Anda di halaman 1dari 1

No Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi Rasional

Keperawatan
Resiko syok Setelah dilakukan a. Kaji tanda-tanda vital. a. Perubahan vital sign menunjukkan peru
hipovolemik tindakan bahan volume cairan yang tidak
keperawatan 1x24 adekuat
jam tidak terjadi
syok hipovolemik b. Monitor status sirkulasi, warna b. Mengidentifikasi keadaan perdarahan,
dengan kriteria hasil kulit, turgor kulit, suhu kulit, serta penurunan sirkulasi volume cairan
: ritme nadi dan CRT menyebabkan kekeringan mukosa dan
a. Tidak terjadi pemekatan urin.
penurunan c. Monitor intake dan output c. Kehilangan cairan yang berlebih
kesadaran. cairan menyebabkan peningkatan resiko syok
b. TTV dalam batas hipovolemik
normal. d. Monitor tanda-tanda syok d. Deteksi dini memungkinkan tindakan
c. Turgor kulit baik.
segera
d. Perfusi perifer
e. Pantau cairan parenteral e. Cairan parenteral membantu memenuhi
baik (akral
dengan elektrolit, antibiotik kebutuhan cairan elektrolit tubuh.
hangat, kering
dan vitamin
dan merah).
f. Kolaborasi : Berikan cairan f. Mengganti cairan dan elektrolit secara
e. Intake dan output
parenteral sesuai indikasi. adekuat dan
seimbang
5.
f. Perdarahan (-)
6

Anda mungkin juga menyukai