Anda di halaman 1dari 1

A.

DEFINISI KESEHATAN REPRODUKSI

Secara sederhana reproduksi ber-asal dari kata re yang berarti kembali dan produksi yang berarti
membuat atau menghasilkan, jadi reproduksi X mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia
dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup. Kesehatan reproduksi (kespro) ada;lah
keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi,
peran, dan sistem reproduksi.”

Jika kita berlandaskan kepada Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 yang memberikan
batasan

mengenai penjelasan tentang kesehatan: kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan
sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Batasan yang
diangkat dari batasan kesehatan menurut Organisasi Kesekatan Dunia (WHO) yang paling baru ini,
memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya yang mengatakan, bahwa
kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial, dan tidak hanya bebas dari
penyakit dan cacat. Pada batasan yang terdahulu, kesehatan itu hanya mencakup tiga aspek, yakni:
fisik, mental, dan sosial, tetapi menurut Undang-Undang No. 36/2009, kesehatan mencakup empat
aspek, yakni fisik (badan), mental (jiwa), spiritual, dan sosial yang memungkinkan setiap orang untuk
hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Kesehatan reproduksi menurut Undang-Undang No. 36/2009 adalah keadaan sehat secara fisik,
mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang
berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada lakielaki dan perempuan. Adapun jika
didefinisikan ke dalam bahasa indonesia, maka kesehatan reproduksi dapat diartikan sebagai suatu
bentuk keadaan dengan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak ada
penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-
fungsi serta prosesnya. Konferensi Internasional tentang Kependudukan di Kairo 1994, menyusun
definisi kesehatan reproduksi yang dilandaskan ke pada definisi sehat menurut WHO: keadaan sehat
yang mes nyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, dan sosial, dan bukan sekadar tidak adanya
penyakit di segala hal yang berkaitan de'

ngan sistem reproduksi, fungsinya, maupun proses reproduksi itu sendiri.