Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan
dan prioritas pengembangan bagi sejumlah Negara, terlebih bagi Negara
berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas
dengan adanya daya tarik wisata cukup besar, banyaknya keindahan alam,
aneka warisan sejarah budaya dan kehidupan masyarakat.
Untuk meningkatkan peran kepariwisataan, sangat terkait antara barang
berupa objek wisata sendiri yang dapat dijual dengan sarana dan prasarana
yang mendukungnya yang terkait dalam industri pariwisata. Usaha
mengembangkan suatu daerah tujuan wisata harus memperhatikan berbagai
faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan suatu daerah tujuan wisata.
Objek wisata yang ada di Indonesia telah mulai dikembangkankan luas.
Objek wisata alam di Indonesia terdiri atas wisata darat danpegunungan,
wisata sejarah, wisata laut berbagai keanekaragaman hayati yang ada
didalamnya. Objek wisata merupakan kekayaan alam yang patut untuk
dibanggakan. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi
keindahannya maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga
menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Negara Indonesia memiliki
banyak objek daya tarik wisata yang sangat potensial dan tidak kalah indahnya
dengan Pulau Bali. Namun masih banyak wisatawan baik domestik maupun
mancanegara yang belum mengetahuinya karena banyak masyarakat Indonesia
yang kurang mengerti tentang cara mengembangkan objek wisata, apa saja
persyaratan dari objek wisata yang harus dimiliki untuk bisa menarik banyak
wisatawan.
Oleh karena itu perlu adanya penjelasan kepada khalayak umum
mengenai Objek Daya Tarik Wisata. Pengetahuan ini tidak hanya penting bagi
pengusaha di bidang pariwisata namun juga diperlukan untuk para generasi

1
muda yang kelak akan mewarisi sebagai pengelola pariwisata Indonesia di
Masa depan.

B. Tujuan
1. Tujuan Penulisan
Sebagai bahan masukan untuk mata kuliah Sanitasi Tempat-Tempat
Umum terutama “Objek Wisata Kebun” bagi para mahasiswa. Agar lebih
mengenal dan mengetahui bagaimana keberadaan sarana dan prasarana
dari masjid dan sebagai syarat akademi dalam proses memenuhi tugas
perkuliahan Sanitasi Tempat-Tempat Umum.
2. Tujuan Observasi
Sebagai salah satu latihan yang langsung menilai secara nyata ke lapangan
tentang hal-hal yang perlu diawasi pada masjid sebagai salah satu tempat-
tempat umum dan untuk mengetahui pula sejauh mana keberadaan kondisi
sanitasi pada “Objek Wisata Kebun”

C. Metode Penulisan
Metode yang digunakan oleh kelompok kami dalam penulisan ini
adalah dengan metode kepustakaan dan observasi langsung kelapangan dan
ditambah acuan dari hasil diskusi.

2
BAB II

DASAR TEORI

A. Batasan Pengertian
1. Sanitasi
Sanitasi menurut WHO, ialah suatu usaha untuk mengawasi
beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia
terutama terhadap hal-hal yang mempunyai efek merusak perkembangan
fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
Secara umum, Sanitasi diartikan sebagai suatu upaya yang
dilakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terbebas dari
ancaman penyakit. Sedangkan tempat-tempat umum diartikan sebagai
suatu tempat dimana banyak orang berkumpul untuk melakukan kegiatan
baik secara insidentil maupun terus-menerus, baik secara membayar,
maupun tidak, atau sehingga dapat disimpulkan bahwa sanitasi tempat-
tempat umum merupakan suatu usaha atau upaya yang dilakukan untuk
menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering digunakan untuk
menjalankan aktivitas hidup sehari-hari agar terhindar dari ancaman
penyakit yang merugikan kesehatan.

2. Tempat-Tempat Umum
Definisi Tempat - Tempat Umum (TTU) adalah suatu tempat
dimana umum (semua orang) dapat masuk ke tempat tersebut untuk
berkumpul mengadakan kegiatan baik secara insidentil maupun terus
menerus, (Suparlan 1977). Suatu tempat dikatakan tempat umum bila
memenuhi kriteria :
a. Diperuntukkan masyarakat umum
b. Mempunyai bangunan tetap/ permanen
c. Tempat tersebut ada aktivitas pengelola,pengunjung/ pengusaha
d. Pada tempat tersebut tersedia fasilitas :
- Fasilitas kerja pengelola

3
- Fasilitas sanitasi, seperti penyediaan air bersih, bak sampah,
WC/ Urinoir, kamar mandi, pembuangan limbah.

Tempat-tempat umum yaitu tempat kegiatan bagi umum, yang


mempunyai tempat, sarana dan kegiatan tetap, diselenggarakan badan
pemerintah, swasta, dan atau perorangan, yang dipergunakan langsung
oleh masyarakat

3. Sanitasi Tempat-Tempat Umum


Sanitasi tempat-tempat umum adalah suatu usaha untuk
mengawasi dan mencegah kerugian akibat dari tidak terawatnya tempat-
tempat umum tersebut yang mengakibatkan timbul menularnya berbagai
jenis penyakit, atau sanitasi tempat-tempat umum merupakan suatu usaha
atau upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan tempat-tempat yang
sering digunakan untuk menjalankan aktivitas hidup sehari-hari agar
terhindar dari ancaman penyakit yang merugikan kesehatan.
Sanitasi tempat-tempat umum merupakan usaha untuk mengawasi
kegiatan yang berlangsung di tempat-tempat umum terutama yang erat
hubungannya dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit, sehingga
kerugian yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut dapat dicegah. Sarana
dan bangunan umum dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan
apabila memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan dapat mencegah
penularan penyakit antar pengguna, penghuni dan masyarakat sekitarnya,
selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahan terjadinya
kecelakaan. Penyelenggaraan sarana dan bangunan umum berada di luar
kewenangan Departemen Kesehatan, namun sarana dan bangunan umum
tersebut harus memenuhi persyaratan kesehatan. Hal ini telah diamanatkan
pada UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

B. Objek wisata
1. Pengertian

4
Obyek wisata dan atraksi wisata atau tourism resources adalah
segala sesuatu yang ada di daerah tujuan wisata yang merupakan daya
tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat tersebut. Salah
satu unsur yang sangat menentukan berkembangnya industri pariwisata
adalah obyek wisata dan atraksi wisata. Secara pintas produk wisata
dengan obyek wisata serta atraksi wisata seolah-olah memiliki pengertian
yang sama, namun sebenarnya memiliki perbedaan secara prinsipil. (Yoeti,
1996 : 172) menjelaskan bahwa di luar negeri terminolgi obyek wisata
tidak dikenal, disana hanya mengenal atraksi wisata yang mereka sebut
dengan nama Tourist Attraction sedangkan di Negara Indonesia keduanya
dikenal dan keduanya memiliki pengertian masing-masing.
Adapun pengertian Obyek Wisata, yaitu : semua hal yang menarik
untuk dilihat dan dirasakan oleh wisatawan yang disediakan atau
bersumber pada alam saja. Sedangkan pengertian dari pada Atraksi Wisata,
yaitu : sesuatu yang menarik untuk dilihat, dirasakan, dinikmati dan
dimiliki oleh wisatawan, yang dibuat oleh manusia dan memerlukan
persiapan terlebih dahulu sebelum diperlihatkan kepada wisatawan.
Mengenai pengertian obyek wisata, maka dapatlah dilihat beberapa
sumber acuannya, antara lain :
1) Peraturan Pemerintah No. 24/1979 menjelaskan bahwa obyek
wisata adalah : perwujudan dari ciptaan manusia, tata hidup, seni
budaya serta sejarah bangsa dan tempat keadaan alam yang
mempunyai daya tarik untuk dikunjungi.
2) SK. MENPARPOSTEL No.: KM. 98 / PW.102 / MPPT-87
menjelaskan bahwa obyek wisata adalah : tempat atau keadaan
alam yang memiliki sumber daya wisata yang dibangun dan
dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan
sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan.

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa obyek wisata


dan atraksi wisata adalah sama, sedangkan menurut Yoeti, 1996 : 172

5
dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Pariwisata menjelaskan
bahwa obyek wisata dan atraksi wisata memiliki perbedaan yang asasi.
Yang dimaksud obyek wisata adalah : kita dapat mengatakan sesuatu
sebagai obyek wisata jika kita melihat obyek itu tidak dipersiapkan
sebelumnya dengan kata lain obyek tersebut dapat dikatakan tanpa bantuan
orang lain. Dan yang dikatakan atraksi wisata adalah : atraksi itu
merupakan sinonim dari pengertian entertainment, yaitu sesuatu yang
dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat dilihat, dinikmati dengan
melibatkan orang lain.Namun pada dasarnya obyek wisata dan atraksi
wisata adalah segala sesuatu yang ada di daerah tujuan wisata yang
merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat
itu

Dari beberapa pengertian diats, dapat disimpulkan bahwa objek


wisata atau atraksi wist adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik,
keunikan,dan nilai yang tinggi seperti nilai budaya atau sejarah, yang
menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu.

2. Jenis objek wisata


Obyek Wisata atau Daya Tarik Wisata pada intinya dibagi 3 kategori:
- Wisata Alam :
Yang termasuk kategori ini adalah wisata : Gunung, Hutan / Hutan
Lindung, Danau, Pantai, Laut, Sungai.
- Wisata Budaya :
Yang termasuk kategori ini adalah wisata : tari-tarian, upacara adat,
bahasa, musik, cerita rakyat, kebiasaan-kebiasaan masyarakat
setempat.
- Wisata Buatan Manusia :
Yang termasuk kategori ini adalah wisata : Kebun Binatang,
Taman Buah, Taman Bunga, Kolam Renang (Water Boom, Water
Park), Taman Mini, Taman Impian, Bangunan Bersejarah seperti
Museum, Candi, Monumen, Benteng dan lain-lain.

6
3. Syarat-syarat objek wisata
Sebuah objek wisata yang baik harus dapat mendatangkan wisatawan
sebanyak-banyaknya, menahan mereka ditempktraksi dalam waktu yang
cukup lama dan memberi kepuasan kepada wisatawan yang datang
berkunjung. Untuk mencapai hasil itu, ada beberapa syarat yang harus
dipenuhi yaitu :
- Kegiatan (act) atau objek yang merupakan atraksi itu sendiri harus
dalam keadaan yang baik.
- Cara penyajiannya harus tepat karena atraksi wisata itu disajikan
dihadapan wisatawan.
- Objek wisata harus memenuhi semua determinan mobilitas, seperti
akomodasi, transportsi, dan promosi serta pemasaran.
- Keadaan objek wisata harus dapat menahan wisatawan untuk tetap
berada di tempat wisata.

Syarat – Syarat Objek Daya Tarik Wisata Menurut James J. Spillane


(1994: 63-72) suatu objek wisata atau destination, harus meliputi 5 (lima)
unsur yang penting agar wisatawan dapat merasa puas dalam menikmati
perjalanannya, maka objek wisata harus meliputi :

1) Attractions
Merupakan pusat dari industri pariwisata. Menurut pengertiannya
attractions mampu menarik wisatawan yang ingin
mengunjunginya. Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu
tempat tujuan wisata adalah untuk memenuhi atau memuaskan
beberapa kebutuhan atau permintaan. Biasanya mereka tertarik
pada suatu lokasi karena ciri-ciri khas tertentu. Cirri-ciri khas yang
menarik wisatawan adalah :
- Keindahan alam.
- Iklim dan cuaca
- Kebudayaan
- Sejarah.

7
- Ethnicity-sifat kesukuan.
- Accessibility-kemampuan atau kemudahan berjalan atau
ketempat tertentu.
2) Facility
Fasilitas cenderung berorientasi pada attractions disuatu
lokasi karena fasilitas harus dekat dengan pasarnya. Fasilitas
cenderung mendukung bukan mendorong pertumbuhan dan
cenderung berkembang pada saat yang sama atau sesudah
attractions berkembang.
Suatu attractions juga dapat merupakan fasilitas. Jumlah
dan jenis fasilitas tergantung kebutuhan wisatawan. Seperti fasilitas
harus cocok dengan kualitas dan harga penginapan, makanan, dan
minuman yang juga cocok dengan kemampuan membayar dari
wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut.
3) Infrastructure
Attractions dan fasilitas tidak dapat tercapai dengan mudah kalau
belum ada infrastruktur dasar. Infrastruktur termasuk semua
konstruksi di bawah dan di atas tanah dan suatu wilayah atau
daerah. Yang termasuk infrastruktur penting dalam pariwisata
adalah :
a) Sistem pengairan/air
Kualitas air yang cukup sangat esensial atau sangat
diperlukan. Seperti penginapan membutuhkan 350 sampai
400 galon air per kamar per hari.
b) Sumber listrik dan energy
Suatu pertimbangan yang penting adalah penawar tenaga
energy yang tersedia pada jam pemakaian yang paling
tinggi atau jam puncak (peak hours). Ini diperlukan supaya
pelayanan yang ditawarkan terus menerus.
c) Jaringan komunikasi

8
Walaupun banyak wisatawan ingin melarikan diri dari
situasi biasa yang penuh dengan ketegangan, namun ada
juga sebagian yang masih membutuhkan jasa-jasa telepon
dan/atau telgram yang tersedia.
d) Sistem pembuangan kotoran/pembuangan air
Kebutuhan air untuk pembuangan kotoran memerlukan
kira-kira 90 % dari permintaan akan air. Jaringan saluran
harus didesain berdasarkan permintaan puncak atau
permintaan maksimal.
e) Jasa-jasa kesehatan
Jasa kesehatan yang tersedia akan tergantung pada jumlah
tamu yang diharapkan, umumnya, jenis kegiatan yang
dilakukan atau faktor-faktor geografis lokal.
f) Jalan-jalan/jalan raya
Ada beberapa cara membuat jalan raya lebih menarik bagi
wisatawan :
- Menyediakan pemandangan yang luas dari alam
semesta.
- Membuat jalan yang naik turun untuk variasi
pemandangan.
- Mengembangkan tempat dengan pemandangan yang
indah.
- Membuat jalan raya dengan dua arah yang terpisah
tetapi sesuai dengan keadaan tanah.
- Memilih pohon yang tidak terlalu lebat supaya
masih ada pemandangan yang indah.
g) Transportation
Ada beberapa usul mengenai pengangkutan dan fasilitas
yang dapat menjadi semacam pedoman termasuk :
- Informasi lengkap tentang fasilitas, lokasi terminal,
dan pelayanan pengangkutan lokal ditempat tujuan

9
harus tersedia untuk semua penumpang sebelum
berangkat dari daerah asal.
- Sistem keamanan harus disediakan di terminal untuk
mencegah kriminalitas.
- Suatu sistem standar atau seragam untuk tanda-
tanda lalu lintas dan simbol-simbol harus
dikembangkan dan dipasang di semua bandar udara.
- Sistem informasi harus menyediakan data tentang
informasi pelayanan pengangkutan lain yang dapat
dihubungi diterminal termasuk jadwal dan tarif.
- Informasi terbaru dan sedang berlaku, baik jadwal
keberangkatan atau kedatangan harus tersedia di
papan pengumuman, lisan atau telepon.
- Tenaga kerja untuk membantu para penumpang.
- Informasi lengkap tentang lokasi, tarif, jadwal, dan
rute dan pelayanan pengangkutan lokal.
- Peta kota harus tersedia bagi penumpang.
h) Hospitality (Keramahtamahan)
Wisatawan yang sedang berada dalam lingkungan
yang belum mereka kenal maka kepastian akan jaminan
keamanan sangat penting, khususnya wisatawan asing.
Dalam melakukan pengembangan pariwisata, tentu
tidak lepas dari peran organisasi kepariwisataan terutama
organisasi kepariwisataan pemerintah, yaitu Dinas
Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) yang mempunyai
tugas dan wewenang serta kewajiban untuk
mengembangkan dan memanfaatkan aset daerah yang
berupa objek-objek wisata.
Sebagaimana suatu organisasi yang diberi
wewenang dalam pengembangan pariwisata diwilayahnya,
maka ia harus menjalankan kebijakan yang paling

10
menguntungkan bagi daerah dan wilayahnya, karena fungsi
dan tugas dari organisasi pariwisata pada umumnya adalah :
- Berusaha memberikan kepuasan kepada wisatawan
yang datang berkunjung ke daerahannya dengan
segala fasilitas dan potensi yang dimilikinya.
- Melakukan koordinasi diantara bermacam-macam
usaha, lembaga, instansi dan jawatan yang ada dan
bertujuan untuk mengembangkan industri
pariwisata.
- Mengusahakan memasyarakatkan pengertian
pariwisata pada orang banyak, sehingga mereka
mengetahui untung dan ruginya bila pariwisata
dikembangkan sebagai suatu industri.
- Mengadakan program riset yang bertujuan untuk
memperbaiki produk wisata dan pengembangan
produk-produk baru guna dapat menguasai pasaran
diwaktu-waktu yang akan datang.
- Menyediakan semua perlengkapan dan fasilitas
untuk kegiatan pemasaran pariwisata, sehingga
dapat diatur strategi pemasaran keseluruh wilayah.
- Merumuskan kebijakan tentang pengembangan
kepariwisataan berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan secara teratur dan berencana.

11
BAB III

PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum
Wisata Kebun GOWA adalah salah satu tempat rekreasi bagi keluarga
di kota gowa. cocok bagi Keluarga yang ingin melepas penat selama seminggu
melakukan aktifitas. Lokasi WISATA KEBUN GOWA berdiri pada areal 82
are milik Robert di jantung Sungguminasa, tepatnya di Jalan Poros Malino,
Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, disulap menjadi lokasi
wisata kebun di Gowa.
Berdiri sejak 2008 lalu, wisata kebun ini menjadi alternatif wisata di
Gowa. Lokasi ini menawarkan suasana dan berbagai fasilitas yang cocok
untuk rekreasi keluarga di akhir pekan. Mulai dari fasiltas memancing, kolam
renang, hingga restoran, semua ada di tempat ini. Cukup mudah menemukan
lokasi wisata kebun ini. Letaknya sekitar delapan kilometer dari pusat kota
Sungguminasa. Lokasi wisata ini buka mulai Selasa hingga Minggu.
Sedangkan hari Senin, wisata kebun ini tutup.
Wisata kebun ini milik Robert. Awalnya, wilayah ini hanya kebun
pribadi sejak 1985 lalu. Namun, dengan pertimbangan keindahannya, lokasi
ini kemudian di benahi hingga menjadi tempat rekreasi bernama; wisata
kebun. untuk menikmati sejumlah fasilitas di kebun wisata itu, warga cukup
membayar Rp 10 ribu untuk hari biasa dan Rp 20 ribu untuk hari libur.
Sedangkan untuk pengunjung rombongan, akan mendapat diskon sesuai
dengan banyaknya jumlah rombongan. "Diskonnya bisa mencapai 20 persen,"
tambah Lallo.
Sejumlah fasilitas yang ada di kebun wisata itu bisa dinkmati oleh
pengunjung. Beberapa diantaranya, adalah fasilitas kolam renang dan lokasi
memancing. Selain itu, pengelola wisata kebun ini juga menyediakan motor
empat roda jenis ATV. Motor ini bisa digunakan untuk mengelilingi areal
kebun wisata. Namanya kebun, aneka buah-buahan dari pohon bisa dinikmati
pengunjung. Buah-buahan dimaksud antara lain buah rambutan, mangga,

12
lengkeng, rambutan, buah naga dan jeruk. Saat musim buah tiba, pengelola
menjual buah tersebut per kilogram dengan harga yang sama dengan harga
pasaran. "Begitu juga kalau memancing, ikan yang di dapat bisa dibeli per
kilogram. wisata kebun selalu ramai dikunjungi saat hari libur atau akhir
pekan. Pengunjungnya kebanyakan dari Gowa dan sekitarnya. Ada juga yang
kadang bermalam di tempat itu dengan menyewa villa yang sudah disediakan.

B. Lingkungan
1. Kondisi Lingkungan Luar
 Kondisi Lingkungan luar objek wisata tersebut kondisi lingkungannya
bersih karena tidak adanya pepohonan, hanya terdapat loket masuk,
dan adanya tempat parkiran.
 Kondisi lingkungan loketnya bersih karena terdapat satu bangunan dan
khusus satu orang kariyawan yang berjaga, sedangkan tempat
parkirnya bersih karena adanya perbedaan tempat parkiran motor dan
mobil.
 Koridor jalan dan sekitar area parkiran tidak terdapat genangan air
2. Kondisi Lingkungan Dalam
 Kondisi lingkungan dalam objek wisata kebun tersebut kondisi
lingkungannya juga bersih dan sejuk. Pada lingkungan dalam objek
wisata tersebut terdapat pepohonan yang rimbun yang menciptakan

13
suasana sejuk dan nyaman terhadap para pengunjungnya, namun
dengan banyaknya pepohonan maka timbul banyak sampah dedaunan
kering yang jatuh dari pepohonan tersebut, akan tetapi sampah
dedaunan tersebut mudah diatasi dengan adanya tindak dari petugas
kebersihan objek wisata dengan mengumpulkan dedaunan kering
tersebut lalu membuangnya ketempat sampah.
 Adanya pengolahan air limbah yang berjalan dengan lancr dan koridor
jalan tidak terdapat genangan air
 Kondisi keadaan kolam renang dalam objek wisata kebun tersebut
terlihat lingkungan fisiknya bersih, dikarenakan pada area kolam
renang tersebut terdapat beberapa unit tempat sampah yang disediakan
oleh pihak objek wisata kebun, serta para pengunjung dihimbau untuk
tidak membawa dan memakan makanannya pada kolam renang, dan
diarea kolam renang tersebut selalu dipantau oleh pihak pengawas
kolam renang sehingga para pengunjung tertib dalam menjalankan
peraturan kolam renang diobjek wisata kebun tersebut.

C. Fasilitas Sanitasi Objek Wisata


1. Air Bersih
Sumber air bersih yang digunakan berasal dri bendungan bili-bili karena
lokasi objek wisata tersebut berlokasi di Jl.malino dan yang kita ketahui
area tersebut tidak jauh dari pegunungan. Dan sebelum digunakan air
tersebut dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
2. Toilet Umum
Tolet umum objek wisata kebun tersebut bersih, terpelihara dan memenuhi
syarat kebersihan, karena terdapat 3 toilet yang berbeda-beda :
 Toilet umum dikebun pertama
Kondisi toiletnya bersih terpelihara, adanya jamban dan terhubung
dengan saluran air kotor atau septictank, serta toilet untuk pria dan
wanita tidak dibedakan namun disatukan.
 Toilet umum dikebun kedua

14
Kondisi toiletnya bersih terpelihara, terdapat sebuah jamban dan
terhubung dengan saluran air kotor atau septictank, dan toilet untuk
pria dan wanita juga tidak dibedakan namun disatukan.
 Toilet umum di kolam renang
Kondisi toiletnya bersih terpelihara, tidak terdapat sebuah jamban
dikarenakan toilet tersebut hanya digunakan untuk bersih-bersih
badan dan ganti pakaian saja.
 Toilet umum ditempat makan/restaurant
Kondisi toiletnya bersih terpelihara, terdapat sebuah jamban dan
terhubung dengan saluran air kotor atau septictank, dan toilet untuk
pria dan wanita juga dibedakan.

3. Pembuangan Air Limbah


Pembuangan air limbah yang terdapat pada objek wisata kebun tersebut
dilakukan dengan pengolahan sendiri menggunakan metode anaerob dan
aerob, serta ditambahkan berbagai jenis biota air yang bertujuan untuk
memberikan tanda bahwa air limbah yang telah diolah tersebut layak
untuk digunakan kembali. Dan juga pada pembuangan air limbah tersebut
disalurkan melalui saluran pipa tertutup yang kedap air dan lancar.

4. Tempat Sampah
Tempat sampah yang ada disekitar area wisata kebun terdapat dengan
jumlah yang cukup banyak dan sampah buangan yang dibuang merupakan
sampah yang mudah terurai. Serta wadah tempat sampah yang digunakan
terbuat dari bahan yang kuat, tahan karat, kedap air, permukaannya rata,
halus dan tertutup serta memnuhi syarat. Dan unit tempat sampah diangkut
oleh pihak TPS minimal 3 kali dalam sehari (tergantung dari situasi dan
kondisi pengunjuk objek wisata kebun).

15
D. Lain-Lain
1. Sarana Penyuluhan
Sarana penyuluhan yang terdapat di objek wisata kebun tersebut ditandai
dengan adanya slogan – slogan tentang sanitasi lingkungan “Jagalah
Kebersihan”. Serta tersedia pula alat pengeras suara diarea sekitar kolam
renang yang berfungsi untuk memudahkan para pengunjung dalam
mendengarkan berbagai pengarahan dari pihak penjaga objek wisata kebun
tersebut.
2. Sarana / fasilitas kesehatan
Sarana fasilitas diobjek wisata kebun tersebut belum terpenuhi dengan
baik dikarenakan belum terdapatnya sarana poliklinik maupun balai
kesehatan ditempat tersebut dan hanya tersedianya kotak P3K yang
berisikan obat – obatan yang seadanya.
3. Alat Pemadam Kebakaran
Alat pemadam kebakaran yang ada ditempat objek wisata kebun tersebut
tersedia beberapa unit namun hanya ditempatkan pada tempat makan
bukan diletakkan ditempat – tempat yang dapat dijangkau oleh para pihak
pekerja wisata kebun tersebut.

16
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari observasi langsung yang dilakukan pada “Objek Wisata Kebun Gowa”
dinyatakan laik sehat apabila memperoleh nilai sekurang-kurangnya 70%
dengan catatan score minimal untuk masing-masing variable upaya seperti
berikut :
VARIABEL I VAREABEL II VARIABEL III

100 % 100% 77,5%

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa :


Objek Wisata Kebun, prasarana dan sanitasinya telah memenuhi syarat
berdasarkan indeks perhitungan variable I, variable II, dan variable III adalah:
𝑆𝑘𝑜𝑟
a. Variable I = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑥 100%

80
= 80 𝑥 100%

= 100% (Diatas 70%, memenuhi syarat)

𝑆𝑘𝑜𝑟
b. Variable II = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑥 100%

600
= 600 𝑥 100%

= 100% (Diatas 65%, memenuhi syarat)

𝑆𝑘𝑜𝑟
c. Variable III = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑥 100%
248
= 320 𝑥 100%

= 77,5% (Diatas 60%, memenuhi syarat)

17
B. Saran
Adapun saran yang dapat ditambahkan bila mana ada pengunjung yang
mengalami gejala sakit maupun cedera dapat segera mendapatkan pertolongan
pertama dibalai pengobatan tersebut dan untuk kebersihannya juga sebaiknya
lebih dipertahankan agar estetika ditempat tersebut tetap indah.

18