Anda di halaman 1dari 29

Perkembangan Telaah dan Kurikulum Sekolah

“Analisis Perbedaan 8 Standar Kompetensi Kurikulum KTSP

dan Kurikulum 2013”

Oleh :
Nama : Elisa Octaviyanti
NIM : 160210102078
Kelas :C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
Pengertian Kurikulum
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai pendidikan nasional.
Kurikulum 2006 (KTSP)
KTSP adalah penyempurnaan dari Kurikulum 2004 (KBK) yang merupakan kurikulum
operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan perubahan dan penyempurnaan dari KTSP yang diharapkan
mampu mengikuti perkembangan iptek serta memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Perbedaan KTSP dengan Kurikulum 2013 berdasarkan 8 Standar Pendidikan
1. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada kurikulum 2013 ditentukan terlebih dahulu,
melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013 setelah itu ditentukan Standar Isi yang berbentuk
kerangka dasar kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70
Tahun 2013. Sedangkan Pada KTSP Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melalui
Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL melalui Permendiknas No 23
Tahun 2006.
Untuk Kurikulum 2013 terdapat 2 aspek kompetensi lulusan yaitu soft skills dan hard
skills. Lulusan dari pendidikan dasar dan menengah diharapkan peserta didik memiliki
kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Sedangkan pada
KTSP lebih menekankan hanya pada satu aspek saja yaitu pengetahuan (kognitif).
Kompetensi yang digunakan pada KTSP mengacu pada Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar yang telah ditentukan. Sedangkan dalam kurikulum 2013, kompetensi
menggunakan Kompetensi Inti yaitu tingkat kemampuan untuk mencapai Standar
Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki peserta didik dan sebagai landasarn pengembangan
Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti ini dirancang dengan menyesuaikan perkembangan usia
peserta didik.
Ruang lingkup materi pad KTSP berdasarkan struktur kurikulum meliputi mata
pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu, mata pelajaran dirancang berdiri sendiri
dan memiliki kompetensi dasar sendiri. Sedangkan Pada ruang lingkup materi Kurikulum
2013 penyusunannya sebagai berikut : tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi
(sikap, pengetahuan, keterampilan) , mata pelajaran dirancang terkait satu sama lain dan
memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas.
2. Standar Isi
Standar Isi merupakan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituang
dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, bahan kajian, mata pelajaran, dan silabus
pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu.
Standar Isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum, serta
kalender akademik.
Pada KTSP beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran yang
terlalu kompleks melebihi kemampuan siswa. Sedangkan pada Kurikulum 2013 beban belajar
siswa lebih sedikit dan disesuaikan dengan kemampuan siswa
Pada kurikulum KTSP terlalu banyak mata pelajaran yang dipelajari. Tetapi untuk
kurikulum 2013 jumlah jam diperbanyak dengan jenis mata pelajaran yang dimampatkan
sehingga peserta didik mampu mendapatkan pemahaman yang lebih mengenai materi yang
dibahas. Dengan menambah jumlah jam belajar maka akna memberikan manfaat misalnya
untuk menambah praktek belajar bagi peserta didik. Hal ini sesuai dengan prinsio kurikulum
yaitu ingin menyeimbangkan antara soft skills dan hard skills.
Pada KTSP jumlah jam lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak.
Sedangkan pada kurikulum 2013 jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah
mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP.
3. Standar Proses
Pada kurikulum 2013 proses belajar melalui 3 tahap yaitu eksplorasi, elaborasi dan
konfirmasi. Kini pada kurikulum 2013 menggunakan scientific approach (metode ilmiah).
Metode ini dikenal dengan 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba-coba, Menalar-nalar,
dan Menyajikan. Dengan demikian akan menanamkan kepada peserta didik sejak dini
semangat penelitian sehingga siswa tidak hanya mendengar dan melihat tetapi juga praktek
langsung dan mengaplikasikannya , dengan metode yang baru siswa diajak untuk berinkuiri
menemukan sendiri masalah apa yang dihadapi sehingga mampu menjawab dan
menyimpulkan.
Pada KTSP sistem yang digunakan adalah penjurusan, penjurusan dimulai pada kelas
XI untuk kelas X masih mempelajari mata pelajaran umum dan mata pelajarannya sesuai
dengan penjurusan yang telah dipilih dan dipertimbangkan sebelumnya, sedangkan pada
kurikulum 2013 penjurusan dilakukan sejak kelas X dimana ada mata pelajaran wajib,
peminatan, antarminat, dan pendalaman minat. Salah satunya adalah matematika ,mata
pelajaran matematika dibedakan menjadi 2 yaitu matematika wajib dan matematika
peminatan.
Mata pelajaran TIK (Teknik Informasi Komputer) dahulu TIK merupakan mata
pelajaran wajib, namun nampaknya hal ini membatasi kemampuan praktis peserta didik, Oleh
karena itu pada kurikulum 2013 TIK menjadi media pembelajaran bukan lagi mata pelajaran.
Dengan demikian diharapkan peserta didik akan lebih terbiasa dengan pengaplikasian TIK
dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kurikulum KTSP mata pelajaran pendidikan pancasila ditiadakan dan diganti
dengan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sedangkan pada kurikulum 2013 mata
pelajaran pendidikan kewarganegaraan dirubah menjadi pendidikan pancasila dan
kewarganegaraan.
Untuk silabus yang digunakan pada KTSP dibuat oleh masing-masing satuan
pendidikan yang berdasarkan silabus nasional, sednagkan pada Kurikulum 2013 silabus yang
digunakan adalah silabus dari pusat, sehingga seluruh Indonesia menggunakan silabus yang
sama. Terdapat pengecualian untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus
dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pada KTSP seorang pendidik harus mampu memenuhi kompetensi profesi saja, fokus
pada ukuran kinerja PTK. Pada KTSP pendidik adalah sebagai pengajar, pembimbing,
pelatih, serta pengambang kurikulum. , sedangkan pada kurikulum 2013 harus memenuhi
kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal motivasi mengajar atau kepribadian.
Kompetensi profesi merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan
mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelolah pembelajaran peserta didik yang
meliputi pemahaman, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua/ wali peserta didik serta masyarakat sekitar. Kompetensi kepribadian
atau personal motivasi mengajar merupakan kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif, berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia
sehingga mampu memotivasi seorang peserta didik dalam proses pembelajaran untuk menjadi
lebih baik. Sehingga pada kurikulum 2013 diharapkan seorang tenaga pendidik mampu
memenuhi 4 aspek kompetensi tersebut agar pendidikan menjadi lebih baik dan berkualitas
sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran.
5. Standar Sarana dan Prasarana
Jika dibandingkan dengan kurikulum 2013, pada KTSP sarana dan prasarana masih
kurang memenuhi, sedangkan pada kurikulum 2013 karena pendekatan ilmiah diterapkan
pada semua mata pelajaran maka perlu adanya beberapa fasilitas tambahan seperti misalnya
ruang laboratorium, buku-buku, dan peralatan laboratotium serta yang lainnya.
6. Standar Pengelolaan
Pada KTSP pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran. Satuan
pendidikan mempunyai mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum. Terdapat
kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi
satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah.
Sedangkan pada kurikulum 2013 Pemerintah Pusat dan daerah memiliki kendali
kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Satuan pendidikan
mampu menyusun kurikulum dengan mempertibangkan kondisi satuan pendidikan,
kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah. Sehingga pda kurikulum 2013 lebih
dikendalikan oleh pemerintah pusat dibandingkan dengan KTSP.
7. Standar Pembiayaan
Pada KTSP sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi
masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik
pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan
administrasi sekolah.
Sumber pembiayaan KTSP
1. Pemerintah pusat, untuk menunjang operasional sekolah
2. Pemerintah daerah, sekurang-kurangnya 50% dari RAPBS yang diperlukan
3. Dana masyarakat termasuk dana dari orang tua
4. Sumber lain misalnya hibah, pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Sedangkan sumber pembiayaan kurikulum 2013 didanai oleh 3 sumber yakni Daftar
Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pusat, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Dana
Alokasi Khusus (DAK). Pos-pos anggaran itu akan difokuskan untuk penggandaan buku dan
pelatihan guru.
8. Standar Penilaian
KTSP membuat standar penilaian berfokus pada pengetahuan (kognitif) saja. Artinya
hanya aspek epistemologi yang dipakai sebagai standar nilai dalam pendidikan. Test
merupakan cara penilaian yang dominan. Tetapi pada kurikulum 2013 standar penilaian
otentik artinya penilaian secara menyeluruh jadi tidak hanya pada pengetahuan saja tetapi
kompetensi sikap (afektif) ,pengetahuan (kognitif) dan ketrampilan (psikomotorik) peserta
didik itu juga diperhitungkan. Penilaian testdan potofolio saling melengkapi tidak ada yang
mendominasi. Jadi pada Kurikulum 2013 penilaiannya melalui proses dalam setiap
pembelajaran yang dilakukan.

Persamaan Kurikulum KTSP 2006 dengan Kurikulum 2013

1. Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 sama-sama menampilkan teks sebagai
butir-butir KD.
2. Untuk struktur kurikulumnya baik pada KTSP atau pada 2013 sama-sama dibuat atau
dirancang oleh pemerintah tepatnya oleh Depdiknas.
3. Beberapa mata pelajaran masih ada yang sama seperti KTSP.
4. Terdapat kesamaan esensi kurikulum, misalnya pada pendekatan ilmiah yang pada
hakekatnya berpusat pada siswa. Dimana siswa yang mencari pengetahuan bukan
menerima pengetahuan.
Silabus merupakan rencana pembelajaran kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu.
Komponen silabus KTSP :
1.Standar Kompetensi
2.Kompetensi Dasar
3.Materi pokok/ pembelajaran
4.Kegiatan Pembelajaran
5.Indikator
6.Penilaian
7.Alokasi Waktu
8.Sumber Belajar
Komponen Silabus pada Kurikulum 2013
1.Kompetensi Inti
2.Kompetensi Dasar
3.Materi pokok/ pembelajaran
4.Kegiatan Pembelajaran
5.Indikator
6.Penilaian
7.Alokasi Waktu
8.Sumber Belajar
Analisis Perbedaan pada silabus dan RPP antara KTSP dengan Kurikulum 2013
pada mata pelajaran Fisika materi Hukum Newton kelas X

KTSP Kurikulum 2013


Kompetensi dasar berbasis mata pelajaran, Kompetensi Dasar berbasis tematik. Selain
Selain kompetensi dasar (KD) terdapat pula kompetensi dasar (KD) terdapat Kompetensi
standar kompetensi. Inti (KI)

Misal: Misal:
Bertambah keimanannya dengan menyadari
Menganalisis besaran fisika pada gerak
dengan kecepatan dan percepatan konstan hubungan keteraturan dan kompleksitas alam
dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan
yang menciptakannya
Materi Pembelajaran Materi Pokok

Misal: Misal:
Gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan Hukum Newton dan Penerapannya
konstan
Proses pembelajaran menggunakan Proses pembelajaran menggunakan
pendekatan yang berbeda-beda pendekatan saintifik

 Menemukan besaran dalam gerak Mengamati dan Menanya

 Mengamati demonstrasi gerak untuk Mengamati pergaan:


membedakan gerak lurus dengan
 benda diletakan di atas kertas kemudian
kecepatan konstan dan gerak lurus
kertas ditarik perlahan dan dan tiba-tiba
dengan percepatan konstan dalam diskusi
kelas  benda ditarik atau didorong untuk
 Melakukan percobaan glb dengan menghasilkan gerak
menggunakan kereta atau mobil mainan  benda dilepas dan bergerak jaruh bebas
 Melakukan percobaan glbb dengan  benda ditarik tali melalui katrol dengan
menggunakan kereta dinamik beban berbeda
Menganalisis besaran-besaran dalam glbb
Mendiskusikan:
dan gerak jatuh bebas dalam diskusi kelas
 penyebab benda bergerak

 pengaruh masa benda dan besar gaya


terhadap percepatan gerak

Komunikasi

 Menggambar gaya berat, gaya normal,


dan gaya tegang tali dalam diskusi
pemecahan masalah dinamika gerak lurus
tanpa gesekan

Eksperimen/Eksplorasi

 Melakukan percobaan hukum Newton 1


dan 2 secara berkelompok

 Melakukan percobaan gerak benda


misalnya dalam bidang miring untuk
membedakan gesekan statik dan kinetik

Asosiasi
Menghitung percepatan benda dalam sistem
yang terletak pada bidang miring, bidang
datar, dan sistem katrol dalam diskusi kelas.
Alokasi waktu selama 8 jam Alokasi waktu selama 9 jam
Penilaian Penilaian meliputi tugas, observasi,

Penilaian kinerja (sikap dan praktik), laporan potofolio, dan Tes


praktik, dan tes tertulis Tugas
Menerapkan hukum Newton dalam
memecahkan masalah

Observasi
Ceklist lembar pengamatan kegiatan
eksperimen

Portofolio
Laporan tertulis

Tes
Tertulis Uraian dan Pilihan Ganda tentang
hukum Newton 2
Sumber Belajar menggunakan literatur dan Sumber Belajar lebih lengkap baik itu buku
alat seadanya. cetak maupun alat praktikum yang digunakan

Sumber: Buku Fisika yang relevan, Al Qur'an karena proses pembelajaran menggunakan
metode saintifik dimana siswa dituntut untuk
Bahan: lembar kerja, hasil kerja siswa, bahan
presentasi aktif dan berinkuiri (menemukan sendiri)

Alat: tiker timer, troly, mobil mainan, media  ed. Pearson Prentice Hall
presentasi  FISIKA SMA Jilid 1, Pusat Perbukuan

 Panduan Praktikum Fisika SMA, Erlangga

 e-dukasi.net
Alat:

 katrol

 beban gantung

 troly

 tiker timer

Indikator pada KTSP membahas materi Indikator langsung menerapkan dan


terlebih dahulu baru kemudian melakukan menganalisis
percobaan yang berhubungan dengan materi Misal:
pokok
Misal: Menerapkan Hukum I, II, dan III Newton.
Melukiskan diagram gaya-gaya yang bekerja
pada suatu benda.
Tujuan Pembelajaran : Dalam setiap Tujuan Pembelajaran: Dalam setiap petemuan
pertemuan memiliki tujuan pembelajaran memiliki tujuan pembelajaran berbeda beda
yang sama pada satu pokok materi yang harus dicapai
Siswa dapat menggunakan persamaan Pertemuan pertama
hukum Newton untuk menyelesaikan
soal-soal yang berhubungan dengan Melalui demonstrasi, diskusi dan kerja
konsep gaya kelompok, peserta didik diharapkan
dapat:

1. Memberikan contoh penerapan


hukum Newton dengan menggunakan
berbagai media

2. Melakukan percobaan yang


berhubungan dengan hukum-hukum
Newton

Pertemuan kedua
Melalui kegiatan diskusi dan kerja
kelompok, peserta didik diharapkan
dapat:

1. Menjelaskan pengertian empat gaya


yang umum bekerja pada suatu
benda: gaya berat, gaya normal, gaya
gesekan dan gaya tegangan tali

2. Menjelaskan konsep gaya sentripetal


pada gerak melingkar

Pertemuan ketiga
Melalui diskusi dan kerja kelompok,
peserta didik diharapkan dapat:

1. Melukiskan diagram gaya-gaya yang


bekerja pada suatu benda

2. Melakukan analisis kuantitatif untuk


persoalan-persoalan dinamika partikel
pada bidang miring (dengan dan
tanpa gesekan), lift, katrol, dan benda
bertumpuk

Pertemuan keempat
Melalui diskusi dan kerja kelompok,
peserta didik diharapkan dapat:

1. Melakukan analisis kuantitatif untuk


persoalan-persoalan dinamika partikel
pada tikungan jalan (datar dan kasar /
miring dan licin), dan benda bergerak
melingkar (secara horizontal dan
vertikal)

Metode Pembelajaran : Pembelajaran lebih Metode Pembelajaran : Lebih menekankan


berpusat pada pendidik walaupun dalam pada diskusi, hal ini menunjukkan bahwa
metode pembelajaran menggunakan metode pembelajarannya berpusat pada siswa
inkuiri.
1. Demonstrasi
a. Inkuiri.
2. Diskusi kelas
b. Tanya Jawab.
3. Diskusi kelompok
c. Penugasan
Pada skenario pembelajaran dibagi menjadi 3 Pada kegiatan pembelajaran dibagi menjadi 3
yaitu Pendahuluan, kegiatan inti, dan yaitu Pendahuluan, kegiatan inti dan penutup.
kegiatan penutup Tetapi kegiatan pendahuluan lebih mendetail
Pendahuluan: sebagai berikut :

Memberikan contoh peristiwa atau Pendahuluan (15 menit)


kejadian yang berhubungan dengan  Guru memberikan salam dan
hukum newton
berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).

 Guru mengabsen,
mengondisikan kelas dan
pembiasaan (sebagai
implementasi nilai disiplin).

 Prasyarat kemampuan
sebelum mempelajari subbab
(paket halaman 152):

- Contoh aplikasi Hukum I,


II, dan III Newton
- Gaya dan resultan gaya

 Motivasi: Guru menanyakan


apa alasan kita harus
menggunakan sabuk
keselamatan ketika berada di
dalam mobil yang bergerak?

 Guru menyampaikan tujuan


pembelajaran.
LAMPIRAN
SILABUS KTSP DAN KURIKULUM 2013
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari Hukum Mengamati dan Menanya Tugas 9 JP Sumber:
hubungan keteraturan dan kompleksitas alam Newton dan
Mengamati pergaan: Menerapkan (3 x 3  PHYSICS:
dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang Penerapannya
hukum JP) Principles
menciptakannya  benda diletakan di atas
Newton with
kertas kemudian kertas
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur dalam Aplication
ditarik perlahan dan dan
karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor dan memecahkan / Douglas
tiba-tiba
optik masalah C.
 benda ditarik atau Giancoli –
Observasi
didorong untuk 6th ed.
menghasilkan gerak Ceklist Pearson
lembar Prentice
 benda dilepas dan pengamatan Hall
bergerak jaruh bebas kegiatan
 FISIKA
 benda ditarik tali melalui eksperimen
SMA Jilid
katrol dengan beban Portofolio 1, Pusat
berbeda Perbukuan
Laporan
Mendiskusikan: tertulis  Panduan
 penyebab benda bergerak Tes Praktikum
Fisika
 pengaruh masa benda dan Tertulis SMA,
besar gaya terhadap Uraian dan Erlangga
percepatan gerak Pilihan
Ganda  e-
Komunikasi dukasi.net
tentang
 Menggambar gaya berat, hukum Alat:
gaya normal, dan gaya Newton 2
tegang tali dalam diskusi  katrol
pemecahan masalah
 beban
dinamika gerak lurus
gantung
tanpa gesekan

Eksperimen/Eksplorasi  troly

 Melakukan percobaan  tiker timer


hukum Newton 1 dan 2
secara berkelompok

 Melakukan percobaan
gerak benda misalnya
dalam bidang miring
untuk membedakan
gesekan statik dan kinetik

Asosiasi

 Menghitung percepatan
benda dalam sistem yang
terletak pada bidang
miring, bidang datar, dan
sistem katrol dalam
diskusi kelas.
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SEKOLAH : MA PPMI ASSALAAM SUKOHARJO


MATA PELAJARAN : FISIKA
KELAS / SEMESTER: X/1
ALOKASI WAKTU : 8 x 40 MENIT

. Standar Kompetensi
Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda

. Kompetensi Dasar
Menjelaskan hukum Newton sebagai konsep dasar dinamika dan mengaplikasikannya
dalam persoalan-persoalan dinamika sederhana

. Indikator
a. Melukiskan diagram gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda.
b. Menjelaskan pengertian gaya berat dan gaya gesekan serta contoh aplikasi dalam
kehidupan sehari-hari.
c. Melakukan percobaan yang berhubungan dengan hukum Newton II.
d. Menjelaskan konsep gaya sentripetal pada gerak melingkar beraturan.
e. Melakukan percobaan yang berhubungan dengan hukum Newton III.
f. Memberikan contoh penerapan hukum-hukum Newton

. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menggunakan persamaan hukum Newton untuk menyelesaikan soal-soal
yang berhubungan dengan konsep gaya

F. Materi Pokok
Dinamika Gerak
G. Metode Pembelajaran
a. Inkuiri.
b. Tanya Jawab.
c. Penugasan

H. Skenario Pembelajaran
a. Pendahuluan
Memberikan contoh peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan hukum newton
b. Kegiatan Inti
a. Membahas tentang hukum Newton I yang menyatakan bahwa setiap benda akan
tetap diam atau bergerak lurus beraturan kecuali ada gaya yang bekerja.
b. Memberikan contoh-contoh soal beserta penyelesaiannya tentang penerapan
hukum Newton I.
c. Melakukan aktivitas bersama untuk menjelaskan hukum Newton II, yaitu
menyatakan kesebandingan antara percepatan, gaya dan massa benda.
d. Membahas tentang hukum Newton II, yang secara matematis dinyatakan dengan
persamaan.

e. Membahas macam-macam gaya gesekan yaitu gesekan statis dan gesekan kinetis.
f. Siswa melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan gaya gesekan dengan
gaya normal.
g. Siswa melakukan aktivitas sederhana yang dapat dilakukan diluar laboratorium
tentang gaya sentripetal.
h. Memberikan contoh soal beserta penyelesaiannya yang berhubungan dengan gaya
sentripetal.
i. Membahas tentang hukum Newton III
Faksi = -Freaksi
3. Penutup
a. Mengulas kembali pelajaran didepan tentang penerapan hukum-hukum Newton
dalam kehidupan sehari-hari.
b. Siswa menguji pemahamannya dengan mengerjakan soal-soal latihan yang
berkaitan dengan penerapan hukum-hukum Newton
I. Sumber Pembelajaran
a. Buku fisika pegangan siswa kelas X
b. LKS fisika kelas X
c. Alat-alat yang digunakan dalam aktivitas

J. Penilaian
Jenis tagihan : Instrumen
Tugas : Uraian
Uji Kompetensi : Uraian

K. Instrumen
a. Benda yang massanya 6 kg ( g = 10 m/s2 ) terletak pada lantai mendatar kemudian
dipengaruhi gaya F = 40 N condong 370 terhadap lantai ke atas. Jika selama gerak
benda dipengaruhi gaya geseran kekiri sebesar f = 2 N, tentukan percepatan gerak
benda !
b. Benda A dan B yang masing-masing massanya 12 kg dan 8 kg tergantung pada ujung-
ujung tali dari suatu system katrol tetap. Hitung percepatan gerak benda A maupun B
serta tegangan talinya !

c. Pada gambar disamping tentukan pasangan gaya aksi reaksi

d. Suatu mobil yang massanya 1 ton meluncur pada jalan yang membukit dengan
kecepatan 54 km/jam, ternyata gaya tekan normal mobil terhadap jalan 8500 N.
Berapa jari-jari kelengkungan jalan tersebut ?
e. Pada system gambar disamping, massa A 4 kg dan B 6 kg. Maka hitung tegangan
talinya jika bidang miring licin !
Sukoharjo, 01 Juni 2007
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Sigit Rahardja, S.Si .........................


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : X/2
Materi Pembelajaran : Dinamika Partikel
Alokasi Waktu : 15 × 45 menit
Jumlah Pertemuan : 5 kali

I. KOMPETENSI INTI

KI : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


1

KI : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli


2 (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


3 prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
4 dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

II. KOMPETENSI DASAR

No. Kompetensi Dasar

1.1 Bertambah Keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan


kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida


1.2
kalor dan optik.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi.

Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari sebagai wujud
2.2 implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

3.7 Menganalisis interaksi gaya serta hubungan antar gaya, massa dan gerakan benda
pada gerak lurus

Melakukan percobaan berikut presentasi hasilnya terkait interaksi gaya serta


4.7
hubungan gaya, massa, dan percepatan dalam gerak lurus serta makna fisisnya

III. TUJUAN PEMBELAJARAN


Pertemuan pertama
Melalui demonstrasi, diskusi dan kerja kelompok, peserta didik diharapkan dapat:

3. Memberikan contoh penerapan hukum Newton dengan menggunakan berbagai media


4. Melakukan percobaan yang berhubungan dengan hukum-hukum Newton

Pertemuan kedua
Melalui kegiatan diskusi dan kerja kelompok, peserta didik diharapkan dapat:

3. Menjelaskan pengertian empat gaya yang umum bekerja pada suatu benda: gaya
berat, gaya normal, gaya gesekan dan gaya tegangan tali
4. Menjelaskan konsep gaya sentripetal pada gerak melingkar

Pertemuan ketiga
Melalui diskusi dan kerja kelompok, peserta didik diharapkan dapat:

3. Melukiskan diagram gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda


4. Melakukan analisis kuantitatif untuk persoalan-persoalan dinamika partikel pada
bidang miring (dengan dan tanpa gesekan), lift, katrol, dan benda bertumpuk

Pertemuan keempat
Melalui diskusi dan kerja kelompok, peserta didik diharapkan dapat:
2. Melakukan analisis kuantitatif untuk persoalan-persoalan dinamika partikel pada
tikungan jalan (datar dan kasar / miring dan licin), dan benda bergerak melingkar
(secara horizontal dan vertikal)

IV. MATERI PEMBELAJARAN


Formulasi Hukum-hukum Newton
Mengenal berbagai jenis gaya
Analisis kuantitatif masalah dinamika partikel

V. METODE PEMBELAJARAN
4. Demonstrasi
5. Diskusi kelas
6. Diskusi kelompok

VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN


1. Pertemuan ke-1
a. Pendahuluan (15 menit)
 Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai implementasi nilai
religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan (sebagai implementasi
nilai disiplin).
 Prasyarat kemampuan sebelum mempelajari subbab (paket halaman 152):
- Contoh aplikasi Hukum I, II, dan III Newton
- Gaya dan resultan gaya
 Motivasi: Guru menanyakan apa alasan kita harus menggunakan sabuk
keselamatan ketika berada di dalam mobil yang bergerak?

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti (100 menit)


Mengamati

 Mengamati demonstrasi kelembaman (paket halaman 154)


 Mengamati demonstrasi pngaruh gaya (F) dan massa (m) terhadap percepatan
benda (paket halaman 156-157)
 Mengamati demonstrasi mendorong tembok
 Menemukan aplikasi Hukum I, II, dan III Newton dalam keseharian
Mempertanyakan

 Menanyakan pengaruh gaya dan massa terhadap percepatan benda


 Menanyakan contoh-contoh Hukum I, II, dan III Newton dalam keseharian
Eksperimen/eksplore

 Menemukan prinsip terdorongnya roket dan pesawat jet dengan menggunakan


balon (paket halaman 161)
Asosiasi

 Memformulasikan hukum-hukum Newton


 Menganalisis aplikasi hukum I, II, dan III Newton dalam keseharian
 Menganalisis hubungan gaya dan massa terhadap percepatan
Komunikasi

 Membuat laporan tertulis

c. Penutup (20 menit)

 Guru bersama dengan peserta didik membuat simpulan kegiatan


pembelajaran.
 Guru memberikan umpan balik proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
 Guru meminta peserta didik untuk mempelajari konsep gaya dan jenis-jenis
gaya untuk pertemuan berikutnya
 Tindak lanjut: Penugasan menjawab pertanyaan uji kompetensi bab IV essay
nomor 7

2. Pertemuan ke-2
a. Pendahuluan (15 menit)
 Memberikan salam dan berdoa (sebagai implementasi nilai religius).
 Mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan (sebagai implementasi nilai
disiplin).
 Prasyarat kemampuan sebelum mempelajari subbab (paket halaman 166):
- Definisi gaya, massa, dan berat

 Motivasi: Guru menanyakan perbedaan berat dan massa


 Penyampaian tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti (100 menit)


Mengamati

 Mengamati benda yang diam dan ditarik


Mempertanyakan

 Menanyakan tentang gaya yang bekerja pada benda yang diam atau bergerak
 Menanyakan konsep gaya sentripetal pada gerak melingkar
Eksperimen/eksplore

 Menemukan gaya-gaya yang menyebabkan benda dapat mengalami gerak


melingkar
Asosiasi

 Menganalisis gaya-gaya yang terdapat pada benda diam dan bergerak, serta
yang menyebabkan benda bergerak melingkar
Komunikasi

 Membuat laporan tertulis

c. Penutup (20 menit)

 Guru bersama dengan peserta didik membuat simpulan kegiatan


pembelajaran.
 Guru memberikan umpan balik proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
 Guru meminta peserta didik untuk mempelajari analisis kuantitatif untuk
persoalan-persoalan dinamika partikel untuk pertemuan berikutnya
 Tindak lanjut: Penugasan menjawab uji kompetensi bab IV essay nomor 12,
essay nomor 13, essay nomor 14.

3. Pertemuan ke-3
a. Pendahuluan (15 menit)

 Siswa berkumpul dan duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

 Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai implementasi nilai


religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan (sebagai implementasi
nilai disiplin).
 Motivasi: guru menanyakan gaya apa saja yang bekerja pada buku yang
diletakkan di atas meja?
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti (100 menit)


Mengamati

 Mengamati jenis-jenis gaya yang bekerja pada benda yang diam dan bergerak
Mempertanyakan

 Menanyakan tentang gaya yang bekerja pada benda yang diam atau bergerak
Eksperimen/eksplore

 Membuat diagram gaya-gaya yang bekerja pada benda pada persoalan-


persoalan dinamika partikel pada bidang miring (dengan dan tanpa gesekan),
lift, katrol, dan benda bertumpuk
Asosiasi

 Menganalisis gaya-gaya yang bekerja pada persoalan benda yang berada di


bidang miring (dengan dan tanpa gesekan), lift, katrol, benda bertumpuk
Komunikasi

 Membuat laporan tertulis

c. Penutup (20 menit)

 Guru bersama dengan peserta didik membuat simpulan kegiatan


pembelajaran.
 Guru memberikan umpan balik proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik dalam pembelajaran.
 Tindak lanjut: memberikan tugas mengerjakan uji kompetensi bab IV essay
nomor 15, essay nomor 16, essay nomor 17, essay nomor 19, essay nomor 23
dan 24, essay nomor 36

4. Pertemuan ke-4
a. Pendahuluan (15 menit)
 Siswa berkumpul dan duduk sesuai kelompoknya masing-masing.
 Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai implementasi nilai
religius).
 Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan (sebagai implementasi
nilai disiplin).
 Apersepsi: Mereview materi pertemuan sebelumnya
 Motivasi: guru menanyakan mengapa tikungan dibuat miring?
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti (100 menit)


Mengamati

 Mengamati video mobil balap ketika melintasi tikungan


Mempertanyakan

 Menanyakan gaya yang bekerja pada benda yang bergerak di tikungan


Eksperimen/eksplore
 Membuat diagram gaya-gaya yang bekerja pada benda pada persoalan-
persoalan dinamika partikel pada tikungan jalan (datar dan kasar / miring dan
licin), dan benda bergerak melingkar (secara horizontal dan vertikal)
Asosiasi

 Menganalisis gaya-gaya yang bekerja pada persoalan benda yang berada di


tikungan jalan (datar dan kasar / miring dan licin), dan benda bergerak
melingkar (secara horizontal dan vertikal)
Komunikasi

 Membuat laporan tertulis


 Mempresentasikan hasil kelompok

c. Penutup (20 menit)

 Guru bersama dengan peserta didik membuat simpulan kegiatan


pembelajaran.
 Guru memberikan umpan balik proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik dalam pembelajaran.
 Guru meminta peserta didik untuk mereview materi bab IV sebagai persiapan
ulangan harian
 Tindak lanjut: memberikan tugas mengerjakan uji kompetensi bab I essay
nomor 38, essay nomor 24, essay nomor 25, essay nomor 44, essay nomor 47

5. Pertemuan 5
Ulangan harian IV

VII. Sumber Belajar/ Bahan Ajar/Alat

 Buku teks Fisika SMA/MA kelas X, Bab 5.


 Kelereng
 Kertas
 Bola basket
 Bola voli
 Timbangan
 Balon mainan
 Video mobil balap melintasi tikungan

VIII. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian dan bentuk instrument
Teknik Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Tertulis Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio Panduan Penyusunan Portofolio

2. Instrumen penilaian
a. Lembar pengamatan sikap

No Aspek yang dinilai 5 4 3 2 1 Keterangan

1 Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya

2 menunjukkan perilaku jujur,


disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-
aktif

Rubrik pengamatan sikap


 1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang
tertera dalam indikator
 2 = jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera
dalam indikator, tetapi belum konsisten
 3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera
dalam indikator
 4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam
indikator
 5 = jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera
dalam indikator

b. Penilaian pemahaman konsep

1) Pilihan Ganda (fisika X SMA Jilid 1 Erlangga halaman 202 nomor 1 - 25)
2) Uraian (Fisika X Jilid 1 Erlangga halaman 211 nomor 28 dan 30)

Rubrik Penilaian Tes Pilihan Ganda, dan Uraian


I. Penilaian Pemahaman Konsep
A. Bentuk Soal Pilihan Ganda
1. Jumlah soal = 25 butir soal
2. Bobot tiap soal =2
3. Skor Ideal = 25 x 2 = 50
B. Bentuk Soal Uraian
1. Jumlah soal = 2 butir soal
2. Bobot soal = lihat tabel
3. Skor Ideal = 50

No Skor
Hasil Pengerjaan soal Skor
Soal Maksimal

1 a. Jika mengerjakan 2 soal kereta yang ditarik 30


dengan benar

b. Jika mengerjakan 1 soal kereta yang ditarik 15


dengan benar 30
c. Jika mengerjakan 2 soal kereta yang ditarik 2
tetapi salah

d. Jika tidak menjawab 0

2 a. Jika mengerjakan soal balok yang bergerak 20


menuruni bidang miring dengan benar

b. Jika mengerjakan soal balok yang bergerak 2 20


menuruni bidang miring tetapi salah

c. Jika tidak menjawab 0

JUMLAH SKOR TOTAL URAIAN 50

Nilai Akhir = Skor Pilihan Ganda + Skor


Uraian

= 50 + 50

= 100

c. Penilaian Portofolio
MACAM
PORTOFOLIO

Jumlah
No KI / KD / PI Waktu Nilai

Rangkuman

Kelompok
Skor

Makalah
Kualitas

Laporan
1

Catatan:
 PI = Pencapaian Indikator
 Untuk setiap karya peserta didik dikumpulkan dalam satu file sebagai bukti
pekerjaan yang masuk dalam portofolio.
 Skor menggunakan rentang antara 0 -10 atau 10 – 100.
 Penilaian Portofolio dilakukan dengan sistem pembobotan sesuai tingkat
kesulitan dalam pembuatannya.

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

JEMMY J. JERMIAS, S.Pd WINDY


MAKARAWUNG, S.Pd
NIP. 196703302006041002 NIk. 201602.19900115.2