Anda di halaman 1dari 3

Sikap merupakan penentu dari perilaku karena keduanya berhubungan dengan presepsi,

kepribadian, perasaan, dan motivasi. Sikap merupakan keadaan mental yang dipelajari dan

diorganisasikan melalui pengalaman, menghasilkan pengaruh spesifik pada respon seseorang

terhadap orang lain, objek, situasi yang berhubungan. Sikap menentukan pandangan awal

seseorang terhadap pekerjaan dan tingkat kesesuian antar individu dan organisasi (Ivancevich,

2007).

Sikap patuh dalam menjalankan prosedur tetap yang telah ada sangat penting untuk

petugas rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya karena merupakan syarat untuk mencapai

kewaspadaan universal. Tingkat kepatuhan perawat tidak hanya dari pengetahuan maupun sikap

mereka terhadap prosedur, akan tetapi didasarkan pada penilaian dan pengawasan selama

tindakan prosedur itu dijalankan. Kemampuan untuk mencegah transmisi infeksi rumah sakit dan

upaya pencegahan infeksi adalah tingkatan pertama dalam pemberian pelayanan yang bermutu.

Untuk seorang petugas kesehatan kemampuan mencegah infeksi memiliki keterkaitan yang

tinggi dengan kesembuhan pasien karena mencakup setiap aspek penanganan pasien (Sari,

2005).
2.1. Sikap (Attitude)

Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup Menurut

Notoadmojo (2007), sikap manusia terhadap suatu rangsangan adalah perasaan setuju

(favorablere) ataupun perasaan tidak setuju (non favorablere) terhadap rangsangan tersebut.

Selain itu Allport (1954 dalam Notoadmojo, 2003) menjelaskan bahwa sikap

mempunyai 3 (tiga) komponen pokok yaitu : kepercayaan (keyakinan) yang merupakan ide dan

konsep terhadap suatu objek, kehidupan emosional atau evaluasi emosional terhadap bersama-

sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam penentuan sikap yang utuh ini,

penegtahuan, pikiran, keyakinan dan emosi memegang peranan penting.

Seperti halnya dengan pengetahuan, Notoadmojo (2007) menyebutkan bahwa sikap

terdiri dari berbagai tingkatan. Pertama adalah subjek mau dan memperhatikan stimulus yang

diberikan objek (receiving). Kemudian merespon (memberikan) jawaban apabila ditanya serta

mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan (responding). Selanjutnya, subjek akan

menunjukan sikap menghargai (valuating) yaitu dengan mengajak orang lain untuk mengerjakan

atau mendiskusikan suatu masalah, lalu bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah

dipilihnya dengan segala resiko (responsible).

Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap secara psikologi ada dua yaitu : faktor

instriksik dan faktor ekstrinsik. Yang termasuk faktor instrinsik diantaranya intelegensi, bukat,

minat, dan kepribadian, sedangkan yang termasuk didalamnya ekstrinsik antara lain yang datang

dari lingkungan individu itu sendiri. Maka sikap seseorang terhadap rangsangan sangat

tergantung pada berbagai situasi dan kondisi lingkungan dimana orang itu berada. Dan sikap juga

terukir melalui pengalaman seseorang, dengan motivasi yang ada pada dirinya. Sikap merupakan

reaksi yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu rangsangan (Notoadmojo, 2007).