Anda di halaman 1dari 5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deskripsi Tanaman Lada

Tanaman lada (Piper nigrum L) merupakan rempah-rempah yang


terpenting dan tertua di dunia. Tanaman ini termasuk famili Piperaceae, yang
terdiri dari lebih kurang 12 genus. Lada atau yang sering disebut merica memiliki
nama ilmiah Piper nigrum L. adalah salah satu rempah yang berbentuk biji-bijian
kecil. Tumbuhan lada adalah tumbuhan merambat dan memiliki daun tunggal
berbentuk bulat telur berwarna hijau pucat dan buram dengan ujung runcing yang
tersebar dengan batang yang berbuku-buku. Bunga lada tersusun dalam bentuk
bunga majemuk dan berkelamin tunggal tanpa memiliki hiasan bunga. Sedangkan
buah lada berbentuk bulat dengan biji yang keras namun memiliki kulit buah yang
lunak. (Sutarno, 2012)
Tumbuhan lada dapat tumbuh didaerah yang memiliki iklim tropis dengan
curah hujan yang cukup sepanjang tahunnya. Lada dapat tumbuh subur pada
ketinggian dibawah 600 mdpl dengan curah hujan antar 2.200 mm hingga 5.000
mm per tahunnya dengan sushu berkisar antara 20o C hingga 35o C. Selain itu,
lada membutuhkan kelembaban udara antara 60% hingga 93% dengan pH tanah
berkisar antara 6 hingga 7 dengan drainase yang baik dan dihindarkan dari
genangan air karena dapat membuat akarnya membusuk terutama untuk tanaman
muda. Di Indonesia sendiri lada banyak di temukan di daerah Pulau Bangka,
Lampung, dan Belitung. (Ahmad, 2012)
Klasifikasi Tanaman Lada (Pepper Ningrum L.)

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae (suku sirih-sirihan)
Genus : Piper
Spesies : Piper nigrum L.

2.2 Jenis-jenis Tanaman Lada

Berdasarkan perbedaan warna kulit waktu memetik dan proses pengolahannya


lada dibedakan menjadi 4 macam yaitu:
1. Lada Hijau
Sebenarnya lada hijau adalah lada yang dipetik saat belum terlalu tua dan
warnanya masih kehijauan. Dijual dalam bentuk kering, segar dan direndam
dalam larut an bumbu. Lezat untuk bumbu hidangan ayam ataupun seafood.
Lada yang dipetik dipertahankan dalam bentuk basah dalam air asin dan cuka,
dibekukan atau dikeringkan. Lada hijau yang dikeringkan mempunyai warna
hijau yang segar, lembut dan padat. Pengeringan yang balk adalah dengan
temperatur rendah. Lada hijau beku dibuat dengan cara mendinginkan pada
pendingin yang dibuat dari kuningan. Proses pembuatan lada hijau yang
dikemas dalam kaleng diawali dengan proses pencucian lada mentah
kemudian dimasukkan kedalam kaleng yang berisi klorid,sodium solusi
dengan atau tanpa kadar keasaaman yang ditambahkan. Lada hijau dengan
warna hijau segar digemari orangorang Eropa. (Kadam, 2013)
2. Lada Putih
Buah lada yang dipanen saat buah lada sudah sangat matang, lalu diproses
dengan cara merendam dalam air yang mengalir selama kurang lebih dua
minggu dan kemudian di jemur selama tiga hari sehingga kulit luarnya yang
berwarna hitam mudah terkelupas dan tinggal bijinya yang putih.
3. Lada Hitam
Buah lada yang ketika dipanen masih setengah matang dan warnanya
kemerahan, tanpa direndam dan langsung dikeringkan dengan cara dijemur
selama tiga hari. (Sutarno, 2012)
4. Lada Merah
Buah lada merah adalah jenis lada yang memiliki rasa sedikit manis dan
kurang pedas. (Raharjo, 2010)

2.3 Manfaat Tanaman Lada (Piper nigrum L.)

Beberapa manfaat lada adalah sebagai berikut:

1. Bumbu masakan
Seperti diketahui lada merupakan salah satu bumbu masakan yang
sering digunakan dalam kuliner Indonesia. Di Rumah tangga, restoran, warung
makan, bahkan di industri-industri makanan jadi seperti pabrik mi dan nugget,
lada original sering digunakan sebagai bumbu masakan. Lada selain berfungsi
sebagai penyedap rasa dan aroma, juga memiliki rasa pedas. Bila cabai hanya
menimbulkan rasa pedas, lada selain pedas juga ada rasa dan aroma lain
sehingga masakan menjadi lebih lezat dan istimewa. Hal tersebut disebabkan
karena kandungan resin, piperin, amidon, yang ada pada lada tetapi tidak ada
pada jenis-jenis cabai. (Kadam, 2013)
2. Obat
Lada juga dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan obat, baik
obat tradisional maupun obatobatan modern. Dosis yang digunakan dalam
pembuatan obat-obatan berbeda-beda, tergantung pada jenis obat yang akan
dibuat. Untuk obat tradisional biasanya menggunakan lada dengan dosis yang
sedikit dan dalam bentuk bubuk, sedang obat-obatan yang dikemas secara
modern biasanya berbentuk atau bubuk yang dikemas dalam kapsul. Salah
satu jenis obat berbentuk salep biasanya juga mengandung lada. Balsem atau
obat gosok menggunakan lada dalam dosis lebih banyak dibanding obat jenis
lain karena balsem memerlukan bahan panas dan pedas yang lebih banyak.
Aroma dan rasa pedas dari lada hitam ternyata paling tajam dibandingkan
jenis lada lainnya (Raharjo, 2010). Lada juga merupakan rempah yang bernilai
tinggi karena dapat meningkatkan sekresi atau pengeluaran asam hidroldorik
yang berguna untuk meningkatkan fungsi pencernaan. Dengan demikian lada
juga bersifat anti diare, mengobati perut kembung dan sembelit. Lada hitam
juga berfungsi sebagai peluruh kencing dan meningkatkan produksi keringat.
Memiliki efek anti bakteri dan anti oksidan. Merangsang terpecahnya sel-sel
lemak sehingga dapat menjaga tubuh tetap Iangsing. Melancarkan menstruasi.
meredakan serangan asma, meringankan gejala rematik. dan menyembuhkan
rasa sakit kepala. (Meghwal, 2012)
3. Minuman dan penghangat tubuh
Lada dimanfaatkan masyarakat Eropa dan daerah Kutub untuk membuat
minuman, baik minuman beralkohol maupun non alkohol yang berfungsi
sebagai penghangat tubuh. yaitu berfungsi untuk menjagi suhu tubuh agar
tetap normal, meskipun suhu udara kurang dari 0 derajat celcius. (Ahmad,
2012)
4. Pembuatan parfum
Lada yang dimanfaatkan sebagai parfum hanya lada hitam karena lada ini
masih memiliki kulit luar yang mengandung resin untuk disuling dan diambil
minyaknya. Minyak hasil penyulingan tersebut beraroma mcrangsang dan
eksklusif sehingga digunakan sebagai bahan dasar/bibit pembuatan parfum.
Dalam pembuatan parfum minyak lada dicampur dengan bahan-bahan lain
yang diperlukan sehingga memenuhi syarat sebagai parfum. Pada umumnya,
parfum minyak lada dikenal sebagai produk yang mahal dan eksklusif, yang
diperuntukkan bagi golongan masyarakat menengah ke atas. (Meghwal, 2012)
2.4 Pengolahan Minuman Lada

Metode pengolahan lada dapat dilakukan dengan cara ekstrasi serbuk buah
lada dan cara isolasi pepperin.