasi - - Mengatur meja operasi sesuai dengan
kebutuhan
- Mencatat posisi pasien dan alat-alat yang
digunakan.

2. DS: Risiko infeksi dengan Keparahan Infeksi Perlindungan Infeksi


DO: faktor resiko Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x30 Aktivitas:
- Hb: 9 gr/dL - Prosedur invasif menit, diharapakan: - Menyediakan lingkungan yang aseptik selama
- Pasien - Penurunan Kriteria A T tindakan operasi.
terpasang iv line hemoglobin - Demam 5 5 - Membatasi jumlah personel tenaga kesehatan
hari ke-1 pada - Kemerahan luka post operasi 5 5 selama tindakan operasi berlangsung.
tangan kiri dan Keterangan: - Memastikan alat yang akan dipakai untuk
dower catheter 1 : Berat tindakan operasi dalam kondisi steril dan tidak
hari ke-0. 2 : Cukup berat expired
3 : Sedang - Mencuci tangan sebelum dan sesudah
4 : Ringan melakukan prosedur.
5 : Tidak ada - Melakukan scrubing, gowning dan gloving
dengan tepat.
- Mempertahankan teknik steril selama
melakukan tindakan.
- Tutup luka operasi dengan tepat.
- Kolaborasi pemberian antibiotik.
- Pisahkan sampah medis infeksius

3. DS: tidak ada Risiko perdarahan Status Sirkulasi Pencegahan Perdarahan


DO: pasien dengan faktor resiko Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x30 Aktivitas
dilakukan tindakan program pengobatan menit, diharapakan: - Monitor lokasi yang mungkin terjadi
kistektomi (terapi pembedahan) Kriteria A T perdarahan.
- Frekuensi nadi 5 5 - Monitor tekanan darah, nadi, suhu, WPK.
- Saturasi oksigen 5 5
Keterangan:
1 : Deviasi berat dari kisaran normal
2 : Deviasi yang cukup besar dari kisaran normal
3 : Deviasi sedang dari kisaran normal
4 : Deviasi ringan dari kisaran normal
5 : Tidak ada deviasi dari kisaran normal

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI INTRA OPERATIF


DIAGNOSA HARI/TGL IMPLEMENTASI EVALUASI
Risiko cidera akibat Kamis, 10.00 S:
posisi operasi 05 April 2018 - Cek sirkulasi perifer dan status neurologis O:
- Mengunciunci roda pasa meja operasi -pasien dalam stadium anestesi
- Munakan alat bantu untuk menopang ektremitas - pasien posisi supinasi
- Memberikan posisi operasi yang sesuai - posisi operasi telah sesuai
- Mngatur meja oiperasi sesuai dengan kebutuhan A: masalah teratasi
- Catat posisi pasien dan alat-alat yang digunakan. Kriteria A T C
- Mengembangkan strategi efektif 4 5 5
kontrol risiko
P: monitoring posisi

Mawadah
Risiko Infeksi Kamis, 10.00 S:
05 April 2018 - Memberikan injeksi ceftriaxone 1 gram via drip - Lingkungan operasi sudah dibersihkan sebelum
- Menyediakan lingkungan yang aseptik selama opersi dilakukan.
tindakan operasi. - Suhu ruangan: 22°C
- Membatasi jumlah personel tenaga kesehatan - Prinsip steril dipertahankan
selama tindakan operasi berlangsung. - Terdapat <10 personil yang ada di dalam ruangan
- Memastikan alat yang akan dipakai untuk operasi
tindakan operasi dalam kondisi steril dan tidak - Alat yang akan digunakan untuk operasi steril.
expired - Teknik steril dapat dipertahankan selama proses
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan intraoperatif.
prosedur. - Luka operasi tampak bersih dan tidak terdapat
- Melakukan scrubing, gowning dan gloving kemerahan pada area inisisi.
dengan tepat. O:
- Mempertahankan teknik steril selama melakukan - Pasien mendapatkan antibiotik preoperasi berupa
tindakan. Ceftriacone iv 1 gr
- Tutup luka operasi dengan tepat. - Hb: 9,0 g/dL
- Kolaborasi pemberian antibiotik. A: Masalah teratasi
- Pisahkan sampah medis infeksius Kriteria A T C
- Demam 5 5 5
- Kemerahan luka post operasi 5 5 5
P: Monitor tanda dan gejala infeksi

Mawadah
Risiko Perdarahan Kamis, 10.00 S: -
05 April 2018 - Monitor lokasi yang mungkin terjadi perdarahan. O:
- Monitor tekanan darah, nadi, suhu, WPK. Tanda-tanda vital:
TD : 135/70 mmHg,
N: 100 x/ menit,
RR : 20 x/ menit,
Perdarahan total ±400 cc
Saturasi oksigen 100 %
A: Masalah teratasi
Kriteria A T C
- Frekuensi nadi 5 5 5
- Saturasi oksigen 5 5 5
P: Monitor keadaan umum dan status sirkulasi pasien

Mawadah
Post Operatif
Tanda-tanda vital
• Tekanan darah 130/65 mmHg
• Nadi 98x/menit
• Frekuensi napas 20x/menit, napas dengan alat bantu nasal kanul 3 lpm
• SpO2 100%
Terdapat luka operasi post kistektomy ±8 cm, tidak ada rembesan, tidak ada kemerahan
Skor Morse : 45 risiko jatuh tinggi
Bromage score: 2
No Kriteria Skor Skor
1 Gerakan penuh dari tungkai 0
2 Tak mampu ekstensi fleksi tungkai 1
3 Tak mampu fleksi lutut 2 v
4 Tak mampu fleksi pergelangan kaki 3
ANALISA DATA POST OPERATIF
NO DATA DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. DS: Risiko Jatuh dengan faktor Kejadian Jatuh Pencegahan Jatuh
DO: resiko agen farmaseutikal Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x30 Aktivitas:
- Skor Morse : 45 (penggunaan obat menit, diharapakan: - Mengidentifikasi penurunan fisik yang
risiko jatuh tinggi anestesi) Kriteria A T dapat meningkatkan risiko jatuh.
- Pasien masih Jatuh dari bed/brankard 5 5 - Mengidentifikasi karakteristik
terpengaruh anestesi Jatuh saat transfer 5 5 lingkungan yang meningkatkan risiko
- Bromage score: 2 Keterangan: jatuh.
1 : Jatuh ≥ 10x - Menggunakan teknik transfer yang
2 : Jatuh 7-9x aman.
3 : Jatuh 4-6x - Menggunakan side rail sesuai panjang
4 : Jatuh 1-3x dan tinggi yang dapat mencegah pasien
5 : Tidak jatuh jatuh dari bed.

2. DS: Risiko infeksi dengan Keparahan Infeksi Perlindungan Infeksi


DO: faktor resiko Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x30 Aktivitas:
- Hb: 9 gr/dL - Prosedur invasif menit, diharapakan: - Menyediakan lingkungan yang aseptik
- Pasien terpasang iv - Penurunan hemoglobin Kriteria A T - Mencuci tangan sebelum dan sesudah
line hari ke-1 pada - Demam 5 5 melakukan prosedur.
tangan kiri dan dower - Kemerahan luka post operasi 5 5 - Monitor tanda dan gejala infeksi
catheter hari ke-0. Keterangan:
- Terdapat luka 1 : Berat
operasi ±8 cm 2 : Cukup berat
3 : Sedang
4 : Ringan
5 : Tidak ada
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI POST OPERATIF
DIAGNOSA HARI/TGL IMPLEMENTASI EVALUASI
Risiko Jatuh dengan Kamis, 10.30 S:
faktor resiko agen 05 April 2018 - Mengidentifikasi penurunan fisik yang dapat O:
farmaseutikal meningkatkan risiko jatuh. - Pasien tidak mengalami kejadian jatuh selama
(penggunaan obat - Mengidentifikasi karakteristik lingkungan yang berada di bed maupun saat dilakukan transfer.
anestesi) meningkatkan risiko jatuh. - Morse scale: 45 (risiko jatuh tinggi)
- Menggunakan teknik transfer yang aman. A: Masalah teratasi
- Menggunakan side rail sesuai panjang dan tinggi Kriteria A T C
yang dapat mencegah pasien jatuh dari bed. Jatuh dari bed/brankard 5 5 5
Jatuh saat transfer 5 5 5
P: Monitor pemulihan pasien dari pengaruh anestesi.

Mawadah
Risiko Infeksi Kamis, 10.30 S: -
05 April 2018 - Menyediakan lingkungan yang aseptik O:
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan - Balutan luka operasi tampak bersih dan tidak ada
prosedur. rembesan.
- Monitor tanda dan gejala infeksi - Hb: 9,0 g/dL
A: Masalah teratasi
Kriteria A T C
- Demam 5 5 5
- Kemerahan luka post operasi 5 5 5
P: Monitor tanda dan gejala infeksi

Mawadah

Anda mungkin juga menyukai