Anda di halaman 1dari 9

NAMA : MIFTAHUL FITRI KELAS : 6 B AKUNTANSI SORE

NIM : 1406020074 FAKULTAS : EKONOMI


MATA KULIAH : TEORI AKUNTANSI MATERI : SOAL&JAWABAN BAB 8

2. Selain sebagai kenaikan aset, mengapa pendapatan juga didefinisikan sebagai penurunan
kewajiban?
Hal ini terjadi bila suatu entitas mengalami kenaikan aset misalkan menerima
pembayaran dimuka dari pelanggan. Penerimaan ini bukan pendaoatan karena perusahaan
belum melakukan prestasi yang menimbulkan hak penuh atas aset yang diterima. Jadi,
jumlah rupiah yang diterima biasanya diperlukan sebagai oendaoatan tangguhan yang
statusnya adalah kewajiban sampai ada prestasi dari perusahaan berupa pengiriman
barang atau pelaksanaan jasa dan akan mengurangi kewajiban yang menimbulkan
pendapatan. Kejadian pengiriman barang mengubah kewajiban menjadi pendapatan. Jadi
pendapatan dapat didefinisikan sebagai penurunan kewajiban.

4. Apa yang membedakan untung dengan pendapatan dan apakah perbedaan tersebut
cukup penting ?
Makna yang terkandung dalam definisi untung :
1) Kenaikan ekuitas bersih
2) Periferal ata insidental
3) Selain yang dicakupi pendapatan atau investasi oleh pemilik atau transaksi yang
berkaitan dengan pemilik
Dari 3 karakterisitk diatas, yang paling membedakan dengan pendapatan adalah
karakteristik 2) sebagai lawan dari operasi utama. Operasi utama yang dimaksud adalah
lebih dikaitkan atau dibandingkan dengan kegiatan yang masuk dalam kategori kegiatan
pendanaan dan investasi.
Menurut IAI/IASC pendapatan dan untung dicakupi dalam satu definisi
penghasilan. Jadi, menurut IAI/IASC tidak terlalu penting pada perbedaan tersebut.
Menurut FASB pendapatan dan untung sebagai elemen berdiri sendiri, sehingga
dibedakan dengan adanya karakteristik sumber dan dibedakan dengan operasi utama.
Jadi, menurut FASB hal itu menjadi penting untuk membedakannya.

6. Apakah pengertian pengasilan menurut undang-undang pajak yang berlaku


sekarang? Apakah pengertian tersebut sama dengan pengertian penghasilan menurut
IAI atau dengan pengertian pendapatan (revenues) dalam akuntansi?
Definisi penghasilan menurut UU PPh adalah setiap tambahan kemampuan
ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari
Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk
menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk
apapun adalah objek pajak. Atas dasar penyederhanaan, keadilan dan untuk
meningkatkan kepatuhan wajib pajak maka atas beberapa hal diberlakukan pajak final,
diantaranya ialah pajak penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan atau
bangunan.
Pendapatan Menurut PSAK No. 23 paragraf 6, adalah arus masuk bruto dari
manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode
bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari
kontribusi penanam modal.
Menurut saya berbeda, penghasilan menurut pajak dilihat dari apakah berasal
dari dalam negeri atau luar begeri dan apakah diperoleh dari orang pribadi yang
misalkan penghasilan gaji ataupun badan yang misalkan laba bersih pada suatu
periode. Sedangkan, pendapatan menurut akuntansi lebih ke manfaat ekonomi pada
aktivitas perusahaan suatu periode.

8. Apa hubungan antara pendekatan pembentukan dan realisasi pendapatan?


Hubungannya untuk dapat diakui pendapatan, pendapatan harus terealisasi
dan terbentuk. Pendapatan terbentuk dengan terjadinya seluruh kegiatan perusahaan.
Pendapatan terealisasi dengan adanya perubahan bentuk produk menjadi kas atau aset
lain melalui transaksi pertukaran.

10. Apakah pengertian dan perbedaan antara kriteria pengakuan dan kaidah pengakuan ?
Kriteria pengakuan pendapatan adalah pendapatan baru dapat diakui setelah suatu
produk selesei diproduksi dan penjualan benar-benar telah terjadi yang ditandai dengan
penyerahan barang. Dengan kata lain, pendapatan belum dapat dikatakan ada dan diakui
sebelum ada penjualan yang nyata. FASB mengajukan dua kriteria pengakuan
pendapatan (dan untung) yang keduanya harus dipenuhi yaitu :
a. Terealisasi atau cukup pasti terealisasi
b. Terbentuk atau terhak
Kam mengemukakan kriteria pengakuan secara teknis dengan syarat-syarat berikut :
1. Keterukuran nilai aset
2. Adanya suatu transaksi
3. Proses penghimpunan secara substansial telah selesai
Kaidah pengakuan :
AICPA memberikan kaidah pengakuan umum untuk penjualan jasa sebagai berikut:
1. Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan satu pekerjaan atau tindakan,
pendapatan harus diakui pada saat pekerjaan tersebut telah dilakukan.
2. Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan serangkain pekerjaan atau tindakan
secara bertahap, pendapatan harus diakui selama periode pelaksanaan pekerjaan
secara proporsional.
3. Kalau pemberian jasa terdiri atas pelaksanaan serangkaian pekerjaan atau
tindakan secara bertahap, pendapatan dapat diakui pada saat seluruh pekerjaan
telah selesai dilaksanakan bila kondisi berikut terpenuhi:
 Proporsi jasa yang dilaksanakan pada tahap akhir pekerjaan begitu
kritisnya sehingga seluruh pekerjaan tidak dapat dikatakan selesai sebelum
tahap akhir dilaksanakan.
 Jasa harus diberikan dalam beberapa tahap yang tidak dapat ditetukan di
muka selama waktu yang tidak pasti dan tidak ada cara yang cukup layak
untuk menentukan tingkat penyelesaian pekerjaan.
4. Terdapat tingkat ketidak pastian yang tinggi berkenaan dengan ketertagihan atau
kolektabilitas pendapatan jasa, pendapatan baru diakui setelah kas terkumpul.
Jadi, perbedaan nya pada kriteria pengakuan pendapatan , pengakuan pendapatan diakui
saat sudah terealisasi & terbentuk. Sedangkan kaidah pengakuan dapat diakui sebagai
pendapatan jika pekerjaan/tindakan telah terselesaikan sesuai kontrak.

12. Apa yang dimaksud dengan subtantial completion of the earning process ?
Subtantial completion of the earning process adalah pendapatan baru diakui
setelah terbentuk. Pendapatan baru dikatakan telah terbentuk bilamana perusahaan
telah melakukan secara substansial kegiatan yang harus dilakukan untuk dapat
menghaki mandaat atau nilai yang melekat pada pendapatan.

14. Jelaskan konsep pembentukan pendapatan (earning process) ?


Pertama adalah tahap produksi yaitu mulai dari pembelian sumber ekonomik
sampai produk selesai atau masuk gudang barang jadi. Kedua adalah tahap penjualan
yaitu dari diterimanya order pembelian sampai barang dikirim ke pembeli. Ketiga,
tahap kegiatan pengumpulan piutang mulai dari penagihan sampai saat seluruh kas
diterima.

16. Kapan atau pada titik mana dari proses pembentukan pendapatan suatu pendapatan
dapat diakui ?
Apabila pada titik dimana pembeli sudah menandatangani kontrak dan sudah
melunasi kasnya untuk seluruh nilai kontrak. Pada saat ini, pendapatan sudah
terealisasi tetapi belum ada pembentukan pendapatan Pada saat tahap penjualan inilah
suatu pendapatan tersebut dapat diakui.

18. Apa yang dimaksud dengan Interchangeable atau fungible units ?


Maksudnya harga satuan yang tetap tidak bergantung bentuk dan penyajian
barang. Artinya dapat menjadi nilai wajar dari harga pasar di pasar sejenisnya.

20. Sebutkan beberapa keberatan terhadap pengakuan pendapatan atas dasar saat
penjualan dan bagaimana mengatasi keberatan tersebut.
1. Kembalian dan potongan tunai
Penyelesaian : kembalian = dengan disediakan kontra akun penjualan.
Kemungkinan terjadinya kembalian barang dan pengurangan pendaoatan lainnya
pada akhir perioda dapat ditaksir dan ditampung dengan akun tertentu dengan
cukup teliti atas dasar pengalaman sebekumnya. Jumlah ini dikontrakan dengan
jumlah rupiah pendapatan bruto.jadi, adanya kemungkinan pengembalian karena
kerusakan tidak mengurangi validitas saat penjualan sebagai dasar pengakuan.
Sedangkan potongan tunai = masalah yang timbul bukan berkaitan dengan
oengakuan pendapatan tetapi dengan berapa jumlah rupiah pendapatan yang
dicatat.
2. Kos purna-jual
Penyeesaian : dengan membentuk cadangan piutang, jumlah rupiah debit akan
menjadi pengurang langsugn terhadap pendapatan, sedangkan jumlah rupiah
kredit akan sama menjadi kontra terhadap jumlah piutang. Tidak tertutup
kemungkinan untuk menyajikan jumlah rupiah debit tersebut sebagian dari biaya-
biaya operasi lainnya dalam statemen laba-rugi.
3. Kerugian piutang
Penyelesaian : dengan membentuk cadangan kerugian piutang yang ditaksir dapat
disajikan dalam kelompok biaya dalam statemen laba-rugi sebagai biaya
penjualan yang bersangkutan dengan pengumpulan piutang ata dapat juga sebagai
pengurang langsung pos pendapatan.
4. Traksaksi penjualan
Penyelesaian : kriteria realisasi telah terpenuhi pada saat penjualan hanya kalau
telah terjadi transfer atau pengiriman barang tak bersyarat. Pada saat barang
ditransfer, proses pembentukan pendapatan secara substansial dianggap telah
selesai sehingga kriteria pembentukan otomatis telah terpenuhi pada saat
penjualan sehingga tidak perlu dipersoalkan lagi.

22. Apakah akresi merupakan pendapatan dan dengan demikian dapat diakui ?
Tidak selayaknya akresi dapat diakui sebagai pendapatan karena tidak
terdapat pendapatan terealisasi dari aset (persediaan) menjadi aset baru (kas atau
piutang).

24. Mengapa potongan tunai pembelian tidak dapat diperlakukan sebagai pendapatan?
Karena potongan tunai pembelian masuk tergolong dalam penghematan kos.
Jika potongan tunai pembelian tergolong dalam pendapatan, maka suatu perusahaan
yang baru berdiri dan perusahaan tersebut membeli suatu barang dari pelosok dan
dipotong pembelian/diskon maka hal itu dapat dijadikan pendapatan. Hal tersebut akan
janggal.

26. Carilah dalam Standar Akuntansi Keuangan ketentuan Dewan Standar Akuntansi sebagai
pedoman pengakuan terhadap pendapatan dari sewaguna dan waralaba. Jelaskan
ketentuan tersebut dalam kaitannya dengan kriteria terealisasi dan terbentuk.

Menurut kriteria pengakuan pendapatan yang terdapat dalam PSAK 23, suatu
entitas dapat mengakui pendapatan jika memenuhi kriteria di bawah ini

 Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan
kepada pembeli.
 Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas
barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual.
 Jumlah pendapatan dapat diukur secara handal
 Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut mengalir ke
entitas dan,
 Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan tersebut
dapat diukur secara handal.

Sedangkan menurut IAS 18, pendapatan dapat diakui oleh entitas ketika risiko
yang melekat pada barang atau jasa telah berpindah ke pembeli atau pengguna jasa. Hal
ini agaknya sedikit lebih longgar dibandingkan dengan ketentuan yang diterapkan oleh
US-GAAP sebelumnya dimana pendapatan diakui ketika sudah memenuhi dua kriteria
yaitu terbentuk dan terealisasi selama kedua kriteria tersebut belum terpenuhi maka
entitas belum dapat mengakui pendapatan, tetapi tetap harus mengakui beban yang timbul
dari usaha memperoleh pendapatan tersebut.

IFRS dalam IAS 18 menyebutkan bahwa entitas harus memenuhi dua kriteria
yang tidak boleh dipisahkan dalam mengakui pendapatan yaitu:

 Risiko yang melekat pada pada barang dan jasa (yang diperjualbelikan) berpindah ke
pembeli
 Ketentuan a akan tidak berlaku jika barang atau jasa yang diserahkan secara penuh (dan
risiko yang melekat pada barang/jasa tersebut berpindah ke pembeli) namun kepastian
pembayaran dari pembeli tidak dapat di ukur secara handal, maka entitas belum dapat
mengakuinya sebagai pendapatan.

28. Bukalah PSAK No. 34 sebutkan ketentuan pengakuan pendapatan kontrak kontruksi.
Sebut dan jelaskan berbagai jenis kontrak dan ketentuan tentang pengakuan
pendapatan untuk tiap jenis kontrak. Diskusilah ketentuan tersebut dalam hubungannya
dengan criteria realisasi dan terbentuk ?

1. Nilai Pendapatan Semula Yang Disetujui Dalam Kontrak


Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima.
Pengukuran pendapatan kontrak dipengaruhi oleh beragam ketidakpastian yang bergantung
pada hasil dari peristiwa di masa depan. Estimasi sering kali perlu untuk direvisi sesuai
dengan realisasi dan hilangnya ketidakpastian. Oleh karena itu, jumlah pendapatan kontrak
dapat meningkat atau menurun dari satu periode ke periode berikutnya. Misalnya:
 Kontraktor dan pelanggan mungkin menyetujui penyimpangan atau klaim yang
meningkatkan atau menurunkan pendapatan kontrak pada periode setelah periode di
mana kontrak pertama kali disetujui;
 Nilai pendapatan yang disetujui dalam kontrak dengan nilai tetap dapat meningkat
karena ketentuan-ketentuan kenaikan biaya;
 Nilai pendapatan kontrak dapat menurun karena denda yang timbul akibat keterlambatan
kontraktor dalam penyelesaian kontrak tersebut; atau
 Jika dalam kontrak harga tetap terdapat harga tetap per unit ouput, pendapatan kontrak
meningkat jika jumlah unit meningkat.

2. Penyimpangan Dalam Pekerjaan Kontrak, Klaim, Dan Pembayaran Insentif


Penyimpangan, klaim dan pembayaran insentif dapat menjadi pendapatan kontrak dengan
syarat:
(a) memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan
(b) dapat diukur secara andal.
Penyimpangan
Penyimpangan dalam hal ini adalah suatu instruksi yang diberikan pelanggan mengenai
perubahan dalam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kontrak.
Penyimpangan dapat menimbulkan peningkatan atau penurunan dalam pendapatan
kontrak. Contoh penyimpangan adalah perubahan dalam spesifikasi atau rancangan aset
atau perubahan lamanya kontrak. Penyimpangan dimasukkan ke dalam pendapatan
kontrak jika:
(a) kemungkinan besar pelanggan akan menyetujui penyimpangan dan jumlah pendapatan
yang timbul dari penyimpangan tersebut; dan
(b) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.

Klaim
Yang dimaksud dengan ‘klaim’ dalam hal ini adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada
pelanggan atau pihak lain sebagai penggantian untuk biaya-biaya yang tidak termasuk dalam
nilai kontrak. Klaim dapat timbul, misalnya, dari keterlambatan yang disebabkan oleh
pelanggan, kesalahan dalam spesifikasi atau rancangan, dan perselisihan penyimpangan
dalam pengerjaan kontrak. Pengukuran jumlah pendapatan yang timbul dari klaim
mempunyai tingkat ketidakpastian yang tinggi dan sering kali bergantung pada hasil
negosiasi. Oleh karena itu, klaim hanya dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika: 5
(a) negosiasi telah mencapai tingkat akhir sehingga kemungkinan besar pelanggan akan
menerima klaim tersebut; dan
(b) nilai klaim yang kemungkinan besar akan disetujui oleh pelanggan, dapat diukur secara
andal.

Insentif
Pembayaran insentif adalah jumlah tambahan yang dibayarkan kepada kontraktor apabila
standar-standar pelaksanaan yang telah ditentukan telah terpenuhi atau dilampaui. Misalnya,
suatu kontrak mungkin mengizinkan suatu pembayaran tambahan kepada kontraktor untuk
suatu penyelesaian yang lebih awal dari suatu kontrak. Pembayaran insentif dimasukkan
dalam pendapatan kontrak jika:
(a) kontrak tersebut cukup aman sehingga kemungkinan besar pelanggan memenuhi atau
melampaui standar pelaksanaan; dan
(b) jumlah pembayaran insentif.

30. Dapatkah perusahaan kontraktor bangunan mengakui pendapatan atas dasar kas yang
diterima pada saat menerima terma atau termin pembayaran pertama, kedua, dan
seterusnya.
Walaupun secara keseluruhan proses penghimounan belum cukup selesai,
penghimpunan untuk suatu perioda dapat dianggap telah cukup sehingga pendapatan
dapat diakui secara proporsional untuk perioda tersebut. Tetapi, jumlah rupiah yang
diterima atas dasar termin pembayaran kontrak tidak dapat dijadikan basis untuk
menentukan pendapatan yang harus diakui, alasannya, jumlah pembayaran tidak selalu
menggambarkan kemajuan fisis maupun penyerapan kos oleh kegiatan..

32. Jelaskan secara ringkas dan jelas prosedur akuntansi dasar tunai dan berilah contoh
sederhana (dengan angka) penyajian dalam neraca dan statemen laba-rugi?
Penerapan dasar kas untuk ,mengukur pendapatan pada hakikatnya sama saja
dengan tidak mengakui piutang angsuran (installments receivable) sebagai pos aset
meskipun harga jual cukup pasti dan barang telah dikirim. Dengan demikian, piutang
tersebut hanya dicacat dalam bentuk memorandum saja.
Contonya
1) Pada saat kontrak penjualan angsuran dan pengiriman seluruh barang, perusahaan
mencatat sebagai berikut
Pengiriman Barang- Dasar kas Rp. 80.000.000
Sediaan Barang Dagangan Rp. 80.000.000

Jumlah diatas dicatat atas dasar kos. Piutang angsuran dicactat secara memorial
(tidak dijurnal). Pengiriman Barang-Dasar Kas mempunyai status sebagai aset
perusahaan (semacam barang dalam pengkonsignaan/good on consignment)
2) Bila perusahaan menerima uang muka atau angsuran, penerimaan tersebut sebagai
berikut
Kas Rp. 20.000.0000
Penjualan-Dasar Kas Rp. 20.000.000
Seluruh jumlah rupiah kas yang telah diterima dari penjualan dalam suatu
perioda yang tampak dalam saldo akun Penjualan- Dasar Kas merupakan
pendapatan yang diakui dan dilaporkan dalam perioda tersebut.
3) Pada akhir perioda harus diperhitungkan kos produk yang dapat dibebankan secara
tepat (sebagai biaya) ke pendapatan dasar kas tersebut. Misalnya nilai kontrak
penjualan angsuran dalam contoh diatas adalah sebesar Rp 100.000.000 dan kas yang
telah diterima untuk suatu perioda adalah Rp 40.000.000 (40%). Jurnal yang dibuat
pada akhir tahun adalah:

Kos barang Terjual- Dasar Kas Rp. 28.000.000


Pengiriman Barang-Dasar Kas Rp. 28.000.000
(40% x Rp 70.000.000)
4) Kalau ternyata pada akhir perioda terdapat penjualan yang sudah diterima kasnya
tetapi barang belum dikirim maka kos barang tersebut harus ditaksir dan ditambahkan
ke kos barang terjual dasr kas. Misalnya pada akhir suatu perioda perusahaan telah
menerima angsuran Rp. 20.000.000 tetapi barang (dengan kos taksiran Rp 12.000.000
belum dikirim). Jurnal yang harus dibuat pada akhir perioda adalah:
Kos Barang Terjual-Dasar Kas Rp. 12.000.000
Utang pengiriman Barang- dasr Kas Rp. 12.000.0000

34. Secara prosedur akuntansi, kegiatan penjualan apa yang dapat digunakan untuk menandai
atau memicu pencatatan pendapatan.
1. Pada saat kontrak penjualan. Penandatanganan kontrak, penerimaan uang muka.
Pendapatan belum diakui. Surat kontrak dan penerimaan bukti setor bank sebagai
dasar pencatatan uang muka.
2. Selama proses produksi secara bertahap. Penggunaan BB, BTKL, dan BOP.
Pembayaran biaya Adm. Penagihan. Penyesuaian akhir tahun. Penyiapan dan
pengiriman surat penagihan. Penyesuaian akhir tahun atas dasar catatan akumulasi
kos.
3. Pada saat proses produksi selesai. Pemindahan barang jadi dari pabrik ke
gudang. Penyesuaian akhir tahun.
► Belum ada kontrak :
 Penyerahan barang ke gudang disertai nota penerimaan, atau
 Penyesuaian akhir tahun.
► Sudah ada kontrak: Penyerahan barang ke bagian gudang disertai nota
penerimaan dan surat kontrak atau order pembelian.
4. Pada saat penjualan. Penerimaan order pembelian. Penerimaan uang muka.
Pengiriman barang. Pengiriman faktur penjualan. Penerimaan nota terima barang
dari pembeli.
► Pengiriman barang disertai pengiriman faktus sesuai syarat.
► Penerimaan nota terima barang didukung faktur dan order
pembelian/penjualan.
5. Pada saat kas terkumpul . Pengiriman surat tagihan angsuran. Penerimaan kas
atau alat pembayaran lain. Penyesuaian akhir tahun. Penerimaan kas didukung
nota pembayaran atau bukti transfer. Penyesuaian akhir tahun atas dasar catatan
kas yang terkumpul sampai akhir periode.

36. Perbaiki atau ungkapkan kembali ketentuan pasal 13 dan 19 dalam PSAK No. 23
sehingga jelas maksudnya.

Pasal 13 :
Pendapatan dari penjualan barang harus diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi:
a) perusahaan telah memindahkan risiko secara signifikan dan telah memindahkan
manfaat kepemilikan barang kepada pembeli;
b) perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang
yang dijual;
c) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;
d) besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan
mengalir kepada perusahaan tersebut; dan
e) biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan
dapat diukur dengan andal
Pasal 19 :
Bila hasil suatu transaksi yang meliputi penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal,
pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut harus diakui dengan acuan pada tingkat
penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca. Hasil suatu transaksi dapat diestimasi
dengan andal bila seluruh kondisi berikut ini dipenuhi:
a) jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
b) besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan
diperoleh perusahaan;
c) tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan
andal; dan
d) biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya untuk menyelesaikan transaksi
tersebut dapat diukur dengan andal.
38. Pendapatan itu objek atau kejadian ?
Kam (1990) menyatakan bahwa pendapatan adalah kejadian (yaitu kenaikan)
bukan objek itu sendiri dan kenaikan tersebut harus berkaitan dengan nilai sehingga
bersifat moneter. Walaupun aset merupakan objek, pendapatan berkaitan dengan
kenaikan nilai aset. Jadi pendapatan adalah kejadian moneter naiknya nilai perusahaan
karena produksi atau penjualan produk.

40. Apakah pada saat kontrak penjualan disepakati (ditandatangani) penjualan dapat
dikatakan telah terealisasi ?
Saat kontrak penjualan disepakati, jika terjadi sebuah kontrak penjualan, pada titik
ini pendapatan telah terealisasi tetapi belum terbentuk. Karena hanya satu kriteria yang
dipenuhi, pendapataan tidak boleh diakui, pengakuan harus menunggu hingga proses
penghimpunan selesai, yaitu di tahap penjualan, pembayaran dimuka diakui sebagai
kewajiban.