Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Angka kematian neonatal di negara-negara berkembang hingga saat ini masih
sangat tinggi. Meski demikian, unit-unit dan layanan kesehatan belum bisa berbuat banyak
dalam hal upaya mengatasi permasalahan, oleh karena adanya berbagai faktor yang menjadi
kendala antara lain, belum tersedianya infrastruktur dan peralatan yang memadai. Serta
minimnya tenaga medis dengan latar belakang pendidikan khusus penanganan neonatal.
Penanganan pasien neonatal pada dasarnya tidak bisa disamakan atau disatukan dengan
pasien dengan keluhan dan penyakit lain. Untuk neonatal, pasien harus mendapatkan
penanganan dan perlakuan ekstra khusus. Sebab resiko kematian sangat tinggi. Meski
demikian beberapa rumah sakit tetap melakukan perawatan terhadap pasien neonatal dengan
berbagai kekurangan dan keterbatasan. Akibatnya, penanganan yang dilakukan tidak
maksimal inilah yang menyebabkan angka kematian neonatus masih tetap tinggi.
Idealnya, penanganan kasus neonatal harus dilakukan dalam perawatan khusus, dalam
hal ini perawatan intensive yang memerlukan pengawasan oleh tim medis yang berkompetan
dan profesional. Serta ditunjang oleh peralatan modern penunjang lainnya. Oleh karena itu
untuk menurunkan tingkat morbilitas dan mortalitas Neonatal maka didirikan ruang
perawatan khusus neonatal (NICU).
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Letak Geografis RSUD Toto Kabila

1. Luas Wilayah

Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu kabupaten yang berada di

Provinsi Gorontalo. Secara geografis, di sebelah timur Kabupaten Bone Bolango

berbatasan langsung dengan Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) dan

Kecamatan Donggala di sebelah utara, sebelah selatan berbatasan dengan Kota

Gorontalo dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Telaga dan Kabupaten

Gorontalo. Berdasarkan aturan Menteri Dalam Negeri Nomor 132 tahun 1978 luas area

Kabupaten Bone Bolango adalah 1.985,58 km2 atau 16,24 persen dari total luas

wilayah Provinsi Gorontalo yang terdiri dari 18 Kecamatan dan 165 Desa/Kelurahan.

Sebagian besar wilayah Bone Bolango (48,65 %) terletak pada ketinggian antara 100 –

500 meter di atas permukaan laut.


RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango terletak di Jalan Kesehatan No. 25

Desa Permata Kecamatan Tilongkabila memiliki luas tanah 8 Ha terdiri dari 6 Ha areal

persawahan dan 2 Ha bangunan gedung. RSUD Toto Kabila terletak di Desa Permata

Kec. Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango dengan batas – batas sebagai berikut :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan.

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila.

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Toto Utara Kecamatan Tilongkabila.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Dulomo Selatan Kota Gorontalo.

2. Topografi

Gambaran umum topografi sebagian besar daratan Bone Bolango terdiri dari

gunung-gunung dan pegunungan dengan ketinggian bervariasi antara 0 – 2000 meter di

atas permukaan laut.

1. Iklim

a. Daerah Bone Bolango merupakan daerah tropis yang memiliki dua musim

yaitu musim penghujan yang berlangsung dari bulan Desember sampai bulan

Maret dan musim kemarau yang berlangsung dari bulan Juni sampai bulan

September, iklim ini bergantian dalam keadaan normal setiap enam bulan.

b. Suhu rata-rata daerah Bone Bolango sekitar 28–32 derajat celcius dengan

curah hujan rata-rata 128,75 mm dan rata-rata hari hujan 187 hari hujan per

tahun dengan kelembaban rata-rata 70-90 %.

2. Transportasi

Transportasi antara ibukota kabupaten ke ibukota provinsi dapat dicapai melalui

jalan darat, begitu juga transportasi dari ibukota kecamatan dan dari desa-desa

umumnya dapat dicapai melalui jalan darat, namun angkutan umum antar desa pada

umumnya masih sulit.


3. Kependudukan

Jumlah penduduk di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2015 sebanyak

171.589 jiwa yang terdiri dari laki-laki 86.454 jiwa dan perempuan 85.135 jiwa.

B. Sejarah Singkat RSUD Toto Kabila

Pada mulanya bangunan Rumah Sakit Kusta Toto (RSKT) adalah merupakan

bangunan peninggalan Pemerintah Jepang yang oleh Jepang didirikan pada tahun 1942

dengan nama Bokuka (bahasa Jepang), yang artinya Gudang tempat perbekalan.

Pada waktu masa peralihan dari Pemerintahan Jepang atas usaha dari beberapa anggota

masyarakat daerah Kabupaten Gorontalo, yang di prakarsai oleh dr. Aloei Saboe,

gudang tersebut diminta dari pemerintah Jepang untuk dijadikan satu tempat khusus,

untuk menampung orang–orang (penderita-penderita) yang mengidap penyakit Kusta.

Pada waktu itu penderita-penderita penyakit tersebut harus diasingkan jauh dari

keluarga dan masyarakat umum, oleh karena penyakit kusta terkenal dengan sebagai

penyakit menular yang sangat berbahaya dan sangat ditakuti. Dari tahun ke tahun

makin lama jumlah penderita Kusta makin bertambah dengan jumlah 305 orang,

penderita tersebut berasal dari Kabupaten Gorontalo maupun dari daerah luar Kab.

Gorontalo seperti Sulawesi Tengah dan Kab. Minahasa (pada saat itu Pulau Sulawesi

hanya ada satu Provinsi).

Dengan demikian Gudang tersebut menjadi tempat mengisolir sekaligus

menampung penderita Kusta yang kemudian dikenal oleh masyarakat dengan sebutan

Rumah Sakit Kusta Toto karena berlokasi di Desa Toto, maka diberi nama Rumah

Sakit Kusta Toto (RSKT).

Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :

402/MENKES/SK/VI/2009 tanggal 2 Juni 2009 tentang kelas Rumah Sakit Umum

Toto Kabila milik Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dengan klasifikasi Kelas C.
Dalam perkembangannya RSUD Toto Kabila menjadi Badan Pengelola

berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor :

130/KEP/BUP.BB/IV/2011 Tanggal 7 April 2011 tentang Penerapan Pola Pengelolaan

Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada Rumah Sakit Umum

Daerah Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango, dan pada tanggal 29 Juni 2012 RSUD

Toto Kabila mendapat pengakuan dari Komisi Akreditas Rumah Sakit (KARS) dengan

Nomor Sertifikat : KARS-SERT/700/VI/2012. Pada tahun 2014 RSUD Toto Kabila

telah berubah status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara penuh berdasarkan

Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor 173.b/KEP/BUP.BB/130/2014 tentang

Penetapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-

BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango.
BAB III

VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN

A. VISI

“ RUMAH SAKIT TERKEMUKA DI PROVINSI GORONTALO

DAN SEKITARNYA “

Pernyataan visi RSUD Toto Kabila sepenuhnya mengacu pada pernyataan visi

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Hal ini dapat dipahami mengingat RSUD Toto

Kabila merupakan bagian integral dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Sudah

selayaknya visi RSUD Toto Kabila sepenuhnya mendukung pemenuhan visi

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Dalam konteks tugas pokok dan fungsi RSUD

Toto Kabila ini dapat dikerangkakan dan diwujudkannya peningkatan akuntabilitas

publik, transparansi dan adanya partisipasi segenap jajaran manajemen pemerintahan

dan masyarakat. Kemudian apabila dipadukan dengan perspektif Balanced Scorecard,

pernyataan visi RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango setidaknya telah

memperlihatkan keseimbangan diantara perspektif utama suatu organisasi yaitu :

perspektif customer (stakeholder atau pihak-pihak yang berkepentingan), perspektif

internal business process (proses bisnis internal) dan perspektif learning and growth

(pembelajaran dan pertumbuhan).

Terwujudnya Sistem Kesehatan Nasional merupakan bagian dari visi RSUD Toto

Kabila Kabupaten Bone Bolango pada perspektif customer. Sistem Kesehatan Nasional

di masa depan dapat tercapai apabila tercipta suatu sistem dan dasar pijakan yang jelas

serta tidak berubah-ubah dalam menata pembangunan kesehatan di daerah ini. Dengan

sistem tersebut diharapkan akan tercapai pembangunan dan pengelolaan program /

kegiatan kesehatan secara berkelanjutan.


B. MISI

Terwujudnya visi yang dikemukakan pada bagian sebelumnya merupakan

tantangan yang harus dihadapi oleh segenap personil RSUD Toto Kabila. Sebagai

bentuk nyata dari visi tersebut, ditetapkanlah misi RSUD Toto Kabila yang

menggambarkan hal yang seharusnya terlaksana, sehingga hal yang maih abstrak

terlihat pada visi akan lebih nyata pada misi tersebut. Lebih jauh, pernyataan misi

RSUD Toto Kabila memperlihatkan kebutuhan apa yang hendak dipenuhi oleh

organisasi, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut dan bagaimana organisasi

memenuhi kebutuhan tersebut.

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, RSUD Toto Kabila menetapkan 4

(empat) misi, yaitu :

1. Memberikan kesehatan paripurna, bermutu dan terjangkau yang berorientasi pada

kepuasan pelanggan;

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional;

3. Mengelola seluruh sumber daya secara transparan, efektif, efisien dan akuntabel;

dan

4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana/prasarana pelayanan disemua bidang

secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Jika dipadukan dengan perspektif Balance Scorecard, pernyataan 4 (empat) misi

RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango di atas setidaknya telah memperlihatkan

keseimbangan diantara perspektif utama suatu organisasi yaitu perspektif customer

(stakeholder atau pihak-pihak yang berkepentingan), perspektif internal business

process (proses bisnis internal) dan perspektif learning and growth (pembelajaran dan

pertumbuhan).
C. MOTTO

“ Melayani Dengan Senyum “

D. FALSAFAH

“ Pelayanan Kesehatan Diselenggarakan dengan Berlandaskan Etika dan

Profesionalitas “

E. TUJUAN

“ Menjadi Rumah Sakit yang Mampu Memberikan Pelayanan Prima dan Inovatif

dengan Didukung Oleh Sumber Daya Manusia yang Handal dan Profesional “

F. NILAI

 Senyum

 Integritas

 Responsibilitas

 Pengetahuan

 Komitmen

 Kasih Sayang

 Empathy
BAB IV

STUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT TOTO KABILA

Peraturan Daerah Kabupaten Bone Bolango Nomor 15 Tahun 2010 tentang

Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja RSUD Toto Kabila dan RSUD Tombulilato

Kabupaten Bone Bolango, RSUD Toto Kabila merupakan Satuan Kerja Perangkat

Daerah Kabupaten Bone Bolango di Bidang Pelayanan Kesehatan. RSUD dipimpin

oleh seorang kepala dengan sebutan Direktur yang secara teknis fungsional

bertanggungjawab kepada Bupati Bone Bolango melalui Sekretaris Daerah Kabupaten

Bone Bolango dan secara teknis operasional dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan

Kabupaten Bone Bolango.

Struktur Organisasi RSUD Toto Kabila terdiri dari :

a. Direktur;

b. Kepala Bagian Tata Usaha;

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

 Sub Bagian Perencanaan, Pendidikan dan Mutu;

 Sub Bagian Rekam Medik, Hukum dan Organisasi;

c. Kepala Bidang Pelayanan;

 Kepala Seksi Pelayanan Medik;

 Kepala Seksi Keperawatan;

d. Kepala Bidang Penunjang Medik;

 Kepala Seksi Diagnostik dan Logistik;

 Kepala Seksi Sarana dan Prasarana;

e. Kepala Bidang Keuangan;

 Kepala Seksi Angggaran dan Perbendaharaan;


 Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi;

f. Kelompok Jabatan Fungsional;

 Komite Medik;

 Komite Keperawatan;

 Satuan Pemeriksa Internal (SPI).


STRUKTUR ORGANISASI RSUD TOTO KABILA

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUGAS RUANG NICU

KASIE KEPERAWATAN
Luqman U. Mahmud, SKM
NIP. 19721122 199503 1 002

KEPALA RUANGAN
Ns. Agustina S. Aliu, S.Kep
NIP. 19810820 200604 2 032

ADMINISTRASI
Wisna Ahmad

KETUA TIM I KETUA TIM II


Ferawaty Ansik, Amd.Kep Elvira Y. Chandra, Amd.Kep
D
M
I
PERAWAT PELAKSANA PERAWAT N PELAKSANA
I
S
T
1. Nita Tresnawati Mansi, Amd.Kep 1. Indriwina Soleman,
R Amd.Kep
2. Ns. Yuliana Ririn Toar, S.Kep 2. A
Ns. Fitriani, S.Kep
S
3. Merlinda Isa, Amd.Kep 3. Serly Stibis, Amd.Kep
I
4. Stevita P.N Antu, Amd.Kep 4. Ns. Mentari E.P WBuntayo, S.Kep
5. i Amd.Kep
Indriyati Pakaya,
5. Herlina S. Tahir, Amd.Kep
s
1. Ns. Uci Murdhia Rahman, S.Kep 6. Ferawaty Naue,n Amd.Kep
a

A
Direktur RSUD h
Toto Kabila
m
a
d
dr. Tonie Doda, Sp.OG
NIP. 19710205 200012 1 005

12

A. Tugas Pokok dari Kepala Ruangan


Mengelola kegiatan pelayanan /Asuhan keperawatan yang mendukung asuhan
keperawatan yang efektif sesuai harapan klien melalui usaha staf keperawatan
yang ada di ruang rawat inap dengan pendekatan penugasan TIM, atau
kombinasi tim – fungsional. Adapun yang menjadi uraian tugas dari Kepala
Ruangan adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan fungsi perencanaan (P1) meliputi:
 Menyusun rencana kerja kepala ruangan
 Berperan serta menyusun filsafah dan tujuan pelayanan keperawatan di
ruang rawat yang bersangkutan.
 Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan dari segi jumlah
maupun kualifikasi untuk diruang rawat, koordinasi dengan koordinator
pelayanan keperawatan.
b. Melaksanakan Fungsi Penggerakan dan Pelaksanaan (P2) Meliputi:
 Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan di ruang
rawat, melalui kerja sama dengan petugas lain yang bertugas di ruang
rawatnya.
 Menyusun jadwal/daftar dinas tenaga keperawatan dan tenaga lain sesuai
kebutuhan pelayanan dan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
 Melaksanakan orientasi kepada tenaga keperawatan baru/ tenaga lain
yang akan kerja di ruang rawat
 Memberikan orientasi kepada siswa/mahasiswa keperawatan yang
menggunakan ruang rawatnya sebagai lahan praktek
 Memberi orientasi kepada pasien/keluarganya meliputi : penjelasan
tentang peraturan rumah sakit,tata tertib ruang rawat,fasilitas yang ada
dan cara penggunaanya serta kegiatan rutin sehari-hari
 Membimbing tenaga keperawatan untuk melaksanakan pelayanan/asuhan
keperawatan sesuai standar
 Mengadakan pertemuan berkala/sewaktu-waktu dengan staf keperawatan
dan petugas lain yang bertugas diruang rawatnya

13

 Memberi kesempatan/ijin kepada staf keperawatan untuk mengikuti


kegiatan ilmiah/penataran dengan koordinasi kepala ruangan/kepala seksi
keperawatan
 Mengupayakan pengadaan peralatan dan obat-obatan sesuai kebutuhan
berdasarkan ketentuan/kebijakan rumah sakit
 Mengatur dan mengkoordinasikan pengadaan alat agar selalu dalam
keadaaan siap pakai
 Mendampingi visite dokter dan mencatat instruksi dokter khususnya bila
ada perubahan program pengobatan pasien
 Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatannya diruang rawat
menurut tingkat kegawatan infeksi/non infeksi untuk kelancaran
pemberian asuhan keperawatan
 Mengendalikan kualitas sistim pencatatan dan pelaporan asuhan
keperawatan dan kegiatan lain secara tepat dan benar.Hal ini penting
untuk tindakan keperawatan
 Memberi motifasi kepada petugas dalam memelihara kebersihan
lingkungan ruang rawat
 Meniliti pengisian formulir sensus harian pasien diruang rawat
 Meneliti/memeriksa pengisian daftar permintaaan makanan pasien
berdasarkan maam dan jenis makan pasien
 Meneliti/memeriksa ulang pada saat penyajian makanan pasien sesuai
dengan program dietnya
 Menyimpan berkas catatan medik pasien dalam masa perawatan diruang
rawatnya dan selanjutnya mengembalikan berkas tersebut kebagian
medical record bila pasien keluar/pulang dari ruang rawat tersebut
 Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan
serta kegiatan lainnya diruang rawat,disampaikan kepada perawat
pelaksanaanya
 Membimbing siswa/mahasiswa keperawatan yang menggunakan ruang
rawatnya sebagai lahan praktek

14

 Memberi penyuluhan kepada pasien /keluarga sesuai kebutuhan dasar


dalam batas wewenangnya
 Melakukan serah terima pasien dan lain-lain pada saat pergantian dinas
c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3)
meliputi :
 Mengendalikan dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang
telah ditentukan
 Mengawasi dan menilai siswa/mahasiswa keperawatan untuk
memperoleh pengalaman belajar sesuai tujuan program bimbingan yang
telah ditentukan
 Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan yang berada dibawah
tanggung jawabnya
 Mengawasi,mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga
keperawatan,peralatan dan obat-obatan
 Mengawasi dan menilai mutu asuhan keperawatan sesuai standar yang
berlaku secara mandiri perawat pelaksana koordinasi penanggung
jawab mutu asuhan keperawatan
B. Tugas dari Ketua Tim
Tugas pokok dan kewenangan yaitu : menggelola dan mengendalikan
pemberian asuhan keperawatan yang mendukung praktek keperawatan
profesional diunit kerja rawat inap selama 24 jam mulai dari pasien masuk
sampai pasien dipindahkan atau dipulangkan.Adapun yang menjadi uraian
tugas dari Ketua TIM sebagai berikut :
a. Perencanaan
 Merencanakan tindakan harian mingguan terkait tugasnya diunit
kerjanya masing-masing
 Menyusun dan menentukan masalah /diagnosa keperawatan
berdasarkan data fokus meliputi data objektif dan subjektif yang
diperlukan dan akan dikaji pada klien baru.
 Menyusun prioritas masalah yang mengacu pada isu ancaman
kehidupan sesuai standar asuhan keperawatan.

15

 Menyusun tujuan yang cocok dengan diagnosa yang digunakan


sebagai indikator untuk pelaksanan tindakan.
 Menyusun sasaran untuk mencapai tujuan yang ditunjukkan pada
semua perilaku kognitif.
 Menyusun intervensi yang sesuai dengan sasaran.
 Merencanakan dan melaksanakan operan dinas, ronde keperawatan.
 Memodifikasi rencana keperawatan serta rencana evaluasi asuhan
keperawatan dengan menilai perkembangan klien setiap hari
termasuk pasien pulang.
 Merencanakan kontinuitas perawatan selama tidak ada diruang
rawat.
b. Pengorganisasian
 Membina hubungan terapeutik dengan klien baru dan klien lama.
 Melakukan pengkajian dengan menggunakan semua pengindraan.
 Melakkan anamnese dengan pertanyaan yang jelas.
 Membandingkan data yang telah terkumpul dengan kondisi normal.
 Mengidentifikasi kesimpulan hasil pengkajian.
 Mendokumentasi semua data yang telah terkumpul dengan kondisi
normal.
 Melaksanakan program orientasi kepada perawat yang menjadi
tanggung jawabnya.
 Mengelola kegiatan berdasarkan manajemen waktu.
 Mengatur seluruh kegiatan diruang rawat.
 Mendampingi dokter saat visite.
 Mengatur dan ikut menjaga kebersihan ruangan.
 Mengikuti ronde tim medis.
 Melakukan koordinasi dengan dokter melalui ronde dan diskusi.
c. Pengarahan
 Memberikan pengarahan tentang pelaksanaan tugas yang akan
dikerjakan.

16

 Memberikan pujian terhadap perawat yang melaksanakan tugas


dengan baik.
 Memberi motivasi, pengetahuan dan keterampilan.
 Melibatkan anggota tim sejak awal hingga akhir.
 Memberikan teguran pada anggota yang melakukan kesalahan.
 Meningkatkan kerjasama sehingga tercipta keharmonisan antara
perawat dengan dengan tim kesehatan yang lain.
 Memberi pendelegasian untuk menghadiri pertemuan untuk
mendapat pengarahan dan umpan balik yang diselenggarakan divisi
keperawatan.
 Memberikan bimbingan terhadap mahasiswa yang praktek
dilingkungan rumah sakit.
 Memberikan penyuluhan kesehatan kepada setiap klien yang
dirawat.
 Mengkoordinasikan pelayanan dengan unit lain yang terkait seperti
pemeriksaan penunjang, mutasi klien.
 Menghadiri pertemuan rutin ruangan.
d. Pengawasan dan Pengendalian
 Mengawasi dan meneliti pelaksanaan dan pemberian obat-obatan
dan makanan klien.
 Mengontrol kelengkapan status klien.
 Mengawasi kelengkapan dan kebenaran asuhan keperawatan.
 Melakukan evaluasi tindakan asuhan keperawatan sesuai dengan
perencanaan.
 Menentukan kemajuan klien terhadap sasaran dan tujuan.
 Menentukan tingkat pencapaian klien terhadap sasaran dan tujuan.
 Menentukan apakah masalah klien teratasi.
 Mengawasi pelaksanaan praktek mahasiswa keperawatan.
 Mendokumentasikan kemajuan klien.
 Mensupervisi pelaksanaan teknik pelayanan keperawatan
C. Tugas Pokok dari Perawat Pelaksana

17

Melaksanakan dan mengotrol kegiatan pemberian asuhan keperawatan rawat


inap yang efektif dan efisien sesuai standar asuhan keperawatan dan harapan
klien pada pagi, sore, malam, hari raya sesuai jadwal shifnya. Adapun yang
menjadi uraian tugas dari Perawat Pelaksana sebagai berikut :
a. Perencanaan
 Menyusun rencana kegiatan harian atau mingguan yang menunjang tugas
pokok mulai dari persiapan penerimaan klien baru masuk sampai klien
pulang.
 Menyusun diagnosa keperawatan dan rencana tindakan dengan
menggunakan standar asuhan keperawatan.
 Menyusun dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan
tindakan keperawatan yang telah direncanakan sesuai protap keperawatan.
 Menyusun bahan laporan dan catatan rekam medik maupun catatan
keperawatan yang dibutuhkan dalam visite dokter dan operan dinas.
 Menyiapkan format-format yang dibutuhkan dalam pencatatan dan
dokumentasi kegiatan pelayanan asuhan keperawatan.
b. Pengorganisasian
 Menerima klien baru masuk.
 Membina hubungan terapeutik dengan klien yang menjadi tanggung
jawabnya.
 Melakkan pengkajian dengan empati dan mendokmentasikan.
 Menyiapkan klien untuk persiapan penunjang ataupun untuk tindakan
keperawatan tertentu.
 Menyiapkan peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tindakan keperawatan.
 Melaksanakan tindakan berdasarkan rencana tindakan asuhan keperawatan
yang telah disusun sesuai standar dan protap keperawatan.
 Mendokumentasikan semua pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan
termasuk evaluasi tindakan dan catatan lainnya yang telah dikerjakan.
 Mendampingi dokter saat visite.
 Mengikuti operan dinas.

18

 Melaksanakan tugas pagi, sore, malam, dan hari libur secara bergilir
sesuai jadwal dinas.
 Ikut menjaga kebersihan serta ketertipan lingkungan atau ruangan demi
kelancaran pemberian asuhan keperawatan diunit kerja.
 Melaksanakan perawatan klien sakaratul maut bersama ketua tim atau bila
ketua tim tdak ada ditempa.

19

BAB VI
TATA HUBUNGAN KERJA

Skema Hubungan Kerja

IRJ IRNA

DOKTER

Neonatal Intensive
Care Unit

Keuangan BPJS Manajemen LAIN-LAIN

Hubungan Intern :
 Instalasi rekam medis menyediakan data-data sebagai bahan komunikasi,
koordinasi dan informasi yang dibutuhkan IRJ, IRNA, Keuangan dan
Manajemen dalam mengambil keputusan.

20

 Antara pasien dan dokter rekam medis berfungsi sebagai mediator dalam
penyediaan rekam medis.

Hubungan Ekstern:
 Instalasi Rekam Medis merupakan penyedia informasi kepada pihak ketiga
yaitu Asuransi, Rekanan dan pihak lain.
 Instalasi Rekam Medis juga berkewajiban memberikan laporan kepada
Departemen kesehatan Pemerintah.

21

BAB VII
POLA KETENAGAAAN DAN KUALIFIKASI

Dalam upaya mempersiapkan tenaga Neonatal Intensive Care Unit yang


handal, perlu kiranya melakukan kegiatan menyediakan, mempertahankan sumber
daya manusia yang tepat bagi organisasi.
Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM, yaitu proses
mengantisipasi dan menyiapkan perputaran orang ke dalam, di dalam dan ke luar
organisasi. Tujuannya adalah mendayagunakan sumber-sumber tersebut seefektif
mungkin sehingga pada waktu yang tepat dapat disediakan sejumlah orang yang
sesuai dengan persyaratan jabatan.
Perencanaan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kemampuan oganisasi dalam mencapai sasarannya melalui strategi pengembangan
kontribusi.
Adapun pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia di Instalasi Neonatal
Intensive Care Unit RSUD Toto Kabila adalah sebagai berikut :

Tabel 9.1
POLA KETENAGAAN RUANG NICU RSUD TOTO KABILA
NAMA JABATAN KUALIFIKASI TENAGA
FORMAL & INFORMAL YANG
DIBUTUH
KAN
Ka. Ruang Neonatal Intensive S1 profesi
Care Unit (NICU)

22

Penanggung jawab / Ketua Tim S1 profesi ,D4 dan D3


Kebidanan/keperawatan
(Pengalaman minimal 2
tahun)
Staff Asosiate S1 profesi, D4 dan D3.
Kebidanan/ keperawatan.
Staf Registrasi SMA dan S1
Jumlah

23

BAB VIII
PENILAIAN KINERJA SDM

A. Hasil Kerja
1. Kecepatan
Kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan dengan waktu yang
telah ditentukan.
Penilaian Cepat Nilai
Sangat Baik Jauh lebih cepat 5
Baik Lebih cepat 4
Cukup Susuai 3
Kurang Lebih lama 2
Buruk Jauh lebih lama 1
Catatan :
- Waktu untuk menyelesaikan pekerjaan diukur dengan time motion study atau
rencana kerja operasional bila tidak dapat diukur dengan time motion study.
- Time motion study dibuatnya sesaui dengan jenis pekerjaannya, serta harus
terlebih dahulu mendapat persetujuan direksi.
2. Ketepatan
Mengerjakan pekerjaan sesuai dengan peraturan perusahaan (Standar
Prosedur Operasional)

Penilaian Cepat Nilai


Sangat Baik ≥ 99 % 5
Baik 96 % - 98 % 4
Cukup 95 % 3
Kurang 93 % - 94 % 2

24

Buruk ≤ 92 % 1

B. Kepribadian
1. Disiplin
Patuh pada peraturan & tata tertib RSUD Toto Kabila dalam melaksanakan
pekerjaannya.

Penilaian Pelanggaran & Tata Nilai


tertib
Sangat Baik Ox 5
Baik 3x 4
Cukup 5x 3
Kurang 7x 2
Buruk >7x 1

C. Peningkatan Kompetensi SDM


Pembinaan/pengembangan kompetensi Ruang Neonatal Intensive Care
Unit (NICU) dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Tujuan pendidikan dan
pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pelaksanaan
tugas sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

D. Pelatihan
Pelatihan untuk peningkatan kompetensi Ruang Neonatal Intensive Care
Unit (NICU) dilaksanakan melalui:
- Inhouse training, yaitu program pelatihan yang diselenggarakan oleh
Rumah Sakit RSUD Toto Kabila meliputi:
 Pelatihan PONEK.
 Pelatihan penanganan BBLR.
 Pelatihan tindakan resusitasi.

25

 Pelatihan penggunaan incubator dan alat kesehatan lainnya.


 Pelatihan Pengembangan kepribadian.

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Program orientasi dilakukan pada seluruh pegawai yang masuk ke NICU


selama 1 bulan atau lebih jika dibutuhkan, sebelum orientasi diadakan test dalam
seleksi penerimaan pegawai yang terkait dengan pelayanan pasien gawat darurat.
Jadwal Orientasi sesuai tabel dibawah ini :
Tabel Orientasi petugas baru NICU
NO MATERI WAKTU PENGARAH
Ka. Instalasi
1 Perkenalan karyawan 30 menit
NICU
Orientasi ruangan dan kegiatan di ruang Ka. Instalasi
2 60 enit
NICU RSUD Toto Kabila NICU
Sosialisasi Misi, Visi dan struktur organisasi Ka. Instalasi
3 30 menit
RSUD Toto Kabila NICU
Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan RSUD Ka. Instalasi
4 30 menit
Toto Kabila dan ruang NICU NICU
Ka. Instalasi
5 Pengisian status rekam medik 60 menit
NICU
Ka. Instalasi
6 Bimbingan pelayanan pasien sesuai SPO 60 menit
NICU
Ka. Instalasi
8 Bimbingan penkes pada keluarga pasien 30 menit
NICU
Ka. Instalasi
9 Bimbingan dan evaluasi kerja 1 bulan
NICU

26

27

BAB X
PERTEMUAN RAPAT

A. Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan setiap tiga bulan.
Waktu : Disesuaikan
Jam : Disesuaikan
Tempat : Disesuaikan
Peserta : Ka. Instalasi NICU, Kepala Ruangan dan pelaksana
Materi :
1. Evaluasi kerja NICU
2. Evaluasi SDM NICU
3. Evaluasi Masalah – masalah yang terjadi di NICU
4. Masalah komplain keluarga pasien
5. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM di
NICU
6. Untuk melakukan kegiatan jumat bersih
7. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja
pelayanan di NICU
8. Sosialisasi kebijakan RS
Kelengkapan Rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi/usulan kepada Atasan

B. Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang
perlu dibahas dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Sesuai undangan
Peserta : Kasie. pelayanan dan keperawatan, Ka. Instalasi NICU
dan pelaksana NICU

28

Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas.


Kelengkapan rapat : Undangan, daftar hadir, notulen rapat,
laporan/rekomendasi /usulan kepada Atasan.

29

BAB XI
PELAPORAN

A. LAPORAN HARIAN
No Tgl RM Status Nama JK Alamat DX Dokter Perawat Tindakan Ruangan

B. Laporan bulanan
Laporan bulanan NICU terdiri dari :
1. Rekapitulasi kunjungan pasien NICU

No Tgl RM Status Nama JK Alamat DX Dokter Perawat Tindakan Ruangan

2. Jumlah kunjungan pasien NICU berdasarkan status bayar

STATUS BAYAR
NO KUNJUNGAN JK IN INHEALTH JUMLAH
UMUM N HEALTH DLL
RAWAT
1 JALAN
RAWAT
2 INAP
3 RUJUK
4 EXIT
TOTAL

3. 10 Penyakit terbesar

30

4. Laporan pasien di rujuk

No Dr Status Indikasi
No Tgl Nama Umur JK Alamat Diagnosa Ket
RM Jaga Bayar Di Rujuk

5. Laporan jumlah pasien exit

No Dr Status Ket
No Tanggal RM Nama Umur JK Alamat Diagnosa Jaga Bayar

6. Laporan alat-alat medis


7. Laporan stok BHP dan obat-obatan
8. Laporan inventaris perkantoran dan rumah tangga
9. Laporan mutu pelayanan NICU berdasarkan standard pelayanan minimal.
10. Laporan kinerja karyawan.

31

BAB XIII
PENUTUP

Dengan telah tersusunnya buku Pedoman Organisasi NICU RSUD Toto


Kabila, harapan kami semoga dapat dijadikan sebagai pegangan bagi seluruh staf di
Unit Pendaftaran.
Untuk pemerhati diluar organisasi diharapkan buku ini bisa membantu
mengenal sisi pengorganisasian di Unit Pendaftaran RSUD Toto Kabila secara
singkat.

32