Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

SAP 2

OLEH:

Nama NIM

I Gusti Agung Malyani Ratnantari 1315351171

Devy Kusuma Cendana 1315351182

Kadek Ria Citra Dewi 1315351183

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2016
TINJAUAN TERHADAP ILMU KEPERILAKUAN:
DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

A. Mempertimbangkan Aspek Keprilakuan terhadap Akuntansi

Akuntansi adalah tentang manusia


Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan ffactor social secara jelas didesain dalam
aspek-aspek oprasional utama dari seluruh system akuntansi. Dari pengalaman dan praktik
banyak manajer dan akuntan telah memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar aspek
manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi masih
dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan
penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan. Pertanggungjawaban
dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil laporan mereka dan bukan
atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas organisasi. Sebagian prosedur
saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak di inginkan terhadap inisiatif manajerial.
Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan dengan teknik
organisasi yang lebih luas.

Akuntansi adalah tindakan


Dalam organisasi, semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan dalam
mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung jawab
dan rasa tanggung jawab anggota terhadap. Rasa tanggung jawab tersebut pada sebagian
organisasi dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu. Dalam organisasi, masing-masing
mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Kesadaran
dapat terwujud manakala mematuhi ketetapan dalam anggaran. Pencapaian tujuan dalam bentuk
kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota organisasi dlaam
memenuhi keinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran informasi.
B. Dimensi Akuntansi Keprilakuan
Para akuntan dan manajer professional menyadari kebutuhan akan tambahan informasi
ekonomi yang dihasilkan system akuntansi. Oleh karena itu informasi ditambah tidak hanya
melaporkan data-data keuangan tetapi data-data non keuangan yang terkait dalam proses
pengambilan keputusan. Sehingga para akuntan wajar memasukkan dimensi-dimensi
keperilakuan dari berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh system.

Lingkup akuntansi keprilakuan


Akuntansi keprilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan,
mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi
berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu
system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keprilakuan, dengan mempertimbangkan
hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, menceminkan dimensi sosial dan
budaya manusia dalam suatu organisasi. Ruang lingkup akuntansi keprilakuan sangat luas yang
meliputi antara lain :
o Aplikasi dari konsep ilmu keprilakuan terhadap disain kontruksi system akuntansi
o Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi
o Dengan cara mana informasi diproses untuk membantu pengambilan keputusan
o Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-perilaku para
pemakai data
o Pengembangan strategi untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-cita serta tujuan dari
orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian data.
Lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang besar :
1. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan system
akuntansi
2. Pengaruh system akunatnsi terhadap perilaku manusia
3. Metode untuk memprediksi dan strategi unuk mengubah perilaku manusia
4. Akuntansi keperilakuan : perluasan logis peran akuntansi tradisional

Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat menjadi


lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan. Akuntan mengakui
adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan penggungkapan penuh ( full
disclouser). Prinsip ini memelukan penjelasan yang tidak hanya berfusi sebagai pengganti an
penambahan informasi gyna mendukung laoran data perusahaan. Tetapi juga sebagai laporan
menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian non keuangan. Informasi tambahan dilaporkan
abik dalam sebuah kerangaka laaporan keuangan atau dalam cacatan laoran keuangan sehingga
diperlukan suatu msukan informasi keprilakuan guna melengkapi data keuangan dan data lain
yang akan dilaporkan.

C. Lingkup dan Sasaran Hasil Ilmu Keprilakuan


Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989)
Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru. Ilmu keprilakuan mencangkup
biang riset manapun yang mempelajrinya baik melalui metode obsevasi maupun esperimentasi,
perilaku manusia dalam lingkunan fisik maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari
ilmu social manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah,
politik, psikologi.

D. Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntansi Keprilakuan


Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya
yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa depan.
Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia
dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di
masa depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu
organisasi harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita
individu yang saling berhubungan dalam organisasi.

E. Persamaan dan Perbedaan Ilmu kerilakuan dan Akuntansi Keperilakuan


Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan
manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan
akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi
keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu
keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan
psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.
Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social, akuntansi keperilakuan merupakan
bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan. Akuntansi keprilakuan diterapkan
dengan praktis menggunakan riset ilmu keprilakuan untuk menunjukkan dan memperediksi
perilaku manusia.
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989),
istilah sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang meliputi keseluruhan
desain alat pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, sistem penganggaran,
desain akuntansi pertanggung jawaban, desain organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi,
desain pengumpulan biaya, desain penilaian kinerja serta pelaporan keuangan. Secara lebih rinci
ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi :
1. Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap desain, konstruksi dan
penggunaan sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana
sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi
dan desain orgaisasi
2. Mempelajari pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti
bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktifitas, pengambilan
keputusan, kepuasan kerja dan kerja sama.
3. Untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya, yang berarti
bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk mempegaruhi perilaku.

Sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (Behavioral Science), teori-teori akuntansi


keperilakuan di kembangkan dari penelitian empiris atas perilaku manusia di organisasi. Dengan
demikian, peranan penelitian dalam pengembangan ilmu itu sendiri sudah tidak diragukan lagi.
Ruang lingkup penelitian di bidang akuntansi keperilakuan sangat luas sekali, tidak hanya
meliputi bidanga akuntansi manajemen saja, tetapi juga menyangkut penelitian dalam bidang
etika, auditing (pemeriksaan akuntan), sistem informasi akuntansi bahkan juga akuntansi
keuangan.
F. Perspektif Berdasarkan perilaku manusia : Psikologi, Sosiologi dan Psikologi Sosial

Menurut Robbins (2003), Ketiga hal tersebut, yaitu psikologi, sosiologi dan psikologi
sosial menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk
menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia, walaupun secara keseluruhan mereka memiliki
perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia. terutama merasa tertarik dengan bagaimana
cara individu bertindak. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi
terhadap stimuli dalam lingkungan mereka, dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya
dengan ciri, arah dan motivasi individu. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang sebagai
suatu organisasi. Psikologi, merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan
dan kadang mengubah perilaku manusia. Para psikolog memperhatikan studi dan upaya
memahami perilaku individual. Mereka yang telah menyumbangkan dan terus menambah
pengetahuan tentang perilaku organisasional teoritikus pembelajaran, teoritikus keperibadian,
psikologi konseling dan psikologi industri dan organisasi.

Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu, sosiologi mempelajari


sistem sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka, jadi sosiologi mempelajari
orang-orang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Secara spesifik, sosiolog
telah memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi
mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan
rumit. Beberapa bidang dalam perilaku organisasi yang menerima masukan yang berharga dari
para sosiolog adalah dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teknologi
organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan dan konflik.

Psikologi sosial, adalah suatu bidang dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep
baik dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial.
Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan fisik.
Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial, pengaruh sosial dan ilmu dinamika
kelompok. Disamping itu para psikologi sosial memberikan sumbangan yang berarti dalam
bidang-bidang pengukuran, pemahaman, dan perubahan sikap, pola komunikasi, cara-cara dalam
kegiatan dapat memuaskan kebutuhan individu dan proses pengambilan keputusan kelompok.
Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan
dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir
tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama
psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang
ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya
dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua
bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial. Dengan demikian para
psikolog berwenang merambah bidang ini, demikian pula para sosiolog. Namun karena
perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruh situasi sosial terhadap
proses dasar psikologikal persepsi, kognisi, emosi, dan sejenisnya. Sedangkan para sosiolog akan
lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi perilaku dan
interaksi para individu dalam konteks sosial, dan lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi
mengubah budaya dan struktur sosial. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut
dinamis dari seseorang; sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dan
dinamika seseorang, perilaku, interaksi, struktur sosial, dan budaya, sebagai faktor - aktor yang
saling mempengaruhi satu sama lainnya

Kesimpulan

o Ilmu pengetahuan keperilakuan mempunyai kaitan dengan menjelaskan dan


memperediksi mengenai keprilakuan manusia.
o Akuntansi keprilakuan menghubungkan antara keprilakuan manusia dan akuntansi.
o Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social.
o Akuntansi ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan
keprilakuan.
o Akuntansi keprilakuan praktis digunakan dan diterapkan dengan menggunakan riset ilmu
keprilakuan untuk menjelaskan dan memperediksi perilaku manusia.
DAFTAR PUSTAKA

Lubis, Arfan Ikhsan, 2010, Akuntansi Keprilakuan, Edisi 2, Jakarta:Salemba Empat


http://apasajasantap.blogspot.co.id/2014/07/contoh-makalah-akuntansi-keperilakuan.html