Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PELAYANAN KEFARMASIAN

Ibu nia dirawat di ruang batu bara dan keluhan tensi 180/70 dalam
keadaan hamil 3 bulan, merasa pusing, mual dan selalu ingin muntah dan
demam. Obat yang diberikan adalah golongan statin, amlodipin kombinasi
dengan captopril dan ibuprofen. Bagaimana menurut anda sebagai apoteker.

Data obat

Simvastatin Informasi obat Indonesia hal. 346, ISO


hal. 357
Komposisi Simvastatin
Indikasi Menurunkan kadar kolesterol total dan
LDL
Dosis Dosis awal 10 mg/hari sebagai dosis
tunggal malam hari. Dosis awal untuk
pasien dengan hiperkolesterolemia
ringan sampai sedang 5 mg/hari.
Maksimum sehari 40 mg.
Kontra indikasi Pasien yang mengalami gagal fungsi
hati atau pernah mengalami gagal
fungsi hati, Pasien yang mengalami
peningkatan jumlah serum transaminase
yang abnormal, Pecandu alkohol., Bagi
wanita hamil dan menyusui, dan
Hipersensitif terhadap simvastatin
Perhatian Selama terapi dengan simvastatin harus
dilakukan pemeriksaan fungsi hati.
Efek samping Sakit kepala, konstipasi, nausea,
flatulen, diare, dispepsia, sakit perut,
fatigue, nyeri dada dan angina, Astenia,
miopathy, ruam kulit, rhabdomyolisis,
hepatitis, angioneurotik edema
terisolasi.
Interaksi obat 1. Bila simvastatin dikombinasikan
dengan siklosporin, eritromisin,
gemfibrozil dan niacin dapat
menyebabkan peningkatan resiko
terjadi myopathy dan rhabdomyolisis.
2. Bila simvastatin dikombinasikan
dengan warfarin akan meningkatkan
aktivitas warfarin sebagai antikoagulan.
3. Pemberian simvastatin bersamaan
waktu dengan digoksin dapat
menyebabkan aktivitas jantung akan
meningkat.
Amlodipin ISO hal. 340, Informasi Obat Indonesia
hal. 317-318
Komposisi Amlodipin 5, 10 mg
Indikasi Hipertensi, angina pectoris stabil
kronik, angina vasospatik
Dosis Awal: sehari 1x5 mg, maks : sehari
1x10 mg. pasien lansia atau pasien
gangguan fungsi hati: awal: sehari
1x2.5 mg, angina stabil kronik, angina
vasospatik: sehari 1x5-10mg
Kontra indikasi Hipersensitivitas terhadap amlodipin
atau dihydropiridin lain, syok
kardiogenik, stenosis aorta berat,
angina pectoris tidak stabil, infark
miokardium akut, hipotensi berat,
gangguan hati berat.
Perhatian Hati-hati dengan pasien gagal hati,
insufisiensi ginjal dengan dialysis,
hipotensi, gagal jantung kongestif,
wanita hamil, ibu menyusui, pasien usia
lanjut.
Efek samping sakit kepala, pusing, mengantuk,
kelelahan, mual, nyeri perut, kulit
merah, berdebar.
Interaksi obat Potensiasi efek antihipertensi lain,
antidepresan tetrasiklik. Berinteraksi
dengan nitrate, amiodarone, quinidin

Captopril Informasi Obat Indonesia hal. 320, ISO


hal. 331
Komposisi Kaptopril
Indikasi Hipertensi berat sampai dengan sedang
Dosis Awal : sehari 3x12.5 mg sebelum
makan. Bila dalam 2 minggu dosis
dapat ditingkatkan sehari 3x25 mg, jika
tekanan darah belum turun. Dosis
maksimal sehari 3x50 mg. anak dosis
awal 0.3mg/kgBB/hari. Maksimal
0.6mg/kgBB/haridalam 2-3 dosis
terbagi
Kontra indikasi Hipersensitivitas, wanita hamil atau
berpotensi hamil, ibu menyusui,
penderita gagal ginjal dan stenosis
aortic
Perhatian Tidak dianjurkan pada wanita hamil
karena dapat menyebabkan gangguan
pada fetus atau neonates
Efek samping Sakit kepala, pusing, penglihatan kabur,
konfusi, rasa kering dimulut.
Interaksi obat Efek hipotensi diperkuat oleh diuretic,
antihipertensi lainnya. Efek hipotensi
diperlemah oleh indometacin, salisilat,
NSAID.

Ibuprofen Informasi Obat Indonesia hal. 20, ISO


hal. 22
Komposisi Ibuprofen
Indikasi Meringankan nyeri ringan sampai nyeri
sedang antara lain nyeri pada haid, sakit
gigi dan sakit kepala.
Dosis Dewasa sehhari 3-4x 200mg. anak 1-2
tahun 3-4x 50mg; 3-7 tahun 3-4x
100mg; 8-12 tahun 3-4x 200mg. untuk
dosis demam recomendasi sehari
20mgkgBB dalam dosis terbagi.
Kontra indikasi Hipersensitivitas terhadap ibuprofen,
aspirin dan NSAID, penderita tukak
peptic, kehamilan trimester pertama
Perhatian Untuk pasien riwayat penyakit saluran
cerna bagian atas, gangguan fungsi
ginjal, gangguan pembekuan darah dan
asma harap konsutasikan ke dokter.
Efek samping Mual, muntah, gangguan saluran cerna,
ruam kulit trombositopenia dan
limfopenia
Interaksi obat Berinteraksi dengan aspirin, warfarin,
furosemid dan thiazid
LANGKAH-LANGKAH DALAM PWDT (Pharmacist’s Workup of Drug
Therapy)

1. Membuat daftar database pasien

- Membangun hubungan dengan pasien

Mengenal pasien dengan mengumpulan data-data pasien seperti


menanyakan nama, alamat, dan nomor telepon pasien serta mulai menilai
sifat pasien.

- Keluhan Pasien

Merasa pusing, mual dan merasa ingin muntah dan demam

- Faktor obat

Di berikan obat hipertensi kombinasi Amlodipin dan kaptopril

- Faktor penyakit

Pasien sedang hamil 3 bulan menderita hipertensi

2. Membuat daftar, mengurutkan, memprioritaskan dan mendefinisikan


DRP dari pasien baik masalah yang nyata (aktual), atau yang akan terjadi
(potensial)

No DRP Keterangan

1. Pilihan Obat yang Kurang Tepat

- Menggunakan obat hipertensi kombinasi Aktual


amlodipin dan kaptopril pada pasien yang
sedang hamil.

2. Penggunaan obat tanpa adanya indikasi

Penggunaan simvastatin tanpa adanya indikasi Aktual


kolesterol

3. Indikasi yang Tidak Ditangani

Pasien hamil merasa mual dan selalu ingin Potensial


muntah.
3. Menetapkan hasil (outcome) untuk masing-masing DRP

- Penggunaan obat antihipertensi kombinasi amlodipin dan kaptopril dapat


beresiko mempengaruhi janin
- Penggunaan simvastatin yang tidak perlu karena tidak ada data tentang
indikasi kolesterol pada pasien dapat beresiko pada janin

4. Menetapkan pengobatan alternatif untuk masing-masing DRP

- Mengganti antihipertensi yang digunakan dari amlodipin dan kaptopril


dengan metildopa karena lebih aman untuk pasien hamil
- Penghentian pemakaian simvastatin karena tidak ada indikasi kolesterol
- Penggantian obat ibuprofen dengan menggunakan paracetamol
- Menggunakan piridoksin (Vitamin B6) untuk mengatasi mual dan merasa
ingin muntah

5.Memilih solusi terapi yang terbaik dari terapi yang telah dipilih bersama
pasien dan memutuskan regimen pengobatan terbaik dan menerapkannya.

- Untuk pasien yang sedang hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi terlalu


bnyak obat karena dapat mempengaruhi janin/bayi. Penggunaan obat yang
tidak diperlukan seperti simvastatin sebaiknya dihentikan untuk
mengurangi resiko pada bayi

6. Membuat rencana terapi obat

- Pasien sebaiknya di monitor tekanan darahnya dan efek samping dari obat
yang digunakan

7. Melaksanakan/mengimplementasikan tindakan terapi dan rencana terapi


yang telah dibuat.

- Tekanan darah pasien turun secara bertahap


- Memeriksakan pada dokter kandungan untuk menghindari efek yang tidak
diinginkan pada pasien dan bayi/janin karena pemakaian obat

8. Menindaklanjuti (follow up) terapi yang diberikan

- Jika outcome dari terapi yang diberikan memberikan hasil yang baik maka
rencana terapi yang dibuat dikatkan berhasil dan dapat dilakukan
pengawasan secara berkelanjutan.
- Namun bila kondisi pasien tidak memberikan respon yang positif, maka
dilakukan adalah identifikasi kembali dari tahap awal terapi atau
mengkonsultasikan kembali ke dokter.
- Pemerikasaan pada dokter kandungan dilakukan untuk menghindari
pengaruh obat kepada bayi

9. Membuat Kesimpulan dan Mengkomunikasikannya dengan Pasien

- Pasien menderita hipertensi dikarenakan masa kehamilan


- Keluhan mual dan muntah juga disebabkan oleh kehamilan pasien
- Penggunaan obat sebaiknya dihindari pada masa kehamilan apabila tidak
terlalu diperlukan
- Pemeriksaan ke dokter kandungan diperlukan

Metode SOAP (Subjektif, Objektif, Assesment, dan Plan)

1. Subjektif

Pasien Ny. Nia yang sedang hamil 3 bulan dengan keluhan :

- Merasa pusing, mual dan selalu ingin muntah


- Demam

2. Objektif

- Tekanan darah 180/70

3. Assesment

- DRP (Drug Related Problem)


 Menggunakan obat hipertensi kombinasi amlodipin dan kaptopril
pada pasien yang sedang hamil kurang tepat.
 Penggunaan simvastatin tanpa adanya indikasi kolesterol
 Tidak ada pengobatan untuk mengurangi/menghilangkan keluhan
mual dan selalu ingin muntah pada pasien

4. Plan

- Terapi plan
 Mengurangi penggunaan obat yang tidak perlu dikarenakan pasien
sedang hamil dan setiap 3 bulan melakukan pengecekan pada janin
- Terapi Obat
 Mengganti obat kombinasi amlodipin dan kaptopril dengan
menggunakan metildopa yang lebih aman untuk ibu hamil
- Tujuan
 Menurunkan tekanan darah dalam pengawasan secara bertahap
 Mengurangi gejala panas, mual dan rasa ingin muntah
 Melakukan pemantauan setiap 3 bulan sekali pada dokter kandungan
- Monitoring
 Pemilihan obat yang digunakan harus dipilih secara hati-hati dengan
mempertimbangkan kondisi kehamilan pasien
 Penggunaan efek samping obat di pantau terhadap kesehatan pasien
dan janin
 Harga obat-obatan sebaiknya terjangkau oleh pasien karena
pengobatan dilakukan dalam jangka panjang, dan akan meningkatkan
resiko kepatuhan pasien.
- Pendidikan Pasien
 Pasien diberitahu mengenai nama obat, dosis, cara pakai, indikasi,
serta lama penggunaan obat.
- Rencana kedepan
 Pasien harus mengecek tekanan darah secara berkala
 Penghentian obat apabila gejala sudah hilang untuk mengurangi
pengaruh terhadap pasien dan janin
 Pengecekan kondisi kesehatan bayi diperlukan setiap 3 bulan

Daftar Pustaka

A to Z drug facts

AHFS Drug Information, 2004. American Society of Health.

British National Formulary (BNF), edisi 57. London BMJ Group and RPS
publishing. 2009

Depkes RI, 2006. Pedoman Pelayanan Farmasi Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui.
Jakarta

Informasi Obat Indonesia, 2011. Edisi III. Jakarta

ISO Indonesia. volume 48. Jakarta: ISFI; 2013