Anda di halaman 1dari 13

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus yang
dalam waktu sama benda menempuh jarak yang sama. Gerak lurus beraturan (GLB) juga dapat
didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus dengan kelajuan tetap.
Dalam kehidupan sehari-hari, jarang ditemui contoh benda yang bergerak lurus dengan
kecepatan tetap. Misalnya, sebuah mobil yang bergerak dengan kelajuan 80 km/jam, kadang-
kadang harus memperlambat kendaraannya ketika ada kendaraan lain di depannya atau bahkan
dipercepat untuk mendahuluinya.
Gerak lurus kereta api dan gerak mobil di jalan tol yang bergerak secara stabil bisa dianggap
sebagai contoh gerak lurus dalam keseharian.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.

Kedudukan sebuah mobil yang sedang bergerak lurus beraturan


Dari gambar di atas, tampak bahwa setiap perubahan 1 sekon, mobil tersebut menempuh jarak
yang sama, yaitu 10 m.
Dengan kata lain mobil tersebut mempunyai kecepatan yang sama, yaitu 10 m/s.

Grafik jarak terhadap waktu untuk gerak lurus beraturan


Sebuah mobil bergerak lurus dengan kecepatan tetap yaitu 10 m/s dapat ditunjukkan dengan
tabel dan grafik sebagai berikut.

Tabel hubungan waktu dan jarak pada GLB


grafik hubungan waktu dan jarak pada GLB

Pada gerak luru beraturan, berlaku persamaan :

dengan
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = waktu yang diperlukan (s)
Dari persamaan itu, dapat dicari posisi suatu benda yang dirumuskan dengan :

s = v.t
Contoh soal GLB
Sebuah mobil bergerak di sebuah jalan tol. Pada jarak 5 kilometer dari pintu gerbang tol, mobil
bergerak dengan kelajuan tetap 90 km/jam selama 20 menit. Tentukan :
a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit
b. posisi mobil dari gerbang jalan tol

Penyelesaian
jarak mula-mula s0 = 5 km
kecepatan (v) = 90 km/jam
waktu (t) = 20 menit = 1/3 jam

a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit


s = v. t = (90 km/jam).(1/3 jam) = 30 km

b. posisi mobil dari gerbang jalan tol


s = s0 + v.t = 5 + 30 = 30 km
Fisika SMA Kelas X : Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak lurus beraturan adalah gerak dengan lintasan lurus dan kecepatannya selalu tetap. Kecepatan (v)
adalah besaran vektor yang besarnya sama dengan perpindahan per satuan waktu. Kelajuan adalah
besaran skalar yang merupakan besar dari kecepatan atau jarak tempuh per satuan waktu.

Hampir semua benda atau material di alam ini mengalami gerak. Materi paling kecil pun selalu
mengalami gerak, hanya saja materi yang sangat kecil atau partikel tidak bisa diamati denga jelas karena
ukurannya yang sangat kecil.

Benda yang bergerak memiliki beberapa macam bentuk gerak. Ada gerakan mulai dari keadaan diam
kemudian bergerak dan ada juga dari keadaan bergerak menjadi diam.

Kali ini kita akan fokus pada pembahasan gerak luurus beraturan (GLB). GLB pada dasarnya adalah gerak
yang tidak mengalami percepatan (a), sehingga mengakibatkan gerakan tersebut memiliki kecepatan
konstan di mana a = 0. Jadi jika ada benda yang bergerak dengan kecepatan tetap, maka benda tersebut
dikatakan melakukan gerak lurus beraturan (GLB).

Pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) berlaku rumus: x = v.t

dengan :

x = jarak yang ditempuh (perubahan lintasan), (m)

v = kecepatan, (m/s)

t = waktu, (s)

Amati Gambar 2.1, dari rumus x = v.t, maka :

t = 1 s, x = 20 m

t = 2 s, x = 40 m
t = 3 s, x = 60 m

t = 4 s, x = 80 m

Gambar 2.1 Grafik kecepatan v terhadap waktu t pada gerak lurus beraturan

Pada Gambar 2.1, dapat diambil kesimpulan bahwa benda yang mempuyai kecepatan bergerak sebesar
20 m/s selama 4 s telah menempuh jarak sejauh 80 m (merupakan luas bidang persegi panjang dengan
panjang 4 s dan lebar 20 m/s = 4s x 20 m/s = 80 m). Dengan memperhatikan Gambar 2.2, maka
kecepatan merupakan gradien sudut yang dibentuk oleh panjang garis di hadapan sudut (panjang
sumbu x) dan panjang garis yang berhimpit dengan sudut (panjang sumbu t), lihat Gambar 2.2 (v = tan
= 80 m/4 s = 20 m/s).

Gambar 2.2 Grafik x terhadap t pada gerak lurus beraturan

Kecepatan Rata-rata ( )

Faustina mengendarai sepeda motor dari posisi P ke posisi Q yang berjarak 200 km dalam waktu 3 jam,
sehingga dapat dikatakan sepeda motor bergerak dengan kecepatan = 200 km/3 jam = 66,67 km/jam.
Kecepatan tersebut merupakan kecepatan rata-rata, sebab dalam perjalanannya sepeda motor tersebut
tidak bergerak secara konstan, bisa sangat cepat, bisa pula sangat lambat bergantung jalan yang
dilaluinya (sebagai contoh jalan berkelok-kelok, naik-turun, dan kemacetan lalulintas). Jika kecepatan
rata-rata (Kecepatan Rata-rata ( ), perpindahan (x) dalam interval waktu (t), maka hubungan ketiga
variabel tersebut dapat dinyakan sebagai:

( 2.2 )

Umumnya ditulis

( 2.3 )

Contoh Soal 3:
Bayu mengendarai mobil Ferrari selama 30 menit pertama menempuh jarak 40 km, kemudian selama 10
menit kedua menempuh jarak 15 km, dan pada menit ketiga selama 8 menit menempuh jarak 9 km.
Tentukan kecepatan rata-rata mobil tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui:

t1 = 30 menit x1= 40 km

t2 = 10 menit x2= 15 km

t1 = 8 menit x1= 9 km
Ditanyakan : Kecepatan Rata-rata ( )?

Jawab :

Kata Kunci :

contoh soal glb dan penyelesaiannya,Contoh soal GLB,materi glb,bayu mengendarai


ferrari,kumpulan soal glb,latihan soal gerak lurus universtas,pembahasan fisika tentang glb kelas
10,pembahasan tentang gerak lurus beraturan,pengertian gerak lurus beraturan (glb),pengertian
GLB

Read more: http://www.artikelbagus.com/2012/04/gerak-lurus-beraturan-glb.html#ixzz2lFqinxE4

Definisi Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda dengan kecepatan tetap.
Kecepatan tetap artinya baik besar maupun arahnya tetap, sehingga istilah kecepatan dapat juga
diganti dengan kelajuan.

Maka dengan demikian gerak lurus beraturan didefinisikan juga sebagai gerak suatu benda
pada lintasan lurus dengan kelajuan tetap

Ciri atau Karakteristik GLB

Kecepatan/kelajuan tetap (V = tetap)


Percepatan tidak ada (a = 0)
Berlaku rumus : X = V . t

dimana :

 X = jarak yang ditempuh (m)


 V = kecepatan (m/s)
 t = waktu (s)

Grafik Gerak Lurus Beraturan ( GLB )


Grafik V terhadap t dan Grafik X terhadap t sebagai berikut :

Dari grafik diatas dapat kita lihat dengan bertambahnya waktu kecepatan gerak tidak mengalami
perubahan (tetap) sehingga grafik kecepatan berupa garis datar.

Sedangkan grafik X terhadap t dengan jarak tempuh (X) dihitung dengan rumus X = V . t,
sehingga pada

 t = 1 s maka X = 20 m
 t = 2 s maka X = 40 m
 t = 3 s maka X = 60 m
 t = 4 s maka X = 80 m

Dari grafik maka Kelajuan rata-rata dapat dirumuskan : V= S/t

Kekurangtelitian dalam penyelesaian soal tentang gerak sehingga terdapat kesalahan hasil
diantaranya adalah konversi satuan. Beberapa konversi satuan yang sering dipakai dalam soal
gerak antara lain :

Jarak Tempuh (X)

1 km = 1000 m atau 103 m

1 m = 0,001 km atau 10-3 km

Waktu (t)

1 jam = 60 menit

1 menit = 60 sekon

Sehingga 1 jam = 60 menit = 60(60 sekon) = 3600 sekon


Maka 1 sekon = 1/3600 jam

Kecepatan (V)

36 km/jam = … m/s

Lihat diatas ( 1 km = 1000 m dan 1 jam = 3600 sekon)

Maka

1 km/jam = 36×1000 m/3600 s

= 36000 m/3600 s

= 10 m/s

Soal-Solusi GLB

Faiz mengendarai sepeda motor dengan kelajuan tetap 36 km/jam selama 30 menit. Tentukan
jarak tempuh Faiz dalam satuan meter !

Diketahui

V = 36 km/jam

= 10 m/s (lihat konversi diatas)

t = 30 menit karena 1 menit = 60 sekon

= 30 (60 sekon)

= 1800 sekon

Ditanyakan

X = … meter

Jawab

Rumus

X =Vxt

= 10 m/s x 1800 s

= 18.000 meter
Gerak Lurus Beraturan (GLB)
12:44 AM Fisika SMA, Fisika SMA X, SMP VII No comments
Suatu benda dikatakan melakukan gerak
lurus beraturan jika kecepatannya selalu
konstan. Kecepatan konstan artinya besar
kecepatan alias kelajuan dan arah
kecepatan selalu konstan. Karena besar
kecepatan alias kelajuan dan arah
kecepatan selalu konstan maka bisa dikatakan
bahwa benda bergerak pada lintasan lurus dengan
kelajuan konstan. Misalnya sebuah mobil bergerak
lurus ke arah timur dengan kelajuan konstan 10
m/s. Ini berarti mobil bergerak lurus ke arah timur
sejauh 10 meter setiap sekon. Karena kelajuannya
konstan maka setelah 2 sekon, mobil bergerak lurus
ke arah timur sejauh 20 meter, setelah 3 sekon
mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 30
meter… dan seterusnya… bandingkan dengan
gambar di samping. Perhatikan besar dan arah
panah. Panjang panah mewakili besar kecepatan alias kelajuan, sedangkan arah panah mewakili
arah kecepatan. Arah kecepatan mobil = arah perpindahan mobil = arah gerak mobil.
Perhatikan bahwa ketika dikatakan kecepatan, maka yang dimaksudkan adalahkecepatan sesaat.
Demikian juga sebaliknya, ketika dikatakan kecepatan sesaat, maka yang dimaksudkan adalah
kecepatan.
Ketika sebuah benda melakukan gerak lurus beraturan, kecepatan benda sama dengan kecepatan
rata-rata. Kok bisa ya ? yupz. Dalam gerak lurus beraturan (GLB) kecepatan benda selalu
konstan. Kecepatan konstan berarti
besar kecepatan (besar kecepatan =
kelajuan) dan arah kecepatan selalu
konstan. Besar kecepatan atau
kelajuan benda konstan atau selalu
sama setiap saat karenanya besar
kecepatan atau kelajuan pasti sama
dengan besar kecepatan rata-rata.
Grafik Gerak Lurus Beraturan
Grafik sangat membantu kita dalam
menafsirkan suatu hal dengan mudah dan
cepat. Untuk memudahkan kita
menemukan hubungan antara Kecepatan,
perpindahan dan waktu tempuh maka akan
sangat membantu jika digambarkan grafik
hubungan ketiga komponen tersebut.
Grafik Kecepatan terhadap Waktu (v-t)
perhatikan grafik kecepatan terhadap
waktu (v-t) di samping.
Besar kecepatan benda pada grafik di atas
adalah 3 m/s. 1, 2, 3 dstnya adalah waktu
tempuh (satuannya detik). Amati bahwa
walaupun waktu berubah dari 1 detik sampai 5, besar kecepatan benda selalu sama (ditandai oleh
garis lurus).
Bagaimana kita mengetahui besar perpindahan benda melalui grafik di atas ? luas daerah yang
diarsir pada grafik di atas sama dengan besar perpindahan yang ditempuh benda. Jadi, untuk
mengetahui besarnya perpindahan, hitung saja luas daerah yang diarsir. Tentu saja satuan
perpindahan adalah satuan panjang, bukan satuan luas.
Dari grafik di atas, v = 5 m/s, sedangkan t = 3 s. Dengan demikian, besar perpindahan yang
ditempuh benda = (5 m/s x 3 s) = 15 m. Cara lain menghitung besar perpindahan adalah
menggunakan persamaan GLB. s = v t = 5 m/s x 3 s = 15 m.
Persamaan GLB yang kita gunakan untuk menghitung besar perpindahan di atas berlaku jika
gerakan benda memenuhi grafik tersebut. Pada grafik terlihat bahwa pada saat t = 0 s, maka v =
0. Artinya, pada mulanya benda diam, baru kemudian bergerak dengan kecepatan sebesar 5 m/s.
Padahal dapat saja terjadi bahwa saat awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak,
Pada gerak luru beraturan, berlaku persamaan :

dengan
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = waktu yang diperlukan (s)
Dari persamaan itu, dapat dicari posisi suatu benda yang dirumuskan dengan :
s = v.t
Contoh soal GLB
Sebuah mobil bergerak di sebuah jalan tol. Pada jarak 5 kilometer dari pintu gerbang tol, mobil
bergerak dengan kelajuan tetap 90 km/jam selama 20 menit. Tentukan :
a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit
b. posisi mobil dari gerbang jalan tol
Penyelesaian
jarak mula-mula s0 = 5 km
kecepatan (v) = 90 km/jam
waktu (t) = 20 menit = 1/3 jam
a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit
s = v. t = (90 km/jam).(1/3 jam) = 30 km
b. posisi mobil dari gerbang jalan tol
s = s0 + v.t = 5 + 30 = 30 km

Catatan:

1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah .

2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah .

3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah .

Kecepatan rata-rata
Rumus:

Banyak orang yang beranggapan bahwa Fisika hanya mempelajari rumus. Dan tak sedikit yang
tidak menyadari bahwa banyak peristiwa bahkan hal-hal yang sangat dekat dengan kita melibatkan ilmu
Fisika. Bahkan Fisika merupakan ilmu dasar yang sangat dibutuhkan oleh cabang ilmu-ilmu lain.
Mengapa Fisika sangat penting dalam kehidupan kita? Tentu karena banyak peristiwa dalam kehidupan
kita yang melibatkan ilmu Fisika baik kita sadari maupun tan.pa kita sadari. Semakin kita memahami
Fisika kita akan mengetahui bahwa Fisika mempunyai cakupan yang luas. Berikut adalah contoh aplikasi
ilmu Fisika dalam kehidupan sehari-hari.
1. Aplikasi Gerak Lurus Beraturan
Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak yang memiliki kecepatan yang konstan.
Walaupun GLB sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, karena biasanya kecepatan gerak benda
selalu berubah-ubah. Misalnya ketika dirimu mengendarai sepeda motor atau mobil, laju mobil pasti
selalu berubah-ubah. Ketika ada kendaraan di depan, pasti kecepatan kendaraan akan segera dikurangi.
Hal ini agar kita tidak tabrakan dengan pengendara lain, terutama jika kondisi jalan yang ramai. Lain lagi
jika kondisi jalan yang tikungan dan rusak.Contoh kedua: kendaraan yang melewati jalan tol. Walaupun
terdapat tikungan pada jalan tol, kendaraan beroda bisa melakukan GLB pada jalan tol hal ini jika
lintasan tol lurus. Kendaraan yang bergerak pada jalan tol juga kadang mempunyai kecepatan yang
tetap.Contoh kedua, gerakan kereta api atau kereta listrik di atas rel. Lintasan rel kereta kadang lurus,
walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Kereta api melakukan GLB ketika bergerak di atas
lintasan rel yang lurus tersebut dengan laju tetap.Contoh ketiga : kapal laut yang menyeberangi lautan
atau samudera. Ketika melewati laut lepas, kapal laut biasanya bergerak pada lintasan yang lurus
dengan kecepatan tetap. Ketika hendak tiba di pelabuhan tujuan, biasanya kapal baru mengubah haluan
dan mengurangi kecepatannya.Contoh keempat : gerakan pesawat terbang. Pesawat terbang juga biasa
melakukan GLB. Setelah lepas landas, pesawat terbang biasanya bergerak pada lintasan lurus dengan
dengan laju tetap. Walaupun demikian, pesawat juga mengubah arah geraknya ketika hendak tiba di
bandara tujuan.
2. Aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari.
GLBB merupakan gerak lurus berubah beraturan. Berubah beraturan maksudnya kecepatan
gerak benda bertambah secara teratur atau berkurang secara teratur. Perubahan kecepatan tersebut
dinamakan percepatan. Secara awam sangat r menemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah
beraturan. Pada kasus kendaraan beroda misalnya, ketika mulai bergerak dari keadaan diam,
pengendara biasanya menekan pedal gas atau menarik pedal gas. Pedal gas tersebut biasanya tidak
ditekan atau ditarik dengan teratur sehingga walaupun kendaraan kelihatannya mulai bergerak dengan
percepatan tertentu, besar percepatannya tidak tetap alias selalu berubah-ubah. Contoh GLBB dalam
kehidupan sehari-hari pada gerak horisontal alias mendatar nyaris tidak ada.Contoh GLBB yang selalu
kita jumpai dalam kehidupan hanya gerak jatuh bebas. Pada gerak umit menemukan aplikasi GLBB
dalam kehidupan sehari-hari.jatuh bebas, yang bekerja hanya percepatan gravitasi dan besar
percepatan gravitasi bernilai tetap. Tapi dengan penerapa ilmu fisika, GLBB dapat ditemukan dalam
kegiatan kita sehari-hari. Contohnya buah mangga yang lezat atau buah kelapa yang jatuh dari
pohonnya.Jika kita pernah jatuh dari atap rumah tanpa sadar kita juga melakukan GLBB.
3. Aplikasi gerak vertikal dalam kehidupan sehari-hari :
Gerak vertikal terdiri dari dua jenis, yakni gerak vertikal ke atas dan gerak vertikal ke bawah.
Benda melakukan gerak vertikal ke atas atau ke bawah jika lintasan gerak benda lurus. Kalau lintasan
miring, gerakan benda tersebut termasuk gerak parabola. Aplikasi gerak vertikal dalam kehidupan
sehari-hari misalnya ketika kita melempar sesuatu tegak lurus ke bawah (permukaan tanah), ini
termasuk gerak vertikal.