Anda di halaman 1dari 30

B.

Pendekatan dan Metodologi

1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

Pemberi Tugas telah manyajikan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Jasa

Kkonsultansi Pengawasan, secara garis besar cukup jelas dan terperinci. Latar

belakang, Informasi permasalahan, maksud dan tujuan, sasaran dari

pelaksanaan pekerjaan yang diberikan dalam kaitannya dengan pekerjaan ini

cukup jelas, sehingga kemungkinan terjadi kesalahtafsiran terhadap maksud

dan tujuan pekerjaan dapat dihindari. Berikut Pemahaman yang dapat kami

tangkap :

I. PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN

1. Nama Kegiatan dan Pekerjaan

 Nama Kegiatan adalah Pembangunan Sarana dan Prasarana Air

Bersih Perdesaan (DAK) Tahun Anggaran 2018.

 Nama Peket Pekerjaan adalah Jasa Konsultansi Pengawasan

(DAK Afirmatif)

2. Pemberi Tugas

Bertindak sebagai Pemberi Tugas adalah Pemerintah Kabupaten

Bengkulu Utara yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pekerjaan

Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkulu Utara.

3. Pengelola Kegiatan

Bertindak sebagai Pengelola Kegiatan adalah Pengguna Anggaran (PA),

beserta unsur teknis dan administrasi yang ditunjuk.

4. Pokja ULP

Kelompok Kerja ULP adalah unit kerja di dalam organisasi Unit

Layanan Pengadaan yang berfungsi untuk melaksanakan pemilihan

penyedia barang/jasa.

5. Penyedia Barang/Jasa
Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perorangan yang

menyediakan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa

Lainnya.

6. Konsultan

Konsultan adalah perusahaan peserta pengadaan Jasa Konsultansi

Pengawasan yang telah ditetapkan sebagai pemenang dan

menandatangani Surat Perjanjian/Kontrak.

B. LATAR BELAKANG
Dengan kondisi kontour tanah yang ada diwilayah Kabupaten Bengkulu

Utara maka kelancaran penyediaan air bersih yang dibutuhkan oleh

masyarakat terutama di daerah pedalaman yang belum terjangkau oleh

pipa PDAM, maka diperlukan sarana air bersih yang memadai, yang

berasal dari sumber mata air yang berada di daerah lebih

tinggi/pegunungan. Untuk mendistribusikan air tersebut diperlukan pipa

air yang nantinya bisa dialiri air dengan cara begitu masyarakat didaerah

sekitar dapat memperoleh air yang layak untuk keperluan sehari-hari.

Salah satu tugas pokok Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Kabupaten Bengkulu Utara adalah melakukan pembinaan dan pengelolaan

jaringan perpipaan yang ada diperdesaan di wilayah Kabupaten

Bengkulu Utara. Penentuan sasaran yang tepat dan perwujudan sasaran

yang efektif merupakan indikator kinerja pembinaan jaringan perpipaan.

Dalam rangka pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan,

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Pekerjaan

Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkulu Utara bermaksud

untuk melaksanakan Kegiatan Pembangunan perpipaan perdesaan yang

akan dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi/Jasa Konsultansi.

Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai dengan

rencana, mutu, biaya, volume dan waktu yang telah di tetapkan di dalam

kontrak jasa konstrusi, maka diperlukan adanya suatu tim yang akan
bertugas sebagai pengawas yang membantu Organisasi Perangkat

Daerah (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) di dalam

melaksanakan pengawasan teknis pada lokasi kegiatan yang sedang

berlangsung.

Tim pengawas dimaksud, adalah Penyedia Jasa Konsultansi pengawasan

pekerjaan konstruksi.
C. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud pengadaan penyediaan Jasa Konsultansi

pengawasan/supervisi pekerjaan konstruksi dimaksud, adalah untuk :

a. Membantu Satuan Kerja Perangkat Daerah yang dalam hal ini

adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten

Bengkulu Utara di dalam melakukan pengawasan teknis terhadap

kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan yang dilaksanakan

oleh Penyedia pekerjaan konstruksi, berhubung adanya

keterbatasan tenaga Satuan Kerja yang bersangkutan, baik dari

segi jumlah maupun dari segi kualifikasinya.

b. Meminimalkan kendala-kedala teknis yang sering dihadapi oleh

Penyedia pekerjaan konstruksi di lapangan dalam menerapkan

desain yang memenuhi persyaratan spesifikasinya.

c. Membantu menyelesaikan revisi desain, bilamana terdapat

perbedaan antara desain yang ada dengan kondisi di lapangan.

Adapun tujuannya adalah mengendalikan pelaksanaan

pekerjaan dilapangan untuk mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi

perpipaan yang memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam

spesifikasi (tepat mutu), dan dilaksanakan secara tepat volume, biaya

serta tepat waktu.

Dalam penugasan ini diharapkan Konsultan pengawas dapat

melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan

keluaran yang memadai sesuai spesifikasi dan standar teknis yang

tercantum dalam KAK ini.

D. SASARAN
Sasaran pengadaan jasa konsultasi pengawasan teknis perpipa ini

adalah tercapainya hasil pekerjaan konstruksi perpipaan tersebut

diatas sesuai dengan isi dokumen kontrak, sehingga hasil kinerja

konstruksi perpipaan yang ditangani diharapkan dapat memberikan

layanan sampai akhir umur rencana.

Disamping itu, sebagian tugas membantu Satuan Kerja Perangkat

Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten

Bengkulu Utara, khususnya dalam hal yang menyangkut

masalah pengendalian teknis di lapangan dan administrasi teknik

pada umumnya, dilimpahkan kepada Penyedia jasa ini.

E. LOKASI KEGIATAN

Lokasi untuk Kegiatan Pengawasan Pembangunan sarana dan

prasarana air bersih perdesaan ini adalah desa Marga Jaya

Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara

F. SUMBER PENDANAAN

1) Sumber Dana

Sumber Dana dari pekerjaan Kegiatan Pengawasan

Pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan ini

dibebankan pada APBD Kabupaten Bengkulu Utara Tahun

Anggaran 2018. Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan

Pagu Anggaran sebesar Rp. 100.281.000 ,- (Seratus Juta

Dua R a t u s D e l a p a n P u l u h Satu R i b u Rupiah)

termasuk PPN.
2) Biaya Pengawasan

a. Besar biaya pekerjaan Pengawasan mengikuti usulan dari

Pengguna Anggaran (PA) yang dikoordinasikan dengan

Pengguna Anggaran (PA)/ Kepala Organisasi Perangkat

Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Kabupaten Utara dan yang telah disetujui oleh DPRD

Kabupaten Bengkulu Utara, yaitu :

1. Besar Biaya Konsultan Pengawas merupakan Biaya

Tetap dan Pasti termasuk pajak-pajak yang harus

dibayarkan.

2. Ketentuan pembiayaan dan pembayaran lebih lanjut

mengikuti dan diatur dalam surat perjanjian pekerjaan

Pengawasan/surat perintah kerja yang dibuat oleh

Pengguna Anggaran dan Konsultan Pengawas.

b. Biaya pekerjaaan Konsultan Pengawasan dan Tata cara

pembayaran diatur secara Kontraktual setelah melalui

tahapan proses pengadaan Konsultan Pengawas sesuai

peraturan yang berlaku, yang terdiri dari :

1. Honorarium Tenaga Ahli

2. Honor tenaga penunjang

3. Biaya peralatan

4. Biaya bahan/alat tulis

5. Biaya transportasi dan komunikasi

6. Biaya pembuatan laporan

7. Pajak dan Iuran Daerah lainnya,


c. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas didasarkan pada

prestasi kemajuan pekerjaan Pengawasan atau sesuai

dengan Surat Perintah Kerja (SPK) Kontrak.

II. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG ALIH PENGETAHUAN

A. Data dan fasilitas penunjang

Data dan fasilitas penunjang yang disediakan oleh pengguna

jasa yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa :

1. Laporan dan Data (bila ada) : Kumpulan laporan dan data

sebagai hasil studi terdahulu serta photografi;

2. Staf pengawas/pendamping : Pengguna Jasa akan mengangkat

petugas atau wakil direksi yang bertindak sebagai pengawas

atau pendamping (counterpart), atau project officer (PO) dalam

rangka pelaksanaan jasa konsultansi.

Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua

fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk kelancaran

pelaksanaan pekerjaan.

Fasilitas dan peralatan yang harus disediakan oleh

penyedia Jasa :

1. Ruangan dan Perlengkapan Kantor : Ruang kantor dan

perlengkapan kantor disediakan oleh Penyedia Jasa Sendiri

dengan cara sewa dan dalam penawaran harus sudah

memperhitungkan kebutuhan hal tersebut;


2. Tunjangan Rumah : disediakan oleh Penyedia Jasa Sendiri

untuk tenaga teknisi dengan cara sewa dan dalam penawaran harus

sudah memperhitungkan kebutuhan hal tersebut;

3. Fasilitas dan alat untuk pelayanan jasa konsultansi yang meliputi

kendaraan roda 2 (dua) dengan cara sewa dan dalam penawaran

harus sudah memperhitungkan kebutuhan hal tersebut.

B. Alih pengetahuan

Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa

harus mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar

terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih

pengetahuan kepada staf pelaksana kegiatan.

III. RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Pengawasan terhadap Konstruksi perpipaan ini dapat

dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu :

a) Membantu dalam pelaksanaan pengawasan mutu

b) Membantu dalam Review Design.

c) Memeriksa dengan sunggguh-sungguh bahwa pengukuran volume

pekerjaan dilaksanakan dengan benar, teliti dan sempurna.

d) Menjamin bahwa semua laporan (Report) yang diserahkan tepat pada

waktunya dan memuat semua catatan kemajuan serta hal-hal yang

berkaitan dengan proyek.

e) Bekerja sama dengan staf Satuan Kerja Perangkat Daerah

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PA/PPTK) dalam

membahas hal-hal yang menyangkut masalah teknis.


Lingkup pekerjaan yang harus dilakukan oleh Konsultan sesuai dengan

tahapannya adalah sebagai berikut :

a) Membantu Dalam Pelaksanaan Pengawasan Mutu.

Konsultan akan bertindak sebagai Wakil Pemimpin Pelaksana

Kegiatan/Pemimpin Pelaksana Bagian Kegiatan (Engineer’s

Representative) dalam pengawasan pelaksanaan

pekerjaan/kegiatan dan menjamin semua hasil pekerjaan itu

sesuai dan memenuhi syarat Perencanaan Teknis, Spesifikasi Teknis

dari Dokumen Kontrak.

Uraian detail pekerjaan Pengawasan mutu sebagai berikut:

1. Melaksanakan Pengawasan harian terhadap pekerjaan/kegiatan

sehingga dapat menjamin kebenaran material yang dipakai dan

prosedur pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis dalam Dokumen

Kontrak.

2. Memberi instruksi/penjelasan secara tertulis kepada Kontraktor

dengan cara yang sejelas-jelasnya terhadap pelaksanaan

pekerjaan yang dikehendaki sehingga dengan demikian dapat

diperoleh hasil pelaksanaan mutu pekerjaan yang lebih baik.

3. Memeriksa semua bahan/material yang ditempatkan

dilapangan/proyek betul-betul memenuhi persyaratan spesifikasi

sesuai dengan testing material yang dilaksanakan secara benar.

4. Memeriksa semua gambar–gambar (Shop Drawing, Detail

Drawing dan As Built Drawings) dengan teliti dan disetujui bila

memenuhi dokumen kontrak.


5. Memeriksa dan memberikan instruksi tertulis kepada

Kontraktor untuk memperbaiki semua

kerusakan/kerusakan/kekurangan pekerjaan, yang tidak

memenuhi persyaratan spesifikasi.

6. Ikut serta dalam inspeksi pemeriksaan akhir kegiatan sebelum

pelaksanaan take Over Kontraktor.

b) Membantu dalam review design,uraian dalam pelaksanaan

Review Design adalah sebagai berikut :

1. Mengkoordinir pengambilan data lapangan secara akurat yang

dilakukan oleh kontraktor guna Review Design untuk perubahan–

perubahan yang direkomendasikan/diperlukan.

2. Menyelenggarakan Review Design terhadap design yang ada,

sesuai dengan perubahan-perubahan yang

direkomendasikan/diperlukan.

3. Menyiapkan perkiraan biaya dan Addendum serta perubahan

Dokumen Tender sehubungan dengan Rewiew Design tersebut.

c) Memeriksa dengan sunggguh-sungguh bahwa pengukuran volume

pekerjaan yang dilaksanakan dengan benar, teliti dan sempurna.

d) Menjamin bahwa semua laporan (report) yang diserahkan

tepat pada waktunya dan dibuat sesuai dengan aturan yang benar,

teliti dan memuat semua

catatan kemajuan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan,

laporan itu meliputi :


1. Menyiapkan/atau menyerahkan laporan bulanan tepat pada

waktunnya, teliti dan menunjukan secara fisik dan finansial

kemajaun kegiatan.

2. Melaporkan dengan segera secara tertulis terhadap setiap

kesulitan-kesulitan yang mungkin akan terjadi dalam pelaksanaan

pekerjaan sehubungan dengan kondisi kegiatan dalam waktu

mendatang atau lain-lain sebab yang diperkirakan dapat

menyulitkan/merugikan pelaksanaan pekerjaan. Laporan itu juga

harus memuat usulan pemecahannya terhadap hal-hal yang

dikuatirkan tersebut di atas.

3. Melaporkan secara lengkap dan tertulis serta saran pemecahannya

terhadap hal–hal yang akan menyebabkan keterlambatan

penyelesaian pekerjaan.

4. Selalu membuat catatan harian tentang pekerjaan yang

telah selesai, pemasangan pipa/accesoris/bahan–bahan/material

yang telah dipakai, tenaga kerja lapangan, keterlambatan

peralatan, keadaan cuaca dan peristiwa–peristiwa lainnya.

5. Membuat file yang baik sehubungan dengan Korespondensi/surat

menyurat dengan pihak Kontraktor, Satuan Kerja Perangkat

Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PA/PPTK)

dan Lain–lainnya.

6. Membuat catatan-catatan dan Mem-file-kannya secara baik

terhadap hasil pekerjaan, hasil tes material, sertifikat pembayaran

(Payment Certifictes), pengukuran volume pekerjaan di lapangan,

back up perhitungan, As Build Drawing.


7. Melaksanakan inspeksi sebelum inspeksi akhir dan membuat

laporan tentang kekurangan–kekurangan/kerusakan hasil

pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan dalam suatu daftar.

8. Menyiapkan laporan penyelesaian pekerjaan bermasalah yang

dihadapi selama pekerjaan dan penyelesaiaannya serta lampiran–

lampirannya yang meliputi : file change order, file As Build Drawing

dan file hasil tes.

e) Bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas

Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PA/PPTK) dalam hal–hal

yang menyangkut masalah teknis, tugas ini meliputi:

1. Mengesahkan bersama–sama dengan Pemimpin Pelaksana

Kegiatan terhadap Monthly Progress, Payment Certificates dan

Final Payment Certificates.

2. Mengusulkan pemecahan terhadap kesulitan-kesulitan pelaksanaan

dimasa datang dengan memberikan gambaran/sketsa dan

perhitungan-perhitungan untuk dijadikan sebagai bahan

pertimbangan pimpinan.

3. Membuat usulan penyelesaian atas claim Kontraktor,

penyelesaian pertikaian, perpanjangan waktu Kontrak atau hal-hal

lainnya.

4. Menyiapkan change order, sesuai dengan petunjuk, mengajukan

usulan perubahan rencana/design, spesifikasi dan menyiapkan

harga satuan yang baru untuk negosiasi disertai dengan bahan-

bahan pendukungnya.
5. Memeriksa seluruh jenis pekerjaan atau bahan yang telah

dilaksanakan oleh Kontraktor dengan Kontrak seperti : Kantor,

gudang, peralatan dan lainnya.

6. Selama berlangsungnya pekerjaan, setiap pekerjaan sesuai dengan

lingkup tugasnya harus dilaporkan kepada Satuan Kerja

Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

(PA/PPTK).

7. Setiap hasil pengawasan konstruksi perpipaan diketahui dan

disetujui oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan

Umum dan penataan Ruang (PA/PPTK).

8. Hasil akhir yang dituangkan dalam laporan akhir

pengawasan konstruksi harus mencakup seluruh bagian

pemasangan pipa dan accesoris yang tercantum dalam KAK

lengkap dengan gambar-gambarnya.

9. Jangka waktu yang disediakan untuk pekerjaan ini sesuai dengan

jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditentukan.

10. Kewajiban tersebut diatas harus berhubungan dengan

wewenang Direksi Pekerjaan dan Direksi Lapangan berdasarkan

Kontrak Konstruksi yang akan dikelola berdasarkan konsep tugas.

IV. METODOLOGI

Kegiatan Pengawasan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Air

Bersih Perdesaan (DAK) Tahun Anggaran 2018 memerlukan tahapan-

tahapan pekerjaan yang harus dilakukan oleh penyedia jasa dimulai dari

kegiatan koordinasi/persiapan, pengawasan teknis serta pelaporan.


A. Koordinasi/Persiapan

Kegiatan persiapan meliputi : mengkoordinir penyelesaian seluruh

pekerjaan, persiapan administrasi, mobilisasi/demobilisasi personil,

peralatan maupun bahan yang diperlukan, melakukan koordinasi

dengan instansi terkait, melakukan rapat- rapat koordinasi di lapangan,

membuat laporan pendahuluan, laporan kemajuan pekerjaan,

menyusun laporan akhir serta laporan–laporan lainnya.

B. Pengawasan Teknis

1. Pengendalian waktu secara efektif efesien dalam melaksanakan

tahapan pekerjaan;

2. Pengendalian mutu guna menjamin pelaksanaan pekerjaan

sesuai dengan syarat umum kontrak dan spesifikasi;

3. Pengendalian volume menyangkut : volume pekerjaan, volume

bahan dan pengukuran pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam

dokumen kontrak;

4. Pengelolaan administrasi pelaksanaan kegiatan, meliputi

antara lain : administrasi personil, keuangan, teknis dan laporan

sehingga segala sesuatu dapat direkam dan dicatat serta disimpan

demi pelaksanaan kegiatan yang efektif, efesien dan tertib.

C. Pelaporan dan Evaluasi


Pelaporan merupakan sarana untuk mengevaluasi proses pelaksanaan

kegiatan yang terdiri dari laporan bulanan dan laporan akhir yang

disertai catatan hasil evaluasinya.

V. KELUARAN

Keluaran yang akan dihasilkan dari pekerjaan ini berupa kumpulan

buku laporan hasil pengawasan teknis, yang terdiri dari :

1. laporan mingguaan

2. laporan bulanan

3. Foto Dokumentasi Pekerjaan

VI. KUALIFIKASI DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI

Penyedia Jasa Konsultansi pelaksana pekerjaan harus mempunyai

Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Pengawas Konstruksi dengan

Klasifikasi Pengawasan Rekayasa, Sub-klasifikasi Jasa

Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Air (RE203).

VII. PERALATAN DAN MATERIALDARI PENYEDIA JASA

KONSULTANSI

Peralatan dan material minimal yang harus dimiliki oleh

Penyedia Jasa Konsultansi Pengawasan pekerjaan konstruksi dimaksud

diatas, antara lain :

1. Peralatan Lapangan, minimal :

 Alat ukur/meteran minimal 2 unit


 GPS minimal 1 unit

 Kendaraan Roda Dua, minimal 1 Unit

 Kendaraan Roda Empat, minimal 1 Unit

2. Peralatan Kantor, minimal :

 Komputer/ Laptop, minimal sebanyak 3 unit

 Printer ukuran A3 /A4, minimal sebanyak 2 unit

 Meja kerja, minimal 3 Unit

 Kamera digital minimal 1 unit

VIII. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN

Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan ini selama 180 (seratus

delapan puluh) hari kalender terhitung sejak Surat Perintah

Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, dan/atau mengikuti pekerjaan

konstruksi yang diawasi.

IX. PERSONIL DAN KUALIFIKASINYA

Semua Personil yang akan diusulkan harus sesuai dengan yang telah

tercantum namanya dalam Dokumen Kualifikasi. Kebutuhan Personil

baik Tenaga Ahli, Tenaga Teknisi maupun Tenaga Pendukung adalah

sebagai berikut :

1. Supervision Engineer/Team Leader

Supervision Engineer harus seorang sarjana Teknik minimal Strata-

1 (S1) Jurusan Teknik Sipil/Lingkungan/Kimia Lulusan Universitas

Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah lulus ujian negara
atau yang telah diakreditasi dan memiliki Sertifikat Keahlian

(SKA) dengan kualifikasi Ahli Muda Teknik Air Minum,

mempunyai pengalaman profesional dalam bidang pengawasan

konstruksi perpipaan serta berpengalaman mengkoordinasikan

pekerjaan dan melaporkan hasil pekerjaan dengan lama pengalaman

sebagaimana termuat pada tabel.

Supervision Engineer bertanggung jawab terutama atas pengendalian

seluruh pelaksanaan pengawasan pekerjaan berdasarkan ketentuan

dan persyaratan yang telah di tentukan dalam dokumen kontrak.

Supervision Engineer akan berkedudukan ditempat berdekatan

dengan tempat- tempat pekerjaannya yang menjadi tanggung

jawabnya Tugas, kewajiban dan tanggung jawab Supervision

Engineer meliputi :

a. Menjamin bahwa semua isi dan kerangka acuan tugas ini

akan dipenuhi dengan baik sehubungan dengan pelaksanaan

pekerjaan;

b. Membantu dan memberikan arahan-arahan

kepada Quality Engineer/Quantity Engineer dan atau tugas

pengawas lainnya pada tiap paket pekerjaan dalam melaksanakan

pekerjaan pengawasan teknis segera setelah kontrak fisik

ditandatangani;

c. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah

ditentukan, terutama sehubungan dengan :


 Inspeksi secara ke paket pekerjaan untuk melakukan

monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan pekerjaan-

pekerjaan agar pekerjaan dapat direalisasikan dengan baik

d. Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi

kontraktor.

e. Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran

pekerjaan, dan secara khusus harus ikut serta dalam proses

pengukuran akhir pekerjaan.

f. Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan

Finansial serta menyerahkan kepada Pemimpin Pelaksana

Kegiatan Fisik.

g. Menyusun Justifikasi teknis termasuk gambar dan

perhitungan, sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.

h. Mengecek dan menandatangani dokumen tentang

pengendalian mutu dan volume pekerjaan.

2. Pengawas Lapangan

Mempunyai keahlian dalam bidang sipil pengawasan seorang

minimal lulusan STM dan mempunyai pengalaman selama 3 Tahun.

3. Administrator

Berpengalaman dalam Bidang Administrasi Umum/Administrasi

Proyek pekerjaan Teknik Sipil, maupun mahir dalam mengetik

secara cepat, rapi dan benar serta lancar menggunakan Microsoft

office.
Tenaga Administrasi bertanggung jawab atas pengetikan

dokumen-dokumen dan surat-surat yang dibutuhkan serta

bertanggung jawab pada administrasi kantor.

X. JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Tahapan Pelaksanaan yaitu :

1. Persiapan

2. Mobilisasi Personil

3. Pengawasan Teknis di Lapangan

4. Demobilisasi Personil

5. Penyusunan Laporan Akhir

XI. LAPORAN PENGAWASAN

1. Laporan Mingguan, Berisi :

a. Rencana dan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan setiap

minggunya;

b. Laporan mingguan berisi bobot pekerjaan yang telah

dilakukan/dikerjakan oleh kontraktor;

c. Total kemajuan pekerjaan sejak awal kegiatan

serta melaporkan keterlambatan-keterlambatan yang

terjadi dengan menyebutkan penyebabnya;

d. Saran-saran yang mengatasinya dan tindakan-tindakan yang

telah dilakukan serta perubahan lingkup dan jadwal pekerjaan

bila ada termasuk grafik- grafik dan foto- foto sebagai

pendukung laporan tersebut.


Laporan ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga pengguna jasa

senantiasa mendapat informasi tepat pada waktunya.

Apabila ada pertemuan pada tahap-tahap tertentu yang diusulkan

untuk pemberian keputusan yang bertalian dengan adanya

tahapan mendatang, maka hal itu harus dirinci dalam laporan.

Apabila perlu, laporan ini memuat juga laporan teknis yang

menyebutkan cara kerja yang dipilih oleh konsultan sebelum

melangkah ketahapan berikutnya dalam pemberian jasa.

Pada saat serah terima akhir pekerjaan harus menyerahkan

kumpulan laporan mingguan sebanyak 10 (sepuluh) examplar.

2. Laporan Bulanan, berisi :

a. Rencana dan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan

setiap bulan;

b. Total kemajuan pekerjaan sejak awal kegiatan serta

melaporkan keterlambatan-keterlambatan yang terjadi dengan

menyebutkan penyebabnya;

c. Laporan bulanan berisi rangkuman dari laporan mingguan

Laporan ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga pengguna jasa

senantiasa mendapat informasi tepat pada waktunya.

Apabila ada pertemuan pada tahap-tahap tertentu yang diusulkan

untuk pemberian keputusan yang bertalian dengan adanya

tahapan mendatang, maka hal itu harus dirinci dalam laporan.

Apabila perlu, laporan ini memuat juga laporan teknis yang

menyebutkan cara kerja yang dipilih oleh konsultan sebelum

melangkah ketahapan berikutnya dalam pemberian jasa Laporan


harus diserahkan selambat-lambatnya tanggal 5 setiap bulan

berikutnya.

Pada saat serah terima akhir pekerjaan harus menyerahkan

kumpulan laporan bulanan sebanyak 10 (sepuluh) examplar.

3. Foto Dokumentasi, berisi:

a. Foto pekerjaan tiap Pelaksanaan pekerjaan

dilapangan

b. Foto pekerjaan bobot 0 %, 50 % dan 100 %

pekerjaan.

Foto dokumentasi harus dibuat sebelum konsultan mengakhiri

tugasnya, diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) exemplar.

XII. HAL-HAL LAIN

1. Persyaratan Kerjasama

Jika diperlukan adanya kerjasama dengan instansi, konsultan

harus menguraikan kerjasama tersebut dalam usulannya serta segala

akibat dari kerjasama itu.

2. URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

1.1 Pendekatan Teknis


Belanja Konsultansi Pengawasan berpotensi membangun agar menjadi

sarana dan prasarana air bersih yang lebih berkualitas. Pekerjaan ini

diselenggarakan selama 180 (seratus delapan puluh) hari terhitung sejak

Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan.

Proses Pembangunan air bersih ini diharapkan dapat berjalan dengan

baik, dan semua pihak yang terkait dapat menjalankan tugasnya dengan

baik, termasuk konsultan Pengawas. Konsultan Pengawas melakukan

Pengawasan Jasa Konsultansi Pengawasan (DAK Reguler) dengan

uraian sebagaimana yang tercantum dalam RKS, risalah anwijzing, dan

gambar kerja.

1.2 Uraian Pekerjaan Teknis Pengawas Lapangan

1. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan

lapangan, koordinasi dan inspeksi kegiatan–kegiatan pembangunan

agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan

dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan

untuk kedua kalinya.

2. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan

atau komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama

pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau ditempat kerja lainnya.

3. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang

tepat dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai

dengan jadwal yang ditetapkan.

4. Memberikan masukkan pendapat teknis tentang penambahan atau

pengurangan biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada


ketentuan kontrak, untuk mendapatkan persetujuan dari Pengguna

Jasa.

5. Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan

dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang

dari kontrak, dapat langsung disampaikan kepada pemborong, dengan

pemberitahuan tertulis kepada Pengelola Proyek.

6. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam

mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan

pembangunan.

1.3 Tugas Konsultan Pengawas

Berikut adalah beberapa di antara tugas dari seorang konsultan

pengawas bangunan terlepas dari kesepakatan yang dibuat antara

penyewa dan konsultan itu sendiri di atas kertas atau kontrak kerja;

1. Hal-hal yang berhubungan dengan administrasi umum

diselenggarakan sesuai dengan kontrak

2. Pengawasan dilakukan secara rutin saat proyek sedang berjalan atau

dilaksanakan.

3. Membuat sebuah laporan yang nantinya akan dikontrol oleh pemilik

proyek

4. Saran dan solusi jika ada kendala yang ditemui di lapangan juga

menjadi sangat bermanfaat

5. Memilih tipe dan merek barang yang diusulkan oleh seorang

kontraktor dengan pedoman kontrak kerja yang telah dibuat.


6. Menentukan tipe dan merek barang yang diusulkan sesuai kontrak

agar sesuai dengan keinginan pemilik proyek.

7. Mengecek, mengoreksi, dan kemudian persetujuan atas gambar yang

diajukan oleh kontraktor yang nantinya akan dijadikan sebagai

pedoman atau dasar dalam pembuatan dan pembangunan proyek.

1.4 Wewenang Konsultan Pengawas

Selain memiliki tugas, seorang konsultan juga memiliki wewenang. Hal-

hal yang berhubungan dengan hal-hal teknis jasa pengawasan bangunan

di lapangan tersebut adalah;

1. Memberikan teguran kepada pelaksana atau pekerja jika terjadi hal-

hal yang menyimpang dari kontrak kerja yang telah dibuat dan

disepakati

2. Memberi tanggapan atas ide dan gagasan yang diberikan oleh

pelaksana proyek

3. Membuat berita acara perubahan jika ada perubahan

4. Mengoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor, dll

1.5 Lingkup Kegiatan Pengawasan

Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas tersebut

antara lain :
1. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi

yang akan dijadikan dasar pengawasan pekerjaan dilapangan.

2. Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metoda pelaksanaan,

serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi.

3. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas,

kuantitas, dan laju pencapaian volume / realisasi fisik.

4. Mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk memecahkan

persoalan yang terjadi selama proses pelaksanaan konstruksi.

5. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat

laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan

masukan hasil-hasil rapat lapangan, laporan harian, mingguan, dan

bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pemborong.

6. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan, pemeliharaan pekerjaan,

serah terima pertama dan serah terima kedua pekerjaan konstruksi.

7. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-

Built Drawing) sebelum serah terima pertama.

8. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama,

mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan dan laporan akhir

pekerjaan pengawasan.

9. Menyampaikan surat teguran kepada pelaksana kegiatan ketika

terjadi keterlambatan pekerjaan dan/atau ditemukan ketidak sesuaian

antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.

1.6 Tanggung Jawab Pengawasan


Konsultan pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa

pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan kode etik profesi yang

berlaku.

Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut :

1. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan

/pelaksanaan yang dijadikan pedoman, serta peraturan, standard dan

pedoman teknis yang berlaku.

2. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan

yang berlaku.

3. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan.

Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya

konsultan sebagai suatu perusahaan, tetapi juga bagi para tenaga ahli

professional pengawasan yang terlibat dalam proses pekerjaan

tersebut.

1.7 Uraian Tugas Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang

sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang

dihadapi di lapangan, secara garis besarnya yaitu :

1) Pekerjaan Persiapan

a. Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan

pengawasan

b. Memeriksa Time schedule, Bar Chart, S-Curve, dan Net Work

Planning yang diajukan oleh kontraktor pelaksana untuk


selanjutnya diteruskan kepada pengelola kegiatan untuk

mendapatkan persetujuan.

2) Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan

a. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan

lapangan, koordinasi dan inpeksi kegiatan-kegiatan

pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi

teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan

pekerjaan diserahkan untuk yang kedua kalinya.

b. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan

atau komponen bangunan, peralatan, dan perlengkapan selama

pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau ditempat kerja lainnya.

c. Mengawasi kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan mengambil

tindakan yang tepat dan cepat agar batas waktu pelaksanaan

minimal sesuai engan jadwal yang ditetapkan.

d. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau

pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan

waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak,

untuk mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat

Komitmen.

e. Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai

pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta

tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung disampaikan

kepada pemborong, dengan pemberitahuan tertulis kepada

pengelola kegiatan.
f. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada pelaksana pekerjaan

dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan

pembangunan.

3) Konsultasi

1. Melakukan konsultasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul

selama masa pembangunan.

2. Mengadakan rapat lapangan secara berkala, dengan Pejabat

Pembuat Komitmen (PPK), Pelaksana Pekerjaan serta unsur

wilayah (jika diperlukan) dengan tujuan untuk membicarakan

masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan baik

secara teknis maupun sosial untuk kemudian membuat risalah

rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan,

serta sudah diterima paling lambat 1 (satu) hari kerja kemudian.

4) Laporan

1. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan

teknis teknologis kepada Pejabat Pembuat Komitmen mengenai

volume presentasi dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan

yang akan dilaksanakan oleh pemborong.

2. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan dan

dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui.

3. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah

tenaga kerja dan alat yang digunakan.

4. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh

pemborong terutama yang mengakibatkan tambah dan


berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta gambar

konstruksi yang dibuat oleh pemborong (Shop drawing).

5) Dokumen

1. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan

penyelesaian pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan

pembayaran angsuran.

2. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan

serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan

pembayaran.

3. Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan

bulanan Berita Acara kemajuan pekerjaan penyerahan pertama

dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan

untuk kebutuhan dokumen pembangunan, serta keperluan

pendaftaran sebagai Bangunan Gedung Negara.

1.8Program Kerja

Sebelum melaksanakan tugasnya, konsultan pengawas harus segera

menyusun:

a) Program kerja, termasuk jadwal kegiatan secara detail

b) Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Tenaga-

tenaga yang diusulkan oleh konsultan pengawas harus mendapatkan

persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

c) Konsep penanganan pekerjaan pengawasan kegiatan.

Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), setelah sebelumnya dipresentasikan


oleh konsultan pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari

pengelola teknis kegiatan.

1.9 Metodologi Pelaksanaan

Setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kami akan

melakukan mobilisasi personil pekerjaan tersebut.

Mengikuti petunjuk Pemimpin Kegiatan tentang tugas dan tanggung

jawab konsultan Pengawasan.

Melakukan survey pendahuluan yaitu meninjau langsung ke lapangan /

lokasi –lokasi pekerjaan yang akan dilaksanakan, bersama dengan

pemimpin kegiatan dan orang – orang yang berkepentingan pada

pekerjaan ini.

Melaksanakan tugas Pengawasan teknis, mengkonsultasikan hasil

Pengawasan kepada Pemimpin Kegiatan dan memberi masukan kepada

Pemimpin Kegiatan tentang metode pelaksanaan Fisik Pembangunan,

prediksi kendala – kendala yang akan timbul tentang segala aspek.

Membuat laporan yang berisi tentang pelaksanaan pekerjaan Pengawasan