KURIKULUM 2006 JENJANG S1 PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

2006

KATA PENGANTAR

Era globalisasi telah membuka kesempatan yang luas sekaligus menghadirkan tantangan-tantangan yang belum pernah dialami bangsa Indonesia sebelum ini. Untuk memenangkan persaingan yang ketat di pasar global, Indonesia harus bisa mengembangkan dasar-dasar yang kokoh untuk industri kimianya dan menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kualitas yang tinggi. Oleh karena itu perlu dikembangkan kemampuan-kemampuan untuk rancang bangun pabrik kimia berdasarkan teknologi baru yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Disamping itu, institusi-institusi pendidikan teknik kimia yang ada di Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan insinyur teknik kimia dari negara-negara lain. Kemampuan rancang bangun pabrik kimia juga akan sangat menunjang pengolahan sumber daya alam Indonesia menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, dan hal ini akan sangat meningkatkan tingkat ekonomi bangsa Indonesia. Kondisi masyarakat yang selalu berubah merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi isi dan bentuk suatu kurikulum sistem pendidikan tinggi. Hal ini juga berlaku pada bidang teknik kimia. Bidang industri yang merupakan salah satu tulang punggung untuk kemajuan bangsa Indonesia, perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, merupakan dasar dari peninjauan kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM. Kurikulum yang baru masih tetap menekankan kemampuan softskill seperti komunikasi, teamwork dan leadership, walaupun secara implisit. Dewasa ini daya saing dalam industri kimia sangat ditentukan oleh karakteristik produk, baik dalam skala mikroskopis maupun makroskopis, seperti distribusi ukuran partikel, distribusi ukuran pori, stabilitas kimia, sifat permukaan, aspek estetika dan lainlain. Kompetisi dalam produksi fine chemicals telah membentuk cabang baru dalam ilmu teknik kimia, yaitu product engineering, yang dalam konteks teknik kimia didefinisikan sebagai upaya menghubungkan proses / sifat molekuler dengan karakteristik makroskopik untuk mengontrol proses produksi agar diperoleh produk sesuai spesifikasi khusus yang diinginkan. Kecenderungan-kecenderungan baru ini diakomodasi dalam Usulan Kurikulum 2006, baik sebagai matakuliah baru maupun penyesuaian silabus matakuliahmatakuliah lama. Diharapkan lulusan Jurusan Teknik Kimia FT-UGM akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk berkontribusi dalam bisnis industri kimia dengan bekal yang mengarah ke product engineering dan mentalitas entrepreneur.

Yogyakarta, Juni 2006 Ketua Jurusan Teknik Kimia FT-UGM

Ir. Suryo Purwono, MASc, PhD

ii

DAFTAR ISI
Kata Pengantar I. Pengantar II. Strategi Penyusunan Kurikulum III. Visi Program Studi Teknik Kimia IV. Misi V. Tujuan (Kompetensi) VI. Isi Kurikulum VII. Mata Kuliah Tiap Semester VIII. Diagram Alir . IX. Sistem Penilaian X. Syarat Kelulusan . XI. Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2006 XII. Silabus LAMPIRAN 1. Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada No. 22/P/SK/HT/2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum 2006 Program Studi Jenjang Sarjana di Universitas Gadjah Mada 2. Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik Unviersitas Gadjah Mada No. UGM/TK/152/UM/01/39 tentang Penetapan Tim Kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM 3. Kurikulum Program Studi Teknik Kimia tahun 2001 ii 1 5 7 8 9 14 22 29 30 31 32 39

iii

kurikulum tahun 1996 perlu disesuaikan untuk kemudian berlaku efektif mulai 2001. Berdasarkan SK Mendikbud No. “Self-Evaluation Report” . Dengan kurikulum yang direncanakan secara matang berdasarkan visi dan misi institusi. PENGANTAR A. Dalam kurun waktu lima tahun masa berlakunya Kurikulum 2001. kuat dasar ilmunya. Laporan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum 2006. Peninjauan kurikulum S1 Jurusan Teknik Kimia. Kurikulum sangat mempengaruhi karakter lulusan (output) dari sistem tersebut. tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Sarjana UGM. maka pada waktu itu. ilmu teknik kimia telah mengalami penyempurnaan-penyempurnaan orientasi 1 Chemical Engineering Department.: UGM/143/8624/UM//01/37 tahun 1995. 2005. yang merupakan salah satu tulang punggung untuk kemajuan bangsa Indonesia dan pemicu perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Fakultas Teknik. serta mampu dan siap berkembang dalam masyarakat. Peninjauan kurikulum program S1 ini dilakukan secara berkala setiap 5 tahun sekali. tentang Kurikulum Inti Program Sarjana Ilmu Teknik dan Surat Rektor UGM. Hal ini juga berlaku pada bidang teknik kimia.: 0218/U/1995. Kebutuhan-kebutuhan industri. No. Kondisi masyarakat yang selalu berubah merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi isi dan bentuk kurikulum pendidikan tinggi. sistem pendidikan tinggi akan menghasilkan sarjana-sarjana yang mantap kepribadiannya. Latar Belakang Isi dan bentuk suatu kurikulum mencerminkan sifat/karakter dari suatu sistem program pendidikan tinggi. Daftar matakuliah dalam kurikulum 2001 tercantum pada Lampiran. Hasil pelaksanaan kurikulum 2001 telah dievaluasi secara lengkap dan didokumentasikan dalam Laporan Evaluasi Diri yang disusun oleh Task Force Evaluasi Diri Jurusan Teknik Kimia pada tahun 20051. merupakan dasar pertimbangan dari peninjauan kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM. UGM terakhir kali dilakukan pada tahun 2001. Evaluasi pelaksanaan kurikulum dilakukan secara rutin setiap semester.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 1 I.

Penelitian dan pengembangan Pembangunan pabrik Operasi dan perawatan alat Fabrikasi peralatan Pendidikan dan pelatihan 3. Konservasi energi (dan efisiensinya) dan keselamatan kerja (safety) tetap merupakan salah satu prioritas utama di industri yang perlu dipikirkan. 6. d. Perkembangan ilmu teknik kimia dewasa ini sangat dipengaruhi oleh kemajuan dalam bidang komputasi (komputer) dan bioteknologi. bukan pada peralatan (centered around devices). c. Ruang lingkup kegiatan kerja sarjana teknik kimia sangat luas dan dapat dikatakan meliputi tugas-tugas: a. beberapa topik baru perlu dimasukkan dalam kurikulum 2006. Titik berat pendidikan tetap ditujukan pada bidang teknik proses (process engineering) karena sasaran tempat kerja yang utama bagi para sarjana teknik kimia tetap tertuju pada industri yang menggunakan proses-proses kimia. oleh karena itu industri makin dituntut untuk mampu merancang proses yang dapat meminimalkan limbah dan mengolah limbah yang dihasilkan agar tidak melampaui nilai ambang batas yang diperbolehkan. 5. 4. . Perkembangan metode simulasi proses yang menggunakan bantuan komputer telah memungkinkan untuk diadakannya optimasi pabrik yang telah ada (beroperasi) dengan lebih cepat. Hal-hal penting yang mendasari kurikulum tahun 2006 adalah sebagai berikut: 1.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 2 akibat pesatnya perkembangan industri dan makin tajamnya persaingan dalam bisnis kimia dunia. 7. Masalah dampak industri terhadap lingkungan makin penting. e. Oleh karena itu. 2. b. Isi kurikulum lebih ditekankan pada penjelasan prinsip-prinsip fisis (centered around physical principles) dari praktek-praktek teknik kimia dan penguasaan teknik-teknik matematika (mathematical techniques).

Namun sejalan dengan kecenderungan industri kimia dunia saat ini. Dalam industri kimia saat ini dikenal dua jenis produk. obat-obatan. Pekerjaan bidang teknik yang bersifat kompleks dan menyeluruh memerlukan team work antar bidang yang baik. dan ini sangat menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. bahan makanan pokok. semen. aspek estetika. misalnya parfum. dan lain-lain. 9. baik dalam skala mikroskopis maupun makroskopis. apalagi untuk fine chemicals. Kecenderungan konsumen yang lebih menyukai produk-produk natural akan menyebabkan harga produk fine chemicals berbasis bahan-bahan alami menjadi sangat mahal. Dewasa ini. distribusi ukuran pori-pori. Bulk chemicals diperlukan dalam jumlah banyak namun harganya tidak terlalu tinggi. Fine chemicals umumnya diperlukan dalam jumlah sangat kecil namun harganya relatif jauh lebih mahal. presentasi. B. Pada saat ini industri kimia di Indonesia umumnya menghasilkan bulk chemicals. Bidang Kerja Lulusan Tracer Study yang dijalankan secara formal dan informal oleh Jurusan Teknik Kimia FT UGM menunjukkan bahwa bidang kerja lulusan teknik kimia sangat bervariasi karena memang industri kimia mencakup makin banyak aspek kehidupan. yaitu jenis bulk chemicals dan fine chemicals. dan sebagainya. daya saing dalam industri kimia sangat ditentukan oleh karakteristik produk. Kemampuan komunikasi. sifat-sifat permukaan. Kompetisi dalam produksi fine chemicals telah mendorong berkembangnya keahlian baru dalam teknik kimia. yang dalam konteks teknik kimia didefinisikan sebagai upaya menghubungkan proses-proses/sifat-sifat molekuler dengan karakteristik . dan diskusi merupakan persyaratan seorang engineer. misalnya bahan bakar. stabilitas kimia/biologis. dan lain-lain. Produk-produk kimia yang memiliki sifat-sifat khusus untuk penggunaan yang khusus pula disebut specialties/fine chemicals. di masa mendatang industri yang menghasilkan fine chemicals akan berkembang pula di Indonesia. yang dilandasi oleh leadership yang baik pula.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 3 8. yaitu product engineering. seperti distribusi ukuran partikel.

The Triplet “Molecular processes-Product-Process” Engineering: The Future of Chemical Engineering. India. sehingga yang terkandung dalam kurikulum 2001 masih tetap relevan. Berbeda dengan bisnis bulk chemicals yang sifatnya stabil dan cenderung monoton. DuPont. BASF. dll. yaitu sebagai contract research organizations (CRO). Eng. Bukan tidak mungkin bahwa peluang-peluang outsourcing dan CRO di Indonesia (dengan potensi bahan-bahan alami yang sangat melimpah) justru akan diisi oleh para ahli kimia dari luar negeri jika pendidikan teknik kimia Indonesia tidak menyesuaikan kurikulumnya dengan trend industri kimia tersebut. perusahaan-perusahaan raksasa dalam bisnis bahan kimia (misalnya Dow. Saat ini ada lebih dari 1000 CRO beroperasi di seluruh dunia.) mulai melakukan outsourcing untuk mendekati pasarpasar besar yang sekaligus merupakan sumber bahan alami untuk fine chemicals (negara-negara tropis/subtropis berpenduduk banyak seperti Cina. 2002. Dalam kaitannya dengan kompetisi produksi fine chemicals. web edition. bisnis fine chemicals sangat dinamis dan memerlukan banyak pekerjaan-pekerjaan produksi/riset yang sifatnya temporer. Globalisasi telah membuat persaingan di pasar kerja semakin berat.C. seorang sarjana teknik kimia akan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk berkontribusi dalam bisnis industri kimia. dll. December 6. lebih murah bagi produsen-produsen kimia besar mengontrak unit-unit kecil di daerah pemasaran/bahan baku untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan temporer tersebut. Hal ini telah menumbuhkan trend baru dalam karir ahli teknik kimia. ditambah mentalitas entreprenuer. Meskipun ada penajaman aspek ini. J. 2004. daripada mereka harus membangun unit baru setiap saat. tetapi juga pada R&D..Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 4 makroskopik untuk mengontrol proses produksi agar diperoleh produk sesuai spesifikasi khusus yang diinginkan2. 3 Chemical and Engineering News. Sci. 2 Charpentier. namun konsep fundamental yang dipakai belum berubah. Contoh-contoh di atas menggaris bawahi bahwa dengan kompetensi product engineering. 4667-4690.. .). Dengan demikian. Bahkan outsourcing ini tidak hanya terbatas pada unit-unit produksi saja. banyak di antaranya berbasis di Asia3. 57. Chem.

22/P/SK/HT/2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum 2006 Program Studi Jenjang Sarjana di Universitas Gadjah Mada. mula-mula dirumuskan visi dan kemudian misi Program Studi berdasarkan hasil evaluasi . Mengingat hal ini adalah pekerjaan besar yang memerlukan pemikiran intensif. Seperti digambarkan dalam diagram alir di Gambar 1. Oleh karena itu. Task Force Kurikulum sudah mulai bekerja sejak bulan April 2005. STRATEGI PENYUSUNAN KURIKULUM Kurikulum 2006 disusun dengan mengacu pada Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada No. Kurikulum 2006 mencakup pengembangan penalaran. baik sebagai matakuliah baru maupun penyesuaian silabus matakuliah-matakuliah lama. nilai-nilai. afektif. Oleh karena itu. knowledge/skill. Jurusan Teknik Kimia membentuk task force khusus untuk menjalankan proses penyusunan Kurikulum 2006 dan selanjutnya kelak memonitor implementasi kurikulum baru ini (mulai Semester Ganjil 2006/2007). Tim Kurikulum menyusun kerangka sistem pembelajaran yang perlu dilalui untuk mencapai output pembelajaran yang diinginkan. Dalam rangka penyusunan kurikulum dengan cakupan yang sedemikian luas. dan sebagainya. perilaku. Susunan anggota Task Force Kurikulum tercantum dalam Lampiran. diperlukan pula pembatasan-pembatasan (guidelines) yang tegas agar kurikulum tersebut masih realistis untuk dapat diselesaikan dalam 8 semester tanpa mengabaikan standar-standar kualitas yang diharapkan dimiliki seorang sarjana teknik kimia. II. Isi Kurikulum 2006 dirancang berdasarkan filosofi bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya merupakan transfer of knowledge tetapi merupakan proses pengembangan manusia seutuhnya (personal development). sebelum merumuskan isi kurikulum.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 5 Kecenderungan-kecenderungan baru tersebut diakomodasi dalam Usulan Kurikulum 2006 ini. Langkah-langkah kerja Task Force Kurikulum dalam penyusunan Kurikulum 2006 diuraikan lebih terperinci dalam Strategi Penyusunan Kurikulum.

dan lain-lain. mahasiswa. disusun struktur kurikulum yang bertujuan untuk mencapai kompetensi-kompetensi tersebut (kurikulum berbasis kompetensi).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 6 diri4 dan masukan-masukan dari para kelompok kepentingan (stakeholders) yang meliputi industri. Kerangka sistem pembelajaran 4 Chemical Engineering Department. Selanjutnya. “Self-Evaluation Report” . 2005. alumni. Silabus ini kelak akan dijabarkan lagi oleh masingmasing dosen pengampu ke dalam Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. dirumuskan kompetensi yang ingin dicapai dari sistem pembelajaran di Program Studi Teknik Kimia. Tiap-tiap matakuliah dalam struktur kurikulum kemudian dijabarkan ke dalam silabus dengan extended format yang menggambarkan matakuliah tersebut dengan terperinci (lihat Daftar IX pada bagian Silabus). Berdasarkan visi dan misi tersebut. Visi Misi Tujuan (Kompetensi ) Struktur Kurikulum Silabus RPKPS Pelaksanaan Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Gambar 1. dosen.

yang memungkinkan lulusan teknik kimia masuk dalam berbagai bidang jika mereka dipersiapkan untuk menjadi pribadi-pribadi dengan fleksibilitas tinggi kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat menjadi modal yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan para lulusan teknik kimia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa Oleh karena itu. untuk karena pengembangan era globalisasi menuntut kemampuan kompetisi bangsa Indonesia.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 7 III. sarjana teknik kimia Indonesia memiliki keunggulankeunggulan. VISI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA Visi Program Studi Teknik Kimia dirumuskan berdasarkan analisis kondisi saat ini dan prediksi situasi masa depan yang akan dihadapi oleh para lulusan teknik kimia. Kondisi masa depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dan kompetisi global. Disadari pula bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia cukup besar. Versi panjang: ”Menyadari perkembangan dunia yang sangat cepat dan luasnya ruang lingkup aplikasi teknik kimia. lulusan teknik kimia UGM perlu mempunyai kemampuan kemampuan profesionalnya. visi Program Studi Teknik Kimia mencakup hal-hal berikut ini: wawasan nasional kualitas internasional fleksibilitas kepribadian baik life-long learning kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan Pemikiran tersebut kemudian dirumuskan ke dalam pernyataan formal visi Program Studi Teknik Kimia sebagai berikut: a. perlu pula lulusan mempunyai kualitas internasional dan sekaligus wawasan nasional. fleksibilitas Selain itu. antara lain: luasnya krida teknik kimia. sehingga lulusan perlu . Untuk memenangkan persaingan-persaingan dalam tingkat global. namun pemanfaatannya belum optimal.

dan etika yang baik”. Versi pendek: ”Menghasilkan lulusan yang bermoral baik. lifelong learning. aspek pengembangan penalaran lebih diutamakan dibanding materi. Untuk menunjang itu semua. Kata-kata kunci dalam visi (wawasan nasional. dan mempunyai fleksibilitas dalam pengembangan diri”. MISI a. b. dan yang sangat esensial pula mempunyai nilai-nilai. dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan) diterjemahkan ke dalam kata-kata kunci dalam misi (penalaran. fleksibilitas. kemauan dan keahlian untuk pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan). berkualitas internasional. IV. sikap mental. kepribadian baik.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 8 berperan serta pada pengolahan sumber daya alam Indonesia menjadi produk bernilai ekonomis tinggi secara berkelanjutan. . Kaitan antara visi dan misi tersebut digambarkan dalam diagram di Gambar 2. permasalahan riil. berwawasan nasional. Hubungan antara visi dan misi Visi yang telah dirumuskan di atas dijabarkan ke dalam misi yang diemban oleh Program Studi Teknik Kimia. atmosfer akademik untuk pengembangan kepribadian dan entrepreneurship. student centered learning. kualitas internasional. perlu pula lulusan mempunyai kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. mampu melakukan pengembangan diri secara berkelanjutan. Perlu ditekankan di sini bahwa untuk menunjang kemampuan fleksibilitas.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 9
1. Wawasan Nasional 2. Kualitas Internasional 3. Flexibilitas 4. Kepribadian Baik 5. Life-long Learning 6. Kepekaan Kebutuhan Masyarakat 7. Pemanfaatan Berkelanjutan SDA 1. Penalaran (penalaran dipandang lebih utama daripada materi) 2. Student Centered Learning 3. Permasalahan Riil 4. Atmosfer Akademik: * Pengembangan Kepribadian * Entrepreneurship 5. Kemauan dan Keahlian Pemanfaatan SDA Berkelanjutan

Visi

Misi

Gambar 2. Hubungan antara visi dan misi

b. Misi Berdasarkan hubungan yang digambarkan dalam Gambar 2,

dirumuskan pernyataan misi Program Studi Teknik Kimia sebagai berikut:

”Program Studi Teknik Kimia, FT-UGM mendidik mahasiswa agar mempunyai penalaran yang baik dengan sistem pembelajaran berorientasi student learning dan berbasis permasalahan riil di masyarakat dan dunia industri dimana atmosfer akademis diarahkan untuk mendorong pengembangan kepribadian dan wawasan entrepreneurship. Selain itu, lulusan disiapkan pula untuk memiliki kemauan dan keahlian untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan”.

V. TUJUAN (KOMPETENSI)
Tujuan yang ingin dicapai oleh Program Studi Teknik Kimia adalah lulusan teknik kimia yang memiliki: 1. Penguasaan konsep-konsep fundamental Teknik Kimia. 2. Kemampuan inovatif dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan manusia. 3. Penguasaan Teknik Produk dan Perancangan Proses dengan menjunjung tinggi keselamatan masyarakat. 4. Pemahaman perilaku dan sifat-sifat bahan berdasarkan pengetahuan struktur makro dan mikro serta komposisi bahan.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 10 5. Pemahaman prinsip-prinsip peralatan industri kimia. 6. Penguasaan cara-cara perhitungan sebagai basis pengambilan keputusan teknik. 7. Penguasaan teknik evaluasi ekonomi sebagai dasar analisis kelayakan suatu proyek. 8. Kemampuan merancang dan melaksanakan eksperimen, serta

mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data. 9. Kesadaran lingkungan. 10. Penghayatan nilai-nilai, perilaku, dan etika ahli teknik kimia profesional. 11. Dasar-dasar yang cukup bagi pengembangan diri yang berkelanjutan. 12. Kemampuan berkomunikasi dan kerja tim yang baik. 13. Kemampuan perkembangan. 14. Kemampuan inovatif, kreatif, dan kompetitif. 15. Kemauan dan kemampuan yang cukup untuk mengikuti isu-isu kontemporer. Kaitan antara misi dan kompetensi dipetakan dalam matriks misi-kompetensi yang disajikan dalam Daftar I. Salah satu acuan internasional dalam pendidikan tinggi teknik adalah Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) 2005. antisipasi dan adaptasi terhadap berbagai dan kepedulian atas perlindungan dan pelestarian

Kompetensi yang dirumuskan Jurusan Teknik Kimia sejalan dengan kompetensi yang dirumuskan oleh ABET 2005, yang dikutip sebagai berikut: Engineering programs must demonstrate that their students attain: a) an ability to apply knowledge of mathematics, science, and engineering. b) an ability to design and conduct experiments, as well as to analyze and interpret data. c) an ability to design a system, component, or process to meet desired needs within realistic constraints such as economic, environmental, social, political, ethical, health and safety, manufacturability, and sustainability. d) an ability to function on multi-disciplinary teams.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 11 e) an ability to identify, formulate, and solve engineering problems. f) an understanding of professional and ethical responsibility. g) an ability to communicate effectively. h) the broad education necessary to understand the impact of engineering solutions in a global, economic, environmental, and societal context. i) a recognition of the need for, and an ability to engage in life-long learning. j) a knowledge of contemporary issues. k) an ability to use the techniques, skills, and modern engineering tools necessary for engineering practice.

Kesesuaian antara kompetensi Jurusan Teknik Kimia dengan tujuan yang dirumuskan ABET digambarkan dalam Daftar II.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 12 Daftar I. Matriks Hubungan Misi dan Kompetensi MISI TUJUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Penalaran > materi Real problems in Centered on class student learning Potensi SDA Indonesia Pemanfaatan SDA berkelanjutan Aspek ekonomi Atmosfer yang kondusif untuk pengembangan kepribadian dan wawasan entrepreneurship .

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 13 Daftar II. Matriks kesesuaian tujuan Jurusan Teknik Kimia dengan ABET 2005 ABET TUJUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 a b c d e f g h i j k .

Isi Kurikulum 2006 disajikan dalam Daftar III dan sebagai perbandingan. kurikulum 2001 disajikan dalam Lampiran. dan penambahan beberapa matakuliah baru sebagai langkah antisipatif terhadap perubahanperubahan dalam industri kimia. Daftar III. Pada dasarnya. maka Daftar V tersebut menunjukkan bahwa Kurikulum 2006 dapat ditelusur kembali ke tujuan-tujuan yang bersumber pada misi Jurusan dan sesuai dengan standar internasional yang dirumuskan oleh ABET 2005. Perubahan yang dilakukan terutama adalah pengurangan SKS beberapa matakuliah dalam kurikulum 2001. yaitu sebanyak 148 SKS. penggantian nama beberapa matakuliah agar lebih deskriptif. Matriks yang menggambarkan relevansi isi kurikulum dengan tujuan yang telah dirumuskan disajikan dalam Daftar V. Jika dikaitkan dengan Daftar I dan Daftar II. ISI KURIKULUM Jumlah SKS dalam kurikulum 2006 sama dengan jumlah SKS dalam kurikulum 2001. Isi Kurikulum 2006 Kelompok Mata Kuliah Mata Kuliah Umum Mata Kuliah Pendidikan Agama Pendidikan Nilai-nilai Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Filsafat dan Penciptaan Ilmu Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) Fisika 1 Fisika 2 Matematika 1 Matematika 2 Kimia Umum Kimia Analisis Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia Kimia Organik 1 Kimia Organik 2 Kimia Fisis 1 Kimia Fisis 2 Termodinamika Teknik Kimia 1 Termodinamika Teknik Kimia 2 SKS 2 2 2 2 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 SKS Total 9 Fisika Matematika Kimia Umum Kimia Analisis 6 6 3 5 Kimia Organik Kimia Fisis Termodinamika 4 4 6 . kerangka utama kurikulum tidak banyak berubah dari kurikulum 2001.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 14 VI.

Mata Kuliah Matematika Teknik Kimia 1 Matematika Teknik Kimia 2 Pemrograman Komputer Pemodelan Matematis Azas Teknik Kimia Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia SKS 3 2 2 2 4 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 2 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 8 3 2 2 2 SKS Total 9 Analisis Teknik Kimia Proses Industri Kimia Operasi Teknik Kimia 6 4 14 Teknik Reaksi Kimia Perancangan Penunjang Umum Proses Industri Kimia 1 Proses Industri Kimia 2 Perpindahan Panas Transportasi Bahan dan Sedimentasi Operasi Perpindahan Massa dan Panas Operasi Pemisahan Bertingkat Proses Transfer Teknik Reaksi Kimia 1 Teknik Reaksi Kimia 2 Perancangan Alat Proses Perancangan Pabrik Kimia Pengendalian Proses Alat Industri Kimia Bahasa Inggris Teknik Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian 6 12 10 Penunjang Teknik Teknik Produk Sumber Daya Alam Indonesia Pilihan Minat Keahlian Kuliah Kerja Nyata Praktikum Manajemen Ekonomi Teknik Keselamatan Industri Kewirausahaan (Entrepreneurship) Teknik Tenaga Listrik Penggerak Mula Air Industri Bahan Konstruksi Teknik Kimia Menggambar Teknik Teknik dan Konservasi Lingkungan Elemen Mesin Teknik Produk Sumber Daya Alam Indonesia (rincian matakuliah pada tiap minat keahlian disajikan dalam Daftar IV) Kuliah Kerja Nyata Praktikum Analisis Bahan Praktikum Proses Praktikum Operasi Teknik Kimia 13 2 1 8 3 6 .Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 15 Kelompok Mata Kuliah Matematika T.K.

Energi Tidak Terbarukan 2. Pemrograman 2. Teknik Keselamatan dan Lingkungan III. Dasar-dasar Ilmu Pangan 2. Manajemen dan Konservasi Energi 4. Perancangan dengan Komputer (Computer Aided Design) Teknik Material 1. Energi Terbarukan 3. Teknik Material Mutakhir (Advanced Engineering Material) 5 Mahasiswa wajib mengambil semua matakuliah dalam salah satu kelompok minat yang dipilih. Teknik Keselamatan Proses dan Dasar-dasar Analisis Resiko 3. Perancangan Proses 1. Teknologi Keramik 3. Rincian Matakuliah pada Minat Keahlian5 No. Teknik Pangan dan Bioproses IV. VI. Teknologi Polimer 2. Dinamika Fluida dalam Teknik Kimia 3. Minat Keahlian Sumber Daya Alam Indonesia Matakuliah 148 II. Produksi Bersih 2.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 16 Kelompok Mata Kuliah Tugas Akhir Mata Kuliah Pengantar Penelitian Penelitian Tugas Perancangan Pabrik Kimia Seminar Kerja Praktek Pendadaran Ujian Komprehensif SKS 1 2 3 1 2 1 1 SKS Total 10 Engineering Capstone 1 TOTAL Daftar IV. Manajemen Keselamatan dan Lingkungan 1. Kapita Selekta Industri Kimia 1. I. Energi V. Utilisasi Energi 1. . Aplikasi Bioproses 4. Teknik Pengolahan Limbah 4. Pemodelan Proses dan Sistem Dinamis 4. Tiap matakuliah dalam kelompok minat memiliki beban 2 SKS. Proses Industri Pangan 1. Industri Berbasis SDA Indonesia 4. SDA Organik 3. Dasar-dasar Bioproses 3. SDA Anorganik 2. Material Logam 4.

VII. Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian I 3. Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian II 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 17 No. Teknologi Partikel 2. Teknologi Membran . Minat Keahlian Teknologi Mutakhir Matakuliah 1.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 18 Daftar V. 2=inovasi. 11=life-long learning. Matriks relevansi isi kurikulum dengan kompetensi Mata Kuliah 1 Pendidikan Agama Pendidikan Nilai-nilai Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Filsafat dan Penciptaan Ilmu Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) Fisika 1 Fisika 2 Matematika 1 Matematika 2 Kimia Umum Kimia Analisis Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia Kimia Organik 1 Kimia Organik 2 Kimia Fisis 1 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V 14 V V V V V V 15 1=konsep fundamental. 14=pribadi unggul. 7=evaluasi ekonomi. 10=etika. 8=riset. 3=perancangan dan keselamatan kerja. 15=isu kontemporer *) . 6=kalkulasi. 13=fleksibilitas. 9=lingkungan. 5=prinsip peralatan. 4=perilaku bahan. 12=komunitas dan team work.

8=riset. 2=inovasi. 14=pribadi unggul. 4=perilaku bahan. 6=kalkulasi. 15=isu kontemporer . 9=lingkungan. 12=komunitas dan team work. V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 1=konsep fundamental. 10=etika. 5=prinsip peralatan. 13=fleksibilitas. *) 1 V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 14 15 . 3=perancangan dan keselamatan kerja.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 19 Mata Kuliah Kimia Fisis 2 Termodinamika Teknik Kimia 1 Termodinamika Teknik Kimia 2 Matematika Teknik Kimia 1 Matematika Teknik Kimia 2 Pemrograman Komputer Pemodelan Matematis Azas Teknik Kimia Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia Proses Industri Kimia 1 Proses Industri Kimia 2 Perpindahan Panas Transportasi Bahan dan Sedimentasi Operasi Perpindahan Massa dan Panas Operasi Pemisahan Bertingkat Proses Transfer . 7=evaluasi ekonomi. 11=life-long learning.

3=perancangan dan keselamatan kerja. 10=etika. 9=lingkungan. 14=pribadi unggul. 7=evaluasi ekonomi. *) 1=konsep fundamental. 13=fleksibilitas. 15=isu kontemporer . 12=komunitas dan team work. . 4=perilaku bahan. 11=life-long learning. 5=prinsip peralatan. 8=riset. 2=inovasi.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 20 Mata Kuliah Teknik Reaksi Kimia 1 Teknik Reaksi Kimia 2 Perancangan Alat Proses Perancangan Pabrik Kimia Pengendalian Proses Alat Industri Kimia Bahasa Inggris Teknik Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian Manajemen Ekonomi Teknik Keselamatan Industri Kewirausahaan (Entrepreneurship) Teknik Tenaga Listrik Penggerak Mula Air Industri Bahan Konstruksi Teknik Kimia V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 1 V V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 14 15 . 6=kalkulasi.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 21 Mata Kuliah 1 Menggambar Teknik Teknik dan Konservasi Lingkungan Elemen Mesin Teknik Produk Sumber Daya Alam Indonesia Kuliah Kerja Nyata Praktikum Analisis Bahan Praktikum Proses Praktikum Operasi Teknik Kimia Pengantar Penelitian Penelitian Tugas Perancangan Pabrik Kimia Seminar Pendadaran Kerja Praktek Ujian Komprehensif V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 14 15 . 3=perancangan dan keselamatan kerja. 15=isu kontemporer . 2=inovasi. 14=pribadi unggul. 11=life-long learning. V . 4=perilaku bahan. 13=fleksibilitas. 8=riset. 5=prinsip peralatan. 7=evaluasi ekonomi. 10=etika. 9=lingkungan. *) 1=konsep fundamental. 12=komunitas dan team work. 6=kalkulasi.

2. 6. 7. 9. MATA KULIAH TIAP SEMESTER Semester I NO. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK1100 Kimia Analisis TKK1101 Kimia Organik 1 TKK1102 Kimia Umum TKK1103 Matematika 1 TKK1104 Bahasa Inggris Teknik TKK1105 Fisika 1 UN1106 UN1107 Pendidikan Nilai-nilai Pancasila Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) Jumlah Semester II NO. 2.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 22 VII. 3. 7. 2 2 2 3 2 3 2 2 2 20 . 8. 4. 5. 6. 4. 3 2 3 3 2 3 2 1 19 1. 8. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK1200 Kimia Fisis 1 TKK1201 Kimia Organik 2 TKK1202 Bahan Konstruksi Teknik Kimia TKK1203 Matematika 2 TKK1204 Penggerak Mula TKK1205 Fisika 2 TKK1206 Elemen Mesin UN1207 UN1208 Filsafat dan Penciptaan Ilmu Pendidikan Kewarganegaraan Jumlah SKS SKS 1. 5. 3.

5. 4. 2. TK Jumlah Semester IV NO. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK2100 Kimia Fisis 2 TKK2101 Azas Teknik Kimia TKK2102 Matematika Teknik Kimia 1 TKK2103 Teknik Tenaga Listrik TKK2104 Termodinamika Teknik Kimia 1 TKK2105 Ekonomi Teknik TKK2106 Praktikum Analisis Bahan TKK2107 Analisis dengan Instrumen dlm. 9. 7. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK2200 Transportasi Bahan dan Sedimentasi TKK2201 Proses Industri Kimia 1 TKK2202 Teknik dan Konservasi Lingkungan TKK2203 Matematika Teknik Kimia 2 TKK2204 Keselamatan Industri TKK2205 Termodinamika Teknik Kimia 2 TKK2206 Menggambar Teknik TKK2207 Praktikum Proses TKK2208 Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian TKK2209 Kewirausahaan (Entrepreneurship) Jumlah SKS SKS 1. 2 4 3 2 3 2 2 2 20 1. 5. 3. 3 2 2 2 2 3 2 2 1 1 20 . 3. 10. 4. 7. 8. 8. 2. 6. 6.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 23 Semester III NO.

4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 24 Semester V NO. 5. 2. 8. 3 2 2 2 1 3 2 1 2 2 20 Jumlah Semester VI NO. 5. 27-28) SKS 1. 3. 27-28) SKS 1. 9. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK3200 Operasi Perpindahan Massa dan Panas TKK3201 Teknik Reaksi Kimia 1 TKK3202 Pengendalian Proses TKK3203 Pemodelan Matematis (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 7. 8. 2. 7. 10. 6. 27-28) (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 6. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK3100 Operasi Pemisahan Bertingkat TKK3101 Proses Industri Kimia 2 TKK3102 Proses Transfer TKK3103 Pemrograman Komputer TKK3104 Air Industri TKK3105 Perpindahan Panas TKK3106 Manajemen TKK3107 Sumber Daya Alam Indonesia (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 4. 3. 3 3 2 2 2 3 1 2 3 21 TKK3205 Alat Industri Kimia TKK3206 Pengantar Penelitian TKK3207 Praktikum Operasi Teknik Kimia UN3208 Kuliah Kerja Nyata Jumlah . 9.

27-28 ) SKS 1. 8 dapat ditempuh setelah memperoleh 120 SKS (nilai minimum D). 3 1 0 2 1 1 8 mengikuti ceramah minimum dua kali secara berturut-turut atau minimum tiga kali jika tidak berturut-turut sebelum proses yudisium. 5. 3. 7. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK4100 Perancangan Pabrik Kimia TKK4101 Teknik Reaksi Kimia 2 TKK4102 Teknik Produk TKK4103 Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia (Lihat daftar Pendidikan Agama di hlm. 6. 4. 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 25 Semester VII NO. 4 3 2 2 2 3 2 2 20 TKK4107 Penelitian Jumlah Semester VIII NO. 5. 2. 9 dapat dijalankan segera setelah penelitian selesai. 6 . 4. 8. 28) TKK4105 Perancangan Alat Proses (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 2. 6. 7 dapat ditempuh setelah memperoleh 120 SKS (nilai minimum D). KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK4200 Tugas Perancangan Pabrik Kimia TKK4201 Pendadaran TKK4202 Etika Teknik6 TKK4203 Kerja Praktek7 TKK4204 Ujian Komprehensif8 TKK4205 Seminar9 Jumlah SKS 1. yang biasanya diselenggarakan beberapa kali pada periode sebelum upacara wisuda. Kuliah Etika Teknik bisa dilaksanakan setiap ada ceramah etika teknik di Fakultas Teknik UGM.

Teknik Keselamatan dan Lingkungan TKK3121 TKK3122 Produksi Bersih Teknik Keselamatan Proses dan Dasar-dasar Analisis Resiko TKK3223 Teknik Pengolahan Limbah TKK4124 Manajemen Keselamatan dan Lingkungan III. Minat Keahlian Sumber Daya Alam Indonesia KODE MATA KULIAH TKK3111 TKK3112 TKK3213 Matakuliah SDA Anorganik SDA Organik Industri Berbasis SDA Indonesia TKK4114 Kapita Selekta Industri Kimia II. I.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 26 Daftar Kode Mata Kuliah Pilihan Minat Keahlian No. Teknik Pangan dan Bioproses TKK3131 Dasar-dasar Ilmu Pangan TKK3132 TKK3233 TKK4134 IV. Energi TKK3141 TKK3142 TKK3243 Dasar-dasar Bioproses Aplikasi Bioproses Proses Industri Pangan Energi Tidak Terbarukan Energi Terbarukan Manajemen dan Konservasi Energi TKK4144 Utilisasi Energi .

V. 3. 1. Kode Mata Kuliah FI 773 FI 774 FI 775 FI 776 Agama Islam Mata Kuliah Agama Katolik Agama Kristen Agama Hindu .Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 27 No. Minat Keahlian Perancangan dengan Komputer (Computer Aided Design) KODE MATA KULIAH TKK3151 TKK3152 Matakuliah Pemrograman Dinamika Fluida dalam Teknik Kimia TKK3253 Pemodelan Proses dan Sistem Dinamis TKK4154 VI. 4.II TKK4174 Teknologi Membran Daftar Kode Matakuliah Pengetahuan Agama No.I TKK3273 Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bag. Teknologi Mutakhir TKK3171 TKK3172 Teknologi Partikel Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bag. 2. Teknik Material TKK3161 TKK3162 TKK3263 TKK4164 Perancangan Proses Teknologi Polimer Teknologi Keramik Material Logam Teknik Material Mutakhir (Advanced Engineering Material) VII.

6. 5.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 28 No. Kode Mata Kuliah FI 777 FI 778 Agama Budha Agama Kong Hu Chu Mata Kuliah .

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 29 VIII. DIAGRAM ALIR .

Mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kemampuan ke dalam kelompok amat baik (A). Ujian komprehensif boleh diambil setelah menempuh minimum 120 sks (minimum D) 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 30 Prasyarat: 1. dan sebagainya. 2. pekerjaan rumah. dan kelompok jelek (kelompok E). SISTEM PENILAIAN Ujian dapat dilaksanakan dengan berbagai macam cara. kelompok baik (B). KKN boleh diambil setelah menempuh minimum 90 sks (minimum D) 4. kelompok kurang (D). Ujian diselenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk: 1. ujian lisan. kelompok cukup (C). ujian dalam bentuk seminar. ujian dalam bentuk pembuatan laporan teknis. 3. Menilai apakah bahan yang diajarkan telah sesuai serta cara menyampaikannya telah cukup baik sehingga para mahasiswa dengan usaha yang wajar dapat memahami bahan tersebut . seperti ujian tulis. Menilai apakah seorang mahasiswa telah memahami bahan yang diajarkan. Mata kuliah keminatan boleh diambil setelah menempuh minimum 50 sks (minimum D) 2. Ujian dapat pula dilaksanakan dengan berbagai kombinasi cara-cara tersebut. Cara ujian yang digunakan disesuaikan dengan sifat pendidikan. Kerja Praktek boleh diambil setelah menempuh minimum 120 sks (minimum D) Arti lambang-lambang dalam diagram alir: : boleh diambil bersama : sudah pernah diambil : prasyarat dengan nilai minimum D : sudah selesai * : prasyarat pengambilan mata kuliah tercantum pada silabus masing-masing mata kuliah ** : telah menempuh 50 sks (minimum D) IX.

SYARAT KELULUSAN Mahasiswa angkatan 2006 dan sesudahnya dinyatakan lulus atau berhak menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) dalam bidang Teknik Kimia bila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. 4. yaitu satu kali ujian akhir semester dan sekurang-kurangnya satu ujian sisipan. Dalam menentukan nilai akhir. 2. Persyaratan nilai minimum kelulusan untuk mata kuliah-mata kuliah universitas mengikuti pedoman umum universitas. maka perlu diadakan lebih dari satu kali ujian. bobot nilainilai yang merupakan komponennya perlu ditentukan dan diberitahukan kepada mahasiswa. Telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang dinyatakan dengan TOEFL score (Institutional Testing Program atau International) atau TOEFL-like score (paper base) 450. X. syarat kelulusan juga harus memperhatikan bagian Peraturan Transisi dari Kurikulum 2001 ke Kurikulum 2006 . nilai minimum C. Telah menyelesaikan semua tugas akhir. Telah lulus semua matakuliah wajib dan pilihan yang dipersyaratkan dengan total sks minimal 148 dengan indek prestasi kumulatif (IPK) minimum 2. Ujian sisipan dan akhir hanya bisa dilaksanakan pada waktu yang telah dijadualkan oleh Jurusan Teknik Kimia. Syarat khusus untuk Program Studi Teknik Kimia adalah untuk ujian komprehensif.00 dan dengan nilai D maksimum 25% (37 SKS) tanpa nilai E. Sedangkan untuk mahasiswa angkatan tahun 2005 dan sebelumnya yang mengalami masa transisi dari Kurikulum tahun 2001 ke Kurikulum tahun 2006. Dalam hal menggunakan TOEFL-like score maka ujian harus diselenggarakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada. 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 31 Supaya maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian dapat tercapai.

3. Matakuliah-matakuliah pada kurikulum 2001 yang namanya berubah pada Kurikulum 2006 (lihat Daftar VI) namun jumlah SKS-nya tetap dapat langsung diekivalensikan. Peraturan Transisi dari Kurikulum 2001 ke Kurikulum 2006 1. maka pengambilan atau pengulangan matakuliah harus memperhatikan aturan ekuivalensi yang berlaku.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 32 XI. Matakuliah-matakuliah yang telah ditempuh mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya berdasarkan kurikulum 2001 pada prinsipnya tetap berlaku sesuai dengan jumlah SKS dan nilai yang didapatkan pada saat menempuh matakuliah-matakuliah tersebut. Peraturan ekivalensi untuk angkatan tahun 2005 dan sebelumnya 1. Mata Kuliah yang Namanya Berubah tetapi SKS Tetap Mata Kuliah Pada Kurikulum 2001 Praktikum Pengantar Teknik Kimia 1 (2) Mata Kuliah Pada Kurikulum 2006 Praktikum Analisis Bahan (2) Teknik Tenaga Listrik (2) Ekonomi Teknik (2) Utilitas 1 (2) Ekonomi Teknik Kimia (2) . PELAKSANAAN KURIKULUM TAHUN 2006 Kurikulum baru diberlakukan pada Semester I tahun 2006/2007 dan berlaku untuk mahasiswa baru angkatan 2006. 2. 4. Untuk mencapai syarat kelulusan. mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya dapat langsung mengambil atau mengulang matakuliah-matakuliah pada kurikulum 2006. Mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya dapat menyesuaikan dengan memperhatikan peraturan transisi. Matakuliah yang tercantum dalam transkrip nilai mahasiswa adalah matakuliah yang benar-benar ditempuh oleh mahasiswa. Untuk mahasiswa yang mengulang untuk maksud memperbaiki nilai dan ternyata mendapatkan nilai yang lebih rendah maka nilai lama dengan SKS lama matakuliah tersebut masih tetap berlaku. Daftar VI. Bila matakuliah lama tidak tercantum lagi atau berubah jumlah sks-nya atau berganti nama.

Mata kuliah yang hilang/berubah SKS dan mata kuliah baru Mata kuliah yang hilang/berubah SKS Kimia Analisis 1 (2) Kimia Analisis 2 (2) Proses Transfer (3) Pengendalian Proses (3) Pengantar Matematika Teknik Kimia (2) Proses Industri Kimia 1 (3) Proses Industri Kimia 2 (3) Teknik Lingkungan (3) Proses Industri Kimia 1 (2) Proses Industri Kimia 2 (2) Teknik dan Konservasi Lingkungan (2) Keselamatan Industri (2) Pilihan A 1 (2) 2 (2) Pilihan B (2) Pilihan 1 (2) 2 (2) 3 (2) 4 (2) Proses Transfer (2) Pengendalian Proses (2) Mata kuliah baru Kimia Analisis (3) . Daftar VII.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 33 Mata Kuliah Pada Kurikulum 2001 Praktikum Pengantar Teknik Kimia 2 (2) Mata Kuliah Pada Kurikulum 2006 Praktikum Proses (2) Transportasi Bahan dan Sedimentasi (3) Operasi Teknik Kimia 1 (3) Utilitas 2 (2) Operasi Teknik Kimia 2 (3) Penggerak Mula (2) Operasi Perpindahan Massa dan Panas (3) Utilitas 3 (1) Operasi Teknik Kimia 3 (3) Matematika Teknik Kimia 3 (2) Analisis Sistem Teknik Kimia (2) Air Industri (1) Operasi Pemisahan Bertingkat (3) Pemodelan Matematis (2) Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia (2) 2. Daftar VII menunjukkan matakuliah yang hilang/berubah jumlah SKS-nya dan matakuliah yang baru.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 34 Mata kuliah yang hilang/berubah SKS Penelitian (3) Mata kuliah baru

Penelitian (2) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Ketrampilan Sukses Bekerja (Success skill) (1) Teknik Produk (2) (30) (30)

3. Ekuivalensi bersifat fleksibel berdasar kelompok matakuliah seperti tercantum pada Daftar VIII. Mata kuliah-mata kuliah lama ekuivalen dengan mata kuliahmata kuliah baru, asal jumlah SKS tetap dan dalam satu kelompok. 4. Mata kuliah yang posisinya sejajar dalam Daftar VIII wajib dipilih sebagai ekuivalensi pertama. Daftar VIII. Ekuivalensi mata kuliah berdasar kelompok Kelompok I Kimia Analisis 1 (2) Kimia Analisis 2 (2) Pengantar Matematika Teknik Kimia (2) Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) (1) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Teknik Produk (2) (jika terpaksa) Kimia Analisis (3)

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 35

Kelompok II10 Kimia Analisis 1 (2)/Kimia Analisis 2 (2) Kimia Analisis (3) Kurikulum 2006 (harus mengambil) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Teknik Keselamatan Industri (2) Kelompok III Proses Industri Kimia 1 (3) Proses Industri Kimia 2 (3) Teknik Lingkungan (3) Proses Industri Kimia 1 (2) Proses Industri Kimia 2 (2) Teknik dan Konservasi Lingkungan (2) Teknik Keselamatan Industri (2) Pilihan A 1(2) Pilihan A 2(2) Pilihan B (2) Pilihan 1 (2) Pilihan 2 (2) Pilihan 3 (2) Pilihan 4 (2) Teknik Produk (2) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian (1) Kimia Analisis (3)

10

Jika lulus salah satu Kimia Analisis kurikulum lama, maka harus mengambil Kimia Analisis kurikulum baru namun bebas Sumber Daya Alam Indonesia atau Kewirausahaan (Entrepreneurship).

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 36

Kelompok IV Pengendalian Proses (3) Proses Transfer (3) Penelitian (3) Teknik Lingkungan (3) Pengendalian Proses (2) Proses Transfer (2) Penelitian (2) Teknik dan Konservasi Lingkungan (2) Teknik Keselamatan Industri (2) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Teknik Produk (2) Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian (1) Kelompok V Kinetika dan Katalisis (3) Reaktor Kimia (3) Teknik Reaksi Kimia 1 (3) Teknik Reaksi Kimia 2 (3)

Aturan Pengambilan Jumlah Beban SKS Jumlah beban SKS minimum yang boleh diambil untuk mahasiswa semester I dan II adalah beban paket (sebanyak 20 SKS pada masing-masing semester). Sedangkan untuk semester selanjutnya beban SKS yang dapat diambil didasarkan atas IP semester dengan aturan mengikuti pedoman universitas, seperti yang dituliskan dalam Daftar IX.

akhir delapan semester dan pada akhir batas waktu program studi (14 semester untuk S1).00 ≤ IP < 2. Aturan Pengambilan Jumlah Beban SKS IP Semester IP > 3.5 Evaluasi Hasil Studi SKS maksimum yang dapat diambil 24 21 18 15 12 Evaluasi hasil studi mahasiswa dilaksanakan secara rutin tiap akhir semester. c. b. Evaluasi Delapan Semester Pada akhir semester kedelapan. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya dengan ketentuan seperti tercantum pada Tabel VII.00. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan dinyatakan mengundurkan diri. Evaluasi Hasil Studi Empat Semester Pertama Evaluasi hasil studi empat semester pertama sebagai evaluasi penentu apakah mahasiswa boleh melanjutkan studinya atau tidak. Telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 30 SKS (dengan nilai minimal D).00.0 IP < 1. Selain itu evaluasi penentu hasil studi juga dilaksanakan pada akhir dua tahun pertama (akhir semester IV).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 37 Daftar IX.5 1. dan ii. Evaluasi Akhir Semester Evaluasi akhir semester dilakukan tiap akhir semester secara rutin meliputi semua matakuliah yang diambil oleh mahasiswa selama semester yang berlaku. Mencapai IP kumulatif minimal 2. mahasiswa diharapkan telah memperoleh sekurang-kurangnya 80 SKS dengan IP kumulatif 2.0 2.0 2. a.5 ≤ IP < 3. Mahasiswa boleh melanjutkan studinya bila memenuhi syarat-syarat: i. Mahasiswa yang tidak .5 ≤ IP < 2.

Pustaka . Prasyarat 3. Evaluasi pada Akhir Batas Waktu Program Studi Pada akhir semester ke 14. SILABUS Untuk memberikan pengarahan yang lebih terperinci kepada para dosen pengampu. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dinyatakan mengundurkan diri. Hanya masa cuti resmi yang tidak diperhitungkan sebagai masa studi aktif. Bagian-bagian yang mendapat penekanan 8. d. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V) 7. Hidden curriculum 10. Tujuan Instruksional Khusus 5. Tujuan Instruksional Umum 4. silabus dituliskan dengan agak lebih mendetail (extended format syllabi).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 38 memenuhi persyaratan ini akan diberi peringatan dan perhatian khusus untuk memperlancar studinya. Umpan balik (feedback) 12. Sistem penilaian (assessment system) 11. Extended Format Silabus Kurikulum 2006 Nama Matakuliah 1. XII. Daftar X. seperti ditunjukkan pada Daftar X. sedangkan masa cuti atau mangkir kuliah tanpa ijin tetap dihitung sebagai masa studi aktif. Topik 6. mahasiswa harus sudah memenuhi syarat kelulusan seperti tercantum pada bab 10. Kode matakuliah dan jumlah SKS 2. Sifat pengajaran 9.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 39 Kompilasi Silabus 6/15/2006 .

15. d.T. 1986. Treadwell. b. Sifat pengajaran: Kombinasi pemahaman prinsip dan perhitungan.D. metoda. argentometri. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan merancang analisis kuantitatif untuk mendapatkan ketelitian yang tinggi. McGraw Hill Book Co. Qualitative Analysis. 5 ed. 1956.P. Christian. “Instrumental Methods of Chemical Analysis. Mampu merancang proses analisis kimia kuantitatif. Inc. “Analytical Chemistry”.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 39 Kimia Analisis 1. Vogel.). Ewing.. New York. W. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip dasar analisis kimia kuantitatif dan mampu merancang proses analisis kimia kuantitatif. 3. Volumetri (asidi-alkalimetri. b. 11. 9. 6. Volume I. John Wiley and Sons. Prasyarat: Tidak ada. oksidimetri. London. dll. 5. Pustaka: a. 5 ed. Gravimetri. F. “Analytical Chemistry”. 1985. “Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis”. Hidden curriculum: Selalu mempertanyakan keandalan informasi. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1100 (3) 2.. 1953. New York. 6/15/2006 . iodometri. 9... Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. 4. London.. John Wiley and Sons. 1. b. 3...I. G.. 12. 10. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 4 ed. 4. 7. Longmans. 4 ed. Mampu melakukan perhitungan untuk basis analisis kimia kuantitatif. Topik: a. A. 8. c. and Hall. Green and Co. dan hasil.

“Organic Chemistry”. 6/15/2006 . 9.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 40 Kimia Organik 1 1. Mengetahui sumber bahan-bahan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat atas senyawa organik alifatik dan garis besar reaksi untuk pemrosesannya. 3. 10. Reaksi-reaksi pembuatan dan perubahan senyawa-senyawa organik alifatik. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. serta kemampuan mengikuti isu-isu kontemporer. alkuna.. Hidden curriculum: Pengenalan dunia industri kimia dan peran ahli teknik kimia. 5. aldehid. Dapat memperkirakan sifat-sifat fisis dan kimiawi senyawasenyawa alifatik berdasar struktur molekulnya. dengan perhitungan sederhana untuk perhitungan neraca bahan (stoikhiometri) dan evaluasi ekonomi kasar. Sumber-sumber dan aspek ekonomi senyawa-senyawa organik alifatik. c. London. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 15. 4. Prentice Hall.. eter. RN. John Wiley and Sons. d. 9. Prasyarat: Tidak ada. 1996. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1101 (2) 2. 5 ed. c. b. alkohol. and Walter. 2.. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami struktur molekul senyawa-senyawa organik alifatik dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopis bahannya.G. b. 1992. 8. W. Beyer. Morrison. Sifat-sifat fisis dan kimia senyawa-senyawa organik alifatik. alkena. 11. RT and Boyd. 4 ed.). Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif semi-kuantitatif. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Inc. 1983. Salomon..W. 4. b. Pustaka: a. termasuk kelayakan ekonominya secara kasar. Struktur molekul dan tata nama senyawa-senyawa organik alifatik (alkana. halida. ester. Allyn and Bacon. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Topik: a. T. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan struktur kimia dan sifat-sifat fisis dan kimia makroskopis. H. 12. 7. tugas-tugas termasuk bahasan isu kontemporer. “Handbook of Organic Chemistry”. 1. New York. 6. komunikasi langsung. dll. serta peranan senyawa-senyawa organik alifatik dalam industri kimia dan aspek ekonominya. “Organic Chemistry”.

4. c.E. b. Pustaka: a. Brady. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung.. 3. e. d. 1975. Holt. 8. d. 7. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Mohan. 9. Radioaktivitas. c. “Chemistry. f. c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis yang bersifat diskriptif dan hitungan sederhana. London.K.. g. f. Rinehart and Winston. Mampu meramalkan sifat-sifat bahan berdasar tabel periodik unsur. 12. Synder. Mampu menjelaskan secara semi-kuantitatif interaksi antar molekul. 4. b. serta tugas-tugas. 5 ed. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman struktur kimiawi bahan dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopisnya. Mampu membahas secara kuantitatif fenomena reaksi ion. John wiley and Sons. Struktur atom dan molekul. e. Ikatan kimia dan ikatan sekunder. 15.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 41 Kimia Umum 1. b. Prasyarat: Tidak ada. 1966. 9. 6/15/2006 . basa. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan teori dasar kimia dengan perilaku makroskopis bahan. Inc. J. M.. Interaksi antar molekul.. Structure and Reaction”. 1990. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1102 (3) 2.. “General Chemistry: Principles and Structure”. Mampu menjelaskan struktur atom. Reaksi ion dan pH. New York. Mampu menjelaskan berbagai jenis ikatan kimia dan ikatan sekunder dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopis. Addison Wesley. 3 ed. Mampu menjelaskan pengertian asam. 1. struktur molekul. 6. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 5. Sifat pengajaran Bersifat diskriptif dan argumentatif dengan tujuan utama pemahaman. Tabel periodik unsur. 10. dan garam. 11. dan hubungannya dengan sifat makroskopis. Hidden curriculum: Wawasan product engineering serta hubungan sifat-sifat bahan dan struktur molekuler. Diskripsi teoritis tentang kualitas produk sangat dianjurkan. Potensial ionisasi. ‘University Chemistry”. Topik: a.

1. Wardiman. c. Frank Ayres. Inc. Jakarta. Purcell. 1996. dan Varberg. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pengertian konsep-konsep matematika dan interpretasi fisisnya. Kesadaran pentingnya analisis kuantitatif. 7. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1103 (3) 2. Calculus [Schaum’s Outline series]. serta ketrampilan manipulasi matematis analitis untuk problem-problem differensial dan integral. Integral garis dan integral permukaan. PT Hanindita. 10. Limit. 1987. Differensiasi total dan parsial. dkk. Integrasi (termasuk integral lipat). 3. J. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman konsep-konsep matematika terutama differensial dan integral disertai interpretasi fisisnya. serta peningkatan kedisiplinan. e.. 11. Topik: a. 12. Yogyakarta. 4. D. JR. “Hitung Integral”. Kalkulus dan Geometri Analitis. I Nyoman Susila. E. 1982.. Maximasi dan minimasi. 5. b. 9. Latihan manipulasi matematika analitis perlu diberikan dengan cukup. b. Prentice Hall. Vektor dan Matrix. 13. Alih Bahasa: Drs.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 42 Matematika 1 1. 2 ed. Mampu menyelesaikan problem-problem differensial dan integral secara analitis. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Sifat pengajaran: Sejauh mungkin contoh aplikasi matematika untuk kasus-kasus riil diberikan. Prasyarat: Tidak ada.. Hidden curriculum: Pengembangan ketekunan dan ketelitian bekerja. Erlangga. c. g. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. Jilid I. Fungsi dan berbagai sistem koordinat. Jakarta. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 6/15/2006 . 6. Penerbit Erlangga. 6. Mampu menyatakan peristiwa-peristiwa fisis sederhana dalam bentuk persamaan matematika sederhana. Pustaka: a. f. 8. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. d. 5 ed.

V. Detail untuk skill penulisan diberikan sebagai feedback dalam bentuk koreksi/catatan pada term paper dan ujian.). 4. Buku-buku teks teknik kimia. Hughson. Jargons in chemical engineering (broken down with respect to processes. 15.g. 10. d. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. d. dan menulis. tetapi tidak dibahas terlalu detail karena mahasiswa sudah mendapat cukup materi mengenai hal tersebut di sekolah menengah. Mampu menyampaikan ide dalam tulisan formal dengan tatabahasa baku dalam bahasa Inggris. chemical reactions. c. Teori tentang penulisan karya ilmiah dan teknik presentasi penting untuk diberikan sebagai overview sebelum diberikan penugasan untuk membuat tulisan atau presentasi. dianjurkan untuk selalu dilakukan dalam bahasa Inggris. 6. dan meyakinkan. dosen disarankan untuk hanya berperan sebagai fasilitator yang merancang kegiatan-kegiatan dan mensuplai materi-materi yang relevan. Hidden curriculum: Pemupukan kepercayaan diri untuk menyampaikan pendapat secara jelas. saling mengkritik dan adu argumentasi dalam diskusi/debat. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami istilah-istilah teknis dalam bidang teknik kimia dan mampu mengaplikasikan istilah-istilah tersebut dengan tepat secara kontekstual dalam komunikasi menggunakan Bahasa Inggris. b.. 6/15/2006 . 9. 11. 14. sistematis. Introduction to scientific writing. sementara untuk presentasi diberikan dalam bentuk kritik/saran dalam tiap sesi presentasi. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. fluid flow. Pustaka: a. “Language of Chemical Engineering in English”. R. b. Berbagai paper/artikel mutakhir dalam bidang teknik kimia dari berbagai sumber. Seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan dalam bahasa Inggris. Ujian Tulis. 12. Komunikasi dengan dosen. Topik: a.). 11. d. Mampu menyajikan ide dalam bentuk presentasi yang menarik dengan alat bantu (misalnya powerpoint slides) yang efektif dan narasi yang efisien. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. heat transfer. 3. tetapi tidak menjadi tokoh sentral dalam kegiatan-kegiatan tersebut. overview of chemical plant operation. c. 12. etc.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 43 Bahasa Inggris Teknik 1. c. Grammar review. Mampu memahami teks dalam bahasa Inggris (khususnya yang berkaitan dengan keteknikkimiaan) secara komprehensif. e. dengan tatabahasa baku untuk penulisan/presentasi formal. 7. 13. Pertemuan di kelas sangat dianjurkan untuk dirancang sedemikian rupa agar menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa untuk berkomunikasi secara aktif dalam bahasa Inggris. separations. Grammar penting juga untuk direview. dan Pekerjaan Rumah (term paper). 8. komunikasi langsung. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Mampu menyampaikan pendapat dengan jelas dalam diskusi-diskusi dengan bahasa Inggris. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 1104 (2) 2. dan questionnaire tambahan. b. New York. Overview on effective presentation. Regent Book Company. Buku-buku English Grammar (termasuk TOEFL Preparation Books). Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Istilah-istilah khusus (jargon) dalam teknik kimia perlu diberi porsi lebih. 5. mass transfer.. Dengan demikian. Sistem penilaian (assessment system): Keaktifan di kelas (dalam diskusi dll. Mahasiswa perlu diberi porsi yang besar untuk aktif berkomunikasi dalam bentuk presentasi. Prerequisite: Tidak ada. Sifat pengajaran: Pada dasarnya. baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Inc. 1979. proses belajar dalam matakuliah ini dilakukan dalam bentuk learning by doing.

4... Topik: a. 5. Efek Panas. and Walker. Sears and Zemansky. (terj. Generating interest terhadap profesi dan disiplin teknik kimia. b. Erlangga. b. Mekanika (gerak translasi dan rotasi. 4. Pustaka: a. momentum. and Resnick. 11. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Jakarta. Gambaran bidang kerja dan disiplin ilmu teknik kimia. Jakarta. 1992. Gas. 1. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penguasaan konsep dasar dan diskripsi kuantitatif aplikasi matematika termasuk konsep diferensial-integral untuk analisis peristiwa-peristiwa fisis. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Menguasai konsep-konsep fisika dengan cukup mantap. 8. Fisika Jilid 1.J. 1997. Inc. 5 ed. usaha. b. Pemuaian. K). Extended”. Alonso. John Wiley & Sons. untuk bisa diaplikasikan untuk menganalisa peristiwa-peristiwa sederhana dan untuk bisa dipakai sebagai dasar pemahaman ilmu-ilmu teknik kimia. J. H. 6. Kasus-kasus riil teknik kimia sangat dianjurkan. 6/15/2006 . e. Sistem belajar aktif. Halliday. Erlangga.. Kemampuan melakukan hitungan dengan satuan-satuan yang tidak seragam perlu diperkenalkan. 1992. D. Sifat pengajaran: Penekanan pada comprehension dan analisis.. R. e. Resnick. Erlangga. Halliday. c. 2 ed. Manipulasi matematis dan hitungan yang rumit sejauh mungkin dihindarkan. R. c. R.. and Resnick. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menganalisis peristiwa-peistiwa fisis sederhana baik untuk sistem undistributed maupun distributed. 1993.. d. Latihan perlu diberikan dengan cukup. E. c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis yang bersifat komprehensif. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. statika titik dan benda). 9. gaya dan torsi. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1105 (3) 2. d. and Finn. 6. Jakarta. Jilid I dan II. “Fundamentals of Physics. d.. Jakarta. Prasetyo. Halliday. D.. 1992. Pekerjaan rumah sebagai latihan dan bisa dipakai sebagai border-line nilai. M. Hukum Hooke. tenaga potensial dan tenaga kinetis. 7. Hidden curriculum: a. Prasyarat: Tidak ada. komunikasi langsung. 12. Fisika Jilid 2. Keluasan aplikasi konsep fundamental (fleksibilitas). Hidrostatika. Fisika untuk Universitas. f. L dan Hadi.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 44 Fisika 1 1. New York. 10. Umpan balik (feedback): Questionnaire.

f. b. 6/15/2006 . Tujuan Instruksional Umum (TIU): (Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 265/DIKTI/Kep/2000) a. 4. 10. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. 9. g. Sifat pengajaran: Mengikuti universitas. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma Pancasila. a. Topik: Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 265/DIKTI/Kep/2000. 11. Menginternalisasi nilai Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. b. e. memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menerapkan strategi heuristik terhadap nilai-nilai Pancasila. Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. 3. c. d. c. Menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat. sehingga mampu menanggapi perubahan yang terjadi dalam rangka keterpaduan Iptek dan pembangunan. Umpan balik (feedback): Mengikuti universitas. h. dan bernegara. Pancasila sebagai sistem Filsafat. i. berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. berbangsa. 5. Pancasila sebagai Ideologi. Membantu mahasiswa dalam proses belajar. 10. Prasyarat: Tidak ada.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 45 Pendidikan Nilai-nilai Pancasila 1. 9. Pustaka: Mengikuti universitas. Sistem penilaian (assessment system): Mengikuti universitas. proses berpikir. 7. d. 6. Pancasila sebagai sistem Etika. Dapat memahami dan mampu melaksanakan jiwa Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupannya sebagai warganegara Republik Indonesia. Landasan dan tujuan Pendidikan Pancasila. Dinamika pelaksanaan UUD 1945. dan bernegara. 8. Hidden curriculum: Mengikuti universitas. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam bermasyarakat. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1106 (2) 2. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengikuti universitas. 14. berbangsa. Sistem Hukum Nasional dan Ketatanegaraan RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

14. menempatkan diri dengan baik dalam lingkungannya. dan 6/15/2006 . 8. 4. Learning skills. Topik: a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memiliki ketrampilan berpikir.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 46 Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) 1. Umpan balik (feedback): Mengikuti universitas. 6. Sistem penilaian (assessment system): Mengikuti universitas. Pustaka: Mengikuti universitas. Sifat pengajaran: Mengikuti universitas. 11. 10. Hidden curriculum: Mengikuti universitas. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1107 (1) 2. 7. 15. Thinking skills. 5. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. c. belajar. 9. 3. Prasyarat: Tidak ada. 13. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengikuti universitas. Living skills.

Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 1983. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1200 (2) 2. Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar termodinamika untuk menganalisis fenomena-fenomena sederhana. kesetimbangan fasa. 12. 3. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. F. Pengenalan konsep-konsep dasar termodinamika. W. New York. Prentice Hall Inc. N. b. terjemahan Dr. Sukardjo. c. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mengenal prinsip-prinsip dasar termodinamika. Kaidah Fasa Gibbs. 6. 1. 9. Pustaka: a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman perilaku bahan berdasar konsep termodinamika perlu ditekankan.A. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Topik: a. c. Prasyarat: Tidak ada. Surdia. “Physical Chemistry”. 5. Jakarta. Penerbit Erlangga. d. Mampu mendiskripsikan secara kuantitatif keadaan dan komposisi kesetimbangan kimia.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 47 Kimia Fisis 1 1. e. Laju reaksi kimia. dan kesetimbangan kimia. R. Mampu menganalisis laju reaksi kimia sederhana berdasar konsep dasar kinetika reaksi. 7. Bina Aksara. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. 11. Kesetimbangan fasa sederhana (komponen tunggal dan campuran). 4. “Kimia Fisika”. Alberty. Moore. 10.. laju reaksi. and Daniels. 6/15/2006 . 4.. 8. Hidden curriculum: Memberikan fondasi pemikiran scientific engineering. Sifat pengajaran: Berorientasi pada pemahaman terutama diskripsi kuantitatif sederhana. Jakarta.M. 1985. “Kimia Fisika”. Kesetimbangan kimia. Mampu menganalisis kesetimbangan fasa sistem ideal berdasar prinsip-prinsip termodinamika. 1972.J. d. b. b.

1996. 4.G. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan struktur kimia dan sifat-sifat fisis dan kimia makroskopis. komunikasi langsung. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami struktur kimia senyawa-senyawa organik aromatis. dan protein. d. Morrison. 4 ed. Sumber-sumber dan aspek ekonomi senyawa-senyawa organik aromatis. dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopis bahannya. Pustaka: a. c. lemak. dengan perhitungan sederhana untuk perhitungan neraca bahan (stoikhiometri) dan evaluasi ekonomi kasar. 6. and Walter. sakarida. dan protein. sakarida. Reaksi-reaksi pembuatan dan perubahan senyawa-senyawa organik aromatik. 9. 8. sakarida. lemak. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1201 (2) 2. protein.. lemak. Dapat memperkirakan sifat-sifat fisis dan kimiawi senyawasenyawa aromatis. 1.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 48 Kimia Organik 2 1. “Organic Chemistry”. 11. b. 4. 3. Prentice Hall. dan protein dan garis besar reaksi untuk pemrosesannya. b. Beyer. 1983. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.. 9. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 15. W. 5. lemak. London. Prasyarat: Tidak ada. 7. RT and Boyd. John Wiley and Sons. Mengetahui sumber bahan-bahan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat atas senyawa organik aromatis. sakarida. c. serta kemampuan mengikuti isu-isu kontemporer. b. 10. sakarida. 5 ed. sakarida. “Handbook of Organic Chemistry”. T.. Salomon. 2. Inc. H. tugas-tugas termasuk bahasan isu kontemporer. Allyn and Bacon. lemak. RN. Struktur molekul dan tata nama senyawa-senyawa organik aromatis. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif semi-kuantitatif. Topik: a. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. lemak. 1992. 6/15/2006 . dan protein berdasar struktur molekulnya. termasuk kelayakan ekonominya secara kasar. “Organic Chemistry”..W. Hidden curriculum: Pengenalan dunia industri kimia dan peran ahli teknik kimia. dan protein. Sifat-sifat fisis dan kimia senyawa-senyawa organik aromatis. 12. New York. serta peranan senyawa-senyawa organik aromatik dalam industri kimia dan aspek ekonominya.

Mampu menjelaskan struktur atom/molekul bahan dan hubungannya dengan sifat-sifat fisisnya. Sifat-sifat khusus bahan (piezo-electric effect. d. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 1. 1960. b. W.). 10.. 8. Van Vliet. 7. c. Mampu menjelaskan hubungan tegangan dan regangan.. 11. serta teori lendutan batang. cetakan pertama. 2 ed. Sifat pengajaran: Bersifat diskripsi semi-kuantitatif. Penerbit Erlangga. Mengenal berbagai diagram fasa bahan. 1984. and Both. 15. g. Pustaka: a. 4. Topik: a. Diagram fasa bahan. 6/15/2006 . Teori korosi dan cara-cara pencegahannya. Mahasiswa dilatih untuk mencari sendiri informasi-informasi dari pustaka. Teori lendutan batang. Materials Science and Engineering. Hidden curriculum: Latihan belajar mandiri berbasis pustaka dan mengenal berbagai problem bahan kosntruksi di industri.. 3. Inc. L. 5.H. e. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.L. f.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 49 Bahan Konstruksi Teknik Kimia 1. New York. W. Addison-Wesley Publishing Company.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan struktur atom/molekul bahan dengan sifat-sifat makroskopisnya.J. c. John Wiley and Sons. Inc. Mengenal berbagai cara perlakuan bahan.. Prasyarat: Tidak ada. dll. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1202 (2) 2.D. Elements of Materials Science. Diagram tegangan dan regangan. e. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami struktur atom/molekul bahan dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopisnya. G. 3. 4.. d. Bahan-Bahan. b. Jakarta. b. London. 7. 12. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 9. 6. Struktur atom/molekul bahan dan hubungannya dengan sifatsifat makroskopis bahan. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Mampu menjelaskan teori korosi dan cara-cara pencegahannya. Van Vlack. Berbagai cara perlakuan bahan. Callister Jr. serta memahami teori korosi dan pencegahannya. c.

Topik: a. Persamaan differensial ordiner order satu. Inc. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. d.. Hidden curriculum: Pengembangan ketekunan dan ketelitian bekerja. 9. 7. dll. 1981. b.. Sifat pengajaran: Sejauh mungkin contoh aplikasi matematika untuk kasus-kasus riil diberikan. John Wiley and Sons. Persamaan differensial ordiner order tinggi. e.W. 6/15/2006 . McLaurin. 3 ed.). Pustaka: a. 5. 1.. 6. Bilangan kompleks. John Wiley and Sons. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1203 (3) 2. Ekspansi dengan deret tak berhingga (Taylor. Wardiman. Mampu menyatakan peristiwa-peristiwa fisis sederhana dalam bentuk persamaan differensial. ”Advanced Engineering Mathematics”. Prasyarat: Tidak ada. H. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. 6 ed. New York. Reddick. New York. 8.. serta peningkatan kedisiplinan. E. b. Persamaan differensial ordiner simultan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 50 Matematika 2 1. Latihan manipulasi matematika analitis perlu diberikan dengan cukup. 12. Kesadaran pentingnya analisis kuantitatif. 1993. b. 10. serta ketrampilan penyelesaiannya secara analitis. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman konsep-konsep matematika terutama persamaan differensial dan interpretasi fisisnya. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pengertian konsep-konsep matematika dan interpretasi fisisnya. Transformasi Laplace. 1955. Inc. Mampu menyelesaikan persamaan differensial ordiner secara analitis. 3. f. 11. Citra Offset. “Advanced Mathematics for Engineers”. Fourier. 6. c.H. 13. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. “Persamaan Diferensial (teori dan contohcontoh penyelesaian soal)”. Yogyakarta. Kreyszig. 4. F. and Miller..

McGraw Hill.W. 3. New York. Bandung. c. 3. “Penggerak Mula. 5.) serta menerangkan karakteristiknya. 7. 7. McGraw Hill. 6. d. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1983. Hidden curriculum: Pentingnya energi bagi kehidupan manusia. turbin air. d. 4. Severn. El Wakil. W. termasuk efisiensinya. New York. “Principle of Energy Conversion”. L. Mesin Otto. 12. Daglers and Miles. b. New York. 10. turbin uap. 11. Arismunandar. dll. 8. mesin diesel. 5. 1988. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif dan sket prinsip peralatan. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. 1960. Mesin Diesel. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Prinsip sistem dan karakteristiknya. McGraw Hill. Topik: a. 1989. mesin otto. Steam power plant. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menyebutkan dan menjelaskan sistem pembangkit energi mekanis (turbin. Berbagai jenis pembangkit uap.. 9.. Prasyarat: Tidak ada. Pustaka: a. e. c. Culp. b. Steam and Gas Power”.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 51 Penggerak Mula 1. “Air. “Power Plant Technology”. 6/15/2006 . termasuk fire tube boiler dan water tube boiler. Penerbit ITB. Berbagai jenis turbin (turbin gas. Motor Bakar Torak”.). dll. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu memahami sistem-sistem dan peralatan-peralatan pembangkit energi mekanis. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 1204 (2) 2.

H. Uap. 3. John Wiley & Sons. 8. Getaran dan gelombang. Penekanan pada comprehension dan analisis. Fisika Jilid 1. Listrik arus searah. Manipulasi matematis dan hitungan yang rumit sejauh mungkin dihindarkan. 4. e. Halliday. Extended”. “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”.... Hidden curriculum: a.M. d. e. Tegangan muka. Untuk bisa diaplikasikan pada analisis peristiwa-peristiwa sederhana. 11. J. f. c.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 52 Fisika 2 1. Erlangga. b. Latihan perlu diberikan dengan cukup. Diagram fasa zat murni. McGraw Hill Book Company.. Topik: a. 1. Fisika Jilid 2. Sistem penilaian (assessment system): a. 7. Halliday. D. 10. Erlangga. Halliday. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Menguasai konsep-konsep fisika dengan cukup mantap: a. Kemampuan melakukan hitungan dengan satuan-satuan yang tidak seragam perlu diperkenalkan. J. Resnick. Fisika untuk Universitas.. Jakarta. Kemampuan analisis merupakan orientasi utama. Kasus-kasus riil teknik kimia sangat dianjurkan.. and Abbott. and Resnick. b. Gambaran bidang kerja dan disiplin ilmu teknik kimia. Smith. Untuk bisa dipakai sebagai dasar pemahaman ilmu-ilmu teknik kimia dan lifelong learning. Struktur padatan. d. D. Ujian tulis yang bersifat komprehensif. i. Prasyarat: Tidak ada. Sistem belajar aktif. New York. Untuk basis memahami perilaku bahan... d. h. f. Inc. “Fundamentals of Physics. New York. aplikasi matematika termasuk konsep diferensial-integral untuk analisis peristiwa-peristiwa fisis. R. 6. c.. Keluasan aplikasi konsep fundamental (fleksibilitas). 5. g. 1992. 1992. 6 ed. 1993. Sears and Zemansky.. 2004. R. 5 ed. c. Menumbuhkan minat pada profesi dan disiplin teknik kimia. Tara kalor mekanik. dan questionnaire tambahan. and Walker. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1205 (3) 2. b. c. 9.M. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penguasaan konsep dasar dan diskripsi kuantitatif. 1997. Jakarta. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Optika dan cahaya. Sifat pengajaran: a. 6/15/2006 .. H. Jakarta. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menganalisis peristiwa-peristiwa fisis sederhana baik untuk sistem undistributed maupun distributed. Pustaka: a. 6.C. b. komunikasi langsung. 4. Pekerjaan rumah sebagai latihan dan bisa dipakai sebagai border-line nilai. Van Ness. Listrik arus bolak-balik. c. dalam arti penggunaan langsung rumus-rumus tanpa memahami konsep-konsep yang melatar-belakanginya tidak dianjurkan. d. b. e. and Resnick. R. 12. M. b.

Poros. b. Prasyarat: Tidak ada. 6.. d. 5. John Wiley and Sons. 5. Bermacam-macam sambungan.. c. bantalan dan transmisi. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1206 (2) 2. Bantalan. 6/15/2006 .C. jenis sambungan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 53 Elemen mesin 1. Topik: a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar ilmu bahan. Dasar-dasar ilmu kekuatan bahan. 3. Pustaka: Juvinall. 2 ed. 1991. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Fundamentals of Machine Component Design”. R. 3. e. 4. New York. Alat transmisi.

b.W. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1207 (2) 2. M. 4. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami filosofis ilmu pengetahuan dan hakikatnya dan etika.. New York. Prasyarat: Tidak ada. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. Topik: a. McGraw Hill Book Company. “Ethics in Engineering”. 5. Tinjauan filosofis ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Pustaka: Martin. 10. 6. 11. R. Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan etika. 3. 2 ed. 6/15/2006 .. 14. and Schinzinger.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 54 Filsafat dan Penciptaan Ilmu 1. Hakekat ilmu pengetahuan.

Ketahanan Nasional. Hak dan kewajiban Warganegara. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional secara kritis dan bertanggung jawab. Jakarta. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup : (1). 5. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan serta patriotisme yang cinta tanah air. 6/15/2006 . berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan Pancasila. jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai warganegara Republik Indonesia yang bertanggung jawab. d. (3). Menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat. b. Wawasan Nusantara. Politik dan Strategi Nasional. Demokrasi Indonesia. 14. Hak Azasi Manusia. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 267/DIKTI/Kep/2000. yaitu: a. 1986. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. rela berkorban bagi nusa dan bangsa. c. 4. 10. Gramedia. 3. c. Topik: Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 267/DIKTI/Kep/2000. 6. (2). “Kewiraan untuk Mahasiswa”. (4). b. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1208 (2) 2. Pustaka: Lemhanas. Prasyarat: Tidak ada. a. Dapat memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajiban secara santun.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 55 Pendidikan Kewarganegaraan 1.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 56

Kimia Fisis 2

1. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2100 (2) 2. Prasyarat: Pernah menempuh Kimia Fisis 1. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman sifat-sifat bahan berbasis teori, termasuk yang berkaitan dengan kualitas produk. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menganalisis fenomena-fenomena berdasar konsep tegangan muka. b. Mampu menganalisis kuantitatif sifat koligatif larutan. c. Mampu menganalisis sifat-sifat sistem heterogen. d. Mampu menganalisis kuantitatif fenomena adsorpsi. e. Mampu mendiskripsikan secara semi-kuantitatif proses koagulasi dan granulasi. 5. Topik: a. Tegangan muka. b. Sifat koligatif larutan (tekanan osmosis, naik titik didih, turun titik beku). c. Kimia koloid. d. Teori emulsi. e. Adsorpsi. f. Koagulasi dan granulasi. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1, 4. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman kelakuan bahan termasuk hubungan sifat makroskopis dan keadaan mikroskopis. 8. Sifat pengajaran: Kombinasi pemahaman dan studi kasus fenomena bahan yang diharapkan sangat bervariasi. 9. Hidden curriculum: Pengenalan dasar-dasar product engineering. 10. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 12. Pustaka: a. Alberty, R.A., and Silbey, R.J., 1992, “Physical Chemistry”, John Wiley and Sons, Inc., New York. b. Moore, W.J., 1955, “ Physical Chemistry”, 2 ed., Prentice Hall, Inc., New York. c. Blasstow, S., and Lewis, D., 1960, “Element of Physical Chemistry”, 2 ed., Van Nostrand comp., Inc., New York.

6/15/2006

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 57

Azas Teknik Kimia

1. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2101 (4) 2. Prasyarat : Pernah menempuh Matematika 2. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menyusun neraca massa dan panas pada suatu sistem (non-reaksi dan reaksi) dan menyelesaikan neraca massa dan panas pada sistem/proses yang sederhana, serta dapat menyusun persamaan kelompok tak berdimensi dan melakukan scale-up sederhana. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menyusun persamaan (steady dan unsteady-state) neraca massa dan neraca panas, secara makroskopis dan mikroskopis. b. Mampu menyelesaikan persamaan neraca massa dan panas steady-makroskopis yang sederhana. c. Memahami arti dan tujuan arus bypass, recycle, purge. d. Mengenal teori perpindahan massa dan momentum secara difusi (molekuler). e. Mampu menyusun persamaan kelompok tak berdimensi secara inspeksi pada suatu peristiwa, dan melakukan scale-up peristiwa yang sederhana. 5. Topik: a. Pengenalan ruang lingkup Teknik Kimia, Chemical engineering tools. b. Pengenalan satuan, unit. c. Konsep neraca massa: batch-kontinyu, steady-state, mikroskopis-makroskopis. Persamaan kecepatan reaksi, transfer massa. d. Arus by-pass, recycle, purging. Penyusunan persamaan diferensial dalam neraca massa e. Dasar neraca panas: energi dakhil, entalpi, hukum termodinamika 1, panas perubahan fase, panas pembentukan dan reaksi, panas pembakaran. f. Konsep neraca panas: steady-state, mikroskopis-makroskopis untuk sistem nonreaksi dan reaksi, penyusunan persamaan diferensial. g. Humiditas dan kelembaban: neraca massa dan panas simultan. h. Pengenalan difusi molekuler (biner: counter-current dan stagnant film), transfer momentum dan distribusi kecepatan. i. Dasar dimensi dan analisis dimensi: penyusunan persamaan kelompok tak berdimensi. Konsep similaritas teknik dan contoh similaritas sederhana. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1, 2, 3 dan 6. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Konsep dasar menyusun neraca massa dan panas (steady dan unsteady-state, mikroskopis dan makroskopis). b. Kemampuan menyelesaikan perhitungan neraca massa dan panas pada sistem/proses yang sederhana secara sistematis. c. Memahami arti arus bypass, recycle, purge. d. Arti dan guna analisis dimensi. 8. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep neraca massa dan panas; ketrampilan perhitungan yang sistematis; contoh dari industri (riil) sangat dianjurkan. 9. Hidden curriculum: a. Pengenalan bidang dan pekerjaan (praktek-praktek) teknik kimia, serta prinsip unit proses di pabrik kimia. b. Pola berpikir analisis-sintesis dalam menyelesaikan persoalan: menganalisis persoalan berdasar konsep fundamental dan menggabungkan konsep-konsep yang relevan menjadi satu cara penyelesaian persoalan. 10. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis, tugas dan pekerjaan rumah. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire, komunikasi langsung, dan questionnaire tambahan. 12. Pustaka: a. Soegiarto, 1981, “Diktat Kuliah Asas-asas Teknik Kimia”, Pusat Penerbitan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. b. Himmelblau, D.F., 1996, “Basic principles and Calculations in Chemical Engineering”, Prentice-Hall International Inc., New Jersey. c. Giles, R.V., 1956, “Theory and Problems of Hydraulics and Fluid Mechanics”, Schaum Publishing Co., New York. d. Johnstone, R.E. and Thring, M.W., 1957, “Pilot Plants, Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering”, McGraw-Hill Book Co., New York.

6/15/2006

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 58
Matematika 1. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2102 (3) Teknik 2. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika 2. Kimia 1 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Kemampuan menyusun persamaan differensial untuk peristiwaperistiwa fisis sederhana, kemampuan menyelesaikan persamaan differensial ordiner dan parsial. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menyusun persamaan differensial dan keadaan batas untuk peristiwa-peristiwa fisis sederhana. b. Mampu menyelesaikan secara analitis persamaan differensial ordiner dengan fungsi khas (Bessel, Legendre, dll.). c. Mampu menyelesaikan secara analitis persamaan differensial parsial dengan keadaan batas. d. Mampu menggunakan Transformasi Lapace dan Fourier untuk menyelesaikan persamaan differensial ordiner dan parsial. 5. Topik: a. Fungsi Bessel dan Legendre dan penggunaannya untuk penyelesaian persamaan differensial ordiner. b. Penyelesaian persamaan differensial parsial dengan similarity transform. c. Penyelesaian persamaan differensial parsial dengan pemisahan variabel, termasuk bentuk non-homogen. d. Penyelesaian persamaan differensial parsial dengan transformasi Laplace dan transformasi Fourier. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6, 13. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Interpretasi fisis dari bentuk-bentuk matematika. 8. Sifat pengajaran: Kombinasi pemahaman dan ketrampilan manipulasi matematis. 9. Hidden curriculum: Pengembangan ketekunan dan ketelitian bekerja, serta peningkatan kedisiplinan. Kesadaran pentingnya analisis kuantitatif. 10. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 12. Pustaka: a. Jenson, V.G., and Jeffreys, G.V.,1977, “Mathematical Methods in Chemical Engineering”, Academic Press, London. b. Mickley, H.S., Sherwood, T.S., and Reed, C.E., 1957, “Applied Mathematics in Chemical Engineering”, Mc Graw Hill Book, Co. New York. c. Rice, R.G., and Do, D.D., 1994, “Applied Mathematics and Modeling for Chemical Engineers”, John Wiley and Sons, Inc, New York.

6/15/2006

c. Pustaka: Soepartono. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami peralatan tenaga listrik untuk pabrik kimia. Mengenal berbagai jenis peralatan tenaga listrik untuk pabrik kimia dan prinsip kerjanya. 3. 5. sistem tiga fase). Topik: a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Karakteristik peralatan sebagai basis pemilihan peralatan. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. Mampu menjelaskan karakteristik berbagai peralatan tenaga listrik untuk pabrik kimia dan mampu melakukan perhitungan sederhana. 12. 9. 8. 4. 10. arus bolak-balik. 1988. 6. 7. Trafo. Berbagai jenis generator listrik. 3. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 59 Teknik Tenaga Listrik 1. 5. b. b. 6/15/2006 . Berbagai jenis motor listrik (arus searah. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2103 (2) 2. “Diktat Teknik Tenaga Listrik”. Hidden curriculum: Kesadaran pentingnya tim multidisiplin. Prasyarat: Pernah menempuh Fisika 2. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif dan hitungan sederhana. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 7.

10. 6. 5.. Hubungan antar fungsi termodinamis.. c. 1998. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Mampu menyusun neraca energi untuk berbagai proses alir maupun non-alir. and Abbott. “Thermodynamics and Its Applications”. 3. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Van Ness. b. Prasyarat: Pernah menempuh Fisika 2. d. 7. Mampu menyusun neraca panas proses-proses yang melibatkan reaksi kimia dan pencampuran. c. Smith. Topik: a. “Chemical Engineering Thermodynamics”. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami secara kualitatif dan kuantitatif berbagai bentuk energi dan hukum kekekalan energi. e. Sandler. evaluasi perubahan nilai besaran-besaran termodinamika berdasar konsep dasar termodinamika.M. 8. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 2004. Sifat pengajaran: Menekankan pada konsep fundamental termodinamika yang bersifat universal sehingga diharapkan diberikan contoh-contoh aplikasi yang mencakup banyak jenis fenomena riil. 13. 12.I. McGraw Hill Book Company. “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”. Prentice Hall PTR.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis energi secara kuantitatif. 6 ed. Efek panas. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2104 (3) 2.. 6/15/2006 . c. Hidden curriculum: Pengembangan konsep pemikiran deduktif kuantitatif. 6. and Modell. 4. H. 5. J. Aplikasi konsep termodinamika untuk pemahaman perilaku bahan dan peralatan sangat dianjurkan. 1. Persamaan keadaan (equation of state).. 3 ed. Tester. b. Mampu meramalkan kecenderungan proses-proses berdasar analisis kualitas energi.. Mampu mencari perubahan nilai besaran-besaran termodinamis berdasar equation of state dan kapasitas panas. J. New York. 1997. 11. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. f.W. serta proses reversible dan irreversible. 9. New York. M. M. 3 ed.. S. Hukum Termodinamika II. Hukum Termodinamika I baik untuk proses non-alir maupun proses alir. John Wiley & Sons. New Jersey.. 4.M. 3.C.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 60 Termodinamika Teknik Kimia 1 1. Pustaka: a. Pengantar teori campuran. d.

2003. 3. Peters. tugas. E. McGraw-Hill. Proses pengambilan keputusan berbasis analisis ekonomi atas alternatif rencana investasi. e. Wicks. pajak. dan faktor-faktor non teknis dalam bidang ekonomi. Memperhitungkan faktor keuntungan tidak langsung. Analisis cash flow. c..E. BEP. 5 ed. M. dan memperbanyak latihan penyelesaian soal. 3. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep dengan memberikan contoh-contoh riil. SDP. Konsep nilai waktu dari uang.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 61 Ekonomi Teknik 1.. “Engineering Economy”. 12. K. dan dapat memilih rencana investasi yang paling menguntungkan. “Plant Design and Economics for Chemical Engineers”. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2105 (2) 2. 15. Payback period. Metode-metode pembandingan alternatif rencana investasi. and Timmerhaus. IRR/DCFRR. New York. W. Assessment atas berbagai alternatif. i. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep nilai waktu dari uang. and Luxhoj. New York. ROI.D. g. dan mampu memilih alternatif investasi. Modal tetap dan modal kerja. 5. h. 10. f. 2003. Pustaka: a.). Pearson Education. Analisis kasus yang mengandung ketidakpastian. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu melakukan perhitungan berbasis nilai waktu dari uang. Van Nostrand Reinhold. Inc. New Jersey. d. Topik: a. Analisis keuntungan. Jenis-jenis biaya. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.T. b.G. 7. komunikasi langsung. “Chemical Engineering Economics”. Hidden curriculum: Penekanan kejujuran dalam perhitungan ekonomi. 1989.. dan pekerjaan rumah. c. Parameter-parameter untuk menyatakan profitabilitas (NPV. J. Inc.. 4.. 6.M. Sullivan. Depresiasi. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip dasar perhitungan ekonomi. dll.. 9. mampu melakukan analisis keuntungan dan profitabilitas. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 8. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Garrett. Pembandingan alternatif rencana investasi. 6/15/2006 .S. cara perhitungan. 7. b... 12 ed. 11. Prasyarat: Tidak ada. mampu melakukan evaluasi kelayakan ekonomi suatu investasi. D. j.

6. b. 4. Topik: Pengenalan cara-cara standar pengukuran besaran kimia dan fisika. organik dan kimia fisis. anorganik dan kimia fisis. 12. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. dan keseksamaan dalam pengukuran. 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 62 Praktikum Analisis Bahan 1. 4. Penggunaan caracara eksperimental dalam bidang kimia anorganik. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. dan keseksamaan dalam pengukuran. Hidden curriculum: Mengembangkan keyakinan bahwa dengan bekerja sungguhsungguh mahasiswa bisa melakukan percobaan dengan hasil yang baik. Menguasai cara-cara pengukuran standar besaran kimia dan fisika. 8. Prasyarat: Fisika 2 (pernah menempuh). Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Menjalankan peralatan fisik untuk melaksanakan prinsip-prinsip analisis bahan. Melakukan eksperimen sederhana yang terkait dengan bidang organik. 7. 5. 15. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2106 (2) 2. 3. 1. 5. 6. 6/15/2006 .

f. 9. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman teori dasar kerja instrumen dan keterampilan pengoperasian instrumen untuk analisis sampel. Pharmacia LKB Biochrom Limited Science Park. E. Instrumental Methods of Chemical Analysis. C.W. single component. dan pekerjaan rumah.. 10. dan Atomic Absorption spectrophotometer). komunikasi langsung.. McGraw-Hill Book Company. d. J. S. 5 Ed. Hoffman. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2107 (2) 2. and Science Paperbacks. 6. c. IR Spectrophotometer. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. CB4 4FJ. Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). 9. 1985. Umpan balik (feedback): Questionnaire.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 63 Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia 1.F..D.. dan questionnaire tambahan... d. i. 1967. and Stroobant. Chromatographic Methods. Pustaka: a. R.. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. b. Ewing. Chichester.. Topik: a. dan cara pengoperasian instrumen untuk analisis sampel. John Wiley & Sons. G. 1991. 15. 8. c. tugas. dan multi component). 11. g.. b. New York. Mampu melakukan analisis sampel secara spektrofotometri (UV/Vis spectrophotometer. UK. Mampu melakukan analisis sampel secara mass spectrometry (GCMS). Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menguasai teori dasar kerja instrumen analisis. 1996. 12. Stock. 7. UV/Vis Spectrophotometer. Principle and Applications”. e. Charette. h. Gas Chromatography (GC). Chromatography. 1. Prasyarat : Tidak ada. “Mass Spectrometry. anorganik. 3. John Wiley & Sons. b. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. England. Chapman and Hall Ltd. IR spectrophotometer. and Rice. Hidden curriculum: Cara mendeteksi atau cara analisis zat pencemar lingkungan dan zat pengganggu kesehatan. manfaat instrumen. High Performance Liquid Chromatography (HPLC). 5. e. Human. Cambridge. 1985. 2 ed. 4. Mass Spectrometry (GC-MS). Radiasi Elektromagnetik. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis kualitatif dan kuantitatif suatu sampel (organik. V. 6/15/2006 .B. Mampu melakukan analisis sampel secara kromatografi (Gas Chromatography (GC) dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC)). Basic UV/Visible Spectrophotometry. c. Lindsay. High Performance Liquid Chromatography. Singapore. M. Absorpsi Radiasi Elektromagnetik. 4.

McCabe. A.G.. c. Teori dan perancangan sistem transportasi fluida. 2001. Topik: a. “Principles of Unit Operations”. 9. Sedimentasi.L. 4. 6 ed. W. Alat ukur alir. 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami sistem penyimpanan dan transportasi bahan. Pemilihan jenis pompa. Mampu memilih kondisi operasi dan jenis peralatan penyimpan bahan. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. New York. New York. Berbagai jenis pompa/kompresor dengan kelebihan dan kekurangannya perlu dikuasai. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Pompa dan kompresor. c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. Alat transportasi padatan.. Pustaka: a. Sifat pengajaran: Pemahaman prinsip-prinsip peralatan yang dicapai dengan penjelasan di kelas dan studi pustaka.6. Berbagai alat penyimpan bahan. 12. Hidden curriculum: Pengenalan dan latihan engineering design. 7. G. John Wiley & Sons. Hukum dasar aliran fluida. d. and Harriot.. Prasyarat: Pernah menempuh Fisika 2. 8. New York. J. Smith. d. 2 ed. ”Unit Operations. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Foust. 4 ed. b.S. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman prinsip peralatan-peralatan. 1953. e.7. Kalkulasi dan perancangan sistem transportasi fluida dengan memperhatikan ukuran standard. g.. sebagai dasar pemilihan jenis pompa/kompresor yang cocok. John Wiley & Sons. b. 5. b. 6. 10. Perhitungan dan perancangan sistem transportasi fluida. Mampu merancang sistem transportasi fluida. komunikasi langsung. 1979. Mc GrawHill Book Co. c. 11.. f.L. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2200 (3) Bahan dan 2. Mampu memilih memilih jenis pompa yang cocok untuk suatu keperluan. Penguasaan prinsip-prinsip fundamental aliran fluida perlu ditekankan dan selanjutnya diberikan latihan perancangan sistem transportasi fluida. 5. Sedimentasi 3..3.. Mampu memilih peralatan transportasi padatan. “Unit Operations of Chemical Engineering”. 6/15/2006 . P.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 64 Transportasi 1. Prinsip kerja dan perancangan alat sedimentasi. Brown.

Proses pengolahan berbagai sumber daya alam non nabati. termasuk alasan mengapa suatu proses tidak lagi dipakai di kalangan industri (proses yang sudah mati).. b. 7. Alasan mengapa suatu proses pengolahan lebih dipilih daripada proses yang lain. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 1949.1984.A. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 3. Riegel. 3. b.T.. “Shreve’s Chemical Process Industries“. 1957. 8. 8. 5 ed.R. terutama keseimbangan. mahasiswa akan dapat memahami berbagai sumber daya alam non nabati dan pemanfaatannya. dan transfer panas) pada pengolahannya. “Industrial Chemistry“. Kobe. dan kalium. pada berbagai proses industri kimia non nabati. 5 ed.. d. Austin. 11. dan pekerjaan rumah.. komunikasi langsung. 10. 6/15/2006 . 2. proses kecepatan. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman berdasarkan logika-logika yang mendasari setiap proses pengolahan sumber daya alam non nabati di industri. 4. 9. dan ekonomi.. McGraw Hill Book Company. c. termasuk pemahaman mengenai penerapan prinsip-prinsip termodinamika dan proses kecepatan (kinetika reaksi. transfer massa. 9. Usaha memisahkan senyawa-senyawa yang ada dengan menerapkan perbedaan daya larut. Usaha mempercepat reaksi dengan menerapkan prinsip kinetika. Topik: Proses-proses industri kimia yang mengolah bahan-bahan non nabati. the Macmillan Company. 4. New York. c. 12. New York. 5. baik proses yang saat ini masih dijalankan. Prasyarat: Pernah menempuh Kimia Organik 2. maupun proses yang sudah mati. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Setelah menyelesaikan mata kuliah ini. tugas. K. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penerapan Chemical Engineering Tools. G. Pustaka: a. “Inorganic Process Industries”. antara lain senyawa belerang. Usaha memperbanyak hasil dengan menerapkan penggeseran keseimbangan ke kanan. Reinhold Publishing Corporation.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 65 Proses Industri Kimia 1 1. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2201 (2) 2. nitrogen. 7. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. natrium. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 6. New York. fosfor. 5. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: menganalisis kasus-kasus khusus berdasar konsep fundamental yang umum. E.

c. Implementasi pembangunan berkelanjutan dalam berbagai macam kegiatan. 3. baik dalam pencegahan pencemaran mapun pengolahan limbah. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Tchobanoglous. 6. pengelolaan lingkungan. dasar-dasar pengelolaan lingkungan dan aspek-aspek yang berkaitan dengan kegiatan manusia. 1985. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip dasar mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development). khususnya yang berkaitan dengan kegiatan industri.R. Memahami konsep dasar pengelolaan lingkungan. produksi bersih.. c. dan pengelolaan limbah. 12. dan questionnaire tambahan. serta communication skills. Mampu mengajukan alternatif pengelolaan lingkungan yang sesuai untuk kegiatan industri tertentu. Prasyarat: Pernah mengambil Azas Teknik Kimia. b. dll). terutama pembangunan berkelanjutan. Audit Lingkungan.. Memahami pengertian pembangunan berkelanjutan dan aspek-aspek legal yang berkaitan dengannya. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development): sejarah dan perkembangannya. 4. 5. Konsep dasar pengelolaan lingkungan (AMDAL. 10. f. Peavy. New York.. 5.W. d. McGraw Hill Book Co. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. ISO 14000. Topik: a. D. b. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2202 (2) 2. Mampu melakukan analisis terhadap potensi pencemaran yang diakibatkan oleh suatu kegiatan. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep-konsep dasar yang berkaitan dengan isu lingkungan. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. “Industrial Water Pollution Control”. d.S. c. 8. “Environmental Engineering”. aplikasi konsep-konsep dianjurkan untuk diberikan dalam bentuk studi-studi kasus yang dikerjakan dalam kelompok. H. 10. 6/15/2006 . McGraw Hill Book Co. 7. W. 9. Eckenfelder. LCA. komunikasi langsung. kerja kelompok dan leadership. Rowe. 6. G. aspek-aspek legal yang berkaitan. 4. 11. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep dan peningkatan wawasan. Pustaka: a. Konsep dasar pengelolaan limbah dan dasar-dasar pengolahan limbah. New York. b. Pencemaran lingkungan. 15. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir analitis. Konsep dasar produksi bersih dan aplikasi sederhana. e. 9. 1966. tugas kelompok (presentasi oral dan laporan tertulis). Online reference on sustainable development and environmental management.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 66 Teknik dan Konservasi Lingkungan 1.

1977. c. b. dll. Diferensiasi dan integrasi numeris. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2203 (2) 2. Mampu menyusun algoritma penyelesaian numeris untuk persamaanpersamaan matematis berbentuk persamaan linier. e. Penyusunan persamaan empiris. Mathematical Methods in Chemical Engineering. d. 5.B. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. 8. J. persamaan nonlinier. 13. Direct Search Optimization. Faires. A. 8. New York. Boston. “Pemodelan Matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia”. G.. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 3. A. 6/15/2006 .V. Penyelesaian persamaan linier simultan. V. c. Hidden curriculum: Mengenal jenis-jenis persamaan matematis yang feasible diselesaikan. Topik: a. c. 6. 15. Mencari akar persamaan non-linier (Newton-Raphson. Burden R. and Jeffreys. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 10.. persamaan diferensial ordiner dan parsial. 11. dan Prasetya. 3 ed. g. Pustaka: a. Academic Press. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung di kelas dan di luar kelas. 4.. Yogyakarta. 6. Sediawan. Mampu menyusun algoritma untuk direct search optimization.. 1985.. meskipun kelebihan dan kekurangan suatu metoda perlu dibahas. Penggunaan finite difference approximation untuk penyelesaian persamaan diferensial ordiner dan parsial. b. b. Mampu menyusun persamaan empiris dan mengevaluasi nilai parameter berdasar data yang tersedia. Prindle. and Reynolds. 7. Sifat pengajaran: Menekankan pada metoda numeris bukan analisis numeris.).. “Numerical Analysis”. 1997. Melatih menyusun langkah-langkah solusi untuk problem yang kompleks. serta questionnaire. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan menyusun algoritma metoda numeris. Latihan menyusun algoritma dan praktek menghitung untuk sedikit increment perlu banyak diberikan. 9. Menjembatani konsep matematika dan kalkulasi. Weber and Schmdt. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. Jenson.G. 12. Andi Offset. Penyelesaian numeris persamaan non-linier simultan. W. Penyelesaian persamaan diferensial ordiner dengan shooting-method. h.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 67 Matematika Teknik Kimia 2 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami metoda-metoda penyelesaian numeris untuk persamaanpersamaan matematis yang sering dijumpai dalam teknik kimia dan menguasai metoda pengolahan data. f.

Mampu menganalisis dan mengevaluasi hazard yang ada di dalam suatu sistem pabrik kimia. 3. 15. komunikasi langsung. 9. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. peraturan perundangan tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Konsep hazard dan risk. Inherently safe design. Topik: a. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari. Mampu mengidentifikasi sebab-akibat jenis-jenis kecelakaan dalam industri kimia. Toksikologi. A. 5. tugas. Louvar. Prentice-Hall. Epidemiology. 9. 4. c. Industrial hygiene. d. f. Prasyarat: Pernah menempuh Azas Teknik Kimia. Pentingnya mengurangi atau mengeliminasi hazard dibandingkan dengan mengendalikan hazard dalam rangka mengurangi resiko pada sistem proses kimia. F. c. Memahami tentang standar. 3. dan questionnaire tambahan. Peninjauan aspek keselamatan dalam perancangan proses. D. “Chemical Process Safety: Fundamentals with Applications”. 12. b. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. and J. i. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mempunyai kesadaran tentang pentingnya keselamatan proses dan mampu mengembangkan strategi efektif dalam menganalisis serta mengevaluasi suatu proses kimia dalam rangka untuk mereduksi hazard. 7. 10. Hidden curriculum: Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menempatkan aspek keselamatan sebagai faktor utama dalam pabrik kimia. dan pekerjaan rumah. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Pustaka: Crowl. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses kimia serta potensi bahayanya serta pentingnya strategi pencegahan dengan cara mereduksi atau mengeleminasi hazard yang ada. 11. 8. Pemahaman tentang konsep hazard dan risk. Potensi jenis dan tipe kecelakaan dalam pabrik kimia. e. 6/15/2006 . 10. Resiko proses kimia terhadap lingkungan. Standar dan regulasi kesehatan dan keselamatan kerja.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 68 Keselamatan Industri 1. Evaluasi hazard dalam proses kimia. Englewood Cliffs. b.. Umpan balik (feedback): Questionnaire. b. NJ. j. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 6. 1990. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK2204 (2) 2. g. h.

heat pump). Mampu menganalisis kebutuhan energi ideal untuk suatu proses sederhana. Konsep termodinamika peralatan-peralatan (misal: kompresor. c. 2004. J. 4. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. c. d. Variasi aplikasi (contoh kasus yang riil) sangat dianjurkan. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip termodinamika pada proses-proses tertentu. Analisis termodinamika untuk proses alir.. b. H. expansion valve. Sifat pengajaran: a.. “Chemical Engineering Thermodynamics”. Sistem refrigerasi. Sandler.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 69 Termodinamika Teknik Kimia 2 1. 10. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2205 (3) 2. termasuk sistem non ideal sederhana. 11. c. Topik: a. Konsep fugasitas dan aktivitas untuk kesetimbangan fasa dan reaksi. New York. Sistem pembangkitan energi mekanis dari panas. Umpan balik (feedback): Questionnaire. M. komunikasi langsung. f. 7. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari. New York.M. McGraw Hill Book Company. misalnya sistem pembangkitan tenaga. 9. termasuk sistem non ideal sederhana. Review konsep-konsep fundamental termodinamika.M. turbin. termasuk sistem-sistem nonideal sederhana. Evaluasi perubahan besaran termodinamika. Van Ness. b.C. dan dapat memahami konsep-konsep kesetimbangan fasa dan kesetimbangan kimia.G. dan questionnaire tambahan. g. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: menganalisis kasus-kasus khusus berdasar konsep fundamental yang umum. 5. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi No. 1989. E. 1986... R. 3. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika 1. d. 6/15/2006 .I. and de Azevedo. dan pekerjaan rumah. J. Prentice Hall. Kesetimbangan fasa. Smith. 5.. e. 2 ed. b. b. “Molecular Thermodynamics of Fluid-Phase Equilibria”. 13. 2 ed.. Kesetimbangan kimia. 6.. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Lebih menekankan pada pemahaman. d. Pustaka: a.. sistem refrigerasi. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . John Wiley & Sons. b. namun tidak menjadi metode utama... 6. Mampu meramalkan kondisi dan komposisi kesetimbangan fasa. tugas. 8. c. S. 12. “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”. 1. Pemakaian grafik-grafik yang tersedia perlu diperkenalkan. 4. Mampu menganalisis secara termodinamis sistem pembangkitan tenaga mekanis dan refrigerasi. nilai minimum D. and Abbott.N. 6 ed. Mampu meramalkan kondisi dan komposisi kesetimbangan kimia. Prausnitz. c.M. Analisis termodinamis kebutuhan energi ideal. Lichtenthaler. New Jersey.

5. McGraw Hill Book Company. 3. “A Manual of Engineering Drawing for Student and Draftsmen”. “Diktat Menggambar Teknik” 6/15/2006 . Prasyarat: Tidak ada. Frenck.. J. 1953.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 70 Menggambar Teknik 1.E.. Inc. T.. 5. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menggambar alat. Sumardi. Pustaka: a.alat proses dan membaca gambar teknik.. 1988. and Vierck. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. 8 ed. New York. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2206 (2) 2. 6. Topik: Pemahaman cara menggambar dan membaca gambar teknik. 3. b.C.

5.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 71 Praktikum Proses 1. Prasyarat: Pernah menempuh Praktikum Analisis Bahan. 12. 5. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2207 (2) 2. 15. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat berlatih kerja laboratorium untuk menjalankan proses teknik kimia serta menganalisis dan membahas hasilnya. 8. 6. Topik: Eksperimen proses yang bertujuan terutama untuk mengenal peristiwa proses teknik kimia. 1. 3. 4. 6. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Menjalankan alat fisik untuk melaksanakan ide proses. 6/15/2006 . 3. 4. Hidden curriculum: Mengembangkan keyakinan bahwa dengan bekerja sungguhsungguh mahasiswa bisa melakukan percobaan dengan hasil yang baik. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 7.

4. 3. 6. Pustaka: Soetiyarto.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 72 Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian 1. Prasyarat: Tidak ada.. Yogyakarta. Topik: Hukum perburuhan. hukum kerja dan soal-soal perburuhan. dan merek. 5.A. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2208 (1) 2. “Hukum Milik Perindustrian”. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengetahui hukum-hukum yang terkait dengan perburuhan. cara pengajuan dan perlindungan paten. 3. 10. Liberty. cara pengajuan paten dan merek. 6/15/2006 . Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. N. 1981.

15. and Managing a New Enterprise”. 7. penulisan ide bisnis teknik kimia. and Peters. c. Sifat pengajaran: Diskriptif dan belajar aktif dari sumber-sumber yang ada di pustaka/internet. 6. Bisa mencari peluang bisnis berbasis sumber daya alam Indonesia yang berkaitan dengan profesi teknik kimia. 10. M. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami dunia bisnis terutama yang berkaitan dengan teknik kimia. 13. komunikasi langsung. dan etika bisnis. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Peluang bisnis industri kimia di Indonesia. sikap mental. Pustaka: Hisrich. 12. 8. 14. Bisnis industri kimia yang sudah ada dan yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2209 (1) 2. “Entrepreneurship: Starting. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Prasyarat: Pernah mengambil Ekonomi Teknik. Hidden curriculum: Menyadari pentingnya aspek bisnis dalam profesi teknik kimia dan struktur industri kimia. tugas-tugas. 11..Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 73 Kewirausahaan (Entrepreneurship) 1. Boston. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Metoda pengembangan bisnis dan penyediaan sumber daya yang diperlukan. 7. 1989. dan etika bisnis. Developing. Topik: Prinsip-prinsip. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.D. 4. Mengetahui prinsip-prinsip. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. BPI Irwin. sikap mental. 5. 2. Mengetahui metoda pengembangan bisnis dan penyediaan sumber daya yang dibutuhkan. 6/15/2006 . R.P. 3. 8. b. 9.

A.L. Prinsip berbagai proses pemisahan bertingkat (distilasi. komunikasi langsung. Review kesetimbangan fasa sistem ideal maupun non-ideal. 6/15/2006 . Foust. 8. c. John Wiley & Sons. Sket prinsip peralatan dan metoda kalkulasi menara distilasi. Pentingnya stabilitas aliran pada distilasi dan ekstraksi perlu ditekankan. c. d. Brown. Umpan balik (feedback): Questionnaire.. Topik: a. P. e. c. 3.. 10. “Principles of Unit Operations”. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3100 (3) 2. Variasi problem untuk memantapkan pemahaman sangat penting. and Harriot.. 4.G. New York. Teori dasar campuran dan proses pemisahan. Dasar evaluasi biaya tetap dan biaya operasi sistem pemisahan bertingkat. leaching. Sifat pengajaran: Korelasi erat antara prinsip peralatan-teori-kalkulasi perlu selalu dijaga. 2 ed. 1. Sket prinsip peralatan dan metoda kalkulasi ekstraktor bertingkat g.4. b. 11. “Unit Operations of Chemical Engineering”. Latihan kalkulasi perlu diberikan dengan cukup. dll. Prasyarat: Azas Teknik Kimia (nilai minimum D). Mampu melakukan kalkulasi proses pemisahan bertingkat 5. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis ..L. 6 ed. New York. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip-prinsip dan peralatan-peralatan operasi pemisahan bertingkat serta perhitungan-perhitungannya.5. termasuk analisis termodinamisnya. 12. 1979. 7. J. ekstraksi.. 9. McCabe. 6. termasuk cara-cara estimasinya. f. 1953. Pustaka: a. Penyiapan data kesetimbangan untuk basis kalkulasi perlu dilatih.. b. d. Smith. Stabilitas aliran menara distilasi. 2001.13. Mampu menganalisis sistem-sistem pemisahan bertingkat. New York. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu membuat diagram alir sistem pemisahan bertingkat.S. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Prinsip peralatan dan metoda kalkulasi diberikan secara seimbang. b. Hidden curriculum: Simplifikasi proses dan peralatan yang kompleks menjadi lebih sederhana. John Wiley & Sons.. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. G. Mc GrawHill Book Co. W. 4 ed. ”Unit Operations. tugas-tugas.6.3.).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 74 Operasi Pemisahan Bertingkat 1. Mampu membuat sket prinsip dan menjelaskan secara ringkas peralatan-peralatan pemisahan bertingkat.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Panas reaksi. Hidden curriculum: Skill perancangan proses produksi. 9. M. d. Makkee. d. c.. A. persiapan bahan baku. 5 ed. 12. 10. New York. Tenaga aktifasi.2. Umpan balik (feedback): Diskusi tugas. Mampu membuat simbol peralatan proses produksi.1993. 5.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Dasar perancangan proses. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. g. 2001.T. 8. Kesetimbangan reaksi kimia. “Chemical Process Technology”. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3101 (2) 2. b. 3. Prasyarat: Pernah menempuh Proses Industri Kimia 1. i. Mampu menganalisa unit proses produksi. sintesis dan finishing... Mampu menentukan jenis peralatan dalam proses produksi. 5. Kecepatan reaksi kimia. “Unit processes in Organic Synthesis”. Dasar dasar perancangan proses kimia. 7.H. Mampu membuat Flow Diagram Proses Produksi. b. J. Latihan aplikasi. dan dasar dasar reaksi kimia pada penyusunan Flow Diagram Proses Produksi. c. Mc. 6/15/2006 ... 6. 4. ”Chemical Processing Handbook“.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 75 Proses Industri Kimia 2 1. d. Halogenasi dan Sulfonasi. Inc. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. Moulijn. J. 4. Ltd. Reaksi kimia Nitrasi. New York. P. McGraw Hill Book Company. 7.1984. John Wiley and Sons.A. Pustaka: a. Aminasi.. “Shreve’s Chemical Process Industries“.J. Dasar dasar proses pemisahan dan pencampuran.Ketta. 3. h. Austin. New York. Unit processes. e. Groggins. b. New York. Sifat pengajaran: Pemahaman dasar.. 9. c. Mampu menganalis pengaruh faktor produksi terhadap keberhasilan proses produksi. f. e. Marcel Dekker. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan dasar dasar proses kimia. 11. 1959. and van Diepen. 5 ed. Simbol alat dan Flow Diagram Proses. simbol peralatan proses produksi. Topik: a. McGraw Hill Book Company. Reaksi kimia.. G. 8.

j. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami analisis mikroskopis berdasar konsep fundamental transfer momentum. transfer panas. Heat. 1. 8. R. New York. m. d. Koefisien perpindahan panas. and Lightfoot. Ltd. Bird. Wilson.. Analisis mikroskopis peristiwa transfer massa sederhana. transfer panas. 13. Hukum dasar transfer momentum. 4.. Hukum dasar transfer panas. i. Koefisien transfer massa. Mampu mengevaluasi nilai parameter-parameter makroskopis berbasis analisis mikroskopis.. h. “Momentum. b. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. b. John Wiley and Sons. Inc. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Fundamental of Momentum. Mampu menyusun persamaan matematis mikroskopis berbasis konsep fundamental transfer momentum. R. Topik: a. John Wiley and Sons. Memahami hubungan analisis mikroskopis dan analisis makroskopis. c. demikian pula aplikasi matematika. Inc. Aliran turbulen. c. Slattery.E.. Persamaan umum transfer energi. Hidden curriculum: Pemahaman multi-scale approach. dan transfer massa. 5.B. Sifat pengajaran: Aspek komprehensif mendapat penekanan termasuk kemampuan penyederhanaan masalah (fenomena). J. 9. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR... Mc Graw Hill Kogakusha. 11. E. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3102 (2) 2.E. 10. J. 3. Pustaka: a. f. Tokyo. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. k.. 11. l. “Transport Phenomena”. 2002.C. 1972. b. g.. c. Stewart. 7. and Wicks.E.. Hukum dasar transfer massa. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan analisis mikroskopis dengan parameter-parameter makroskopis. Mampu menghitung nilai-nilai besaran-besaran teramati berbasis analisis mikroskopis.. 6. Persamaan umum transfer momentum. 8. Analisis mikroskopis peristiwa sederhana berbasis konsep fundamental transfer momentum. W. dan transfer massa. and Mass Transfer”. 6/15/2006 . 3. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. C. 1984. Transfer energi dengan sejumlah variabel bebas. 12. Welty. Koefisien gesekan.E.. e. New York. 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 76 Proses Transfer 1.N. Heat and Mass Transfer in Continua”. 2 ed. Analisis mikroskopis peristiwa sederhana berbasis konsep fundamental transfer panas.

b. 1986.. 1980. Boleh diambil bersama Matematika Teknik Kimia 2. N. 1986. c. “Pemrograman Basic”. Principles of Programming”. 8.L. ”Microsoft GW-BASIC Interpreter“.. 4. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. 1984. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6.. Yogyakarta. New York. Pustaka: a.0.. Andi Offset. Columbia Data Products. Inc. 3. NN. Soesianto. Warner. Latihan penyusunan program komputer sesuai dengan soal pada Matematika Teknik Kimia 2. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. J. 5. 13. Microsoft Corporation. Inc.”. John Wiley and Sons.. P. d. Mengenal dasar-dasar cara kerja komputer dan bahasa komputer. Eko. Penyusunan program komputer dengan bahasa BASIC dan FORTRAN. dan Santoso. 6. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3103 (2) 2.I. c. Menyusun program komputer ( berdasarkan logika kerja komputer) pada persoalan teknik kimia sesuai dengan yang diberikan di MTK2. “BASICA 2. 6/15/2006 . Topik: Pengenalan komputer. Menguasai bahasa program BASIC dan FORTRAN. F. “Fortran 77. Columbia.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 77 Pemrograman Komputer 1. b.

Topik: a. 8. 3. 4.. Mampu menyusun sistem pengolahan air untuk industri. New York. 1995. air minum. ”Industrial Water Treatment: Refining Petrochemicals and Gas Processing Techniques”. c. 6. 5. 3. S. Mc GrawHill. 4 ed. Metcalf and Eddy. air umpan boiler). ”Wastewater Engineering. New York..N. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 78 Air Industri 1. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Prinsip penyiapan berbagai jenis air industri. and Cheremisinoff. 11. McGraw-Hill Book Co. 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menyebutkan berbagai jenis air industri dan persyaratannya. 1979. 12. and Cordonnier. Prentice Hall.. 1993. Pustaka: a. Berbagai jenis air industri (air pendingin. Berne. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3104 (1) 2. 15. Sistem penyiapan berbagai jenis air industri dari air sungai maupun air laut. N. 8. P. Gulf Publishing Company. 2003. dan prinsip peralatannya. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami berbagai jenis air untuk industri dan persyaratannya. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika Teknik Kimia 1. Cheremisinoff.. Diagram alir air di pabrik kimia. New York.P. 5. 6/15/2006 . Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas.T. Hidden curriculum: Pentingnya air bagi kehidupan manusia dan kemampuan mencari informasi dari pustaka.. 9. c. F. air proses. “Water Treatment and Waste Recovery”. Treatment and Reuse”. Powell. “Water Conditioning for Industry”. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 10. serta sistem penyediaannya.. 6. d. Sifat pengajaran: Diskriptif dan hitungan sederhana.

penguapan. Mekanisme perpindahan panas. ∆T approach dan across. kondensasi. Penyelesaian secara analitis. f. New York. Mampu mengidentifikasi mekanisme perpindahan panas yang dominan pada suatu peralatan. 3. Mampu menghitung kecepatan perpindahan panas pada masing-masing sistem. pipe atau shell maupun annulus.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 79 Perpindahan Panas 1. Heinemann Educational Books. double pipe heat exchanger). D. faktor koreksi suhu Ft (perbandingan beda suhu sesungguhnya dengan LMTD). e. d. radiasi). Perhitungan koefisien perpindahan panas over all (Uc maupun Ud) . Ltd. J. Batasan batasan yang diijinkan pada suatu sistem (misalnya heat flux pada reboiler atau vaporizer).. “Process Heat Transfer”. 6 (SI units).. (SI Metric Edition) McGraw-Hill Book Company. Mampu mengevaluasi nilai dirt factor dan pressure drop pada masing-masing aliran (misalnya di dalam shell atau tube). 1990. Prasyarat : Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 2. Singapore. Cavaseno V. 6. Tujuan Intstruksional Khusus (TIK): a. f. condenser-subcooler dan desuperheater-condenser). 3.R. McGraw-Hill Kogakusha. Mampu memahami kelemahan dan kelebihan masing-masing tipe peralatan perpindahan panas (misalnya fixed head dan floating head untuk shell and tube heat exchanger). F. 5. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: (pada keadaan steady state) a. b. Sifat pengajaran: a. 1. jenis jenis peralatan perpindahan panas dengan keterbatasannya 4. Incropera. grafis. 9. forced convection (misalnya di dalam tube. 5.F. koefisien perpindahan panas overall (misalnya pada shell and tube heat exchanger..P.Topik: a. Pustaka: a. vaporizer.M. Aplikasi pada suatu sistem (misalnya pada piping system). 10. b. Rd dan ∆P (misalnya di dalam shell and tube). dan questionnaire. J. konveksi dan radiasi). b. b. Perpindahan pada sistem dimana terjadi perpindahan panas lebih dari satu mekanisme (misalnya pada pipa yang di dalamnya mengalir steam). i. Perpindahan panas dengan perubahan fase (kondensor. J. 6. e. 1983. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung. P and De Witt. “Process Plant Design”. D. Perpindahan panas steady dan unsteady state.. Vol. and Staff of Chemical Engineering. Coulson.. 2 ed.H. c. New York. g. Backhurst J. Hidden curriculum: Diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir deduktif. J. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. c. “Introduction to Heat Transfer”. Holman. Kern. d. 12. d. Perpindahan panas konveksi. LMTD (log mean temperature difference). b. and Harker. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas 11. maupun numerik perlu diperkenalkan. h.P. c. John Wiley & Sons. reaktor atau menara distilasi). McGraw-Hill Publications Co. 7. sehingga mampu mengaplikasikan konsep-konsep teknik untuk keperluan khusus. Cara-cara perhitungan: koefisien perpindahan panas (misalnya konveksi. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3105 (3) 2. e. mekanisme perpindahan panas yang dominant yang terjadi pada peralatan perpindahan panas . koil dan jaket) atau natural convection (misalnya dari permukaan pipa. Pergamon Press Oxford.Q. Design. c. 8. Penekanan pada pemahamam konsep dengan memberikan contoh-contoh sederhana. 1989. “Chemical Engineering”. dan Rd. Mampu menghitung koefisien perpindahan panas. “Heat Transfer”.. and Richardson. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami mekanisme perpindahan panas. Perhitungan pressure drop. d. 1983. 6/15/2006 . 1950. Mekanisme perpindahan panas (konduksi. London.

5 ed. dll. Levin. 7. motivasi. 1986.S. diskusi. Inc.. Mahasiswa berlatih untuk bekerja dalam tim dan menyampaikan pikiran-pikirannya dengan sistematis dan dalam waktu terbatas. dan leadership dalam suatu sistem. Memahami pentingnya tanggung jawab sosial dan etika dari keputusan-keputusan yang diambil atas suatu masalah. diberikan contoh kasus yang sesuai dengan topik. 1996. 10. 6/15/2006 . Hidden curriculum: Mengembangkan perilaku/cara bertindak yang sesuai dengan peran yang dilakukan dalam suatu sistem organisasi. S. and Freeman. b.. 5 ed.. dll. mengatur sekelompok pekerjaan dengan hemat.. pengendalian inventory. and Coultar. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. d. d. R. 15. misalnya mengenai social responsibility. Robbins. ujian tulis. 1.. mahasiswa dapat memilih metode yang paling sesuai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam pengalokasian sumber daya yang langka. c. 9. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 14.. d. 5. c. “Management”. etika manajerial. e. Dengan memahami metode-metode kuantitatif. J. Stoner. Pustaka: a. Sifat pengajaran: Ditekankan pada pemahaman.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 80 Manajemen 1. Inventory control.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Bagian-bagian yang bisa meningkatkan selling point mahasiswa.F. Inc. J. Linear programming. Sistem penilaian (assessment system): Pekerjaan rumah. 4. and Stinson. Prinsip-prinsip dan perkembangan dalam bidang manajemen.E. b..P. Mahasiswa mengerti masalah-masalah/issue yang berkaitan dengan manajemen yang sedang berkembang. Mengerti faktor-faktor yang dapat menyebabkan gagalnya suatu kerjasama dan kebiasaan-kebiasaan untuk dapat berperilaku efektif. Mc Graw Hill International Ed. R. 11. c. Diskusi berbagai topik yang menjadi issue. pengaturan sekelompok aktivitas. b. penulisan makalah. 1992. 7. b. Memahami langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi. D. 8.P. 12. 6 ed. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3106 (2) 2. Rubin. blending problem. Mengerti pentingnya komunikasi. 10. 11. Analisis jaringan. Mahasiswa mampu berpikir dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dapat menyelesaikan dengan efisien masalah-masalah yang timbul dalam pengalokasian sumber daya yang langka.I.A. 12. komunikasi langsung. Umpan balik (feedback): Tes singkat. e. “Quantitative Approach to Management”. Topik: a. c. Prasyarat: Pernah menempuh Ekonomi Teknik. M. 6. 3. Prentice Hall. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. “Management”. baik aktivitas yang bersifat akademik maupun non akademik. Prentice Hall.

.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 81 Sumber Daya Alam Indonesia 1. 6. E. dan kelayakan teknis dan ekonomisnya untuk basis industri kimia. Inc.. Van Nostrand Company. Potensi jumlah berbagai sumber daya alam Indonesia. 15. McKetta. 5. 10. b. cara-cara pemanfaatannya. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mengetahui potensi berbagai jenis sumber daya alam Indonesia.. tugas-tugas (terutama analisis). Pustaka: a. Austin. Prasyarat: Boleh diambil bersama-sama dengan Proses Industri Kimia 1. 5 Ed. 11. d. Umpan balik (feedback): Questionnaire. c. Jenis-jenis sumber daya alam Indonesia baik yang terbarukan maupun tak terbarukan. Fuels. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. JJ. 7. 8. George T. 1998. 9. Marcel Dekker. 1949.. “The Essential Oils”. d. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis potensi dan kelayakan secara kasar sumber daya alam Indonesia. 4. and Chemicals”. McGraw-Hill Book Company. Klass. New York. Analisis secara kasar kelayakan teknis dan ekonomis pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. D. 4. of New York. Teknologi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. 12. “Biomass for Renewable Energy. 5.L. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 1984. 7. 2. Sifat pengajaran: Diskriptif dan belajar aktif dari sumber-sumber pustaka/internet. Hidden curriculum: Pengembangan sikap mental selalu mengikuti isu-isu kontemporer. 6/15/2006 .. 3. komunikasi langsung. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami potensi sumber daya alam Indonesia sebagai basis industri kimia. 8. Guenther. b. c. D. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3107 (1) 2. London.. Topik: a. “Shreve’s Chemical Process Industries”. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Academic Press. Inc. 9. 3.

“Mass Transfer Operations”. “Diffusion .. tugas.. Heat and Mass Transfer”. J. d. Mampu mendeskripsikan.. “Transport Processes and Unit Operations”. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari. variasi aplikasi (contoh kasus yang riil) sangat dianjurkan. c. dan momentum (analogi Reynold.. 10. Transfer massa dan transfer panas secara simultan (humidifikasi/ dehumidifikasi. Cussler. c.. 1997. E. b. b. dan mengaplikasikan konsep transfer massa baik satu fasa. b. Mampu menganalisis sistem operasi tansfer massa dan panas secara simultan. transfer massa dan transfer panas secara simultan. Koefisien transfer massa dan teori lapisan film. E. dan pekerjaan rumah. 4. d. Packed absorber / stripper (macam-macam packing dan solvent. koefisien transfer massa gabungan dan volumetris. f.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 82 Operasi Perpindahan Massa dan Panas 1. Prasyarat: Pernah menempuh Azas Teknik Kimia. 1980. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1993. Topik: a. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: menganalisis kasus-kasus khusus berdasar konsep transfer massa diffusional (rate processes) yang umum. komunikasi langsung. Transfer massa dalam satu fasa. konsep koefisien transfer massa. Mampu menganalisis dan merancang alat pemisah dalam industri yang berbasis sistem kontak secara diferensial. teori lapisan film. 13. Welty.. Prentice Hall.. Proses pemisahan berbasis kontak secara diferensial. 6/15/2006 . C. 3 ed. 12. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Model transfer massa diffusional satu fasa dan antar fasa. 3. Geankoplis. NJ. 2 ed. and Wilson. Transfer massa antar fasa. 7. g. Analogi transfer massa. 4.. R. panas. 3. 1. 1990. McGraw HillBook Company. 3 ed. c.R. 3 ed. panas. C. antar fasa (satu dan dua film).L. Treybal.Mass Transfer in Fluid Systems”. Wicks. Englewood Clifts. 8. analogi transfer massa. Umpan balik (feedback): Questionnaire. yang banyak dijumpai dalam industri. Pustaka: a. New York. 9. John Wiley and Sons Inc. 5. perhitungan tinggi kolom. drying. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mempunyai pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip transfer massa serta mampu mengaplikasikan konsep tersebut untuk menganalisis dan merancang operasi transfer massa serta operasi transfer massa dan panas simultan. R. 6. e. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep.. 11. memodelkan.J. 5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.. Cambridge Press. “Fundamental of Momentum. cooling tower). analogi Chilton-Colburn). dan momentum.. 6. hidrodinamika dan perancangan diameter kolom). Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3200 (3) 2. dan questionnaire tambahan.E. New York.E. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.

“Chemical Reaction Engineering”. Tujuan Intstruksional Khusus (TIK): a. kecepatan aliran). New Jersey. 1999. New York. 1.M. Mampu menghitung volum reaktor/ukuran reaktor yang diperlukan untuk mendapatkan konversi tertentu. Tokyo. Hill. 6. c. 10. b. d. selectivity. Penyelesaian secara grafis disamping analitis perlu diperkenalkan. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. Stabilitas.G. John Wiley & Sons. 1999. 5. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung dan questionnaire. 1977. Recycle reactor. Fogler. Mampu meramalkan pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor (misalnya pengaruh suhu. 1981. b. d. b. 7. 1959. e. McGraw-Hill Book Company.. Konsep dasar perancangan reaktor ideal. meramalkan pengaruh kondisi operasi dan pemilihan tipe reaktor yang sesuai. penentuan persamaan kecepatan reaksi. Multiple reactions. J.Topik: a. analitis maupun numerik). h. Levenspiel. 4. H.M. reversible reactions. 9. McGraw-Hill International Book Company.. “Reaction Kinetics for Chemical Engineers”. Tokyo. 12. d. c. 5. yield. Konsep dasar kinetika kimia. mekanisme reaksi. Penekanan pada pemahamam konsep dengan memberikan contoh-contoh sederhana. O. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3201 (3) 2. Simulasi melalui model matematis sederhana. e. meningkatkan selektivitas atau mengurangi pengaruh suhu. New York. “Elements of Chemical Reaction Engineering”. Interpretasi data yang dikaitkan dengan persamaan kecepatan dan besaran-besaran perancangan terkait. 6/15/2006 . “Chemical Engineering Kinetics”. reaktor alir tangki berpengaduk. Reaksi dengan katalisator homogen. 11. C. Prasyarat : Pernah menempuh Proses Industri Kimia 2. irreversible reactions. c. 3. Sifat pengajaran: a.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 83 Teknik Reaksi Kimia 1 1. Inc. sehingga mampu mengaplikasikan konsep-konsep teknik untuk keperluan khusus. b. Pengaruh suhu dan energi pada reaktor kimia. Pustaka a. interpretasi data percobaan. Smith. “An Introduction to Chemical Engineering Kinetics & Reactor Design”. 3 ed. 3 ed. 6. Stoikiometri.. 8. f. 3. b. S. reaktor alir pipa) dan juga reaktor bekerja secara semi batch. beberapa sistem untuk memahami perilaku masing-masing sistem atau pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor. kinetika kimia. Perbedaan masing-masing reaktor (misalnya dikait-kan dengan ukuran yang dibutuhkan untuk mencapai konversi tertentu).. e. 8. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. dan menggunakan prinsip-prinsip teknik kimia atau teknik secara umum dan kinetika untuk menentukan ukuran reaktor ideal yang diperlukan. Walas. John Wiley & Sons. 4. Jr. Mampu mengevaluasi selectivity dan yield reaksi-reaksi kompleks. Mampu membedakan masing-masing reaktor ideal (batch. c. S. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menentukan mekanisme reaksi. g. Hidden curriculum: Diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir deduktif. Mampu menginterpretasikan data kinetika dengan beberapa metode (grafis. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Prentice Hall International.

Prinsip sistem pengendalian. Sistem pengendalian tinggi permukaan cairan. Mampu menganalisis dinamika proses sederhana. 6/15/2006 . “Process System Analysis and Control”. integral. c. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3202 (2) 2. 3.R. Permultter.D. integral. dll). d. 3. Topik: a. Mampu menjelaskan berbagai sistem pengendali (proportional. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. 6. D.. New York.. “Introduction to Chemical Process Control”. Hidden curriculum: Stabilitas sistem-sistem yang lebih luas. Sifat pengajaran: Menekankan pada pemahaman prinsip pengendalian dan karakteristiknya. Pustaka: a. 4. D..1. Inc. dll. suhu dan tekanan. 1991. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pengenalan karakteristik alat-alat pengendali dan kemampuan merancang sistem pengendalian proses. 5. b. McGraw Hill Book Company. 10.. 9. Coughanowr. c. 8. “Chemical Process Control: An Introduction to Theory and Practice”. 12. 6. Mampu menyusun diagram blok untuk menyatakan suatu sistem pengendalian. e. Pernah menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu memahami prinsip-prinsip dasar pengendalian proses dan menganalisis dinamika proses sederhana. John Wiley and Sons. 1984.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 84 Pengendalian Proses 1. d. 4. New York. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. b. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. 5. Mampu menyusun sistem pengendalian untuk proses sederhana. serta analisis dinamika proses. 1965. derivative. Analisis dinamika proses. Berbagai jenis sistem pengendali (proportional. Stephanopoulus. Diagram blok sistem pengendalian. Prentice Hall.). c. b. G. derivative. 11. 7.

b.. Analisis dilakukan sampai penyusunan persamaan matematika saja.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 85 Pemodelan Matematis 1. untuk sistem homogen. 6. Tugas berupa kasus-kasus yang lebih kompleks. “Mathematical Methods in Chemical Engineering”. New York. baik dengan atau tanpa reaksi kimia. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3203 (2) 2. Pemodelan matematis tangki berpengaduk yang bekerja secara batch untuk sistem homogen maupun heterogen. Mampu menyusun model matematika berupa persamaan diferensial ordiner untuk peristiwa-peristiwa yang bersifat ”position-dependent” untuk sistem homogen. Kemampuan melakukan penyederhanaan (asumsiasumsi). C. G. 1957. 13. Prasyarat: Pernah menempuh Pemrograman Komputer.S. 11.E..G. A. Mampu menyusun model matematis berupa persamaan diferensial parsial untuk sistem homogen maupun heterogen. f. Inc. Hidden curriculum: Integrasi konsep-konsep fundamental yang dipelajari pada berbagai mata kuliah. Pemodelan matematis peristiwa perpindahan / reaksi kimia multi dimensi pada keadaan steady-state maupun unsteady-state. Open ended solution. Pustaka: a. Academic Press. Sherwood. Mc Graw Hill Book... Rice.. W. D. 5. 7. Yogyakarta. 1994. New York. 4.. and Jeffreys. “Applied Mathematics in Chemical Engineering”. John Wiley and Sons. b. Mampu menyusun model matematis berupa persamaan diferensial ordiner untuk peristiwa yang bersifat ”time.D. d. Mickley.B. Topik: a. 10. 6/15/2006 . maupun non-isotermis. and Do. 12. 8. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 1. c.dependent”. 1997. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. d. Co. komunikasi langsung. isotermis. R. isotermis maupun non-isotermis. H.. Jenson. e. c. 3. Sediawan. Kasus-kasus yang dibahas diusahakan sangat bervariasi dan mencakup banyak bidang. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan menyusun elemen volum maupun elemen waktu dan mengaplikasikan chemical engineering tools untuk elemen tersebut. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis berupa kasus-kasus sederhana namun komprehensif. 3. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada kemampuan analisis berbasis konsep-konsep fundamental dan pengembangan imajinasi.G.. d. misal pada reaktor tabung ataupun reaktor batch. Penyelesaian persamaan matematis yang terbentuk bukan merupakan sasaran pembelajaran. Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 2. Pemodelan matematis peristiwa perpindahan/reaksi kimia satu dimensi pada keadaan steady-state.1977. 9. Penyusunan persamaan diferensial ordiner simultan berbasis neraca massa dan neraca energi. T. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu memformulasikan persamaan-persamaan matematis untuk memodelkan peristiwaperistiwa teknik kimia berbasis konsep-konsep fundamental teknik kimia. Pemahaman konsep-konsep matematika dan interpretasi fisiknya. Membiasakan diri dengan open ended problem. “Applied Mathematics and Modeling for Chemical Engineers”.. Mampu menyusun persamaan model matematis berupa persamaan diferensial ordiner untuk peristiwa-peristiwa yang bersifat ”time-dependent” maupun ”position-dependent” untuk sistem heterogen. c. V.V. Pemodelan matematis sistem “bed”. Umpan balik (feedback): Questionnaire. “Pemodelan Matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia”. b. dan Prasetya. Pengenalan hal-hal bernuansa probabilistik dan pendekatan matematisnya. 8. London. Andi Offset.S. 6. and Reed.

McCabe. Berbagai alat industri kimia untuk keperluan khusus. e. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3205 (3) 2. G. Size enlargement. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Sket dan prinsip kerja peralatan. d.. Size reduction. “Principles of Unit Operations”. 4. Perhitungan untuk menentukan spesifikasi utama peralatan.L. Evaporator. 2 ed. 1953. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 9. 3.H.L. D. 4 ed. Perry. Boleh diambil bersama-sama Perpindahan Panas. Kemampuan memilih peralatan yang cocok untuk keperluan dan sifat bahan tertentu. 1979.. Screening. 6. c. Tugas-tugas.. Mampu membuat sket prinsip dan cara kerja ringkas peralatan industri kimia. Filtrasi dan berbagai alat untuk pemisahan mekanis. Smith. Pustaka: a. Sifat pengajaran: Berfokus pada prinsip peralatan dengan memperhatikan aspek project engineering. 6/15/2006 . 10... 7 ed.. 11. A. berbasis pemahaman kelebihan dan kekurangan berbagai jenis alat. 3. Prasyarat: Pernah menempuh Transportasi Bahan dan Sedimentasi.. and Harriot. 5. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. b. 12. Mampu melakukan hitungan untuk menentukan spesifikasi alat yang akan dirancang oleh manufacturer. b. John Wiley & Sons. Foust. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip-prinsip peralatan industri kimia terutama yang perancangan detailnya dilakukan manufacturer.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 86 Alat Industri Kimia 1. Brown. 6. c. R. P. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. New York. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis berupa pembuatan sket prinsip peralatan dan cara kerja serta hitungan spesifikasi utama alat. terutama yang perancangan detailnya dilakukan oleh manufacturer. and Green. J. serta kelebihan dan kekurangannya untuk basis pemilihan peralatan yang cocok untuk keperluan tertentu. 6 ed. 2001.S. f. Hidden curriculum: Pengembangan kemampuan project engineering... d. New York. 1997.G. 8. New York. c. Mc GrawHill Book Co. “Unit Operations of Chemical Engineering”. New York. Mc GrawHill Book Co.W. Mampu memilih jenis peralatan industri kimia yang cocok untuk menjalankan suatu proses untuk bahan tertentu. Topik: a. John Wiley & Sons. 5. W. 4. 7. ”Unit Operations”.

Jurusan Teknik Kimia . Holman. b. Mengolah data. Membuat usul penelitian. Menyusun landasan teori dari bekal keterangan penunjang. e.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 87 Pengantar Penelitian 1. teknik penyusunan tulisan dan presentasi ilmiah 7. f. F. Mencari keterangan penunjang dari pustaka dan sumber lainnya. J. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a.. 4. pengumpulan keterangan penunjang dari pustaka. pembuatan makalah ilmiah dan tata cara penulisan. Rhodes. c. g. Yogyakarta.and Gajda Jr. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Perancangan penelitian yang efisien dan sistematis. Mengetahui tata cara penulisan. UGM.. 1984. h.J. Melaksanakan penelitian. 12. Membuat laporan penelitian dan makalah ilmiah. “Pokok-pokok Metodologi Penelitian”. penyusunan landasan teori. 6/15/2006 . Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. McGraw Hill Book Company. Topik: Pencarian masalah penelitian. 3. 3. “Technical Report Writing “. 5. 2. Fakultas Teknik.. pembuatan laporan penelitian.New York. pengolahan data. 8. 1989. 1941. Mencari secara sistematis masalah penelitian. Inc. pelaksanaan penelitian. Agra. Inc. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3206 (1) 2.New York. Prasyarat: Telah menempuh 50 SKS (nilai minimum D). McGraw Hill Book Company.P. Pustaka: a. “ Experimental Methods for Engineers”.. c. 3 ed.. W. d.. I.B. b. 6.H.

4. dan Alat Industri Kimia. Pernah menempuh atau boleh diambil bersamasama Alat Industri Kimia. 15. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan fenomenafenomena fisis dan mampu menjalankan percobaan untuk menghasilkan informasi-informasi yang bersifat fundamental.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 88 Praktikum Operasi Teknik Kimia 1. analisis data hasil pengamatan dan perhitungan yang mendukung kuliah-kuliah Operasi Teknik Kimia. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3207 (2) 2. Pernah menempuh atau boleh diambil bersamasama Operasi Perpindahan Massa dan Panas. 4. 5. 5. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Operasi Perpindahan Massa dan Panas. 8. Pustaka: Sama dengan buku acuan pada matakuliah Transportasi Bahan dan Sedimentasi. 6/15/2006 . Pernah menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. 1. cara-cara pengukuran variabel operasi. 12. 6. 3. Prasyarat: Pernah menempuh Praktikum Proses. 6. Operasi Pemisahan Bertingkat. Topik: Pengenalan tata laksana percobaan.

Prasyarat: Telah menempuh minimum 90 SKS (minimum D).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 89 Kuliah Kerja Nyata 1. 13. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk kepentingan masyarakat. 3. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 3208 (3) 2. 12. 14. 5. 10. Topik: Berbagai aspek terhadap kehidupan bermasyarakat. 6/15/2006 . Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. 15.

7. komunikasi langsung. 1955.F.C.. 11. Tokyo. W.E. Pekerjaan rumah bisa dipakai sebagai border line. Pernah menempuh Perancangan Alat Proses (boleh diambil bersama). D. g. Mc Graw Hill Kogakusha Ltd. 8. 12.D.. Peter. d.. 9. 4. d. New York. Tugas-tugas Computer Aided Design. Mampu merangkai alat untuk melaksanakan suatu proses tertentu. 5. 9. “Chemical Engineering Plant Design”. Mc Graw Hill Book Co. 1979.. Pustaka: a. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Topik: a.. K. Hidden curriculum: Pengembangan engineering judgement. Vilbrandt F. 3. Pemilihan alat untuk suatu proses. McGraw-Hill Book Company. Mampu melakukan evaluasi ekonomi untuk menentukan kelayakan suatu investasi pendirian pabrik kimia. New York. f. Mampu memilih alat yang cocok untuk suatu keperluan. 15. Integrasi berbagai bidang ilmu untuk penyelesaian masalah.W. Pengembangan engineering judgement. 3. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. Pengembangan kemauan dan kemampuan untuk bekerja dengan keterbatasan informasi. C. John Wiley and Sons. b. R. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemilihan dan perangkaian alat-alat. nilai minimum D. Sifat pengajaran: Membiasakan diri dengan penyelesaian open ended problems. Aries.. Pernah mengambil Teknik Reaksi Kimia 2 (boleh diambil bersama).C. New York.S. 8. f. New York. dan Newton. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 7 ed. e. Resnick. 2 ed. J.S.. 1958.. Pernah mengambil Pengendalian Proses (boleh diambil bersama). 7. dan Timmerhaus. 1997. b. Coulson. R. 13. M.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 90 Perancangan Pabrik Kimia 1. Kemampuan merancang suatu sistem pemrosesan yang feasible. e. 2. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4100 (4) 2.. 10. and Green. “Plant Design and Economics for Chemical Engineers. Process Engineering Flow Diagram. 6. 6/15/2006 . Pernah menempuh Analisis dan Optimasi Proses (boleh diambil bersama). “Chemical Engineering Cost Estimation”. 6. Flow-sheeting. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika 2. Computer Aided Design. Kemampuan melakukan evaluasi ekonomi. McGraw-Hill Book Company. Mampu menyusun Process Engineering Flow Diagram. dan Watson. and Richardson. c. Mc GrawHill Book Co. Oxford. New York. and Dryden. 12. Rudd. D. Pergamon Press. “Strategy of Process Engineering”. Interpretasi data untuk keperluan perancangan. c. “Chemical Engineering Vol 6”. 1981. 4. c. J. g.. 4 ed. d. 10. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. C. Pernah menempuh Ekonomi Teknik. 5. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. Membiasakan diri untuk bekerja dengan informasi yang terbatas. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 2003.D.M. Mampu memanfaatkan data untuk keperluan perancangan. c. “Process Analysis and Design for Chemical Engineers”.F. b. 4 ed. Perry.H. Optimasi. b. 11. 1968. Evaluasi ekonomi.. R. e.

John Wiley & Sons.. 8. 5. Mampu meramalkan pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor (misalnya pengaruh suhu. 3. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. kinetika kimia. New York. S. Sifat pengajaran: a. Fogler. f. Tokyo. 6. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung. f. Hemisphere Publishing Coporation. b. Interpretasi data yang dikaitkan dengan persamaan kecepatan dan besaran-besaran perancangan terkait. “An Introduction to Chemical Engineering Kinetics & Reactor Design”. 1959. 6. Penyelesaian secara grafis disamping analitis perlu diperkenalkan. e. meramalkan pengaruh kondisi operasi dan pemilihan tipe reaktor yang sesuai. 3 ed. g. irreversible reactions. fluida-padat (katalis dan reaktan). d. catalytic phenomena. A. beberapa sistem untuk memahami perilaku masing-masing sistem atau pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor. c. 1999. analitis maupun numerik) b.M. kecepatan overall. 3rd ed. McGraw-Hill International Book Company. Hidden curriculum: Diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir deduktif. New Jersey.. 10. “Multiphase Chemical Reactors”. H. Walas. 1981. Hill. 7. 1999. 4. Inc. dan questionnaire. C. b. and Silveston. Mampu mengevaluasi reaktor sistem fluida-fluida. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menentukan mekanisme reaksi. kinetika kimia dan kecepatan overall atau yang mengendalikan. kecepatan aliran). Mekanisme reaksi.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 12. Hubungan transport phenomena. 11. c. gasliquid-solid system dengan berbagai model pendekatan. O. selectivity. Mampu menghitung volum reaktor/ukuran reaktor yang diperlukan untuk mendapatkan konversi tertentu. e. 1977. c. 9. Mampu mengevaluasi selectivity dan yield reaksi-reaksi kompleks. J. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4101 (3) 2.M. yield. 6/15/2006 . Konsep effectiveness factor. Prasyarat : Pernah menempuh Teknik Reaksi Kimia 1. Prentice Hall International.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 91 Teknik Reaksi Kimia 2 1.Topik: a. McGraw-Hill Book Company. Multiple reactions..G. Washington. pendekatan homogen semu dan heterogen. “Reaction Kinetics for Chemical Engineers”. Konsep dasar perancangan reaktor ideal. New York. “Chemical Engineering Kinetics”. Recycle reactor. Review stoikiometri. sehingga mampu mengaplikasikan konsep-konsep teknik untuk keperluan khusus. John Wiley & Sons. reversible reactions. meningkatkan selektivitas atau mengurangi pengaruh suhu. Mampu menginterpretasikan data kinetika dengan beberapa metode (grafis. d. Gianetto.. penentuan persamaan kecepatan overall atau yang mengendalikan yang dikaitkan dengan transport phenomena dan interpretasi data percobaan. Levenspiel. Penekanan pada pemahamam konsep dengan memberikan contoh-contoh sederhana. 8. Simulasi melalui model matematis sederhana. e. Tokyo. “Elements of Chemical Reaction Engineering”. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. 3. 1. 5. S. c. Pustaka: a. 1986. biochemical systems dan menggunakan prinsip-prinsip teknik kimia atau teknik secara umum dan kecepatan overall untuk menentukan ukuran reaktor ideal yang diperlukan. dan memahami hubungan antara kinetika kimia dan transport phenomena. 4.. Smith. P. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. L. “Chemical Reaction Engineering”. Jr. b. Pengaruh suhu dan energi pada reaktor kimia. b. d.

4. 11. A. J-C. 57. 10. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Untuk mencapai kualitas tertentu berbasis pengetahuan mikroskopis. W. Prentice Hall Inc. Eng.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 92 Teknik Produk 1. 3. New York. Interscience Publisher.J. b. Sifat-sifat molekuler dan pengaruhnya terhadap sifat makroskopis. Topik: a. 6. 8. Prasyarat: Pernah mengambil Proses Industri Kimia 2. Pengaruh proses terhadap sifat-sifat makroskopis produk. Pustaka: a. Sci. Sistem campuran heterogen stabil (emulsi. 2. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 7. 1945. 2002. c. c.. 7. “Industrial Oil and Fat Products”. dll. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami pentingnya kualitas produk dan usaha-usaha pencapaiannya berbasis pengetahuan teknik kimia. New York.E. Chem. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Moore. 15. Bailey. Sifat pengajaran: Komprehensif dan merangkum berbagai teori untuk diaplikasikan pada perancangan produk. 9. 13. 5. Mengetahui cara-cara memperoleh produk kimia dengan kualitas seperti yang diinginkan. “Physical Chemistry”. 6/15/2006 . 3. 4. Charpentier. 1. 5. b. b. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4102 (2) 2. 4667-4690. 8. Mengetahui hubungan kualitas bahan (sifat-sifat makroskopis) dengan sifat-sifat mikroskopisnya.. 12. Hidden curriculum: Pengembangan kesadaran pentingnya kualitas. 6.) dan sifat-sifat makroskopisnya. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. “The Triplet “Molecular ProcessesProduct-Process” Engineering: The Future of Chemical Engineering”. 1972.

Rudd.. Penentuan variabel perancangan untuk optimasi sistem.F. c.V. D.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 93 Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia 1. b. Metode analisis hubungan antar variabel.. R. 6. 3. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas kuantitatif. Prasyarat: Pernah mengambil Operasi Perpindahan Massa dan Panas. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. New York. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penentuan derajad kebebasan suatu sistem dan penentuan variabel perancangan. Mampu memecah sistem yang kompleks menjadi sejumlah sub-sistem dan menyusun diagram hubungan antar variabelnya.. 1968. 6. D. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. 7. 1986. New York. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu menganalisis suatu sistem teknik kimia dan merumuskan metoda optimasinya. d. “Engineering Optimization Methods and Applications”.F. 10. Van Nostrand Reinhold Company. 7. “Strategy of Process Engineering”. 12. New York. b.. Studi kasus optimasi suatu sistem teknik kimia. 6/15/2006 . “Optimization for Enginering Systems”. C. 5. Reklaitis. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4103 (2) 2. John Wiley & Sons.. 1988. Mampu menyusun diagram hubungan antar variabel yang mengontrol suatu sistem teknik kimia. 2. Inc. Topik: a. f. c. c. Pike. 11. and Ragsdell. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Ravindran A. McGraw-Hill Book Company. Inc. 3. and Himmelblau. 8. 5. Berbagai cara optimasi untuk satu dan sejumlah variabel. John Wiley & Sons. and Watson. Hidden curriculum: Pengenalan sistem-sistem yang ada di industri kimia dan pengembangan engineering judgement. G. Edgar. dan variabel perancangan. Pustaka: a.M.. “Optimization of Chemical Process”.C. Objective function dan variabel-variabelnya. 15. Boleh diambil bersama-sama Perancangan Pabrik Kimia..M. 1983. e. b. Mampu merumuskan hubungan antar objective function dan variabel-variabelnya untuk basis optimasi sistem. Derajad kebebasan.W. T. d. K. Sifat pengajaran: Menganalisis sistem-sistem teknik kimia yang riil berbasis konsep-konsep fundamental teknik kimia. 9. New York.

Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial dan kapita selekta ( tema-tema kapita selekta ). Yadnya. Kerangka Dasar Ajaran Islam. dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 11. Agama Katolik: Sarjana Katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan Gereja. Pustaka: Mengikuti universitas. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi untuk kepentingan manusia dan nasional. Pikiran mencari kebenaran. Agama Hindu: Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Agama. bersikap rasional dan dinamis. e. 9. Tanggung jawab orang Katolik di dalam membangun dunia. 9. Akhlaq. Pendidikan Agama di Perguruan tinggi bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Dharma. Syariah Ibadah dan Mu’amalah.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 94 Pendidikan Agama 1. 6/15/2006 . Sosiologi agama Hindu. b. Metode studi Agama di Perguruan Tinggi Umum. Manusia beriman mau mengikuti Yesus dan percaya kepada Nya. dan Hari . 10. berbudi pekerti luhur. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Motivasi. Iman Kristen. berfikir filosofis. Sumber Ajaran Budha. Topik: Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 263/DIKTI/Kep/2000. Agama Budha. Sistem penilaian (assessment system): Mengikuti universitas. agama Kristen. Sila. Pokok-pokok Srada dalam agama Hindu. 7. Hakikat Yesus Kristus dan PerananNya di dalam kehidupan beriman. Sejarah Agama Hindu. Umpan balik (feedback): Mengikuti universitas. Agama (Kristen) Protestan: Manusia. Aqidah. Sila dan Etika Hindu. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 263/DIKTI/Kep/2000. a. dan kerasulan awam sebagai tugas umat beriman ditengahtengah dunia. 11. Buddhis dan Ilmu Pengetahuan dan Studi Kasus. Hidden curriculum: Mengikuti universitas. 5.hari Suci Agama Hindu. Meditasi. Ilmu Pengetahuan dalam Islam dan Disiplin Ilmu dalam Islam. Agama Islam: Manusia dan Agama. Sifat pengajaran: Mengikuti universitas. Prasyarat: Telah menyelesaikan 50 SKS (nilai minimum D) 3. 14. Weda sebagai Kitab Suci sekaligus sebagai Sumber Hukum Hindu. Sad Darsana. Catur Purusartha dan Catur Asrama. Pandita dan Pinandita. Kerangka dasar Ajaran Budha. 6. Sumber Ajaran Islam. Gereja. Keluarga Katolik. Tempat Suci. c. Agama Katolik mengakui otonomi ilmuilmu bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. 10. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. berpandangan luas. Agama Islam. Dasardasar dan langkah-langkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Kode kuliah dan jumlah SKS: FI XXX (2) 2. 8. Alam Semesta. 4. Manusia dan Pembangunan. d. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengikuti universitas. Hubungan dasar yang dimiliki oleh manusia (uraian filosofis). Taqwa. Catur Marga Yoga. Agama Budha: Manusia dan Agama.

J. Perancangan kasar jumlah plat menara distilasi. Richardson. “Equipment Design”. Topik: a. ”Chemical Engineering Design“ . 11. 5. Sifat pengajaran: Pemahaman konsep perancangan alat dan hitungan detail. Rase. demikian pula ukuran-ukuran standard. 5. Pernah menempuh Perpindahan Panas. J. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami metoda perancangan alat dari aspek stabilitas aliran dan perancangan mekanis. 1957. serta perancangan detail peralatanperalatan. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. external. 3. H. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Mampu merancang secara detail alat penukar panas atau alat lain.K.H. Oxford.. 6/15/2006 .H. 6. Penentuan kondisi operasi menara distilasi. 8. Mampu merancang secara detail menara distilasi dari aspek stabilitas aliran.. Coulson. serta perancangan mekanisnya. dan hydrostatic pressure). Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4105 (3) 2. Pernah menempuh Alat Industri Kimia. M. 2. tugas-tugas.. c. 6. 1959. 15. Perancangan bejana tekan (internal. Brownell.H.E. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Perancangan alat penukar panas atau alat lain yang mendekati optimum. Calcutta. 7. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis..vol(6) . Wiley Eastern Limited. Pemilihan kondisi operasi dan bentuk alat penyimpan fluida.F. d. 9. 1983.. 3. dan hydrostatic pressure). “Project Engineering of Process Plants”. R. b. c. 9. Hidden curriculum: Pengembangan engineering judgement. agar diperoleh keadaan yang mendekati optimum. disertai pertimbangan ukuran-ukuran standard. John Wiley & Sons. and Young. 10. f. external. Pustaka: a. c.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 95 Perancangan Alat Proses 1. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Aspek stabilitas aliran dan perancangan mekanis perlu ditekankan. b. E. New York. L. Prasyarat: Pernah menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. 12. and Barrow. dan PR.. 4.. (SI unit). 7. Mampu merancang bejana tekan (internal.F. b. Perancangan detail menara distilasi (aliran bahan dan perancangan mekanis). sampai mendapatkan perancangan detail alat. Sinnott. e. Pergamon Press.

Topik: Melakukan penelitian di laboratorium-laboratorium penelitian Jurusan Teknik Kimia. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4107 (2) 2. menyelesaikan problem-problem proses teknik kimia. c. b. Prasyarat: Pernah menempuh Pengantar Penelitian. 3. 6/15/2006 . Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 3. meningkatkan ketrampilan untuk melakukan pekerjaan di laboratorium. melakukan evaluasi /interpretasi data percobaan 4. 15. Pernah menempuh Praktikum OTK. Pernah menempuh Analisis dgn Instrumen dalam TK. 2. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 96 Penelitian 1. 8. 5.

10. Mengembangkan engineering judgement. 6/15/2006 . 8. 11. Boleh diambil bersama Analisis dan Optimasi Sistem TK. Mengintegrasikan ilmu-ilmu yang telah dipelajari. 13. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Perhitungan kasar alat-alat lain sebagai basis evaluasi ekonomi. 14. Merangkai alat untuk melaksanakan proses tertentu. Hidden curriculum: Mengembangkan sikap mental teknik. 9. Sistem penilaian (assessment system): Penilaian berbasis hasil perancangan dan proses perancangannya. 1.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 97 Tugas Perancangan Pabrik Kimia 1. b. Ekonomi Teknik (nilai minimum D) Boleh diambil bersama Perancangan Alat Proses. 12. 6. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu yang didapat untuk merancang pabrik kimia sampai evaluasi kelayakannya. Pernah menempuh Pengendalian Proses. 5. 4. Mempertimbangkan standar industri pada perancangan alat. Topik: Tugas membuat pra-rancangan sederhana suatu pabrik kimia. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika TK 2. 7. Batasan waktu mempengaruhi nilai. namun sebagai jembatan untuk memantapkan kemampuan engineering. c. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4200 (3) 2. e. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. c. Melakukan optimasi sistem. Tugas Perancangan bukan merupakan tujuan utama. 15 7. 8. Memahami proses iterasi pada perancangan. Melakukan hitungan detail. Satu tugas dapat dikerjakan bersama oleh tim yang terdiri atas dua mahasiswa. b. Perancangan detail untuk satu atau dua alat. 3. 6. 2. Diskusi dengan pembimbing sangat penting. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 5. 10. d. 4. f. Boleh diambil bersama Teknik Reaksi Kimia 2. Sifat pengajaran: Mandiri dan terbimbing. 9.

Mahasiswa meningkat kemampuannya dalam berkomunikasi c. Mampu menyampaikan konsep-konsep teknik dengan jelas. 5. Topik: Pendadaran hasil tugas pra-rancangan pabrik kimia dan pengujian kemampuan komprehensif. Mahasiswa mampu menyampaikan ide-ide yang terkait dengan hasil rancangan pabrik kimia. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4201 (1) 2. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 3. 7. Tim Penguji terdiri atas tiga orang. 13. 9. 5.1. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 2. 3. Evaluasi kemampuan dasar teknik kimia. Memberi informasi yang sesuai. 5. 1. 4. 5. Mengetahui hak dan kewajiban sesuai jalur profesinya. 1.1. Prasyarat: Tidak ada. 13. yaitu dosen pembimbing Tugas Perancangan Pabrik Kimia dan dua orang dosen yang lain. 3. 14. 11. 15 6. 5. Menganalisis problem-problem riil di industri yang ditugaskan secara khusus. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. 3. b. 13. 6. 12. Evaluasi kemampuan perancangan berbasis pemikiranpemikiran teknik. 10. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep fundamental teknik kimia. b. 4. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Sistem penilaian (assessment system): Ujian lisan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 98 Pendadaran 1. Topik: Ujian tertulis tentang ilmu teknik kimia. Topik: Latihan kerja di dalam suatu pabrik selama 2 bulan termasuk penyelesaian tugas dan mempertanggung jawabkan laporan. 7. Tujuan Instruksional: a. 3. Prasyarat: Sudah menyelesaikan Tugas PPK. b. 3. Prasyarat: Telah menempuh minimum 120 SKS (minimum D). 8. Prasyarat: Telah menempuh minimum 120 SKS (minimum D). 1. Beradaptasi dengan lingkungan industri. 5. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4203 (2) 2. 11. b. 1. 15. Evaluasi kemampuan engineering judgement. 4. 3. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4202 (0) 2. Etika Teknik Kerja Praktek Ujian Komprehensif 6/15/2006 . 14. 6. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4204 (1) 2. 12.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 99 6/15/2006 .

4. Topik: Seminar hasil penelitian. 5. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. Mahasiswa meningkat kemampuannya dalam berkomunikasi. 8.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)100 Seminar 1.1. 6/15/2006 . 15. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4205 (1) 2. Mahasiswa mampu menyampaikan ide-ide yang terkait dengan penelitian dan hasilnya. 3. b. Prasyarat: Sudah selesai penelitian. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 12.

d. Hidden curriculum: Pengembangan pola pikir untuk menganalisis proses pengolahan SDA.. Proses pengolahan petrokimia. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. c.A. Prasyarat: Pernah menempuh PIK 1. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). the Macmillan Company. 6. New York. 8. Mampu meramalkan proses yang sesuai untuk mengolah senyawa anorganik. 3. 4. b. Proses pengolahan industri logam. Sifat pengajaran: Pemahaman tentang proses dan reaksi kimia yang terjadi dalam pengolahan SDA anorganik (bukan hanya hafalan diagram alir prosesnya saja). c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 11... 7. 10. dll). 9. Proses pengolahan industri galian non logam (silikat. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Austin. 1984. McGraw-Hill Book Company. Pustaka: a. 6/15/2006 . 2. 1957.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)101 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA Sumber Daya Alam Anorganik 1. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. JJ. Mampu menganalisis proses pengolahan senyawa anorganik. Marcel Dekker. Topik: a. 8. of New York. George T. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. 4. “Inorganic Process Industries”. 5 ed. tugas. Kobe. 5. 5. 9. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan prinsip proses kimia pada pengolahan SDA anorganik. dan pekerjaan rumah. K. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3111 (2) 2. “Shreve’s Chemical Process Industries”. Inc. McKetta. 7. 15. 3.. kapur. Review sumber daya alam anorganik Indonesia. 12. b. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Evaluasi pengolahan bahan baku SDA anorganik. b.

1984. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Proses dan mekanisme reaksi kimia organik untuk meramalkan hasil. Fuels. 4. 6/15/2006 . b. Proses-proses kimia yang dipelajari adalah proses-proses lanjutan dari yang diajarkan di PIK 2. e. 6. McKetta. f. 5. 1998.L. 12. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. Academic Press. McGraw-Hill Book Company. 8. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3112 (2) 2. Pustaka: a. 15. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Inc. London. tugas. 9.. 3. Hidden curriculum: Pengembangan pola pemikiran untuk melihat potensi dan prospek SDA organik yang bisa ditingkatkan nilai tambahnya. D. Mampu meramalkan hasil yang diharapkan dari suatu proses kimia organik. Marcel Dekker.. Proses hidrolisis. Proses esterifikasi. b. Austin. 5. dan pekerjaan rumah. Topik: a. JJ. “Biomass for Renewable Energy. b. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)102 Sumber Daya Alam Organik 1. Prasyarat: Pernah menempuh PIK 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menentukan kondisi proses. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses (bukan sekedar hafalan) disesuaikan dengan kondisi riil yang ada di industri di Indonesia. c.. Mampu menganalisis proses reaksi kimia organik. 5 ed. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 7. “Shreve’s Chemical Process Industries”. Proses bio. 3. 2. of New York. Review sumber daya alam organik Indonesia.. d. c. Proses polimerisasi. George T. and Chemicals”. 4. 11. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 7. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami proses-proses kimia organik untuk pengolahan SDA berbasis bahan organik. c. 9. 10. Proses alkoholisis. 8. Klass.

K. dan pekerjaan rumah. 1957. Topik: a. Kobe. “Inorganic Process Industries”. b. 11. b. b. bahan galian logam. tugas. 2. McKetta. dll. “Shreve’s Chemical Process Industries”. Prasyarat: Pernah menempuh SDA Organik dan SDA Anorganik. Hidden curriculum: Pengembangan pola pemikiran untuk mengetahui potensi SDA Indonesia. pati-patian. 8. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. udara. 4. 15. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 7. 7.. Pohon industri yang berbasis bahan anorganik: petrokimia dan batu bara. air laut. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3213 (2) 2. 1984. bahan galian non-logam. Pohon industri yang berbasis bahan organik: kelapa sawit. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep dasar proses kimia untuk mengolah SDA. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 9. Austin.A. of New York. New York. 6. 5.. the Macmillan Company. 10. 9. 6/15/2006 .Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)103 Industri Berbasis SDA Indonesia 1. Memahami proses produksi berbagai bahan kimia dengan berbagai bahan baku berbasis SDA. George T.. c. McGraw-Hill Book Company. 4. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. Pustaka: a. JJ. 12. karet. dll. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu menerapkan proses kimia dalam pengolahan SDA Indonesia. 8. Sifat pengajaran: Pemahaman proses pengolahan berbagai SDA yang ada di Indonesia. Inc. 5 ed. 3. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 5.. Marcel Dekker. Mampu memilih proses kimia yang sesuai untuk pengolahan SDA tertentu. tebu. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D).

6/15/2006 . 9. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pengolahan SDA Indonesia menjadi suatu produk yang mempunyai nilai tambah. 3. 8. George T. tugas. b. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 11. b. Industri berbasis SDA Indonesia. Austin... Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. SDA Anorganik. Kobe. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Wawasan pengolahan SDA untuk mengembangkan industri kimia. Mampu meramalkan alternatif proses. 12. “Shreve’s Chemical Process Industries”. Prasyarat: Pernah menempuh SDA Organik. Industri yang berbasis bahan anorganik. 7. 4.. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir kewirausahaan untuk mengolah SDA di Indonesia. b.. 5. 8. K. Inc. 4. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. c. Mampu menganalisis proses pengolahan SDA menjadi produk. Topik: a. c. Industri yang berbasis bahan organik. “Inorganic Process Industries”.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)104 Kapita Selekta Industri Kimia 1. Pustaka: a. 7. 3. JJ. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4114 (2) 2.A. 1984. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. 5. Mampu meramalkan alternatif bahan baku. the Macmillan Company. Marcel Dekker. New York. McKetta. dan pekerjaan rumah. 2. Sifat pengajaran: Kuliah tamu dari pelaku industri berbasis SDA dan studi kasus di industri kimia. 9. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 6. 15. 5 ed. of New York. 1957. McGraw-Hill Book Company. 10. Ekonomi Teknik.

“Designing Safer Chemicals”. 1996. b. 9. 2002. 1998. Mampu mengidentifikasi sebab-akibat pencemaran oleh industri kimia. Life cycle assessment. R. Isu lingkungan dalam industri kimia. Evaluasi resiko lingkungan suatu industri kimia. ”Green Engineering: Environmentally Conscious Design of Chemical Processes”. American Chemical Society. Curran. 6/15/2006 . Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3121 (2) 2. Washington. Pustaka: a. S. “Green Chemistry: Theory and Practice”. Topik: a.C. D. Upper Saddle River. c. penggunaan material ramah lingkungan serta integrasi proses. 9. 15.C. 5. McGrawHill Book Company. 11.L.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)105 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNIK KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN Produksi Bersih 1. Memahami regulasi dan perundangan yang berkaitan dengan isu lingkungan. tugas. NewYork. g. 10. P. f.T. Mampu menganalisis dan mengevaluasi sumber pencemaran dan strategi pencegahannya. Pemahaman tentang resiko lingkungan. 3. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. and Garret. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Allen. J. Pelepasan dan paparan bahan kimia ke lingkungan. NJ. 12. 10. Pentingnya mencegah tejadinya pencemaran dibandingkan dengan mengolah limbah setelah terjadi pencemaran. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. b. dan questionnaire tambahan. Strategi minimasi limbah dan pencegahan pencemaran. d. D. 6. dan pekerjaan rumah. New York.A. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). b. M. Hidden curriculum: Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya alam dalam industri dengan memperhatikan aspek kelestarian alam atau pemanfaatan yang berkelanjutan (eco-efficiency). dan mengevaluasi suatu proses kimia dalam rangka untuk mereduksi atau mencegah pencemaran. c. b.. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari.R. Integrasi proses. Oxford University Pers Inc. 3. DeVito. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mempunyai kesadaran tentang pentingnya pencegahan pencemaran oleh proses kimia dan mampu mengembangkan strategi efektif dalam menganalisis. 4. and Warner. “Environmental Life-Cycle Assessment”. Anastas. 1996.. 8. komunikasi langsung. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Prentice Hall PTR. d. 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. e.. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses kimia serta potensi bahayanya terhadap lingkungan serta pentingnya strategi pencegahan dengan cara daur ulang.T and Shonnard. Green chemistry.. c.

10. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. and Louvar. 10. Prentice-Hall. c. 12. c. f. University of Queensland. D. J.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)106 Teknik Keselamatan Proses dan Dasar-Dasar Analisis Resiko 1. b. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hazard yang ada di dalam suatu sistem pabrik kimia. Source and Dispersion Models. b.. 11.. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses kimia serta potensi bahayanya serta pentingnya strategi pencegahan dengan cara mereduksi atau mengeleminasi hazard yang ada. Topik: a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Identifikasi Hazard. Englewood Cliffs. Australia. i. tugas. “Safety Engineering”. b.. 1990. Flamability. 7. dan questionnaire tambahan. h. Crowl. b. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . Hidden curriculum: Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menempatkan aspek keselamatan sebagai faktor utama dalam pabrik kimia. Toksikologi. Cameron. I. dan pekerjaan rumah. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mempunyai kesadaran tentang pentingnya keselamatan proses dan mampu mengembangkan strategi efektif dalam menganalisis serta mengevaluasi suatu proses kimia dalam rangka untuk mereduksi hazard. 3. “Chemical Process Safety: Fundamentals with Applications”. 15. Pentingnya mengurangi atau mengeliminasi hazard dibandingkan dengan mengendalikan hazard dalam rangka mengurangi resiko pada sistem proses kimia.T. Fire and Explosion. Department of Chemical Engineering. 4. 9. NJ. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3122 (2) 2. Konsep Hazard dan Risk. 8. 6.A. g. Reactivity. e. 6/15/2006 . komunikasi langsung. 5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Relief Design.F. Pustaka: a. Memahami tentang sumber-sumber kecelakaan dalam industri kimia. d. Pemahaman tentang konsep hazard dan risk. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 9. 3. Cape Centre. Mampu mengidentifikasi sebab-akibat jenis-jenis kecelakaan dalam industri kimia. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Electrostatics.

Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . Mampu merancang alat pengolahan limbah. New York. Metcalf and Eddy Inc. De Nevers.L. 4 ed. 15. Umpan balik (feedback): Questionnaire. komunikasi langsung.... 9. 7. 8. McGraw Hill. 4. 2000. McGraw Hill. Hidden curriculum: Pentingnya melihat permasalahan lingkungan secara holistik serta membangkitkan kesadaran bahwa pencegahan pencemaran lebih sustainable dibandingkan dengan mengolah limbah setelah terjadi pencemaran. c. dan questionnaire tambahan. tugas. 2004. e. Mampu merancang proses pengolahan limbah. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Tchobanoglous. 6/15/2006 . cair. N. “Air Pollution Control Engineering”. 9. Pengolahan limbah cair secara kimia. Pustaka: a. b. d. memilih alat yang sesuai serta menentukan spesifikasinya. 3... Pengolahan limbah cair secara fisik. dan pekerjaan rumah. h. Pengolahan limbah cair secara biologis. g. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3223 (2) 2. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan mengidentifikasi jenis-jenis limbah serta menganalisis perancangan proses pengolahannya. Pengolahan limbah padat dan landfilling. F. Jenis dan sumber pencemaran air. Stensel. G. Pengendalian pencemaran udara. b. 3. Burton.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)107 Teknik Pengolahan Limbah 1. 6. 10. Topik: a. gas). f. Remediasi tanah terkontaminasi. i. Mampu mengidentifikasi limbah. Jenis-jenis emisi dan dampaknya. “Wastewater Engineering”. 11. H.. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman tentang jenis-jenis limbah serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dalam rangka merancang proses pengolahan yang feasible secara teknis dan ekonomis. 10.D. 5. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Isu lingkungan dalam industri kimia. 12. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu menyusun dan merancang proses pengolahan limbah (padat. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. New York.

Mengenal berbagai sistem sertifikasi keselamatan kerja dan lingkungan. d. Pengantar tentang audit keselamatan dan lingkungan pada industri kimia. d. b. 1995. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Mengenalkan peran sistem manajemen dan kepemimpinan dalam memanage antara kepentingan publik dan kepentingan ekonomi perusahaan. National Association of Safety & Health Professionals (USA). Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4124 (2) 2. b.D. Mengenal dasar-dasar audit keselamatan dan lingkungan menuju sertifikasi keselamatan dan lingkungan. Berbagai sumber bacaan dari internet yang akan selalu di-update. ujian tulis. Graffa. c. 10. c. Pengunaan fundamental teknik kimia dalam audit keselamatan dan lingkungan. 9. 6/15/2006 . Mengenal berbagai sistem manajemen keselamatan dan lingkungan baik yang bersifat nasional maupun internasional. Kerumitan perhitungan sejauh mungkin dihindari. e. 8. J. 10.P. Berbagai sistem manajemen keselamatan dan lingkungan. Lovar and B. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami perlunya tahapan konstruksi. 4. Pengantar: berbagai isu global dalam bidang keselamatan dan lingkungan yang terkait dengan industri kimia. Prentice Hall. Sifat pengajaran: Lebih menekankan untuk pengembangan sistem berfikir holistik. N. Sistem penilaian (assessment system): Tugas pembuatan laporan teknis dan presentasi (kelompok). Pengenalan berbagai isu global. Pustaka: a. 11. Pengenalan berbagai sistem sertifikasi. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Kemampuan menyiapkan laporan teknis yang komunikatif. operasi dan penggunaan produk suatu perusahaan memenuhi persyaratan keselamatan publik dan lingkungan. “Environmental and Health & Safety Management: A Guide to Compliance”. b. Topik: a. 15. komunikasi langsung. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. “Health and Environmental Risk Analysis: Fundamental with Applications”. 12. c. b. Sertifikasi keselamatan dan lingkungan untuk industri (nasional dan internasional). Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a.F. 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mahasiswa juga memahami agar operasi perusahaan tetap menguntungkan dan memungkinkan perusahaan berkembang dengan sehat maka diperlukan manajemen keselamatan dan lingkungan yang terintegrasikan dengan operasi dari perusahaan. c. Louvar.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)108 Manajemen Keselamatan dan Lingkungan 1. 9. Keselamatan dan konservasi lingkungan dalam operasi industri kimia: tinjauan teknis dan ekonomi. 5. Cheremisinoff and M. dan questionnaire tambahan. 1998. 6.L. Hidden curriculum: Kemampuan mencari informasi secara elektronik (via internet).

5. protein. J. emulsi). 1. improved flowability. dan pekerjaan rumah. tekstur. 6. c. sekaligus untuk lebih menghayati teori-teori yang telah diberikan. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). dll) ke dalam data kuantitatif untuk keperluan optimasi proses. 1983. pernah/sedang menempuh Proses Transfer. RT and Boyd. Kimia Organik 1. 4. R. komunikasi langsung. Steffe. 2000.. b.T. food hygienes. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 8. bioactive molecules. 11. Schmidl. dispersi. f. lemak.. tugas.F. terutama dasar-dasar viskoelastisitas. food safety). Sifat pengajaran: Teori-teori fundamental perlu diberikan porsi yang cukup besar. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Topik: a. Functional food (infant/medical foods. 8. 4 ed. 1981. ”Rheological Methods in Food Process Engineering”. Pustaka: a. AVI Publishing Company. 3. Memahami teknik konversi respon sensorik (rasa. 7. 2002. “Fundamentals of Food Process Engineering”. Fisika 2.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)109 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNIK PANGAN DAN BIOPROSES Dasar-dasar Ilmu Pangan 1. 9. d. Connecticut. antioksidan). 10. Kimia Organik 2. dairy based foods. Kimia pangan (karbohidrat. enzyme immunoassay). RN. food poisoning. 6/15/2006 . 2 ed. rasa. Springer Publisher. Freeman Press. e. presentasi. Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip fisika dan kimia untuk meramalkan kualitas produk pangan. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Rheology untuk non-newtonian fluid. 1996. Rheology bahan pangan (viskositas. “Organic Chemistry”. b. 11. Allyn and Bacon. ZE. MK and Labuza. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami konsep-konsep dasar yang diperlukan untuk merancang proses dalam rangka membuat produk pangan dengan kualitas tertentu. viskoelastisitas. 6. 15. edible coatings). teknik dan alat pengukuran). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. modified structure. 4. Teknik kuantifikasi produk pangan (pengukuran tekstur. State of the art dari teknologi-teknologi pengolahan pangan/produk pangan lebih banyak diberikan sebagai reading assignments dan presentasi oleh mahasiswa. d. e. Optimasi kualitas produk pangan (fortified products. Michigan. dietary supplement. “Chemical and Functional Properties of Food Component”. TP. Hidden curriculum: Mengembangkan kemampuan mengaplikasikan konsep-konsep fundamental yang sifatnya umum (fisika dan kimia) pada kasus yang sangat spesifik (dalam hal ini contohnya pada produk pangan). Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Toledo. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3131 (2) 2. karena kebanyakan bahan pangan termasuk dalam kategori viscoelastic materials. CRC Publisher. Fisika pangan (osmosis.. Morrison. b. c. Prasyarat: Pernah mengambil Fisika 1. Inc. dan questionnaire tambahan. Dapat memanfaatkan sifat rheology bahan pangan sebagai variabel dalam mengoptimasi proses. “The Essential of Functional Food”.. Sikorski. stress dan strain. 12. 13. c.

S. komunikasi yang efektif.. New York. “Biochemical Engineering Fundamentals”. D. Marcel Dekker. Sifat pengajaran: Menekankan pada pemahaman dan daya analitis. Prentice Hall International Series. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 1. Topik: a. J. McGraw-Hill Book Company. New Jersey. and Ollis. “Biochemical Engineering”. 1986. b.. H. 7. 6. b. 2 ed. c. 9. Bioreaktor.L. c.. tugas (individu & kelompok).. 1997. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip-prinsip dasar bioproses. Prasyarat: Pernah menempuh Azas Teknik Kimia dan sedang atau sudah menempuh Operasi Perpindahan Massa dan Panas. dan gambaran umum tentang aplikasinya dalam proses dan produksi. Aplikasi diberikan dengan contoh-contoh yang terdapat pada berbagai industri yang berbasis pada bioproses (dianjurkan untuk dilakukan dengan sistem kerja kelompok dan presentasi & diskusi). Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3132 (2) 2. Rehm. dan prinsip kerja & pemilihan jenis bioreaktor. 5. Inc. & Reed.W. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. & Clarck. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir analitis. A. 2 ed. Blanch. D. New York. 10.. 5. and Kargi. & Gaudy. 2002. H. Auckland. 6/15/2006 . 4. Pustaka: a.F. Kinetika reaksi enzimatis.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)110 Dasar-dasar Bioproses 1. dalam submerged culture maupun biofilm. Bailey. dan questionnaire tambahan. “Biotechnology vol 1: Biological Fundamentals”. d. Memahami fungsi mikroorganisme dalam industri. M. 3. 15. G. 11. d. 6. Mampu menentukan skenario proses yang tepat untuk berbagai jenis produk yang berbasis reaksi biologi. kinetika reaksi biologi. (eds). Shuler. 8. misalnya kehidupan mikroorganisme dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitasnya. kerjasama dalam kelompok. ”Bioprocess Engineering – Basic Concepts”. 2. Kinetika pertumbuhan mikroorganisme. e. dan fisiologi mikroorganisme. komunikasi langsung. jenis dan operasinya. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir dan sisipan). “Microbiology for Environmental Scientists and Engineers”. Umpan balik (feedback): Questionnaire. c. cara berpikir yang logis.E. 1981. Memahami klasifikasi.. Gaudy. E. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pertumbuhan mikroorganisme dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Mampu memperkirakan kecepatan pertumbuhan mikroorganisme dan kaitannya dengan kecepatan produksi. Dasar-dasar mikrobiologi. 12. d. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). jenis. F. b. . Aspek kuantitatif diberikan khususnya untuk evaluasi kinetika. morfologi.J. McGraw-Hill Book Company.

1986. 7. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. instrumentasi & sistem kontrolnya. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir dan sisipan).. 2 ed. 2 ed.E. sudah atau sedang menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. 4. b. Auckland. D. (eds). Teknologi fermentasi & perkembangannya. Aplikasi bioproses dalam lingkungan: modeling. D.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)111 Aplikasi Bioproses 1. c. H. d. McGraw-Hill Book Company. Persiapan proses dan pemisahan hasil fermentasi. Memahami mekanisme biologi dan interaksi mikroorganisme dalam penghilangan bahan pencemar.. & Gaudy. 5. Memahami dasar-dasar proses fermentasi. d. d. Mampu melakukan perancangan dasar bioreaktor. G. 15. 3. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir analitis. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Teknik Reaksi Kimia 1. Prasyarat: Pernah menempuh Dasar-dasar Bioproses.. F. dan Teknik Reaksi Kimia 2. H. biodegradasi & bioremediasi. Sifat pengajaran: Menekankan pada pemahaman dan daya analitis. M. e. New Jersey. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 9. “Biochemical Engineering Fundamentals”.. e. 6. 2002.W. Produk-produk baru berbasis bioproses: konsep produksi dan aplikasinya.. komunikasi yang efektif. 12. persiapan bahan & pemisahan/pemurnian hasil. Dasar-dasar perhitungan untuk bioreaktor berbasis kultur murni dan kultur campuran. . b. “Microbiology for Environmental Scientists and Engineers”. 9. & Reed. 2.F. Blanch. 5. Mampu menentukan persiapan bahan baku untuk fermentasi dan pemisahan hasil fermentasi. cara berpikir yang logis. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Dasar-dasar fermentasi. komunikasi langsung. and Ollis. 1997. 6/15/2006 . c.J. Topik: a. A. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3233 (2) 2. ”Bioprocess Engineering – Basic Concepts”. J. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami aplikasi bioproses dalam industri & lingkungan. Inc. kerjasama dalam kelompok. Aspek kuantitatif diberikan khususnya untuk evaluasi bioreaktor. “Biotechnology vol 1: Biological Fundamentals”. Bailey. Rehm. 8.L.. Marcel Dekker. and Kargi. 11. dan questionnaire tambahan. 3. & Clarck. New York. b. 1981. Shuler.S. Modeling bioreaktor. New York. tugas (individu & kelompok). Pustaka: a. Gaudy. McGraw-Hill Book Company. 6. mampu memilih skema proses yang tepat untuk produk bioproses tertentu. Pemahaman tentang berbagai skema bioreaktor diberikan dalam contoh-contoh proses produksi dari berbagai macam produk yang berbasis pada bioproses (dianjurkan untuk dilakukan dengan sistem kerja kelompok dan presentasi & diskusi). Prentice Hall International Series. Umpan balik (feedback): Questionnaire. E. “Biochemical Engineering”. 10. c.

PAU Pangan dan Gizi UGM. Wiley-VCH. “Introduction to Food Engineering”. Butterworth Heinemann. 2001. Jakarta.P.W. Blackie. R. Kristalisasi: neraca populasi. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Detail perhitunganperhitungan dilakukan mandiri oleh mahasiswa sebagai tugas (kelompok/individual). 11. kinetika granulasi. 11. tugas. dan prinsip peralatan. 9. 2001.. berbagai teknik pengawetan (pengeringan konvensional.. Memahami faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan proses yang melibatkan padatan (serbuk) dan mampu melakukan perancangan short cut untuk powder handling dalam industri pangan. 12. Germany. 1988. 6. 2. Pustaka: a. Yogyakarta. d. prinsip peralatan. Hidden curriculum: Motivasi untuk life-long learning dan team work. Mullin. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu merancang unit-unit operasi dalam proses industri pangan dan mengambil keputusan yang tepat untuk optimasi proses berdasarkan konsep fundamental.R. JW. representasi proses dalam model matematis untuk keperluan perancangan. Yogyakarta. prinsip peralatan. Tatap muka di kelas hanya memberikan konsep-konsep dasar dan diskusi hasil tugas. D and Dennis. Food safety dan food regulation. g. c. D. Suffolk. Solid handling: homogenitas dalam proses pencampuran padatan. 5. “Crystallization”. Penerbit Universitas Indonesia. B.. 4. pembekuan. berdasarkan teori fundamental.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)112 Proses Industri Pangan 1. Equipment”. W. komunikasi langsung. Memahami batasan-batasan food safety/food regulation sebagai pertimbangan dalam perancangan proses.. “Bahan Pengajaran Satuan Operasi dalam Proses Pangan I”. Pemodelan Matematis Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 4 ed. Tyoso. c. and Heldman. sudah/sedang mengambil Dasardasar Ilmu Pangan. Desrosier. 3. Singh. 7. B. b. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4134 (2) 2. spoilage probability). pengaruh kristal pada sifat rheology dan tekstur bahan. 5.W. Transportasi Bahan dan Sedimentasi. Tyoso. preservatives. c. Oxford. Pengawetan pangan: aspek mikrobia (survival curve. pasteurisasi. Topik: a. Arthey. b. d. New York. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Technologies. “Agglomeration Processes – Phenomena. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Sifat pengajaran: Seimbang antara deskripsi fenomena. Pietsch. 1989. “Bahan Pengajaran Satuan Operasi dalam Proses Pangan II”. Memahami faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan proses pengawetan pangan dan mampu melakukan perancangan short cut untuk teknikteknik pengawetan pangan. 6/15/2006 . 10. e. N. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pertimbangan dalam perancangan. Prasyarat: Sudah mengambil Asas Teknik Kimia. C. 12. dan pekerjaan rumah. edible coatings). “Teknologi Pengawetan Pangan” (terjemahan). 8. 3. Dasar-dasar Bioproses. Memahami faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan proses kristalisasi dan mampu melakukan perancangan short cut untuk crystallizer sederhana. prinsip peralatan. 1989. 6. d.W. 15. Academic Press.. 1991. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. b. thermal death time. “Vegetable Processing”. 2001. osmotic dehydration. dan questionnaire tambahan. UHT. f. PAU Pangan dan Gizi UGM.

. “Energy. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Resources and Policy”.. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3141 (2) 2. 2. McGraw Hill Book Company.H. 4 ed.. Topik: a. Memahami konsep termodinamika dan energi. and Stereus. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. e. Prasyarat: Pernah menempuh/diambil bersama Termodinamika Teknik Kimia 1. dan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)113 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN ENERGI Energi Tidak Terbarukan 1. nuklir. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman.. Memahami proses pengolahan energi tidak terbarukan. AddisonWesley Publishing Company Inc.R. New York.A. b. c. 1977. Energi dan termodinamika. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengenal sumber daya energi tidak terbarukan yang tersedia dan cara pengolahannya. 1958. W. 6. 11. minyak dan gas bumi. 10. Sumber. “Chemical Technology of Petroleum”. Pustaka: a. c. New York. R. 11. D.. Mampu melakukan evaluasi sederhana untuk menentukan kelayakan penggunaan suatu sumber energi. 3 ed. 7. Benedict.C. 1957. 7. Memahami sifat dan uji fisis dari sumber energi tidak terbarukan. Grus. d. “Petroleum Refinery Engineering”. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 2. cara mendapatkan.. 2 ed. M and Pigford. McGraw Hill Book Company. Memahami pengelolaan berbagai sumber energi tidak terbarukan termasuk pemanfaatannya. b. 9. 1960.L. 5. ekonomis dan aspek lingkungan untuk menentukan kelayakan pemakaian suatu sumber energi. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. 13. Tren energi. 8. d. 6. 15. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. karakteristik dan aplikasi: 1. 9. dan pekerjaan rumah. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Dorf. 3. batubara. “Nuclear Chemical Engineering”. McGraw Hill Book Company.. 6/15/2006 . California. Perlu diperkenalkan perhitungan evaluasi teknis. 4. tugas. 3. Nelson. c.. 4. 12. b. New York. T.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Energi-energi tidak terbarukan yang masih mempunyai potensi besar sebagai sumber energi di tanah air. contoh kasus yang riil sangat dianjurkan. W.

1977. energi mikrohidro. 3. 2.. 10. 12. energi gelombang. energi geothermal. 9. L. 8. cara penyimpanan . Topik: a. sampah dll). Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Energi dan termodinamika b. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. tugas (studi kasus) dan pekerjaan rumah. 2..C. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengenal sumber daya energi terbarukan yang tersedia dan cara pengolahannya. c. New York. 6. 7. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika Teknik Kimia 1. energi angin. energi biofuel. Memahami pengelolaan berbagai sumber energi terbarukan. 2 ed. Memahami konsep termodinamika dan energi.. energi panas sisa (waste heat energy). Pustaka: a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Energi-energi terbarukan yang mempunyai potensi untuk dipakai dalam skala industri dan lebih dekat dengan ruang lingkup teknik kimia. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. 7. energi biomassa (kayu. 8. “Handbook of Energy System Engineering”. AddisonWesley Publishing Company Inc. 6/15/2006 . Wilbur. b. Sumber. 1985. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3142 (2) 2. energy surya.. 5. Perlu diperkenalkan perhitungan evaluasi teknis. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 4. ekonomis dan aspek lingkungan untuk menentukan kelayakan pemakaian suatu sumber energi.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)114 Energi Terbarukan 1. fuel cell (hydrogen). 13. Inc. 15. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. 11.. yaitu: energi biomassa. Dorf. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. dan 9.. 2 ed. biofuel dan fuel cell. Sifat pengajaran: Lebih diutamakan pada pemahaman dan contoh kasus nyata di industri. cara pengangkutan. 11. b. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. R. California. 9. Mampu melakukan evaluasi sederhana untuk menentukan kelayakan penggunaan suatu sumber energi. John Wiley and Sons. Resources and Policy”. 3. 6.C. 5. 4. karakteristik dan aplikasi: 1. “Energy. 7. 4. cara mendapatkan.

7... Audit energi. Teknologi konservasi energi. 10. 15. 10. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 2. Topik: a. 2006. Yamada. 11. Sifat pengajaran: Lebih diutamakan pada pemahaman dan contoh kasus nyata di industri. L. ”Audit on Energy Conservation”. T. Konversi energi. 1. 9.. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3243 (2) 2. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Manajemen dan audit energi serta teknologi konservasi energi. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. b. Kawase. 12. Energi dan lingkungan. Energi dan ekonomi. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Culp. e. 2006. T. 5. ”Enegy Conservation in Factory”. 4. tugas (studi kasus) dan pekerjaan rumah. ”Energy Conservation Policy and Measures”. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. d. f. McGraw Hill Book Company. “Principle of energy conversion”. 7. Pustaka: a. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. The Energy Conservation Center-Japan.. 2006. ekonomi dan lingkungan. 5. c. New York. b. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mengenal cara pengelolaan energi dan teknologi konservasi.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)115 Manajemen dan Konservasi Energi 1. The Energy Conservation Center-Japan. d. 6. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. Memahami konsep energi. 1988. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika Teknik Kimia 1 dan Termodinamika Teknik Kimia 2. c. Memahami konsep konservasi energi dan teknologinya. Memahami pengelolaan/manajemen energi. c. T. 9. b. 8. 6. Manajemen energi. 6/15/2006 . Nuibe.W. The Energy Conservation Center-Japan.

d. 6. 1998. 7. B. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)116 Utilisasi Energi 1.linnhoffmarch. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 12. Inc. Topik: a. 10. 2 ed. 3. baik untuk satu unit operasi maupun beberapa unit operasi dan mampu melakukan target minimasi kebutuhan energi. “User Guide on Process Integration for the Efficient Use of Energy”. 8. John Wiley and Sons. Analisis proses. Sifat pengajaran: Lebih diutamakan pada pemahaman dan contoh kasus nyata di industri. M. 9. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. 6/15/2006 . b. c. B. b. Thermodynamics Made Comprehensible”. tugas (studi kasus) dan pekerjaan rumah. Analisis termodinamika berdasarkan hukum termodinamika 1 dan 2 (analisis pinch dan eksergi).. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4144 (2) 2. c. Heat integration.C. Mampu melakukan target minimasi kebutuhan energi pada sistem industri. f. 5. 1. New York. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 2. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan konsep termodinamika untuk analisis sistem industri. 13..com d. www. 9. “Introduction to Pinch Technology”. Strategi integrasi proses. Wilbur. Linnhoff. Memahami cara melakukan analisis termodinamika pada suatu sistem industri. Prasyarat: Pernah menempuh Perpindahan Panas dan Operasi Pemisahan Bertingkat. b. e. 11. L. 7. 2002.. “Handbook of Energy System Engineering”. Linnhoff. Konsep efisiensi. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 15. Heat pump. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) a. 6. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis termodinamika dan heat integration. Nova Science Publisher. 4. 5.. New York. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. 1 ed. 1985. 10. Ishida.. Pustaka: a. the Institution of Chemical Engineers. Inc. UK. 1994..

2. Berbagai routine penting dalam pemrograman.. User defined variable. S. variabel berdimensi. d. 1999.A.C. 6. Teukolsky. 6. Vetterling. e. Prasyarat: Pernah menempuh MTK 2.W. f. modul. 7. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Pengontrolan dan pengorganisasian dalam pemrograman. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada penggunaan logika dan berfikir kreatif.P. A. modul. Sistem berkas dan file input-output.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)117 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN PERANCANGAN DENGAN KOMPUTER (COMPUTER AIDED DESIGN) Pemrograman 1. Salford Software Ltd. B. Hidden curriculum: Penanaman kerjasama tim melalui penugasan-penugasan kelompok.. Berbagai routine penting dalam pemrograman. operator. c. S. b. c. Manchester. 10. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menguasai teknik pemrograman terstruktur dengan Fortran 95 dan atau Matlab.. “Fortran 90 for Engineers and Scientists”. Mampu membuat program secara terstruktur. Cambridge University Press. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penggunaan user defined type. Fasilitas masukan dan pengeluaran.T. Prentice Hall PTR. New Jersey. Press.. Anonim. 5. 8.15.. 4. Umpan balik (feedback): Questionnaire. komunikasi langsung. Constantinides. kompak dan mudah dilacak/debug. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3151 (2) 2. Upper Saddle River.R. N. Topik: a. memperbanyak kasus/demo. b. d. L. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. dan questionnaire tambahan. W. Mampu memahami penggunanaan jenis-jenis peubah. Prentice Hall. 12. Upper Saddle River. 3. 1997. 11. prosedur serta reserved word compiler Fortran 95/Matlab. Sistem penilaian (assessment system): Ujian praktek. Flannery.11. b. New Jersey. 2004. Cambridge. and Mostoufi. and Leestma.. 9. Penggunaan variabel dan operator.12. W. prosedur dan fungsi. Pemrograman dengan prosedur dan fungsi. “Numerical Recipes: The Art of Scientific Computing”. 1992. Nyhoff. Pengontrolan dan pengorganisasian program. “FTN95 User Guide“. “Numerical Methods for Chemical Engineering with Matlab Applications”. 6/15/2006 . Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. memperbanyak penugasan kelompok. g. tugas. Pustaka: a.

Chalmers University of Technology. skill menggunakan software dan kejujuran. c. 6. Holland. and Lightfoot. Prasyarat: Pernah menempuh MTK 2 dan Proses Transfer. c.B. R.. Stewart. Kasus: Gas-solid flow in the pipe: horizontal and vertical. “An Introduction to Computational Fluid Dynamics. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Mampu memilih model yang tepat untuk problem yang dihadapi. c. Sifat pengajaran: Pemahaman fundamental disertai latihan dan penugasan.E. “Fluid Flow for Chemical Engineers”. Kasus: Flow of incompressible fluid in a pipe involving a heat and mass transfer of substance A at the wall. 11.A. 11. 12. The Finite Volume Method”. modifikasi persamaan untuk peristiwa yang lebih kompleks. Kasus: Flow of incompressible fluid in a pipe and channel.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)118 Dinamika Fluida dalam Teknik Kimia 1. b. London. 1998. 7. d. mengaplikasikan persamaan tersebut dalam problem-problem teknik kimia dengan menggunakan software CFD. Mampu membuat geometri alat yang akan dihitung.. Gothenburg. Kasus: Flow of incompressible fluid in a pipe involving a heat transfer at the wall. 4. 2002. Replika Press Pvt Ltd. Doctoral Thesis. “Heat and Mass Transfer Effects in a U-Bend in Pneumatic Drying”. Longman Group Ltd. 2 ed. i..N. d. 6/15/2006 . Bird... Pustaka: a. and Malalasekera. F. g. f. Mampu menjalankan software CFD.. Sweden. 6. 1995. pemilihan model dan sifat bahan. 9. b.. H. New York. R. 12. E. 14. W. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 5. Inc. 10. kemampuan menjalankan software dan mengintepretasikan hasil. John Willey & Son. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami makna fisis persamaan Navier-Stokes.. b. Kasus: Fluid flow in the porous media. Pengenalan GUI software CFD.. Versteeg. “Transport Phenomena”. 8. d. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman tentang term-term dalam persamaan Navier-Stokes.. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung dan questionnaire. Mampu mengintepretasikan hasil perhitungan sesuai keperluan. 2005. London.K. Hidayat. Pengenalan software untuk menggambar geometri. Pengenalan persamaan umum Navier-Stokes. and Bragg.. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3152 (2) 2. Kasus: Flow of incompressible flow at enlargement pipe. h. j.. 2. 1. Kasus: Jet flow. Topik: a. e. W. M. Sistem penilaian (assessment system): Tugas dan ujian. 3. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif.

5. h. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3253 (2) 2. 4. b. Memahami beberapa jenis skema kendali dan menganalisis perilaku proses dengan beberapa jenis skema kendali. d. D. 15. pulse. Kasus untuk analisis dinamik dan stabilitas sistem terkendali: efek jenis alat kendali (proportional. Modeling and Control”. Mampu memahami berbagai aplikasi sistem kendali pada berbagai bidang ilmu dan kehidupan. Umpan balik (feedback): 3. Sistem order tinggi. Prasyarat: Pernah menempuh Pengendalian Proses. sisipan). e.F. Sistem order-1 tunggal. Mampu mengintegrasikan pengetahuan tentang perilaku dinamis proses dengan sistem kendali yang memadai. Seborg. Mampu mengidentifikasi. Ray. Analisis stabilitas sistem terkendali. b. 7. Analisa perilaku dinamik proses. Mampu menganalisis dinamika suatu proses. b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Pustaka: a. Komunikasi langsung dan questionnaire. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. c. ramp. Edgar and D. Sistem order-1 simultan.E. 11. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemodelan matematis sistem transien. tugas dan presentasi. PID). feedforward.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)119 Pemodelan Proses dan Sistem Dinamis 1. Time-lag. Penekanan pada kedalaman pemahaman masalah dan penggunaan logika dalam penyelesaian masalah. Tanggapan dinamis proses dari berbagai bentuk masukan: step. Berbagai jenis konfigurasi sistem kendali modern. Linierisasi sistem non-linier. memformulasikan dan menyelesaikan beberapa masalah dinamika proses. Inc. i. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 10. Hidden curriculum: a. model-model matematik yang mewakili. 10. Oxford University Press. sinusoid. Ogunnaike and W. 1. perilaku proses terkendali untuk berbagai bentuk gangguan. ”Process Dynamics and Control”. 12. Analisa stabilitas. 9. 1989. T. Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman proses dan model matematis yang mewakili. tes mendadak (quiz).A. B. j. Analisis perilaku inheren proses berdasarkan model persamaan yang mewakili. “Process Dynamics. Prinsip-prinsip sistem kendali. Membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami perilaku proses dan pentingnya sistem kendali. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Pengertian tentang sistem dinamis: deskripsi perilaku sistem. kestabilan dan ketidakstabilan proses dan menerapkan skema kendali yang memadai. Topik a. 5. hybrid. f.). g. 8. Mampu menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan teknik kimia dalam memodelkan dinamika suatu proses. Penyelesaian model terlinierkan menggunakan transformasi Laplace. Mellichamp. 3. Pemodelan matematis proses dinamis. cascade etc. John Wiley and Sons. Sistem order 2. Mampu memahami prinsip-prinsip ilmiah dan teknis yang mendasari dinamika suatu proses. 9.H. 1994. Transformasi Laplace. 6/15/2006 . b. Sistem MIMO: beberapa contoh kasus dan sistem kendalinya. Sistem kendali single input-single output (siso) vs multiple input-multiple output (mimo). impulse. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6. Berbagai konfigurasi sistem kendali (feedback. Alat-alat dalam sistem kendali dan bentuk transfer function-nya. b. Aplikasi sistem kendali di industri.A. c. 3. Kasus sistem kendali single input-single output (siso): perilaku inheren proses terkendali untuk berbagai jenis alat kendali. PI. d. Transfer functions.

variasi aplikasi (contoh kasus yang riil) sangat dianjurkan. 3. b.. membuat proyek. 13. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat merancang proses kimia dan melakukan evaluasi ekonomi dengan bantuan software aplikasi ASPEN. Mampu melakukan evaluasi ekonomi. Grossmann. 6/15/2006 . 2003. particle size distribution (PSD).D. Aspentech. “Aspen Icarus Process Evaluator: User’s Guide”. komunikasi langsung. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4154 (2) 2. USA. Unit-unit operasi untuk pemisahan padatan. 4. Graphical User Interface ASPEN Icarus Process Evaluator.R. c. Biegler. New Jersey. A. 8.T. Pemodelan sifat kimia elektrolit. d. New York. 15. Skenario suatu proyek. e. 2.. c. Mampu merancang proses yang melibatkan sistem elektrolit.1 Getting Started”. e. b. 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. W. Cambridge.M. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengakses fasilitas-fasilitas dalam Aspen. crude distillation unit. 1999.. tugas kelompok. evaluasi suatu proyek. Topik: a. b. New York. Prasyarat: Diambil Bersama PPK Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). J. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir kreatif. 11. kurva-kurva destilasi. “Aspen Plus 12. Seider. presentasi. and Lewin. penggunaan pre-flash. 3. Douglas. penghitungan dimensi alat. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 10. f.. I.. Mampu merancang proses yang melibatkan padatan. penggunaan kolom fraksinasi minyak bumi. pemodelan sistem yang melibatkan elektrolitik. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada penggunaan ASPEN. pemilihan komponen. data assay.D. 5. McGraw Hill. padatan konvensional dan non-konvensional. 1997. Stream class dan substream.E. 6. “Process Design Principles. reaksi dalam sistem elektrolitik. Inc. Pustaka: a. 9. Komponen-komponen proyek. 12. Prentice Hall PTR. alat-alat pemisahan padatan. Sistem penilaian (assessment system): Ujian praktek. 10. h. 9. dan questionnaire tambahan. g. 5. John Wiley and Sons. D. Seader. kerja sama tim.W. memperbanyak kasus/demo. J. USA. Evaluasi proyek. Penggunaan cost library. 12. “Systematic Methods of Chemical Process Design”. 2003. Mampu merancang proses pengolahan minyak bumi. Cambridge. j. “Conceptual Design of Chemical Processes”. d. pemilihan model elektrolit. Aspentech. d. and Westerberg. i. 8. 6. 4. 11.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)120 Perancangan Proses 1. L. c. Mengimpor data simulasi. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Akses data dan spesifikasi minyak bumi. 1988.

Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Pengetahuan dasar untuk polimer komersial: PE. rantai linear.P. 1995. Cornell University Press. 2 ed. Sifat polimer: termoplastik. calendering. c.R. spinning.. Memahami jenis dan struktur rantai polimer (termoplastik. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.. dan questionnaire tambahan. Mekanisme reaksi polimerisasi kondensasi dan adisi. c. 11. “Principles of Polymer Chemistry”. 5. seloluse dan derivatnya. glass transition point. 3 ed. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Prentice Hall PTR. termoset. derajad polimerisasi. London. PVC. materi kuliah banyak mengenalkan sifat polimer dan mekanisme reaksi polimerisasi (kecepatan reaksi). Oxford University Press.J. Reaksi polimerisasi: kondensasi – adisi.W. c. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. M. dll. 10. b. 1984. Mengetahui dasar-dasar pemrosesan polimer. f. 4. karet alam dan sintetis. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami dasar-dasar sifat polimer dan reaksi polimerisasi secara umum. New York. 4. 1953. Stevens. “Textbook of Polymer Science”. Teamwork dan kemampuan presentasi (saat tugas kelompok).. silikon. network). “Polymer Science and Technology”. PP. ditinjau dari sudut pandang bidang teknik kimia. 7. Memahami penentuan berat molekul. Memahami dasar-dasar polimerisasi emulsi dan kopolimerisasi. Berat molekul dan distribusinya. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3161 (2) 2. Topik-topik material polimer: PE. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 1999. Konsep dasar sifat polimer ditinjau dari struktur molekulnya. c. karet. Polymer processing: molding.. “Polymer Chemistry: An Introduction”. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat dan reaksi polimerisasi. New Jersey. poliuretan. 12. Hidden curriculum: a. d. PVC. b. f. step – chain reaction. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)121 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNIK MATERIAL Teknologi Polimer 1. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis (struktur) molekul terhadap sifat fisis dan reaksi. 9. Flory. J.. F. cara penentuan BM. Mengenal seluk beluk beberapa polimer komersial. 12. Topik: a. 8. Pustaka: a. tugas dan presentasi. d. d. selulose. 3. linear. P. Oleh karena itu. 6. extrusion.. sifat-sifat polimer. b. New York. network. John Wiley and Sons. PP. komunikasi langsung. 1. Billmeyer. e. Reaksi kopolimerisasi. Fried. 6/15/2006 . Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). e. melting point. termosetting. thermoforming. b. Memahami dasar-dasar reaksi dan kinetika reaksi polimerisasi kondensasi dan polimerisasi adisi.

tugas paper dan presentasi. 8. Reaksi dalam proses pembakaran keramik. Product characteristics. 7. Tests and Calculation”. A. Springer Publishing Company. 2001. Kemampuan bekerja dalam teamwork dan presentasi (dalam tugas kuliah). Dasar-dasar sifat keramik dari struktur molekulnya.. New York. Bengisu. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3162 (2) 2. Prasyarat: Pernah menempuh Bahan Konstruksi Teknik Kimia. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). f.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)122 Teknologi Keramik 1. High temperature kinetics. b. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Massachusets.I. 1. Mengerti teknologi proses untuk bahan keramik.. b. Combustion technology. Karakteristik bahan baku keramik. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Sol & gel technology. d. “Ceramics. 6/15/2006 . F. 4. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sifat material keramik dari ikatan molekulernya dan teknologi proses keramik. e. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. b. c. Norton. 12. c. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat-sifat bahan keramik. John Wiley and Sons.. 6. 10. 5. 3. 12. 11. Andrew. b. Pustaka: a. “Element of Ceramics”. 4. komunikasi langsung. 1960. sifat dan analisis bahan keramik. Reading. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Proses sintering. Memahami struktur. Topik: a.H. dan questionnaire tambahan. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis dan sifat dasar material yang digunakan dalam praktek industri. Inc. M. 1962. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 9. b.. “Engineering Ceramics”. Hidden curriculum: a. Addison Wesley Publishing Company.

. 1974. 3. Sifat-sifat mekanis bahan. Memahami perlakuan termal dan efeknya. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis dan sifat dasar material yang digunakan dalam konstruksi pabrik kimia. Diagram fasa dan transformasi fasa. Memahami struktur molekuler bahan secara umum dan logam khususnya. “Introduction to Physical Metallurgy”. b. Smith. McGraw-Hill Book Co.. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat-sifat logam. 5.. b. Struktur Crystalline Solids. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 1996. Pemahaman diagram fasa dan efek perlakuan termal terhadap sifat logam/bahan. Jr.. Microscopic examination. komunikasi langsung. McGraw-Hill Book Co.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)123 Material Logam 1. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3263 (2) 2. Mekanisme penguatan bahan dan kemunduran kemampuan bahan.. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 8. f. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. b. 7. e. “Materials Science and Engineering. diagram fasa bahan. tugas paper dan presentasi. 6/15/2006 . Avner. 4. an Introduction”. Kemampuan bekerja dalam teamwork dan presentasi (dalam tugas kuliah). 11. 3 ed. New York. 10. c. 12. New York. Konsep dasar sifat logam ditinjau dari struktur molekulnya. 1994. Prasyarat: Pernah menempuh Bahan Konstruksi Teknik Kimia. c. 4. Proses-proses pengolahan logam. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sifat material logam dari sudut mikroskopis (molekuler) dan makroskopis. Perlakuan termal pada bahan logam. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Hidden curriculum: a. 6. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 1. Callister. d. “Principles of Materials Science and Engineering”. W. New York. 9. Memahami sifat mekanik bahan/logam. John Wiley & Sons. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.F..H.D.. b. 3 ed. dan questionnaire tambahan. S. g. Topik: a. c. Pustaka: a. hubungannya dengan karakteristiknya. 12. W.

Memahami sifat/karakteristik bahan berdasarkan struktur molekuler.. Topik: a. W.F. 3 ed. J. food packaging. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis dan karakteristik dasar material (komposit.. (Editor-in-Chief). Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. polyblend.. Hidden curriculum: a. Memahami sifat mekanik bahan (komposit. Jr. 3 ed. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Umpan balik (feedback): Questionnaire. Material Logam. nanotechnology. dan material campuran berdasar konsep nanoteknologi. tugas paper dan presentasi. imobilisasi enzyme. Bio based materials: aplikasi bidang kesehatan (drug release. 8. 11..Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)124 Teknik Material Mutakhir (Advanced Engineering Material) 1. Callister. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat-sifat bahan. an Introduction”. b. Prasyarat: Pernah menempuh Teknologi Polimer. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. biobased material. 1996. b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 3. New York. “Principles of Materials Science and Engineering”.D. organ buatan). John Wiley & Sons. McGraw-Hill Book Co. Kemampuan bekerja dalam teamwork dan presentasi (dalam tugas kuliah). c. lingkungan. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sifat material komposit. Memahami efek termal dan lingkungan (weathering). biobased material). dan lainnya. Pustaka: a. 10.New York. Konsep dasar karakteristik bahan ditinjau dari struktur molekulnya. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Composite. 6/15/2006 . biobased materials). dan questionnaire tambahan.. Materials Science and Engineering. 7. polyblend. b. “The Handbook of Advanced Materials: Enabling New Designs”. 12. 2004. 1994. K. 5. 12. terhadap karakteristik bahan. polymer blending. Teknologi Keramik. hubungannya dengan struktur molekul. b.. 1. b. 9. W. c. 6. 4. c. Nanotechnology dan konsepnya. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4164 (2) 2. Efek termal. separasi biomolekul. Wessel. 4. Smith. komunikasi langsung.

Inc. 12. Fayed and Otten. 13. Contoh-contoh teknologi proses terkini. 1998. 1984. Neraca populasi dan aplikasinya pada berbagai proses partikulat. Manipulasi sifat partikel dan aplikasinya di industri. Penyimpanan partikel (bulk). coal combustion. floatation. 6. Interaksi antar partikel. Proses-proses pembesaran ukuran partikel (size enlargement) dalam sistem partikulat. f. 1984. 6/15/2006 . 14. Pengetahuan tentang berbagai proses partikulat di alam dan relevansinya. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3171 (2) 2. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 3. g. Memahami berbagai contoh proses yang melibatkan partikel di industri dan lingkungan. Teknologi Nano (Nanotechnology). “Particulate Science and Technology”. e. Aplikasi khusus teknologi partikel pada berbagai industri: fines particle recovery. 5. b. Pengenalan berbagai proses industri dan alami yang melibatkan partikel. etc. b. M. h. Mampu memformulasikan peristiwa pemrosesan partikel dalam persamaan matematik sederhana dan menjelaskan secara kuantitatif. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar particulate processes dalam berbagai bidang ilmu lain. tes mendadak (quiz). Memahami sifat-sifat partikel (fisis dan kimiawi) dan cara-cara karakterisasinya.). c. 10. 2.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)125 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNOLOGI MUTAKHIR Teknologi Partikel 1. b. 9. 8. Mengenal proses-proses yang melibatkan partikel di industri dan di lingkungan sekitar. Contoh-contoh teknologi proses terkini. Mampu mengidentifikasikan mekanisme fisis dan kimia pada proses-proses yang melibatkan partikel (particulate processing) baik di industri maupun di lingkungan dengan cukup baik. 15. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. John Wiley and Sons. Hidden curriculum: a. b. “Introduction to Particle Technology”. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman sifat dasar dan mekanisme interaksi antar partikel serta penerapannya dalam berbagai proses partikulat. Rhodes. b. c. Sifat-sifat fisis partikel tunggal dan multi-partikel (bulk). Beddow. Pencampuran partikel (solid-mixing). Perry and Green. c. i. Sifat-sifat fisis partikel tunggal dan multi-partikel (bulk) dan cara-cara karakterisasinya. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. Chemical Publishing. Karakterisasi sifat partikel (tunggal dan bulk). “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. c. etc. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 11. Memahami sifat-sifat dasar partikel dan pentingnya dalam proses partikulat. Pustaka: a. Pentingnya dan relevansi ilmu Teknologi Partikel. Van Nostrum Rheinhold. Transportasi partikel. b. sisipan). 1980. Interaksi antar partikel. j. Penekanan pada penggunaan logika dalam analisis masalah. c. panas. 7. Mampu menjelaskan berbagai peristiwa yang melibatkan pemrosesan partikel. “Handbook of Powder Science and Technology”. Proses-proses pengecilan ukuran partikel (size reduction) dalam sistem partikulat. d. water clarification. 1. 4. Interaksi antar partikel (kimiawi. d. d. d. McGraw Hill Book Co. Topik: a.. dan mekanisme pengeluarannya. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. tugas-tugas dan presentasi. massa.

Prasyarat: Pernah menempuh Kimia Fisis 2 dan Termodinamika Teknik Kimia 1. Topik: a. 10. 3. b. 9. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1. e. Distilasi penggaraman. Penekanan pada kedalaman pemahaman masalah dan penggunaan logika dalam penyelesaian masalah. b. 6/15/2006 . sisipan). Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3172 (2) 2. 2. 8. Heat Integrated Distillation Column. c. 3. Pressure swing distillation. 4. Aplikasi sifat-sifat fasa dan campuran dalam berbagai proses pemisahan dan pemurnian. penggunaan tekanan maupun penambahan garam. Distilasi sederhana. Analisa grafis diagram y-x. Residue Curve Maps (RCM). Homogeneous dan heterogeneous azeotropic distillation. 4. Review konsep-konsep kesetimbangan fase. f. column feasibility. 6. Mampu merancang sistem pemisahan campuran yang menghasilkan azeotrop dengan adanya penambahan solven. penentuan refluks minimum. prinsip-prinsip proses. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep pemisahan campuran non-ideal atau azeotrop dengan proses destilasi. 7. Membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami sifat dasar bahan dan sifat fasa sebagai dasar proses pemisahan fasa. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). T-xy. Mampu merancang kolom destilasi untuk pemisahan campuran non-ideal. d. dan questionnaire tambahan. 15. Perancangan kolom dengan Boundary Value Problem (BVP). Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman sifat-sifat fasa campuran. Mampu meramalkan kondisi dan komposisi kesetimbangan sistem non ideal. refluks total. 11.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)126 Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian I 1. 6. d. 5. komunikasi langsung. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep distillation boundary. 8. h. Hidden curriculum: a. tes mendadak (quiz). tugas dan presentasi. azeotrop. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. c. b. Perancangan kolom destilasi untuk campuran non-ideal. Sequencing untuk pemisahan sistem non-ideal dengan bantuan metode grafis. g. Mampu menentukan solven yang sesuai untuk pemisahan suatu campuran azeotrop biner. Umpan balik (feedback): Questionnaire. jenis-jenis residue curve map.

J. M. New Jersey. e. d. Penekanan pada kedalaman pemahaman masalah dan penggunaan logika dalam penyelesaian masalah.N. b. tes mendadak (quiz). Umpan balik (feedback): Questionnaire. “Separation Process Principles”. 10. Diagram fasa campuran dua bahan.G. Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman sifat-sifat fasa campuran. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. Topik: a. McGraw Hill. 1998. Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian II 1.. Prausnitz. John Wiley & Sons. 4. Peristiwa pelarutan/pelelehan dan re-kristalisasi. 3. Memahami dengan cukup baik proses perubahan fasa bahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi. c.. Mekanisme dan proses pemurnian kristal. 6. “Distillation”.. 2 ed... 15. f. 4. Lichtenthaler.F. “Conceptual Design of Distillation Systems”. b. b. 2001. Malone. Dasar-dasar proses dan formulasi matematis pada peristiwa pelarutan/pelelehan dan (re-)kristalisasi. 1998. 1. New York.F. Prentice Hall. E. 6/15/2006 .M.D. 3. “Molecular Thermodynamics of Fluid-Phase Equilibria”. J. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 5. J. Stichlmair. 1986. 7. sisipan). b. dan komunikasi langsung. and de Azevedo. prinsip-prinsip proses.New York. and Henley. Mampu memahami dan mempergunakan diagram fasa campuran bahan sebagai dasar proses pemisahan dan pemurnian. M. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami dasar-dasar pemisahan fasa dan pemurnian bahan dengan cara pelelehan dan (re-)kristalisasi. c. J. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3273 (2) 2. Aplikasi sifat-sifat fasa dan campuran dalam berbagai proses pemisahan dan pemurnian. 9.J. Pemurnian kristal dari pengotornya dengan cara re-kristalisasi: mekanisme proses dan teknologi terkini. E. Dasar-dasar pemisahan dan pemurnian campuran dua bahan. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Diagram fasa bahan murni dan campuran. 11. Seader. Membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami sifat dasar bahan dan sifat fasa sebagai dasar proses pemisahan fasa. R. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 6. d... 2. Hidden curriculum: a.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)127 12. tugas dan presentasi. and Doherty. New York. 8. Pustaka: a. Wiley-VCH. 8. and Fair. Sifat-sifat campuran bahan. Diagram fasa bahan murni. Desain sederhana pemisahan campuran berbasis kesetimbangan fasa padat-cair. Pemisahan campuran dua macam kristal dengan cara pelelehan dan re-kristalisasi inkremental: mekanisme proses dan teknologi terkini. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Sifat-sifat kristal tunggal dan lelehan.

4 ed. W. Feindt. McGraw Hill Book Co. Mc. Sattler. 1984. c. J. And H. K. Smith. “Unit Operations of Chemical Engineering”. Mc. Ed. L.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)128 12. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. P. Pustaka: a..C. “Thermal Separation Processes: Principles and Design”. J. Perry and Green. Harriot. Intl. VCH Publisher. Cabe. 1985. Weinheim.. 1995. b. 6/15/2006 . Graw Hill Book Company.

T.D. 1985. kuat tarik. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). permeabilitas.E. 9. R. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. d.W. Plenum Press. Mampu melakukan perhitungan perpindahan massa dan panas pada pemisahan zat dengan membran. c. “Membrane Separation Technology: Principle and Applications”. R. dan diameter pori). 2005. k. John Wiley. A. “Reverse Osmosis/ Ultrafiltration Principle”. j. dan cara penggunaan membran dalam proses pemurnian zat. 11. Mulder. e. Sanchez. Kesting... Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman tentang bahan pembuat membran. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. (EDITOR). 10. and Albrecht. c. R. e. g. K.A. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: memecahkan masalah pemurnian zat berdasarkan prinsipprinsip kerja membran. S. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. R. b. Topik: a.P. Wiley-VCH”. S. Weinheim. “Inorganic Membrane for Separation and Reaction”. h.. “Biofunctional Membranes”. 1995. Elsevier. Perpindahan massa dan panas dalam membran. and Field. Nunes.. 3. 1989. Canada. i. 1996. “Nanofiltration: Principle and Applications”. (EDITOR).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)129 Teknologi Membran 1.. John Wiley. 1996. D. 1. “Synthetic Polymeric Membranes: A Structural Perspective”. Howell. 1993.. Sourirajan. “Membrane Processes“. d. 2002.I.T. Hydrophobic micro-porous membrane (membrane distillation). Hydrophilic non-porous membrane (pervaporation). “Catalytic Membrane and Membrane Reactors”. Elsevier.V. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. and Tsotsis. “Basic Principles of Membrane Technology”.P. c. karakterisasi membran. Sanchez. 3. Hsieh. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4174 (2) 2. Mampu memahami penggunaan membran untuk proses pemisahan bahan. and Peinemann. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami cara-cara pemurnian/pemisahan bahan dengan membran. b. Wiley-VCH. Schafer. c. Contoh-contoh aplikasi membran di industri. e. Weinheim. Emulsion liquid membrane. 6. and Waite. Reverse osmosis membrane. d. cara pembuatan membran. S. H. and Matsuura.. Nacional Reserach Council of Canada.A. Ottawa. Mampu memahami cara pembuatan membran. Kluwer Academia Publisher. Mampu memahami cara karakterisasi/penentuan sifat-sifat membran (porositas. f. Rautenbach. V. Membrane reactors/bioreactors. 8. Chapman Hall. 4. Pustaka: a... J. “Membrane Technology in the Chemical Industry. 1996. T. Noble. 5. Elsevier Science. 4. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Contoh-contoh penelitian terkini tentang membran. Butterfield. b. d. R.. M. 1985. Fane.G. and Stern. f.. 7.A. J. b. 2001. 12. “Membrane in Bioprocessing”.G. Ámsterdam. 2. A. Oxford. Ultraviltration membrane. Karakterisasi. 6/15/2006 .. T. Bahan pembuat membran.D..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful