Anda di halaman 1dari 14

Nama : Elsa Mamele

NIM : 15302485
MK : Bisnis Internasional

Judul Materi “Makro Marketing di Level Negara”


Di negara-negara berekonomi maju, dibutuhkan barang dan jasa dari ribuan organisasi
untuk memuaskan banyak kebutuhan masyarakat. Lebih jauh, suatu masyarakat membutuhkan
semacam sistem pemasaran untuk mengorganisasikan upaya semua produsen dan pihak-pihak
penengah yang dibutuhkan untuk memuaskan aneka kebutuhan seluruh warga negaranya. Dengan
demikian, pemasaran juga merupakan suatu proses sosial yang penting.
Pemasaran erat hubungannya dengan pemenuhan keinginan dan kebutuhan manusia
melalui proses pertukaran karena pertukaran merupakan inti dari Disiplin Ilmu Pemasaran.
Pengertian pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli dengan berbagai cara, pada dasarnya
mempunyai arti yang sama. E. Jerome McCarthy dan William D. Perreault, JR. mendefinisikan
pemasaran yang terbagi dalam pemasaran mikro dan makro (1993) sebagai berikut:
“Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi dan sekaligus merupakan
proses sosial. Dengan kata lain, pemasaran ada ditingkat mikro dan makro. Karenanya, disini akan
digunakan dua definisi tentang pemasaran yaitu satu untuk pemasaran mikro dan lainnya untuk
pemasaran makro. Yang pertama menyangkut pelanggan dan organisasi yang melayani mereka.
Yang kedua meninjau pemasaran dengan sudut pandangan yang lebih luas tentang sistem produksi
distribusi secara keseluruhan.”

Adapun definisi pemasaran mikro dan makro, yaitu sebagai berikut :


1. Pemasaran mikro (micro marketing) adalah pelaksanaan kegiatan perusahaan yang berusaha
mencapai sasaran organisasi dengan mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien dan
mengarahkan arus barang dan jasa pemuas kebutuhan dari produsen ke pelanggan atau klien.
2. Pemasaran makro (macro marketing) adalah suatu proses sosial yang mengarahkan arus barang
dan jasa dalam suatu perekonomian dari produsen ke konsumen dengan cara yang secara
efektif menyesuaikan penawaran dan permintaan dan mencapai tujuan masyarakat.

Cara pandang mikro sebagai suatu kumpulan aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dan dari
cara pandang makro sebagai sebuah proses sosial.

A. Makro Marketing (Pemasaran Makro)


Pemasaran makro (macro-marketing) adalah suatu proses yang mengarahkan aliran
ekonomi barang dan jasa dari produsen ke konsumen dengan cara yang secara efektif
mencocokkan penawaran dan permintaan serta mencapai sasaran-sasaran masyarakat tersebut.

 Penekanannnya pada keseluruhan sistem


Pada pemasaran makro, kita masih terlibat dengan alur barang dan jasa pemenuh kebutuhan
dari produsen ke konsumen. Namun, penekanan pemasaran makro bukanlah pada aktivitas
dari masing- masing organisasi. Penekanan dari konsep ini adalah pada bagaimana
keseluruhan sistem pemasaran bekerja. Hal ini juga mencakup pemahaman tentang
bagaimana pemasaran memengaruhi masyarakat, dan sebaliknya. Setiap masyarakat
membutuhkan suatu sistem pemasaran makro untuk membantu menyesuaikan penawaran
dan permintaan. Setiap produsen dalam suatu masyarakat memiliki sasaran, sumber daya,
dan kemampuan yang berbeda-beda. Begitu pula, tidak semua konsumen memiliki
kebutuhan, kesukaan, dan kesejahteraan yang sama. Dengan perkataan lain, setiap
masyarakat memiliki kapabilitas penawaran dan permintaan yang heterogen (sangat
beragam) untuk barang dan jasa. Peran dari sistem pemasaran makro adalah mencocokkan
penawaran dan permintaan yang heterogen ini secara efektif dan pada saat yang bersamaan
mencapai tujuan-tujuan masyarakat tersebut. Sistem pemasaran makro yangefektif
mengirimkan barang dan jasa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan. Sistem ini
mengirimkan produk kepada mereka pada saat dan waktu yang tepat, serta pada harga yang
mau mereka bayarkan. Sistem ini membuat pelanggan tetap puas setelah penjualan terjadi
dan membawa mereka kembali untuk membeli ketika mereka siap. Ini bukanlah suatu tugas
yang mudah-khususnya jika Anda memikirkan keberagaman barang dan jasa yang dapat
diproduksi oleh suatu ekonomi yang mapan dan berbagai barang dan jasa yang diinginkan
oleh pelanggan.

 Pemisahan antara produsen dan konsumen


Pemasaran yang efektif dalam suatu ekonomi yang mapan sulit dilakukan karena produsen
dan konsumen sering kali terpisah oleh beragam cara. Pertukaran antara produsen dan
konsumen sering kali dihalangi oleh pemisahan tempat, waktu, informasi dan nilai, serta
kepemilikan.Anda mencintai pemutar MP3 Anda, tetapi mungkin tidak mengetahui kapan
dan di mana barang tersebut diproduksi atau bagaimana bisa sampai ke tangan Anda.
Orang-orang di pabrik yang memproduksinya tidak mengenal Anda atau bagaimana cara
hidup Anda Sebagai tambahan, kebanyakan perusahaan berspesialisasi dalam
memproduksi dan menjual sejumlah besar barang dan jasa dengan keberagaman yang
sempit. Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk mengambil keuntungan dari
produksi massal dengan skala ekonomi (economies of scale) yang dihasilkan - artinya jika
suatu perusahaan memproduksi suatu produk dalam jumlah yang semakin besar, biaya dari
masing-masing produk ini menjadi turun.Namun, kebanyakan pelanggan hanya ingin
membeli dalam jumlah kecil;mereka juga menginginkan barang dan jasa yang beragam.
Kesenjangan jumlah" dan "kesenjangan keberagaman ni mempersulit pertukaran antara
produsen dan konsumen. Dengan perkataan lain, masing masing produsen berspesialisasi
dalam memproduksi dan menjual sejumlah besar barang dan jasa dalam keberagaman yang
sempit, tetapi masing-masing konsumen hanya menginginkan sejumlah kecil barang dan
jasa dalam keberagaman yang besar

 Fungsi pemasaran membantu menjembatani gap


Tujuan dari sistem pemasaran makro adalah mengatasi pemisahan dan kesenjangan ini.
"Fungsi universal pemasaran" membantu melakukan hal ini. Fungsi universal pemasaran
(universal functions of marketing) adalah pembelian, penjualan pengiriman, penyimpanan,
standardisasi dan penilaian, pembiayaan, pengambilan risiko, dan informasi pasar. Fungsi-
fungsi ini harus dilaksanakan dalam semua sistem pemasaran makro. Cara fungsi-fungsi
ini dilaksanakan dan oleh siapa-bisa jadiberbeda-beda diantara berbagai negara dan sistem
ekonomi. Namun, fungsi-fungsi dibutuhkan dalam semua sistem pemasaran makro. Mari
kita lihat fungsi-fungsi ini secara lebih dekat. Setiap pertukaran biasanya melibatkan
pembelian dan penjualan. Fungsi pembelian (buying function) artinya mencari dan
mengevaluasi barang dan jasa. Fungsi penjualan (selling function) melibatkan promosi
produk. Fungsi ini mencakup penggunaan penjualan secara langsung, pemasangan iklan,
serta metode-metode penjualan massal dan langsung lainnya. Ini mungkin merupakan
fungsi pemasaran yang paling terlihat.

Fungsi pengantaran (transporting function) berarti pergerakan barang dari satu


tempat ke tempat yang lain. Fungsi penyimpanan (storing function) melibatkan
penyimpanan barang hingga pelanggan membutuhkannya. Standardisasi dan pemilahan
(standardization and grading) melibatkan pemilahan produk menurut ukuran dan kualitas.
Hal ini membuat pembelian dan penjualan lebih mudah karena akan mengurangi kebutuhan
untuk memeriksa dan mengambil sampel Pembiayaan (financing) menyediakan uang dan
kredit yangdibutuhkan untuk memproduksi, mengantarkan, menyimpan, mempromosikan,
menjual, dan membeli produk. Pengambilan risiko (risk taking) melibatkan tanggung
jawab untuk menanggung ketidakpastian yang merupakan bagian dari proses pemasaran.
Suatu perusahaan tidak pernah tahu apakah pelanggan akan mau membeli produk-
produknya. Produk tersebut bisa jadi rusak dicuri, atau menjadi kedaluwarsa. Fungsi
informasi pasar (market information function) melibatkan pengumpulan, analisis, dan
distribusi semua informasi yang dibutuhkan untuk merencanakan, melaksanakan, dan
mengontrol aktivitas pemasaran, apakah itu berlangsung dilingkungan perusahaan tersebut
atau di pasar luar negeri.

 Produsen, konsumen, dan ahli pemasaran melakukan berbagai fungsi


Produsen dan konsumen terkadang menangani beberapa fungsi pemasaran sendiri.
Namun,pertukaran sering kali lebih mudah dan tidak terlalu mahal ketika seorang ahli
pemasaran melakukan beberapa fungsi pemasaran. Sebagai contoh, baik produsen dan
konsumen dapat mengambil manfaat ketika suatu mediator-intermediary (atau perantara-
middleman), seseorang yang berspesialisasi dalam perdagangan dan bukan produksi,
berperan dalam proses pertukaran. Disini akan dibahas mengenai beragam fungsi
pemasaran yang dilakukan oleh dua jenis dasar pihak perantara peritel dan grosir. Namun,
Anda tidak perlu berpikir panjang untuk membayangkan apa jadinya jika Anda berbelanja
di berbagai pabrik untuk bermacam-macam merek makanan dalam kemasan yang Anda
sukai dan bukan di supermarket lokal yang penuh berisi barang. Meskipun perantara harus
mengenakan biaya untuk jasa yang mereka sediakan, biaya ini biasanya sebanding dengan
penghematan waktu, tenaga, dan uang yang dibutuhkan jika tidak ada perantara. Dengan
demikian, para perantara ini dapat membantu menjadikan keseluruhan sistem pemasaran
makro lebih efisien dan efektif Beragam jenis ahli pemasaran juga dapat membantu
menyelaraskan pertukaran antara produsen kolaborator (collaborators) pemasaran-yaitu
konsumen atau perantara. Para ahli ini disebut perusahaan-perusahaan yang memfasilitasi
atau menyediakan satu atau lebih fungsi pemasaran, elain membeli atau menjual.
Kolaborator-kolaborator ini mencakup agen periklanan, perusahaan riset pemasaran,
laboratorium pengetesan produk independen, penyedia layanan Internet, gudang
umum,perusahaan pengiriman perusahaan layanan komunikasi, dan institusi keuangan
(termasuk bank Beberapa ahli pemasaran melakukan semua fungsi ini, sementara yang
lainnya hanya berspesialisasi dalam satu atau dua bidang. Perusahaan riset pemasaran,
contohnya, berspesialisasi hanya dalam fungsi informasi pemasaran. Lebih jauh, teknologi
dapat membuat suatu fungsi tertentu lebih mudah untuk dilaksanakan. Sebagai
contoh,proses pembelian bisa jadi mengharuskan seorangpelanggan untuk terlebih dahulu
mengidentifikasi pihak-pihak penjual yang relevan dan tempat mereka berada. Meskipun
dapat dilakukan secara cepat dan mudah dengan mesin pencari online di Internet, fungsi
tersebut belum terdefinisikan.

 Ahli-ahli baru muncul untuk mengisi kebutuhan pasar


Seperti yang dicontohkan oleh kasus Internet sebelumnya, jenis-jenis baru ahli pemasaran
dapat muncul atau berevolusi ketika peluang-peluang baru muncul untuk membuat
pertukaran antara produsen dan konsumen lebih efisien atau efektif. Perubahan-perubahan
semacam ini dapat muncul dengan cepat, seperti yang diilustrasikan oleh kecepatan
perusahaan-perusahaan mengadopsi e-commerce Perdagangan elektronik (electronic
commerce atau e-commerce) adalah pertukaran antara individu atau organisasi dan
aktivitas yang memfasilitasi pertukaran ini-berdasarkan aplikasi teknologi informasi.
Jenis-jenis baru perantara yang berbasis Internet-seperti Amazon.com dan eBay.com-telah
membantu memotong biaya berbagai fungsi pemasaran. Demikian juga, penyedia jasa
Internet seperti MSN.com dan AOL.com yang mengoperasikan situs Web juga merupakan
suatu jenis kolaborator baru. Mereka memungkinkan banyak perusahaan memuaskan
pelanggan mereka dengan pencarian informasi atau transaksi berbasis Web. Secara
kolektif, perkembangan-perkembangan ini telah memberikan dampak yang signifikan
terhadap keefisienan sistem pemasaran makro kita. Pada saat bersamaan, banyak
perusahaan individu mengambil keuntungan dari inovasi-inovasi ini untuk meningkatkan
keuntungan serta kepuasan pelanggan. Melalui inovasi, spesialisasi, atau skala ekonomi,
perantara pemasaran dan kolaborator sering kali mampu melaksanakan fungsi-fungsi
pemasaran secara lebih baik-dan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan yang dapat
dilakukan oleh produsen ataupun konsumen. Hal ini memungkinkan produsen dan
konsumen menghabiskan lebih banyak waktu untuk produksi, konsumsi, atau aktivitas lain
termasuk bersantai.

 Berbagai fungsi dapat dipindahkan dan dibagi


Dari sudut pandang pemasaran makro, seluruh fungsi pemasaran harus dilaksanakan oleh
seseorang seorang produsen atau konsumen, perantara, kolaborator pemasaran, atau dalam
beberapa kasus, bahkan pemerintah suatu negara. Tidak ada satu fungsi pun yang dapat
dieliminasi. Namun, dari sudut pandang mikro, tidak semua perusahaan harus
melaksanakan semua fungsi. Tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi-fungsi
pemasaran dapat dipindahkan dan dibagi dalam berbagai cara. Lebih lanjut, tidak semua
barang dan jasa membutuhkan seluruh fungsi pada setiap tahapan produksi. Sebagai
contoh, "jasa murni-seperti jasa penerbangan-tidak membutuhkan penyimpanan. Namun,
penyimpanan dibutuhkan pada tahapan produksi pesawat dan ketika pesawat tersebut tidak
mengudara Siapa pun yang melaksanakan fungsi fungsi pemasaran, secara umum fungsi-
fungsi tersebut harus dilaksanakan secara efektif dan efisien atau kinerja dari seluruh
sistem pemasaran makro akan memburuk.

 Lingkungan Pemasaran Makro


Lingkungan makro yaitu kekuatan masyarakat yang lebih luas dan mempengaruhi seluruh
lingkungan mikro pemasaran suatu perusahaan yang mempunyai pengaruh secara tidak
langsung terhadap pemasar. Berikut merupakan lingkungan makro yang terdiri dari 5
macam lingkungan, yaitu:

a. Lingkungan Demografi
Demografi adalah studi tentang populasi manusia yang dilihat dari segi umur, lokasi,
kepadatan, pekerjaan, jenis kelamin/gender, dan statistik lainnya. Demografi
merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemasaran,
karena pemasaran selalu melibatkan penduduk, dari situlah membentuk pasar dengan
syarat mempunyai uang dan kemauan untuk membelanjakan. Karena itu, seorang
pemasar harus aktif memantau perkembangan demografi, baik dari penyedia produk,
jenis kelamin dari penduduk yang membutuhkan produk, sehingga pemenuhan pasar
juga berbeda. Umur penduduk juga menentukan proses pemasaran terutama pada
produk yang berkaitan dengan kebutuhan umur, dalam hal ini selera merupakan faktor
utama yang mempengaruhi pemasaran.

b. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi merupakan pengaruh dari faktor-faktor daya beli dan pola
pembelanjaan konsumen. Daya beli tergantung pada pendapatan, tabungan, harga, dan
kredit pada waktu yang bersangkutan. Pemasar harus paham dan mengetahui
kecenderungan utama dalam pendapatan dan harus selalu sadar akan pola
pembelanjaan konsumen yang akan terus berubah.
c. Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan budaya (cultural) terdiri atas lembaga-lembaga dan kekuatan lain yang
mempengaruhi nilai dasar, prefenso, persepsi, dan perilaku masyarakat. Dengan
tumbuhnya msyarakat pastinya akan diikuti oleh perkembangan nilai-nilai dasar dari
masyarakat. Pada umumnya nilai sosial dalam suatu budaya sangat sulit untuk dirubah.
Walau demikian bukan berarti tidak bisa, hanya saja pemasar perlu mengikuti
perubahan tersebut sehingga bisa menciptakan dan menyediakan produk yang sesuai
trend pada lingkungan tersebut.

d. Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi itu terdiri dari kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi teknologi
baru dan menciptakan produk dan peluang-peluang pasar baru. Dalam hal ini pemasar
harus memperhatikan beberapa kecenderungan teknologi sebagai berikut:
 Cepatnya laju perubahan teknologi.
 Peluang-peluang yang tidak terbatas.
 TingginyaTingginya anggaran litbang.
 MeningkatnyaMeningkatnya peraturan dll.

e. Lingkungan Politik
Lingkungan politik terdiri dari UU, instansi pemerintah/eksekutif, legislatif dan
kelompok penekan yang memengaruhi dan membatasi pribadi maupun organisasi
dalam masyarakat. Kecenderungan utama politik yang memengaruhi manajemen
pemasaran ialah:
 Undang-undang yang mengatur perusahaan.
 PerubahanPerubahan pelaksanaan undang-undang.
 Pertumbuhan kelompok pembela publik.

B. Lintas Sosial dan Budaya dalam Pemasaran


Pemasar internasional harus mengetahui pengaruh budaya dan harus menyiapkan diri
untuk menjawab tantangan itu atau mengubahnya. Pemasar internasional memainkan peran
penting bahkan dapat dikatakan menentukan dalam mempengaruhi kecepatan tingkat
perubahan diseluruh dunia. Hal terlihat jelas dalam makanan tetapi praktis menyangkut semua
industri, terutama produk konsumen. Pabrik sabun dan deterjen telah mengubah kebiasaan,
mencuci, industri elektronik telah mengubah pola hiburan, dan pemasar pakaian telah
mengubah gaya gaya, dan sebagainya. Dalam produk industri budaya telah mempengaruhi
karakteristik dan permintaan produk tetapi yang lebih penting lagi sebagai pengaruh pada
proses pemasaran, terutama dalam cara menjalankan bisnis. Pemasar internasional telah belajar
untuk mengandalkan orang yang mengetahui dan memahami adat serta sikap setempat untuk
keahlian pemasaran.
Hubungan bisnis antara pihak-pihak yang mempunyai budaya atau kebangsaan berbeda
dapat dipengaruhi oleh tantangan tambahan.Bila salah satu pihak dari budaya konteks tinggi
mengambil bagian dalam kesepakatan bisnis, faktor-faktor yang dibahas mungkin akan lebih
rumit karena keyakinan berbeda mengenai signifikansi dari kesepakatan bisnis formal dan
kewajiban yang mengikat semua pihak misalnya, manajer penjualan benar-benar yakin bahwa
hanya kontrak yang ditulis dengan baik yang diperlukan agar perusahaanya dapat menerima
semua kewajiban yang mengikat. Tetapi manajer penjualan tadi juga tidak dapat memahami
belahan dunia, sesuatu hanya dapat terjadi bila ada hubungan pribadi karena kadang-kadang
hubungan pribadi juga perlu untuk melaksanakan sesuatu dalam lingkungan konteks rendah.

 Definisi Budaya
Terdapat banyak definisi dari budaya . Dalam konteks ini, budaya dalam satu setting bisnis
didefinisikan sebagai adalah proses belajar, pembagian, bersifat memaksa serta
sekumpulan simbol yang saling, berhubungan dan mempunyai makna serta menyediakan
satu set orientasi untuk anggota masyarakat.Budaya dapat didefinisikan oleh perbatasan
nasional, terutama ketika negara-negara terisolasi oleh penghalang alami.Budaya berisi
cabang kebudayaan yang hanya mempunyai sedikit kesamaan secara umum antara satu
budaya dengan budaya yang lain. (Kotabe 2007).
 Elemen dari Budaya
Budaya terdiri dari banyak komponen saling berhubungan. Pengetahuan dari satu budaya
memerlukan satu pengertian mendalam pada bagian-bagian berbeda. Unsur-unsur dari
Budaya sebagai berikut :
 Material Life merupakan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan,
mendistribusikan, dan mengkonsumsi barang-barang dan layanan
 Bahasa mempunyai dua bagian-bagian: lisan dan bahasa diam
 Interaksi sosial di antara orang; keluarga inti memperluas keluarga; kelompok referensi
 Aestetika, ide-ide dan persepsi bahwa satu budaya berkaitan dengan kecantikan serta
kebaikan
 Agama; sekumpulan kepercayaan (anggapan) komunitas yang berhubungan dengan
satu kenyataan yang dibuktikan dengan pengalaman
 Pendidikan Salah satu dari wahana-wahana pembelajaran utama menyalurkan dari satu
generasi kepada berikutnya 7.Menghargai Sistem; nilai bentuk norma-norma dan
standar orang.
 Perbandingan Antar Budaya
 Budaya satu negara berbeda satu sama lain, tetapi biasanya berbagi aspek tertentu.
Penelitian psikologi sosial Saat ini mengungkapkan perbedaan budaya kunci antara
East (timur) dan West (barat) Budaya untuk konteks ini adalah bagaimana orang
merasa mempunyai kenyataan dan penalaran.
 BudayaBudaya kontaks tingkat tinggi merupakan Penafsiran dari pesan berstandarkan
pada tingkat ketergantungan pada budaya negara tsb e.g., Cina, Korea, Jepang.
 BudayaBudaya konteks-rendah-: Meletakkan sebagian besar penekanan terhadap kata
yang ditulis atau lisan; e.g., AS, Skandinavia, Jerman.
 IndividualismeIndividualisme: Keinginan orang untuk menyukai dan bertindak sebagai
individu dari pada anggota kelompok.
 SifatSifat kelaki-lakian (maskulinitas ): Pentingnya “pria” akan nilai (ketegasan,
sukses, kompetitif mengendalikan, prestasi) melawan “wanita” nilai (kesetiakawanan,
kualitas hidup).
 Orientasi Jangka panjang fokus yang melawan jangka pendek: Masa depan melawan
masa lampau dan orientasi saat ini
 Adaptasi pada budaya
Pemasar Global perlu untuk menjadi sensitif kepada penyimpangan budaya dimana
mempengaruhi pemikiran mereka, perilaku, dan pengambilan keputusan. Self Reference
Creation-SCR (kriteria referensi diri sendiri) mengacu pada kecenderungan tak sadar orang
untuk memohon pertolongan akan pengalaman dan sistem nilai budaya yang mereka miliki
sendiri untuk diterjemahkan pada satu situasi bisnis yang diberikan.
 Budaya dan Bauran Pemasaran
Budaya adalah satu tiang kunci dari pasar. Kebijakan Produk ; Produk Tertentu lebih
banyak mengikat satu budaya dibandingkan produk lain. Makanan, hidangan, dan produk
pakaian cenderung untuk sangat terikat pada budaya. MenetapkanMenetapkan harga
kebijakan-kebijakan dikendalikan oleh empat Cs:
 Pelanggan (customer)
 Perusahaan (biaya, objektif, strategi) (company)
 Kompetisi (competitor)
 Kolaborator (e.g., distributor) (Collaborators).

Distribusi: Variabel Budaya mempengaruhi pengambilan kebijakan untuk saluran


distribusi. Promosi: adalah bauran pemasaran yang paling kelihatan. Budaya akan secara
tipikal mempunyai satu pengaruh utama atas strategi komunikasi perusahaan. Tabu dan
norma-norma budaya yang Lokal juga mempengaruhi gaya periklanan.
 Budaya Organisasi
Sebagian besar perusahaan ditandai oleh budaya organisasi (perusahaan) mereka.Sebuah
model jenis budaya organisasi mencakup empat budaya berikut :
 Budaya Clan (Clan culture)
 Budaya Adhocracy (Adhocracy culture)
 Budaya Hirarki (Hierarchy culture)
 Budaya Pasar (Market culture)

 Lingkungan Budaya
Tiap-tiap bangsa mempunyai nilai, adat istiadat dan tabu sendiri-sendiri. Pengusaha asing,
jika ingin berhasil, harus menanggalkan enosentrisme mereka dan mencoba memahami
kultur dan kebiasaan bisnis di negara tuan rumah, yang seringkali berbeda konsep waktu,
ruang dan tata caranya. Bagaimana konsumen setempat memikirkan dan menggunakan
produk tertentu harus diperhatikan oleh penjual sebelum merencanakan program
pemasaran. Berikut ini adalah beberapa contoh yang mengejutkan di pasar konsumen:
Kaum pria Prancis rata-rata menggunakan kosmetik dan alat kecantikan hampir dua kali
lebih banyak dari pada istri mereka. Orang Jerman dan Prancis makan spageti bungkusan
lebih banyak dari pada orang itali. Anak-anak italia senag makan sepotong coklat yang
disisipkan di antara dua potong roti sebagai cemilan. Kaum wanita di Tanjania tidak mau
memberi telur kepada anak-anak mereka karena takut anak-anak itu menjadi botak dan
impoten.

 Lingkungan Bisnis
Norma dan perilaku bisnis juga berlainan dari satu negara ke negara lain. Eksekutif bisnis
perlu mengetahui hal ini sebelum melakukan negosiasi di negara lain. Ada beberapa contoh
perilaku bisnis yang berbeda dengan bisnis di beberapa negara: Pengusaha arab biasa
melakukan pembicaraan bisnis dengan rekan usahanya dalam jarak yang sangat rapat,
hidung mereka hampir beradu. Kadang-kadang mereka menggamit dan menggemgam
tangan anda sebagai tanda persahabatan. Jika rekan usahanya menolak genggaman ini,
pengusaha arab akan merasa tersinggung. Dalam komunikasi tatap muka, eksekutif bisnis
Jepang jarang sekali mengatakan tidak kepada rekan amerikanya. Pengusaha Amerika
sering bingung dan tidak mengetahui persis apa sebenarnya sikap sebenarnya sikap
pengusaha Jepang ini. Orang amerika sering langsung ke pokok pembicaraan, eksekutif
bisnis Jepang menganggap ini sebagai sikap memaksa. Di Prancis, pedagang besar tidak
merasa perlu mempromosikan suatu produk. Mereka menanyakan kepada para pengecer
apa yang diinginkan dan menyediakannya. Jika pengusaha amerika menyusun strateginya
dengan anggapan bahwa pedagang besar Prancis akan bekerjasama dalam promosi, mereka
akan gagal. Tiap-tiap negara bahkan suku-suku bangsa di suatu negara mempunyai tradisi,
preferensi dan tabu budaya dan bisnis sendiri-sendiri yang harus diketahui para pemasar.

 Aspek Dasar Dari Budaya


Bagi ahli antropologi dan sosiologi, budaya adalah “cara hidup” yang dibentuk oleh
sekelompok manusia yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya
termasuk kesadaran dan ketidaksadaran akan nilai, ide, sikap, dan simbol yang membentuk
perilaku manusia dan diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Seperti
didefinisikan oleh seorang ahli antropologi organisasi Geert Hofstede, budaya adalah
“tatanan kolektif dari pikiran yang membedakan anggota tersebut dari satu kategori orang
dengan orang lainnya.”

 Budaya Konteks Tinggi dan Rendah


Edward T. Hall menyarankan konsep konteks tinggi dan rendah sebagai salah satu cara
untuk memahami orientasi budaya yang berbeda. Dalam budaya konteks rendah, pesan
nyata; kata-kata membawa sebagian besar informasi dalam komunikasi. Dalam budaya
konteks tinggi, tidak terlalu banyak informasi berada dalam pesan verbal. Jepang, Saudi
Arabia, dan budaya konteks tinggi lainnya sangat menekankan pada nilai dan posisi atau
kedudukan seseorang di masyarakat. Dalam budaya ini, pinjaman dari bank lebih mungkin
didasarkan pada siapa Anda daripada analisis formal laporan keuangan. Dalam budaya
konteks rendah seperti Amerika Serikat, Swis, atau Jerman, persetujuan dibuat dengan
informasi yang jauh lebih sedikit mengenai karakter, latar belakang, dan nilai-nilai.
Keputusan lebih didasarkan pada fakta dan angka dalam permintaan pinjaman.

 Komunikasi dan Negosiasi


Jika bahasa dan budaya berubah, ada tantangan tambahan dalam komunikasi. Misalnya,
“ya” dan “tidak” dipergunakan dengan cara yang berbeda antara Negara Jepang dan Negara
barat. Hal ini menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman. Dalam bahasa inggris
jawaban “ya” atau “tidak” atas sebuah pertanyaan didasarkan pada apakah jawabannya
mengiyakan atau menolak. Dalam bahasa Jepang, tidak demikian. Jawaban “ya” atau
“tidak” dapat dipergunakan untuk jawaban yang membenarkan atau menolak pertanyaan
tadi.

 Perilaku Sosial
Ada sejumlah perilaku sosial dan sebutan yang mempunyai arti yang berbeda-beda di
dalam budaya lain. Sebagai contoh, orang Amerika umumnya menganggap tidak sopan
jika makanan di atas piring membubung, membuat keributan ketika sedang makan, dan
bersendawa. Namun sejumlah masyarakat Cina merasa bahwa merupakan hal yang sopan
jika mengambil setiap porsi makanan yang dihidangkan dan menunjukkan kepuasannya
dengan bersendawa. Perilaku sosial lainnya, jika tidak diketahui, akan merugikan bagi
pelancong internasional. Sebagai contoh, di Arab Saudi, merupakan penghinaan jika
menanyakan kepada pemilik rumah tentang kesehatan suami/istri.

 Sosialisasi Antar-Budaya
Memahami suatu budaya berarti memahami kebiasaan, tindakan, dan alasan-alasan di balik
perilaku-perilaku yang ada. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, bak mandi dan toilet
mungkin berada dalam ruang yang sama. Orang Amerika mengasumsikan bahwa ini adalah
norma yang berlaku di dunia. Namun, dalam beberapa budaya seperti Jepang, menganggap
itu tidak higienis. Bahkan budaya lain menganggap duduk di atas toilet duduk itu tidak
higienis. Di banyak budaya, penggunaan tisu toilet bukanlah norma mereka.

C. Persaingan dalam Pemasaran Global


 Alasan mengapa perusahaan melakukan ekspansi kedalam pasar dunia:
 Untuk memasuki akses terhadap pelanggang-pelanggang baru, dengan alasan bahwa
ekspansi ke dalam pasar dunia akan memberi potensi untuk meningkatkan pendapatan,
laba dan pertumbuhan jangka panjang, dan dapat menjadi perusahaan domestik yang
mapan.
 Untukmencapai biaya rendah dan dan meningkatkan daya saing perusahaan. Banyak
perusahaan melakukan perluasan usaha karena pasar domestik dan industri mereka
sudah terbatas, sehingga dengan demikian pada hakekatnya meningkatkan daya saing-
perusahaan.
 Untuk mengkapitalisasi kompetensi utamanya. Sebuah perusahaan dapat memperluas
kompetensi dan kapabilitasnya untuk posisi memperoleh keuntungan kompetetif dalam
pasar luar negeri seperti pada pasar domestik.

 Pemilihan strategi untuk memasuki pasar persaingan luar negeri


 Pertahankan (satu negara) barang nasional basis produksi dan ekspor ke pasar luar
negeri, baik menggunakan saluran distribusi ke depan perusahaan yang dimiliki atau
dikendalikan asing
 Lisensi asing untuk menggunakan teknologi perusahaan guna memproduksi dan
mendistribusikan produk-produk perusahaan.
 Menggunakan strategi waralaba.
 Mengikuti strategi yang di pakai oleh banyak negara, berbagai pendekatan strategis
perusahaan (mungkin sedikit, mungkin banyak) dari negara ke negara sesuai dengan
kondisi lokal dan berbeda selera dan preferensi pembeli.
 Mengikuti strategi global, dengan menggunakan pendekatan dasarnya strategi yang
sama kompetitif di semua pasar negara di mana perusahaan memiliki suatu kehadiran.
 Gunakan aliansi strategis atau usaha patungan dengan perusahaan asing sebagai
kendaraan utama memasuki pasar luar negeri.

Ada beberapa strategi dasar bagi perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri:
1. Export Strategy
Mempertahankan produksi berbasis nasional dan mengekspor barang-barang ke pasar
luar negeri dengan menggunakan jalur pengawasan distribusi. Dengan memakai pabrik
dalam negeri (domestik) sebagai suatu basis produksi untuk mengekspor barang-
barang keluar negeri adalah suatu strategi yang terbaik untuk mengejar penjualan
internasional. Keuntungan dari strategi ekspor ini antara lain meminimumkan risiko
dan peryaratan modal dan meminimumkan investasi secara langsung di negara-negara
asing. Suatu strategi ekspor mudah diserang jika biaya-biaya manufaktur di negara asal
lebih besar daripada di negara-negara asing ketika pesaing-pesaing mempunyai pabrik,
selain itu juga melibatkan biaya shipping yang tinggi serta fluktuasi yang merugikan
dan pertukaran nilai tukar mata uang. Strategi ekspor rentan ketika biaya produksi (1)
di dalam negeri jauh lebih tinggi daripada di negara-negara asing di mana saingan
memiliki tanaman, (2) biaya pengiriman produk ke pasar luar negeri jauh relatif tinggi,
atau (3) pergeseran buruk terjadi pada nilai tukar mata uang.
2. Licensing Strategy
Strategi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kemampuan secara teknis tetapi
tidak mempunyai kemampuan secara internasional untuk memasuki pasar luar negeri
dan adanya keinginan untuk menghindari risiko pada saat mengirimkan atau
memasukkan sumberdaya ke pasar yang mana tidak lazim, kondisi politik yang mudah
berubah dan ketidakstabilan ekonomi.
3. Franchising Strategy
Strategi ini dilakukan oleh perusahaan jasa dan retail yang melakukan ekspansi global.
Keuntungan strategi ini antara lain franchises membawa serta biaya-biaya dan risiko
dalam menetapkan lokasi/tempat aktivitasnya dan juga franchisor hanya melakukan
pengeluaran untuk rekruitmen sumberdaya manusia, pelatihan. Kerugiannya adalah
bahwa franchisor harus selalu menjaga kualitas dari produk tersebut. waralaba asing
tidak selalu menunjukkan komitmen yang kuat untuk konsistensi dan standarisasi
terutama ketika budaya lokal tidak menekankan kondisi sama masalah
kualitas.Sementara lisensi bekerja dengan baik untuk memproduksi dan pemilik
teknologi eksklusif, waralaba sering lebih sesuai dengan upaya ekspansi global
bertahan dan perusahaan ritel.

 Cara bagi perusahaan mendapatkan keunggulan versaing dalam pasar dunia


1. Using location to build competitive advantage.
Perusahaan cenderung mengkonsentrasikan aktivitas mereka dalam sejumlah lokasi
yang terbatas disebabkan alasan sebagai berikut:
 Ketika biaya manufaktur atau pabrikasi dan biaya aktivitas lainnya secara
signifikan lebih rendah dibeberapa lokasi geografi dibanding yang lainnya.
 Ketika terdapat skala ekonomi secara signifikan.
 Ketika terdapat suatu tempat pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan
tampilan suatu aktivitasnya dalam suatu lokasi.
 Ketika lokasi tertentu mempunyai sumberdaya yang berlebihan
Perusahaan memilih untuk menyebar aktivitas ke berbagai lokasi. Beberapa instansi
ketika melakukan penyebaran aktivitas perusahaan mereka merasa kurang
menguntungkan dibanding mengonsentrasikan aktivitas mereka. Hal ini berarti secara
fisik pemilihan lokasi merupakan cara perusahaan untuk menunjukkan kemampuan
aktivitas perusahaan pada pasar di tiap negara dimana perusahaan secara global
mempunyai pelanggan dengan kapasitas besar.

2. Using cross border transfer of competencies and capabilities to build competitive


advantage.
Salah satu cara terbaik untuk perusahaan yang memiliki kompetensi nilai dan kekuatan
sumberdaya yang baik untuk menjaga keuntungan kompetitif adalah dengan
menggunakan pertimbangan kekuatan sumberdaya perusahaan tersebut untuk
memasuki pasar tambahan pada suatu negara. Perusahaan yang memiliki kekuatan
sumberdaya tertentu merupakan bukti kuat bahwa perusahaan tersebut sukses
berkompetisi dalam memasuki pasar negara baru. Transfer kompetensi (kapabilitas
secara spesifik), kapabilitas (kemampuan secara umum), dan kekuatan sumberdaya
dari satu negara ke negara lain berkontribusi untuk pembangunan dengan kompetensi
dan kapabilitas yang lebih luas. Transfer kemampuan kompetitif membantu perusahaan
mencapai pendominasian secara mendalam pada nilai area kompetitif. Pendominasian
pada nilai kapabilitas kompetitif, sumberdaya, atau aktivitas rantai nilai adalah dasar
kuat untuk keuntungan kompetitif yang berkelanjutan lebih dari pasar multinasional
atau kompetitor global, dan terutama kompetitor pasar domestik.

3. Using cross border coordination to build competitive advantage.


Koordinasi aktivitas perusahaan lintas negara yang berbeda berkontribusi untuk
mencapai keuntungan kompetitif yang berkelanjutan dengan beberapa cara yang
berbeda – beda untuk mempertahankan keunggulan kompetetif mereka. Menyatukan
aktivitas-aktivitas untuk mendapatkan keunggulan bersaing tersebut dapat dilakukan
dengan beberapa cara, antara lain:
 Pesaing global dan multinasional dapat memilih dimana dan bagaimana menantang
pesaing mereka.
 Perubahan produksi dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk mendapatkan biaya
yang menguntungkan atau kondisi perdagangan atau tingkat pertukaran.
 Menggunakan teknologi internet untuk mengumpulkan beberapa ide untuk produk
baru atau pengembangan produk dan menentukan yang mana produk yang dapat
distandarisasi.

 Strategi Penyerangan yang Tepat untuk Bersaing pada Pasar Asing


Terdapat tiga tipe kondisi dari strategi penyerangan yang dipakai perusahaan untuk
berkompetisi di pasar asing:
 Mengadakan serangan secara langsung. Tujuan dari dilakukannya serangan secara
langsung ini adalah menahan bagian utama dari pangsa pasar sehingga mengakibatkan
pesaing akan mundur, selain itu serangan secara langsung ini dapat dilakukan dengan
melakukan pemotongan harga, memperbesar pengeluaran dalam kegiatan pemasaran,
biaya iklan dan promosi serta usaha untuk mendapatkan keuntungan pada satu atau
lebih jalur distribusi.
 Mempertahankan (Contest). Dalam jenis strategi ini lebih rumit dan lebih difokuskan
daripada serangan secara langsung. Dalam strategi ini memfokuskan pada segmen
pasar tertentu yang tidak pantas untuk kemampuan defenders yang mana penyerang
mempunyai produk baru.
 Serangann pura-pura (Feint). Strategi ini lebih didesain atau dibentuk untuk
mengalihkan perhatian defenders dari penyerang utama.
Sumber:
 http://blog.lukmanh.com/blog/2014/11/13/pengaruh-sosial-dan-budaya-terhadap-pemasaran-
global/
 http://muchakkinen.blogspot.co.id/2016/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-
none.html?m=1
 https://alihamdan.id/lingkungan-pemasaran/amp/#Lingkungan_Pemasaran_Makro
 https://gimbalkurangdarah.wordpress.com/kulyah/bersaing-di-pasar-luar-negri/
 https://books.google.com/books?id=DRsfHVWMaNUC&pg=PT30&lpg=PT30&dq=makro+
marketing+atau+pemasaran+makro&source=bl&ots=TDccx97Dnv&sig=xVLP2WMuWkhQ
B6ie5Ph0mMVYpfM&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjozuHK5aDaAhVlUN8KHVvhBOs4C
hDoATAHegQIARAB#v=onepage&q=makro%20marketing%20atau%20pemasaran%20ma
kro&f=true